cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Gambaran Tindakan Indikasi Episiotomi Pada Persalinan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Kurniaty Asa; Rosmita Nuzuliana; Intan Mutiara Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.165

Abstract

Episiotomi adalah tindakan medis yang sering dilakukan saat persalinan untuk memperbesar jalan lahir dengan membuat sayatan pada perineum, area antara vagina dan anus. Di Indonesia, sekitar 75-83% ibu yang melahirkan secara pervaginam mengalami laserasi perineum, dan 63% dari kasus tersebut memerlukan jahitan akibat episiotomi atau robekan spontan. Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, tercatat 106 kasus episiotomi selama tahun 2024. Luka akibat episiotomi dapat menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas seharihari seperti berjalan, duduk, dan buang air kecil selama 2– 3 minggu, serta berisiko mengalami infeksi jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, tindakan episiotomi harus dilakukan berdasarkan indikasi medis yang tepat dan teknik yang sesuai, sejalan dengan program pemerintah yang mengedepankan asuhan sayang ibu dan bayi. Penelitian deskriptif dengan total sampling ini bertujuan menggambarkan indikasi episiotomi pada persalinan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Hasil menunjukkan indikasi utama episiotomi adalah perineum kaku (30,19%), diikuti oleh bayi premature (23,58%), vakum ekstraksi (19,81%), bayi besar (10,38%), gawat janin (10,38%), dan persalinan sungsang (5,66%). Simpulan: Episiotomi masih sering dilakukan berdasarkan indikasi klinis tertentu yang berhubungan dengan resiko komplikasi persalinan dengan indikasi utama perineum kaku. Saran: Ibu hamil dianjurkan rutin senam kegel dan pijat perenium, petugas melakukan episiotomi berdasarkan indikasi medis yang jelas,bukan dilakukan secara rutin.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Dengan Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pengasih II Sentia, Sahli; Nurul Soimah; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.166

Abstract

Kenaikan berat badan saat hamil merupakan   suatu   bentuk   adaptasi   tubuh   karena terdapat  kehidupan  baru  yang  sedang  tumbuh  dalam rahim  ibu.  Kenaikan berat badan ibu selama hamil adalah  ukuran  yang  paling  umum  untuk  melihat status gizi ibu hamil dan janin selama kehamilan (Fitri, 2025). Menurut survei demografi di Ethiopia, kekurangan gizi pada ibu hamil berkisar antara 19,5% hingga 41,2%. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampling accidental didapatkan sejumlah 61 responden ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dengan menggunakan kuesioner dan buku KIA, jenis data primer dilakukan di Puskesmas Pengasih II pada tanggal 19 Mei – 31 Mei 2025. Analisis data menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 61 responden,  yang berpengetahuan baik memiliki kenaikan berat badan yang normal sebesar 54.9%. Sedangkan responden yang berpengetahuan cukup baik yang tidak normal mengalami penambahan berat badan sebanyak 4.9% namun ada juga ibu hamil yang berpengetahuan kurang yang mengalami penambahan berat badan yang tidak normal sebanyak 8 responden (13.1%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 artinya ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dengan kenaikan berat badan selama kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Pengasih II.
Tumbuh Kembang Balita Stunting Di Desa Butuh Wilayah Kerja Puskesmas Kalikajar II Wonosobo Regita Rizqiana Rifaningtyas; Belian Anugrah Estri; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.167

Abstract

Stunting masih menjadi masalah global yang serius terutama dinegara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tumbuh kembang balita stunting di Desa Butuh, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Kalikajar II, Wonosobo. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 35 sampel berdasarkan minimum sampel sampel kuantitatif dan ditambahan 16% atau sebanyak 5 sampel balita stunting untuk menghindari dropout, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Data yang diperoleh dari identitas balita, antropometri, dan penilaian perkembangan melalui skrining Denver II, diolah melalui editing dan analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa 80% balita stunting memiliki perkembangan yang normal, sedangkan 20% berstatus suspect. Sebagian besar balita tergolong pendek (85,7%) dengan berat badan normal (77,1%). Karakteristik demografis menunjukkan mayoritas tinggal dengan keluarga besar (57,1%), jenis kelamin terbanyak perempuan (51,4%), diasuh orang tua (68,6%), usia ibu <30 tahun (62,9%), paritas ibu dengan multipara (51,4%) dengan pendidikan ibu terbanyak mencapai SMA (57,1%) dalam kelompok pendapatan <UMK (Upah Minimum Kota) (100%). Meskipun memiliki kondisi yang serupa yaitu stunting, ditemukan tidak semua balita mengalami keterlambatan perkembangan, beberapa faktor yang mendukung perkembangan balita stunting yaitu pola asuh dan stimulasi yang diberikan orangtua maupun lingkungan sekitarnya.
Stigma, Layanan, Dan Intervensi HIV: Kajian Literature Review Terhadap Tantangan Dan Strategi Global Bidasari Jamil; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.174

Abstract

Penanggulangan HIV/AIDS di tingkat global masih menghadapi tantangan serius, terutama berkaitan dengan stigma, ketimpangan akses layanan, dan rendahnya sensitivitas layanan terhadap dinamika sosial-budaya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan ilmiah yang relevan mengenai stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), efektivitas intervensi berbasis komunitas, hambatan akses layanan, aspek psikososial, serta dimensi etika dan profesionalisme tenaga kesehatan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 38 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, yang diperoleh dari jurnal terindeks internasional seperti PLoS ONE, BMC Public Health, dan Global Public Health. Hasil kajian menunjukkan bahwa stigma internal, eksternal, dan terinternalisasi berperan besar dalam menurunkan keterlibatan ODHA dalam pengujian dan pengobatan, serta meningkatkan kerentanan psikologis. Intervensi berbasis komunitas, khususnya yang melibatkan Community Health Workers (CHWs), terbukti efektif dalam meningkatkan akses, keterlibatan, dan hasil psikososial pasien. Namun, hambatan akses tetap dominan di kalangan migran, kelompok transgender, dan masyarakat pedesaan akibat diskriminasi, hambatan struktural, serta faktor budaya. Selain itu, kesehatan mental ODHA sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan sosial yang sering kali belum optimal. Dalam hal etika dan profesionalisme, ditemukan adanya ketegangan antara prinsip kerahasiaan, hak pasien, dan norma lokal, yang menuntut perlunya pendekatan pelayanan berbasis hak asasi manusia dan refleksi etis yang kontekstual. Kajian ini merekomendasikan integrasi pendekatan intersektoral yang mencakup penguatan CHWs, pelatihan etika klinis, reformasi kebijakan berbasis bukti, serta peningkatan dukungan psikososial dan keluarga sebagai strategi utama dalam meningkatkan efektivitas layanan HIV yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibawang Alfathsyah, Tisa; Nurul Mahmudah; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.175

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan pengembangan anak yang menyebabkan panjang atau tinggi badan anak kurang dari standar. Stunting terjadi akibat kurang gizi kronis yang terjadi sejak janin dalam kandungan sampai usia 2 tahun sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Anak balita adalah anak dari umur 12 bulan hingga 59 bulan. Menurut (WHO) 2022 stunting didunia sebesar 22,3%. Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting salah satunya pengetahuan ibu. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang. Metode penelitian: rancangan observasi analitik, pendekatan case control, menggunakan 138 sampel yang terdiri dari 69 kasus dan 69 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling pada kedua kelompok. Instrumen penelitian ini menggunakan microtoise, infantmeter dan tabel permenkes status gizi anak untuk mengukur tinggi badan dan koesioner untuk mengukur pengetahuan ibu, jenis data primer dan sekunder dilakukan di Puskesmas Kalibawang pada tanggal 14 Mei – 4 Juni 2025. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian: menunjukkan sebagian besar (50.7%) responden berpengetahuan cukup pada kelompok kasus dan (75.4%) berpengetahuan baik pada kelompok kontrol, namun (16.0%) responden berpengetahuan kurang pada kelompok kasus dan (0.0%) pada kelompok kontrol. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan nilai signifikasi (2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,413 artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang dengan keeratan hubunga sedang. Simpulan: Semakin baik pengetahuan ibu tentang stunting semakin kecil balita mengalami stunting. Saran: diharapkan Puskesmas dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan komunitas guna memberikan edukasi mengenai stunting untuk meningkat pengetahuan ibu tentang stunting dalam upaya pencegahan stunting pada balita.
Pengaruh Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang ASI Eksklusif Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Danurejan 1 Yogyakarta Komalasari, Rina; Khofiyah, Nidatul; Menik Sri Daryanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.177

Abstract

Latar belakang: ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain sejak lahir hingga usia 6 bulan. ASI menjadi sumber nutrisi dan cairan yang aman, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mendukung perkembangan otak dan fisik bayi secara optimal. Cakupan Pemberian ASI Eksklusif bayi usia 6 bulan di Kota Yogyakarta khususnya di Puskesmas Danurejan I Kota Yogyakarta masih tergolong rendah, yaitu 66,7%. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 30 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa media video dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil nilai z=-4,721 yaitu p-value=0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa media video berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Saran untuk tenaga kesehatan dapat memanfaatkan media video sebagai metode edukasi dalam program promosi ASI eksklusif di fasilitas pelayanan kesehatan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto Amela Noormalita; Madyo Maryoto; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.178

Abstract

Dukungan keluarga merupakan suatu faktor yang dapat menunjang keberhasilan seseorang dalam masa pengobatan Tuberkulosis paru, karena dengan adanya dukungan keluarga, seseorang akan merasakan adanya dorongan dari lingkungan sekitar dan merasa termotivasi untuk sembuh dari penyakit TB. Tingkat keberhasilan sembuh seseorang dapat dilihat dari patuh atau tidaknya seseorang tersebut dalam menjalani masa pengobatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis paru di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner MMAS-8. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 responden. Penelitian ini dilakukan di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto pada bulan Desember 2023 – Juni 2024. Dari hasil uji Chi square didapatkan nilai p=0,000 (<0,05) yang menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto.
Pengaruh Kombinasi Thermascent-Belt Dan E-Nyeribumil Pada Ibu Hamil Dengan Nyeri Punggung Sulistiani; Diana Mufidati; Rr. Nindya Mayangsari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.179

Abstract

Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan tersering yang dialami ibu hamil trimester II dan III akibat perubahan biomekanik, hormonal, dan peningkatan beban tubuh. Pengelolaan nyeri secara non farmakologis seperti kompres hangat, aromaterapi, serta edukasi digital menjadi pilihan aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Thermascent-Belt dan Aplikasi e-Nyeribumil terhadap pennurunan nyeri punggung pada ibu hamil. Desain penelitian menggunakan quasi experimental pretest-postetst with control group. Subjek adalah ibu hamil trimester II-III yang menagalami nyeri punggung, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan yeng menggunakan Thermascent-belt selama 30 menit per hari dan mengakses aplikasi e-nyeribumil selama 7 hari, serta kelompok kontrol yang mendapat edukasi standar. Data intensitas nyeri dikumpulkan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri yang signifikan pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Keterbatasan penelitian ini adalah waktu intervensi yang singat dan ukuran sampel yang terbatas. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah penggunaan aplikasi dan intervensi jangka panjang serta uji efektif pada pupolasi yang lebih luas. Simpulan, kombinasi Thermascent-Belt dan aplikasi e-Nyeribumil efektif dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester II dan III.
Pengaruh Teknik Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Sectio Caesarea Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Mega Rapita Sari; Tophan Heri Wibowo; Indri Heri Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.181

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur bedah yang sering memicu kecemasan pada pasien pra-operasi, yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis mereka secara negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah teknik napas dalam dapat memengaruhi tingkat kecemasan pada pasien pra-operasi sectio caesarea di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 49 sampel dipilih melalui teknik purposive sampling. Untuk mengukur tingkat kecemasan, digunakan lembar observasi dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), baik sebelum maupun sesudah intervensi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan pada pasien pra sectio caesarea setelah mendapatkan intervensi teknik napas dalam. Sebelum intervensi, ada 21 orang (42,9%) mengalami kecemasan berat. Namun, setelah intervensi, angka tersebut berubah drastis menjadi 32 orang (65,3%) yang tidak lagi mengalami kecemasan. Uji Wilcoxon juga mendukung temuan ini dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menyimpulkan bahwa teknik napas dalam efektif dalam mengurangi kecemasan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Perawatan Genetalia Dengan Kejadian Keputihan Di SMA Negeri 1 Jetis Nadila Hellena Imanda; Dita Kristiana; Anjarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.182

Abstract

Tingkat pengetahuan ialah tingkat kemampuan seseorang memperdalam ilmunya, misalnya dengan memecahkan masalah dalam hal konsep baru dan kemampuan belajar. Salah satu cara menjaga kesehatan reproduksi dengan menjaga kebersihan alat genetalia. Pencegahan ini memerlukan pengetahuan dan cara yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Keputihan ialah keluarnya cairan dari alat kemaluan atau vagina yang dibedakan menjadi 2 yaitu keputihan fisiologis (keputihan normal) dan keputihan patologis (keputihan tidak normal). Data statistik (BKKBN) terdapat 62,5% remaja perempuan berumur 15-24 tahun di Yogyakarta pernah mengalami keputihan. Gejala keputihan patologis dialami oleh remaja putri berumur 15-24 tahun sekitar 31,8%. Hal ini menunjukkan bahwa remaja putri memiliki resiko tinggi terjadinya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang perawatan genetalia dengan kejadian keputihan di SMA Negeri 1 Jetis. Metode penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 188 responden, dengan sampel 68 remaja putri, pengambilan sampel secara Teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan genetalia sebesar 92,6%, sedang 5,9%, kurang 1,5%, sedangkan untuk yang mengalami kejadian keputihan yaitu keputihan fisiologis 60,3%, patologis 39,7%. Hasil uji Chi Square diperoleh nilai sig (2-sided) sebesar = 0,017 (<0,05) yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang perawatan genetalia dengan kejadian keputihan di SMA Negeri 1 Jetis. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan remaja putri tentang perawatan genetalia dapat ditingkatkan guna mencegah atau mengurangi terjadinya keputihan yang fisiologis maupun keputihan yang patologi.