cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM BUKU "NANTI JUGA SEMBUH SENDIRI" KARYA HELO BAGAS Johanes Riscy Purba; Jumaria Sirait; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1057

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan literatur self-healing yang mampu merangkul pembaca tanpa memberikan kesan menggurui atau menghakimi. Meskipun buku pengembangan diri bertema kesehatan mental marak diterbitkan, seringkali terdapat kesenjangan dalam penggunaan gaya bahasa yang mampu menyentuh sisi emosional pembaca secara santun dan empatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maksim kesantunan berbahasa dalam buku “Nanti Juga Sembuh Sendiri” karya Helo Bagas sebagai strategi kebahasaan dalam mendukung pemulihan kesehatan mental. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka (library research), data dianalisis menggunakan teori kesantunan Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kesantunan berbahasa sangat dominan dengan tingkat kepatuhan mencapai 82,7%. Maksim Simpati menjadi yang paling menonjol, diikuti oleh Maksim Kerendahan Hati, Penghargaan, Kebijaksanaan, Kedermawanan, dan Permufakatan. Temuan ini mengungkapkan bahwa penggunaan strategi kesantunan tersebut berfungsi memberikan validasi emosional, menormalisasi pengalaman negatif, serta membangun rasa memiliki (sense of belonging) bagi pembaca. Penerapan prinsip kesantunan Leech secara kontekstual terbukti menciptakan narasi yang hangat dan suportif, sehingga bahasa santun dalam literatur self-healing tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi berperan krusial dalam membantu pembaca memproses pengalaman kesehatan mental secara lebih sehat dan konstruktif.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL "INGATAN IKAN-IKAN" KARYA SASTI GOTAMA Ester Angelita Saragih; Marlina Agkris Tambunan; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Junifer Siregar; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dan nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Ingatan Ikan-Ikan karya Sasti Gotama, didorong oleh urgensi menelaah karya sastra kontemporer sebagai media transmisi nilai-nilai moral dan sosial. Meskipun novel ini kaya akan unsur estetik dan naratif yang kompleks, potensi didaktisnya perlu diungkap lebih jauh. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah utama: (1) bagaimana gaya bahasa (majas) yang digunakan dalam novel, dan (2) bagaimana bentuk nilai pendidikan yang termuat di dalamnya. Penelitian kualitatif-deskriptif ini menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap data yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dari novel sebagai sumber utama dan literatur teori sastra pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggunakan variasi majas yang signifikan, meliputi metafora, simbolik, paradoks, oksimoron, dan litotes, yang memperkuat ekspresi emosional tokoh. Selain itu, novel ini mengandung nilai pendidikan karakter berupa religiusitas, kerja keras, dan kepedulian sosial yang tercermin melalui tindakan para tokoh. Dengan demikian, novel Ingatan Ikan-Ikan tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang indah secara estetis, tetapi juga efektif sebagai media pendidikan karakter yang reflektif bagi pembaca.
ANALISIS GAYA BAHASA, PENOKOHAN DAN DIDAKTIS DALAM NOVEL "SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI" KARYA BRIAN KHRISNA Gadis Ayang Runa; Vita Riahni Saragih; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Jumaria Sirait; Junifer Siregar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif gaya bahasa, penokohan, dan nilai didaktis yang terdapat dalam novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna. Novel fiksi populer ini dipilih sebagai objek kajian karena popularitasnya yang tinggi dan dianggap merefleksikan dinamika batin remaja, namun analisis struktural mendalam, terutama terkait aspek estetika bahasa dan muatan moral, masih terbatas. Urgensi studi ini terletak pada upaya mengisi kesenjangan tersebut, sekaligus meninjau efektivitas novel sebagai media pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis kutipan teks yang mengandung unsur-unsur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam novel sangat beragam; majas hiperbola dominan, mencerminkan kedalaman emosi tokoh. Penokohan utama (Ale) memperlihatkan perkembangan karakter melalui konflik batin. Sementara itu, nilai didaktis seperti kegigihan, empati, dan hikmah hidup terkandung kuat, menjadikannya sarana penting untuk pendidikan moral. Dengan demikian, novel ini tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang perjuangan dan penerimaan diri.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN PESAN MORAL PADA NOVEL "AKU JUGA INGIN DIANGGAP" KARYA WULAN DWI BIRAENG Maria Dornauli Sitorus; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa (stilistika) dan nilai moral dalam novel Aku Juga Ingin Dianggap karya Wulan Dwi Biraeng, sebuah karya yang urgen dikaji karena mengangkat isu kompleks seperti pengabaian emosional dan pencarian pengakuan diri dalam dinamika keluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan struktural dan stilistika. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggunakan gaya bahasa puitis dan reflektif, didukung oleh majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan repetisi yang efektif menonjolkan gejolak batin tokoh. Pesan moral yang terkandung meliputi moral etika, individual, dan hukum. Moral etika menyoroti pentingnya peran orang tua sebagai pelindung, bukan sumber penderitaan. Moral individual tecermin dalam penyesalan Arlan terhadap Reyana, menekankan pentingnya menghargai orang lain selagi ada. Sementara itu, moral hukum digambarkan melalui keputusan Arlan untuk menyerahkan diri, menunjukkan kesadaran atas tanggung jawab dan konsekuensi perbuatan. Secara keseluruhan, novel ini menyampaikan pesan kuat tentang nilai kasih sayang, kesadaran diri atas kesalahan, serta tanggung jawab hukum dan moral.
ANALISIS MIMESIS NOVEL “DUNIA SUNYI” KARYA ACHI TM Reny Rianti Pakpahan; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Dunia Sunyi karya Achi TM melalui pendekatan mimesis serta mengidentifikasi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang tercermin di dalamnya. Pendekatan mimesis digunakan untuk menelaah sejauh mana karya sastra ini merefleksikan realitas kehidupan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu, dalam konteks sosial masyarakat Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan sumber utama berupa teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dunia Sunyi secara realistis menggambarkan perjalanan penyandang disabilitas dari penolakan menuju penerimaan, serta perjuangan keluarga dalam menghadapi stigma sosial. Melalui tokoh-tokohnya, novel ini menampilkan berbagai nilai sosial dan kemanusiaan seperti empati, kasih sayang, solidaritas, perjuangan, dan rekonsiliasi. Sosok Bu Sulis dan Wulan menjadi simbol kekuatan, keteguhan, serta cinta tanpa syarat dalam menghadapi keterbatasan. Selain itu, novel ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, pendidikan, dan lingkungan inklusif dalam membangun keadilan sosial bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, Dunia Sunyi tidak hanya meniru realitas sosial, tetapi juga menyuarakan kesadaran moral tentang pentingnya empati dan penghargaan terhadap keberagaman manusia.
REPRESENTASI ISU SOSIAL DALAM NOVEL REMAJA "LAUT BERCERITA" KARYA LEILA S. CHUDORI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS SISWA Sri Maya Simanjuntak; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1063

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi isu-isu sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori untuk merespons minimnya literasi sejarah dan degradasi empati sosial di kalangan generasi muda terhadap tragedi pelanggaran HAM masa lalu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan analisis isi serta survei dan wawancara terhadap siswa SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Masalah utama yang mendasari studi ini adalah kecenderungan pembelajaran formal yang kaku, sehingga gagal menumbuhkan kesadaran kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan isu sosial melalui faktor kebudayaan, psikologis, dan ekonomi yang mencerminkan realitas kelam Orde Baru. Urgensi penelitian ini membuktikan bahwa karya sastra bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen edukatif krusial untuk mengisi kekosongan memori kolektif bangsa. Dampaknya, penggunaan novel ini mampu mentransformasi identitas siswa menjadi pribadi yang lebih reflektif, memiliki empati mendalam terhadap penderitaan sesama, serta menanamkan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, literasi sastra berbasis isu kemanusiaan menjadi solusi strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang berorientasi pada nilai keadilan dan perubahan sosial.
NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA NENEK TERCINTA KARYA ARIFIN C. NOER Andini Yopita Sari; Yusra D.; Bunga Efrilea Rahima; Erniyani Hutagalung
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer, sekaligus menekankan pentingnya telaah moral di tengah situasi krisis moral pada masyarakat kini. Nilai moral merupakan pedoman bagi manusia dalam membedakan perilaku baik dan buruk serta menjadi dasar dalam bertindak sesuai dengan norma sosial dan etika. Gejala menurunnya rasa hormat kepada orang tua, memudarnya rasa empati, serta menguatnya sifat individualis menjadikan karya sastra perlu dikaji sebagai media perenungan dan pembelajaran moral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dilalukan dengan metode simak dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui analisis isi terhadap naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral dalam naskah drama ini meliputi tiga aspek utama, yaitu (1) hubungan manusia dengan diri sendiri, (2) hubungan manusia dengan manusia lain, dan (3) hubungan manusia dengan tuhan. Dalam hubungan dengan sesama, nilai moral tercermin pada sikap kasih sayang, empati, dan tanggung jawab. Sedangkan nilai moral dalam hubungan dengan tuhan tercermin keyakinan, kesabaran, dan penyesalan atas dosa. Secara keseluruhan, naskah drama Nenek Tercinta menggambarkan potret kehidupan keluarga yang sarat pesan moral tentang rasa hormat terhadap orang tua dan pentingnya rasa syukur.
MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATERI BANGUN DATAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERMAINAN TRADISIONAL LEGO PADA SISWA KELAS IV C SDN 009 SUNGAI KUNJANG Mira Mira; Muhlis Muhlis; Andi Asrafiani Arafah; Taufik Hidayat; Muhamad Sopyan
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya materi bangun datar melalui penerapan metode permainan tradisional Lego. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 009 Sungai Kunjang dengan subjek sebanyak 25 siswa kelas IV-C. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan rumus rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap hasil belajar dan keterlibatan siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 68,4 pada pra-siklus menjadi 78,6 pada siklus I dan mencapai 88,3 pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa metode permainan tradisional Lego mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar siswa.
JEMBATAN EMAS PENDIDIKAN: MENGURAI BENANG KUSUT KESENJANGAN BIAYA ANTARA URBAN DAN 3T, MENUJU GRAND DESIGN REDISTRIBUSI PEMBIAYAAN YANG MENCERAHKAN BANGSA Siti Yulianah; Andi Sirajuddin; Agus Santosa; Widyatmike Gede Mulawarman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1068

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengurai ketimpangan pembiayaan pendidikan antara wilayah urban, SMA N 1 Sangata Utara dan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), SMA N 2 Sandaran serta merumuskan grand design redistribusi yang berkeadilan dan kontekstual bagi sistem pendidikan nasional. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus jamak komparatif dan analisis kebijakan mendalam, penelitian ini membandingkan model pembiayaan serta biaya riil penyelenggaraan pendidikan antara sekolah urban dan 3T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional riil per siswa di wilayah 3T rata-rata 38% lebih tinggi dibandingkan wilayah urban akibat faktor geografis, logistik, dan keterbatasan infrastruktur. Ketimpangan ini diperparah oleh model pembiayaan seragam seperti dana BOS yang tidak mempertimbangkan indeks kemahalan wilayah (IKW) dan kebutuhan spesifik lokal. Sebagai solusi, penelitian ini mengembangkan Equivalent Per-Student Funding (EPSF), model formula anggaran berbasis kebutuhan yang memperhitungkan biaya dasar, indeks kemahalan, insentif guru, dan alokasi sarana minimum. Grand design yang dihasilkan dibangun atas tiga pilar utama: equity-based funding, insentif guru berbasis wilayah, dan block grant infrastruktur terintegrasi. Implementasi model EPSF diyakini dapat menjadi pondasi kebijakan afirmatif menuju “Jembatan Emas Pendidikan”, yang menjamin kesetaraan mutu dan keadilan spasial bagi seluruh peserta didik Indonesia.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM PIDATO MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI SADEWA: KAJIAN PRAGMATIK Amanda Putri Salsabila; Citra Dewi Sinaga; Thessa Novianti Lase; Cristine Fitta Homasan Sinaga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1071

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur yang dimuat dalam pidato perdana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan pendekatan pragmatik, fokus pada bentuk ilokusi, fungsi sosialnya, dan konteks komunikasi yang menyertai tutur tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif; data primer berupa rekaman video pidato yang dianalisis melalui transkripsi, identifikasi tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), dan klasifikasi menurut teori Searle serta pemaknaan konteks menurut model SPEAKING. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Menkeu didominasi oleh tindak ilokusi asertif dan direktif yang berfungsi untuk menyampaikan data kebijakan fiskal dan mengajak publik serta pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam upaya stabilitas ekonomi; tindak komisif dan ekspresif juga muncul sebagai strategi legitimasi dan empati. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa strategi tindak tutur pada pidato pejabat keuangan memadukan fungsi edukatif-informatif dan persuasif untuk membentuk kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal (fiscal policy) adalah istilah dalam ekonomi yang merujuk pada kebijakan pemerintah dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran negara untuk mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.