cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Hubungan Pengetahuan Asam Folat dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Asam Folat pada Ibu Hamil TM I di Puskesmas Gamping II Sleman Yogyakarta Elivya Putri Melsany; Dhesi Ari Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.149

Abstract

Asam folat (vitamin B9) merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan pada masa kehamilan. Tingkat pengetahuan berhubungan sejalan dengan tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi asam folat. Semakin rendah tingkat pengetahuan seseorang tentang manfaat dan pentingnya asam folat, maka tingkat kepatuhannya juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan asam folat dengan kepatuhan mengonsumsi asam folat pada ibu hamil TM I. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 40 responden dengan pengambilan sampel secara teknik Random Sampling dianalisis dengan Uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan asam folat pada kategori baik sebesar 82,5%, dan sebagian besar patuh dalam mengkonsumsi asam folat selama kehamilan trimester 1 sebesar 92,5% . Hasil uji Chi Square diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,019 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan pengetahuan asam folat dengan kepatuhan mengonsumsi asam folat pada ibu hamil TM I. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada responden/ ibu hamil untuk selalu mencari ilmu pengetahuan baru terkait asam folat, responden juga disarankan untuk mengkonsumsi asam folat sesuai dengan anjuran yang diberikan.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Dan Lavender Terhadap Pasien Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di RS Emanuel Banjarnegara Rere Ardia Cahyani; Asmat Burhan; Feti Kumala Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.151

Abstract

Sectio caesarea merupakan metode persalinan melalui pembedahan yang berisiko menimbulkan komplikasi salah satunya adalah Postoperative Nausea and Vomiting (PONV). Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan pasien dan memperpanjang waktu pemulihan. Sebagai alternatif penanganan, intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi peppermint dan lavender dapat menjadi pilihan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sebelum dan sesudah pemberian aroma terapi peppermint dan lavender dalam mengurangi PONV pada pasien yang menjalani operasi Sectio Caesarea. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test pada 70 pasien. Sampel dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 35: satu kelompok menerima aromaterapi peppermint (eksperimen) dan kelompok lainnya aromaterapi lavender (kontrol). Data PONV diukur menggunakan skala numerik sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum dilakukan pemberian aromaterapi peppermint yaitu 4,428 dan sesudah di lakukan 3,60 nilai sedangkan rata-rata sebelum dilakukan pemberian aromaterapi lavender yaitu 5.06 dan sesudah di lakukan 4.60. Wilcoxon menunjukkan bahwa perbedaan nilai PONV setelah di lakukan antara kelompok eksperimen aromaterapi pappermint adalah 0,00 dan kontrol aromaterapi lavender 0,028 signifikan (p < 0,05), dua kelompok eksperimen ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint dan lavender. Penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi peppermint dan lavender sebagai metode yang efektif dalam manajemen PONV dan memberikan dasar untuk penerapan klinis yang lebih luas.
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Berisiko Di SMAN 1 Mlati Sleman Shivani Nurrahmah Purnady; Yekti Satriyandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.152

Abstract

Latar Belakang : Perilaku seksual berisiko merupakan tingkah lakuyang didorong oleh hasrat seksual yang dilakukan dengan lawanjenis maupun sesama jenis. Contoh bentuk dari tingkah laku ini bisaberupa perasaan tertarik hingga menjalin sebuah hubungan, berciuman dan bersenggama.Perilaku seksual berisiko umumnyadilakukan oleh remaja dan menimbulkan dampak negatif berupakehamilan tidak diinginkan, melahirkan di usia remaja, aborsi dan infeksi menular seksual. Tujuan : penelitian untuk mengetahui hubungan antara peran temansebaya dan karakteristik (Umur, jenis kelamin, Sikap, pacaran dan lama berpacaran, peran orang tua, lingkungan sosial, jenis media sosial, lama bermain media sosial, kelompok teman sebaya sertajumlah orang dalam kelompok teman sebaya) dengan perilakuseksual berisiko pada remaja kelas X di SMAN 1 Mlati Sleman pada tahun 2025. Metode : penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan simple random sampling daripopulasi 143 responden menjadi 106 responden. Analisis data menggunakan analisis bivariat uji rank spearman. Hasil : uji statistic penelitian menunjukan sebagian besar umurresponden 16 tahun 70.8%, dan sebagian besar dari respondenperempuan 73,6%, Sikap yang diambil jika terpapar perilakuseksual berisiko adalah berdasarkan diri sendiri 55,7%, Sebagian dari responden tidak sedang berpacaran 57,5% namun respondenyang sedang berpacaran maupun pernah berpacaran kebanyakandari mereka berpacaran lebih dari 3 Bulan 32.1%, menarche dariresponden perempuan pada umur 12 tahun 38,7% ada komunikasidengan orang tua 97,2%, berinteraksi dengan lingkungan sosial99,1%, Jenis media sosial media audiovisual 60,4%, lama bermainmedia sosial >4 jam dalam sehari 33%, memiliki kelompok temansebaya 92,5%, dengan jumlah orang dalam kelompok lebih dari 5 orang 50,9%. Hubungan peran teman sebaya dengan perilakuseksual berisiko di SMAN 1 Mlati didapatkan hasil terdapathubungan dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara peran teman sebayadengan perilaku seksual berisiko  
Hubungan Frekuensi Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gangguan Kesehatan Reproduksi: Infeksi Menular Seksual Steffani Fransisca; Pramesti Dewi; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.153

Abstract

Media sosial memiliki peran krusial dalam penyebaran informasi seputar Infeksi Menular Seksual (IMS), yang pada gilirannya memengaruhi pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian ini berupaya menguji hubungan antara seberapa sering remaja menggunakan media sosial dengan pemahaman dan pandangan mereka tentang IMS. Studi ini menggunakan metode korelasional dengan desain cross-sectional. Teknik sampel menggunakan total sampling sebanyak136 siswa/i kelas X dan XI SMK Swagaya 2 Purwokerto. Uji Analisa menggunaka Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (64%) tergolong pengguna media sosial aktif dengan 51,5% memiliki pengetahuan yang memadai dan 89% menunjukkan sikap yang cukup terkait media sosial. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya korelasi positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan (p=0.002, koefisien kontingensi (CC) 0.261) serta sikap (p=0.004, CC 0.246) responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara seberapa sering remaja di SMK Swagaya 2 Purwokerto menggunakan media sosial dengan tingkat pengetahuan dan sikap mereka mengenai infeksi menular seksual.
Anemia Pada Ibu Hamil : Tinjauan Holistik Keterkaitan Antara Status Gizi, Karakteristik Ibu, Pola Hidup, dan Kondisi Sosioekonomi Nur Annisa Ahla; Ellyda Rizki Wijhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.157

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatan global serius yang berdampak signifikan pada kesehatan ibu dan janin. Prevalensinya tinggi, mencapai 40% secara global (WHO) dan 48,9% di Indonesia. Wilayah DIY, Kabupaten Sleman menunjukkan peningkatan kasus anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan anemia dengan status gizi, karakteristik ibu, pola hidup, dan sosioekonomi di Puskesmas Sleman. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 106 ibu hamil di Puskesmas Sleman melalui dokumentasi buku KIA dan kuesioner. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling menggunakan metode registrasi ganjil dari total 986 populasi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner PSQI, kuesioner pengetahuan tentang anemia, dan kuesioner food frekuensi. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian di Puskesmas Sleman Yogyakarta, ditemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan beberapa variabel, yaitu status gizi (p = 0,000), pola makan (p = 0,000), usia ibu (p = 0,000), paritas (p = 0,046), tingkat pendidikan (p = 0,000), pengetahuan ibu (p = 0,000), pola tidur (p = 0,002), dan status ekonomi (p = 0,000). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia dengan jarak kehamilan (p = 0,607) dan riwayat penyakit infeksi (p = 0,076). Kesimpulan anemia pada ibu hamil sangat dipengaruhi oleh status gizi, pola makan, usia, paritas, tingkat pendidikan, pengetahuan, pola tidur, dan status ekonomi. Jarak kehamilan dan riwayat infeksi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Saran untuk meningkatkan edukasi tentang kualitas tidur, pengetahuan tentang anemia, serta pentingnya edukasi pra nikah dan melanjutkan program PMT untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Pengembangan Model Intervensi Bidan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja dalam Mengadvokasi Hak Kesehatan Reproduksi Fitriani, Fitriani; Yulinda Laska; Ridni Husnah; Nuraini Amalia Zakiah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.158

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting yang masih menghadapi berbagai tantangan, tingginya angka kehamilan remaja, infeksi menular seksual, dan rendahnya literasi reproduksi. Remaja kerap menghadapi keterbatasan akses informasi, dan kurangnya keterampilan dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Bidan sebagai tenaga kesehatan primer memiliki potensi besar dalam memberikan edukasi, namun peran tersebut belum optimal secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model intervensi bidan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 43 siswa yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner untuk melihat hubungan antara partisipasi dalam program intervensi bidan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja terhadap kesehatan reproduksi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa partisipasi dalam intervensi bidan secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan baik (88,9%), sikap positif (88,9%), dan tindakan yang baik (92,6%) terhadap kesehatan reproduksi. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001 pada seluruh indikator dengan rasio prevalensi tinggi (RP = 90,0 untuk pengetahuan, RP = 22,0 untuk sikap, dan RP = 60,0 untuk tindakan). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak mengikuti program meningkatkan risiko pengetahuan rendah (RP = 25,0) dan praktik buruk (RP = 15,5). Kesimpulan: Model intervensi bidan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan advokasi remaja terkait hak kesehatan reproduksi. Peran aktif bidan dalam edukasi berbasis sekolah dapat menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dalam Konteks Budaya Siti Fatimah; Yudita Ingga Hindiarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.159

