Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles
723 Documents
Peran Semangat Dalam Memediasi Hubungan Antara Rasa Syukur dan Depresi Pada Remaja
Hardjasasmita, Irena Monica
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.28340.2025
Depresi adalah gangguan mental yang umum ditemukan yang mana dapat secara negatif memengaruhi perasaan, cara berpikir, dan tindakan individu. Prevalensi dari depresi mulai meningkat ketika individu memasuki usia remaja. Faktor biologis, keluarga, pertemanan, dan lingkungan memengaruhi terbentuknya depresi pada remaja. Depresi dapat dihindari jika dalam dirinya, remaja memiliki karakter seperti rasa syukur dan rasa semangat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran rasa semangat dalam memediasi hubungan antara rasa syukur dan depresi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan metode korelasional. Alat ukur yang digunakan adalah VIA Youth Survey untuk mengukur rasa syukur dan rasa semangat, sedangkan Beck Depression Inventory (BDI-II) untuk mengukur depresi. Terdapat 101 partisipan usia 15-17 tahun dalam penelitian ini. Melalui metode bootstraping dengan program LISREL, dinyatakan rasa semangat dapat memediasi hubungan antara rasa syukur dan depresi, = .297, F(2,98) = 20.735, p = < .01, 95% CI [-1,186, -0,344]. Dapat disimpulkan bahwa rasa syukur dapat menimbulkan rasa semangat yang kemudian dapat melindungi remaja dari depresi.
PERAN DAILY SPIRITUAL EXPERIENCE DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA
Tahun, Nonimsi;
Amseke, Fredericksen Victoranto;
Rohi, Januar Daniel Maxfrid
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.31762.2025
Daily spiritual experience menjadi aspek penting dalam kehidupan individu yang dapat memberikan kedamaian batin, memperkuat hubungan antar pribadi, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dalam aspek kehidupan sehari-hari. Daily spiritual experience menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh daily spiritual experience terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa program studi Pendidikan Agama Kristen Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan skala daily spiritual experience scale (DSES), dan psychological well being scale. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 73 mahasiswa program studi Pendidikan Agama Kristen Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa daily spiritual experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 71,7%. Semakin tinggi daily spiritual experience, maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis mahasiswa program studi Pendidikan Agama Kristen.
PERILAKU MEROKOK PADA INDIVIDU DEWASA DAN KAITANNYA DENGAN KONFORMITAS DALAM KOMUNITAS
Yedida Ardi, Imma;
Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.32280.2025
Jumlah perokok di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Akibat dari kenaikan jumlah perokok, maka beban penyakit dan angka kematian akibat rokok juga terus meningkat. Dalam upaya menghentikan peningkatan jumlah perokok, peneliti melakukan penelitian mengenai keterkaitan konformitas dalam komunitas terhadap perilaku merokok pada individu dewasa. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik analisis jalur. Sampel partisipan diambil dengan metode proportional random sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 232 partisipan, dengan kriteria yaitu perokok berusia lebih dari 17 tahun dan merupakan anggota organisasi masyarakat "P" di Cianjur. Melalui penelitian ini, disimpulkan bahwa konformitas berpengaruh sebesar 3,4% terhadap perilaku merokok. Artinya, perilaku merokok akan semakin meningkat apabila individu melakukan konformitas terhadap komunitasnya. Semakin besar persentase perokok dalam komunitas meningkatkan keinginan bagi anggota baru untuk merokok dan menjadi sama dengan anggota lain. Berdasarkan kecenderungan melakukan konformitas, perempuan lebih rentan melakukan konformitas. Ditinjau dari latar belakang pendidikan, subyek dengan pendidikan terakhir yaitu SMA sederajat juga lebih rentan melakukan konformitas. Oleh karena konformitas berpengaruh pada perilaku merokok, perokok diharapkan dapat memilih kelompok teman yang bukan perokok, sehingga mengurangi perilaku merokok pada individu. Kelompok masyarakat juga diharapkan dapat mengganti jamuan rokok dengan makanan, permen atau buah sebagai upaya mengurangi perilaku merokok dalam komunitas. Sebagai praktisi psikolog, temuan ini juga mendukung program penghentian perilaku merokok dengan terapi berbasis sosial. Pemerintah juga dapat mempersempit ruang pengguna rokok dengan menegakkan peraturan ruang khusus merokok, pengadaan vending machine dengan KTP, dan punishment bagi perokok yang tidak sesuai syarat secara hukum.
