cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM KANG MAK FROM PEE MAK KARYA HERWIN NOVIANTO Urwatul Uwusqa Alyamar; Erni Erni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1073

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang tidak hanya menyampaikan makna secara langsung, tetapi juga dapat mengandung makna tersembunyi yang disebut implikatur. Film Kang Mak from Pee Mak karya Herwin Novianto merupakan film horor-komedi yang banyak menampilkan tuturan bermakna tidak langsung, sindiran, dan humor yang menimbulkan implikatur percakapan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis implikatur percakapan umum, berskala, dan khusus dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data berupa tuturan para tokoh dalam film, sedangkan data penelitian berupa tuturan yang mengandung implikatur percakapan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 77 data tuturan yang mengandung implikatur percakapan, terdiri atas 62 implikatur percakapan khusus, 12 implikatur percakapan umum, dan 3 implikatur percakapan berskala. Dominasi implikatur percakapan khusus menunjukkan bahwa sebagian besar percakapan dalam film ini bergantung pada konteks situasi untuk dipahami maknanya. Hal ini membuktikan bahwa para tokoh lebih sering menyampaikan makna secara tidak langsung melalui sindiran, humor, dan konteks percakapan.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM MENULIS KARANGAN PADA TEKS NARASI SISWA KELAS IV SDN 018 SAMARINDA ULU TAHUN PEMBELAJARAN 2024/2025 Ayu Nur Fadillah; Hety Diana Septika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1081

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam pembelajaran, terutama dalam keterampilan menulis yang menuntut ketepatan ejaan, tata bahasa, dan struktur kalimat. Namun, hasil observasi menunjukkan siswa sekolah dasar masih sering melakukan kesalahan berbahasa khususnya dalam karangan narasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesalahan ejaan, sintaksis, dan struktur narasi pada karangan siswa kelas IV SDN 018 Samarinda Ulu tahun pembelajaran 2024/2025. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari 22 siswa kelas IV A, dengan data primer berupa karangan siswa dan data sekunder dari wawancara guru. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan kesalahan dominan pada ejaan (huruf kapital, tanda baca) dan sintaksis (kalimat tidak efektif, konjungsi), dialami 95,45% siswa. Pada struktur narasi, mayoritas siswa belum jelas menuliskan tokoh dan latar 90,91% serta belum runtut dalam menyusun alur 86,36%. Secara keseluruhan, 63,64% siswa masuk kategori sedang dan 31,82% kategori berat. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran menulis yang lebih efektif agar siswa mampu menulis narasi sesuai kaidah bahasa Indonesia.
ANALISIS METAFORA KLASIFIKASI STEPHEN ULLMANN DALAM BUKU ANTOLOGI PUISI : JANGAN LUPA BERCINTA, KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI Dara Kasih Tri Rezeki; Fitri Wahyuni; M. Zikra Rasyidi; Putri Pinarsinta Bakara; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1084

Abstract

Penelitian ini mengkaji empat klasifikasi metafora perspektif Stephen Ulmann dalam antologi puisi Jangan Lupa Bercinta karya Yudhistira ANM Massardi yang mencakup kategori persepsi metafora antropomofis, binatang, dari konkret ke abstrak, dan sinaestetik. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis penggunaan empat jenis metafora menurut pandangan Ullmann dalam membangun wacana antologi puisi tersebut, serta menambah wawasan pembaca dan peneliti dalam mengapresiasi karya sastra khususnya puisi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menelaah data berupa karya sastra yang kaya akan makna kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah bagian-bagian dari puisi yang mengandung banyak ungkapan-ungkapan metafora dalam buku. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa pengarang tidak semata-mata menggunakan metafora sebagai hiasan bahasa dalam puisinya, tetapi sebagai bentuk makna utama dalam menyampaikan pesan, emosi, dan gambaran imajinasi dalam puisi.
MAKNA KULTURAL MOTIF BATIK KHAS SEMARANG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Imam Baehaqie; Muadzin Muadzin; Ardani Tangguh Waskito
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1085

Abstract

Batik khas Semarang merupakan salah satu artefak budaya lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga mengandung makna kultural yang merefleksikan nilai, pandangan hidup, sejarah, serta identitas kelompok masyarakat. Setiap motif batik menjadi simbol budaya yang lahir dari perpaduan bahasa dan budaya dalam kehidupan sosial masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan mengelompokkan makna kultural yang dimiliki batik khas Semarang. Makna kultural sendiri merupakan makna yang lahir dari keterkaitan antara bahasa dan budaya suatu kelompok masyarakat, mencakup nilai-nilai, pandangan hidup, fungsi sosial, sejarah, dan pengetahuan suatu masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup dua pendekatan, yakni pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis berupa etnolinguistik. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan delapan motif batik, masing-masing memiliki makna kultural yang berbeda. Salah satu motif tersebut ialah batik dengan kategori fauna, yaitu "Warak Ngendhog", yang memiliki makna harapan agar di bulan suci Ramadan orang mampu menjaga hawa nafsu, sehingga dapat menelurkan hal-hal baik. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi yang akurat dan menjadi arsip kebudayaan atau pengetahuan tentang makna kultural motif batik khas Semarang.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PERAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI SMA/SMK SEDERAJAT DI SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR (STUDI KASUS SMK MEDIKA SAMARINDA) Muhlis Muhlis; Ahmad Fauzi; Azainil Azainil; Dwi Nugroho; Muhammad Ramli Bukhari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi pembelajaran berbasis teknologi di SMK Medika Samarinda, Kalimantan Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses belajar mengajar di tingkat sekolah menengah kejuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam mendorong implementasi pembelajaran berbasis teknologi melalui tiga aspek utama: (1) kepemimpinan visioner dalam merancang arah dan kebijakan digitalisasi sekolah, (2) pemberdayaan guru melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi pembelajaran, serta (3) penyediaan sarana dan prasarana TIK yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran, tingkat literasi digital yang bervariasi di kalangan guru, serta pemeliharaan infrastruktur teknologi. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam menciptakan budaya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan era digital.
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN DALAM CYBERBULLYING TERHADAP ANAK DI MEDIA SOSIAL INDONESIA Ernawati Br Surbakti; Sri Dinanta Ginting; Wahdaniah Wahdaniah; Sarma Panggabean
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1087

Abstract

Tujuan analisis strategi ketidaksantunan dalam cyberbulying terhadap anak di media sosial Indonesia untuk mengetahui bagaimana bahasa digunakan oleh netizen untuk menyerang, merendahkan, memanipulasi, dan melukai target. Implikasi cyberbulying terhadap anak di media sosial berdampak negatif harus segera dihentikan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data model interaktif. Sumber data analisis dari reels facebook dan instagram media sosial di Indonesia. Dari hasil analisis ditemukan strategi ketidaksantunan yang paling umum dilakukan dalam cyberbullying pada anak di media sosial Indonesia adalah positive impoliteness sebanyak 36,1% dan bald on record impoliteness sebanyak 27,7%. Kecenderungan ini terjadi karena kurangnya rasa menghargai orang lain serta suka menyerang secara frontal tanpa peduli perasaan anak karena penyerang merasa tidak langsung bertatap muka dengan yang diserang. Implikasi cyberbulying terhadap anak di media sosial Indonesia berdampak sosial. Dapat menjadi tindak diskriminasi verbal, pemicu konflik sosial, dan potensi pelanggaran hukum. Potensi pelanggaran hukum penghinaan atau ancaman kekerasan KUHP atau UU perlindungan perempuan dan anak, UU ITE pasal 27 tentang penghinaan.
PROMOSI, MUTASI, DAN ROTASI GURU DI INDONESIA Herlina Herlina; Hafid Hafid; Hanif Hanif; Tri Tri; Kasmal Kasmal; Sulfi Sulfi; Imanuel Imanuel; Laili Komariyah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1093

Abstract

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) merupakan aset strategis dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Secara normatif, manajemen karier guru diatur dalam kerangka Sistem Merit yang diamanatkan oleh Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mensyaratkan bahwa promosi, mutasi, dan rotasi harus didasarkan murni pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Namun, makalah ini mengidentifikasi adanya kesenjangan fundamental antara idealitas regulasi dan realitas implementasi. Penelitian kualitatif berbasis telaah dokumen kebijakan dan literatur ini menemukan bahwa efektivitas Sistem Merit dalam manajemen guru terdistorsi secara sistemik oleh tiga kekuatan utama. Pertama, intervensi politik dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah yang mengedepankan Spoiled System di atas Sistem Merit. Kedua, distorsi pasar talenta yang dipicu oleh disparitas ekstrem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) antar-daerah. Ketiga, tantangan struktural berupa "Paradoks Promosi Jalur Ganda" yang memisahkan secara tajam jalur karier guru ASN dan Non-ASN. Makalah ini berargumen bahwa interaksi dari ketiga pilar yang terdistorsi ini—di mana promosi tidak merata, mutasi didorong oleh politik dan ekonomi, serta rotasi disalahgunakan sebagai sanksi—telah menciptakan erosi sistemik terhadap motivasi guru dan mendelegitimasi tujuan pemerataan kualitas pendidikan nasional. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada penguatan sanksi pengawasan, harmonisasi kompensasi, dan standardisasi penilaian kinerja non-ASN.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KOLOM KOMENTAR POSTINGAN AKUN INSTAGRAM @PKUCITY Nope Ramadani; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1095

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan publik melalui media sosial. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar postingan akun instagram @pkucity. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi fungsi tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar postingan akun Instagram @pkucity yang diunggah pada tanggal 21 Februari 2025. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif yang dikemukakan oleh Pratama & Utomo (2020). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi. Data dalam penelitian ini adalah komentar-komentar yang memuat tindak tutur ekspresif. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktivitas berbahasa yang terdapat dalam kolom komentar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori sugiono (2009) yang meliputi: teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat 116 fungsi tindak tutur ekspresif. Simpulan dari penelitian ini fungsi tindak tutur ekspresif yang paling dominan digunakan warganet dalam kolom komentar unggahan @pkucity adalah fungsi mengeluh berjumlah 80 data, fungsi menyalahkan sebanyak 21 data. Sementara itu, fungsi yang paling sedikit muncul adalah fungsi memuji sejumlah 3 data. Dalam hasil penelitian penulis menemukan dua fungsi tindak tutur ekspresif yaitu; fungsi menyindir sebanyak 10 dan fungsi mencaci sebanyak 3 data. Hal ini menunjukkan bahwa warganet secara aktif menggunakan berbagai fungsi tindak tutur ekspresif untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan harapan terhadap kebijakan yang dianggap berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.
ANALISIS KRITIK SOSIAL DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF PADA ANTALOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY Lisna Darniati; Hesti Aulia Ananda; Windy Anisa Putri; Nabila Meylani; Elmustian Rahman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1100

Abstract

Fenomena ketimpangan sosial, kemiskinan, dan kemunafikan moral yang masih marak dalam masyarakat modern mendorong lahirnya karya sastra yang berfungsi sebagai medium refleksi dan kritik sosial. Antologi Selamat Malam Kawan karya Muhaimin Nurrizqy merepresentasikan suara kaum pinggiran melalui bahasa yang lugas, sarkastik, dan penuh humor gelap. Namun, penelitian yang menelaah karya ini dari perspektif ekspresif masih terbatas, sehingga penting dilakukan kajian yang menyoroti hubungan antara ekspresi batin penyair dan realitas sosial yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam dan analisis kontekstual terhadap empat puisi terpilih: Tak Ada Waktu, Liang Telinga, Sakit Perut, dan Ulang Tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhaimin Nurrizqy menyalurkan keresahan dan empatinya terhadap ketimpangan sosial melalui bahasa yang tegas, vulgar, namun humanistik. Kritik sosial yang dihadirkan tidak bersifat revolusioner, melainkan reflektif dan emosional, memperlihatkan bagaimana pengalaman batin penyair menjadi sarana kesadaran sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan ekspresif dalam memahami puisi sebagai cerminan pergulatan psikologis dan realitas sosial penyair.
RELASI KEKUASAAN DAN IDIOLOGI DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA: IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH KALIMANTAN TIMUR Ahmad Fauzi; Purwoko Purwoko; Muhlis Muhlis; Warman Warman; Moh. Bahzar; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kekuasaan dan ideologi dalam sistem pendidikan Indonesia melalui implementasi kurikulum di sekolah menengah di Kalimantan Timur. Kajian ini dilandasi oleh pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan ideologi dan reproduksi kekuasaan negara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa sekolah menengah negeri dan swasta di Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen kurikulum serta kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum nasional merefleksikan ideologi dominan negara yang menekankan nilai-nilai nasionalisme, moralitas, dan kepatuhan terhadap otoritas. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum di tingkat sekolah dipengaruhi oleh dinamika lokal, kepemimpinan sekolah, dan interpretasi guru terhadap nilai-nilai ideologis yang terkandung di dalamnya. Relasi kekuasaan terlihat dalam pola top-down kebijakan pendidikan, di mana sekolah memiliki ruang terbatas untuk berinovasi sesuai konteks sosial budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih berperan sebagai arena hegemonik di mana ideologi negara direproduksi melalui proses pembelajaran, meskipun terdapat upaya resistensi dan adaptasi dari aktor-aktor pendidikan di tingkat lokal.