cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Citra Perempuan pada Tokoh Cerita dalam Novel “The Privileged Ones” Karya Mutiarini Zahra Aleyda Permata Sari; Rr. Sulistyawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5945

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis citra perempuan yang di representasikan dalam sebuah karya sastra novel berdasarkan analisis Feminisme Marxis-Sosialis. Novel menjadi wadah para penulis dalam mengungkapkan kehidupan manusia menggunakan media tulisan. Salah satu unsur intrinsik yang ada pada novel adalah tokoh. Penggunaan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak catat dan teknik mengalir menghasilkan data berupa deskripsi analisis mengenai citra perempuan berdasarkan kajian Feminis Marxis-Sosialis. Hasil penelitian menyatakan citra perempuan yang terdapat pada Novel The Privileged Ones karya Mutiarini berdasarkan analisis Feminisme Marxis Sosialis terdiri dari Citra Fisik berupa representasi perempuan, Citra Psikis berupa kesadaran kelas, dan Citra Sosial berupa Kesadaran Gender. Penelitian pada Novel ini menjadi salah satu bukti bahwa peran perempuan dalam kehidupan tidak kalah penting dengan laki-laki dan meningkatkan kesadaran pembaca mengenai isu gender yang terjadi di sekitarnya.
From Humility To Superior Human Beings: The Retention Of Benjang Wrestling In Paguron Dharma Pusaka Panca Indra Naufal, Daffa Imam; Syahrial, Syahrial
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5985

Abstract

This research aims to explain the values contained in the Benjang Wrestling performances as the basis for inheritance and efforts to defend Benjang Wrestling carried out at Paguron Dharma Pusaka Panca Indra. Indonesia, which has thousands of ethnic groups spread from the West to the East, has a diversity of arts and culture. These arts and cultures represent the thoughts and values owned by each tribe. Each tribe has its own distinctive performing arts. One of the typical performing arts in Sundanese society is Benjang. Benjang performance is a traditional wrestling performance in the Sundanese community combined with music and dance accompaniment. The musical accompaniment that accompanies the Benjang performance consists of terebang, drums, Sundanese trumpets, and kecrek. Currently, the existence of Benjang Wrestling is starting to dim in the community. This was motivated by the prohibition of Benjang Wrestling performances during the New Order period. In addition, Benjang Wrestling is less known today than other Benjang performances, such Benjang Helaran and Benjang Mask. Benjang Wrestling as a performance has a philosophical meaning contained in it. The philosophical meaning contained in the Benjang Wrestling is an important value that needs to be passed on to the next generation. This research will elaborate on the philosophical meaning in Benjang Wrestling as the basis for inheritance and explain the preservation efforts made by paguron in preserving Benjang Wrestling. The research method used is a qualitative method with an ethnographic approach. The results of the study show that the meaning contained in the Benjang Wrestling is the basis in the inheritance process that aims to create superior humans. This is a value that is maintained by the perpetrators to be passed on to the next generation.
Implementation of Toraja cultural values to increase students' motivation in learning English at SMKS. SPP. St. Paulus Makale Tandikombong, Matius; Sirande, Normalia; Lendratri, Ratu
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5992

