cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Penerapan Pemberdayaan Partisipatif Berbasis Elektronik Modul Terhadap Dorongan Bertindak Ibu Hamil Dalam Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah di Kabupaten Kulon Progo Iko Ramadhanu; Anafrin Yugistyowati; Ika Mustika Dewi; Erni Samutri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.150

Abstract

Latar Belakang : Bayi merupakan generasi penerus kehidupan, sehingga kualitas kesehatan bayi sangat penting untuk pembangunan. Angka kematian bayi (AKB) yang tinggi, terutama karena Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), menjadi masalah kesehatan serius. Di Indonesia, BBLR merupakan penyumbang utama kematian bayi, dengan prevalensi yang fluktuatif. Kabupaten Kulon Progo memiliki prevalensi BBLR tertinggi di DIY. Oleh karena itu, pencegahan BBLR melalui edukasi kesehtan dan pemberdayaan ibu hamil sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui penerapan pemberdayaan partisipatif berbasis elektronik modul terhadap dorongan bertindak ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one group pretest-posttest. Lokasi penelitian berada di wilayah Puskesmas Nanggulan. Sampel yang digunakan berjumlah 30 ibu hamil, yang dipilih melalui teknik nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dorongan bertindak, serta media edukasi berupa modul elektronik (e-modul) tentang pencegahan BBLR. Uji normalitas data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, sementara analisis bivariat dilakukan dengan uji wilcoxon dan perhitungan N-Gain Score. Hasil penelitian : Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dorongan bertindak dari 40,93 pada pretest menjadi 58,10 pada posttest, yang mencerminkan peningkatan dorongan bertindak responden setelah intervensi. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan dorongan bertindak signifikan secara statistik setelah intervensi. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian edukasi melalui modul elektronik terhadap peningkatan dorongan bertindak ibu hamil
Hubungan Pemakaian Kontrasepsi Suntik Dengan Perubahan Siklus Menstruasi Di PMB Agil Subekti Turi Sleman Subekti, Agil; Yustina Ananti; Novi Puspita Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.212

Abstract

Latar Belakang : Perubahan siklus menstruasi pada pemakaian kontrasepsi suntik merupakan salah satu efek samping yang sering dialami akseptor. Di Indonesia, menyuntikkan lebih banyak diminati pasangan usia subur yaitu sebanyak 35,5%. Masalah yang sering dialami perempuan dari pemakaian kontrasepsi suntik adalah perubahan siklus menstruasi seperti spotting sebanyak 43,3% , menoragia sebanyak 47%  dan amenore sebanyak 31% . Berdasarkan data penelitian pendahuluan di PMB Agil Subekti didapatkan 18 orang (90%) dari 20 orang mengalami perubahan siklus menstruasi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi di PMB Agi l Subekti Turi Sleman. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan desain pendekatan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang di PMB Agil Subekti pada bulan Juni dengan teknik penggambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dilakukan uji univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact . Hasil : Hasil penelitian menu n jukan mayoritas responden berumur >35 tahun seba n yak 30 orang (60%), pendidikan mayoritas menengah (SMA/SMK) sebanyak 26 orang (52%), pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 27 orang (54%), dan lama penggunaan mayoritas >1 tahun sebanyak 44 orang (88%). Hasil statistik penelitian menunjukkan sebagian besar menggunakan suntik KB 3 bulan sebanyak 31 orang (62%), sebagian besar responden yang mengalami perubahan siklus menstruasi sebanyak 37 orang (74%). Hasil uji statistik Fisher Exact diperoleh nilai p=0,001< 0,005, sehingga ada hubungan signifikansi antara penggunaan kontrasepsi dengan perubahan siklus menstruasi. Kesimpulan : Ada hubungan antara pemakaian kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi di PMB Agil Subekti Turi Sleman
Hubungan Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Makanan Seimbang Dengan Status Gizi Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Laura Anjelina; Ayu Puspita; Silalahi, Dian Mitra D.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.229

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pengetahuan seorang ibu merupakan hal yang sangat mempengaruhi pada status gizi anak. Salah satu penyebab  dari  tingginya  angka  kematian  pada  balita  sehingga menurunkan mutu kehidupan serta terganggunya pertumbuhan dan perkembangan adalah kekurangan gizi. Angka kejadian gizi buruk pada anak usia pra sekolah merupakan dampak dari kurangnya pengetahuan ibu dalam pemberian makanan seimbang sesuai kebutuhan anak, oleh karna itu pengetahuan ibu tentang mengetahui seberapa pentingya pemberian makanan seimbang terutama pada anak masa pertumbuhan sangatlah penting. Fenomena yang ada saat ini di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya masih termasuk tempat dimana sering ditemukannya permasalahan tentang status gizi buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dalam pemberian makanan seimbang dengan status gizi anak pra sekolah usia 3- 5 tahun di wilayah kerja puskesmas pahandut kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan 40 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan chi-square. Hasil: Dari 40 Responden, terdapat 5 responden (12%) dengan pengetahuan tinggi, 9 Responden (22%) dengan pengetahun sedang, dan terdapat 26 responden (65%) dengan pengetahuan rendah. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dalam pemberian makanan seimbang dengan status gizi anak pra sekolah usia 3-5 tahun (p-value 0,000 < α 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan ibu yang baik mengenai pemberian makanan seimbang terhadap status gizi anak pra sekolah sangatlah penting untuk menjaga anak tetap sehat dan terhindar dari gizi buruk.
Hubungan Dukungan Keluarga Tentang Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman Yogyakarta Novalia, Ega Putri; Intan Mutiara Putri; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.266

Abstract

Anemia defisiensi zat besi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang paling sering terjadi pada remaja putri, terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan, serta faktor-faktor seperti menstruasi, kurangnya asupan makanan bergizi, dan rendahnya penyerapan zat besi. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, prevalensi anemia pada remaja putri meningkat signifikan, terutama di Kabupaten Sleman.Salah satu upaya pemerintah adalah pemberian tablet tambah darah .Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dapat dimaksimalkan melalui dukungan keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian anemia pada remaja putri di Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas X dan XI yang berjumlah sebanyak 51 siswi dengan pengambilan sample secara teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan Hb menggunakan easy touch GCHb, kemudian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil menunjukkan nilai p- value = 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian anemia pada remaja putri. Harapan selanjutnya bagi remaja lebih sadar pentingnya konsumsi TTD secara teratur dan terbuka kepada keluarga tentang kondisi kesehatannya untuk mencegah anemia.
Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025 Fauziah, Syifa; Ika Kania Fatdo Wardani; Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.269

Abstract

Latar Belakang: Jumlah persalinan dengan metode SC meningkat setiap tahunnya, berbagai faktor dengan berbagai indikasi. Pasien operasi caesar sering kali merasakan nyeri sebagai salah satu akibat yang paling nyata, Salah satu teknik distraksi untuk menurunkan intensitas nyeri adalah dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC di ruang nifas Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025. Metode : Penelitian ini melakukan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Post Sectio Caesaria di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma, Sampel penelitian nya adalah Ibu Post Sectio Cesaria yang memenuhin syarat inklusi sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam bentuk kuesioner observasional yang menggunakan skala penilaian numerik (NRS) untuk mengukur nyeri sebelum dan sesudah intervensi terapi murotal surat Ar Rahman. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada penurunan nyeri pasien post SC setelah diberikan intervensi terapi surat Ar Rahman dengan nilai p < 0,005. Sebelum intervensi, mayoritas responen memiliki skala nyeri berat. Namun setelah intervensi terjadi penurunan skala nyeri sedang dan ringan. Kesimpulan : terapi murotal surat Ar Rahman berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyei pasien post SC di raung Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar bisa menerapkan terapi murotal dalam upaya menurunkan nyeri pada post SC
Evaluasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMP N 2 Wates Yogyakarta Wijaya, Yugi Wahyuni Putu; Siti Istiyati; Dita Kristiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.270

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya pencegahan. Meski demikian, implementasi dan keterlibatan remaja dalam program ini masih beragam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di SMP N 2 Wates. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja putri kelas VII dan VIII di SMP N 2 Wates. Sampel sebanyak 57 responden dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Google Form dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia dan TTD (91,2%), serta menunjukkan sikap yang tinggi terhadap konsumsi TTD (64,9%). Dalam hal kepatuhan, mayoritas termasuk kategori patuh (87,7%), meskipun masih ditemukan responden yang belum mengonsumsi TTD secara rutin. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa aspek pengetahuan dan sikap responden terhadap konsumsi TTD relatif baik, namun masih terdapat variasi dalam kepatuhan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Edukasi Manajemen Laktasi Dan Pelatihan Mandiri Pijat Endorphin Sebagai Strategi Upaya Meningkatkan Produksi ASI Pada Asuhan Keperawatan Ny. R Dengan Post Partum Sectio Caessarea Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Sitta Nurlaeli Ramadhani; Ema Wahyu Ningrum; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.271

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) sering menimbulkan masalah fisiologis maupun psikologis pada ibu, termasuk keterlambatan pengeluaran ASI akibat nyeri, kecemasan, dan keterbatasan mobilisasi. Manajemen laktasi dan pijat endorphin menjadi intervensi penting untuk meningkatkan produksi ASI. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum SC dengan penerapan manajemen laktasi dan pijat endorphin di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada ibu post SC dengan menyusui tidak efektif. Metode yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berupa edukasi menyusui, konseling laktasi, pijat endorphin, serta dukungan keluarga mampu memperbaiki kondisi pasien, ditandai dengan peningkatan keluarnya ASI, kekuatan hisapan bayi, serta penurunan kecemasan. Kesimpulannya, kombinasi edukasi manajemen laktasi dan pijat endorphin terbukti efektif mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Baby Blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025 Lilis Setiawati; Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.317

Abstract

Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional yang dialami ibu pasca persalinan dan sering kali diabaikan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang baby blues dapat meningkatkan risiko kejadian tersebut. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar umur ibu hamil tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 24 orang (80%), dan tidak bekerja sebanyak 21 orang (70%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden (70%). Setelah intervensi, Sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 29 responden (96,7%) dengan kategori baik. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,011 (<0,05), yang berarti pendidikan kesehatan menggunakan leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan leaflet sebagai media edukasi rutin dalam pelayanan antenatal care.
Efektivitas Edukasi Media Dengan Booklet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Dini Di SMPN 3 Cibarusah Kabupaten Bekasi Devi Triana; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti; Retno Anggraeni Puspita Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.350

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang melibatkan remaja berusia 13–18 tahun yang belum matang secara fisik maupun mental, dan di beberapa budaya Indonesia masih dianggap lumrah. Tingginya angka pernikahan dini di Kecamatan Cibarusah menjadi perhatian karena berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan psikososial remaja. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMPN 3 Cibarusah. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 359 siswa, dengan 189 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan memakai kuesioner. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat setelah edukasi, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), menandakan pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, media booklet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dan dapat dimanfaatkan sebagai metode edukasi untuk pencegahan.
Hubungan Self Healing Dengan Tingkat Stres Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kayon Palangka Raya Nurhasanah; Agustina Nugrahini; Eva Priskila
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.354

Abstract

Latar belakang: Hipertensi disebut sebagai “The Silent Killer” karena sering kali tidak menunjukkan gejala, tetapi memiliki tingkat mortalitas tinggi dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Salah satu penyebabnya adalah stres psikologis yang tidak disadari. Survei pendahuluan di Puskesmas Kayon Palangka Raya menunjukkan beberapa pasien hipertensi mengalami stres akibat pekerjaan, kelelahan, dan masalah keuangan, namun belum memiliki strategi pengelolaan stres yang efektif. Beberapa pasien tidak memahami konsep self healing, sedangkan sebagian lainnya telah menerapkan teknik seperti menarik napas dalam, berdoa, atau menyendiri, meskipun belum menyadari bahwa itu termasuk self healing. Padahal, self healing merupakan cara sederhana yang dapat membantu mengurangi stres melalui relaksasi dan kesadaran diri. Tujuan: Mengetahui hubungan antara self healing dan tingkat stres pada pasien hipertensi di Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 68 responden hipertensi dipilih secara purposive sampling. Instrumen menggunakan SHAS dan DASS-42 subskala stres. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Self healing sedang sebanyak 27 responden (39,7%) dan tinggi 26 responden (38,2%). Tingkat stres terbanyak adalah stres sedang sebanyak 25 responden (36,8%). Hasil uji menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,227; r = -0,149). Kesimpulan: Semakin tinggi kemampuan self healing, maka cenderung semakin rendah tingkat stres, namun hubungan ini sangat lemah. Hal ini diduga karena penerapannya belum konsisten dan dipengaruhi faktor eksternal seperti pekerjaan dan dukungan sosial.