cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja: Tinjauan Literatur Ketut Yudi Arparitna; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.143

Abstract

Latar belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. Pendidikan BHD yang dimulai sejak usia remaja diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai metode pendidikan dan pelatihan BHD dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah menengah atas (SMA), serta mengevaluasi tantangan dan keberlanjutan hasil pelatihan tersebut. Metode: Kajian dilakukan melalui tinjauan literatur terhadap 40 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2012 hingga 2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, DOAJ, dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD. Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif seperti media audiovisual, flipped classroom, dan Virtual Reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik. Kesimpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.
Paparan Kebisingan dan Gangguan Pendengaran pada Nelayan serta Pekerja Kelautan: Tinjauan Literatur Iin Fatimah Hanis; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.144

Abstract

Latar Belakang: Kebisingan mesin kapal, kompresor, dan tekanan air saat menyelam menempatkan nelayan serta penyelam tradisional pada risiko tinggi Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). Tujuan: Meringkas bukti ilmiah 2015–2024 tentang hubungan kebisingan dengan gangguan pendengaran dan dampak non-auditori di sektor kelautan serta menilai intervensi yang telah diujikan. Metode: Telaah naratif terhadap 34 artikel (24 nasional; 10 internasional) yang diidentifikasi dalam dokumen. Ekstraksi mencakup desain, sampel, paparan, dan temuan utama. Hasil: Durasi kerja ≥ 10 tahun, intensitas kebisingan > 85 dBA, frekuensi penyelaman tinggi, dan usia > 40 tahun secara konsisten terkait peningkatan ambang dengar hingga tuli sensorineural. Kebisingan juga memicu gangguan fisiologis (hipertensi, kelelahan), psikologis (stres), serta komunikasi. Intervensi edukasi melalui Program Konservasi Pendengaran (PKP) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengukur kebisingan. Sistem alarm berbasis sensor dan peredam mesin tradisional menurunkan intensitas 5–10 dB namun adopsinya masih terbatas. Kesimpulan: Kebisingan merupakan determinan utama gangguan pendengaran pada pekerja kelautan. Edukasi, hearing-protection devices (HPD), rekayasa akustik, serta kebijakan K3 spesifik sektor perikanan dibutuhkan untuk perlindungan berkelanjutan.
Pengaruh Mindfulness Therapy Terhadap Penurunan Stres Pada Ibu Nifas Fitriana Sindi; Ramlah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.168

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa kritis bagi perempuan karena perubahan hormonal, fisik, dan psikologis yang signifikan. Salah satu gangguan psikologis yang sering muncul adalah stres. Saat ini, belum ada intervensi yang terstruktur dan teruji secara ilmiah untuk menurunkan stres pada ibu nifas di Indonesia. Salah satu pendekatan yang terbukti secara global adalah Mindfulness Therapy, namun penerapannya pada ibu nifas masih sangat terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh Mindfulness Therapy terhadap penurunan stres pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang dipilih secara purposive sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi mindfulness diberikan selama 4 sesi (2 kali per minggu selama 2 minggu). Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat penurunan skor stres yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Mindfulness Therapy efektif dalam menurunkan tingkat stres pada ibu nifas. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam layanan kebidanan komunitas.
Efektivitas Kelas Ibu Hamil Dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang Faktor Risiko Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Kota Palopo Arnianti, Arnianti; Dewi Hastuty; Yenni; Rosita; Yuniar Dwi Yanti; Jumriana Ibriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.172

Abstract

Background: Anemia is the most common health problem in developing countries, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of prenatal classes in preventing anemia at the Wara Community Health Center in Palopo City. Method: This type of research is a quasi-experimental study with a One Group Pretest Posttest Design approach. Before the intervention was given, respondents were given a pretest first and then continued with treatment with intensive prenatal class learning for 2 x in 1 month. After being given prenatal class learning, participants took a posttest. This study was conducted in the Wara Community Health Center Working Area in Palopo City. A total of 30 samples were selected using fixed exposure sampling, consisting of 30 pregnant women who attended the prenatal class. Knowledge data collection used interview techniques and questionnaire instruments. Bivariate analysis was carried out using a normality test to determine whether the data was normally distributed as a requirement to continue the Paired Sample T-test analysis with a probability value level (α) of 0.05 (95%). Results: After the intervention, 26 (87%) pregnant women had good knowledge, 2 (7%) had sufficient knowledge, and 2 (7%) pregnant women had low knowledge. The results of the paired sample T-test showed a significant influence of the class of pregnant women in increasing knowledge about anemia risk factors with a sig value (0.000 <0.05. Then there was a difference in the average value between the pretest and posttest with a Mean Paired Differences of -4.366 (8.4333-12.8000 = -4.366) and the difference in the difference was between -5.19575 to -3.53758 (95% (Confidence Interval of the Difference Lower and Upper).
Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Arifah Septiane Mukti; Yudita Ingga Hindiarti; Siti Fatimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.180