Abstract

This research is a quantitative research. The objective this research is to “find out the effectiveness of the implementation of Toraja cultural values ​​to increase students' motivation in learning English”. This research was conducted at SMKS SPP. St. Paulus Makale, ant the population of this research was the eleventh grade students consisting of 20 students and the sample of this Research was chosen by using total sampling technique. It means that all the eleventh grades students were the sampel of this research namely 20 students. The instrument used in this research to collect the data was a questionnaire. The results of this Research show that the application of cultural values ​​in English learning can increase student motivation. This is shown after tabulating pre-test and post-test data, It was found that the t-table = 1,729. and t –test = 4, 613. It means that the t-test is higher than t-table (t-test> t-table) this result showed there was a significant increase in student motivation in learning English after implemented Toraja culture values in learning English .
Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar Refita Nur Khasanah; Arum Dwi Rahmawati; Novia Rahma Rista Utami
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar Bahasa indonesia materi puisi siswa kelas V Sekolah Dasar Kedungmiri. Model PjBL dipilih karena diyakini mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian menggunakan satu kelas yaitu kelas V sejumlah 22 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model PjBL dengan sebelumnya. Pada penggunaan model PjBLmenunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi. Dengan demikian, model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia materi puisi siswa kelas V SDN Kedungmiri.
Analisis Deiksis dalam Dialog Film Dua Hati Biru Karya Gina S. Noer Berdasarkan Kajian Pragmatik Fika Anggita; Pepes Redi Juliansyah; Arni Wijaya
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis serta bentuk deiksis yang terdapat dalam dialog film Dua Hati Biru karya Gina S. Noer berdasarkan perspektif pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan pencatatan, serta dokumentasi dialog dalam film tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini mengandung dua jenis deiksis, yaitu deiksis eksofora dan endofora. Deiksis eksofora mencakup deiksis persona, deiksis temporal, deiksis lokatif, dan deiksis sosial, sedangkan deiksis endofora terdiri atas deiksis anafora dan deiksis katafora. Hasil penelitian menunjukkan 65 data deiksis yang terbagi menjadi 33 deiksis persona, 8 deiksis waktu, 9 deiksis tempat, 12 deiksis sosial, dan 3 deiksis endofora. Penggunaan deiksis dalam dialog film tidak hanya mencerminkan hubungan antar tokoh, penanda waktu, dan lokasi melalui penggunaan kata ganti seperti “aku”, “kamu,” “di sini”, dan “sekarang”. Selain itu, ditemukan pula bahwa deiksis sosial digunakan untuk menunjukkan tingkat keakraban dan status sosial antar tokoh, semetara deiksis anafora dan katafora berfungsi menghubungkan antar bagian tuturan secara kohesif. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa unsur pragmatik khususnya deiksis memiliki peran penting dalam mengungkapkan makna tuturan dan konteks berkomunikasi dalam film.
Pengembangan Media Augmented Reality Picture Book Sebagai Penunjang Keterampilan Menyimak Cerpen Shanti Putri Kirani; Andarini Permata Cahyaningtyas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6008

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan media Augmented Reality Picture Book (ARPB) dan menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 3. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan kuantitatif, mengacu pada model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media ARPB dikembangkan dalam bentuk buku cerita bergambar yang dipadukan dengan teknologi Augmented Reality guna menyajikan konten cerita secara visual dan interaktif. Implementasi dilakukan dengan melibatkan perangkat digital untuk mengakses elemen animasi, suara narasi, dan objek 3D melalui marker yang terdapat di setiap halaman buku, serta didukung dengan lembar kerja siswa sebagai panduan kegiatan menyimak. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan, dengan skor kelayakan sebesar 95% dari ahli materi dan 87,5% dari ahli media. Hasil uji efektivitas melalui paired sample t-test juga menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan menyimak siswa setelah menggunakan ARPB. Dengan demikian, media ARPB dapat dijadikan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menyimak secara efektif dan menyenangkan.
Lirik Tembang “Ayun Ambing” dalam Kajian Semiotika dan Etnolinguistik Noni Mulyani; Dedi Koswara; Yayat Sudaryat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tembang “Ayun Ambing” karya Mang Bakang berdasar pada analisis unsur etnolinguistik dan unsur semiotik. Akses masuk budaya asing di era Revolusi Industri 4.0 semakin mudah sehingga kearifan lokal pun menjadi tergeser. Diperlukan usaha serius sebagai wujud pemertahanan nilai budaya dengan mengkaji dan mempelajari kearifan lokal secara bijaksana. Data dalam penelitian ini ialah rumpaka tembang “Ayun Ambing” karya Mang Bakang. Sumber data pada penelitian ini ialah hasil dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan metode deskriptif-hermeneutik. Hasil dari penelitian ini dalam sémiotik lirik tembang “Ayun Ambing” ini ditemukan adanya 4 unsur ikon, 7 indéks, dan 4 simbol. Kajian Ētnolinguistik pada lirik tembang “ Ayun Ambing” ditemukan hubungan bahasa dengan unsur-unsur kebudayaan, terdapat Dapat disimpulkan bahwa lirik tembang Sunda bisa digunakan sebagai media penyampaian nasihat sekaligus memberi pengetahuan kepada generasi selanjutnya terkait nilai budaya yang berbasis kearifan lokal.
Penerapan Reflective Journaling dalam Pembelajaran Bahasa Inggris: Dampak terhadap Keterlibatan dan Motivasi Mahasiswa Tulaktondok, Linerda; Siumarlata, Viktor; Jackson, Jannet
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh reflective journaling terhadap keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat perguruan tinggi. Reflective journaling merupakan strategi pedagogis yang mendorong peserta didik untuk secara sadar merefleksikan pengalaman belajarnya, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan strategi perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan melibatkan 21 mahasiswa program sarjana yang mengikuti mata kuliah Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur tiga dimensi utama: keterlibatan mahasiswa, motivasi belajar, dan persepsi manfaat reflective journaling. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi serta motivasi dan apresiasi yang cukup tinggi terhadap reflective journaling. Analisis korelasi Pearson menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara persepsi manfaat reflective journaling dan keterlibatan mahasiswa (r = 0,158; p = 0,495), namun terdapat hubungan yang kuat dan signifikan dengan motivasi belajar (r = 0,629; p = 0,002). Analisis regresi linier memperkuat temuan ini, di mana persepsi manfaat reflective journaling secara signifikan memprediksi motivasi belajar (β = 0,466; p = 0,002), dengan kontribusi sebesar 39,6% terhadap variabel motivasi. Sementara itu, uji t dua sampel independen menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi antara mahasiswa dengan persepsi manfaat tinggi dan rendah (p = 0,083). Temuan ini menunjukkan bahwa reflective journaling merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, khususnya dalam membangun regulasi diri dan motivasi intrinsik. Namun, pengaruhnya terhadap keterlibatan mahasiswa masih terbatas, kecuali jika dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang partisipatif dan interaktif. Oleh karena itu, disarankan agar reflective journaling diintegrasikan ke dalam kerangka pembelajaran aktif untuk mengoptimalkan hasil belajar secara afektif maupun perilaku.
Keefektifan Pembelajaran Menuliskan Kembali Cerita Fantasi Bermuatan Profil Pelajar Pancasila dengan Model Think Talk Write dan Model Quantum Teaching Berbantuan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VII Seylla Arifeni; Agus Nuryatin; Deby Luriawati Naryatmojo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6037

