cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
KRITIK DIRI SEBAGAI MEDIATOR PADA HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN PERILAKU NONSUICIDAL SELF-INJURY REMAJA KORBAN PERUNDUNGAN Inca Agustina Arifin; Naomi Soetikno; Fransisca Iriani R. Dewi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.9973.2021

Abstract

Nonsuicidal self-injury (NSSI) is a self-destructive action concerning direct and deliberate destruction to one’s own body tissue without suicide intent. Previous studies have found that NSSI is commonly widespread among adolescents and strongly linked to bullying victimization. However, fewer studies explain cognitive process behind NSSI behaviours of bullying victims. The objective of this study is to examine the mediating role of self-criticism between self-concept and nonsuicidal self-injury behaviours in bullying victim adolescents. The research design is a descriptive quantitative ex-post facto research in non-experimental form. The participants of this study are adolescents between the age of 12-21 and victims of bullying (n=68). The sampling technique used in this study is convenience non probability sampling. The instrument used in this study are Tennessee Self Concept Scale (TSCS) for measuring self concept; Forms of Self-Criticising/Attacking & Self Reassuring Scale (FSCRS) for measuring self-criticism; and Inventory of Statement About Self Injury (ISAS) for measuring NSSI behaviours. This study uses linear regression analysis. The result shows that self-criticism is a perfect mediator in the association between self-concept and nonsuicidal self-injury in bullying victim adolescents. This study also shows that self-concept negatively correlates with self-criticism and NSSI behaviours. That means, the more positive one’s self-concept, he/she would have lower self-criticism and lower possibility in conducting NSSI behaviours. These results are useful in understanding the thinking process in NSSI actions Nonsuicidal self-injury (NSSI) merupakan tindakan destruktif diri berupa perusakan jaringan tubuh yang langsung, di sengaja dan tanpa intensi bunuh diri. Berbagai penelitian menemukan bahwa perilaku NSSI lebih banyak dilakukan oleh remaja dan dipicu oleh perundungan. Meskipun demikian, belum banyak penelitian yang menjelaskan proses berpikir korban perundungan mengenai dirinya sampai melakukan tindakan NSSI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kritik diri sebagai moderator pada hubungan antara konsep diri dan perilaku nonsuicidal self-injury pada remaja korban perundungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif ex-post facto dengan bentuk non eksperimental tipe korelasional. Partisipan penelitian adalah remaja korban perundungan berusia 12–21 tahun (n=68). Teknik Pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah convenience non probability sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Tennessee Self Concept Scale (TSCS) untuk mengukur konsep diri. Alat ukur Forms of Self-Criticising/Attacking & Self Reassuring Scale (FSCRS) untuk mengukur kritik diri. Serta alat ukur Inventory of Statement About Self Injury (ISAS) untuk mengukur perilaku NSSI. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kritik diri berperan sebagai mediator sempurna pada hubungan antara konsep diri dan perilaku NSSI remaja korban perundungan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsep diri berkorelasi secara negatif dengan kritik diri dan perilaku NSSI. Artinya, semakin positif konsep diri seseorang maka kritik diri akan menurun dan semakin kecil kemungkinan ia melakukan tindakan NSSI. Hasil penelitian ini sangat penting dalam memahami proses berpikir pelaku NSSI, serta dalam menentukan tindakan preventif yang berfokus pada pengembangan konsep diri dan penurunan kritik diri.
GAMBARAN WORK CENTRALITY (STUDI PADA KARYAWAN SWASTA DI JAKARTA) Rizki Dwi Prasetya; Yenike Margaret Isak; P. Tommy Y. S Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11819.2021

Abstract

Work centrality is defined as the extent to which individuals believe that their work plays an important role in their life. This study aims to describe the work centrality of the private employment in Jakarta. Descriptive quantitative was used in this study. The data collection techniques in this study were using snowball sampling and convenience sampling. The participants were 107 private employees in Jakarta. Work centrality was measured using Work Involvement Questionnaire. The results showed that work centrality of the private employees in Jakarta were low. Based on demographic factors, it also shows that the mean value of male gender is lower, but based on other factors, there is a significant relationship to work centrality and the level of education. Work centrality diartikan sebagai sejauh mana individu percaya bahwa pekerjaan mereka memainkan peran penting dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran work centrality pada karyawan swasta di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah menggunakan snowball sampling dan convenience sampling. Subjek pada penelitian ini melibatkan 107 karyawan swasta di Jakarta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner work centrality yang telah diadaptasi dari Work Involvement Questionnaire. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran work centrality secara umum pada karyawan swasta di Jakarta cenderung rendah. Berdasarkan faktor demografis juga menunjukkan bahwa nilai rerata pada jenis kelamin laki-laki lebih rendah, namun berdasarkan faktor lainnya terdapat hubungan yang signifikan terhadap work centrality dengan tingkat pendidikan.
GAMBARAN PERILAKU DAN PENGATURAN PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM CERDAS (TGC) PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Tji Beng Jap; Hartinah Dinata; Vivien H. Wangi; Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.10086.2021

Abstract

Smartphone are tools that help life, even become daily needs for adolescents in Vocational High School (Sekolah Menengah Kejuruan or SMK) who live in urban areas. Unfortunately, not a few teenagers experience problems due to excessive smartphone use. These can include physical problems such as problems with the eyes, movement, and body position; as well as psychological problems such as unharmonious relationships with the people around them, or feeling dependent on devices. There are not many studies that describe the behavior and regulation of smartphone use in adolescents, especially vocational high school students in Indonesia. This study aims to obtain a description of the behavior of smartphone use among vocational high school students, as well as the settings up of regulations by the home and school environment. Participants are 1.921 high school students in 5 cities in 5 provinces in Indonesia (West Kalimantan, Yogyakarta Special Region (DIY), Bangka Belitung Islands, North Sulawesi, and Central Java). Data collection was carried out through a survey with a questionnaire specially designed by the researcher. Data collection was carried out before the COVID-19 Pandemic occurred. The results showed that in the period before the COVID-19 Pandemic, most students used smartphones for about 4-8 hours per day, for communication purposes. In addition, parents and schools make regulations regarding the use of smartphones. The results of this study can provide an overview, as well as a comparison for the description of the behavior of device use after the outbreak of the COVID-19 outbreak. Telepon Genggam Cerdas (TGC) merupakan alat yang membantu kehidupan, bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari bagi remaja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tinggal di daerah perkotaan. Sayangnya, tidak sedikit remaja yang mengalami masalah akibat penggunaan TGC yang berlebihan. Masalah itu dapat berupa masalah fisik seperti masalah pada mata, pergerakan, dan posisi tubuh; maupun masalah psikologis seperti hubungan yang kurang harmonis dengan orang-orang disekitarnya, atau merasakan ketergantungan terhadap gawai. Belum banyak studi yang menggambarkan perilaku dan pengaturan penggunaan TGC pada remaja khususnya siswa SMK. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran perilaku penggunaan gawai pada siswa SMK, serta pengaturan yang ditetapkan oleh lingkungan rumah dan sekolah. Partisipan adalah 1921 siswa SMK di 5 kota yang ada di 5 provinsi di Indonesia (Kalimantan Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Jawa Tengah). Pengumpulan data dilaksanakan melalui survei dengan kuesioner yang dirancang khusus oleh peneliti. Pengambilan data dilaksanakan sebelum terjadinya Pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa sebelum Pandemi COVID-19, kebanyakan siswa menggunakan TGC selama sekitar 4-8 jam per-hari, untuk keperluan berkomunikasi. Selain itu, orang tua dan sekolah membuat aturan mengenai penggunaan TGC. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran, sekaligus pembanding bagi gambaran perilaku penggunaan gawai sesudah merebaknya wabah COVID-19. 
PENYESUAIAN DIRI DOSEN SENIOR DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA COVID-19 Adita Putri Vicianti; Hanifah Hanifah
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11121.2021

Abstract

Distance Learning which is the impact of the COVID-19 pandemic is a necessity that must be carried out by all lecturers. Distance learning based on digital technology has a serious impact on senior lecturers over the age of 50 with limited digital knowledge and skills. The purpose of this study is to describe the adjustment of senior lecturers in distance learning which includes the absence of excessive emotions, the absence of psychological mechanisms, and feelings of personal frustration, rational judgment and self-direction, the ability to learn, the ability to use past experiences. past, and a realistic and objective attitude (Schneiders, 1999). Qualitative methods and phenomenological approaches with thematic analysis techniques are used in this study. Through telephone interviews and video calls with 4 senior lecturers who have worked for more than 30 years, it was obtained that senior lecturers were able to manage emotions calmly in the face of changing learning methods to distance learning due to the COVID-19 pandemic. Most of the lecturers take into consideration in overcoming difficulties, they also have a desire to learn new things and try to learn other online media platforms because the previous ones were deemed ineffective. The two lecturers carried out a psychological rationalization mechanism due to the difficulty in adjusting to the distance learning. All lecturers are not frustrated because there is no longer urgency to get certain achievements as lecturers at their age, all lecturers also say positive things about distance learning and state that blended learning can be used for the teaching process in the future. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang merupakan dampak dari pandemi COVID-19 menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua dosen. PJJ yang berbasiskan teknologi digital membawa dampak yang cukup serius bagi dosen senior yang berusia diatas 50 tahun dengan pengetahuan dan keterampilan digitalnya terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penyesuaian diri dosen senior dalam pembelajaran jarak jauh yang meliputi ketiadaan emosi yang berlebihan, ketiadaan mekanisme psikologis, dan perasaan frustrasi pribadi, pertimbangan rasional dan kemampuan mengarahkan diri (self-direction), kemampuan untuk belajar, kemampuan menggunakan pengalaman masa lalu, dan sikap realistik dan objektif (Schneiders, 1999). Metode kualitatif dan pendekatan fenomenologis dengan teknik thematic analysis digunakan dalam penelitian ini.  Melalui wawancara telepon dan video call terhadap 4 dosen senior yang sudah bekerja lebih dari 30 tahun, diperoleh gambaran bahwa para dosen senior mampu mengelola emosi dengan tenang dalam menghadapi perubahan metode pembelajaran menjadi PJJ akibat pandemi COVID-19. Sebagian besar dosen melakukan pertimbangan dalam mengatasi kesulitan, mereka juga memiliki keinginan untuk belajar hal baru dan mencoba mempelajari platform media online lainnya karena yang sebelumnya dirasa tidak efektif. Kedua dosen melakukan mekanisme psikologis rasionalisasi akibat kesulitan menyesuaikan dengan PJJ. Seluruh dosen tidak mengalami frustrasi karena tidak ada lagi urgensi untuk mendapatkan pencapaian tertentu sebagai dosen di usia mereka, seluruh dosen juga menyatakan hal yang positif terkait PJJ dan menyatakan bahwa blended learning dapat digunakan untuk proses pengajaran ke depannya.
PENERAPAN METODE TUNJUKKAN DAN CERITAKAN TERHADAP KESIAPAN MEMBACA PADA ANAK TK Christina Christina; Sri Tiatri; Pamela Hendra Heng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.10085.2021

Abstract

Reading readiness is one of the skills given to early childhood through playing while learning. Kindergarten children are given assignments in the form of worksheets and the teacher will ask those children to read and then mention the words back on their worksheet. If the learning system to read like this were practiced repeatedly, the child will get bored. Reading readiness can be done through telling stories and using flash cards. One of the behaviors that show the child is in the reading readiness stage is when a child who is able to use spoken language to express an object. This can be realized through the show and tell method, which is a method that provides opportunities for children to learn new things through storytelling and listening to stories from their friends. This study aims to see the application of the show and tell method on reading readiness of kindergarten children. Participants in this study were 16 TK B students in PAUD FL which were divided into two groups, namely EG (Experiment Group) and CG (Control Group). Participants will be provided with an adapted Reading Readiness Assessment test kit and an Expressive Vocabulary Test as additional analysis given at the beginning and end of the study. The data analysis used an independent sample t-test which resulted that the method show and tell was ineffective for the reading readiness of kindergarten children (t = 1,678; p = 0.114) but the method show and tell was effective in increasing the number of children’s word to describe something (t = 4.961; p = 0.001) and children's vocabulary (t = 4,797; p = 0.002). Kesiapan membaca merupakan salah satu keterampilan yang diberikan kepada anak usia dini melalui kegiatan bermain sambil belajar. Anak TK diberikan tugas dalam bentuk lembar kerja dan meminta anak untuk membaca lalu menuliskan kembali kata yang ada pada lembar kerja tersebut. Apabila sistem belajar membaca seperti ini dilakukan berulang, maka anak akan merasa jenuh. Kesiapan membaca dapat dilakukan dengan cara bercerita, mendongeng dan penggunaan media flash card. Salah satu perilaku yang menunjukkan anak berada dalam tahap kesiapan membaca adalah anak mampu menggunakan bahasa lisan untuk menceritakan suatu objek. Hal ini dapat diwujudkan dalam metode tunjukkan dan ceritakan, yaitu metode yang memberikan peluang bagi anak untuk belajar hal baru melalui kegiatan bercerita dan mendengarkan cerita teman sekelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan metode tunjukkan dan ceritakan terhadap kesiapan membaca anak TK. Partisipan pada penelitian ini adalah 16 murid TK B di PAUD FL yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu KE (Kelompok Eksperimen) dan KK (Kelompok Kontrol). Partisipan akan diberikan alat tes Reading Readiness Assessment yang telah diadaptasi serta Expressive Vocabulary Test sebagai analisis tambahan yang diberikan pada awal dan akhir penelitian. Analisis data menggunakan uji beda yang menunjukkan hasil bahwa metode tunjukkan dan ceritakan tidak efektif terhadap kesiapan membaca anak TK (t = 1.678; p = 0.114) namun metode tunjukkan dan ceritakan efektif untuk meningkatkan jumlah kata anak (t = 4.961; p = 0.001) dan jumlah kosakata anak (t = 4.797; p = 0.002).
MEMBANGUN KESADARAN BELA NEGARA MASYARAKAT PEDESAAN BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL Usman Alhudawi; Ernawati Simatupang; Fazli Rachman
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.10156.2021

Abstract

Participating in State Defense is one of the important mandates contained in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. State Defense needs to be done by all responsible holders in creating Indonesia as a smart and prosperous nation. State Defense becomes important because national defense and security activities are not only left entirely to TNI and POLRI institutions.Therefore, various efforts are needed to reach all elements of Indonesian citizens who are dynamic and varied in their knowledge. The village community as a distinctive entity for Indonesian citizenship has not been properly touched with regard to efforts to instill awareness of defending the country. This article will discuss in detail the potential for the involvement of local wisdom values in the development of awareness of state defense in rural communities. Local wisdom is part of the strategy of a particular community group in order to achieve their needs. The research method used is qualitative. This research was conducted by studying literature with qualitative data collection techniques in the form of a literature study (literature). Meanwhile, the data analysis process used is data reduction, data display, verification, and conclusion. The results show that the approach to the value of local wisdom has an influence on the awakening of awareness of state defense in rural communities. The nature of the approach based on the valuesof local wisdom which is closely related to the habits of community life has implications for the awakening of awareness of state defense in such levels of society. Ikut serta dalam Bela Negara merupakan salah satu amanat penting yang termuat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bela Negara perlu dilakukan oleh seluruh pemegang tanggung jawab dalam menciptakan Indonesia sebagai bangsa yang cerdas dan sejahtera. Bela Negara menjadi penting karena aktivitas pertahanan dan keamanan nasional tidak hanya diserahkan sepenuhnya kepada institusi TNI dan POLRI. Oleh sebab itu, diperlukan berbagai upaya dalam dalam menjangkau seluruh elemen warga negara Indonesia yang dinamis dan variatif dalam pengetahuannya. Masyarakat desa sebagai suatu entitas khas kewarganegaraan Indonesia belum tersentuh dengan baik terkait upaya-upaya menanamkan kesadaran bela negara. Artikel ini akan mengulas dengan rinci potensi pelibatan nilai kearifan lokal dalam pembangunan kesadaran bela negara di tatanan masyarakat pedesaan. Kearifan lokal merupakan bagian dari strategi suatu kelompok masyarakat tertentu dalam rangka mencapai kebutuhan hidupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur dengan teknik pengumpulan data kualitatif berupa studi pustaka (literatur). Sementara itu, proses analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukan bahwa pendekatan nilai kearifan lokal memberikan pengaruh atas terbangunnya kesadaran bela negara masyarakat pedesaan. Sifat pendekatan berbasis nilai kearifan lokal yang lekat dengan kebiasaan kehidupan masyarakat, berimplikasi pada terbangunnya kesadaran bela negara pada lapisan masyarakat demikian. 
Redaksi JMISHS Vol 5 No 2 Sari, Wulan Purnama
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi JMISHS Vol 5 No 2
MOOD DISORDER QUESTIONNAIRE-INA: PENGUJIAN KONSTRUK BERDASARKAN VALIDITAS BUTIR DENGAN METODE FACTOR ANALYSIS Gunawan, Hosea; Satiadarma, Monty P.; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.9397.2021

Abstract

Mood Disorder Questionnaire-INA (MDQ-INA) is one of the most popular screening tool that has been used around the world and it has been adapted into Bahasa Indonesia. This screening tool can be very useful because it helped professional by identifying mania or hypomania symptoms on bipolar patient. The purpose of this study is to find the proof of construct validity in MDQ-Ina by using Confirmatory Factor Analysis (CFA) approach. There are 13 items that has been tested and there are 209 subjects in this study. This study is using LISREL 9.30 student version to analyze CFA based on fitness of the model, item validity with P-value > .05; positive loading factor; and t-value > 1.96. The result of this study is MDQ-INA is having 13 valid items with positif loading factor. Conclusion of this study is MDQ-INA is screening tool that has a good construct validity and can be used in screening patient with bipolar and can also be use in further study or research about bipolar or screening tool. Mood Disorder Questionnaire-INA (MDQ-INA) merupakan salah satu alat ukur skrining gangguan bipolar yang paling sering digunakan di seluruh dunia dan telah di adaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Alat ukur skrining ini dinilai sangat berguna karena membantu memastikan kemunculan gejala mania maupun hipomania pada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji konstruk MDQ-INA berdasarkan validitas butir menggunakan factor analysis, Confirmatory Factor Analysis (CFA). Jumlah butir tes sebanyak 13 butir, pengambilan data dilakukan kepada 209 subyek. Pengolahan data CFA menggunakan program LISREL 9.30 student, hasil pengujian berdasarkan model-fit dan validitas butir dengan P-Value > .05; factor loading positif; t-value > 1.96. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MDQ-INA memiliki 13 butir valid dengan loading factor positif. Oleh karena itu, MDQ-INA merupakan alat ukur skrining bipolar dengan validitas konstruk yang baik. MDQ-INA dapat digunakan lebih lanjut untuk melakukan skrining pada pasien maupun untuk penelitian lebih lanjut mengenai alat ukur skrining ini.
TELAAH SOSIOLOGIS PENYEBAB PELANGGARAN PENGUASAAN TANAH DI LINGKUNGAN PESISIR DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Prianto, Yuwono; Djaja, Benny; Farma Rahayu, Mella Ismelia; Aprilia, Indah Siti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.9984.2021

Abstract

Cultivation in coastal area usually did for business activity purpose against the villagers without giving concern for the nature & ecosystem impact. Coastal area have high level of potential conflict either marine aspect nor land authorization. Misuse & violation against coastal area indicate by construction frequently founded along shoreline. Restricted ban against shoreline is a prohibition that require villagers to not build a construction long 100 meters from shoreline. The law against shoreline intend to protect the villagers from tsunami and environmental damage thru human behavior. South Lampung District have high potential level of tsunami by reason the location is close to Krakatau Mountain. In advance of Tsunami 2018 which rushed Banten & South Lampung District throw a big disadvantage and had public nor government attention. In fact, there are a lot of construction who violate shoreline regulation. This research using empiric method which elaborate with direct observation. Faced by the low government supervision reveal the low level of villagers legal awareness about obligations and social function of the land as well as urgency of the preservation of environmental functions on the coast.  Masyarakat wilayah pesisir kerap menggunakan pesisir untuk melakukan kegiatan usaha tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan & ekosistem. Wilayah pesisir rentan menjadi sumber konflik baik dari segi kelautan maupun penguasaan atas tanah wilayah pesisir. Penyalahgunaan & pelanggaran terhadap wilayah pesisir ditandai dengan kerap ditemukan bangunan yang berdiri di sepanjang pesisir yang melanggar ketentuan Garis Sempadan Pantai (GSP). Larangan mendirikan bangunan di sepanjang garis sempadan pantai adalah larangan terhadap masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di sepanjang 100 meter dari garis pantai. Peraturan mengenai Garis Sempadan Pantai sejatinya bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya tsunami dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh ulah manusia. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan merupakan wilayah yang rentan akan bahaya tsunami dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan Gunung Krakatau. Pada Tsunami 2018 silam, wilayah Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana Tsunami Selat Sunda. Diketahui banyak ditemukan bangunan yang rusak akibat peristiwa Tsunami 2018 silam pada wilayah Lampung & Banten. Kerugian yang ditimbulkan oleh tsunami 2018 silam telah menarik perhatian publik & pemerintah. Fakta menunjukan bahwa banyaknya bangunan yang berdiri melanggar ketentuan GSP. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris melakukan pengumpulan data pustaka, observasi dan wawancara. Hasil penelitian terdapat kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah yang menyebabkan adanya kesadaran hukum yang kurang memadai dari masyarakat wilayah pesisir.
PENERAPAN ART THERAPY UNTUK MENGURANGI KECEMASAN MAHASISWA USIA EMERGING ADULTHOOD PADA MASA PANDEMI Tjugito, Bryan; Satiadarma, Monty P.; Subroto, Untung
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11354.2021

Abstract

Coronavirus disease 2019 (covid-19) has made major changes for the country in various sectors, one of which is education. Changes that occur in the education sector are in the form of a face-to-face learning system into an online learning system. This change creates anxiety among students. Some of the effects of this anxiety include sleeping difficulties, stomach disorders, and irregular menstrual cycles. Art therapy has been found to significantly reduce the severity of anxiety. Thus, this study aims to determine whether the application of art therapy can reduce anxiety symptoms in students aged 18-25 years who are doing online learning during a pandemic. The research design used in this study was a quasi-experimental. The sampling technique is non-probability sampling by providing a state-trait anxiety inventory (STAI) measurement tool to see the level of anxiety and participants are selected if they are included in the moderate or high category. Six of the twelve participants were selected (4 participants with a moderate level and 2 participants with a high level) and the researcher took individual data by interviewing to help researchers in building rapport with participants. After six intervention sessions, it was found that there was a decrease in anxiety levels, four participants were at low anxiety levels. Coronavirus disease 2019 (covid-19) memberikan perubahan yang besar bagi negara diberbagai sektor, salah satunya pendidikan. Perubahan yang terjadi pada sektor pendidikan berupa sistem belajar tatap muka menjadi sistem belajar daring. Perubahan ini menimbulkan rasa cemas pada para pelajar, tidak terkecuali mahasiswa. Beberapa dampak dari rasa cemas ini berupa sulit tidur, gangguan lambung, hingga siklus haid tidak teratur. Art therapy ditemukan dapat mengurangi kecemasan secara signifikan. Sehingga, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah penerapan art therapy dapat mengurangi simtom kecemasan pada mahasiswa berusia 18-25 tahun yang melakukan pembelajaran daring pada masa pandemi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan memberikan alat ukur state-trait anxiety inventory (STAI) untuk melihat tingkat kecemasan dan partisipan diseleksi apabila termasuk dalam golongan moderate atau high. Enam dari dua belas partisipan terpilih (4 partisipan dengan tingkat moderate dan 2 partisipan dengan tingkat high) dan peneliti melakukan pengambilan data individual dengan wawancara untuk membantu peneliti dalam membangun rapport dengan partisipan. Setelah enam sesi intervensi, ditemukan bahwa terdapat penurunan pada tingkat kecemasan, empat partisipan berada pada tingkat kecemasan low.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue