Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles
723 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA KORBAN BULLYING
Rahmadina, Dhea Fadhila;
Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27384.2024
Bullying fenomena yang sekarang ini sedang ramai terjadi pada kalangan remaja, ada banyak faktor terjadinya kasus pembullyan dalam sebuah ruang lingkup masyarakat. Bullying banyak menimbulkan dampak negatif pada korban seperti dampak fisik maupun psikis. Dampak secara psikis sendiri itu terdapat pada rendahnya nilai Psychological Well-Being korban. Bagi korban mendapat dukungan dari keluarga merupakan hal yang dapat membantu korban untuk memelihara kesehatan atau pemulihan dari sakit. Penelitian dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui adakah hubungan antara Psychological Well-Being korban bullying dengan dukungan yang diberikan oleh sosial khususnya keluarga.penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan jumlah partisipan sebanyak 530 partisipan remaja yang berjenis kelamin laki laki atau perempuan dengan umur 13-18 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ryff’s Psychological well-being scale 31 items (RPWB), Friedman dukungan keluarga, Revised Olweus Bully/Victim Questionnaire. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Proses pengolahan data menggunakan IBM Statistic SPSS 24 dengan melakukan uji korelasi terhadap variabel dukungan keluarga dan Psychological Well-Being korban. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan hasil bahwa dukungan keluarga berkorelasi positif Psychological Well-Being korban bullying. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah jika dukungan sosial tinggi dan Psychological Well-Being korban juga tinggi.
DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI PREDIKTOR RESILIENSI REMAJA KORBAN BULLYING
Ivanka, Risa;
Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27385.2024
Fenomena bullying sering sekali dijumpai di kalangan para remaja. Remaja adalah masa terjadinya banyak perubahan perilaku yang berasal diluar lingkungan keluarga. Fenomena bullying dapat mengganggu tumbuh kembang remaja yang akan berdampak secara negatif seperti menarik diri dari lingkungan sosial, tidak percaya diri dan dapat berusaha untuk bunuh diri. Remaja yang menjadi korban bullying dapat meminimalisir dampak negatif apabila remaja tersebut memiliki resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan untuk bertahan pada situasi sulit yang membawa perubahan di dalam kehidupan individu tersebut. Resiliensi dapat dikembangkan melalui salah satu faktor protektif yaitu dukungan sosial. Dukungan sosial mampu didapatkan dari keluarga, teman dan orang spesial yang dekat dengan remaja korban bullying. Tujuan penelitian ini untuk melihat peranan dukungan sosial terhadap resiliensi remaja korban bullying. Partisipan adalah 322 remaja korban bullying yang berusia 13 tahun sampai 18 tahun. Data dikumpulkan dengan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat bullying menggunakan alat ukur multidimensional peer of victimization scale. Pengukuran variabel dukungan sosial menggunakan alat ukur multidimensional scale of perceived social support. Pengukuran variabel resiliensi menggunakan alat ukur SSRI. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai T sebesar 8.102 dan nilai R2 sebesar 17.0 dengan demikian peran dukungan sosial terhadap resiliensi remaja korban bullying sebesar 17% lalu 83% deng dipengaruhi oleh variabel lain. Dapat disimpulkan remaja korban bullying dapat memiliki resiliensi tinggi yang dipengaruhi oleh dukungan sosial
RESILIENSI KORBAN KEKERASAN PSIKOLOGIS DALAM HUBUNGAN BERPACARAN: PERANAN DUKUNGAN SOSIAL
Frederik, Kimberly;
Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27386.2024
Kekerasan psikologis dalam hubungan berpacaran kian bertambah pada beberapa tahun terakhir, hal ini memunculkan dampak-dampak negatif pada korban khususnya remaja sehingga berpengaruh kepada kemampuan mereka untuk beradaptasi dan melalui masa-masa keterpurukan yang dialaminya. Dampak negatif tersebut meliputi kecemasan, trauma, depresi, PTSD, hingga percobaan bunuh diri. Dukungan sosial kerap dikaitkan dengan resiliensi yang dimana dukungan dari orang sekitar diketahui mempengaruhi resiliensi seseorang seperti halnya korban kekerasan psikologis dalam hubungan berpacaran. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui seberapa besar peran dukungan sosial terhadap resiliensi remaja korban kekerasan psikologis dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan 192 partisipan remaja akhir berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, berusia 18-21 tahun yang mengalami kekerasan psikologis dalam hubungan berpacaran. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Subtle and Overt Psychological Abuse Scale (SOPAS), Multi-dimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Resilience Quotient (RQ). Teknik sampling pada penelitian ini merupakan non-probability sampling yaitu purposive sampling. Pengolahan data menggunakan program IBM Statistics SPSS 24 dengan melakukan analisis uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dukungan sosial terhadap resiliensi remaja korban kekerasan psikologis dalam hubungan berpacaran memiliki persentase sebesar 14.7%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran dukungan sosial tidak berperan tinggi terhadap resiliensi remaja korban kekerasan psikologis dalam hubungan berpacaran.
HARDINESS PADA MAHASISWA BEKERJA DI JAKARTA: PERANAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL
Yusuf, Dania;
Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27387.2024
Saat ini fenomena mahasiswa bekerja bukanlah suatu hal yang baru. Mahasiswa yang berkuliah sambil bekerja di Jakarta memiliki tekanan yang lebih besar karena harus mengatur waktu dan mengerjakan tugas yang diberikan di perkuliahan dan pekerjaan. Adapun alasan mahasiswa yang berkuliah sambil bekerja yaitu masalah finansial ataupun hanya mencari pengalaman bekerja dan memperluas relasi. Diketahui melalui penelitian sebelumnya bahwa terdapat korelasi antara efikasi diri dan dukungan sosial terhadap hardiness. Hipotesis penelitian ini adalah apakah terdapat peran efikasi diri dan dukungan sosial terhadap hardiness mahasiswa bekerja. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah General Self-Efficacy Scale (GSE), Multidimentional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Dispositional Resilience Scale (DRS-15) dengan jumlah 203 partisipan yang merupakan seorang mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menjalani kuliah sambil bekerja. Proses pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui google form. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuantitatif non-eksperimental dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Penelitian ini melakukan uji asumsi klasik yaitu normalitas, multikolinearitas, dan heterokedastisitas sebelum melakukan regresi linear berganda yang digunakan sebagai teknik analisa. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, dengan nilai t pada uji regresi efikasi diri terhadap hardiness = 7.232 dan nilai t pada uji regresi dukungan sosial terhadap hardiness = 3.955, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peran positif dan signifikan efikasi diri dan dukungan sosial terhadap hardiness mahasiswa bekerja. Nilai R Square = 0.576 yang berarti efikasi diri dan dukungan sosial berperan terhadap hardiness mahasiswa bekerja sebesar 57.6% sementara 42.4% dipengaruhi variabel lain. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa peran efikasi diri dan dukungan sosial terhadap hardiness cukup tinggi.
PERAN MODAL PSIKOLOGIS DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KETERIKATAN KERJA AGEN ASURANSI AGENCY X
Nurhanifa, Putri Alika;
Zamralita;
Permata Sari, Meylisa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27390.2024
Keberhasilan individu dalam mencapai kinerja yang tinggi memerlukan peran dari keterikatan kerja, demikian pula dengan agen asuransi. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi keterikatan kerja yaitu modal psikologis dan dukungan sosial. Keterikatan kerja merupakan keadaan di mana individu terikat secara positif dalam pikiran, merasa puas dengan pekerjaan, yang dicirikan dengan semangat, dedikasi, dan absorpsi. Modal psikologis merupakan kondisi positif dari psikologis individu yang meliputi aspek harapan, resiliensi, optimisme, dan efikasi diri. Dukungan sosial merupakan sejumlah interaksi sosial yang memberikan bantuan dan tersedia di lingkungan kerja yang dapat berasal dari teman, orang terpenting dalam hidup, dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran modal psikologis dan dukungan sosial terhadap keterikatan kerja. Partisipan penelitian ini adalah 182 agen asuransi berusia 19 hingga 54 tahun yang bekerja di Agency X. Metode penelitian yang digunakan yaitu non-probability dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Psychological Capital Questionnaire, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal psikologis dan dukungan sosial secara bersama-sama maupun secara parsial berperan terhadap keterikatan kerja agen asuransi Agency X. Penelitian ini memiliki implikasi bagi perusahaan untuk dapat merancang program intervensi guna meningkatkan keterikatan kerja agen asuransi Agency X.
PERANAN GRATITUDE SEBAGAI MODERATOR DALAM HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN LONELINESS PADA DEWASA MUDA
Kaseger, Gracia Emmanuelle Venezzia;
Sahrani, Riana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27398.2024
Hadirnya media sosial dalam perkembangan teknologi memberikan kemudahan dan dampak bagi para penggunanya. Melalui perubahan pola interaksi dalam era digital, loneliness menjadi salah satu kondisi yang dirasakan oleh penggunanya. Loneliness merupakan sebuah perasaan yang muncul akibat pengalaman pribadi individu akan kehidupan sosialnya. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukan hubungan antara loneliness dengan intensitas penggunaan media sosial. Gratitude merupakan sebuah perasaan bahagia serta cara pandang individu dalam memaknai kehidupannya. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak loneliness pada pengguna, dibutuhkan gratitude. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan gratitude dalam hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan loneliness. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional non-eksperimental dengan mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner online. Penelitian menggunakan tiga alat ukur, yaitu Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial, The Social and Emotional Loneliness Scale for Adults (SELSA-S) Indonesian Version, dan The 30-item Gratitude Scale Indonesian Version. Pengujian asumsi klasik ditemukan bahwa persebaran data pada 427 partisipan tidak normal, sehingga pengujian dilakukan dengan menggunakan metode non-parametrik. Data utama diolah dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil pengujian moderated regression analysis (MRA) menunjukan tidak terdapat peranan signifikan pada variabel gratitude dengan nilai t = 1.928; dan p = 0.055 > 0.05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gratitude tidak memiliki peran moderasi terhadap hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan loneliness.
HUBUNGAN BYSTANDER BULLYING DENGAN SELF-ESTEEM SISWA-SISWI SMA
Chiu, Ferdinand;
Soetikno, Naomi;
Uranus, Hanna Christina
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27411.2024
Bullying merupakan salah satu fenomena yang masih sering terjadi dalam ruang lingkup sekolah. Bullying adalah tindakan agresif atau intimidasi yang dilakukan oleh pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah dengan beragam macam bentuk. Tindakan bullying dapat didorong oleh beberapa hal dan salah satunya adalah tingkat harga diri individu. Pada umumnya, penelitian terhadap kasus bullying ini selalu memfokuskan pada dua pihak saja yaitu pelaku tindakan bullying dan korban tindakan bullying. Tetapi ada pihak ketiga yang memiliki peranan cukup besar dalam kasus bullying yang dinamakan sebagai Bystander dan dapat dikategorikan kedalam tiga macam yaitu Reinforcing, Defending, dan Passive. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Bystander Bullying dengan Self – Esteem pada siswa dan siswi SMA. Partisipan dalam penelitian ini didapat sebanyak 298 siswa. Alat ukur yang dipakai untuk mengukur self-esteem adalah Rosenberg Self-Esteem Scale dan alat ukur yan digunakan untuk mengukur bystander adalah Bystander Scale. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara passive bystander dan self-esteem. hal ini menunjukkan jika self-esteem individu rendah maka besar kemungkinan individu menjadi passive bystander dan sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI AKADEMIK SISWA PASCA TRANSISI KURIKULUM MERDEKA
Endah Utami, Putri;
Oloan Tumanggor, Raja
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27438.2024
Kurikulum 2013 diubah menjadi kurikulum merdeka dengan tujuan agar siswa dapat belajar mandiri dan kreatif serta memiliki kebebasan belajar. Kreativitas siswa akan meningkat jika ia memiliki motivasi akademik yang tinggi. Penerapan kurikulum merdeka juga akan membentuk siswa agar memiliki potensi dalam meningkatkan kolaborasi serta interaksi sosial teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi akademik siswa pasca transisi kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan tipe penelitian studi korelasional serta teknik sampling non probability sampling dengan purposive sampling. Partisipan/responden penelitian sebesar 160 partisipan dengan kriteria siswa/siswi yang mengalami perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka. Alat ukur yang digunakan adalah social support scale yang telah dimodifikasi. Social support scale terdiri dari 36 aitem pernyataan dengan 19 butir aitem favorable dan 17 butir aitem unfavorable. Alat ukur motivasi akademik menggunakan Academic Motivation Scale (AMS). Academic motivation scale terdiri dari 30 butir aitem pernyataan. Pada proses analisis data dilakukannya teknik analisis korelasi Spearman-Rho dengan hasil koefisiensi korelasi sebesar 0.363 dengan p = 0.000 < 0.05. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif signifikan antara variabel dukungan sosial dengan variabel motivasi akademik. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi pula motivasi akademik siswa pasca transisi kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka, begitu juga sebaliknya.
GAMBARAN KESEPIAN DI TEMPAT KERJA YANG DIRASAKAN PADA KARYAWAN DI DKI JAKARTA
Nistleroy, Kevin;
Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.27460.2024
Dalam dunia pekerjaan, sangat penting bagi setiap orang untuk dapat bersosialisasi dan menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerjanya di tempat kerja, tetapi beberapa orang tidak memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan merasa nyaman di lingkungan kerja mereka. Hal ini menjadi salah satu masalah bagi subyek karena mereka dapat merasa kesepian saat berada di tempat kerja. Kesepian merupakan keadaan dimana hubungan sosial yang dimiliki seseorang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Studi telah menunjukkan bahwa kesepian di tempat kerja merupakan salah satu faktor yang dapat berdampak terhadap kualitas kinerja karyawan, sehingga hal tersebut menjadi alasan terlaksananya penelitian ini. Penelitian ini menggunakan alat ukur LAWS (Loneliness At Workplace Scale). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesepian di tempat kerja pada karyawan di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode pengambilan sampel convenience sampling, dimana peneliti mengambil sampel penelitian dari kumpulan responden yang tersedia secara acak dan mudah dijangkau dengan total sebanyak 154 partisipan. Karakteristik partisipan dalam penelitian ini merupakan karyawan tetap yang sudah bekerja selama 1 tahun, domisili DKI Jakarta dengan usia 20-45 tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics 23. Hasil analisis deskriptif gambaran kesepian di tempat kerja pada karyawan di DKI Jakarta memiliki nilai mean sebesar 2,12 yang mengartikan rendahnya tingkat kesepian di tempat kerja pada karyawan di DKI Jakarta.
HUBUNGAN KEPRIBADIAN MACHIAVELLIANISME DENGAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA GENERASI Z
Triana, Nabila Maulita;
Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i2.27466.2024
Perkembangan teknologi digital pada ditunjukkan dengan kebergaman fitur internet, khususnya media sosial. Saat ini, media sosial memiliki beragam manfaat mulai dari aspek komunikasi, hiburan, hingga pendidikan. Namun, tidak sedikit individu yang kurang bijak sehingga menjadikan media sosial sebagai media untuk menyerang atau mengujar kebencian yang dikenal sebagai cyberbullying. Perilaku cyberbullying merupakan bentuk agresi yang sengaja dilakukan berulang melalui media online. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi individu menjadi pelaku cyberbullying adalah tipe kepribadiannya. Kepribadian dark triad diperkirakan dapat mendorong terjadinya cyberbullying. Peneliti berasumsi kemungkinan individu machiavellianisme sebagai individu manipulatif, tidak segan menjatuhkan orang lain melalui dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kepribadian machiavellianisme dengan perilaku cyberbullying pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-experimental dengan teknik convenience sampling, melalui penyebaran kuesioner. Partisipan penelitian ini sebanyak 352 orang partisipan dengan rentang usia 17 - 27 tahun (M = 19.62) merupakan pengguna media sosial yang aktif dengan minimal pendidikan SMP. Penelitian ini menggunakan alat ukur, yaitu The Short Dark Triad (SD3) untuk mengukur machiavellianisme dan Cyberbullying Questionnaire (CBQ) untuk mengukur cyberbullying. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepribadian machiavellianisme tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku cyberbullying pada generasi Z dalam penelitian ini (r = 0.059, p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa individu dengan kepribadian machiavellianisme tinggi belum tentu melakukan perilaku cyberbullying.