Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles
723 Documents
GAMBARAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PERANTAU DI KOTA TANGERANG
Timothy, Nathanael;
Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27530.2024
Karyawan perantau dalam perusahaan cenderung memiliki kebutuhan alami untuk melakukan interaksi sosial dan memiliki hubungan dekat dengan orang lain. Tantangan yang harus dihadapi para karyawan perantau adalah adanya perbedaan budaya, kemampuan mengatur keuangan, tuntutan untuk mandiri, kemampuan menghadapi orang dengan berbagai karakter, dan munculnya rasa rindu kampung halaman. Dalam mencapai visi dan misi perusahaan, perusahaan tentunya penting untuk memperhatikan kepuasan kerja para sumber daya manusianya. Kepuasan kerja karyawan merupakan prioritas sebuah perusahaan dan harus diciptakan sebaik baiknya untuk menumbuhkan lingkungan kerja yang positif. Kepuasan kerja berdampak bagi peningkatan kerja sehingga menciptakan pekerja yang produktif serta kesejahteraan perusahaan. Studi menemukan bahwa tingkat kepuasan kerja karyawan merupakan hal yang dapat berdampak terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan alat ukur JSS (Job Satisfaction Survey) untuk mengetahui gambaran kepuasan kerja pada karyawan rantau di kota Tangerang berusia 20-50 tahun yang aktif bekerja lebih dari 1 tahun dengan total 101 partisipan. Analisis data digunakan dengan menggunakan analisis deskriptif dengan IBM SPSS Statistic 23. Hasil analisis data gambaran kepuasan kerja pada karyawan perantau di Tangerang memiliki nilai mean sebesar 4.197. Hasil analisis menunjukan bahwa tingkat kepuasan kerja pada karyawan perantau di Tangerang tergolong cenderung tinggi.
GAMBARAN KECEMASAN OLAHRAGA ATLET CATUR PRIA DAN WANITA TERKAIT DENGAN ELO RATING
Widyachandra, Christine Elisabeth;
Satiadarma, Monty P.
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27537.2024
Kecemasan olahraga merupakan perasaan ketakutan dan ketegangan seorang atlet dalam menghadapi situasi kompetitif yang dirasakan sebagai suatu yang bahaya atau mengancam. Kecemasan olahraga pada umumnya ditandai dengan munculnya pikirin-pikiran negatif yang menyebabkan kesulitan berkonsentrasi hingga perubahan fisiologis seorang atlet. Kecemasan yang berlebihan pada seorang atlet dapat mempengaruhi performanya sehingga tidak dapat menampilkan performa yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan antara atlet catur pria dan wanita yang berkaitan dengan elo rating. Elo rating adalah penilaian peringkat keterampilan berdasarkan prestasi kejuaraan. Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Karakteristik partisipan penelitian ini adalah atlet catur yang sudah memiliki elo rating internasional FIDE minimal sejak setahun yang lalu. Penelitian ini melibatkan 4 atlet catur pria dan 4 atlet catur wanita. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara secara luring maupun daring sesuai dengan persetujuan masing-masing partisipan. Pedoman wawancara dalam penelitian ini disusun berdasarkan alat ukur Sport Anxiety Scale-2 (SAS-2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atlet catur wanita merasa lebih cemas pada dimensi worry dan somatic dibandingkan dengan atlet catur pria. Atlet catur wanita lebih sering merasa khawatir dan tidak percaya diri yang berdampak pada gangguan fisik. Gangguan fisik atlet catur wanita juga memiliki intensitas yang lebih tinggi dibandingkan atlet catur pria. Faktor-faktor yang menyebabkan seorang atlet catur pria maupun wanita merasa cemas adalah elo rating lawan, perasaan takut akan menampilkan performa yang buruk, takut akan kekalahan, level pertandingan yang tinggi, tuntutan dan target yang ditetapkan pihak luar.
PARENTING STYLES PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Mayadinda sari;
Niken Widi Astuti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27768.2024
Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang membutuhkan pendekatan pendidikan yang disesuaikan dengan tantangan belajar dan kebutuhan unik yang dimiliki setiap anak. Dalam konteks ini, penting untuk memberikan perhatian dan dukungan yang tepat agar setiap anak dapat mencapai potensi maksimal. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menyebutkan bahwa perkembangan perilaku pada anak berkebutuhan khusus masih kurang optimal. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah parenting styles yang diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran parenting style pada anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Penelitian dilakukan di empat Sekolah Berkebutuhan Khusus di Tangerang, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling melalui kuesioner digital melalui google form dan kuesioner fisik. Partisipan dalam penelitian ini adalah 155 orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner Parenting Style Dimension Questionnaire untuk mengukur parenting styles. Hasil uji reliabilitas kuesioner pada dimensi authoritative mempunyai nilai Alpha Cronbach sebesar 0.830, dimensi authoritarian 0.901, dan dimensi permissive 0.620 sehingga instrumen tersebut reliabel untuk digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 93.5% orang tua menerapkan authoritative parenting, 0.6% menerapkan authoritarian parenting, dan 5.8% menerapkan permissive parenting.
GAMBARAN KINERJA MAHASISWA YANG TERLIBAT ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Lusyana;
Astuti, Niken Widi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27779.2024
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia dan cara untuk meningkatkan kualitas hidup terhadap seseorang. Pendidikan memiliki tujuan yang penting pada masa era modern ini, yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang dapat mengikuti perkembangan zaman. Salah satu tingkat pendidikan yang menjadi tolak ukur pada penelitian ini adalah pendidikan di institusi perguruan tinggi. Perguruan tinggi tidak hanya menyediakan proses pembelajaran secara akademik, melainkan juga menyediakan lingkungan untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya organisasi kemahasiswaan dengan berbagai bidang pada perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tingkat keterlibatan mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Kinerja dianggap sebagai salah satu petunjuk seberapa efektif seseorang dalam menyelesaikan tugas, tingkat inisiatif yang mereka tunjukkan, dan cara mereka menangani masalah. Keterlibatan dalam kegiatan organisasi dapat dijelaskan sebagai aktivitas atau partisipasi di mana seseorang secara tekun berusaha menyumbangkan energi, pemikirannya, waktu, dan ide-idenya untuk kepentingan organisasi. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 260 mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan dan berusia antara 19 hingga 21 tahun. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan Individual Work Performance (IWPQ) sebagai alat ukur kinerja untuk mengevaluasi tingkat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor kinerja dalam kegiatan organisasi tergolong tinggi, dengan nilai rata-rata sebesar 5.0010, dan rentang skor berkisar antara 3.56 (rendah) hingga 5.78 (tinggi).
PENGASUHAN ORANGTUA TUNGGAL DAN KARAKTER HARDINESS REMAJA AKHIR
Christine, Audreya;
Fransisca Iriani Roesmala Dewi;
Astri Anggraini
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27796.2024
Orangtua tunggal (single parent) merupakan fenomena yang terus meningkat pada masyarakat modern ini. Data Badan Pusat Statistik (BPs) tahun 2022, menunjukan jumlah ibu tunggal di Indonesia mencapai 7,9 juta orang dan jumlah ayah tunggal sebanyak 2,7 juta, dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 275,77 juta jiwa. Anak yang hanya diasuh oleh orangtua Tunggal akan merasakan efek dari hilangnya salah satu orangtuanya yang berpengaruh pada aspek kehidupan anak. Oleh karena itu hardiness penting dimiliki oleh individu yang hidup diasuh oleh orangtua tunggal, karena mereka dituntut untuk menghadapi keadaan keluarga yang tidak utuh. Sikap hardiness yang dimiliki remaja, akan membuat remaja mampu meminimalisir dampak dari pengasuhan orang tua tunggal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang membentuk karakter hardiness pada remaja akhir yang diasuh oleh orangtua tunggal. Penelitian ini menunjukkan cara pengasuhan orangtua tunggal, masalah yang dihadapi remaja setelah hilangnya salah satu orangtua, alasan dan motivasi remaja untuk hardiness. Faktor yang mendukung pembentukan karakter hardiness, dan karakter hardiness yang ada pada remaja akhir. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuisoner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasilnya, individu dengan orangtua tunggal mampu mengatasi dan mengendalikan setiap permasalahan yang terjadi secara bertanggungjawab. Individu dengan hardiness yang baik juga memiliki tekad yang besar untuk bisa mengubah kehidupannya yang kurang baik, yang ditunjukkan dari sikapnya yang terus mau belajar dan aktif disetiap kesempatan.
