cover
Contact Name
Intan Fuji Arriani
Contact Email
intanfuji485@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puspitorini.palupi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 19785259     EISSN : 25273345     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Viabel Journal: Scientific Journal of agricultural sciences is a journal published by the agriculture department for researchers and lecturers who will publish or publish their research. The purpose of this journal is to facilitate scientific publications from the results of research in Indonesia and participate in order to improve the quality and quantity of research for academics and researchers. Viabel journals are published every May and November every year.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
ANALISIS EFEKTIVITAS FUNGSI KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI DESA BULOTALANGI BARAT KECAMATAN BULANGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO: ANALISIS EFEKTIVITAS FUNGSI KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI DESA BULOTALANGI BARAT KECAMATAN BULANGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO Soraya panigoro Ayu; Amir Halid; Yanti Saleh
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/56b34w48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil petani padi sawah di Desa Bulotalangi Barat, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango dan menganalisis pengaruh variabel kekompakan kelompok, kepuasan anggota kelompok dan semangat kelompok. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling sehingga menghasilkan jumlah sampel 34 orang dari jumlah populasi 144 orang dengan metode acak sederhana. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini menggunakan data pimer dan data sekunder. Variabel dalam penelitian ini adalah (X1), Kekompakan kelompok, (X2) Kepuasan Anggota Kelompok, (X3) Semangat Kelompok dan Fungsi kelompok tani (Y). Metode analisis data yang digunakan Uji Regresi Linear Berganda. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Profil petani padi sawah yang meliputi Umur, Umur petani yang berada di Desa Bulotalangi Barat di kategorikan produktif, kemudian tingkat pendidikan petani padi sawah bervariasi dengan sebagian besar telah menyelesaikan pendidikan terakhir rata- rata SD. Kemudian Petani padi sawah memiliki pengalaman bertani cukup lama dan luas lahan yang dikelola oleh petani padi sawah bervariasi,mulai 0,2 hektar hingga lebih. Produksi petani tertinggi sebanyak 1.801 – 2.201 kg. Faktor kekompakan kelompok, kepuasaan kelompok dan semangat kelompok berpengaruh terhadap fungsi kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa efektivitas kelompok tani memberikan pengaruh terhadap fungsi kelompok tani. Hal ini dapat dilihat dari hasil koefesien determinasi dimana nilai Adjusted R Square sebesar 623, Jadi kontribusi pengaruh dari variabel independen kekompakkan kelompok, kepasan kelompok dan semangat kelompok (X) terhadap variabel fungsi kelompok tani (Y) dalam regresi linier berganda sebesar 62,3% sedangkan sisanya 37,7% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: efektivitas kelompok,fungsi kelompok,usahatani padi sawah
PERAN PENYULUH PADA PERILAKU MANAJEMEN PETANI JAGUNG DALAM POKTAN DI DESA WAKAT KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA: PERAN PENYULUH PADA PERILAKU MANAJEMEN PETANI JAGUNG DALAM POKTAN DI DESA WAKAT KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Vikram Andika Putra Nani; Echan Adam; Ramlan Mustafa
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/e0z55081

Abstract

Sebagian besar populasi Indonesia bergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang. Sektor pertanian Indonesia juga berperan penting dalam pengembangan ekonomi secara keseluruhan. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku manajemen petani jagung di Desa Wakat, Kec. Bolangitang Barat, Kab. Bolaang Mongondow Utara. Metode Penelitian ini diadakan di bulan Juni hingga Agustus 2024 dengan populasi 117 petani jagung yang terdiri dari 9 kelompok tani. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive menggunakan rumus Slovin, sehingga menghasilkan 54 petani sebagai sampel. Data dari penelitian ini dikumpul melalui wawancara dan observasi untuk mendapatkan informasi mengenai manajemen pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani perlu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dalam usahatani jagung. Keempat aspek manajemen ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Selain itu, analisis regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh yang bermakna dari variabel edukasi, konsultasi, dan supervisi terhadap perilaku manajemen petani. Variabel edukasi dan konsultasi memiliki dampak negatif, sedangkan variabel supervisi berpengaruh positif. Penelitian ini memberikan informasi terkait pentingnya peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan kemampuan manajerial petani jagung. Dengan adanya penyuluhan yang efektif, petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha tani mereka. Temuan ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi pengembangan program penyuluhan yang lebih baik dan terarah, demi meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Desa Wakat.
Yuhanin Zamrodah ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI NANAS (ANANAS COMULUS(L.,) MERR) DI DESA SUMBERPETUNG KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI Yuhanin Zamrodah; Luhur Aditya Prayudhi
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/kbayrv02

Abstract

Salah satu tanaman hortikultura yang diusahakan oleh masyarakat di Desa Sumberpetung Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri adalah buah nanas. Mereka beranggapan bahwa usahatani buah nanas ini dapat membantu meningkatkan pendapatan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pendapatan usaha tani nanas dan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan petani nanas dalam menangani masalah-masalah yang muncul dalam meningkatkan pendapatan usaha tani nanas. Responden yang digunakan sebanyak 20 petani nanas. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisa pendapatan usaha ani . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya variabel per lahan seluas 0,5 Ha Rp 21.356.000 dan luas lahan 1 Ha Rp 43.012 .000, total biaya tetap luas 0,5 Ha sebesar Rp 4.354.260 , luas lahan 1 Ha Rp 8.705.520 ., Pendapatan yang diperoleh untuk lahan seluas 0,5 Ha sebesar Rp 26.229.740 dan lahan seluas 1 Ha Rp 41.329.520. . RC Ratio antara TR dan TC adalah untuk luas lahan 0,5 H dan 1 H sebesar 2,01 maka hal ini dianggap cukup efisien dan usaha tani layak untuk diusahakan , karena dapat meningkatkan pendapatan para petani nanas.
EFEKTIFITAS BIOMATRICONDITIONING BENIH DENGAN BAKTERI INDIGENOUS DAN BIONANOFERTILIZER UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) Agung Setya Wibowo; Army Dita Serdani; Tri Endrawati; Palupi Puspitorini
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/rwkgr524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biomatriconditioning benih dengan bakteri indigenous dan aplikasi bionanofertilizer terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu biomatriconditioning (S1: Basillus sp., S2: Pseudomonas sp., S3: Azotobacter sp.) dan bionanofertilizer (B1: 0 ml/L, B2: 6 ml/L, B3: 12 ml/L, B4: 18 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan S2B2 (Pseudomonas sp. + bionanofertilizer 6 ml/L) memberikan hasil terbaik pada parameter pertumbuhan vegetatif dengan tinggi tanaman 62,61 cm, jumlah daun 30,67 helai, dan diameter batang 71,67 mm pada 5 MST. Selain itu, perlakuan tersebut juga berpengaruh nyata terhadap hasil, yaitu peningkatan jumlah polong, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Hasil ini menunjukkan adanya efek sinergis antara bakteri Pseudomonas sp. yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan bionanofertilizer yang meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi. Dengan demikian, kombinasi biomatriconditioning dan bionanofertilizer berpotensi digunakan sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan produktivitas kedelai secara berkelanjutan.
SINERGITAS PUPUK HAYATI  BIOFRESH PLUS DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK NPK DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merrill) DI TANAH ULTISOL Anwar Anwar; Andi Khaeruni; Vit Neru Satrah; Tri Endrawati; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/r9g9kv06

Abstract

National soybean demand reaches 2.3 million tons per year, but domestic production is only around 800,000–900,000 tons with farmer productivity of 0.6–2.0 tons/ha, still below the potential of 2–3 tons/ha. Low yields are primarily influenced by inappropriate fertilization techniques, especially since most land in Southeast Sulawesi is nutrient-poor Ultisol. Productivity can be increased through a combination of biofertilizers, balanced inorganic fertilizers, and superior varieties. The effectiveness of biofertilizers is optimal when supported by local organic materials such as manure or agricultural waste, for example through the application of Biofresh. The purpose of this study was to determine the synergistic effect of Biofresh Plus biofertilizer and NPK inorganic fertilizer dosages on the productivity of several soybean varieties in Ultisol land. The research design used a split-plot design with the main factor being soybean varieties (Argomulyo, Anjasmoro, Dering-1, and Dena-1), and subplot factors in the form of fertilizer combinations: A1 (Biofresh + bokashi), A2 (Biofresh + bokashi + 25% NPK), A3 (Biofresh + bokashi + 50% NPK), and A4 (100% NPK). The treatment was repeated three times, resulting in 48 treatment units. The observed variables included the number of productive branches, the number of pods per plant, the weight of seeds per plant, the weight of 100 seeds, and the yield (ton ha⁻¹). The results showed that the synergy of biofresh, bokashi, and inorganic NPK fertilizers on various soybean varieties significantly affected the number of productive branches, the number of pods, the weight of seeds per plant, and the yield per hectare. The Dering-1 (Q3A3) variety treated with Biofresh, bokashi, and 50% of the recommended NPK dose provided the highest productivity, namely 2.40 tons ha⁻¹. Keywords: Plant Productivity, Soybeans Varieties, Biofresh, NPK, Ultisol