cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR (STUDI PADA MASA PANDEMI COVID-19) Putri, Sihwidhiati Made; Monika, Monika
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi memberikan dampak yang besar di berbagai bidang salah satunya pada dunia kerja dengan tingginya tingkat pengangguran, banyak pekerja yang mengalami PHK dan sulitnya mendapatkan pekerjaan menimbulkan kecemasan pada mahasiswa semester akhir yang akan memasuki dunia kerja. Kecemasan menghadapi dunia kerja dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu efikasi diri. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 453 orang mahasiswa semester akhir di Indonesia yang didapatkan dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala general self-efficacy yang terdiri dari 10 butir (?=0,887) dan skala kecemasan menghadapi dunia kerja yang terdiri dari 28 butir (?=0,900). Berdasarkan hasil analisis regresi linear menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara efikasi diri terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja dan bahwa variabel efikasi diri berpengaruh terhadap variabel kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar 5,9% dan sisanya sebesar 94,1% dipengaruhi faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. The COVID-19 pandemic that occured had a major impact in various fields, one of which was on the world of work with a high unemployment rate, many workers experienced layoffs and the difficulty of finding a job caused anxiety in final semester students who were about to enter the world of work. Anxiety facing the world of work is influenced by one of the factors, namely self-efficacy. This study aims to determine the effect of self-efficacy on anxiety in facing the world of work in final semester students. This research uses this type of research with a quantitative approach. The research sample amounted to 453 final semester students in Indonesia obtained by purposive sampling method. The research instrument used a general self-efficacy scale consisting of 10 items (? = 0.887) and a scale of anxiety facing the world of work consisting of 28 items (? = 0.900). Based on the results of a linear regression analysis, it was shown that there was a negative influence between self-efficacy on anxiety facing the world of work and that the self-efficacy variable affected the anxiety facing the world of work variable by 5.9% and the remaining 94.1% was influenced by other factors that were not explained in this study.
GRIT SEBAGAI MEDIATOR HUBUNGAN HASRAT BERPRESTASI DENGAN RESILIENSI WIRAUSAHAWAN E-COMMERCE PADA ERA DIGITAL Tanujaya, Aurellya Marcella; Rostiana; Gismar, Abdul Malik
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.28939.2023

Abstract

Saat ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat ditambah lagi dengan dampak Pandemi Covid-19 yang menyebabkan semua elemen bergantung pada teknologi digital. era digital merupakan era dimana wirausaha mengoptimalkan penggunaan alat-alat digital untuk kepentingan bisnis karena permintaan konsumen yang semakin variatif menyebabkan tantangan pada bisnis wirausahawan. Para wirausahawan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan usahanya dan tetap lancar dan menjadi semakin dikenal pada kalangan masyarakat. Resiliensi, hasrat berprestasi dan grit di dalam diri wirausahawan e-commerce penting untuk bertahan dan menghadapi tantangan yang terjadi pada era digital ini serta wirausahawan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran grit sebagai mediator antara hubungan hasrat berprestasi dengan resiliensi. Penelitian ini melibatkan 217 partisipan dengan rentang usia 18 – 51 tahun yang mempunyai usaha di e-commerce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu McClelland Motives Questionnaire, The Brief Resilience Scale, dan Grit Scale. Hasil pengolahan data dengan uji regresi sederhana yang menujukkan bahwa hasrat berprestasi memiliki hubungan yang signifikan dengan resiliensi diperoleh nilai (p) 0.000 < 0.05, dan R2 = 39.4%. Namun, peran mediasi yaitu grit tidak dapat dilakukan karena korelasi antara grit dengan hasrat berprestasi dan resiliensi tidak signifikan.
Picture Exchange Communication System (PECS) untuk meningkatkan Komunikasi Fungsional dalam melakukan Request pada Anak Autis Nonverbal Indri, Indri; Mar'at, Samsunuwijati; Agustina, Agustina
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.2877.2023

Abstract

Penerapan Picture Exchange Communication System (PECS) merupakan salah satu pendekatan dari intervensi Augmentative and Alternative Communication (AAC), yaitu sebuah fasilitator untuk mengajarkan komunikasi alternatif kepada individu yang mengalami keterbatasan pada kemampuan berbahasa dan berbicara, seperti Autism Spectrum Disorder (ASD) nonverbal atau gangguan pervasif lainnya. Penerapan PECS menggunakan kartu bergambar sebagai media komunikasi yang akan diberikan individu kepada partner komunikasi untuk menyatakan keinginannya. Dengan menggunakan PECS, individu dapat melakukan pertukaran kartu bergambar dengan item atau objek yang diinginkan sebagai bentuk direct reinforcement. Penerapan ini sangat tepat untuk individu dengan ASD yang dikenal dengan visual learner, apalagi didukung dengan direct reinforcement dengan item atau kegiatan yang disukai individu. Penelitian ini merupakan clinical case study yang dilakukan pada tiga partisipan yang sesuai dengan karakteristik penelitian. Pengukuran komunikasi fungsional pada penelitian ini menggunakan Wetherby and Prizant Communication Checklist yang diadaptasi oleh Magiati dan Howlin (2003) untuk mengukur hasil pre dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan komunikasi fungsional setiap partisipan dalam melakukan request dengan menggunakan PECS untuk menyatakan keinginannya. Setiap partisipan dapat berinisiatif mencari dan membuka buku komunikasi, memilih dan mengambil kartu bergambar, lalu berjalan mendekati partner komunikasi dan memberikan untuk mendapatkan item atau kegiatan yang diinginkannya.
TIDAK SELAMANYA KARYAWAN YANG DISIPLIN DAN TEKUN AKAN TETAP RAJIN (SAAT MENERIMA PERLAKUAN KASAR) Sari, Emilia; Jap Tji Beng; P. Tommy, Y. S. Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3449.2023

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peran kepribadian trait conscientiousness sebagai moderator hubungan pengalaman incivility terhadap munculnya counterproductive work behavior (CWB) pada karyawan di sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif. Dengan menggunakan kerangka teori stressor emotion model dan transactional theory of stress and coping, pengalaman incivility diprediksi berhubungan dengan kemunculan CWB, khususnya dimensi production deviance dan withdrawal. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 398 karyawan dengan masa kerja minimal satu tahun dengan variasi usia, bagian pekerjaan, dan level jabatan. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik convenience sampling, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner hardcopy dan softcopy dalam bentuk GoogleDoc. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa conscientiousness tidak terbukti berperan sebagai moderator hubungan incivility terhadap munculnya CWB dimensi production deviance maupun withdrawal. Karyawan dengan tingkat conscientiousness yang rendah atau tinggi tidak memperkuat hubungan incivility terhadap kemunculan CWB. Efek moderator juga tidak terbukti saat sumber incivility dilihat secara terpisah, yaitu incivility atasan dan incivility rekan kerja. Tingkat conscientiousness tertentu pada karyawan saat menerima incivility baik dari atasan maupun rekan kerja tidak memperkuat munculnya CWB.
KEY EXPERIENCES TO JOB-BASED PSYCHOLOGICAL OWNERSHIP: GAMBARAN PROSES KARYAWAN MENJADI LEBIH BERTANGGUNG JAWAB Meiwati, Meiwati; Suyasa, Tommy Y.S
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3464.2023

Abstract

Psychological ownership menjadi term yang penting bagi PT. DMG karena adanya kepercayaan yang diberikan perusahaan kepada karyawan untuk mengelola perusahaan sendiri sebagai perpanjangan tangan PT. DMG. Penting bagi karyawan yang dipercaya memiliki perasaan tanggung jawab dan sense of burden sharing untuk perusahaan. Hanya ketika karyawan merasa bahwa dirinya adalah owner, maka hubungan mereka dengan perusahaan akan mengalami perubahan dan hal itu dapat mempengaruhi cara mereka berpikir, mengambil keputusan, dan cara bekerja. Karyawan yang memiliki psychological ownership akan merasa bertanggung jawab terhadap pekerjaan dibandingkan yang tidak. Pierce, Kostova, dan Dirks (2003) menjelaskan bagaimana karyawan merasakan psychological ownership dan mengidentifikasi key experiences yang membentuknya, yaitu experienced control, intimate knowing, dan investment of self. Masih sedikit penelitian yang meneliti ketiga key experiences secara bersamaan dan belum terdapat penelitian yang benar-benar ditujukan untuk meneliti key experiences mana yang paling kuat mempengaruhi terbentuknya job-based psychological ownership. Dengan mengetahui key experiences mana yang paling kuat, hal tersebut dapat memberikan gambaran proses karyawan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Penelitian dilaksanakan pada 310 karyawan industri manufaktur dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan investment of self merupakan merupakan key experiences yang paling berpengaruh diikuti oleh intimate knowing dan experienced control. Semakin banyak waktu, energi, fokus, dan perhatian yang didedikasikan (investment of self), semakin banyak pengetahuan/pemahaman yang dimiliki tentang pekerjaan dan segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan (intimate knowing), dan semakin mampu karyawan menyelesaikan pekerjaannya (experienced control) maka semakin tinggi job-based psychological ownership. Hal ini disebabkan karena pekerjaan merupakan salah satu sumber kepuasan dalam hidup seorang karyawan.
Hubungan Mindfulness dan Harga Diri pada Mahasiswi Usia Remaja Akhir Clarissa, Veronica; Sandy Kartasasmita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3519.2023