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PHUBBING PADA REMAJA
Ivanka, Nadine;
Widi Astuti, Niken
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27863.2024
Pada tahun 2019 sebanyak 3.706.811 orang Indonesia melakukan phubbing sehingga, Indonesia menempati urutan ke 11 sebagai negara dengan phubbing terbanyak di dunia (Cecilia, 2019). Generasi yang saat ini merupakan generasi yang memiliki peluang yang tinggi untuk melakukan phubbing adalah generasi Z karena, generasi ini sangat akrab dengan gadget (Youarti et al., 2020). Remaja akan memasuki tahap kelima yaitu ego-identity versus role confusion di mana remaja berusaha untuk mengembangkan pemahaman yang jelas tentang identitasnya dengan merefleksikan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Keberhasilan menavigasi tahap ini menghasilkan rasa kohesif terhadap diri sendiri, sementara kesulitan dapat menyebabkan identity crisis (Benson, 2012). Berdasarkan fenomena tersebut peneliti ingin mengetahui hubungan harga diri dengan phubbing pada remaja. Harga diri adalah harga diri menurut Coopersmith adalah penilaian yang dibuat oleh individu terhadap dirinya sendiri, yang menunjukkan sejauh mana individu percaya bahwa mereka memiliki kemampuan, penting, sukses, dan berharga (dalam Sarandria, 2012) dan phubbing adalah tindakan seseorang yang menggunakan ponselnya ketika sedang bercakap-cakap dengan orang lain, memprioritaskan ponselnya di atas komunikasi interpersonal (Karadaǧ et al., 2015). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimen dengan sample pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dan secara online. Terdapat 306 responden remaja pada penelitian ini. Pada penelitian ini menggunakan alat ukur Coopersmith Harga diri Scale dengan nilai cronbach's alpha α = 0.908 untuk mengukur harga diri dan phubbing scale dengan nilai cronbach's alpha sebesar α = 0.837 untuk mengukur phubbing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan phubbing pada remaja dengan koefisien korelasi sebesar 0.217. Yang berarti semakin tinggi harga diri maka akan semakin rendah tingkat phubbing, begitupun sebaliknya. Penelitian ini diharapkan bisa menambahkan pengembangan ilmu pada psikologi pendidikan. Kemudian penelitian ini dapat menjadi referensi pada penelitian-penelitian selanjutnya dan dapat berkontribusi untuk menambahkan wawasan mengenai harga diri dan phubbing pada remaja.
PENGARUH WORK-LIFE INTEGRATION TERHADAP BURNOUT PADA PROFESI DOKTER: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Anugerah, Kharisma Putri;
Zamralita;
Sari, Meylisa Permata
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27872.2024
Profesi medis, terutama dokter, harus menghadapi tantangan setiap harinya seperti jam kerja yang panjang, tuntutan emosional yang tinggi, dan cenderung memprioritaskan kebutuhan pasien dibandingkan kebutuhan diri sendiri. Oleh karena itu, risiko burnout pada dokter semakin meningkat, bahkan menjadi isu global sebelum pandemi COVID-19. Studi menunjukkan bahwa dokter yang mengalami burnout dapat menghadapi masalah serius seperti peningkatan risiko kesalahan medis, penurunan kualitas pelayanan, dan bahkan memberikan ancaman terhadap produktivitas sistem kesehatan. Faktor-faktor seperti beban kerja yang tinggi, tugas administratif, dan jam kerja yang panjang juga menjadi salah satu faktor penyebab burnout pada dokter. Selain itu, penelitian mencatat bahwa work-life integration (WLI) memiliki peran signifikan dalam terjadinya burnout pada dokter. Adanya tantangan dalam mencapai kepuasan dalam work-life integration dapat meningkatkan risiko konflik, yang dapat berdampak negatif pada pekerjaan dan menyebabkan terjadinya burnout. Dengan adanya urgensi ini, penelitian yang menggunakan metode Systematic Review without META Analysis dilakukan untuk menyelidiki pengaruh work-life integration terhadap burnout pada dokter. Hasil di dalam penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam, membantu mengembangkan strategi intervensi dan kebijakan yang lebih baik di dunia kedokteran. Selain itu, penelitian dengan systematic review ini juga menemukan bahwa work-life integration memberikan pengaruh secara signifikan terhadap burnout pada profesi dokter.
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI KELUARGA DENGAN KONTROL DIRI REMAJA
Kusmaharani, Berliana Beta;
Risnawaty, Widya
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27889.2024
Terjadi salah satu fenomena di sekolah X mengenai kontrol diri siswa/i yang buruk. Melihat dari fenomena tersebut, peneliti menemukan latar belakang terkait kondisi keluarga dari siswa/I di sekolah X yang dapat menjadi salah satu pemicu kontrol diri yang buruk. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara fungsi keluarga dengan kontrol diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasi dengan metode sampling non probability sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan cara memberikan kuesioner kepada populasi, tetapi tidak seluruh populasi dapat menjadi sampel penelitian. Partisipan penelitian ini mengambil populasi sebanyak 156 partisipan di sekolah X dengan kriteria siswa/I kelas 10, 11, dan 12, serta berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Alat ukur yang digunakan adalah The Family APGAR: A Proposal for a Family Function Test and Its Use by Physicians dengan 5 butir pernyataan dan alat ukur Brief Self-Control Scale dengan 13 butir pernyataan. Pengujian pada penelitian ini dilakukan teknik uji korelasi Spearman-Rho dengan hasil koefisiensi korelasi sebesar 1.000. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara fungsi keluarga dengan kontrol diri remaja, karena nilai dari korelasi yang didapat > 0.50. Hal ini juga menunjukan bahwa semakin tinggi fungsi keluarga, maka remaja semakin memiliki kontrol diri yang tinggi, begitu juga sebaliknya.
KUALITAS TEACHER-STUDENT RELATIONSHIP SEBAGAI PREDIKTOR KOMUNIKASI INTERPERSONAL (STUDI PESERTA PELATIHAN PRAMUNIAGA RITEL): (Studi Peserta Pelatihan Pramuniaga Ritel)
Taruman, Evangel Chloe;
Y. S. Suyasa, P. Tommy
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27919.2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas Teacher-Student Relationship (TSR) dalam memprediksi kompetensi komunikasi interpersonal. Kualitas TSR adalah kedekatan hubungan antara pengajar (tenaga pelatih) dan pelajar (peserta pelatihan) yang diindikasikan oleh receptiveness, trust, responsiveness, respect, appreciation, commitment, dan closeness. Sedangkan kompetensi komunikasi interpersonal adalah persepsi individu terhadap kemampuannya dalam mengelola hubungan interpersonal atau dalam berkomunikasi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 86 orang yang merupakan para pramuniaga ritel yang telah menyelesaikan pelatihan berbasis kompetensi (PBK). Partisipan terdiri dari 31 laki-laki dan 55 perempuan, dengan rentang usia 19 s.d 38 tahun. Pramuniaga ritel merupakan karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan atau toko ritel dengan tugas melayani konsumen. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teacher-Student Quality Relationship Questionnaire (TSRQ-Q) dan International Association of Business Communicators - Communication Skill Assessment Tool (IABC-CSAT). Berdasarkan analisis Spearman Correlation dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara kualitas TSR (Md = 6.11; Mo = 6.58) dan kompetensi komunikasi interpersonal (Md = 6.14; Mo = 6.00), rs (84) = 0.764, p < 0.01. Semakin tinggi kualitas TSR (kualitas hubungan antara peserta pelatihan dengan para tenaga pelatih), maka semakin tinggi ICC (tingkat kemampuan/keterampilan dalam komunikasi dengan orang lain). Hasil penelitian ini bermanfaat bagi para pengelola, para tenaga pelatih, dan para peserta pelatihan untuk memperhatikan pentingnya kualitas-hubungan baik antara tenaga pelatih dengan pramuniaga ritel (peserta pelatihan), dalam usaha peningkatan komunikasi interpersonal.
COVER JMISHS VOL 6 NO 3
Doaly, Carla Olyvia
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar