cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Efektivitas Konseling MPASI Terhadap Pengetahuan Ibu Pada Bayi Usia 6–12 Bulan di Posyandu Karangsari Bekasi 2025 Marlinda; Neneng Julianti; Ida Widaningsih; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.334

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6–12 bulan. MPASI harus diberikan sesuai waktu, jenis, tekstur, dan porsi yang dianjurkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal. Namun, kenyataannya masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan kurang mengenai praktik pemberian MPASI, sehingga berisiko menimbulkan masalah gizi maupun hambatan tumbuh kembang anak. Upaya edukasi melalui konseling kesehatan di posyandu diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian MPASI yang benar. Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling MPASI terhadap pengetahuan ibu dalam memberikan MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan one- group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Karang Sari 9, Cikarang Timur, pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berjumlah 20 item. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum diberikan konseling, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (46,6%) dan kurang (36,7%). Setelah konseling, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 66,7% responden berada pada kategori baik. Hasil analisis uji t menunjukkan rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 64,17 (SD = 13,651) pada pretest menjadi 84,17 (SD = 7,686) pada posttest, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa konseling MP- ASI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang MP-ASI pada bayi usia 6–12 bulan di Posyandu Karang Sari tahun 2025. Kesimpulan: Konseling MPASI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukasi dalam program posyandu untuk mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat.
Pengaruh Audiovisual Persiapan Saddle Block Regional Anestesi Terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tingkat II Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Wahyu Dwi Prakoso; Tophan Heri Wibowo; Septian Mixrova Sebayang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.364

Abstract

Media audiovisual memberikan pesan pembelajaran baik secara audio dan visual yang mencakup konsep, prinsip, persiapan, dan teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman materi pelajaran seperti persiapan saddle block regional anestesi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh audiovisual persiapan saddle block regional anestesi terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II keperawatan anestesiologi  universitas harapan bangsa. Metode penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen, di mana grup kontrol pre-test dan post-test digunakan. Cluster random sampling digunakan untuk memilih 68 mahasiswa dari universitas harapan nasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi sebelum intervensi mean pre test tingkat pengetahuan yaitu 74,15 dan setelah diberikan intervensi mean post test tingkat pengetahuan yaitu 93,91. Kelompok kontrol sebelum diberikan intervensi mean pre test tingkat pengetahuan yaitu 68,82 dan setelah diberikan inervensi, Rata-rata tingkat pengetahuan setelah ujian adalah 76,03. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki p-value 0.000 kurang dari 0,05 membuktikan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah penggunaan lalu lintas audiovisual; sebaliknya, kelompok kontrol memiliki p-value 0,06 lebih dari 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan lembaran. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa p-value 0,000 kurang dari 0,05 membuktikan bahwa ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada peningkatan pengetahuan mahasiswa. Oleh sebab itu, media audiovisual termasuk dalam jenis media yang memiliki kapasitas untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa.
Efektivitas Penatalaksanaan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi 2025 Nabela Aulia Fitriyani Anggara; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.372

Abstract

Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil : penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan : massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
Efektivitas Kombinasi Breast Care Dan Pijat Oksitosin Dalam Peningkatan Produksi ASI Di Klinik Zhafira Zarifa Enok Ulfah Shintia; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.318

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, namun tidak sedikit ibu postpartum yang menghadapi kendala berupa rendahnya produksi ASI. Upaya nonfarmakologis seperti pijat breast care dan pijat oksitosin diketahui mampu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest pada 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri atas kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk menilai perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden pada kelompok kontrol berada pada kategori rendah sedang, sedangkan kelompok intervensi berada pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya mengalami sedikit peningkatan (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kedua kelompok, yaitu kontrol (p=0,006) dan intervensi (p<0,001), sedangkan uji Independent Samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
Penggunaan Media Sosial Dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental Remaja Putri MTSN 3 Karawang Dita Utari Basuki; Hajar Nur Fathur Rohmah; Herlina Simanjuntak; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.327

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang tidak hanya diartikan sebagai ketiadaan gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan mengatasi tekanan, produktif, serta berperan dalam lingkungan sosial. Remaja putri rentan mengalami gangguan mental akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk paparan cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional pada 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun, dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji chi- square, dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan 43 responden (50,6%) termasuk kategori penggunaan media sosial berisiko, sementara 77 responden (90,6%) mengalami risiko gangguan kesehatan mental. Uji chi-square menghasilkan p = 0,023 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental. Nilai OR = 8,400 (95% CI: 1,02–69,0) menunjukkan bahwa remaja dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang delapan kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan yang tidak berisiko. Keterbatasan penelitian ini terletak pada lingkup sampel yang terbatas pada satu sekolah sehingga hasil belum dapat digeneralisasi lebih luas, namun temuan ini dapat menjadi dasar intervensi keluarga dan sekolah dalam pendampingan penggunaan media sosial yang sehat. Simpulan, terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025.
Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Anemia Erika Utami; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.374

Abstract

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dengan anemia di TPMB Erika Utami. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.
Perbedaan Pemberian Aromaterapi Lemon Dan Lavender Untuk Mengurangi Mual Muntah Akibat Kemoterapi Di RS Lavalette Kota Malang Kurniasari, Leni; Ciptaningtyas, Maria Diah; Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.375

Abstract

Mual dan muntah akibat kemoterapi merupakan efek samping yang sering dialami pasien kanker dan dapat ditangani secara farmakologis dengan antiemetik maupun nonfarmakologis sebagai terapi pelengkap, salah satunya melalui aromaterapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh aromaterapi lemon dan lavender terhadap penurunan mual muntah pada pasien kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan three group pretest-posttest pada 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender, sedangkan variabel terikat adalah mual muntah akibat kemoterapi yang diukur menggunakan kuesioner INVR. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon signed-rank dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok aromaterapi lemon (p=0,001) dan kelompok aromaterapi lavender (p=0,001), yang menandakan keduanya efektif menurunkan mual muntah, dengan aromaterapi lemon lebih efektif dibandingkan lavender. Temuan ini merekomendasikan penggunaan aromaterapi sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat melengkapi terapi farmakologis dalam mengurangi efek samping kemoterapi.
Hubungan Eustress Distress Dan Mekanisme Koping Perawat Dengan Kepatuhan Pengisian Surgical Safety Checklist Di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Salsabila, Laily; Imam Subekti; Tri Anjaswarni; Ernawati, Naya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara eustress, distress, dan mekanisme koping perawat dengan kepatuhan pengisian Surgical Safety Checklist (SSC) di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo. Desain penelitian menggunakan kuantitatif cross-sectional dengan total sampling 34 perawat. Data dikumpulkan melalui Di-Eu-Stress State Scale (DESS), Ways of Coping Questionnaire (WCQ), dan lembar observasi SSC, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara distress dan kepatuhan SSC (r = 0,428; p = 0,012) serta mekanisme koping dan kepatuhan SSC (r = 0,388; p = 0,024), sedangkan eustress tidak berhubungan signifikan (r = 0,077; p = 0,665). Disarankan penelitian selanjutnya mengeksplorasi lebih lanjut peran eustress dan distress serta pengamatan kepatuhan SSC dalam jangka waktu lebih panjang.
Pengaruh Meremas Squishy Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan General Anestesi Di Instalasi Bedah Rumah Sakit Wava Husada Maharani, Karmelia Dwi; Hamarno, Rudi; Subekti, Imam; Astuti, Erlina Suci
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.382

Abstract

Kecemasan pra operasi merupakan masalah psikologis yang umum dialami pasien, khususnya pada tindakan dengan general anestesi, yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien selama operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana untuk mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi meremas squishy yang memberikan efek menenangkan melalui stimulasi sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi meremas squishy terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan general anestesi di Instalasi Bedah RS Wava Husada. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan Non-Equivalent Group Pre-test dan Post-test pada 36 responden yang mengalami kecemasan sedang hingga berat. Kelompok perlakuan diberikan intervensi meremas squishy selama 2–5 menit pada 30–60 menit sebelum operasi, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor kecemasan pre-test dan post-test dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa teknik meremas squishy efektif dalam menurunkan kecemasan pra operasi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif sederhana dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien sebelum tindakan pembedahan.
Edukasi Dan Penerapan Relaksasi Genggam Jari Dengan Terapi Musik Klasik Beethoven Terhadap Penurunan Kecemasan Pre Operasi Pasien Sectio Caesarea Purimahua, Christin J.; Jerau, Emiliani Elsi; Wirakhmi, Ikit Netra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.384

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, gelisah, takut, khawatir, dan tidak tentram. Salah satu teknik non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan terapi musik klasik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan pasien pra operasi sectio caesarea. Peserta kegiatan berjumlah 25 pasien yang akan menjalani operasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian edukasi secara verbal menggunakan buku saku. Edukasi meliputi penjelasan tentang teknik relaksasi genggam jari, manfaat terapi musik klasik, serta dampak kecemasan jika tidak ditangani. Edukasi berlangsung selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan intervensi relaksasi genggam jari disertai terapi musik klasik Beethoven selama 15 menit. Untuk mengukur kecemasan digunakan kuesioner STAI-S melalui pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas peserta berada pada kategori kecemasan sedang 11 peserta (44%) dan kecemasan berat 11 peserta (44%). Setelah intervensi, mayoritas peserta mengalami penurunan kecemasan dengan 12 orang (68%) berada pada kategori kecemasan ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi, relaksasi, dan musik klasik dapat menjadi strategi efektif dalam manajemen kecemasan pra operasi. Luaran kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan pasien tentang relaksasi genggam jari dengan terapi musik klasik, penurunan kecemasan pra operasi berdasarkan hasil kuesioner STAI-S, penyusunan buku saku edukasi, dokumentasi kegiatan, serta data pendukung untuk publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi genggam jari dan terapi musik klasik terbukti efektif menurunkan kecemasan pasien pra operasi.