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah, sehingga mengurangi kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada remaja putri, anemia termasuk masalah kesehatan yang cukup sering terjadi dan dapat memengaruhi proses pertumbuhan, daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, serta berisiko terhadap kesehatan reproduksi di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode cross-sectional. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan variabel yang diteliti. Responden dalam studi ini adalah siswi kelas XII SMK Negeri 1 Panumbangan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2025, dengan jumlah total responden sebanyak 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami anemia dengan tingkat keparahan yang bervariasi, yaitu 7 orang mengalami anemia ringan, 11 orang anemia sedang, dan 1(3%) orang anemia berat. Tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsi tablet Fe menunjukkan bahwa 12 responden (36%) tergolong patuh, sedangkan 21 responden (64%) tidak patuh. Diharapkan temuan ini dapat menjadi masukan bagi siswi SMKN 1 Panumbangan untuk lebih memperhatikan konsumsi tablet tambah darah serta menjaga kadar hemoglobin dalam tubuh mereka.
Analisis Penyebab Pengembalian Berkas Klaim JKN Pada Layanan Rawat Jalan RS Awal Bros Pradita, Riska; Kusumo, Retno
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.183

Abstract

Dalam upaya melakukan pengajuan klaim JKN, rumah sakit memiliki beberapa faktor yang menyebabkan pengembalian berkas. Umumnya disebabkan ketidaktepatan diagnosis dan ketidaklengkapan dokumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pengembalian klaim JKN rawat jalan di RS Awal Bros Batam. Jenis penelitian ini yaitu analisis kualitatif, lokasi di RS Awal Bros Batam pada bulan Februari 2025. Sebanyak 6 orang petugas di Unit Casemix sebagai subjek, dan berkas BPJS Kesehatan Rawat Jalan periode Triwulan IV sebanyak 53.226 berkas sebagai objek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumen. Dari hasil penelitian, pelaksanaan proses pengajuan klaim JKN pada pelayanan rawat jalan di RS Awal Bros Batam sudah memenuhi persyaratan administrasi kelengkapan pengajuan klaim BPJS Kesehatan, akan tetapi belum ada Standar Prosedur Operasional (SPO) dan Pedoman Internal yang mengatur terkait proses pelaksanaan pengajuan klaim. Pada periode trimester IV tahun 2024, sebanyak 4.352 (11.1%) pengembalian berkas klaim JKN di RS Awal Bros Batam, penyebab paling banyak pada Indikasi Kontrol Berulang (Pregmentasi) sebesar 4.286 berkas. Faktor penyebab pengembalian klaim JKN antara lain ketidaktepatan pemberian kode diagnosis, ketidaklengkapan dokumen, serta tidak adanya SOP dan pedoman internal pelaksanaan BPJS Kesehatan. Kesimpulan penelitian ini yaitu Pregmentasi Dalam Waktu Satu Minggu merupakan penyebab pengembalian klaim JKN rawat jalan terbanyak.
Kesehatan Mental Dalam Perspektif Gender: Siapa Yang Lebih Rentan Satriyandari, Yekti; Nurul Mahmudah; Sinta Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.127

Abstract

Kesehatan mental remaja menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan gender, di mana remaja perempuan lebih rentan terhadap gangguan internalisasi seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja, serta perbedaannya berdasarkan jenis kelamin. Studi cross-sectional dilakukan pada 139 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Godean menggunakan kuesioner skrining gangguan emosional. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan prevalensi gejala gangguan mental yang tinggi, termasuk pikiran untuk mengakhiri hidup (97,1%), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan status kesehatan mental (p = 0,968). Meskipun demikian, secara praktis terlihat bahwa remaja perempuan lebih banyak mengalami gangguan emosional dibandingkan laki-laki. Studi ini menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan mental berbasis sekolah yang mempertimbangkan faktor gender dan pengaruh ekosistem digital. Disarankan adanya peningkatan literasi digital, pelatihan guru, serta dukungan keluarga. Penelitian lanjutan direkomendasikan menggunakan desain longitudinal dan pendekatan kualitatif untuk memahami dinamika jangka panjang.
Determinan KEK Pada Ibu Hamil: Studi Karakteristik Demografi, Pengetahuan Dan Asupan Makan Azizah, Shofiyatul; Ellyda Rizki Wijhati; Ismarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.146

