cover
Contact Name
Moch Wahib Dariyadi
Contact Email
wahib.fs@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wahib.fs@um.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Konfererensi Nasional Bahasa Arab
ISSN : 25409417     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Konferensi Nasional Bahasa Arab tahunan JURUSAN SASTRA ARAB FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Tema : Kreativitas dan Inovasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia Sub Tema : Strategi Pembelajaran Bahasa Arab MetodePembelajaran Bahasa Arab Media Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Arab Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab Problematika Pengajar Bahasa Arab Problematika Pebelajar Bahasa Arab Model Pembelajaran Bahasa Arab Pendekatan Pembelajaran Bahasa Arab Motivasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Peningkatan Mutu Pembelajaran Bahasa Arab Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab Kajian Sastra Arab Kajian Al-Qur’an.
Arjuna Subject : -
Articles 539 Documents
PROBLEMATIKA PEBELAJAR BAHASA ARAB PEMULA DI MADRASAH ALIYAH DAN SOLUSINYA NASTA’AN NASTA’AN
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 1 (2015): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab I
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Pembelajaran Bahasa Arab yang urutan materinya sudah ditata secara sistematis terkadang masih menyisakan kendala, terutama di awal tahun pelajaran baru. Banyaknya siswa Madrasah Aliyah yang berasal dari SMP dan belum mengenal tulisan Arab layak mendapat perhatian serius. Kesulitan mereka dalam membaca, menulis apalagi berbicara harus direspon dengan solusi yang tepat. Dilihat dari sumbernya, problematika pebelajar ini meliputi problematika intern seperti motivasi belajar yang rendah dan perbedaan kemampuan awal siswa. Sedang dari aspek ektern, muncul lemahnya budaya berbahasa Arab (bi’ah arabiyah), padatnya materi pelajaran lain yang harus dikuasai, rendahnya tantangan penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi, minimnya sumber belajar dari internet, film, lagu, termasuk banyaknya buku yang diterjemahkan sehingga memupus rasa keingintahuan pebelajar untuk mendalami bahasa ini. Tentunya, permasalahan tersebut harus segera direspon serius sehingga semangat, kesadaran dan keingintahuan pebelajar pemula tidak sempat meredup .Kata Kunci: problematika, pebelajar, pemula
تحقيق تعليم قواعد العربية الموظفة الممتع المشوق: وصف محتوى قواعد الكتاب في تعلم العربية ليلي مزية
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 1 (2015): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab I
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ليلي مزية(مدرسة بقسم الأدب العربي بجامعة مالانج الحكومية) ملخص البحث: الكتاب المعد لتعليم العربية لغير الناطقين بها له عدة مكونات راعاها مؤلفه عند تأليفه، أولها المادة اللغوية وهي المكون الأساسي . ويقصد بالمادة اللغوية (رشدي خاطر ورسلان، 2000:346) هي نصوص الدروس المتضمنة في الكتاب. وهذه النصوص تتفاوت تبعا للمستوى ، سواء أكان للمبتدئين أو للمستوى المتوسط ، أو المستوى المتقدم ، الذي وضع له الكتاب. وأن تكون هذه النصوص ملائمة لمستخدمي المادة اللغوية من حيث مراعا لظروفهم اللغوية والحياتية ، ويتطلب ذلك القيام بعدة دراسات.بضوء ما سبق فإن الكتاب المعد يمثل فلسفة انطلق منها المؤلف في عملية إعداد كتابه ومنهجا اهتدى به في تنظيم أجزائه. هذه المقالة الضئيلة تصف مواد لغوية للقواعد يشتمل عليها "الكتاب في تعلم العربية" من  نواحي (1) الموضوع ، و(2) العرض أو التقديم ، و (3)  التدريبات. وهو كتاب العربية للناطقين بغيرها أعده ثلاثة خبراء في تدريس العربية كلغة ثانية/أجنبية. وتتصف مواد القواعد فيه إجمالا بقسمين: (1) شرح القواعد نظرية والأمثلة، (2) التمرين عليها: في الصف وفي البيت. وبالاضافة إلى ذلك أن القواعد تقدم على الشكل الموظف المعتمد على إطار تنمية المهارات الأربع. ومن صور تمرين القواعد: المزاوجة، والترجمة، والتكملة، والسؤال والجواب، والتحويل، والتحديد أو التعيين. ولتحقيق تعليم القواعد الممتع فيتضمن الكتاب كيف تقدم القواعد من خلال التمثيل والألعاب اللغوية تدرببا وتطبيقا لها. كلمات المفتاح: ، تعليم القواعد، مواد، الكتاب في تعلم العربية.
PEMANFAATAN INTERNET UNTUK BELAJAR BAHASA ARAB SECARA MANDIRI IQNAUS SALAM
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 2 (2016): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab II
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut manusia untuk dapat menggunakan dan memanfatkannya dengan baik. Internet adalah salah satu hasil dari perkembangan teknologi. Bagi peserta didik, mendapatkan pengetahuan dan informasi yang luas tentang suatu ilmu adalah hal yang dibutuhkan oleh mereka. Tetapi tampaknya hal itu sulit terwujud jika hanya mengharapkan ilmu itu kepada gurunya saja. Hal itu dikarenakan jumlah pertemuan tatap muka antara guru dan peserta didik yang terbatas ruang dan waktu. Oleh karena itu belajar mandiri bagi peserta didik menjadi dibutuhkan.  Belajar bahasa arab secara mandiri menggunakan internet dapat membantu peserta didik dalam memahami dan menguasai bahasa arab dengan baik yang meliputi empat ketrampilan berbahasa yaitu mendengar ( istimak ), berbicara ( kalam ), membaca ( qira’ah ), dan menulis ( kitabah ). Hal ini dikarenakan semua data yang dibutuhkan tentang bahasa arab yang meliputi empat ketrampilan tersebut dapat di peroleh melalui internet. Makalah ini membahas tentang pemanfaatan internet untuk belajar bahasa arab secara mandiri. Kata Kunci : Pemanfataan Internet, belajar bahasa arab
تضمين مهنج ثنائية اللغة في المدارس بإندونيسيا همة المحمودة
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 4 (2018): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab IV
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ملخص البحث: يعد المنهج أحد أهم مكونات نظام التعليم، لأن المنهج هو مكون تعليمي يستخدم كمرجع من قبل كل وحدة تعليمية، سواء من من قبل المديرين ومقدمي التعليم وخاصة المعلمين في تصميم وتنفيذ التعليم. وإحد الأمكنة لتطوير وتطبيق المنهج هو المدرسة. كانت المدرسة يطبق نظام المنهج الدي سيتم استخدامه كمرجع في عملية التعلم. في هذا الحالة يمكن للمدارس تطوير المناهج الدراسية التي يتم استخدامها مع البرامج التي أنشأها المدارس ولكن تبقي على المنه الأساسي مثل البرامج ثنائي اللغة. منهج ثنائي اللغة هو أحد تطوير منهج التعليم حيث أنه يختلف عما جرى في العادة. يستخدم المنهج ثنائي اللغة لغتين عتد التعليم في حين أن التعلم المنتظم يستخدم اللغة الإندونيسية وحده. وهذه المقالة تسير على منهج الكيفي يهدف إلى وصف تضمين منهج ثنائي اللغة في المدارس بإندونيسيا. الكلمة الرئيسية: منهج، ثنائي اللغة، العربية، الإنجليزية 
PUNYAKU, PUNYAMU, DAN PUNYA KITA (STIMULUS PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR BAHASA ARAB SECARA MANDIRI DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG) SITI NUR MAMBAUS SHAFA
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 2 (2016): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab II
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab secara mandiri memberi stimulus pada peserta didik untuk memaknai setiap hal yang dipelajarinya dari berbagai sudut pandang. Dengan strategi representasi visual yang dikembangkan oleh Harste, Short, dan Burke (1988) ini, dapat membantu peserta didik untuk mendapatkan pemahaman tentang bermacam sudut pandang. Strategi ini memanfaatkan konsep konstruktivisme yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang kita pelajari dikaitkan dengan apa yang telah kita pelajari. Strategi ini bertujuan; (1) agar peserta didik dapat belajar bahasa Arab secara mandiri, dan (2) memahami berbagai macam sudut pandang untuk mencapai keberhasilan belajar. Karena pemahaman tentang dunia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sudut pandang seseorang. Kegiatan peserta didik dalam penerapan strategi ini adalah; (a) analisis ikhtisar, (b) diskusi permasalahan pro dan kontra, dan (c) menjelaskan perbedaan yang ditemui. Dengan strategi representasi visual ini, peserta didik dapat menunjukkan interpretasi, membuka potensi baru, dan mengkreasikan makna.Kata Kunci : konstruktivisme, sudut pandang, belajar mandiri.
KONSEP MANUSIA SEBAGAI INSAN DALAM SEBAGIAN AYAT AL-QUR’AN Himmatul Istiqomah
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 4 (2018): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab IV
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode tadabbur Al-Qur’an dan pendekatan integratif, yang menelaah lebih intens pada kata insan sebagai salah satu sebutan untuk manusia. Pada sampel penelitian ini, peneliti mendapati bahwa sosok manusia sebagai insan memiliki posisi yang sangat menarik. Sebagaimana yang difirmankan dalam surat At-Tiin, Al-‘Alaq, dan Al-‘Ashr, Allah bersumpah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Namun,  Allah menempatkannya pada tempat yang seburuk-buruknya, kecuali bagi orang-orang yang mengindahkan beberapa kriteria tertentu, yakni: 1) mampu meneguhkan keyakinannya terhadap Allah dan segala ketentuan-Nya, 2) membiasakan diri berbuat kebaikan, 3) berwasiat perihal kebenaran, dan 4) berwasiat perihal kesabaran. Untuk merealisasikan kriteria tersebut, Allah mengukuhkan perintah agar manusia “membaca” apapun yang didapatinya, baik yang tersurat maupun tersirat. Kemudian, Allah juga memerintahkan agar manusia “menulis” apa yang diperolehnya dari “membaca”, guna menyebarkan pengetahuan untuk sesama. Melalui kedua aktivitas ini, semua manusia dapat saling bekerja sama merealisasikan keempat kriteria tersebut, sehingga tercipta kehidupan yang sejahtera, di masa sekarang dan yang akan datang.Kata Kunci: Manusia, Insan, Al-Qur’an
Pembelajaran Debat Bahasa Arab Melalui Model International Universities Arabic Debating Championship (IUADC), Qatar Fithrotul Jannah
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 3 (2017): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL BAHASA ARAB III
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Debat bahasa Arab adalah salah satu penyokong keterampilan bahasa Arab yang efektif untuk pelajar. Tidak diragukan lagi bahwa saat ini, banyak sekali instansi yang dinaungi pemerintah, dan Universitas-universitas di Indonesia maupun di Luar Negeri mengadakan Perlombaan debat bahasa Arab. Debat bahasa Arab membutuhkan banyak skill, yaitu skill berbahasa Arab, seni retorika, ketajaman logika, rasionalitas pola berpikir dalam memahami berita global maupun internasional yang aktual dalam mosi perdebatan. Isu  perdebatan mencakup berbagai bidang, diantaranya adalah bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hokum, agama, kebudayaan, politik dan lainnya. Permasalahannya adalah mayoritas peserta debat dan pembimbing, khususnya di tingkat pendidikan menengah belum memahami teknis debat yang baik, selain itu sebelumnya belum adanya buku panduan khusus dalam pembelajaran debat. Sehingga munculnya Qatar Debat Center yang mendirikan IUADC  (International Universities Arabic Debating Championship) dianggap mampu menjadi rujukan dalam pembelajaran debat bahasa Arab.Kata kunci: Debat Bahasa Arab, Debat bahasa Arab International Universities Arabic Debating Championship (IUADC), Qatar
OPTIMALISASI PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MELESTARIKAN PENERJEMAHAN ARAB – JAWA MODEL WORD FOR WORD TRANSLATION DALAM BUKU-BUKU KUNO BERBAHASA ARAB: ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL MUHAMMAD YUNUS ANIS
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 1 (2015): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab I
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Arab telah hadir di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama, seiring dengan kehadiran bahasa Arab di Indonesia, kitab-kitab berbahasa Arab mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dengan menggunakan huruf Arab Pegon. Salah satu kitab yang menggunakan penerjemahan tersebut adalah kitab Bida>yatul-Hida>yah karya Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan oleh Kyai Haji Hamma>m Na>shirud-Di>n Magelang. Kitab tersebut mengandung tuntunan umat muslim dalam bertata krama yang baik terhadap Allah SWT (at-thari>q al-‘ubu>diyyah). Dalam menerjemahkan kitab tersebut, penerjemah menggunakan model word for word translation yang cukup khas dan berkarakter. Pesan moral yang ada dalam kitab diungkapkan dengan syarah (penjelasan) dengan menggunakan bahasa Jawa. Tradisi penerjemahan Arab – Jawa ini tidak boleh punah dimakan oleh modernitas zaman dengan munculnya berbagai macam kamus elektronik bahasa Arab. Model penerjemahan Arab – Jawa ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kajian-kajian yang ada dalam perguruan tinggi terhadap model penerjemahan Arab – Jawa tersebut, baik dari sisi leksikal maupun teknik penerjemahannya. Sehingga, pada akhirnya outcome yang dapat dihasilkan adalah sebuah glosarium leksikon Arab – Jawa yang dapat dijadikan sebagai sumbangsih mutualisme antara bahasa Arab dan bahasa Jawa terhadap pembentukan moral dan karakter bangsa Indonesia. Kata Kunci: Penerjemahan Arab – Jawa, word for word translation, Semantik Leksikal, Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi, Kitab Terjemahan Bida>yatul-Hida>yah.
KONSEP KEUMMIAN NABI MUHAMMAD DALAM AL-QUR’AN (Tela’ah Kritis terhadap pemikiran Agus Mustofa dalam perspektif ilmu balaghah) Mukmin Mukmin
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 3 (2017): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL BAHASA ARAB III
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fokus kajian dalam penelitian ini adalah analisis kritis terhadap metamorfosa keummian Sang Nabi dalam perspektif ilmu balaghah. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad hingga akhir hayatnya tetap menjadi seorang yang ummi. Kata ummi yang disematkan pada diri Nabi Muhammad dalam QS al-ankabut diungkapkan dengan penggunanan kata kerja atau verbal (fi’li) yang dinafikan dengan huruf ma yang arah maknanya adalah tidak ada dinamika dalam kehidupan beliau mengenai kegiatan baca tulis dan yang kedua dalam suart al-a’rof diungkap dengan kata berbentuk isim atau kata benda yang arah maknanya adalah tetap dan berkelanjutan. Adapun empat ayat (al-A’laq:1-5, al-Qolam 1-6, al-a’la 6-8, al-Bayyinah: 1-2) yang dipergunakan oleh Agus Mustofa untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad menjadi seorang yang pandai baca tulis terbantahkan dengan analisis balaghah secara tekstual dan kontekstual, ke empat ayat tersebut tidak tepat untuk dikatakan bukti bahwa keummian Nabi Muhammad bersifat temporer. Kata kunci: balaghah, ummi, tafsir tekstual, tafsir kontekstual
METODE JIBRIL INOVATIF: MODEL BINA UCAP LISAN (TADRIB AL-NUTHQ) BERBASIS TALQIN-TAQLID DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ALI MA’SUM YUSUF HANAFI
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 1 (2015): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab I
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemerolehan bahasa kedua, termasuk bahasa Arab, peserta didik seringkali mengalami kesulitan yang disebabkan oleh banyaknya fonem-fonem Arab yang tidak memiliki padanan bunyi dalam bahasa ibunya. Kesulitan belajar itu diakibatkan oleh perbedaan fonem-fonem kedua bahasa tersebut, baik dari posisi artikulasi (makharij al-huruf) maupun cara pengucapan (sifat al-huruf), yang pada gilirannya menyebabkan kekeliruan dalam pelafalan fonem-fonem Arab itu. Dampak lanjutannya, artikulasi peserta didik menjadi sulit dimengerti, membingungkan lawan bicara, dan kadang salah diinterpretasi sehingga mengakibatkan komunikasi tidak dapat berjalan dengan baik dan lancar, khususnya dengan pihak penutur asli (native speakers). Masalah di atas tentu menuntut perhatian dan penanganan serius melalui terobosan artikulasi lisan yang kreatif dan inovatif. Dalam frame work inilah, tulisan ini hadir dengan maksud untuk mengintrodusir model bina ucap lisan (tadrib al-nuthq) berbasis talqin-taqlid yang dibingkai dalam “Metode Jibril Inovatif” untuk mengembangkan ketepatan ucap (fashahah), aksen (nabr), intonasi (tanghim), dan logat (lahjah) peserta didik dalam melafalkan huruf, kata, frase maupun kalimat Arab. Tulisan konseptual ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan sejarah, transformasi, dan karakteristik Metode Jibril Inovatif; (2) mendeskripsikan problematika bina ucap lisan (tadrib al-nuthq) dalam membentuk kefasihan artikulasi fonem-fonem arab; (3) menguraikan secara analitis talqin-taqlid sebagai teknik dasar dalam Metode Jibril Inovatif.Kata Kunci:Metode Jibril Inovatif, Talqin-Taqlid, Tadrib al-Nuthq.

Page 7 of 54 | Total Record : 539