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan perbedaan keefektifan menuliskan Kembali cerita fantasi bermuatan profil Pelajar Pancasila dengan model Think Talk Write dan model Quantum Teaching berbantuan media audio visual pada siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan motode pre-experimental dengan menggunakan two gruup ptetest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelititian ini adalah siswa kelas VII MTs Negeri 2 Ogan Ilir Tahun Ajaran 2024/2025. Perbedaan keefektifan model Think Talk Write dan model Quantum Teaching bisa dilihat dari pengujian independent t-test dan uji anova. Hasil uji independent t-test Pretest pada data kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 dengan menggunakan SPSS 25 adalah nilai signifikansi 0,920 > 0,5, maka data tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan rata-rata pada kedua kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan. Kelas eksperimen 1 nilai rata-ratanya sebesar 64,21 dan kelas eksperimen 2 nilai rata-ratanya sebesar 64,40. Hasil uji independent t-test Posttest pada data kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 dengan menggunakan SPSS 25 adalah nilai signifikansi 0,014 < 0,5, maka data tersebut menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan pada hasil posttest siswa kelas eksperimen 1 dan 2. Kelas eksperimen 1 nilai rata-ratanya sebesar 83,75 dan kelas eksperimen 2 nilai rata-ratanya sebesar 87,15. Hasil uji anova menunjukkan 0,026 < 0,05 berarti terdapat perbedaan keefektifan antara pembelajaran menuliskan kembali cerita fantasi menggunakan model Think Talk Write dengan pembelajaran menuliskan kembali cerita fantasi menggunakan model Quantum Teaching berbantuan media audio visual pada siswa kelas VII. Berdasrkan hasil uji output descriptive data kelas eksperimen 1 dan 2, nilai rata-rata siswa kelas eksperimen 1 adalah sebesar 83,75 dan nilai rata-rata siswa kelas eksperimen 2 adalah sebesar 87,16. Data tersebut menu jukkan bahwa pembelajaran menuliskan cerita fantasi dengan model Quantum Teaching lebih efektif dibandingkan dengan model Think Talk Write.
Citra Perempuan dalam Novel Teluk Alaska Karya Eka Aryani Kajian Feminisme Firjatullah Sayidina; Dzarna, Dzarna; Yerry Mijianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana citra perempuan direpresentasikan melalui tokoh utama dalam novel Teluk Alaska karya Eka Aryani dengan menggunakan pendekatan feminisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, teknik pencatatan, serta pembacaan teks dari sudut pandang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) citra fisik tokoh Anastasia menggambarkan seorang perempuan dewasa yang sederhana, natural, dan tidak menyukai penggunaan riasan, (2) citra kejiwaan atau psikis Anastasia memperlihatkan karakter perempuan yang kuat, bertanggung jawab, dan mandiri, serta (3) citra sosialnya menampilkan sosok yang tegar dalam menghadapi kehidupan. Karakter perempuan dalam novel “Teluk Alaska” ini menggambarkan seorang gadis remaja yang pendiam dengan sedikit teman, berjiwa pantang menyerah menghadapi rintangan dan tetap ceria. Ketidakadilan yang dialaminya karena gender tidak menjadikannya lemah atau terpuruk, melainkan justru memicu semangatnya untuk menjadi perempuan yang mandiri.

Page 95 of 178 | Total Record : 1779