cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
HUBUNGAN NONSUICIDAL SELF-INJURY (NSSI) DENGAN ACQUIRED CAPABILITY FOR SUICIDE: STUDI META-ANALISIS Pradipta, Puti Andini; Satiadarma, Monty Prawiratirta; Subroto, Untung
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11726.2021

Abstract

Suicide was the third leading cause of death in adolescents in the world in 2016 with a mortality rate of about 136,000 cases. Reasons teenagers commit suicide include family financial problems, psychological distress, low self-esteem, lack of confidence, and depression. In addition, the difficulty of professional help and social support from the surrounding environment also opens up opportunities for adolescents to commit suicide. Suicidal behavior is often associated with nonsuicidal self-injury (NSSI). NSSI is an act of self-injury with no intention to commit suicide, but according to the Interpersonal Theory for Suicide by Joiner (2005), NSSI’s actions are considered to be one of the factors increasing the ability to commit suicide attempts (acquired capability). This study is aimed at exploring the relationship between NSSI and acquired capability for suicide by meta-analysis study. Eight studies from 119 articles involving the term NSSI and acquired capability were studied using the random-effects model. A total of 3398 samples were included in the study. The results showed that the effect size between NSSI and acquired capability was (r = .208), which means that NSSI is positively correlated with acquired capability and has a weak relationship. The results of this study also show that this study has a high heterogeneity value (I2 = 91,48) and there is no publication bias. Bunuh diri adalah penyebab kematian nomor tiga pada remaja di dunia pada tahun 2016 dengan angka kematian sekitar 136.000 kasus. Alasan remaja melakukan bunuh diri antara lain adalah masalah-masalah keuangan keluarga, distres psikologis, rendahnya harga diri, kurang percaya diri, dan depresi. Selain itu, sulitnya pertolongan tenaga profesional dan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya juga membuka peluang para remaja untuk melakukan percobaan bunuh diri. Perilaku bunuh diri sering dihubungkan dengan Nonsuicidal Self-Injury (NSSI). NSSI merupakan tindakan perusakan diri dengan tanpa adanya keinginan untuk bunuh diri, namun menurut teori Interpersonal Theory for Suicide oleh Joiner (2005), tindakan NSSI dianggap menjadi salah satu faktor meningkatnya kemampuan seseorang untuk melakukan percobaan bunuh diri (acquired capability). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara NSSI dan acquired capability dengan studi meta-analisis. Delapan artikel korelasional dari 119 artikel yang melibatkan istilah NSSI dan acquired capability dipelajari menggunakan random-effect models. Sebanyak 3398 sampel dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan nilai effect size antara NSSI dan acquired capability adalah sebesar (r = .208), yang berarti NSSI berkorelasi positif dengan acquired capability dan memiliki hubungan yang lemah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa studi ini memiliki nilai heterogenitas yang tinggi(I2 = 91,48) dan tidak terdapat bias publikasi.
BATAS MARITIM INDONESIA DAN PALAU DI ZONA EKONOMI EKSKLUSIF Ida Kurnia
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11456.2021

