cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN DAN PENANGANAN KELUHAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK PRATAMA NAYAKA ERA HUSADA DKI JAKARTA Manta, Risfa; Wijoyo, Yosef
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.297

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tingkat kesesuaian antara ekspetasi pasien terhadap pelyanan yang ideal dan persepsi pasien terhadap pelayanan yaitu, tangible (berwujud), realibility (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (kesediaan untuk peduli). Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang harus mendapat perhatian serius dan harus dilakukan perbaikan dan penanganan keluhan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian yang menghubungkan variabel independent dengan variabel dependen yang diukur atau dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terhadap 100 responden. Kuesioner yang digunakan dinyatakan telah valid dan reliabel. Teknik analisis data dilakukan dengan metode servqual kemudian dilanjutkan dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) serta Importance performance analysis (IPA). Hasil analisis gap menunjukkan bahwa tiap dimensi servqual berada pada indeks negatif yang artinya pasien belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan yaitu tangibles -0,36, assurance 0,024, empathy -0,16. Hasil dari analisis CSI terhadap dimensi servqual dan penanganan keluhan secara keseluruhan memperoleh nilai 79,29% (good) yang artinya belum mencapai 87%CSI (excellent). Hasil analisis IPA pada kuadran A menunjukkan prioritas untuk dilakukan perbaikan yang meliputi: dimensi tangibles yaitu  terkait pelayanan di mulai tepat pada waktunya dan fasilitas, dimensi assurance yakni ketersediaan obat, waktu tunggu resep, dimensi empathy terkait memahami dan mengerti akan kebutuhan pelanggan dan penanganan keluhan yaitu item adanya media penyampaian keluhan 24 jam bagi pasien dan tersedianya media sosial untuk penyampaian keluhan
PEMANFAATAN ANGGUR LAUT “LATOH” (Caulerpa recemosa) YANG HIDUP DI PESISIR LAUT MLONGGO JEPARA SEBAGAI BAHAN AKTIF CLAY MASK Azizah, Leily Nur; Novitasari, Dwi; Andriyani, Lia; Aini, Intan Nur; Prasetya, Agape Juan Prisma; Susiloningrum, Dwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.254

Abstract

Anggur laut merupakan salah satu sumber daya hayati di perairan Indonesia dengan hasil dari total anggur laut yaitu sekitar 8,6%. Jenis anggur laut yang digunakan yaitu Caulerpa recemosa yang diambil dari Pesisir Laut Mlonggo, Jepara. Anggur laut (Caulerpa recemosa.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu Flavonoid yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan. Clay mask atau masker wajah dengan tipe clay sudah banyak digunakan karna mampu meremajakan kulit wajah, perubahan di kulit akan terasa ketika masker mulai memberikan efek menarik lapisan kulit saat masker sudah mengering. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahi apakah Anggur Laut “Latoh” (Caulerpa recemosa) dapat diformulasikan dalam sediaan clay mask. Uji fisik yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji lama pengeringan dan uji iritasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa formula 3 dengan konsentrasi ekstrak anggur laut 7,5 % meripakan formula yang paling optimum.
UJI AKTIVITAS LILIN AROMATERAPI KOMBINASI MINYAK ESENSIAL KEMANGI (Ocimum Basillicum) DAN KENANGA (Cananga Odorata) SEBAGAI RELAKSASI TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN Chotimah, Intan Kusnul; Pratimasari, Diah; Kusuma, Eka Wisnu
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.239

Abstract

Pemakaian bahan alam untuk aromaterapi cenderung meningkat, diantaranya adalah minyak esensial kemangi dan kenanga yang memiliki potensi meningkatkan efek terapi komplementer sebagai relaksasi. Kandungan kimia utama dalam tanaman kemangi dapat menekan stres melalui efek fisik dan psikisnya sehingga menimbulkan perasaan tenang dan nyaman dari geraniol (21,23%) dan sitral(43,45%) serta kenanga dengan kandungan senyawa linalool (12,79%) dapat merangsang saraf pusat untuk menurunkan tingkat stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek kombinasi minyak esensial kemangi dan kenanga dalam sediaan lilin aromaterapi, serta evaluasi sifat fisik lilin. Metode destilasi uap air digunakan untuk mengambil minyak esensial daun kemangi dan bunga kenanga. Kombinasi minyak esensial kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi kemangi:kenanga, F1 1:2, F2 1,5:1,5, F3 2:1 dan formula kontrol negatif tanpa konsentrasi. Lilin diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, titik leleh, waktu bakar, dan hedonik. Pengujian relaksasi dilakukan dengan menggunakan metode TST (Tail Suspension Test) untuk diukur immobility time masing-masing kelompok data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari keempat formula menunjukkan F2 memiliki sifat fisik yang paling baik sesuai standar dan pada uji One-way Anova terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata antara formula, dan disimpulkan ada efektivitas lilin yang paling cepat yang dapat merelaksasi mencit.
EVALUASI PENGGUNAAN DAN BIAYA OBAT ANTIDIABETES ORAL PROGRAM RUJUK BALIK DENGAN METODE ATC/DDD & DU 90% DI APOTEK SANA FARMA KABUPATEN KUDUS Pratiwi, Yulia; Asro, Iqbal Khabib; Wildayanti, Wildayanti; Pratitis, Mera Putri; Rahmawaty, Annis; Tunggadewi, Aprillia Puspitasari
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.291

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit menahun/kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan pada kadar gula darah melebihi batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pola penggunaan dan biaya obat Program Rujuk Balik (PRB) dengan metode ATC/DDD DU 90% dan kesesuaian dengan FORNAS PRB di apotek Sana Farma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah retrospektif, merupakan suatu metode pengumpulan data yang berhubungan dengan masa lalu. Penelitian ini mengggunakan metode ATC/DDD dan DU 90% pada pola pengguanan obat antidiabetes yang dapat menggambarkan frekuensi/kekerapan penggunaan obat antidiabetes oral PRB (Program Rujuk Balik) BPJS di apotek Sana Farma. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan obat antidiabetes oral berdasarkan metode ATC/DDD dan DU 90%, diperoleh nilai total DDD/1000 hari rawat jalan sebesar 37718,5 DDD/1000 hari rawat. Penggunaan obat antidiabetes oral DDD/1000 hari rawat dan antidiabetes yang memiliki nilai tertinggi adalah glimepiride sebesar 20568,4 DDD/1000 hari rawat, kemudian diikuti dengan metformin sebesar 8451,1 DDD/1000 hari rawat, dan Biaya penggunaan antidiabetes oral PRB BPJS yang terbesar adalah acarbose 100 mg sebesar Rp. 1.888.380,00. Secara umum konsumsi obat antidiabetes tertinggi di apotek Program Rujukan Balik (PRB) yang termasuk segmen DU 90% penggunaan obat tertinggi meliputi glimepiride (54,53%), metformin (22,40%), akarbose (16,39%), dan gliklazid (4,45%), Sedangkan antidiabetes yang masuk dalam segmen 10% meliputi glikuidon (1,91%) dan glibenklamid (0,32%). Kesesuaian obat dengan FORNAS sudah mencapai 100%.
TINGKAT KUALITAS HIDUP DAN EFEK SAMPING HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT X PATI Setyoningsih, Heni; Ismasari, Momok
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.317

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan tidak dapat pulih kembali atau dapat disebut juga irreversibel. GGK menjadi masalah besar dunia karena sulit disembuhkan, biaya perawatan dan pengobatannya mahal. Terapi GGK pada stadium akhir harus dilakukan dengan hemodialisa. Hemodialisis merupakan suatu bentuk terapi pengganti fungsi ginjal dengan menggunakan bantuan mesin dialyzer. Terapi hemodialisa pada pasien GGK harus dilakukan secara rutin. Hemodialisa menimbulkan beberapa kondisi munculnya efek samping dan menurunkan kualitas hidup pada pasien GGK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa dan efek samping dari terapi hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif observasional dengan menggunakan lembar kuesioner WHOQOOL-BREF untuk mengetahui kualitas hidup pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit X Pati dengan jumlah responden sebanyak 21 responden. Tingkat kualitas hidup pasien GGK memiliki rata-rata 85,7% yaitu kategori baik dilihat dari 4 dimensi. Dimensi ?sik masuk pada kategori baik, psikologis baik, sosial sangat baik, dan lingkungan baik. Pada penelitian ini mayoritas efek samping yang muncul yaitu hipertensi (32,61%), pusing atau sakit kepala (30,43%), anemia (15,21%), mual atau muntah (13,04%), kram otot (4,35%) dan gatal-gatal (4,35%). 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIP TINT KOMBINASI BUAH BIT DAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI PELINDUNG BIBIR Farika, Annisaul; Jauharina, Lutfia Miftach; Maulida, Amalia Rahmadina; Kristianingsih, Ida
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.272

Abstract

Bibir merupakan bagian tubuh yang rentan mengalami kerusakan akibat perubahan kondisi lingkungan. Beberapa permasalahan pada bibir yang sering terjadi yaitu kering, pecah-pecah dan juga kehitaman. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh adanya radikal bebas yang dapat mengakibatkan penuaan dini. Sehingga untuk meminimalisir terjadinya kerusakan bibir akibat adanya radikal bebas, maka diperlukan antioksidan. Betasianin dan betalain merupakan pigmen warna dalam buah bit yang berpotensi digunakan sebagai pewarna alami yang dapat memberikan warna ungu kemerahan. Beberapa penelitian telah membuktikan daya antioksidan dari kulit buah manggis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan bibir seperti kering, pecah-pecah, dan kehitaman yang dapat disebabkan oleh radikal bebas, yang berpotensi menyebabkan penuaan dini. Oleh karena itu, digunakan antioksidan dari kombinasi betasianin dan betalain dari buah bit serta ekstrak kulit manggis yang telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Sediaan lip tint dihasilkan dalam tiga formula dengan variasi kombinasi buah bit dan ekstrak kulit manggis, yaitu F1 (3%:3%), F2 (3,5%:2,5%), dan F3 (4,5%:1,5%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi kriteria baik untuk sediaan lip tint. Variasi konsentrasi zat aktif memengaruhi pH, viskositas, dan aktivitas antioksidan. Formula I memiliki nilai aktivitas antioksidan paling tinggi, yaitu dengan nilai IC50 sebesar 34,67, menunjukkan aktivitas antioksidan yang efektif dalam melindungi bibir dari kerusakan akibat radikal bebas.
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 1 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.282

Abstract

FORMULASI SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK Andriani, Disa; Ovikariani, Ovikariani; Kusuma, Eka Wisnu
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.318

Abstract

Daun Belimbing wuluh mempunyai aktivitas antipiretik karena mengandung flavonoid, terpenoid, steroid. Pemilihan sediaan patch pada penelitian kali ini karena sediaan patch dapat mengontrol penghantaran obat, menghindari first pass metabolisme dan mencegah iritasi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antipiretik daun belimbing wuluh dalam sediaan patch trandermal  yang dibuat dalam 2 konsentrasi yaitu 0,5% dan 1%. Ekstraksi daun belimbing wuluh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat 2 formula sediaan patch transdermal. Uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji pH, uji ketebalan, uji daya tahan lipatan dan uji daya serap kelembapan. Uji aktivitas antipiretik dilakukan dengan hewan uji mencit yang diinduksi dengan ragi brewer. Data yang diperoleh diolah dengan statistik Analysis of Variance. Hasil Uji menunjukkan Patch Transdermal ekstrak daun belimbing wuluh memenuhi kontrol kualitasnya. Hasil uji antipiretik Patch transdermal ekstrak etanol daun belimbing wuluh pada formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 0,5% dan formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 1% memiliki efek antipiretik yang hampir sama, tetapi pada formula 2 memberikan efek daya antipiretik yang lebih tinggi dibanding dengan formula 1.
FORMULASI VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL 940 GEL EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TERHADAP KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Nahira, Nahira; Nopiyanti, Vivin; Widyasti, Jena Hayu
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.273

Abstract

Biji alpukat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin sebagai antibakteri. Sediaan gel adalah sediaan topikal setengah padat yang nyaman saat digunakan karena menciptakan lingkungan lembab, dingin, dan memiliki daya serap yang baik serta mudah dicuci dengan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 pada ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) yang diformulasikan dalam sediaan gel pada penyembuhan luka sayat terhadap kelinci (Oryctolagus cuniculus). Pembuatan ekstrak biji alpukat diperoleh menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, kemudian dibuat dalam sediaan gel dan dilakukan mutu fisik serta stabilitas sediaan. Pengujian aktivitas penyembuhan luka sayat menggunakan hewan uji kelinci masing-masing diberi luka sayat dengan 7 perlakukan. Formula gel dilakukan uji mutu fisik dan stabilitas dengan metode cycling test. Hasil penelitian menunjukan variasi konsentrasi karbopol 940 mempengaruhi mutu fisik dan efektivitas penyembuhan luka sayat terhadap kelinci. Formula  yang paling efektif pada penyembuhan luka sayat terhadap kelinci dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik adalah formula 2 dengan variasi konsentrasi karbopol 1,5%.
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.299

Abstract