Abstract

Remaja Akhir merupakan tahap dimana seorang individu bersiap untuk memasuki tahap kedewasaan. Remaja akhir merupakan tahap paling penting dari seorang remaja, dimana remaja akhir diharapkan sudah mampu menerima dirinya sendiri. Salah satu komponen penerimaan diri yang utama adalah Harga Diri. Harga Diri adalah evaluasi terhadap perasaan dan penilaian individu tentang dirinya. Namun, tidak jarang seorang remaja tidak mampu menerima dirinya dikarenakan rendahnya harga diri yang ia miliki. Salah satu cara meningkatkan harga diri adalah dengan Mindfulness. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah ada hubungan antara Mindfulness dengan harga diri pada mahasiswi usia remaja akhir. Penelitian dilakukan pada 205 remaja akhir yang memiliki status sebagai mahasiswi di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara dengan karakteristik sampel berusia 18-21 tahun dengan berbagai latar belakang agama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan rancangan korelasional. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa r (205)= -.325 dan p =.000. Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara mindfulness dan harga diri pada mahasiswi usia remaja akhir. Artinya, jika subyek memiliki mindfulness tinggi, maka harga diri subyek tinggi. Sebaliknya, jka subyek memiliki tingkat mindfulness rendah, maka harga dirinya akan rendah. Masa remaja akhir merupakan masa kritis untuk menentukan tujuan hidupnya. Untuk itu, dengan mengarahkan tingkah laku para remaja akhir untuk lebih mencintai dirinya sendiri, remaja dapat lebih bersosialisasi dan beradaptasi dalam kehidupan sehati-hari karena memiliki mindfulness dan harga diri yang baik.
PERAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI MEDIATOR ANTARA MODAL PSIKOLOGIS, MINAT PEKERJAAN, DAN PERSEPSI DUKUNGAN ATASAN DENGAN KINERJA Dicky, Dicky; Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3537.2023

Abstract

Kinerja adalah salah satu hal kunci agar perusahaan dapat tetap bertahan dan bersaing dalam dunia bisnis. Pekerjaan seorang sales tidak terlepas dari modal psikologis, minat terhadap pekerjaan, dan persepsi terhadap dukungan atasannya. Modal psikologis, minat terhadap pekerjaan, dan persepsi terhadap kinerja diasumsikan berhubungan dengan kinerja melalui keterikatan kerja akan tetapi belum ada penelitian yang membuktikan hal ini. Penelitian dilakukan di PT A, sebagai salah satu perusahaan distribusi bahan bangunan di Indonesia. Jumlah sampel yang digunakan sejumlah 151 responden. Metode analisis dilakukan dengan metode SEM. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa keterikatan kerja tidak dapat memediasi modal psikologis dan kinerja (RMSEA = 0.031, P-value = 0.2188). Namun, keterikatan kerja ditemukan dapat memediasi minat dengan kinerja (RMSEA = 0.000, P-value = 0.2188). Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan salah satu model penelitian dinyatakan tidak fit (RMSEA = 0.067, P-values = 0.00035).
PERAN KEBANGGAAN TERHADAP ORGANISASI SEBAGAI MEDIATOR HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA Sihotang, Fitriana Nursinta; P. Tommy Y. S. Suyasa; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3558.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji Peran Kebanggaan Terhadap Organisasi Sebagai Mediator Hubungan Antara Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Kepuasan Kerja. Kebanggaan terhadap organisasi merupakan perasaan bangga yang individu rasakan sebagai hasil pengidentifikasian diri dengan organisasi yang memiliki reputasi dan rekam jejak yang bagus, di mana individu tersebut terlibat. Keseimbangan kehidupan kerja adalah kemampuan individu untuk membagi waktunya secara seimbang untuk kepentingan yang bersifat pekerjaan, seperti penyelesaian tugas, dan non-pekerjaan atau di luar pekerjaan, seperti keluarga, hobi, pendidikan, dan olah raga. Kepuasan kerja adalah variabel yang merefleksikan perasaan individu mengenai pekerjaannya dan aspek lingkungan kerjanya. Jumlah sampel penelitian adalah 111 dengan menggunakan sample convenience sampling. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebangaan terhadap organisasi sebagai full mediator dalam hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja. Oleh karena itu kebanggaan organisasi dapat meningkatkan pengaruh keseimbangan kehidupan kerja terhadap kepuasan kerja. Nilai hubungan keseimbangan kehidupan kerja dan kebanggaan terhadap organisasi adalah t = 2.53. Kebangaan terhadap organisasi dan kepuasan kerja adalah t = 8.43. Keseimbangan kehidupan kerja terhadap kepuasan kerja adalah t = 1.16. Karyawan yang memiliki kenyamanan dalam pekerjaannya dan memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang efektif, akan merasa bangga bekerja pada perusahaan tersebut. Kebangaan terhadap organisasi menunjukkan perasaan yang kuat dan peduli yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
PENERAPAN MINDFULNESS BASED ART THERAPY UNTUK MENURUNKAN GEJALA SOMATIK PADA INDIVIDU DEWASA AWAL DENGAN GANGGUAN KECEMASAN Gazali, Alex Valentino; Monty P. Satiadarma; Untung Subroto Dharmawan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3564.2023

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan mental yang paling banyak ditemukan dalam masyarakat. Menurut data yang ditemukan, usia dewasa awal merupakan usia yang paling rentang atau tertinggi jumlahnya. Kondisi hanya berfokus di masa lalu atau di masa yang akan datang yang menjadi dasar individu dapat mengalami gangguan kecemasan. Pada individu dengan gangguan kecemasan dapat juga diikuti oleh gejala somatik. Dimulai dengan sesak napas, keringat berlebih, jantung berdebar, diare, dan gatal. Rasa sakit dari gejala somatik tidak disebabkan dari gangguan penyakit secara fisik seperti bakteri, virus ataupun gangguan fisik lainnya, melainkan hasil dari masalah mental (psychological problem).  MBAT (Mindfulness-based art therapy) merupakan salah satu metode intervensi yang menitik beratkan pada proses regulasi diri, dimana dengan konsep mindfulness individu dengan pola pikir yang berorientasi masa lalu atau masa depan akan di arahkan untuk berorientasi pada masa sekarang atau dikenal dengan the nownest. Lalu dibantu dengan media seni atau art therapy yang dapat menjadi media proyeksi emosi atau perasan bagi individu. Hal ini dinilai akan sangat esensial untuk melatih diri bagi individu dengan gangguan kecemasan. Hasil intervensi yang dilakukan terhadap 6 orang berdasarkan kuesioner PHQ-15 pretest-postest partisipan menunjukan skor penurunan sangat besar yaitu 20 menjadi 5-7. Pada penelitian ini terlihat bahwa MBAT cukup efektif dalam membantu individu dewasa awal untuk mengurangi gejala somatik yang disebabkan ganguan kecemasan.
ART THERAPY SEBAGAI INTERVENSI KELOMPOK DALAM UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN PADA ANDIKPAS DI LAPAS ANAK TANGERANG Idriyani, Natris; Soetikno, Naomi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3569.2023

Abstract

Lapas Anak Tangerang merupakan lembaga perlindungan dan pembinaan anak dan remaja yang didakwa secara hukum bersalah, karena tindak kriminal yang dilakukan. Meskipun lembaga ini merupakan tempat penahanan dan pembinaan bagi andikpas, namun mereka mengalami kekhawatiran dalam menjalani masa penahanan dan pembinaan tersebut. Perasaan terkungkung, khawatir berinteraksi dengan teman baru yang juga pelaku tindak kriminal di Lapas, perasaan takut jauh dari orang tua, membuat andikpas merasa tertekan dan memiliki  kecemasan yang dapat mengganggu mental psikologis, seperti mengalami kesulitan beristirahat dan tidur, sering menangis, mengalami jantung berdebar, mudah tersinggung dan mudah panic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh art therapy sebagai intervensi kelompok terhadap penurunan kecemasan pada andikpas. Konsep art therapy yang digunakan adalah teori dari Buchalter. Konsep kecemasan mengacu pada teori Lovibond. Metode penelitian adalah causal relationship dengan desain quasi experiment. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah partisipan lima orang. Variabel kecemasan diukur dengan skala DASS. Teknik analisis data menggunakan uji beda Wilcoxon dengan SPSS-22. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh art therapy sebagai intervensi kelompok terhadap penurunan kecemasan andikpas. Seluruh partisipan menunjukkan perubahan dengan penurunan kecemasan dengan signifikansi 0.043, artinya terdapat perbedaan yang signifikan skor kecemasan andikpas pada pre-test dan post-test. Penelitian selanjutnya disarankan agar dapat meningkatkan jumlah responden.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue