cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
agroteknikapolitani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroteknikapolitani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Agroteknika
ISSN : 26853353     EISSN : 26853450     DOI : -
Agroteknika adalah jurnal nasional untuk publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Agroteknika sebagai kajian ilmiah hasil penelitian pada bidang teknologi pertanian dengan ruang lingkup: mekanisasi pertanian, teknologi pangan, irigasi, teknologi budidaya tanaman pangan dan perkebunan, energi terbarukan, sistem informasi pertanian, sistem informasi geografis dan bioinformatika.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025" : 18 Documents clear
Karakteristik Minuman Kopi Celup Robusta dengan Penambahan Berbagai Rempah Anggia, Malse; Ariyetti, Ariyetti; Wijayanti, Ruri
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.526

Abstract

Tujuan dari inovasi minuman kopi celup dengan penambahan berbagai rempah yaitu untuk memperoleh aroma dan citarasa baru serta memperoleh efek atau nilai kesehatan bagi penikmatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik secara kimia dari bubuk kopi celup dengan adanya berbagai rasa rempah (sereh, jahe, kapulaga dan cengkeh) dari pengujian organoleptik terbaik. Tahapan penelitian ini meliputi: 1) persiapan bahan baku: penyangraian kopi, pengeringan rempah dan pengecilan ukuran rempah menjadi bubuk, 2) penentuan formulasi dari bubuk kopi celup dengan penambahan rempah, 3) pengemasan bubuk kopi rempah celup, 4) analisis karakteristik kimia bubuk kopi rempah celup dari pengujian organoleptik terbaik. Metode yang digunakan untuk pengujian organoleptik yaitu hedonik/kesukaan. Analisis kimia kopi celup rempah menggunakan metoda eksperimen dan data diolah serta disajikan secara deskriptif yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar kafein dan kadar antioksidan. Hasil analisis bubuk kopi rempah celup dari uji organoleptik terbaik untuk kadar air berkisar antara 0,99 % - 1,80 % (memenuhi SNI). Nilai kadar abu dari bubuk kopi rempah celup yang dihasilkan berkisar antara 5,48 % - 7,30 %. (tidak memenuhi standar SNI). Kadar kafein dari bubuk kopi rempah celup yang dihasilkan 0,61 % - 0,83% (memenuhi SNI). Aktivitas antioksidan dari bubuk kopi rempah celup yang dihasilkan 248,81 ppm – 601,06 ppm. Minuman kopi jahe celup menunjukkan perlakuan terbaik.
Respon Pertumbuhan Anggrek Dendrobium sp. terhadap Beberapa Konsentrasi Air Tebu Rahma, Anisa; Dewi, Endah Rita Sulistya; Ulfah, Maria
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.582

Abstract

Dendrobium sp. merupakan salah satu jenis anggrek yang populer di kalangan masyarakat, tetapi laju pertumbuhan anggrek tersebut relatif lambat. Sehingga perlu ada solusi untuk mempercepat laju pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air tebu terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse CV. Candi Orchid Semarang, dengan lama penelitian empat bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan yaitu P1 (100 mL/L), P2 (150 mL/L), dan P3 (200 mL/L) dengan lima kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, dan panjang akar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA one way taraf 5% apabila terdapat perbedaan nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan air tebu dengan konsentrasi berbeda memengaruhi parameter yang diamati seperti tinggi tanaman, jumlah akar, dan panjang akar memberikan respon berbeda nyata. Tetapi, untuk parameter jumlah daun tidak ada respon berbeda nyata. Konsentrasi air tebu 150 mL/L merupakan konsentrasi yang optimal untuk pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp.
Optimasi Proses Pembuatan Kombucha Daun kelor (Moringa oleifera L.) Kajian Konsentrasi Sukrosa dan Lama Fermentasi Sebagai Minuman Probiotik menggunakan Response Surface Methodology Budiandari, Rahmah Utami; Hikmah, Allysa Rowihatunnufus; Nurbaya, Syarifa Ramadhani; Prihatiningrum, Andriani Eko; Indahsari, Fitriyan Nur
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.268

Abstract

Kombucha umumnya berbahan dasar teh hitam atau teh hijau, untuk meningkatkan nilai gizi dan bioaktivitas, penelitian modern telah mengalihkan fokus ke diversifikasi substrat, salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum kombucha daun kelor terhadap karakteristik dari metode respons permukaan RSM variabel lama fermentasi dan konsentrasi sukrosa. Optimasi kombucha dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dua variabel bebas yakni konsentrasi sukrosa (X1) (10, 20, 30%) dan lama fermentasi (X2) (96, 144, 192 jam), terhadap respons total flavonoid. Hasil kombucha optimal pada perlakuan 20% sukrosa dan lama fermentasi selama 144 jam, dengan respons total flavonoid sebesar 0,182 mgQE/g. Karakterisik kombucha optimal meliputi nilai Total Padatan Terlarut (TPT) 15,4°Brix, pH 4,6, Vitamin C 0,12% dan total gula 0,62% yang dapat digunakan sebagai minuman probiotik fungsional bernilai ekonomi tinggi.
Stabilitas dan Penentuan Umur Simpan Minuman Jeli Carica dengan Variasi Suhu Penyimpanan dan Kemasan Menggunakan Metode Arrhenius Astuti, Santi Dwi; Ayuningtyas, Laksmi Putri; Dewi, Ervina Mela; Nuraeni, Indah; Al-Aula, Fina Hadina
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.479

Abstract

Salah satu produk diversifikasi olahan buah carica adalah minuman jeli carica. Informasi umur simpan penting untuk rekomendasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan sifat fisik, kimia dan sensori minuman jeli carica yang disimpan dengan jenis kemasan, suhu penyimpanan, dan waktu yang berbeda serta menentukan umur simpannya dengan metode Arrhenius. Tahapan peneltian meliputi persiapan, pembuatan produk, analisis kimia, fisik dan sensori, analisis data dan penetapan umur simpan. Proses pembuatan minuman jeli carica meliputi pencampuran bahan sampai homogen, dilakukan perebusan lalu ditambahkan bahan tambahan pangan. Minuman jeli carica dikemas dengan menggunakan botol dan cup PET (Polyethylene terephtalate) dan disimpan dalam inkubator dengan suhu yaitu 35°C, 45°C, 55°C. Analisis sifat kimia, fisik dan sensori dilakukan pada hari ke-5, 10, 15, dan 20. Analisis fisik meliputi nilai kecerahan (L), analisis kimia meliputi vitamin C dan viskositas. Analisis sensori meliputi flavor, warna kuning, kekenyalan dan kesukaan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman jeli carica yang dikemas dalam botol PET memiliki kadar vitamin C yang lebih tinggi daripada cup PET, jika dibandingkan dengan cup PET, minuman jeli carica dengan kemasan cup PET memiliki viskositas dan kesukaan secara keseluruhan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan botol PET. Peningkatan suhu menyebabkan penurunan kadar vitamin C, viskositas, kekenyalan, warna kuning, dan kesukaan secara keseluruhan. Semakin lama waktu penyimpanan (0 sampai 20 hari) menyebabkan penurunan kadar vitamin C, kecerahan, viskositas, kekenyalan, warna kuning dan kesukaan secara keseluruhan. Umur simpan minuman jeli carica dengan kemasan botol PET pada suhu 8 °C adalah 6,17 bulan, suhu ruang (25°) adalah 4,85 bulan. Sedangkan umur simpan pada kemasan cup PET pada suhu 8 °C adalah 6,09 bulan, dan pada suhu ruang (25°) adalah 4,67 bulan.
Enhancing Germination and Early Seedling Growth of Eggplant (Solanum melongena L.) Through Aeration Priming with Potassium Nitrate (KNO₃) Santika, Putri; Muhklisin, Ilham; Laili, Jahrotul; Kurniasari, Leli; Makama, Sandile Donald
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.532

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is an important horticultural crop in tropical and subtropical regions. However, suboptimal seed germination and poor early seedling growth often impede successful crop establishment. Seed priming with potassium nitrate (KNO₃) is widely recognized for enhancing seed performance, but prolonged soaking in priming solutions can limit oxygen availability during imbibition, potentially inhibiting metabolic activity and reducing priming efficiency. This study aimed to evaluate the effectiveness of aerated KNO₃ priming in improving germination and seedling vigor of eggplant. A completely randomized design with seven treatments, including control, KNO₃ concentrations (0%, 1%, 2%), and priming conditions (with and without aeration), was applied. Results showed that seed priming significantly improved germination parameters, stem diameter, and dry mass. The best germination performance was observed in seeds primed with 2% KNO₃ under aeration with 88.50% germination, the highest germination rate index (23.08), and the shortest mean germination time (3.38 days). While priming did not significantly affect plant height at 35 days after planting, and the concentration of KNO₃ did not significantly affect the seedling performances, aeration significantly increased stem diameter and seedling dry mass. These findings suggest that aerated priming with 2% KNO₃ can be recommended as an effective technique to enhance germination performance and seedling vigor in eggplant.
Studi Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Lotus (Nelumbo nucifera) pada Ekosistem Buatan Kolam Sains Universitas Bengkulu Panjaitan, Anton; Parlindungan, Deni; Sutarno, M; Karyadi, Bhakti; Kurniasih, Septi
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.536

Abstract

Lotus adalah tanaman air yang memiliki habitat alami di rawa atau tempat berlumpur. Pertumbuhan dan perkembangan lotus perlu dikaji lebih dalam untuk mempermudah proses budidaya. Budidaya lotus di bengkulu masih terbilang minim, meskipun di beberapa daerah sudah ada hanya dijadikan sebagai tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan lotus di kolam sains Universitas Bengkulu. Pengamatan dilakukan pada 4 stasiun penelitian dengan variasi ketinggian air dan lumpur yang berbeda. Parameter pertumbuhan lotus yang diamati adalah pertumbuhan biji (pertumbuhan tunas, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar), pertumbuhan bibit (jumlah daun, diameter daun, jumlah rimpang dan perbandingan pertumbuhan daun melayang dan daun koin), dan pemanenan (pertumbuhan bunga dan biji yang dihasilkan) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit lebih maksimal dari biji yang memiliki ciri dengan bentuk membulat sempurna, tidak kisut dan tidak berjamur. Lokasi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan lotus yaitu pada plot 2 dilihat dari laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan plot 1, plot 3 dan plot 4 dengan Parameter pertumbuhan pada plot 2 memiliki rata-rata diameter daun 66,3 mm, jumlah daun 5 helai, diameter tangkai daun 2 mm, dan jumlah rimpang 5 ruas. Jumlah biji yang dihasilkan memiliki rata-rata 28 terdiri dari 19 biji fertil dan 9 biji infertil. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman lotus di kolam sains lebih maksimal dengan ciri lokasi yaitu kedalaman lumpur 62 cm dan kedalaman air 21 cm. Bunga lotus lebih banyak menghasilkan biji fertil dibandingkan dengan biji infertil yang menunjukkan tingkat keberhasilan penyerbukan tinggi.
Pendugaan Umur Simpan Susu Kambing Etawa Metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) dengan Pendekatan Kadar Air Kritis Juwitaningtyas, Titisari; Wahyuningrat, Ajeng
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.540

Abstract

Susu kambing etawa bubuk adalah produk olahan yang dibuat dari susu kambing etawa segar melalui proses pengeringan untuk mengurangi kadar air. Susu kambing memiliki nilai gizi tinggi yang mudah rusak karena mudah terkontaminasi oleh mikroba. Pengolahan susu menjadi bubuk adalah pilihan yang tepat karena membuat penyimpanan susu menjadi tahan lama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar air awal, kadar air kritis, kadar air kesetimbangan, dan kadar lemak susu kambing etawa bubuk. Selain itu, penelitian ini untuk mengetahui umur simpan susu kambing etawa bubuk. Pendugaan umur simpan susu kambing etawa bubuk menggunakan metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) dengan pendekatan Labuza dengan menggunakan lima jenis garam yaitu NaOH, MgCl2, K2CO3, NaCl, KCl dengan masing-masing RH 15%, 32%, 53%, 73%, dan 83%. Labuza digunakan untuk kerusakan produk pangan berdasarkan kadar air produk selama penyimpanan. Empat model persamaan yang digunakan untuk menentukan kurva ISA (Isotermi Sorpsi Air) yaitu Hasley, Caurie, Oswin, dan Chen-Clayton. Ketepatan kurva ISA yang dipilih dalam menentukan umur simpan adalah model Chen-Clayton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air awal susu kambing etawa bubuk sebesar 1,79%(b/b). Kadar air kritis susu kambing etawa bubuk pada RH 83% sebesar 4,27% (b/b), kadar lemak awal sebesar 8,68 % dan kadar lemak kritis 7,61%. Umur simpan yang iperoleh dengan kondisi RH 15%, 32%, 53%, 73%, 83% memiliki umur simpan secara berturut-turut sebagai berikut: 548 hari (18,2 bulan), 376 hari (12 bulan), 277 hari (9,2 bulan), 210 hari (7 bulan), dan 178 hari (5,9 bulan).
Identifikasi Risiko Produksi Melon Hidroponik di Kabupaten Lima Puluh Kota (Studi Kasus di PT Ladang Paloma) Oktarina, Nova; Zakaria , Rahmat Syahni; Paloma, Cindy
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.585

Abstract

Melon hidroponik merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. PT Ladang Paloma adalah pelopor budidaya melon hidroponik premium di Sumatera Barat. Namun, proses produksi komoditas ini menghadapi berbagai risiko yang dapat menyebabkan target panen tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko pada proses produksi melon hidroponik di PT Ladang Paloma. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak 26 sumber risiko dalam seluruh tahapan proses produksi diantaranya persiapan awal, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
Rancang Bangun dan Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Tetes Tenaga Surya untuk Budidaya Cabai Berkelanjutan Sari, Elok Kurnia Novita; Wijaya, Rizza; Nurcahyanti, Ira; Ulum, Sahrul
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.595

Abstract

Permasalahan keterbatasan ketersediaan air dan tingginya biaya energi untuk irigasi menjadi tantangan utama dalam budidaya cabai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem irigasi tetes berbasis solar cell sebagai solusi efisiensi penggunaan air dan energi terbarukan. Sistem yang dikembangkan terdiri atas panel fotovoltaik, pompa DC, controller dengan timer otomatis, jaringan pipa lateral, serta emitter tetes yang terhubung pada setiap polybag tanaman cabai. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai diperlukan pompa dengan kapasitas 0,2 hp, panel surya 26,3 WP, Solar charge controller 30 A dan baterai dengan daya 67,5 watt. Pengujian debit air pada pompa dapat dikatakan mampu memenuhi kebutuhan air tanaman cabai dengan rata-rata debit yaitu 394,8 ml/menit untuk 48 tanaman. Parameter yang diamati meliputi debit emtter, kestabilan distribusi air, konsumsi energi, dan respon pertumbuhan tanaman cabai. Hasil rata – rata dari pengujian debit emitter 24 sampel tanaman menghasilkan nilai 197,4 ml selama 5 menit. Hasil Keseragaman air mendapatkan nilai rata-rata sebesar 89,01%, di mana nilai ini termasuk dalam kriteria sangat baik. Selain itu, penggunaan energi surya berhasil mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional hingga 100%, sehingga menekan biaya operasional. Pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan respon positif dengan tingkat kesegaran daun lebih baik dibandingkan dengan penyiraman manual. Dengan demikian, sistem irigasi tetes berbasis solar cell terbukti efektif, efisien, dan berpotensi mendukung budidaya cabai berkelanjutan di daerah dengan keterbatasan energi dan air.
Analisis Sifat Fisik-Kimia Tanah terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Kandungan Klorofil Tanaman Lada Irman, Irman; Khodijah, Nyayu Siti; Zasari, Maera
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.601

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, terutama sifat fisik dan kimia yang menentukan ketersediaan hara dan kemampuan tanaman melakukan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik-kimia tanah pada lahan lada di Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengevaluasi pertumbuhan vegetatif tanaman melalui jumlah daun dan lebar tajuk, serta mengkaji keterkaitannya dengan kandungan klorofil. Penelitian dilaksanakan pada lahan bertekstur pasir berlempung dengan metode pengamatan deskripitis analisis kimia tanah dan pertumbuhan tanaman. Analisis laboratorium, meliputi pengukuran pH, kandungan C-organik, N, P, K, Ca, Mg, serta kapasitas tukar kation. Sampel penelitian digunakan sebanyak 120 pohon tanaman lada aksesi lokal Nelungkup umur tiga tahun, kadar klorofil A, B, dan total klorofil ditentukan dengan metode spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah memiliki pH sangat asam (4,9), kandungan C-organik (1,07%), N-total (0,15%), P-tersedia, Ca, Mg, serta KTK tergolong rendah, sehingga berpotensi membatasi pertumbuhan. Jumlah daun per cabang berkisar 92,92–112,67 helai dengan lebar tajuk 97,58–110,00 cm, dan total klorofil tercatat 21,46–25,25 mg/L. Analisis statistik menunjukkan hubungan lemah antara lebar tajuk dan jumlah daun (R²=0,064), serta hubungan sedang antara jumlah daun maupun lebar tajuk dengan kandungan klorofil (R²=0,331). Temuan ini walaupun masih lemah menunjukkan adanya potensi hubungan positif antara kondisi tanah dengan pertumbuhan vegetative dan efisiensi fotosintesis tanaman lada, sehingga diperlukan strategi pengelolaan tanah seperti pengapuran, penambahan bahan organik, dan pemupukan berimbang untuk meningkatkan produktivitas.

Page 1 of 2 | Total Record : 18