Peranan Resiliensi Sebagai Mediator dalam Hubungan Antara Parental Burnout IRT Penuh Waktu dan Kesejahteraan Keluarga
Kirana, Liuciana Handoyo;
Dewi, Fransisca Iriani Roesmala;
Sahrani, Riana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.32290.2025
ABSTRAK Keluarga dengan latar belakang budaya patrilineal seperti suku Minang, Jawa dan Tionghoa menekankan bahwa tugas ayah adalah mencari nafkah, sedangkan tugas ibu adalah mengurus anak-anak dan rumah tangga. Sebagian besar wanita berpendidikan tinggi rela meninggalkan pekerjaan kantor dan mengambil keputusan menjadi ibu rumah tangga full-time (IRT penuh waktu), kembali kepada kodratnya sebagai seorang ibu. Peran seorang ibu rumah tangga sangat berpengaruh besar dalam menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Seiring berjalannya waktu, IRT penuh waktu ini mengalami parental burnout karena rutinitas yang baru. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu parental burnout sebagai variabel bebas, kesejahteraan keluarga sebagai variabel terikat. Kedua variabel ini dimediasi oleh resiliensi. Parental burnout adalah sindrom kelelahan yang diakibatkan karena adanya stres kronis berlebihan dalam peran sebagai orang tua. Hal ini disebabkan oleh pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang tak kunjung selesai dalam keseharian. Akibatnya IRT penuh waktu akan merasakan kejenuhan, stres, juga sangat kelelahan secara fisik dan psikologis. Resiliensi adalah daya lenting dalam menghadapi kesulitan dan stres. Kesejahteraan keluarga adalah kesejahteraan emosional dan fisik di dalam sebuah keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Tiga instrumen alat ukur yang dipakai dalam penyusunan kuesioner penelitian ini adalah Parental Burnout Assessment (PBA), Subjective Well-Being for Mother (SWB-M) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Kuesioner dibagikan secara personal kepada 347 IRT penuh waktu yang sebelumnya pernah bekerja minimal enam bulan dan masih memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian ini adalah resiliensi terbukti sebagai mediator yang baik dalam membantu IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout mendapatkan subjective well-being. ABSTRACT Families with patrilineal cultural backgrounds such as the Minang, Javanese and Chinese emphasize that the father's duty is to earn a living, while the mother's duty is to take care of the children and the household. Many highly educated women are willing to leave office work and decide to return to their nature as a full-time mother. Mother’s role has a big influence in creating family happiness and prosperity. As time went by, full--time mother experienced parental burnout due to new routines. This research consists of three variables, parental burnout as independent variable and family well-being as dependent variable. These two variables are mediated by resilience. Parental burnout is a fatigue syndrome caused by excessive chronic stress in the role of mother. This is caused by household work and childcare that are never completed in daily life which results in boredom, stress and extreme physical and psychological exhaustion. Resilience is the ability to bounce back in overcoming difficulties and stress. Family well-being is the emotional and physical well-being in a family. This research will use quantitative methods. The three measuring instruments that will be included in the questionnaire of this research are Parental Burnout Assessment (PBA), Subjective Well-being For Mother (SWB-M) and Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Questionnaires will be distributed personally to 347 full-time mothers who previously have worked at least six months and still have school-aged children. This research proves that resilience is a good mediator for full-ftime mom who is experiencing parental burnout to gain subjective well-being.
ANALISIS RASCH MODEL: SELF-REPORT VERSION OF ANTISOCIAL PROCESS SCREENING DEVICE (APSD)
Hasanah, Mufidetul;
Yudiarso, Ananta
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.33145.2025
Berdasarkan profil remaja 2021 yang dipaparkan oleh UNICEF (2021), menunjukkan bahwa 27% anak yang berada di Sekolah Dasar (SD) pernah mendapatkan kekerasan antar individu, 32% dari tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 20% dari tingkatan Sekolah Menengah Atas (SMA). Alat ukur Antisocial Process Screening Device (APSD) dikembangkan oleh Frick & Hare (in press) untuk mengukur kecenderungan psikopat pada individu pada saat usia anak-anak dan remaja. Alat ukur SR-APSD perlu diadaptasi dalam versi bahasa Indonesia sebelum dapat digunakan. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan latar belakang budaya yang terjadi di benua Amerika dan Asia. Instrumen SR-APSD pada awalnya didesain terdiri dari dua dimensi, namun pada tahun 2001, Frick et al. mengembangkan APSD menjadi 3 dimensi. Adaptasi SR-APSD versi bahasa Indonesia dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rasch model. Analisis Rasch model dalam penelitian ini melibatkan partisipan penelitian 409 remaja di Indonesia. Berdasarkan analisis rasch model didapatkan hasil yaitu, antara dimensi conduct problems maupun dimensi callous unemotional memiliki reliabilitas item yang cukup bagus, namun reliabilitas person keduanya tergolong rendah. Kesimpulannya adalah instrumen SR-APSD cukup memiliki item yang fit, namun masih dibutuhkan revisi dari butir-butir pernyataan SR-APSD dan penyesuaian butir agar instrumen SR-APSD memiliki sebaran abilitas person yang lebih sesuai dengan latar belakang responden Indonesia. Kata Kunci: antisocial, rasch model, reliabilitas, remaja
PENGARUH INTENSITAS MENONTON POSTINGAN INSTASTORY SELEBGRAM TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF FOLLOWERS AKTIF (Studi Kasus Pada Akun Instagram X)
Farisha, Nur;
Biasini, Naurissa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.4253.2025
Fenomena selebgram yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat di Indonesia menuai kontroversi, di mana selebgram yang mempublikasikan gaya hidup mewah mereka ke media sosial Instagram dan dilihat oleh masyarakat membuat keinginan masyarakat untuk memiliki barang atau hidup sesuai dengan gaya selebgram yang diidolakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton unggahan Instastory selebgram terhadap perilaku konsumtif followers aktif. Populasi dalam penelitian ini adalah followers aktif Instagram selebgram X berjumlah 434.000 orang; menggunakan rumus Taro Yamane diperoleh sampel sebanyak 400 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh intensitas menonton unggahan Instastory Instagram Xterhadap perilaku konsumtif positif dan lemah. Meskipun demikian, pengaruh intensitas menonton unggahan Instastory selebgram X terhadap perilaku konsumtif dapat dikatakan signifikan. Hal ini dibuktikan dari nilai t hitung (8.612) > t tabel (1.960). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat teruji kebenarannya. Hal ini menandakan bahwa teori Kultivasi yang digunakan dalam penelitian ini membuktikan intensitas menonton mampu memperkuat persepsi khalayak terhadap realitas sosial. Semakin banyak waktu seseorang dihabiskan untuk menonton konten unggahan Instagram selebgram, maka seseorang semakin menganggap bahwa realitas sosial sama dengan yang digambarkan.
PERENCANAAN PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN KOMUNITAS IDN MEDIA
Lusiani, Prissa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.4256.2025
Di era globalisasi yang serba digital ini, dengan pertumbuhan internet tersebut berdampak pada perkembangan teknologi yang telah membuat pergeseran perilaku pembaca media konvensional menjadi pembaca berita melalui media digital atau media online. Salah satu media online di Indonesia yaitu IDN Media melakukan hubungan dengan komunitas tidak hanya terpaku pada kegiatan online, akan tetapi IDN Media juga mencangkup kegiatan offline untuk menjalin hubungan dengan komunitas hal tersebut menjadi salah satu perencanaan public relations IDN Media untuk menjalin hubungan dengan IDN Media Community, sudah berhasil menjadi media online yang paling banyak dikunjungi. Karena pencapaian tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti mengenai perencanaan strategi yang dilakukan oleh public relations IDN Media dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IDN Media menggunakan semua langkah perencanaan public relations yang memiliki empat fase yaitu formative research, strategi, taktik, dan riset evaluatif yang mencakup sembilan tahap dan dapat mendukung IDN Media untuk menjalin hubungan dengan komunitas IDN Media. Temuan dalam penelitian ini adalah IDN Media menjadikan komunitas sebagai alat untuk branding mengenai semua produk yang ada di dalam IDN Media, IDN media tidak melakukan media promosi seperti memasang banner atau spanduk di beberapa tempat untuk menunjukkan bahwa IDN Media adalah perusahaan media online di Indonesia, akan tetapi di sini IDN Media lebih melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan komunitas untuk melakukan branding terhadap perusahaan IDN Media sebagai salah satu perencanaan public relations IDN Media yang paling efektif untuk menjalin hubungan dengan IDN Media Community.Kata kunci: branding, IDN perencanaan strategi public relations, menjalin hubungan, komunitas.
