cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 160 Documents
Makna Kerinduan dalam Puisi Karya W.S. Rendra dan Medy Loekito Agsan, Hanna Zaky; Wulandari, Yosi
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v4i2.125

Abstract

The research analysis of comparative literary studies is motivated by two titles of poetry texts that have the same meaning, namely the poem "Kangen" by WS Rendra and the poem "Rindu" by Medy Loekito which are also objects in this comparative literary research. The purpose of this comparative study is to find out the difference in the meaning of longing from the two objects of the poem. In the analysis of the two poems, a comparative descriptive research method is used, which is carried out by collecting data and then performing a comparative analysis, namely determining the similarities, differences and relationships of the objects of comparative literary study. The results of this study are to show the meaning of the word longing and the word longing which actually has the same meaning, namely the desire to meet a loved one. In the two poetry texts there is relevance, namely feelings, because in both poems they express feelings of longing with different language styles. AbstrakPenelitian analisis kajian sastra bandingan ini dilatarbelakangi oleh dua judul naskah puisi yang memiliki kesamaan makna yakni puisi “Kangen” karya WS Rendra dan puisi “Rindu” karya Medy Loekito yang sekaligus menjadi objek dalam penelitian sastra bandingan ini. Tujuan dari kajian perbandingan ini adalah untuk mengetahui perbedaan makna kerinduan dari dua objek puisi tersebut. Dalam analisis kedua puisi tersebut menggunakan metode penelitian deskriptif komparatif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data kemudian melakukan penganalisisan perbandingan yaitu menentukan persamaan perbedaan maupun hubungan dari objek kajian sastra bandingan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan makna kata rindu dan kata kangen yang sebenarnya memiliki persamaan makna yaitu keinginan untuk bertemu dengan orang yang dicintai. Dalam kedua teks puisi tersebut terdapat relevansi yaitu perasaan, karena dalam kedua puisi tersebut mengungkap perasaan rindu dengan gaya bahasa yang berbeda. 
Pemanfaatan Cerita Rakyat dalam Keterampilan Berbahasa Merdiyatna, Yang Yang
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v4i2.292

Abstract

This research is motivated by the desire of researchers to utilize the results of studying folklore in learning language skills. The researcher aims to utilize the results of the study of folklore as an alternative to folklore, thereby adding to the treasures of students' folklore. Students also have additional value from various folklore. The theoretical studies used include matters of culture and learning Indonesian language and literature. The research method used is a pre-experimental design. Students are given learning treatment with the results of folklore studies, then given a test. The results of utilizing the results of folklore studies show good results. Students are enthusiastic in the learning process. The test results also showed that students mastered the material being taught. Thus, the results of the study of folklore have benefits in learning language skills of students. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk memanfaatkan hasil kajian cerita rakyat dalam pembelajaran keterampilan berbahasa. Peneliti bertujuan untuk memanfaatkan hasil kajian cerita rakyat sebagai salah satu alternatif cerita rakyat, sehingga menambah khazanah cerita rakyat peserta didik. Peserta didik pun memiliki tambahan nilai dari beragam cerita rakyat. Kajian teoretis yang digunakan di antaranya adalah perihal kebudayaan dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan praeksperimental. Peserta didik diberikan perlakuan pembelajaran dengan hasil kajian cerita rakyat, lalu diberikan tes. Hasil pemanfaatan hasil kajian cerita rakyat menunjukkan hasil yang baik. Peserta didik antusias dalam proses pembelajaran. Hasil tes pun menunjukkan peserta didik menguasai materi yang diajarkan. Dengan demikian, hasil kajian cerita rakyat memiliki kebermanfaatan dalam pembelajaran keterampilan berbahasa peserta didik.
Pergeseran Ideologi Agama dalam Puisi Almustafa Karya Kahlil Gibran Anhar, Anhar
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v4i2.287

Abstract

The purpose of this research; (1) describe, explore, and analyze the shift in religious ideology in Kahlil Gibran's poem Almustafa, (2) describe, explore, and analyze the construction of the reality of religious values in Kahlil Gibran's Almustaf poem. This type of research is classified as a qualitative descriptive research. The approach used is a critical literacy approach, which is to analyze the use of language aspects that experience a shift in religious values. The object of this research is the poem Almustafa by Kahlil Gibran. Data collection techniques used library techniques, namely reading, understanding, and analyzing the poem Almustafa by Kahlil Gibran. The data analysis technique uses library techniques, namely by reading, understanding, and analyzing the poem Almustafa by Kahlil Gibran through a critical literacy approach. The results showed that; (1) there is a shift in religious values in some parts of the poem. In poetry, Kahlil Gibran's views on religious values contain controversy between the title which is illustrated as a form of reflection of Islamic figures and the illustration presented. The shift in religious values occurs due to errors in the use of language aspects, namely concrete words, idioms, and figurative language used that are not in accordance with the context. The language aspect is fragments of poetry in the form of words, clauses, or sentences, (2) the shifts that occur, both in nature and in scope are different, this is due to differences in religious values conveyed by the construction of reality in the text. The shift is in the form of syncretism of several religious values, namely Islam, Hinduism, Christianity so that the benchmark for the value of truth in a message and the meaning of poetry becomes abstract. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan, mengeksplorasi, dan menganalisis pergeseran ideologi agama dalam puisi Almustafa karya Kahlil Gibran, (2) mendeskripsikan, mengeksplorasi, dan menganalisis konstruksi realitas nilai agama dalam puisi Almustaf karya Kahlil Gibran. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah ancangan literasi kritis, yaitu menganalisis penggunaan aspek bahasa yang mengalami pergeseran nilai-nilai agama. Objek penelitian ini adalah puisi Almustafa karya Kahlil Gibran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, yaitu membaca, memahami, dan menganalisis puisi Almustafa karya Kahlil Gibran. Teknik analisis data menggunakan teknik pustaka, yaitu dengan membaca, memahami, dan menganalisis puisi Almustafa karya Kahlil Gibran melalui ancangan literasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) terjadi pergeseran nilai-nilai agama dalam beberapa bagian puisi. Dalam puisi, pandangan-pandangan Kahlil Gibran tentang nilai-nilai agama mengandung kontroversi antara judul yang diilustrasikan sebagai bentuk refleksi tokoh Islam dengan ilustrasi yang disampaikan. Pergeseran nilai-nilai agama terjadi akibat kesalahan penggunaan aspek bahasa, yaitu kata konkret, idiom, dan bahasa figuratif yang digunakan tidak sesuai dengan konteksnya. Aspek bahasa tersebut merupakan penggalan-penggalan puisi berupa kata, klausa, atau kalimat, (2) pergeseran yang terjadi, baik sifat maupun cakupannya berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan nilai-nilai agama yang disampaikan dengan konstruksi realitas yang ada dalam teks. Pergeseran tersebut berupa sinkretisme beberapa nilai agama, yaitu Islam, Hindu, Nasrani, dan Yahudi sehingga tolok ukur nilai kebenaran dalam sebuah pesan dan makna puisi menjadi abstrak.
Unsur Intrinsik dalam Analisis Bandingan Cerita Rakyat Asal-Usul Danau Toba dengan Cerita Rakyat Tsuru No Ongaeshi Sonjaya, Ferlan
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v4i2.126

Abstract

This research is motivated by the intrinsic elements contained in the folklore entitled 'The Origin of Lake Toba' with the story 'Tsuru No Ongaeshi'. The purpose of this study is to seek and find the similarities and differences of intrinsic elements between Indonesian folklore entitled 'The Origin of Lake Toba' and also Japanese folklore entitled 'Tsuru No Ongaeshi'. This study uses a genetic structural approach, where this approach is carried out by comparing and analyzing the structure of the story using the intrinsic elements in each story. The results of this study indicate that in the folklore "The Origin of Lake Toba" with the folklore "Tsuru No Ongaeshi" there is a relationship. The two folk tales both tell of a person who returns the favor, who then makes a promise to the person who is reciprocated, but in the end the promise is broken. In the story "The Origins of Lake Toba", a woman incarnated from a goldfish is made the wife of the main character, namely Toba. Meanwhile, in the story "Tsuru No Ongaeshi", the girl incarnated as a crane becomes the adopted daughter of an old husband and wife. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh unsur intrinsik yang terdapat pada cerita rakyat yang berjudul ‘Asal-usul Danau Toba’ dengan cerita ‘Tsuru No Ongaeshi’. Tujuan penelitian ini untuk mencari dan menemukan persamaan dan perbedaan unsur intrinsik antara cerita rakyat Indonesia yang berjudul ‘Asal-usul Danau Toba’ dan juga cerita rakyat Jepang yang berjudul ‘Tsuru No Ongaeshi’. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural genetik, yang dimana pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan dan menganalisis struktur cerita dengan menggunakan unsur intrinsik pada masing-masing cerita. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada cerita rakyat “Asal-usul Danau Toba” dengan cerita rakyat “Tsuru No Ongaeshi” terdapat suatu hubungan. Kedua cerita rakyat tersebut sama-sama menceritakan seseorang yang berbalas budi, yang kemudian orang tersebut membuat janji kepada orang yang dibalas budinya tersebut, namun pada akhirnya janji tersebut malah dilanggar. Pada cerita “Asal-usul Danau Toba”, perempuan jelmaan dari ikan mas dijadikan istri oleh tokoh utama, yaitu Toba. Sedangkan pada cerita “Tsuru No Ongaeshi”, gadis jelmaan burung bangau menjadi anak angkat dari sepasang suami istri yang sudah tua. 
Fairclough's Critical Discourse Analysis on News Texts on "Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)" in Kompas.com Prawoto, Eko Cahyo
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v4i2.260

Abstract

Improving the quality of education is so important, the government through the Ministry of Education, Culture, Research and Technology takes strategic steps, one of which is the implementation of MBKM. The MBKM program is socialized through the Ministry of Education and Culture's Website and through mass media. The mass media has always been active in assisting the government in socializing the program to the public. Therefore, a critical discourse study is needed to determine the relationship between the discourse in the news text about the program and the current state of education. Critical Discourse Analysis put forward by Norman Faircglough is used as a theoretical basis in this study. The research method used is a descriptive qualitative method. The source of the data in this study is a news article in the Kompas.com about MBKM, then the data in this study is a discourse that contains microstructural, mesostructural, and macrostructural dimensions that can be related to the phenomenon or condition of education in Indonesia at this time. Furthermore, the data collection of this study was carried out through several stages; a) identification, b) encoding, c) writing data. Then on data analysis is carried out through; a) classification of data, b) presentation of data, c) interpretation of data, d) retrieval of conclusions. The results obtained in this study are there; a) textual dimension (microstructural) b) dimension of discourse (mesostructural), and c) macrostructural social dimension.AbstrakPeningkatan kualitas pendidikan begitu penting, membuat pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengambil langkah-langkah strategis, salah satunya ialah implementasi MBKM. Program MBKM disosialisasikan melalui Website Kemendikbud Ristek serta melalui media massa. Media massa selalu aktif membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan kajian wacana kritis untuk mengetahui hubungan antara wacana dalam teks berita tentang program tersebut dengan kondisi pendidikan saat ini. Analisis Wacana Kritis yang dikemukakan oleh Norman Fairclough digunakan sebagai pijakan teori pada penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Adapun sumber data pada penelitian ini ialah artikel berita di Kompas.com tentang MBKM, selanjutnya data pada penelitian ini ialah wacana yang mengandung dimensi mikrostruktural, mesostruktural, dan makrostruktural yang dapat dikaitkan dengan fenomena atau kondisi pendidikan di Indonesia pada saat ini. Selanjutnya, pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan; a) pengidentifikasian, b) pengodean, c) penulisan data. Kemudian pada analisis data dilakukan melalui; a) pengklasifikasian data, b) penyajian data, c) penginterpretasian data, d) pengambilan simpulan. Adapun hasil yang diperoleh pada penelitian ini ialah terdapat; a) dimensi tekstual (mikrostruktural), b) dimensi kewacanaan (mesostruktural), dan c) dimensi sosial makrostruktural.
Exploring Translation Techniques and Their Translation Quality: Student’s Translators Practices Cultural Specific Items Widyastuti, Widyastuti; Lestari, Lies Amin; Darma, Diana Budi; Adelia, Silvy Cinthia; Dianitami, Annisa Ayu; Sari, Dian Setya Purnomo
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i1.343

Abstract

This study aims to examine translation techniques and the translation quality of the ESL student’s translation products in translating words or phrases of cultural terms. This study was a descriptive qualitative design. The data collection techniques applied content analysis. The subjects of this research were 10 English Literature study program students who have taken the Introduction to Translation course. The instrument used in this research is the text of travel writing published in Colors, an inflight magazine, which was published by the Indonesian national airline. The results of the study depicted some shifting in cultural categories, namely from the ecological category to the concept and material culture, the habit category becomes an activity category and the activity category becomes an organization in the target language. Another one is the blurred distinction between leisure and concept in religion. Implementing translation techniques that are oriented to the source text, such as pure borrowing techniques, literal translation, and established equivalences produces a high translation quality. Applying these techniques is characterized as foreignization. In short, the student's translator should be aware of not only their linguistic competence but also their transfer competence to produce a good translated text. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji teknik penerjemahan dan kualitas terjemahan teks terjemahan mahasiswa penutur bahasa Inggris sebagai bahasa asing di dalam menerjemahkan kata atau frasa istilah-istilah budaya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumentasi. Subyek penelitian ini yakni sepuluh mahasiswa program studi sastra Inggris yang telah menempuh mata kuliah pengantar ilmu penerjemahan. Sumber data utama berbentuk frasa dan kata yang diambil dari teks catatan perjalanan berupa majalah Color, majalah penerbangan maskapai Garuda. Hasil penelitiannya menunjukkan adanya pergeseran kategori budaya, seperti budaya ekologi bergeser menjadi budaya konsep dan material, kebiasaan menjadi aktivitas, dan aktivitas menjadi budaya organisasi. Temuan lain adalah perbedaan yang bias antara tempat wisata dan konsep beragama. Sementara penerapan teknik penerjemahan peminjaman murni, penerjemahan literal, dan padanan lazim menghasilkan kualitas terjemahan  yang baik. Metode penerjemahannya berorientasi pada teks sumber. Pilihan tersebut menunjukkan ideologi forenisasi. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah penerjemah pembelajar hendaknya dibekali kemampuan kebahasaannya dan kemampuan kompetensi mengalihkan pesan dari teks sumber ke dalam teks sasaran.
Performativity and Sexuality Orientation on Characters in Out in the Dark (2012) Movie: Postcolonial Performativity Maldini, Aditya Rico; Mustofa, Ali
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i1.344

Abstract

People who identify as lesbian, gay, bisexual, or transgender (LGBT) are beginning to proliferate worldwide. People become gay for various reasons, such as personal ones, cultural ones, and environmental ones. By employing Butler's postcolonial performativity theory, this study explores the topic of sexualism that differed from the movie Out in the Dark (2012). The study's goals are to demonstrate Nimr and Roy's performative identities, the problems between Israel and Palestine that affect their relationship and background, and what Nimr and Roy experience as homosexual residents of that area. This study uses the postcolonial performativity theory to analyze movies. The research method used is a descriptive qualitative method. The researcher will watch the movie numerous times and examine the two characters in the movie by gathering the words, dialogues, and scene screenshots. The findings show that performativity, environment, culture, surroundings, and nation, are what lead Nimr and Roy to become gay or homosexual. Although Nimr became gay because he was fed up with persecution in Israel yet the LGBT community there did not notice any distinctions, Roy became gay because his surroundings and culture enabled him to be gay. AbstrakLesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) telah menyebar ke seluruh dunia. Ada banyak alasan seseorang menjadi homoseksual, termasuk alasan pribadi, budaya, dan lingkungan sosial mereka. Penelitian ini membahas tentang isu seksualitas dalam dalam ranah “queer studies” dalam film Out in the Dark (2012) dengan teori performativitas pascakolonial Butlerian. Penelitian ini bertujuan menunjukkan identitas performativitas pada Nimr dan Roy dan alasan mereka menjadi homoseksual, isu Israel dan Palestina yang memengaruhi hubungan serta latar belakang mereka, dan apa yang mereka alami sebagai homoseksual saat tinggal di kedua negara. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori performativitas pascakolonial untuk menganalisis film. Peneliti akan menonton film berkali-kali lalu menganalisis kedua karakter dalam film tersebut dengan mengumpulkan kata-kata, dialog, dan tangkapan layar adegan. Hasil penelitian menunjukkan alasan Nimr dan Roy bisa menjadi gay atau homoseksual tidak lepas dari kondisi seperti lingkungan, budaya, masyarakat sekitar, dan negara. Kemudian cara mereka hidup di dunia heteroseksual sebagai homoseksual. Alasan Roy menjadi homoseksual adalah karena lingkungan dan budayanya yang membuat dia memutuskan untuk menjadi gay; sedangkan Nimr menjadi gay karena dia teralienasi atas diskriminasi di Israel, meskipun kaum LGBT di Tel Aviv tidak mempermasalahkan perbedaan.
Subalternity in Mariama Diallo's Master. (2022) Movie: Spivak's Subalternity Renata, Margareta Vania; Mustofa, Ali
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i1.348

Abstract

There are still subalterns in the contemporary world. Human rights campaigns are widely spread both online and offline. Nonetheless, even when it is not openly evident, discrimination and the subjugation of some races, also known as racism, still exist and are frequently faced on a daily basis. This study explores the racism and discrimination against subalterns that persist at the "inclusive and diverse" University shown in Master (2022) movie utilizing a postcolonial perspective. In order to examine the data, this study utilized Gayatri Spivak's theory of the subaltern. The purpose of the study is to identify the real subaltern in the movie as well as the elements that conceptualize the subaltern. This research will be conducted by gathering data from the movie through screenshots, subtitles, and timestamps of the conversations. The researchers will specifically analyze the subaltern, mainly focused on the racial discrimination case. The findings of this study show that Jasmine is the subaltern and that race and social status are the elements that conceptualize her as the subaltern. AbstrakSubaltern masih ada di dunia kontemporer. Banyak kampanye hak asasi manusia di media sosial dan di dunia nyata. Namun, hal tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa rasisme dan penindasan ras tertentu, atau yang biasa dikenal sebagai diskriminasi, masih ada dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak secara eksplisit terlihat. Penelitian ini membahas diskriminasi dan rasisme terhadap subaltern yang masih ada di Universitas “inklusif and beragam” dalam film Master (2022) dengan menggunakan pendekatan pascakolonial. Penelitian ini menggunakan teori Subaltern oleh Gayatri Spivak untuk menganalisis data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui siapakah subaltern yang sebenarnya dalam film tersebut dan elemen apa saja yang membentuk subaltern tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan teknik pengumpulan data berupa tangkapan layar, takarir, dan cap waktu. Peneliti secara spesifik menganalisis subaltern dengan fokus utama diskriminasi ras. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jasmine adalah subaltern, dan elemen-elemen yang membentuknya sebagai subaltern adalah ras dan status sosial. 
Pemerolehan Aspek Sintaksis pada Anak Usia 1 Tahun yang Terlahir Prematur. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Hilmi, Ahmad; Khaerunnisa, Khaerunnisa
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i1.574

Abstract

This study aims to describe (1) the acquisition of language at the syntactic level in children, and (2) the factors that work in the acquisition of the syntactic level in premature children. The research subject was a girl who was born prematurely with the initials R. R has an understanding and mastery of syntax levels faster than her peers. Researchers analyzed internal and external factors regarding the ability of R. The research method was carried out using a qualitative descriptive method. Data collection was carried out by researchers by interviewing and observing R and his parents. The techniques used in processing the data are data collection, data reduction or categorization, data tabulation, data display, and drawing conclusions. Primary data sources come from observations (observations and interviews), and secondary data sources come from literature studies. The results obtained are that premature children can master the syntactic level with certain stimuli, even more than children with normal births. This research is a response to public concern that premature children rarely have the opportunity to have an intelligence level that is equal to or higher than their peers. AbstrakPemerolehan sintaksis mampu mendefinisikan kecerdasan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemerolehan sintaksis pada anak usia 1 tahun yang terlahir prematur dan (2) pengaruh pola asuh orang tua pada anak berusia 1 tahun yang terlahir prematur. Subjek penelitian adalah seorang anak perempuan yang lahir dalam keadaan prematur berinisial R. R memiliki pemahaman serta penguasaan tataran sntaksis lebih cepat dibanding dengan anak usia sebayanya. Peneliti menganalisis faktor internal dan eksternal mengenai kemampuan R. Metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan wawancara dan observasi pada R dan orang tuanya. Teknik yang digunakan dalam mengolah data adalah pengumpulan data, reduksi atau kategorisasi data, tabulasi data, penampilan data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer berasal dari pengamatan (observasi dan wawancara), sumber data sekunder berasal dari studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh adalah anak prematur dapat menguasai tataran sintaksis dengan stimulus tertentu, bahkan melebihi anak dengan kelahiran normal. Penelitian ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat bahwa anak prematur jarang memiliki kesempatan untuk mempunyai tingkat intelegensia yang setara atau lebih tinggi dari anak usia sebayanya.
Sentence Analysis in Saussure's Structural Linguistics: Implications for Statements of Victims of the Kanjuruhan Tragedy Sintia, Haqsirvenny; Anwar, Miftahulkhairah
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i1.336

Abstract

This article describes the syntagmatic and paradigmatic approaches to language. This is to distinguish two different approaches or perspectives on language because language units can explore syntagmatic and paradigmatic connections. The syntagmatic approach is contrasted with the paradigmatic approach approach to studying three different levels of analysis namely, phonology, morphology, and syntax, as a sub-discipline of linguistics. In other words, the subject matter for studying the two different approaches is mainly related to linguistic forms, phonemes (the study of sound changes at the level) structure of sounds, known as phonology), and morphemes (the study of words). structure at the level of internal word structure, known as morphology), and words (the study of how words combine to form grammatical sentences, known as syntax). This article also discusses the application of syntagmatic and paradigmatic in language teaching. AbstrakArtikel ini menjelaskan tentang pendekatan sintagmatik dan paradigmatik pada bahasa. Hal ini untuk membedakan dua pendekatan atau perspektif yang berbeda tentang bahasa karena unit bahasa dapat mengeksplorasi sintagmatik dan paradigmatik hubungan. Pendekatan sintagmatik dikontraskan dengan paradigmatik pendekatan untuk mempelajari tiga tingkat analisis yang berbeda yaitu, fonologi, morfologi, dan sintaksis, sebagai sub-disiplin ilmu linguistik. Dengan kata lain, pokok bahasan untuk mempelajari dua pendekatan yang berbeda terutama berkaitan dengan bentuk linguistik, fonem (studi tentang perubahan suara pada tingkat struktur suara, yang dikenal sebagai fonologi), morfem (studi tentang kata). struktur pada tingkat struktur kata internal, yang dikenal sebagai morfologi), dan kata (studi tentang bagaimana kata-kata bergabung untuk membentuk kalimat gramatikal, dikenal sebagai sintaksis). Artikel ini juga membahas penerapan sintagmatik dan paradigmatik dalam pengajaran bahasa.

Page 9 of 16 | Total Record : 160