cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Hubungan Stigma Dengan Dukungan Keluarga Dalam Perawatan Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kasongan 2 Carolina, Meilitha; Priskila, Eva; Prawinto, Kries
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.347

Abstract

Stigma merupakan sikap negatif yang muncul akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap permasalahan kesehatan jiwa. Stigma dapat mengurangi dukungan yang diberikan keluarga dalam proses perawatan orang dengan gangguan jiwa di rumah. Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kasongan 2, orang dengan gangguan jiwa sering mendapatkan label sebagai orang gila, dijauhi oleh lingkungan sekitarnya, kurangnya dukungan keluarga dan penelantaran pada penderita gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini Menganalisis hubungan stigma dengan dukungan keluarga dalam perawatan orang dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kasongan 2. Metode penelitian ini menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner stigma dan dukungan keluarga. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma pada orang dengan gangguan jiwa berada pada kategori positif dan dukungan keluarga dalam perawatan orang dengan gangguan jiwa berada pada kategori baik sebanyak 29 orang (89,2%). Ada hubungan kuat, stigma dengan dukungan keluarga, p value 0,000 < 0,05 dan r value 0,789. Stigma memiliki hubungan kuat dengan dukungan keluarga dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Kasongan 2, semakin positif stigma pada orang dengan gangguan jiwa maka akan semakin dukungan yang diberikan oleh keluarga. Pendidikan kesehatan jiwa bagi pasien dan keluarga untuk mengurangi dampak stigma dan meningkatkan dukungan keluarga.
Status Stunting Anak Prasekolah Di Kelurahan Alalak Selatan, Kota Banjarmasin Baidah, Baidah; Rasyid Ridha Ramadhan, Ahmad; Putri, Mutia; Demayanti, Revina; Hariya, Hariya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.349

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk pada kelompok prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sebaran stunting pada anak prasekolah di Kelurahan Alalak Selatan, Kota Banjarmasin tahun 2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi seluruh anak prasekolah sebanyak 3.547 anak. Sampel ditentukan secara accidental sampling pada wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, sehingga diperoleh 302 anak. Data primer dikumpulkan pada Juli 2025 melalui pengukuran antropometri tinggi badan menggunakan stadiometer dan ditentukan berdasarkan height-for-age z-score (HAZ) standar WHO. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 49–68 bulan (61,92%) dengan jenis kelamin seimbang antara laki-laki (52,32%) dan perempuan (49,01%). Berdasarkan status gizi, sebagian besar anak dalam kondisi normal (73,18%), namun 26,82% teridentifikasi mengalami stunting. Temuan ini menunjukkan prevalensi stunting di Kelurahan Alalak Selatan lebih tinggi dibandingkan angka nasional (21,6%), sehingga wilayah ini dapat dikategorikan sebagai daerah kantong stunting yang memerlukan intervensi gizi berkelanjutan.
Perundungan Remaja Di Lingkungan Sekolah Menengah Pertama Asnuriyati, Wahyu; Indrayadi; Yuda Nugraha, Fajar; Farhan Wafa, Akhmad
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.356

Abstract

Perundungan merupakan kekerasan yang terjadi antara teman sebaya selama masa sekolah. Data global mengungkapkan bahwa hampir setengah (47%) remaja berusia 15-18 tahun pernah menjadi korban, dengan prevalensi tertinggi di Afrika (47% pada usia 13-15 tahun), diikuti oleh Amerika Latin (35%), Eropa-Asia Tengah (32%), dan Indonesia (21%). Secara lokal, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin mencatat 24 kasus sepanjang 2023, di mana siswi perempuan menjadi korban lebih banyak (15 kasus) dibandingkan siswa laki-laki (9 kasus). Dampak negatifnya sangat serius, mencakup masalah emosional, fisik, akademik, hingga risiko gangguan mental seperti depresi mayor dan pikiran untuk bunuh diri. Untuk merespons hal ini, penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei ini bertujuan memetakan pengalaman perundungan pada siswa SMP di Banjarmasin. Dengan populasi 22.363 siswa, sampel sebanyak 100 responden dipilih secara stratified random sampling dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner OBVQ (Olweus Bully/Victim Questionnaire). Hasil analisis frekuensi menunjukkan bahwa mayoritas korban (62%) mengalami perundungan dalam kategori rendah, 36% kategori sedang, dan 2% kategori tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pencegahan yang efektif.
Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Kalibawang Kabupaten Kulon Progo Nurjannah Hasibuan; Ririn Wahyu Hidayati; Suyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.253

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi pada anak balita dan dapat berdampak buruk terhadap perkembangan kognitif, fisik, serta produktivitas di masa depan. Prevalensi kejadian stunting di dunia mencapai 26,7% pada tahun 2020. Asia sebesar 33%, dengan kawasan tertinggi di Asia Selatan (WHO, 2022). Pola pemberian makan yang tidak sesuai, baik dari segi jenis, jumlah, maupun jadwal makan, menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi case control. Jumlah populasi balita usia 24-59 bulan dipuskesmas kalibawang sebanyak 849 balita dan jumlah sampel sebanyak 124 responden, terdiri dari 62 kelompok kasus yang diambil secara purposif sampling, dan 62 kelompok kontrol yang diambil dengan accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari hasil  pengeisian kuesioner pola pemberian makan serta pengukuran tinggi badan anak dengan microtois. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan dengan p = 0,000. Intervensi dan edukasi kepada ibu mengenai pemberian makan yang tepat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan stunting.
Studi Kasus Penerapan Pijat Laktasi Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea Di RSUD Ajibarang Pangesti Wahyu Diah Lestari; Siti Haniyah; Atun Raudatul Marifh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.262

Abstract

Masa nifas adalah periode pemulihan penting bagi ibu pasca melahirkan, terutama bagi yang menjalani operasi caesar. Nyeri pasca operasi sering menjadi hambatan utama dalam proses menyusui yang krusial bagi tumbuh kembang bayi. Salah satu solusi non-farmakologis untuk mengatasi masalah ini adalah pijat laktasi. Pijat laktasi yaitu teknik pijat tradisional yang bertujuan untuk melancarkan produksi dan aliran ASI, membantu ibu merasa lebih rileks, dan mengatasi hambatan menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat laktasi terhadap efektivitas menyusui pada ibu nifas pasca operasi caesar. Metode menggunakan desain studi kasus deskriptif, yang bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena atau pengalaman individu secara mendalam. Pendekatan ini berfokus pada pengumpulan data berupa kata-kata dan narasi untuk menggambarkan pengalaman pasien. Setelah intervensi keperawatan selama 3x24 jam, terdapat peningkatan signifikan pada aspek menyusui, termasuk perlekatan bayi, suplai ASI, dan kondisi ibu. Masalah menyusui teratasi sebagian, sehingga sangat dianjurkan untuk melakukan perawatan mandiri melalui pijat laktasi dan dukungan dari keluarga maupun tenaga kesehatan untuk hasil optimal.
Pengaruh Edukasi Nutrisi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di Puskesmas Bilato Kabupaten Gorontalo Pebriyanti Hasan; Zuriati Muhamad; Levana Sondakh; Rizky Nikmathul Husna Ali
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.324

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan periode kritis yang memerlukan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi. Pengetahuan yang kurang mengenai gizi dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan janin, seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, hingga kelahiran bayi dengan berat badan rendah (BBLR). Upaya peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Leaflet sebagai media cetak edukatif bersifat praktis, mudah dipahami, dan dapat dibaca berulang, sehingga efektif dalam menyampaikan informasi gizi. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi nutrisi menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bilato, Kabupaten Gorontalo. Metode: Desain penelitian kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group dan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 ibu hamil yang dibagi purposive menjadi dua kelompok: intervensi dengan edukasi leaflet (n=16) dan kontrol tanpa intervensi (n=16). Instrumen berupa kuesioner diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu hamil pada kelompok intervensi meningkat dari 47,81 menjadi 63,75 setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,739). Uji Mann-Whitney memperlihatkan perbedaan signifikan hasil posttest antara kedua kelompok (p=0,000). Kesimpulan: Edukasi nutrisi menggunakan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Media ini direkomendasikan sebagai alat edukatif bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran gizi selama kehamilan.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kebiasaan Makan Terhadap Anemia Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 1 Godean Indah Sari Kurnia; Siti Fadhilatun Nashriyah; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.361

Abstract

Berdasarkan Dinas Kesehatan DI Yogyakarta prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 48,9% di tahun 2018 (Profil Kesehatan Kota Yogyakarta, 2022). Prevalensi anemia remaja putri di Kabupaten Sleman dari tahun 2022 sebesar 12,60% meningkat menjadi 22,86% pada tahun 2023. Secara umum, anemia pada remaja putri dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi. Pengetahuan sebagai salah satu yang dapat membantu remaja dalam menciptakan kebiasaan makan yang sehat. Remaja yang memiliki pemahaman pengetahuan yang baik terkait anemia akan membentuk kebiasaan makan yang sehat sehingga dapat mengurangi anemia. Salah satu faktor resiko penyebab anemia meliputi kekurangan zat gizi (vitamin A, vitamin B12, folat dan zat besi), perdarahan, peradangan kronis, infeksi parasit dan kondisi bawaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan kebiasaan makan terhadap anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Godean. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu Pengetahuan gizi dan kebiasaan makan, sedangkan variabel dependen anemia. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan gizi terkait anemia dan kuesioner kebiasaan makan yang berisikan jenis, jumlah dan frekuensi makan serta alat GCU Hb untuk mendeteksi kadar Hb. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher’s Exact. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan kejadian anemia (p=1,000) dan juga menunjukkan bahwa kebiasaan makan tidak ada hubungan secara signifikan dengan kejadian anemia (p=0,165).
Implementasi Video Edukasi Komunikasi Situation, Background Assessment, Recommendation (SBAR) Terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Dhea Wulandary; Emiliani Elsi Jerau; Danang Tri Yudono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.363

Abstract

Komunikasi efektif mempunyai pengaruh yang besar terhadap keselamatan pasien untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Salah satu metode komunikasi efektif untuk meminimalisir insiden keselamatan pasien yaitu komunikasi SBAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi video edukasi komunikasi Situation, Background Assessment, Recommendation (SBAR) terhadap tingkat pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan pre-test post-test control group dimana intervensi edukasi pada kelompok intervensi melalui video dan kelompok kontrol melalui leaflet. Sample pada penelitian ini sejumlah 70 responden Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa tingkat III. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pada kelompok kontrol mean sebelum intervensi 63,37 dan setelah intervensi 66,74 dengan p-value 0,566. Pada kelompok intevensi mean sebelum intervensi 62,54 dan setelah intervensi 96,06 dengan p-value 0,000. Hasil uji menggunakan mann whitney menunjukkan mean rank pada kelompok kontrol 19,27 dan kelompok intervensi 51,73 dengan p-value 0,000. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi, sehingga terdapat pengaruh video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Syarbailiani Handayani; Lisda Handayani; Istiqamah; Adriana Palimbo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.274

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan tempat persalinan merupakan keputusan penting yang berdampak langsung terhadap keselamatan ibu dan bayi. Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas persalinan, sebagian ibu masih memilih tempat yang kurang sesuai dengan kondisi obstetriknya. Beragam faktor seperti paritas, kepemilikan asuransi kesehatan, dan jarak ke fasilitas kesehatan berpotensi memengaruhi keputusan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya, Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 289 ibu bersalin tahun 2024 diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi rekam medis, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden memilih bersalin di Rumah Sakit Swasta (53,3%). Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p = 0,023), kepemilikan asuransi kesehatan (p = 0,015), dan jarak tempuh ke fasilitas kesehatan (p = 0,000) dengan pemilihan tempat persalinan. Ibu dengan paritas berisiko, memiliki asuransi, dan berdomisili ≤3 km dari fasilitas kesehatan cenderung memilih RS Swasta. Simpulan: Paritas, kepemilikan asuransi, dan jarak tempuh terbukti berhubungan signifikan dengan pemilihan tempat persalinan. Diperlukan intervensi promotif melalui pendidikan kebidanan serta penguatan akses dan distribusi fasilitas kesehatan maternal untuk mendukung pemilihan tempat persalinan yang aman dan rasional.
Efektivitas Putih Telur Ayam Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Di TPMB Jayanti Cikarang Utara Kabupaten Bekasi 2025 Marlina; Neneng Julianti; Ida Widaningsih; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.333

Abstract

Latar Belakang : Luka perineum pada ibu nifas pascapersalinan dapat menimbulkan nyeri dan risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Lokasi penelitian adalah di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum, sedangkan sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah pemberian putih telur ayam, sedangkan variabel dependen adalah tingkat penyembuhan luka perineum. Instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi dengan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi 95%.. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam (Z = -5,396; p = 0,000). Nilai effect size yang dihitung dari hasil uji Wilcoxon adalah r = 0,70 (95% CI = 0,51–0,82; p = 0,000), yang termasuk kategori efek besar. Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan: Pemberian putih telur ayam terbukti berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Temuan ini mendukung pemanfaatan nutrisi sederhana berbasis protein hewani sebagai bagian dari upaya perawatan pascapersalinan.