Abstract

Indonesia is bordered by 10 countries, one of which is Palau. Indonesia has the right to the living natural resources in EEZ. As for the width of the EEZ a country can claim up to 200 miles. If the EEZ overlaps with other countries, one of which is Indonesia and Palau, namely using the principle of justice and followed up by making an agreement on the boundaries jurisdiction area. The goal is to have arrangements in use that are believed to be able to maintain the sustainability of living resources based on an agreement. The results show that the clarity of Indonesia's maritime boundaries has an impact on the use of its natural resources. The clarity of maritime boundaries provides the welfare of the Indonesian people, so it can be concluded that the determination of maritime boundaries between Indonesia and Palau will be sought immediately by referring to regulations and success in practices that have been carried out by Indonesia. While the determination of territorial boundaries has not reached an agreement or agreement that is final in nature, both Indonesia and Palau are obliged to follow dispute resolution procedures, according to Chapter XV UNCLOS 1982. UNCLOS 1982 also provides favorable arrangements for the parties concerned, namely during the waiting period / effort. in reaching the final arrangement, especially the regulation of biological resources in the border area, the biological resources can be utilized by implementing temporary arrangements. The research method used is the normative method by examining the related rules. Negara Indonesia berbatasan dengan 10 negara, salah satunya dengan Palau. Perbatasan maritim di ZEE Indonesia, Indonesia mempunyai hak atas sumber daya alam hayati yang terdapat di dalamnya. Adapun lebar ZEE suatu negara dapat mengklaim sampai 200 mil. Namun apabila wilayah yurisdiksi dalam hal ini ZEE tumpang tindih dengan negara lain, salah satunya Indonesia dengan Palau, maka harus dibagi sesuai ketentuan yang diatur dalam UNCLOS 1982, yaitu menggunakan prinsip keadilan dan ditindaklanjuti dengan membuat perjanjian tentang batas wilayah yurisdiksi. Tujuannya adalah adanya pengaturan dalam pemanfaatan yang diyakini dapat menjaga keberlanjutan sumber daya hayati yang didasarkan pada perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan kejelasan batas wilayah maritim Indonesia berimbas pada pemanfaatan sumber daya alamnya. Kejelasan batas maritim memberikan kesejahteraan rakyat Indonesia, maka dapat disimpulkan penetapan batas maritim antara Indonesia dengan Palau segera diupayakan dengan mengacu pada peraturan dan keberhasilan dalam praktik-praktik yang telah dilakukan oleh Indonesia.  Sementara penentuan batas wilayah belum tercapai kata sepakat atau perjanjian yang sifatnya final, baik Indonesia maupun Palau, wajib mengikuti prosedur penyelesaian sengketa, sesuai Bab XV UNCLOS 1982. UNCLOS 1982 juga memberikan pengaturan yang menguntungkan bagi pihak-pihak terkait, yaitu dalam masa tunggu/upaya dalam mencapai pengaturan final, terutama pengaturan sumber daya hayati di wilayah perbatasan tersebut, maka sumber daya hayati dapat dimanfaatkan dengan dilakukan pengaturan sementara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif dengan mengkaji aturan-aturan yang terkait.
KECEMASAN MAHASISWA SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hartinah Dinata; Sri Tiatri; Pamela Hendra Heng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11786.2021

Abstract

The COVID-19 pandemic (Coronavirus Disease 2019) is an epidemic that is occurring worldwide and causing a number of psychological reactions and mental health. In response to the outbreak, the government established ‘Pembelajaran Jarak Jauh’ (PJJ). However, PJJ has had a number of negative effects. In addition, students are also prone to experiencing anxiety. There is increasing attention to the mental health of students at the higher education due to the COVID-19 situation. This study aims to determine the impact of the COVID-19 pandemic on student mental health, especially anxiety among students in Indonesia. The study was conducted using an online survey, with an anxiety scale from the DASS (Depression Anxiety Stress Scale), and a questionnaire related to the anxiety. The participants were 166 active undergraduate (S-1) students who were doing PJJ. The results showed that most students experienced extremely severe level of anxiety (44%). The anxiety that students experience might come from the COVID-19 pandemic situation, and the PJJ situation. Most of the students were worried that they would be infected by COVID-19 (83.13%). In addition, students also experience anxiety about the PJJ activities. They feel more anxious about carrying out academic activities compared to the period before the pandemic (76.5%). In addition, there are several conditions that affect student anxiety, such as: (a) feeling bored and less enthusiastic about online learning activities (78.31%); (b) the signal is bad, the quota runs out (68.67%), and (c) there is a lot of disturbance to the surrounding environment when online classes (67.47%). This state of academic anxiety is considered disturbing for students. Pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) merupakan epidemi yang terjadi di seluruh dunia dan menyebabkan sejumlah reaksi psikologis dan kesehatan mental. Dalam menanggapi adanya wabah yang sedang merebak, pemerintah menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun demikian, PJJ menyebabkan sejumlah dampak negatif. Selain itu, mahasiswa juga rentan mengalami kecemasan. Terjadi peningkatan perhatian terhadap kesehatan mental siswa pada tingkat pendidikan tinggi karena situasi COVID-19. Penelitian ini berusaha mengetahui dampak pandemi COVID-19 pada kesehatan mental mahasiswa, khususnya kecemasan pada mahasiswa di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan online survey, dengan skala kecemasan dari DASS (Depression Anxiety Stress Scale), dan survey terkait kecemasan yang mahasiswa rasakan yang diciptakan peneliti. Partisipan berjumlah 166 mahasiswa aktif Strata 1 (S-1) yang sedang melakukan PJJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kecemasan dengan tingkat sangat parah (44%). Kecemasan yang dialami siswa dapat berasal dari situasi pandemi COVID-19 dan situasi PJJ. Sebagian besar mahasiswa cemas akan terjangkit COVID-19 (83,13%). Selain itu, mahasiswa juga mengalami kecemasan mengenai kegiatan PJJ yang berlangsung. Mereka merasa lebih cemas dalam menjalankan kegiatan akademik dibandingkan dengan masa sebelum pandemi (76,5%). Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang mempengaruhi kecemasan mahasiswa, seperti: (a) perasaan bosan dan kurang antusias mengenai kegiatan belajar online (78,31%); (b) sinyal buruk, kuota habis (68,67%), dan (c) banyaknya gangguan lingkungan sekitar ketika sedang kelas online (67,47%). Keadaan kecemasan akademik ini dianggap mengganggu bagi mahasiswa.
Kata Pengantar JMISHS Vol 5 No 2 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar JMISHS Vol 5 No 2
PENGATURAN BANK TANAH DALAM UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA DAN IMPLIKASI KEBERADAAN BANK TANAH TERHADAP HUKUM PERTANAHAN DI INDONESIA Dixon Sanjaya; Benny Djaja
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11387.2021

