cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 PADA PENYUSUNAN PERATURAN DESA DI KABUPATEN INDRAMAYU Rasji Rasji; Gunardi Gunardi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.9926.2020

Abstract

Indonesia has enacted Law Number 12 Year 2011 concerning the Formation of Legislation. Village regulation is one of the laws and regulations established by the village and its formation must refer to this law. How is the implementation of Law Number 12 Year 2011 in the practice of forming village regulations in Indramayu Regency? What are the obstacles in implementing Law No.12 of 2011 on the formation of village regulations? This problem has been investigated using empirical research methods. The aim is to determine the implementation of Law No.12 of 2011 on the formation of village regulations. The results of this study indicate that Law Number 12 of 2011 has not been implemented properly in the formation of village regulations. The obstacle is that village government officials do not have knowledge of the formation of village regulations.   Indonesia telah menetapkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Peraturan desa adalah salah satu peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh desa dan pembentukannya harus mengacu pada undang-undang tersebut. Bagaimana implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 pada praktik pembentukan peraturan desa di Kabupaten Indramayu? Apa yang menjadi kendala dalam implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 pada pembentukan peraturan desa? Permasalahan tersebut telah diteliti dengan menggunakan metode penelitian empiris. Tujuannya adalah untuk mengetahui implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 terhadap pembentukan peraturan desa. Hasil penelitian ini menunjukan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 belum diimplementasikan dengan baik pada pembentukan peraturan desa. Kendalanya adalah aparatur pemerintah desa belum memiliki pengetahuan tentang pembentukan peraturan desa.
TERITORIALITAS RUANG RUMAH ADAT CIKONDANG PADA TRADISI WUKU TAUN Widianti, An-nisaa Kurnia; Santosa, Imam
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9131.2021

Abstract

The current activities in the Cikondang traditional house which has become a cultural heritage is currently changing in a shift function, but it remains the center of the activities for continuation of ritual events, named Wuku Taun. This celebration must be held in a traditional house as a form of respect for the traditional ancestors. Therefore ,the role of the space in traditional houses is very significant. The activities that take place in the spaces of the Cikondang traditional house have formed an interaction between the user and the territory. Starting from this background, it has several problems; how is the territorial phenomenon that occurs in the rooms of traditional houses during Wuku Taun celebration and what are the elements that affect the territoriality in the spaces, especially at the Wuku Taun celebration. This study aims to determine the elements that form territorial relationships. This research is a descriptive analysis with a phenomenological method that uses the territorial theory approach proposed by Brower. The results showed that the territoriality in the traditional house is seen in the territorial setting where the users of the space still place their respective positions because of the restrictions shown as a defensive mechanism, the indigenous people still follow to the rules of customs that apply as cultural and ritual controls, giving rise to regular territoriality and customs rules which are cultural factors are able to produce their own territorial attitude from the visible activities. In addition, strong social ties between the local and the outside peoples, a high sense of ownership within the indigenous community so that this cultural ritual continues every year in the spaces of the Cikondang traditional house. Kegiatan saat ini di rumah adat Cikondang yang telah menjadi cagar budaya saat ini mengalami pergeseran fungsi, namun tetap menjadi pusat kegiatan keberlangsungan acara ritual adat yaitu Wuku Taun. Perayaan tersebut wajib dilaksanakan dalam rumah adat sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur adat. Oleh karena itu, peran ruang dalam rumah adat menjadi suatu hal yang sangat signifikan. Kegiatan yang berlangsung di dalam ruang-ruang rumah adat Cikondang telah membentuk suatu interaksi antara pengguna dengan wilayah. Bertolak dari latar belakang tersebut yang kemudian menimbulkan permasalahan yaitu, bagaimana fenomena teritorialitas yang terjadi dalam ruang-ruang rumah adat pada saat perayaan Wuku Taun dan apa saja unsur-unsur yang berpengaruh pada teritorialitas dalam ruang-ruang tersebut khususnya pada perayaan Wuku Taun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya fenomena teritorialitas terutama saat kegiatan Wuku Taun dan untuk mengetahui unsur-unsur yang membentuk hubungan teritorialitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan metode fenomenologi yang menggunakan pendekatan teori teritorialitas yang dikemukakan oleh Brower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teritorialitas di dalam rumah adat terlihat pada setting teritori di mana pengguna ruang tetap menempatkan posisinya masing-masing karena pembatasan yang ditunjukkan sebagai mekanisme defensif, masyarakat adat tetap mematuhi aturan adat istiadat yang berlaku sebagai kontrol budaya dan ritual sehingga menimbulkan teritorialitas yang teratur dan aturan adat istiadat yang merupakan faktor budaya mampu menghasilkan sikap teritorialitas tersendiri dari aktivitas yang terlihat. Selain itu, keterikatan sosial yang kuat antar masyarakat adat setempat maupun luar, rasa kepemilikan yang tinggi dalam diri masyarakat adat sehingga ritual budaya ini terus berlangsung ada setiap tahunnya di dalam ruang-ruang rumah adat Cikondang.
EFEKTIVITAS ART THERAPY DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PENDERITA KANKER Ruslan, Christella; Satiadarma, Monty P.; Subroto, Untung
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9853.2021

Abstract

Cancer is caused by the uncontrolled development of cells in the body and can cause death in someone who experiences it. This condition can affect the physical and psychological health of parents, especially mothers who look after and care for their children. Seeing this, having a child with cancer can certainly cause anxiety in a mother. At the same time, a mother is certainly required to provide emotional support to her child who is sick. This study aims to examine the effectiveness of art therapy in reducing anxiety in mothers of children with cancer. Art therapy that is applied to mothers who have children with cancer can help reduce the anxiety they feel because through this therapy participants are assisted in exploring, releasing their emotions and feelings of anxiety. Through this intervention, mothers who have children with cancer can experience catharsis and express their feelings. Participants in this study consisted of two mothers who have children with cancer. The design of this study is a quasi-experimental study by testing the pretest and posttest using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI) measurement tool in measuring state and trait anxiety from mothers who have children with cancer. The results of the study found that there was a decrease in the number of state anxiety by 14 in the R participant and 8 in the RS participant. Based on this, it can be concluded that art therapy intervention can reduce the state anxiety in mothers who have children with cancer. Kanker disebabkan oleh adanya perkembangan sel yang tidak terkendali dalam tubuh dan dapat menyebabkan kematian pada seseorang yang mengalaminya. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan secara fisik dan psikologis dari orang tua, terutama ibu yang menjaga serta merawat anaknya. Melihat hal ini, memiliki anak penderita kanker tentu dapat menimbulkan kecemasan dalam diri seorang ibu. Pada saat yang bersamaan, seorang ibu tentu dituntut untuk memberi dukungan secara emosional kepada anaknya yang sedang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas dari art therapy dalam menurunkan kecemasan pada ibu yang memiliki anak penderita kanker. Art therapy yang diterapkan pada ibu yang memiliki anak penderita kanker dapat membantu menurunkan kecemasan yang dirasakan karena melalui terapi ini partisipan dibantu agar bisa mengeksplorasi dan mengeluarkan emosi serta perasaan cemas yang dimiliki. Melalui intervensi art therapy ini, ibu yang memiliki anak penderita kanker dapat melakukan katarsis dan mengungkapkan perasaannya. Partisipan dalam penelitian ini terdiri atas dua orang ibu yang memiliki anak penderita kanker. Adapun desain penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan menguji pretest dan posttest yang menggunakan alat ukur State-Trait Anxiety Inventory (STAI) dalam mengukur kecemasan secara state dan trait dari ibu yang memiliki anak penderita kanker. Hasil penelitian menemukan adanya penurunan angka dari skor state anxiety sebesar 14 pada partisipan R dan 8 pada partisipan RS. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa intervensi art therapy dapat membantu menurunkan kecemasan secara state anxiety pada ibu yang memiliki anak penderita kanker.
GAMBARAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENJADI MISIONARIS Laurens, Stevanie; Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.8634.2021

Abstract

The decision making process of becoming a missionary is not an easy task to do because it needs a lot of consideration. Every decision making processes usually need to go through several stages, it also applies in the decision making process to become a missionary. When someone live as a missionary, they might face a lot of challenges and difficulties that could even make them quit mission forever. The challenges for most missionaries include financial difficulties, desperation and feel unable to do things, or even tiredness. This research aimed to  give more information regarding the decision making process of becoming a missionary that includes all of the stages that each of them go through in their decision making process and also the factors that influence their decision making. This type of research is non experimental with quantitative research methods. Data retrieval in this study using interview techniques in depth interview. There are seven stages of participant decision making before deciding to become a missionary. The participants of this research are five Indonesian missionary who serve at several cities in Indonesia and also in another country. It is known that the study participants were most accurately informed about missionaries because they were active in serving in the church and participated in activities such as short theological schools, etc. From the result of this research, we could see that the decision making process of becoming a Christian missionary also follows the decision making steps. Proses pengambilan keputusan untuk menjadi misionaris bukan hal yang mudah untuk dilakukan karena memerlukan banyak pertimbangan. Setiap proses pengambilan keputusan biasanya melalui beberapa tahapan, begitu pula dengan proses pengambilan keputusan untuk menjadi seorang misionaris. Ketika seseorang menjalani kehidupan sebagai misionaris maka mereka akan menghadapi banyak tantangan dan kesulitan yang bahkan bisa menyebabkan mereka keluar dari misi misalnya tekanan dalam hal finansial, memiliki perasaan tidak mampu, atau merasa kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses pengambilan keputusan yang terjadi pada orang yang menjadi misionaris meliputi seluruh tahapan yang dilalui serta faktor apa yang paling memengaruhi pengambilan keputusan tersebut sehingga dapat membantu pembaca, khususnya calon misionaris Kristen, ketika mau melakukan pengambilan keputusan yang penting. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode penelitian kuantitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara in depth interview. Terdapat tujuh tahapan pengambilan keputusan partisipan sebelum memutuskan diri menjadi seorang misionaris. Partisipan penelitian ini terdiri dari lima orang misionaris Kristen asal Indonesia yang melayani di berbagai kota di Indonesia dan juga di luar negeri. Diketahui bahwa partisipan penelitian paling banyak mendapat informasi akurat terkait misionaris karena aktif dalam melayani di gereja dan mengikuti berbagai kegiatan seperti sekolah teologi singkat, dan lain-lain.Berdasarkan hasil penelitian, pengambilan keputusan untuk menjadi misionaris dilakukan sesuai dengan tahapan pengambilan keputusan.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI UNTUK MATERI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN LINTASAN BELAJAR GEOMETRI Budhayanti, Clara Ika Sari; Bata, Julius
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9477.2021

Abstract

Mathematics is an essential subject for students to master from the start. However, most students have difficulty learning mathematics and reduce interest in learning. This is one of the causes of low math test results. Therefore, a learning method or media was needed that can attract students' interest in learning. One of the learning media that can attract students' interest in educational games. This study aims to develop educational games that can be needed as a medium for learning mathematics, primarily material about geometry. The research method used in this research is development research. The geometry learning path is used as the basis for game design. The trial was conducted with a small group involving teachers and students. The game was developed using the Unity 3D game engine with a digital storytelling model in the geometry learning pathway in elementary schools. The results of the development show that the educational game with the name "GEMBIRA" can help improve the ability to learn flat shapes. This game can also help the learning process of students who experience learning trajectories based on Piaget and Van Hiele's learning trajectories. The game "GEMBIRA" can also attract students' attention to complete all the games, so that students can gain complete knowledge and understanding of the concept of flat shapes. Teachers are advised to use the game "GEMBIRA" in the learning process, especially learning material for flat shapes. It is suggested for learning media developers, especially educational game developers, to develop educational games by referring to the learning trajectory that students must pass so that the games developed can complement the learning process at school. Matematika merupakan mata pelajaran yang penting untuk dikuasai oleh siswa sejak awal. Namun, sebagian besar siswa mengalami kesulitan belajar matematika dan mengurangi minat belajar. Hal ini menjadi salah satu penyebab hasil tes matematika cenderung rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan cara atau media pembelajaran yang dapat menarik minat belajar dari siswa. Salah satu media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa adalah game edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game edukasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika khususnya materi tentang geometri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Lintasan belajar geometri digunakan sebagai dasar untuk merancang game. Uji coba dilakukan dengan small group yang melibatkan guru dan siswa. Game dikembangkan dengan menggunakan game engine Unity 3D dengan model digital storytelling dalam lintasan belajar geometri di sekolah dasar. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa game edukasi dengan nama “GEMBIRA” dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran bangun datar. Game ini juga dapat membantu proses belajar siswa yang mengalami lompatan tahapan pembelajaran berdasarkan lintasan belajar Piaget dan Van Hiele. Selain itu, game “GEMBIRA” juga dapat menarik perhatian siswa untuk menyelesaikan seluruh game, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang utuh mengenai konsep bangun datar. Guru disarankan untuk menggunakan game “GEMBIRA” dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran materi bangun datar. Selain itu juga disarankan bagi para pengembang media pembelajaran khususnya pengembang game edukasi, untuk mengembangkan game-game edukasi dengan mengacu pada lintasan belajar yang harus dilalui siswa sehingga game yang dikembangkan dapat melengkapi kekurangan proses pembelajaran di sekolah.
HUBUNGAN ANTARA JOB DEMANDS DENGAN WORK ENGAGEMENT: PERANAN FLEXIBLE LEADERSHIP SEBAGAI MODERATOR Felycia Klaviera Mulyana; P. Tommy Y.S. Suyasa; Raja Oloan Tumanggor
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.3554.2020

Abstract

This study aims to examine the role of flexible leadership as a moderator of job demand variables in predicting work engagement for employees at PT X Kab. Bogor. Job demands are referring to physical, psychological, social, or organizational aspects of a job that require continuous physical or psychological effort or ability and therefore are associated with certain physical and / or psychological costs. Work engagement is a positive, satisfying, motivational state of work-related welfare. Flexible leadership is the ability of a leader to adapt leadership styles and methods in responding to different or changing contextual demands by facilitating group performance. This research was carried out in medical representative participants by filling out an online questionnaire from google form (N = 46) with a measurement of job demands from Rothmann with the name JD-R Scale, a measure of work engagement from Bakker using the Utrecht Work Engagement Scale (UWES), and measuring instrument from Kaiser with the name flexible leadership Leadership Versatility Index (LVI). The results of modeling the relationship using SPSS Version 25 show that job demands (work overload) have a strong relationship with work engagement when moderated by high flexible leadership. This finding shows that the function of flexible leadership behavior functions as a moderator at the medical representative at PT. X Regional Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peranan flexible leadership sebagai moderator dari variabel job demand dalam memprediksi work engagement pada karyawan di PT X Kab, Bogor. Job demands merujuk pada aspek-aspek fisik, psikologis, sosial, atau organisasi dari suatu pekerjaan yang membutuhkan usaha atau kemampuan secara fisik dan atau psikologis yang terus menerus dan oleh karena itu diasosiasikan dengan biaya fisik dan atau psikologis tertentu. Work engagement adalah keadaan yang positif, memuaskan, motivasi-motivasi dari kesejahteraan terkait pekerjaan. Flexible leadership ialah kemampuan seorang pemimpin dalam menyesuaikan gaya kepemimpinan dan metode dalam menanggapi tuntutan kontekstual yang berbeda atau berubah-ubah dengan cara memfasilitasi kinerja kelompok. Penelitian ini dilakukan pada partisipan medical representative dengan cara mengisi kuesioner online dari google form (N=46) dengan alat ukur job demands dari Rothmann dengan nama JD-R Scale, alat ukur work engagement dari Bakker menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES), dan alat ukur flexible leadership dari Kaiser dengan nama Leadership Versatility Index (LVI). Hasil pemodelan hubungan tersebut menggunakan SPSS Versi 25 menunjukkan bahwa job demands (work overload) memiliki hubungan kuat dengan work engagement ketika flexible leadership yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi perilaku flexible leadership berfungsi sebagai moderator pada medical representative di PT. X Kab. Bogor.
GAMBARAN KUALITAS KEHIDUPAN REMAJA (STUDI PADA REMAJA DI DAERAH GEMPA BUMI) Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Idulfilastri, Rita Markus; Angela, Lisa; Sari, Meylisa Permata
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.11030.2021

Abstract

Indonesia's territory which is located at the confluence of three major tectonic plates in the world, causes Indonesia to experience frequent natural disasters such as earthquakes. Three areas in Indonesia that experienced major earthquakes in the last 10 years are Aceh, Mataram / Lombok, and Palu. The earthquake not only caused material damage but also psychological trauma. Post-disaster trauma is vulnerable to children and adolescents. Problems experienced from a disaster have an impact on various aspects of life so that they can affect the quality of life of the victim. Quality of life is very important especially for adolescents, because adolescents who have higher quality of life tend to have low physical and psychological problems. Therefore, this study aims to describe the quality of life of adolescents in earthquake areas. Participants in this study were 437 senior high school students aged 12-19 years. All participants came from Aceh (NAD), Mataram (NTB), and Palu (Central Sulawesi). Data collection was carried out through a survey with WHOQOL-BREF questionnaire which consisted of 4 aspects, namely physical, psychological, social, and environmental. Data analysis used descriptive statistical techniques which is processed using the IBM 22.0 version of the SPSS (Statistical Product and Service Solutions) computer program and the LISREL 8.80 program. Data collection was carried out before the COVID-19 Pandemic occurred. The results showed that the quality of life of adolescents in terms of physical, psychological, social, and environmental aspects in Aceh, Mataram and Palu was classified as moderate. The results of this study can be used as a first step in designing interventions related to the quality of life of adolescents in earthquake areas. Posisi wilayah Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama di dunia menyebabkan Indonesia sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi. Daerah di Indonesia yang mengalami gempa besar dalam 10 tahun terakhir yaitu Aceh, Mataram/Lombok, dan Palu. Gempa tersebut tidak hanya memberikan dampak berupa kerusakan materiil tetapi juga trauma psikologis. Trauma pasca bencana ini rentan dialami oleh anak-anak dan remaja. Masalah yang dialami dari satu peristiwa bencana berdampak pada berbagai aspek kehidupan sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup korban. Kualitas hidup sangat penting khususnya bagi remaja karena remaja yang memiliki kualitas kehidupan yang tinggi cenderung rendah mengalami permasalahan fisik dan psikologis. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup remaja di daerah gempa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 437 siswa SMA sederajat berusia 12-19 tahun. Partisipan berasal dari Aceh (NAD), Mataram (NTB), dan Palu (Sulawesi Tengah). Pengumpulan data menggunakan metode survei melalui kuesioner WHOQOL-BREF yang terdiri dari 4 aspek yaitu fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi IBM 22.0. Pengambilan data dilaksanakan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup remaja ditinjau dari aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan di Aceh, Mataram, dan Palu tergolong sedang. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal dalam merancang intervensi terkait kualitas kehidupan remaja di daerah gempa.
PERAN SELF-ESTEEM DALAM MENCEGAH EMOTIONAL DISTRESS: LOCUS OF CONTROL SEBAGAI ANTECEDENT Lukas Juliano; P. Tommy Y.S. Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.6924.2020

Abstract

Nowadays, there are several phenomenons of suicide in-between university students whom are doing their thesis in Indonesia. One of the sources of suicide is emotional distress. Emotional distress is an uncomfortable state which can cause several lose, usually marked by depression and/or anxiety symptoms. There exist a few anti-stress variables to help coping process toward emotional distress, two of which are self-esteem and locus of control. This experiment’s goal is to figure out the state of the three variables on university students currently doing their thesis, while figuring out the relations of the anti-stress variables to emotional distress in the process of doing so. The participants in this experiment is 163 university students from X University currently doing their thesis, with age between 20-24 years old. From the data analysis, there are two conclusions. First, emotional distress is higher in university student doing thesis than common individual. Second, emotional distress can be predicted by self-esteem; furthermore, self-esteem is predicted by locus of control. The experiment is hoped to be able to provide insight in preventing emotional distress, specifically in university student struggling with their thesis. Saat ini, terdapat beberapa fenomena bunuh diri di kalangan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Indonesia. Salah satu penyebab naiknya tingkat bunuh diri adalah emotional distress. Emotional distress adalah keadaan tidak menyenangkan yang dapat mengakibatkan berbagai kerugian, umumnya ditandai dengan gejala depresi dan/atau kecemasan. Terdapat beberapa variabel anti-stres yang terbukti mampu mengurangi emotional distress, dua di antaranya adalah self-esteem dan locus of control. Penelitian ini bertujuan memeroleh gambaran ketiga variabel ini pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, sekaligus mencari peran kedua variabel anti-stres tersebut terhadap emotional distress pada partisipan penelitian. Partisipan penelitian meliputi 163 orang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, dengan rentang usia 20 hingga 24 tahun. Berdasarkan analisis data, diperoleh dua kesimpulan. Pertama, tingkat emotional distress pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, lebih tinggi dibandingkan individu pada umumnya. Kedua, emotional distress dapat diprediksi oleh self-esteem; dan lebih lanjut self-esteem diprediksi oleh locus of control. Penelitian ini bermanfaat memberikan insight dalam pencegahan emotional distress, khususnya pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.
ANALISIS KOMODIFIKASI KONTRIBUTOR DALAM PRODUKSI BERITA TELEVISI Yoedtadi, Moehammad Gafar; Loisa, Riris; Sukendro, Genep; Oktavianti, Roswita; Utami, Lusia Savitri Setyo
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9777.2021

Abstract

The pattern of news production in the Indonesian television broadcasting industry generally uses two human resources, namely permanent journalists and temporary journalists. Regular journalists are organic employees of television companies. Meanwhile, journalists who are not permanent or contributors only work under a news sale and purchase contract. They are not the organic employees of the television company. They only get honorarium when the news airs. As a result of such a working relationship, the contributors' bargaining position is very weak in front of the television station management. The coverage and news agenda will follow the tastes of television stations. News coverage that is at risk of not airing will be avoided. As a result, there has been neglect of the ideal function of the media in serving the public interest. Based on the political economy theory of media, there has been a commodification of labor in the television news production process.  The object of this research is the process of commodification of contributors in the production of television news.Meanwhile, the subjects of this study were television contributors, and news producers of Jakarta television stations.Other contributors who became research informants were in West Java and Ambon. This research uses a qualitative approach with a case study method. Collecting data using in-depth interviews, observation and literature study. The results showed that there has been a commodification of contributors in the production of television news. Television management exploits contributors. Television management promotes false consciousness among contributors who are unaware of the commodification. Pola produksi berita pada industri penyiaran televisi Indonesia umumnya memanfaatkan dua sumber daya manusia, yakni jurnalis tetap dan jurnalis lepas. Jurnalis tetap adalah karyawan organik dari perusahaan televisi. Sementara jurnalis lepas atau kontributor hanya bekerja berdasarkan kontrak jual beli berita. Mereka bukan karyawan organik perusahaan televisi. Mereka hanya mendapat imbalan honor ketika beritanya ditayangkan. Akibat dari hubungan kerja semacam itu, posisi tawar kontributor sangat lemah dihadapan manajemen stasiun televisi. Agenda peliputan dan berita akan mengikuti selera stasiun televisi. Peliputan berita yang berisiko tidak tayang akan dihindari. Akibatnya terjadi pengabaian fungsi ideal media dalam melayani kepentingan publik. Makalah ini hendak membedah proses komodifikasi kontributor berdasarkan teori ekonomi politik media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Objek dari penelitian ini adalah proses komodifikasi kontributor dalam produksi berita televisi. Sementara itu subjek dari penelitian ini adalah para kontributor televisi, dan para produser berita stasiun televisi Jakarta. Kontributor lain yang menjadi informan penelitian berada di wilayah Jawa Barat dan Ambon. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi komodifikasi kontributor dalam produksi berita televisi. Manajemen televisi melakukan eksploitasi tenaga kontributor. Manajemen televisi mempromosikan kesadaran palsu kepada para kontributor sehingga tidak menyadari adanya komodifikasi tersebut.
Cover JMISHS vol 4 no 1 DPPM UNTAR
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JMISHS vol 4 no 1

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue