cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
TINDAK TUTUR DIREKTIF WARGANET DALAM KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @GERINDRA PADA UNGGAHAN “EFISIENSI ANGGARAN BUKAN PHK” Rini Sukma; Rika Ningsih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1032

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai tindak tutur direktif dalam kolom komentar unggahan Instagram @gerindra berjudul “Efisiensi Anggaran Bukan PHK” tanggal 10 Februari 2025. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi bentuk tindak tutur direktif yang digunakan warganet dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa komentar utama yang memuat tindak tutur direktif, sedangkan sumber data diambil dari akun Instagram resmi Partai Gerindra. Teknik pengumpulan data meliputi baca, dokumentasi, dan catat, sedangkan teknik analisis data mencakup pemberian kode, klasifikasi, analisis hubungan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 96 data tindak tutur direktif yang ditemukan dalam komentar warganet. Jenis tindak tutur yang paling dominan adalah menyuruh dan mengkritik, masing-masing berjumlah 24 data, diikuti oleh memohon sebanyak 22 data. Adapun bentuk yang paling sedikit muncul ialah menasihati dengan 1 data. Temuan ini menunjukkan bahwa warganet aktif menggunakan berbagai bentuk tindak tutur direktif untuk menyampaikan pendapat, kritik, serta harapan terhadap kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE TERHADAP PUISI PILIHAN DALAM ANTALOGI CATATAN DI PERKARANGAN ACAK KARYA MUHAMMAD DAFFA M. Raihan Al Ghifari; Zahrah Ade Pratiwi; Hafidatul Halawah; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur semiotika yang ada pada buku antalogi puisi Catatan Dari Perkarangan Acak karya Muhammad Daffa. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang berfokus mencari unsur ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian yang didapatkan adalah unsur ikon, indeks, dan simbol memainkan peran yang signifikan dalam pembentukan makna puitik dalam keempat puisi yang dianalisis. Ikon menghidupkan citra konkret dalam pikiran pembaca, dan indeks mengaitkan pengalaman puitik dengan konteks emosional atau sebab-akibat tertentu. Sementara itu, simbol mengangkat makna ke tingkat budaya, spiritual, atau universal.
ANALISIS WACANA KRITIS PADA TEKS BERITA ONLINE SENGKETA 4 PULAU ACEH DAN SUMATERA UTARA Angelica Magira Siahaan; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1044

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur wacana kritis pemberitaan sengketa empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara di media daring CNNIndonesia.com dan Kompas.com menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang meliputi tiga dimensi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diambil dari teks berita tanpa observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur makro, CNNIndonesia.com menonjolkan aspek administratif dan politik, seperti peran Gubernur Sumatera Utara, Menteri Dalam Negeri, dan keputusan Presiden Prabowo, sedangkan Kompas.com lebih menekankan tema perdamaian, rekonsiliasi, dan persatuan nasional. Pada superstruktur, kedua media memiliki pola penyajian serupa: dimulai dari judul dan lead yang menyoroti inti peristiwa, diikuti isi berita yang menguraikan kronologi, dasar hukum, serta tanggapan pihak terkait, dan ditutup dengan penegasan pesan utama. Pada struktur mikro, CNNIndonesia.com menggunakan diksi teknis dan formal yang menegaskan otoritas negara, sedangkan Kompas.com memilih leksikon emosional dan persuasif untuk menonjolkan semangat kebersamaan. Secara keseluruhan, konstruksi wacana kedua media tidak hanya menyajikan fakta administratif, tetapi juga merefleksikan ideologi media CNNIndonesia.com berorientasi pada legalitas dan otoritas negara, sementara Kompas.com menonjolkan integrasi sosial dan nasionalisme.
PENERAPAN TEORI NARATOLOGI BERDASARKAN PANDANGAN GERAD GENETTE PADA KARYA ANTALOGI PUISI EMPEDU TANAH OLEH INGGIT PUTRIA MARGA Talita Nur Havizah; Dwi Puja Lestari; Hairunnisa H; Nayla Zahra; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori naratologi pada antaaologi puisi Empedu Tanah karya Inggit Putria Marga. Penelitian ini menggunakan teori Gerard Genette yang menekankan hubungan antara waktu, sudut pandang, dan suara naratif dalam pembentukan makna cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan mencatat dengan langkah-langkah: (a) memilih puisi yang relevan dengan teori naratologi; (b) menandai bagian-bagian penting; (c) menganalisis makna tiap aspek naratif; (d) mengelompokkan puisi berdasarkan pola; dan (e) menyajikan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur waktu, sudut pandang, dan suara naratif memainkan peran penting dalam membangun makna enam belas puisi yang dianalisis. Struktur naratif menurut Gerad mencakup urutan waktu, durasi, dan frekuensi peristiwa, sudut pandang, dan suara narator. Urutan waktu menunjukkan adanya “temporal duality,” yaitu dua lapis waktu yang berjalan bersamaan namun tidak selalu sejalan. Durasi waktu membandingkan panjang waktu dalam dunia cerita dengan waktu penceritaan. Frekuensi menunjukkan seberapa sering peristiwa terjadi dan diceritakan. Sudut pandang berkaitan dengan jarak dan fokalisasi antara narator dan peristiwa. Sementara itu suara narator menunjukkan siapa yang berbicara dan dari posisi mana narasi disampaikan.
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA ACARA ADAT MARHATA SINAMOT DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA (KAJIAN PRAGMATIK) Desy Silvia Lubis; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih; Marlina Agkris Tambunan; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1047

