cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Fungsi Tindak Tutur Ekspresif pada Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Tri Utari; Erni Erni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis fungsi tindak tutur eskpresif yang terdapat pada Film Agak Laen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsi tindak tutur eskpresif yang dikemukakan oleh J.R. Searle. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode Content analysis. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan pemain film tersebut. Data penelitian mencakup seluruh tuturan pemain Film Agak Laen yang termasuk dalam fungsi tindak tutur eskpresif. Data dikumpulkan melalui teknik simak, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menemukan 48 data tuturan tindak tutur eskpresif. Fungsi tindak tutur ekspresif terimakasih terdiri dari 8 data, Fungsi tindak tutur ekspresif memaafkan 10 data, Fungsi tindak tutur ekspresif menyalahkan 24 data, Fungsi tindak tutur ekspresif memuji 3 data dan Fungsi tindak tutur ekspresif belasungkawa 3 data. Fungsi tindak tutur menyalahkan banyak ditemukan dalam penelitian ini karena para tokoh film agak laen tersebut dalam cerita terjadi konflik. Fungsi menyalahkan banyak ditemukan karena tema utamanya mengeksplorasi dinamika hubungan antar individu yang penuh konflik dan kepentingan pribadi. Karakter-karakter dalam film ini menghadapi situasi sulit dan cenderung menyalahkan orang lain untuk melindungi diri dan melepaskan tanggung jawab. Fungsi tindak tutur ekspresif mengampuni dan memberi selamat dalam film ini tidak ditemukan karena pada film ini lebih menekankan pada konflik, humor, atau dinamika emosional yang tidak memerlukan pengungkapan atau pemberian selamat sebagai bagian dari narasi utamanya.
Analisi Gaya Bahasa dan Teknik Public Speaking Komika Indonesia Indra Frimawan Taufiq Ali; Kholik Kholik; Syaifudin Zuhri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4648

Abstract

komedi yang digunakan oleh komika Indonesia, Indra Frimawan. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi fitur bahasa dan strategi komedi yang digunakan Frimawan untuk mengikat dan menghibur audiensnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis wacana untuk mengkaji stand-up comedy indra Frimawan dan mengidentifikasi elemen bahasa dan komedi yang berkontribusi pada efek komedi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa Frimawan dipersonalisasi oleh penggunaan bahasa sehari-hari dan permainan kata, yang menciptakan rasa familiaritas dan informalitas dengan audiensnya. Stand-up indra Frimawan juga menggunakan berbagai teknik komedi, seperti permainan kata dan cerita yang ter struktur untuk menciptakan humor dan menekankan poin-poinnya.Temuan penelitian ini memiliki implikasi untuk pengembangan keterampilan pembicaraan publik di Indonesia, menekankan pentingnya menggunakan bahasa sehari-hari dan teknik komedi untuk mengikat dan menghibur audiens. Penelitian ini juga memberikan kontribusi pada pemahaman peran bahasa dan komedi dalam pembicaraan publik, memberikan insiden tentang strategi yang digunakan oleh pembicara publik efektif untuk menghubungkan dengan audiens.
Citra Perempuan dalam Dongeng “Nelayan dan Putrinya” Karya Lena D Hidayah Budi Qur'ani; Candra Rahma Wijaya Putra; Fina Hiasa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4651

Abstract

Citra merupakan salah satu bentuk filsafat eksistensialis, sangat penting dalam kehidupan manusia, mencakup proses visual, verbal, dan nonverbal. Pada penelitian ini berfokus pada dongeng yang menceritakan tokoh perempuan. Adapun dongeng yang dipilih berjudul “Nelayan dan Putrinya” karya Lena D diterbitkan tahun 1996. Dongeng “Nelayan dan Puterinya” merupakan salah satu cerita pilihan yang dimuat dalam majalah Bobo Edisi 50 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan feminisme yang berfokus pada penggambaran citra perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik kepustakaan dan teknik baca-catat serta menggunakan metode membaca sebagai perempuan atau reading as a woman. Terdapat tiga bentuk citra perempuan yaitu citra fisik, psikis, serta sosial serta manfaat citra perempuan bagi pembaca anak-anak dalam dongeng “Nelayan dan Putinya” karya Lena D. Ketiga citra perempuan tersebut digambarkan melalui tokoh perempuan bernama Mutiara. Hal tersebut membuktikan bahwa sedari dini perempuan sudah dilabeli dengan citra tersebut. Adapun manfaat yang ditemukan pada penggambaran citra tokoh perempuan bagi pembaca diantaranya pemecahan stereotip gender, mendorong ambisi dan kepercayaan diri, dan membangun pemahaman tentang kesetaraan.
Nilai Perjuangan Novel 49 Hari, Kisah Penantang Gelombang Suhandoko Suhandoko; Ali Nuke Affandy; R Panji Hermoyo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4652

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai perjuangan dalam novel 49 Hari Kisah Penantang Gelombang karya Nuril Basri: pendekatan psikologi sastra. Peneliti menetapkan fokus penelitian: nilai-nilai perjuangan novel 49HKPG karya Nuril Basri. Data berupa kutipan (kalimat, dialog, atau wacana) yang menunjukkan nilai perjuangan (rela berkorban, saling menghargai, semangat pantang menyerah, dan kerja sama). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan catat dengan analisis deskiptif kualitatif. Hasil penelitian; 1) nilai perjuangan rela berkorban; sebagai seorang anak harus menahan rasa egonya dan membahagiakan orang tua termasuk menuruti kemauannya, demi kebaikan dan kesuksesan diri serta untuk kebahagian orang tua kedepannya; 2) nilai perjuangan saling menghargai; sebagai seorang anak seyogianya menghargai kedua orang tua; 3) nilai perjuangan semangat pantang menyerah; sebagai manusia yang diberi akal dan tenaga diharapkan selalu semangat bekerja (dan sekolah), inovatif, melawan rintangan, dan bangkit dari keterpurukan; 4) nilai perjuangan kerja sama; manusia harus menjalin kerja sama (hal baik) demi kebaikan dan keuntungan bersama.
Implementasi Manajemen Kelas dalam Proses Pembelajara Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Fina Marshella; Bambang Irawan; Abdur Rosid
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4653

Abstract

Penelitian ini membahas tentang manajemen kelas, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran bahasa Arab yang ada di pondok pesantren Al-Amien Prenduan, karena pondok pesantren Al-Amien ini merupakan salah satu pondok pesantren terbesar yang ada di Madura dan terkenal dengan bahasa Asingnya salah satunya yaitu bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari pengajar dan peserta didik. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi anajemen kelas dalam proses pembelajaran Bahasa Arab di kelas IA TMI Putri Al-Amien Prenduan adalah: Pertama, perencanaan yang dilakukan berjalan dengan baik. Karena sebelum proses pembelajaran guru mengadakan Kumpul Guru Bidang Edukasi satu kali dalam seminggu dan munyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Kedua, pelaksanaan implementasi manajemen kelas di kelas IA ini dilakukan dengan baik oleh guru pengampu karena bisa menciptakan suasana kelas yang baik dan kondusif. Ketiga, evaluasi manajemen kelas IA dinilai cukup efektif, karena sesuai dengan rancangan pembelajaran. Kedua, Faktor pendukung berasal dari dua faktor yaitu faktor guru dan faktor murid
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Module Menulis Teks Berita Berancangan Konsep Diferensiasi untuk Siswa Jenjang SMA Aegustinawati Aegustinawati; Yeti Mulyati; Khaerudin Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pendidik terhadap pengembangan bahan ajar berupa e-module yang berancangan konsep diferensiasi dalam materi menulis teks berita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada 9 orang pendidik yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI di 7 SMA Negeri di Kabupaten Bangka. Observasi dilakukan terhadap perangkat pembelajaran yang disiapkan pendidik. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa bahan ajar materi menulis teks berita masih berfokus pada buku teks. Di sisi lain, penerapan pembelajaran diferensiasi masih terbatas pada aspek konten, belum mencakup aspek proses dan produk. Sementara itu, bahan ajar berupa e-module berancangan konsep diferensiasi masih sangat terbatas. Pemanfaatan e-module diakui dapat melatih kemandirian peserta didik, menciptakan keefektifan proses pembelajaran, serta dapat memudahkan tercapainya tujuan pembelajaran. Akan tetapi, pendidik mengaku memiliki keterbatasan dalam menyiapkan e-module khususnya yang berancangan konsep diferensiasi. Oleh sebab itu, pengembangan bahan ajar berupa e-module yang berancangan konsep diferensiasi dalam materi menulis teks berita perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik. E-module berancangan konsep diferensiasi dalam materi menulis teks berita yang dikembangkan harus sistematis, praktis, interaktif, variatif serta mudah digunakan oleh peserta didik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Strategi Kesopanan dalam Konteks Akademik: Kajian Karakter di Universitas Muhammadiyah Makassar Nunung Anugrawati; Ummi Khaerati Syam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi kesopanan dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar. Secara khusus, penelitian ini ingin mengungkap bagaimana aspek pendidikan, budaya, dan pendidikan karakter memengaruhi cara dosen dan mahasiswa menerapkan kesopanan dalam komunikasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dasar dengan metode wawancara mendalam untuk mengumpulkan data dari para partisipan tentang pengalaman, persepsi, dan pemahaman mereka terkait kesopanan dalam komunikasi. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari tujuh dosen dari Universitas Muhammadiyah Makassar dengan latar belakang pendidikan dan budaya yang beragam. Selain itu, informan mahasiswa berasal dari Jurusan Bahasa Inggris, yang diajar oleh dosen-dosen tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang semi-terstruktur, yang juga terbuka untuk memungkinkan para partisipan berbagi pandangan mereka secara lebih luas tentang kesopanan. Data dianalisis menggunakan proses reduksi data, display data, dan interpretasi. Dalam proses reduksi, data yang diperoleh dari wawancara disederhanakan, dikategorikan, dan disaring untuk menemukan tema-tema utama. Kemudian, data disajikan dalam bentuk display yang mempermudah analisis mendalam. Terakhir, dilakukan interpretasi untuk menemukan makna di balik data dan menyimpulkan faktor-faktor yang memengaruhi strategi kesopanan yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa faktor yang memengaruhi strategi kesopanan dalam lingkungan akademik: (1) latar belakang pribadi: ini mencakup faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kepribadian. Di antara faktor-faktor tersebut, usia merupakan faktor paling signifikan, karena strategi kesopanan bervariasi tergantung pada apakah mahasiswa berkomunikasi dengan dosen yang lebih tua atau lebih muda; (2) jarak sosial: faktor kedua adalah jarak sosial. Semakin dekat hubungan mahasiswa dengan dosen, semakin tidak formal komunikasi yang terjadi; (3) status sosial: dosen memegang peran kekuasaan yang lebih tinggi di kelas, yang memengaruhi penerapan strategi kesopanan; dan (4) konteks atau situasi: faktor terakhir yang memengaruhi strategi kesopanan adalah konteks atau situasi di mana komunikasi terjadi.
Pengembangan Instrumen Penilaian dalam Pembelajaran Membaca Bermuatan Etika Budaya di SMP Kota Palu Sukma Sukma; Asrianti Asrianti; Pratama Bayu Santosa Efendi; Gazali Lembah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4668

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat alat penilaian untuk pembelajaran membaca yang bermuatan etika budaya. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, dan afektif, evaluasi pembelajaran sangat penting. Kurikulum tidak memiliki komponen yang didedikasikan untuk mengukur proses membaca, tetapi penilaian proses, performa, dan produk semuanya dapat dilakukan dalam pembelajaran membaca. Selain itu, menggunakan etika budaya sebagai sarana pembelajaran dapat membantu mempertahankan budaya lokal di era globalisasi. Nilai-nilai budaya lokal dapat digunakan untuk membangun karakter siswa. Studi ini menggunakan model pengembangan 4 D, yang terdiri dari tahap definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dapat mempertahankan nilai-nilai budaya lokal sambil meningkatkan kemampuan membaca mereka.
Analisis Cerita Rakyat “SI KANTAN”: Kajian Struktural Naratif Vladimir Proop Lutfiah Aini; Kusubakti Andajani; Martutik Martutik
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif dalam cerita rakyat “Si Kantan” dengan menggunakan teori Vladimir Propp yang berfokus pada fungsi pelaku dalam naratif. Kajian ini berupaya mendeskripsikan dan mengidentifikasi fungsi-fungsi pelaku sekaligus mengeksplorasi bagaimana pola naratif Propp dapat diterapkan pada karya sastra tradisional Nusantara, yang masih jarang diteliti menggunakan pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan analisis struktural naratif melalui tahapan identifikasi morfologi cerita, pengelompokan aksi-aksi naratif, dan pemetaan terhadap 31 fungsi pelaku yang diuraikan Propp. Hasil penelitian menunjukkan 12 fungs i yang relevan dan muncul dalam narasi Si Kantan, dengan variasi unik yang mencerminkan konteks budaya lokal. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam kajian struktural naratif di Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan adaptabilitas teori Propp pada cerita rakyat yang memiliki karakteristik budaya khas. Penelitian ini menegaskan bahwa teori struktural naratif dapat diterapkan pada ragam cerita yang berbeda, membuka ruang bagi studi lanjutan terhadap kekayaan naratif lokal melalui lensa struktural. skema kerangka cerita yang membentuk struktur adalah sebagai berikut, Β, ζ, T, ↑, M, H, N, ↓, K, W, Α, U. Skema yang menggambarkan perjuangan tokoh sejak kematian ayah tokoh dimulai dari β --- H. Setelah perjuangan dilakukan maka si tokoh melangsungkan pernikahan, N---U.
Representasi Bentuk Kekerasan dan Nilai Persahabatan dalam Film Animasi Une Vie de Chat Karya Alain Gagnol serta Implikasinya pada Mata Kuliah Français des Médias Muhamad Irwan Maulana; Yuliarti Mutiarsih; Farida Amalia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan representasi bentuk kekerasan dan nilai persahabatan dalam film animasi Une Vie de Chat karya Alain Gagnol melalui tanda dan makna, serta implikasinya pada mata kuliah Français des Médias. Metode yang digunakan adalah metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Data primer dalam penelitian, yaitu adegan, tuturan, atau situasi dalam film animasi. Sedangkan data sekundernya, yaitu konsep indikator kekerasan Sunarto dalam Cahyani & Aprilia (2022) serta teori psikologi sosial Ahmadi dalam Dachi & Telaumbanua (2022). Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu [1] Simak, [2] Observasi, [3] Dokumentasi, dan [4] Studi pustaka. Sementara itu, analisis data isu permasalahan dikaji dan disaji menggunakan model semiotika Charles Sanders Peirce dalam Nöth (1995). Melalui hasil penelitian, ditemukan 23 data dari tanda yang berhasil merepresentasikan empat dari enam bentuk kekerasan, seperti kekerasan fisik, psikologis, finansial, dan fungsional. Makna tanda dalam bentuk kekerasan berhasil diidentifikasi sebanyak 25 data yang didominasi oleh makna indeks. Sedangkan tanda yang berhasil merepresentasikan nilai persahabatan ditemukan sebanyak 20 data dan memenuhi keseluruhan nilai persahabatan dari teori psikologi sosial Ahmadi, seperti nilai toleransi, kepercayaan, kerja sama, dan afeksi. Makna tanda berhasil diidentifikasi sebanyak 23 data yang didominasi oleh makna simbol. Selanjutnya, hasil penelitian ini berimplikasi pada mata kuliah Français des Médias melalui pengajaran dan pembelajaran bahasa Prancis.

Page 75 of 178 | Total Record : 1779