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan ibu yang umum terjadi, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis. Pengetahuan ibu hamil mengenai anemia sangat dipengaruhi oleh faktor budaya yang membentuk pola makan, kebiasaan sehari-hari, serta sikap terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dan melibatkan 50 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 58% ibu hamil memiliki pengetahuan cukup tentang anemia dalam konteks budaya, 24% memiliki pengetahuan baik, dan 18% memiliki pengetahuan kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa budaya lokal turut memengaruhi tingkat pemahaman ibu hamil tentang anemia. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang berorientasi pada budaya agar informasi kesehatan dapat diterima dengan lebih efektif oleh masyarakat.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pemeriksaan LEMON (Look Externally, Evaluate, Mallampati, Obstruction Or Obesity, Neck Mobility) Pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Putriwardian, Kensa Dwimelita; Yudono, Danang Tri; Susanto, Amin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.161

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan LEMON (Look Externally, Evaluate, Mallampati, Obstruction Or Obesity, Neck Mobility) merupakan metode evaluasi pre-anestesi yang bertujuan untuk memprediksi kesulitan intubasi pada pasien yang akan menjalani anestesi umum. Pengetahuan tentang pemeriksaan ini penting bagi mahasiswa Keperawatan Anestesiologi agar dapat melakukan penilaian jalan napas secara tepat dan mengurangi risiko komplikasi anestesi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa mengenai pemeriksaan LEMON. Metodologi: Populasi sebanyak 241 mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa dengan metode cluster sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 150 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner multiple choice kemudian dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebesar 72 responden (48,0%), kategori cukup pada 42 responden (28,0%), dan kategori kurang pada 36 responden (24,0%). Pada kategori usia sebagian besar mahasiswa berusia 20-22 tahun sebanyak 137 responden (91,3%) dan berdasarkan jenis kelamin sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 103 responden (68,7%) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 47 responden (31,3%).
Pengaruh Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Ridni Husnah; Syamsuriyati; Fitriani; Angellisa Lammabue Panjaitan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.162

Abstract

Anemia merupakan keadaan tubuh dengan jumlah sel darah merah yang sedikit sehingga mempengaruhi kadar hemoglobin dan berada di bawah batas normal. Remaja menjadi salah satu kelompok rentan mengalami anemia karena remaja sedang berada dalam fase di mana pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung dengan cepat, sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi pun mengalami peningkatan. Salah satu cara untuk mengurangi anemia dengan memberikan pengertian pada remaja mengenai pentingnya meminum tablet Fe ketika mengalami menstruasi dan menganjurkan remaja rutin mengkonsumsi madu. Madu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hemoglobin dan tidak memiliki efek samping dalam mengonsumsinya. Madu memiliki kandungan besi 1 gram dalam setiap 100 gram. Metode Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan menggunakan Desain Penelitian Pre and Post-Test With Countrol Group. Sampel yang digunakan adalah Remaja Putri yang Anemia sebanyak 30 dipilih secara perposive sumpling. Peneiltian dilaksanakan di Universitas Awal Bros dengan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan tentang Perbandingan Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Remaja Putri didapatkan kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar Hemoglobin sebelum dan setelah pemberian Madu dan Tablet Fe pada kelompok intervensi yang meningkat secara signifikan. Tujuan untuk mencegah anemia pada remaja putri dengan pemberian Madu dan Tablet Fe
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Pemilihan Kontrasepsi IUD Pada Akseptor Kontrasepsi IUD Di Kelurahan Wedomartani Febrianti, Lidia; Shandy Wigya; Rita Noviana; Yakayum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.163

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan kontrasepsi pada ibu ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh pengalaman, pendapatan, kekhawatiran terhadap efek samping, pengetahuan, umur, dan paritas. Sedangkan faktor eksternal meliputi  prosedur pemasangan sosial budaya dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami terhadap pemilihan kontrasepsi IUD pada akseptor kontrasepsi IUD di Kelurahan Wedomartani. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey korelasi. Penelitian dilakukan di Kelurahan Wedomartani dengan melibatkan 5 dusun terpilih. Populasi penelitian merupakan akseptor KB IUD di Kelurahan Wedomartani sebanyak 65 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Rata-rata responden berusia 20-35 tahun (58,4%) dengan kisaran usia suami dengan rentang 20-35 tahun (66,1%). Mayoritas dukungan suami dalam kategori tinggi sebanyak 46 responden (70,8%) dan rata-rata memilih kontrasepsi IUD karena program pemerintah sebanyak 46 responden (70,8%). Nilai p-value sebesar 0,001 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan suami terhadap pemilihan kontrasepsi IUD pada akseptor kontrasepsi IUD. Simpulan: Dukungan suami merupakan salah satu faktor pendorong ibu dalam penggunaan kontrasepsi tertentu. Suami dapat mendukung ibu untuk menjadi akseptor kontrasepsi melalui dukungan informasi, emosional dan finansial secara komprehensif. Selain dukungan suami, diperlukan kesadaran ibu dan dukungan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran terkait pentingnya penggunaan kontrasepsi bagi kesehatan.