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis secara mendalam bentuk dan fungsi tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi) yang terwujud dalam acara adat marhata sinamot pada pernikahan Batak Toba. Marhata sinamot merupakan perundingan resmi di Parsoburan, Kabupaten Toba Samosir, untuk menentukan besaran sinamot sebagai simbol tanggung jawab dan keseriusan pihak laki-laki. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur dalam tradisi ini memiliki pola pragmatik yang khas: Tindak lokusi digunakan sebagai penyampai informasi faktual mengenai maksud kedatangan dan tawaran awal; Tindak ilokusi didominasi oleh fungsi komisif (seperti menawarkan dan berjanji) dan deklarasi (mengesahkan keputusan); sementara tindak perlokusi berimplikasi langsung pada tercapainya kesepakatan (sarimatua), dipereratnya hubungan kekerabatan, dan kelancaran teknis pesta. Melalui kajian ini, terungkap bahwa tindak tutur dalam marhata sinamot bukan sekadar alat komunikasi transaksional, melainkan refleksi kuat dari hierarki sosial, sistem nilai, dan makna budaya yang mengakar dalam masyarakat Batak Toba.
UPAYA PEMBINA PRAMUKA HEBAT, KREATIF DAN BERPRESTASI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERBASIS BLENDED LEARNING GOLONGAN SIAGA DI SDN KANDANGAN III/621 SURABAYA Mutiara Yahya; Noviardani Kartika Prameswari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembina pramuka hebat, kreatif dan berprestasi dalam pembentukan karakter berbasis blended learning golongan siaga, untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pembina pramuka hebat, kreatif dan berprestasi dalam pembentukan karakter berbasis blended learning golongan siaga, untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pembina pramuka pembina pramuka hebat, kreatif dan berprestasi dalam pembentukan karakter berbasis blended learning golongan siaga, serta untuk mengetahui faktor penghambat yang dirasakan oleh pembina pramuka hebat, kreatif dan berprestasi dalam pembentukan karakter berbasis blended learning golongan siaga di SDN Kandangan III/621 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan subjek penelitian dilakukan pada siswa kelas I dengan jumlah 25 siswa. Pada pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan angket. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, display (penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasimetode. Hasil penelitian dengan judul Upaya Pembina Pramuka Hebat, Kreatif Dan Berprestasi Dalam Pembentukan Karakter Berbasis Blended Learning Golongan Siaga di SDN Kandangan III/621 Surabaya yaitu, Pembina di Kelas IC dibentuk oleh sebuah kegiatan yang mendidik karakter siswa sebagai golongan siaga berkarakter, pelaksanaan kegiatan pada saat satu minggu sekali dalam satu pertemuan, memberikan pendidikan karakter sesuai etika berdasarkan kurikulum merdeka, faktor penghambat yang dirasakan pada saat membina pramuka dengan mengajarkan pada anak inklusi atau terlambat dalam psikomotorik dan psikisnya.
ANALISIS STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI Tiara Samosir; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekayaan stilistika dalam kumpulan puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai, dengan fokus pada analisis pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kajian stilistika komprehensif terhadap puisi kontemporer Indonesia yang memanfaatkan bahasa simbolik dan reflektif secara intens, padahal karya Palogai menawarkan kompleksitas bahasa yang signifikan untuk diurai. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya sistematis untuk mengungkap bagaimana estetika kebahasaan penyair, yang merupakan kunci memahami pandangan dunianya, diejawantahkan dalam karya tersebut. Penelitian kkajian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan stilistika, dengan data berupa larik, kata, dan struktur kebahasaan yang mengandung unsur gaya bahasa dan imaji sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora merupakan pemajasan yang paling dominan (45 kemunculan), menandai kecenderungan penyair mengolah bahasa secara simbolik untuk makna eksistensial. Pada aspek struktur, hiperbola paling sering digunakan, berfungsi memperkuat intensitas emosi. Sementara itu, citraan visual menjadi citraan yang paling menonjol, menunjukkan kemampuan penyair membangun imaji konkret dan reflektif. Secara keseluruhan, gaya Palogai memperlihatkan perpaduan antara simbolisme, emosionalitas, dan kedalaman filosofis tentang kehidupan manusia.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA NOVEL "3726 MDPL" KARYA NURWINA SARI Elisa Ellen Hotmarina Hutajulu; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam tanda-tanda (sign) yang termuat dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari, sebuah karya yang kaya akan deskripsi alam dan perjuangan hidup, namun membutuhkan interpretasi semiotik untuk mengungkap pesan tersembunyi pengarang. Tanpa analisis sistematis, lapisan makna yang kompleks mengenai representasi lingkungan, nilai moral, dan perjuangan manusia dalam novel tersebut berisiko terlewatkan, sehingga urgensi penelitian ini adalah menjamin pemahaman yang komprehensif. Masalah penelitian ini berfokus pada identifikasi bentuk tanda, hubungan tanda dengan objek, dan interpretant yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce; metode ini dipilih karena kemampuannya dalam membedah proses semiosis melalui trikotomi tanda (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretant (rheme, dicent sign, argument). Hasil penelitian mengidentifikasi 60 data tanda yang merefleksikan hubungan manusia dan lingkungan serta nilai-nilai perjuangan. Kesimpulannya, semiotika Peirce efektif digunakan untuk mengungkap kekayaan makna dalam novel 3726 MDPL.
KONFLIK BATIN DALAM FILM IMPERFECT: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Fajri Muhammad; Elmustian Rahman; Elvrin Septyanti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1055