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi penting bagi ibu hamil, ibu hamil KEK memiliki risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan seperti persalinan lama, persalinan premature, perdarahan postpartum, anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan determinan karakteristik demografi, pengetahuan dan asupan makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study dan uji statistik chi-square. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Sleman Yogyakarta pada bulan Februari sampai Maret 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 106 responden diambil menggunakan sistem random sampling dengan cara memilih responden nomor registrasi ganjil dengan kriteria inklusi ibu hamil yang bersedia menjadi responden dan menandatangani informed consent, ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Sleman dan ibu hamil yang membawa buku KIA yang diisi lengkap. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang tidak menjawab semua format kuesioner dengan lengkap dan ibu hamil membawa buku KIA yang tidak diisi dengan lengkap. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner, from Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan buku KIA dengan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan (p-value = 0,000), jarak kehamilan (p-value = 0,033), pengetahuan (p-value = 0,011) dan asupan makan energi (p-value = 0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK). Sedangkan usia ibu hamil (p-value = 0,562), pendidikan (p-value = 0,134) dan paritas (p-value = 0,388) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK). Diharapkan ibu hamil bisa menambah asupan makanannya untuk mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Depok Sleman Mariana Ulfa; Sri Ratna Ningsih; Elika Puspitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.147

Abstract

Dismenore merupakan kondisi yang paling umum terjadi dikalangan pelajar yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengganggu kenyamanan belajar. Dampak apabila dismenore (nyeri haid) tidak ditangani yaitu seperti gangguan aktifitas hidup sehari-hari, keterbatasan kehidupan sosial, prestasi akademik menurun, aktivitas olahraga terganggu, serta penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Depok Sleman. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswi kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman dengan tehnik sampel yaitu total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian berjumlah 134 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dismenore dan kuesioner Global physical activity questionnaire (GPAQ). Hasil penelitian ini menunjukkan dari 134 responden ditemukan 95 responden (70,9%) mengalami dismenore. Ada hubungan usia menarche dengan dismenore p-value 0,002, ada hubungan lama menstruasi dengan dismenore p-value = 0,000, ada hubungan riwayat keluarga dengan dismenore p-value = 0,001, dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan dismenore p-value = 0,258. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia menarche, lama menstruasi dan riwayat keluarga dengan dismenore. Dan berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan dismenore. Saran bagi siswi untuk tetap beraktivitas fisik dan berolahraga serta menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang.
Efektivitas Edukasi SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Pada Siswi Di SMP Muhammadiyah Imogiri Rhani Rosalina; Belian Anugrah Estri; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.148

Abstract

Kanker payudara adalah kondisi dimana sel-sel dalam jaringan payudara mengalami pertumbuhan abnormal dan berubah menjadi sel-sel ganas. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Di sisi lain, pendidikan kesehatan berperan sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan remaja putri dalam menjaga kesehatan diri mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan desain One Group Pre test dan Post test Design. Metode sampling non-probability dengan total sampling dan jumlah total responden adalah 77 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai pengetahuan sebagian besar pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi yaitu dalam kategori cukup (54.5%). Sedangkan sebagian besar pengetahuan setelah diberikan intervensi yaitu dalam kategori baik (92,2%). Nilai sikap Sebagian besar sikap responden sebelum diberikan intervensi yaitu dalam kategori negative (50,8%), sedangkan setelah diberikan intervensi sikap responden sebagian besar dalam ketegori baik yakni (75,3). Hasil Uji Wilcoxon pada variable pengetahuan diperoleh p value = 0,001 < 0,05. Sedangkan pada variabel sikap didapatkan hasil P value = 0,002 yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak sehingga edukasi kesehatan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada siswi untuk menerapkan SADARI rutin bulanan dan perlunya kolaborasi dengan puskesmas untuk edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengkaji faktor lain pencegahan kanker payudara seperti kebiasaan hidup dan riwayat keluarga.