cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Analisis Kontrastif Infiksasi Bahasa Tombulu dan Bahasa Indonesia: Sebuah Tinjauan Morfosintaksis Imbang, Djeinnie; Korompis, Ferry Lourens Sampel; Pua, Christo; Palit, Anatje; Mogi, Amelia Cindy
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5606

Abstract

Morfosintaksis adalah salah satu cabang linguistik yang memadukan antara morfologi dan sintaksis dalam suatu struktur bahasa. Salah satu yang dipelajari adalah afiksasi yang keberadaannya dapat mengubah struktur kalimat. Dalam rangka menambah bahan pembelajaran bahasa untuk pemertahanan bahasa daerah, penelitian ini mengkaji infiksasi, salah satu jenis afiksasi pada bahasa Minahasa dialek Tombulu yang kemudian dikontraskan dengan bahasa Indonesia dari sudut pandang morfosintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbandingan infiksasi bahasa Tombulu dan infiksasi bahasa Indonesia melalui pendekatan morfosintaksis. Studi ini mengambil pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data berupa wawancara, observasi dan studi pustaka kemudian dianalisis dengan teknik Pilah. Model ini menggabungkan metode dasar, teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), dengan metode lanjutan, teknik Hubung Banding (HB) dan teknik Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP). Hasil yang ditemukan adalah dialek Tombulu mengalami cukup kaya akan proses infiksasi (14 kata menggunakan infiks -in-, 5 kata menggunakan infiks -um-, dan 9 kata menggunakan infiks -im-) dibandingkan bahasa Indonesia (3 kata dengan infiks -in-, 2 kata dengan infiks -el-, 3 kata dengan infiks -em-, dan 1 kata dengan infiks -er-) dan proses infiksasi memiliki pengaruh sintaksis lebih signifikan dibanding infiks dalam bahasa Indonesia.
Penerapan Literature Card Role Play dan Storytelling Card Game dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Pallangga Husnul Khatimah; Ramly, Ramly; Azis, Azis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Literature Card Role Play dan Storytelling Card Game terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pallangga. Keterampilan berbicara merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia, namun banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide secara lisan akibat rendahnya rasa percaya diri dan kurangnya metode pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Repeated Measures untuk mengukur perkembangan keterampilan berbicara siswa setelah mendapatkan perlakuan dengan kedua model pembelajaran. Sampel terdiri dari 114 siswa. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berbicara sebanyak tiga kali dan dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA Repeated Measures untuk melihat signifikansi pengaruh kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Literature Card Role Play dan Storytelling Card Game memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa (p < 0,05). Literature Card Role Play lebih efektif dalam meningkatkan struktur berbicara dan organisasi ide siswa, sedangkan Storytelling Card Game lebih efektif dalam meningkatkan kreativitas dan kelancaran berbicara. Uji perbandingan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode (p < 0,05), dengan Literature Card Role Play menunjukkan peningkatan skor keterampilan berbicara rata-rata 85,7%, sedangkan Storytelling Card Game 83,2%. Penelitian ini membuktikan bahwa metode Game-Based Learning berbasis kartu dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa secara signifikan. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan sebagai alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan efektif.
Xenoglosofilia dalam Ragam Bahasa Tulis Generasi Z pada Komunitas Belajar Studygram: Analisis Interpretasi Fenomenologi Rohmat, Rohmat; Dadang S. Anshori; Encep Kusumah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5641

Abstract

Xenoglosofilia berkaitan erat dengan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan bahasa asing sebagai alat komunikasi global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, penyebab, serta implikasi xenoglosofilia dari generasi Z pada Studygram terhadap literasi bahasa. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif jenis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) melalui analisis konten dan wawancara tertulis dengan wordcloud sebagai alat pengolahan data dan Analisis Wacana Kritis Fairclough sebagai landasan teori. Hasil analisis terhadap 300 unggahan dari 10 subjek menunjukkan xenoglosofilia dalam bentuk campur kode ke luar pada tataran kata dan frasa (nomina, verba, pronomina, adverbia, preposisi, konjungsi, adjektiva, interjeksi) serta alih kode ke luar pada klausa dan kalimat (nominal, verbal, adverbial, adjektival). Pada level tekstual, bentuk ini mencerminkan nilai eksperiental, relasional, dan ekspresif. Pada level praktik diskursif, fenomena ini dipicu oleh strategi menjangkau audiens global, efisiensi istilah, tekanan komunitas, pencitraan profesional, dan optimalisasi algoritma digital. Bahasa asing juga diposisikan sebagai simbol prestise digital yang mewakili simbol kecerdasan dan modernitas, citra profesional-akademik, strategi menarik audiens, kesan eksklusif, dan adaptasi tren global. Xenoglosofilia berimplikasi terhadap peningkatan kompetensi berbahasa asing, tetapi di sisi lain mendorong pengabaian padanan kata bahasa Indonesia. Hal ini terlihat melalui dimensi situasional (diksi dipilih demi daya tarik digital), institusional (Studygram membentuk kebiasaan linguistik baru), dan sosial (globalisasi mendorong marginalisasi bahasa dan jarak antarpenutur). Penelitian ini merekomendasikan penguatan Trigatra Bangun Bahasa secara kreatif dan kolaboratif agar bahasa Indonesia tetap adaptif dan berdaya di ruang digital.
An Analysis Compound Words In Taylor Swift’s Song Lyrics Nainggolan, Erni Susianti; Ismi Adinda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5701

Abstract

The research aims to discover the types, word formations, and meanings of compound words which existed in song lyrics by Taylor Swift in 2014. The writers used descriptive qualitative method based on the McCharty theory, in which the writers applied it to determine the number of compound words are found in Taylor Swift’s song lyrics. The method described the findings of the research by describing it systematically with qualitative data analysis. In collecting the data, the writers did some steps: listening to the song lyrics of Taylor Swift, collecting the data of compound words, classifying the compound words into the types and formations, and getting the meanings of the compound words. From the data analysis, there were 17 compound words of 5 song lyrics. From the 17 compound words were classified into 11 compound noun (64,70%), 3 compound adjective (17,64%), and 9 compound verb (17,64%). The result indicated that compound word derived from compound noun was the highest.
Development of E-Module for Writing Negotiation Texts Assisted by Flipbooks for Grade XI High School Students Fijri Astuti, Tia; Chalina, Chalina; Mangatur Sinaga
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5076

Abstract

Learning to write negotiation texts is an essential skill that students must master. This research aims to develop an e-module for writing negotiation texts through flipbook media based on contextual learning and to evaluate its effectiveness on students' learning interest and outcomes in class XI of high school. The research method used is Research and Development (RnD). The sample consists of 72 students divided into two classes: an experimental class using the e-module and a control class employing conventional teaching methods. The analysis technique applied in this study refers to the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This approach ensures that each phase of the module development is conducted systematically and planned. The results of hypothesis testing indicate that the e-module for writing negotiation texts assisted by flipbook media significantly improves students' interest and learning outcomes. The average learning outcomes of students in the experimental class show much higher scores compared to the control class. The discussion reveals that the developed e-module is not only effective in enhancing students' writing skills but also successfully boosts their learning interest. Feedback from expert validation and the practicality test results support the sustainability of using the e-module as an innovative learning aid.
Weaving Wayang Klithik into Gotanjung Village’s Sedekah Bumi through The Sacred Thread Selviawati, Evi; Syahrial, Syahrial
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5662

Abstract

Wayang klithik, a two-dimensional wooden puppetry tradition, is found in several regions in Central and East Java. In Gotanjung Village, Pati Regency, Central Java, wayang klithik is performed during sedekah bumi, a traditional ceremony that is commonly held by Javanese communities. Grounded in Lord’s (1960) theory on the origin of oral tradition, this research investigates the roots and mechanisms behind the sacrality of wayang klithik in the context of Gotanjung Village. In addition, the analysis adopts Vansina’s (1985) theoretical approach to oral tradition to explore more deeply why wayang klithik in Gotanjung Village has become an inseparable element of sedekah bumi, and how its ritual significance is manifested within the framework of community beliefs and cultural values. Using an ethnographic approach, data were collected through field observations, interviews with key informants, and focus group discussions. The data were analyzed through narrative and conversational analysis to ensure alignment with the community’s perspective. The findings indicate that the history of wayang klithik puppet-making in Gotanjung strongly influenced its sacredness. In terms of ritual significance, wayang klithik serves as an offering to honor the village's founding ancestors and reinforces the core values embedded within the series of rituals in the sedekah bumi.
The Beauty Myth and Male Gaze in Emeron Lovely Hand & Body Lotion Advertisements Helnaz, Regina Nopia; Suharjo, Rias Antho Rahmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5683

Abstract

This study critically examines the representation of beauty myth and male gaze in Emeron hand and body lotion advertisements. Grounded in Naomi Wolf’s theory of the beauty myth and Laura Mulvey’s concept of the male gaze, the research analyzes how these frameworks shape the portrayal of women in beauty product marketing. Using Sandelowski’s purposive sampling method, the study selects two beauty advertisements for analysis: Emeron Lovely Step Pink (2013) and Emeron Lovely Naturals (2023), both published on the official YouTube channels of Lion Wings and Emeron Lovely Official. Through visual and narrative analysis, the findings reveal that both advertisements emphasize idealized female beauty, characterized by white, smooth, radiant, soft, moisturized, and fragrant skin, framing these attributes as essential for women’s desirability. Although the products are targeted toward women, the advertisements employ camera techniques such as selective cropping and zoom-ins on body parts like legs, hands, and shoulders, subtly reinforcing the male gaze. These techniques contribute to the objectification of women and suggest that their self-worth and confidence are contingent upon male approval. Furthermore, the female figures in the advertisements appear to internalize and affirm these patriarchal ideals. By highlighting the persistence of gendered power dynamics in beauty advertising, this study contributes to broader discussions in gender and media studies, particularly regarding how commercial media continues to shape and constrain female identity.
Ekspresi Emosi Tokoh Utama dalam Novel Eccedentesiast Karya Ita Kurniawati dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Manajemen Emosi An’Nisya Amelia Divani; Main Sufanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis ekspresi emosi tokoh utama dalam novel Eccedentesiast karya Ita Kurniawati, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ekspresi emosi tersebut, (3) mengeksplorasi pemanfaatannya sebagai bahan ajar manajemen emosi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi siswa yang sering menghadapi tantangan emosional dalam kehidupan sosial dan akademis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data berupa kalimat atau paragraf yang ada dalam novel Eccedentesiast dan hasil wawancara dengan guru SMP di wilayah Mojolaban. Sumber data terdiri dari data primer yang mencakup kalimat atau paragraf yang ada dalam novel dan wawancara guru, serta data sekunder berupa jurnal nasional dan internasional terkait ekspresi emosi dan manajemen emosi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara, sedangkan teknik validasi menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan hasil analisis teks, wawancara, dan referensi ilmiah. Analisis data menggunakan pendekatan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ekspresi emosi tokoh utama dalam novel tidak hanya terbatas pada emosi marah, sedih, takut, bahagia, muak, jijik, dan terkejut, tetapi juga mencerminkan dinamika emosi kompleks seperti konflik batin, yang diekspresikan melalui kombinasi dialog internal, interaksi antartokoh, serta simbolisme gestur tubuh; (2) faktor yang memengaruhi ekspresi emosi meliputi lingkungan sosial yang menekan atau mendukung, pengalaman traumatis atau membahagiakan di masa lalu, stabilitas kesehatan mental, keberadaan atau ketiadaan sistem dukungan sosial, serta benturan antara harapan ideal dan realitas hidup yang dialami tokoh; dan (3) ekspresi emosi tokoh utama dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran manajemen emosi, terutama untuk meningkatkan kesadaran akan emosi diri, kemampuan mengelola stres, mengembangkan empati melalui perspektif tokoh, serta memperkuat keterampilan sosial siswa dalam memahami dan merespons emosi orang lain secara sehat dan konstruktif
Pengembangan Model Riset Mini pada Pembelajaran Menulis Artikel Hasil Penelitian bagi Peserta Didik Kelas XI SMA Toti Laksana Bhirawa; Nurhadi, Nurhadi; Kusubakti Andajani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran riset mini pada pembelajaran menulis artikel hasil penelitian bagi peserta didik kelas XI SMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan dalam pembelajaran menulis artikel hasil penelitian, yaitu model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih belum mengacu pada proses menulis secara utuh, bahkan tahap-tahap penelitian yang harus dilalui peserta didik masih belum lengkap dan spesifik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi model 4D yang terdiri dari empat tahap utama, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (diseminate). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran riset mini memiliki (1) tingkat kevalidan sebesar 88% (sangat layak), (2) tingkat kepraktisan sebesar 88% (sangat praktis) dari hasil respons guru dan sebesar 82% (sangat praktis) dari hasil respons peserta didik, dan (3) tingkat keefektifan sebesar 0,479 (keefektifan sedang). Berdasarkan hasil tersebut, model pembelajaran riset mini layak untuk diimplementasikan secara luas dan diharapkan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan keterampilan menulis artikel hasil penelitian peserta didik kelas XI SMA.
Dinamika Konflik Batin dan Pergeseran Nilai Budaya dalam Cerpen Pulang Karya OJ Hara Ecca, Suleha; Hanafi, Muhammad; Karman, Andi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5728

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik batin tokoh utama dalam cerpen Pulang karya OJ Hara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka dan pencatatan kutipan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teori strukturalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema sentral dalam cerpen ini adalah dilema antara ambisi pribadi dan tanggung jawab sosial yang tercermin dalam pergulatan batin tokoh Tri Siswanto saat menghadapi permintaan ayahnya untuk pulang ke desa. Latar tempat dan sosial memperkuat ketegangan tersebut, dengan kontras antara kehidupan sederhana di desa dan kemewahan di kota besar. Sudut pandang orang ketiga serba tahu memungkinkan narasi menggali kedalaman psikologis tokoh secara efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerpen Pulang merefleksikan dinamika pergeseran nilai budaya antara modernitas dan tradisi serta menegaskan pentingnya tanggung jawab keluarga dalam menentukan identitas diri. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pemahaman sastra Indonesia kontemporer khususnya dalam analisis struktural dan tema konflik budaya.

Page 93 of 178 | Total Record : 1779