Abstract

Artikel ini mengulas konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam film Imperfect melalui perspektif psikologi sastra. Konflik batin muncul karena ketidakseimbangan emosi, tekanan sosial, dan pertentangan internal terkait standar kecantikan yang tidak realistis serta ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Studi ini menggunakan teori Id, Ego, dan Super Ego untuk memahami bagaimana tokoh utama mengelola dan menyelesaikan konflik tersebut. Data diperoleh dengan teknik analisis teks dialog dan adegan film, yang memberikan gambaran situasi psikologis tokoh. Hasil menunjukkan berbagai bentuk konflik batin yang muncul dari ketidaksesuaian antara keinginan pribadi dan tuntutan sosial, serta bagaimana tokoh utama menyelesaikannya melalui strategi menghadapi masalah, pemecahan masalah, serta pengendalian diri. 
ANALISIS MAKNA ORNAMEN PINAR RUMAH ADAT SIMALUNGUN (KAJIAN SEMIOTIKA) Ckrisna Ajai Purba; Jumaria Sirait; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1056

Abstract

Penelitian ini mengkaji ukiran pinar pada Rumah Bolon Simalungun sebagai warisan budaya Simalungun di Sumatera Utara, yang rentan tergerus modernisasi. Konteks historis dan kultural ornamen ini memerlukan pemahaman mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengklasifikasikan bentuk dan motif pinar melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, serta memahami maknanya dalam konteks masyarakat Simalungun. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian berfokus pada analisis makna simbolik dan fungsi budaya ornamen. Lokasi penelitian meliputi Museum Simalungun (Pematangsiantar) dan Rumah Bolon Pematang Purba (Simalungun). Hasil penelitian menunjukkan pinar adalah sistem tanda Saussurean, di mana bentuk visual (signifier) merepresentasikan makna filosofis (signified) nilai-nilai luhur masyarakat Simalungun, seperti perlindungan, keseimbangan, kekuatan, dan hubungan spiritual. Variasi bentuk yang muncul diyakini tidak menggeser makna simbolik intinya. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian melalui edukasi budaya dan pemberdayaan seniman agar filosofi Rumah Bolon Simalungun tetap lestari.