Selera Humor dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Menikah
Natasya, Meutia;
Khairani, Maya;
Dahlia, Dahlia;
Amna, Zaujatul
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.18206.2025
Marital satisfaction is one of the important factors in order to stabilize the couple's relationship, shape the welfare in the family, the length of the marriage age and can reduce the risk of divorce. One of the things you can do to increase marital satisfaction is to share your sense of humor with your partner. The most important role of humor in marriage lies in increasing intimacy, strengthening bonds, and forming healthier marriages. This study aims to determine the relationship between sense of humor and marital satisfaction in married couples. This quantitative research method involved 60 married couples (120 people) who have children with a marriage age range of (1-10) years who live in Banda Aceh. Research data collection was carried out using two measuring tools, namely Multidimensional Sense of Humor (MSHS) and ENRICH Marital Satisfaction (EMS). The results of data analysis showed a significant value p=0.000 (p <0.05. R 0.255). This can be interpreted that there is a relationship between sense of humor and marital satisfaction in married couples, the higher the sense of humor, the higher the marital satisfaction.
REPRESENTASI IDOLA BARU KOREA: STUDI KASUS PROGRAM ACARA RAGAM KOREA SELATAN STREET WOMAN FIGHTER
Hasanah, Ummul;
Handayani, Andri;
Kusumaning Ratri, Ajeng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.23264.2025
This study aims to examine the representation of new South Korean female idols as reflected in the dance crew on Street Woman Fighter and how the discourse on street woman dancers is depicted through this broadcast in accordance with Stuart Hall's representation theory. The theory of representation used is specifically a constructionist approach through the production of meaning and the production of discourse. The research method used is a qualitative method with a literature study data collection technique with the main text of the SWF program broadcast on Mnet which is accessed via VIU's paid over-the-top video service in December 2021. In addition, the author also examines various sources of literature as secondary data sources. such as books, journal articles, articles from websites and social media as a complement to data analysis. The results of the study show that the representation of new Korean idols represented by dance crews participating in Street Woman Fighter is very close to the images of street dancers and hip hoppers which are dominated by men. The image of street culture and hip hopper can be seen from the style of dress, style of makeup, tattoos on the body, style of speech and dance battle shown. Even though it brings fresh air to the world of television content by appointing background dancers as the main characters, Street Woman Fighter is not free from representational problems. Some of the problems that arise are the incompatibility between the promotional material and the title of the program being broadcast, there is a process of changing the image of female idols who are feminine, refined and beautiful, there is a process of masculinizing the image of female dancers participating in SWF events, and the role of the media in building the image of a street dancer or This street fighter is especially in the content editing process. Keywords: representation; self-image; street dance; hip hop; Street Woman Fighter
HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN BURNOUT PADA IBU RUMAH TANGGA
Nadine, Nadine Febrina;
Sahrani, Riana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.27312.2025
A housewife plays a central role in the family, facing endless housework and various demands in caring for children and the family. The consistent juggling of work and family management subject’s mothers to mental and psychological fatique, leading to burnout a condistion of excessive mental pressure resulting in fatique. One potential solution to overcome burnout is self-compassion, defined as a feeling of acceptance and openness to the misery or mistakes one experiences. It involves not distancing oneself but rather fortering a desire to alleviate suffering and restore oneself with generosity. Applying self-compassion can empower indivduals in time of fragility and imperfection. This research aims to explore the relationship between self-compassion and burnout in housewives, utilizing a quantitative correlation methodology. The Burnout Scale and the Self-Compassion Scale (SCS) serve as measurement tools. Among the 388 participants, low levels of burnout were reported, with 341 experiencing high levels of self-compassion. The correlation result between self-compassion and burnout variables revealed a significant negative correlation, with values of r = 1,000 and p = 0,000 (p<0,05). This study demonstrates that a higher level of self-compassion in housewives is associated with lower burnout, and conversely, higher burnout is link to lower self-compassion.