Abstract

Land is one of sources of natural wealth as stated in Article 33 of the 1945 Constitution and is implemented based on the national land law as regulated in Agrarian Law. Government must manage land for the greatest prosperity of the people. The problems in land management is difficulty in carrying out a land acquisition for public interest. Many lands controlled by land brokers/speculators have been abandoned. This condition causes national development to become obstructed and requires enormous financing. The government formed a land bank which is regulated in Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation. This research is intended to describe and explain regulation of Land Bank in the Job Creation Act and Government Regulation of Land Bank Agency and the implications for national land law. This study uses normative legal research with conceptual and statutory approach. The legal materials consist of primary, secondary, and tertiary legal materials. The land bank regulation contains the establishment of Land Bank Agency, functions, objectives, institutional structure of Land Bank, the assets of Land Bank Agency, land rights granted to Land Bank Agency, and position and nature of land bank. It is feared that existence of Land Bank will deviate from the objectives of agrarian reform and the principles of national land law because there are vague, unclear, and potentially contain conflicts of interest and abuse of authority. There is a need for changes to a number of applicable provisions in a comprehensive and systematic manner and socialization of the existence of a land bank. Tanah merupakan salah satu sumber kekayaan alam yang dicantumkan dalam Pasal 33 UUD 1945 dan dilaksanakan berdasarkan hukum tanah nasional dalam Undang-Undang Pokok Agraria. Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengelola tanah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Permasalahan dalam pengelolaan tanah adalah kesulitan melakukan pengadaan tanah bagi kepentingan umum. Banyak tanah yang dikuasai oleh makelar atau spekulan tanah yang diterlantarkan. Kondisi ini menjadikan pembangunan nasional menjadi terhambat dan memerlukan pembiayaan yang begitu besar. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah membentuk Bank Tanah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Penelitian ini ditujukan untuk menguraikan dan menjelaskan pengaturan Bank Tanah dalam UU Cipta Kerja dan PP Badan Bank Tanah serta implikasi yang ditimbulkan terhadap hukum tanah nasional. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Bahan hukum penelitian menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Dari hasil penelitian, pengaturan bank tanah memuat tentang pembentukan Badan Bank Tanah, fungsi, tujuan, struktur kelembagaan Bank Tanah, kekayaan Badan Bank Tanah, hak atas tanah yang diberikan kepada Badan Bank Tanah, serta kedudukan dan sifat bank tanah. Keberadaan Bank Tanah dikhawatirkan akan menyimpang dari tujuan reforma agraria dan asas-asas hukum pertanahan nasional karena terdapat ketentuan yang sumir, tidak jelas, dan berpotensi mengandung konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang. Perlu adanya perubahan terhadap sejumlah ketentuan yang berlaku secara komprehensif dan sistematis serta diperlukan sosialisasi terhadap keberadaan Bank Tanah sehingga solusi Bank Tanah dapat menyelesaikan masalah pertanahan.
YOGA SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF TERHADAP PTSD PADA PENYINTAS COVID-19: TINJAUAN LITERATUR Aurelia Suprestia Djuanto; Jessica Aditya; Kevin Laurentius; Roswiyani Roswiyani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12548.2021

Abstract

Survivors of COVID-19 are vulnerable to trauma as a result of experiencing social isolation during treatment, with fear and loneliness that can have long-term impacts on mental health. In this review, some related literature will be identified and evaluated, using a qualitative-based literature review to research yoga as an alternative treatment to reduce PTSD symptoms, alleviate, or even cure PTSD in COVID-19 survivors. Articles screening from several journals was carried out by tracing PubMed’s journal publication database throughout the last five years and also categorizing two keywords as a reference for reviewing articles. The result of this literature review confirms that COVID-19 has a psychological effect on survivors, especially concerning PTSD when viewed from the largest indication. In addition, based on the results of ongoing research, yoga has shown a significant and promising impact in reducing PTSD symptoms. From this, it can be concluded that although there has been no research that directly examines the causality of the related review, yoga can be an alternative treatment to minimize symptoms and relieve PTSD in COVID-19 survivors. Based on the results of the review, there are many aspects that need to be investigated further, such as the influence of frequency and duration of yoga. More literature review and further research are essential for this topic, especially testing yoga programs as an intervention for COVID-19 survivors to determine its effectiveness and whether it can be implemented as a whole in the society, especially those who are COVID-19 survivors. Penyintas COVID-19 tergolong rawan terhadap trauma akibat mengalami isolasi sosial selama perawatan, dengan rasa takut dan kesepian yang dapat memberikan dampak berjangka panjang pada kesehatan mental. Dalam tinjauan kali ini akan dilakukan identifikasi, serta pengevaluasian beberapa literatur terkait, menggunakan tinjauan literatur berbasis kualitatif untuk meneliti yoga sebagai terapi alternatif dalam menurunkan gejala PTSD, meringankan, atau bahkan menyembuhkan PTSD pada penyintas COVID-19. Penyaringan artikel dari beberapa jurnal dilakukan dengan menelusuri database publikasi jurnal PubMed dari lima tahun terakhir dan juga dilakukan kategorisasi dua kata kunci sebagai acuan peninjauan artikel. Hasil tinjauan pada literatur ini menegaskan bahwa COVID-19 memiliki dampak psikologis pada penyintas, terutama PTSD apabila dilihat dari indikasi terbesar. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang telah berlangsung, yoga menunjukkan dampak yang signifikan dan menjanjikan dalam mengurangi gejala PTSD. Dari sini dapat disimpulkan bahwa walaupun belum ada penelitian yang secara langsung meneliti kausalitas dari peninjauan terkait, yoga dapat menjadi salah satu alternatif terapi untuk meminimalisir gejala dan meringankan PTSD pada penyintas COVID-19. Berdasarkan hasil peninjauan, banyak aspek yang perlu diteliti lebih lanjut seperti pengaruh dari frekuensi dan durasi yoga. Dibutuhkan lebih banyak peninjauan literatur dan penelitian lebih lanjut mengenai topik ini, terutama pengujian program yoga sebagai intervensi pada penyintas COVID-19, untuk mengetahui tingkat keefektifannya dan apakah dapat diimplementasikan secara utuh pada masyarakat, terutama yang merupakan penyintas COVID-19.
DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH RASA SYUKUR TERHADAP KEPUASAN HIDUP GURU PADA SAAT PEMBELAJARAN DARING Yulia Lestari Tarihoran; Pamela Hendra Heng; Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12102.2021

Abstract

The Covid-19 pandemic resulted in new policies, one of which was to maintain physical distance.The application of maintaining physical distance has a huge impact in the world of education.This is due to the introduction of an online learning system. Teachers are the most affected.In desperate circumstances, teachers are required to transform face-to-face learning systems into online learning.Changes that occur suddenly affect the satisfaction of the teacher's life as a professional educator.No exception occurs in elementary school teachers.The difficulties experienced with the implementation of online learning systems cause discomfort.One way to reduce teacher discomfort is to practice gratitude.This study examined whether social support acted as a mediator of the influence of gratitude on the life satisfaction of elementary school teachers in South Tangerang.Life satisfaction measurements use the Satisfaction with Life Scale (SWLS) adaptation scale.Social support uses the Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) adaptation scale Zimmet (1988).The adaptation scale of the Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) is used to measure gratitude.The results proved that social support mediated the influence of gratitude on life satisfaction in 125 elementary teachers in South Tangerang.The results support previous research in Korea (You et al., 2018), conducted on settings (COVID-19 pandemic) and different cultures. Pandemik Covid-19 menghasilkan kebijakan baru, salah satunya adalah menjaga jarak fisik. Penerapan menjaga jarak fisik sangat memiliki dampak dalam dunia pendidikan. Hal ini berimbas dengan diberlakukannya sistem pembelajaran daring. Guru merupakan pihak yang paling terkena dampak. Dalam keadaan terdesak, guru dituntut untuk mentransformasi sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba memengaruhi kepuasan hidup guru sebagai tenaga pendidik profesional. Tidak terkecuali terjadi pada guru Sekolah Dasar. Kesulitan yang dialami dengan pemberlakuan sistem pembelajaran daring mengakibatkan ketidaknyamanan. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan guru adalah melatih rasa syukur. Penelitian ini menguji apakah dukungan sosial berperan sebagai mediator pengaruh rasa syukur terhadap kepuasan hidup guru SD di Tangerang Selatan. Pengukuran kepuasan hidup menggunakan skala adaptasi Satisfaction with Life Scale (SWLS). Dukungan sosial menggunakan skala adaptasi Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) Zimmet (1988). Skala adaptasi dari Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) digunakan untuk mengukur rasa syukur. Hasil penelitian membuktikan bahwa dukungan sosial memediasi pengaruh dari rasa syukur terhadap kepuasan hidup pada 125 guru SD di Tangerang Selatan. Hasil penelitian mendukung penelitian sebelumnya di Korea dilakukan pada setting (pandemik COVID-19) dan budaya berbeda.
INNOVATIVE LEARNING MODEL WITH INCLUSIVE-COLLABORATIVE APPROACH FOR STUDENTS WITH SPECIAL NEEDS Fermanto Lianto; Nafiah Solikhah; Andi Surya Kurnia; Franky Liauw; Margaretha Syandi; Caroline Sunjaya Kurniawan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.13619.2021

Abstract

In order to face the era of technological disruption and the industrial revolution 4.0, it is necessary to improve the curriculum and educational methods for the Bachelor of Architecture that is friendly for disabilities. Therefore, it is necessary to innovate, research, and apply online and digital technology, architectural computing systems that can be utilized optimally in XYZ University’s architectural education model.  Architectural education must be sensitive and do self-introspection so that it can detect its position during the rapid development of science and technology. Specialized classroom design includes seating position, layout, optimized space, and usage of special computer applications to help students with disabilities in the study and learning process. The methodology approach used Descriptive, experimental, and quantitative methods based on an interdisciplinary approach centralized on psychological methods and designing facilities that support the learning process. The research resulted in designating a position in the classroom that is ideal for a student with disabilities. This position helps them to participate in the classroom efficiently. Equipment such as speakers and an LED TV is placed to help people with disabilities. Transcription software is used to transcribe lecturers in real-time. This research was conducted with the use of compatible software to get optimal results. Several methods and tools are used to support this research to obtain optimal results for the learning process, especially for people who are deaf or have low vision. Audio and visual aspects are prioritized without neglecting other supporting aspects. Dalam rangka menghadapi era disrupsi teknologi dan revolusi industri 4.0, perlu dilakukan penyempurnaan kurikulum dan metode pendidikan Sarjana Arsitektur yang ramah bagi disabilitas. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi, riset, dan menerapkan teknologi online dan digital, sistem komputasi arsitektural yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam model pendidikan arsitektur Universitas XYZ. Pendidikan arsitektur harus peka dan melakukan introspeksi diri sehingga mampu mendeteksi posisinya di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat. Desain ruang kelas khusus mencakup posisi tempat duduk, tata letak, ruang yang dioptimalkan, dan penggunaan aplikasi komputer khusus untuk membantu siswa penyandang disabilitas dalam proses belajar dan belajar. Pendekatan metodologi yang digunakan adalah metode Deskriptif, eksperimental, dan kuantitatif berdasarkan pendekatan interdisipliner, terpusat pada metode psikologis dan merancang fasilitas yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan penunjukan posisi di kelas yang ideal bagi siswa penyandang disabilitas. Posisi ini membantu mereka untuk berpartisipasi di dalam kelas secara efisien. Perlengkapan seperti speaker dan TV LED ditempatkan untuk membantu para penyandang disabilitas. Software transkripsi digunakan untuk mentranskripsi dosen secara real-time. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software yang kompatibel untuk mendapatkan hasil yang optimal. Beberapa metode dan alat digunakan untuk mendukung penelitian ini agar mendapatkan hasil yang optimal untuk proses pembelajaran, terutama bagi penyandang tunarungu atau low vision. Aspek audio dan visual diprioritaskan tanpa mengabaikan aspek pendukung lainnya.
Redaksi Vol 3 No 2 DPPM UNTAR
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi Vol 3 No 2
TINJAUAN YURIDIS DUALISME STATUS HUKUM INDIVIDU PENJABAT DIREKTUR KORPORASI Handoyo Prasetyo; Subakdi Subakdi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9504.2021

Abstract

The corporation is one of the backbones of economic growth in Indonesia. The corporation as a legal subject in the form of a legal entity  due to its functional nature, will always be represented by an individual who is authorized by law to carry out corporate management functions. Individual Director of a corporation who comes from an internal corporation raises a dualism of legal status that covers Individual of Director, namely the Manpower Law and the Limited Liability Company Law. In addition, Individual of Director must also comply with all regulations related to their business activities (compliance principles). This research is made by looking at the factors that cause the dualism of legal status of Individual Director and the efforts made to provide legal protection for employees who act as corporate director in applying the principle of compliance to ensure the achievement of good corporate governance. Because this research is a research in the field of law, this research uses a normative juridical research method which is descriptive analytical in nature, to analyze the phenomena and what factors cause these problems / phenomena, namely the dualism status of Individual Director law. From this research, it was found that the factors of the dualism of legal status of Individual Director were because the holding company did not give up the employment status of individual employees who were appointed as directors and in contrast, Individual of Director were also reluctant to give up their employment relationship with the holding company. In order to protect the Individual Director from all legal risks that he faces in the implementation of the functions of the board of directors, the principle of compliance must be implemented properly and always act in a professional manner for the advancement of the corporation. Korporasi menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Korporasi sebagai subjek hukum yang berbentuk badan hukum (rechtspersoon) karena sifat fungsionalnya, akan selalu diwakili oleh seorang individu yang diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk melaksanakan fungsi kepengurusan korporasi. Individu Direktur korporasi yang berasal dari karyawan internal korporasi menimbulkan dualisme status hukum yang menaungi Individu Direktur yakni Undang-undang Ketenagakerjaan dan Undang-undang Perseroan Terbatas. Disamping itu Individu Direktur juga harus mentaati semua peraturan yang terkait dengan kegiatan usahanya (compliance principle). Penelitian ini dibuat dengan tujuan mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya dualisme status hukum Individu Direktur korporasi dan upaya yang dilakukan guna memberikan perlindungan hukum bagi karyawan yang menjabat sebagai direktur korporasi dalam menerapkan compliance principle guna memastikan tercapainya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Karena penelitian ini adalah penelitian di bidang hukum, maka penelitian ini mempergunakan metode penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis, untuk menganalisis fenomena yang ditemukan dan faktor apa yang menyebabkan timbulnya masalah / fenomena tersebut yakni adanya dualisme status hukum Individu Direktur. Dari penelitian ini ditemukan faktor-faktor timbulnya dualisme sistem hukum yang menaungi Individu Direktur di disebabkan karena korporasi induk (holding company)  tidak melepaskan status ketenagakerjaan individu karyawan yang diangkat menjadi direktur dan sebalinya Individu Direktur juga enggan melepaskan hubungan ketenagakerjaannya dengan holding company. Untuk melindungi Individu Direktur dari segala resiko hukum yang dihadapinya dalam pelaksanaan fungsi direksi, maka compliance principle harus dilaksanakan secara baik dan senantiasa bertindak secara profesional demi kemajuan korporasi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue