cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PROBLEMATIC INTERNET USE PADA EMERGING ADULTHOOD PENGGUNA MEDIA SOSIAL Alodia; Kartasasmita, Sandi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.26459.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara self esteem dengan problematic internet use pada emerging adulthood pengguna media sosial. Penelitian ini juga dilakukan karena adanya peningkatan durasi waktu penggunaan internet terutama media sosial yang seringkali digunakan oleh individu untuk berinteraksi satu sama lain. Penggunaan internet yang berlebihan dan sulit dikontrol terjadi akibat adanya self esteem yang rendah pada diri individu. Pada penelitian ini, teori dan alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dari Rosenberg (1965) dan Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS 2) dari Caplan (2010). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik non probability sampling yaitu convenience sampling dengan menyebarkan kuesioner secara online melalui google form. Partisipan dalam penelitian ini menghasilkan sebanyak 500 orang partisipan dengan rentang usia 18-25 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara self esteem dengan problematic internet use pada emerging adulthood pengguna media sosial dengan nilai r = -0.566, p = 0.000 < 0.05. Hasil lainnya menunjukkan bahwa self esteem memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan dimensi preference for online social interaction, mood regulation, cognitive preoccupation, compulsive internet use, dan negative outcomes pada variabel problematic internet use. Hal ini berarti semakin tinggi self esteem individu, maka semakin rendah problematic internet use.
PENYUSUNAN KAMUS KOMPETENSI DEPARTEMEN SUPPORT Diana Savitri, Karen; Reny Yuniasanti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.20495.2025

Abstract

CV X (inisial) yang merupakan perusahaan manufaktur yang memiliki target untuk mengembangkan bisnis ke pasar Multinasional dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Salah satu Departemen yang memerlukan perhatian adalah Departemen Support, dimana di dalamnya terdapat bagian HR dan GA. Manajemen menyebutkan dalam wawancara bahwa kompetensi di Departemen Support perlu dikembangkan agar dapat mendorong perbaikan Organisasi. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk membuat kamus kompetensi dan standar kompetensi di Departemen Support. Metode perancangan ini adalah Action Research dengan menggunakan teori Weisboard Six Box Model sebagai panduan diagnosis. Data yang disajikan bersifat kuantitatif (kusioner dan studi dokumen) dan kualitatif (observasi, wawancara dan studi dokumen). Jumlah responden kuisioner sebanyak 62 orang, dengan Alpha Cronbach skala 0,89. Responden wawancara terdiri dari 3 manajer dan 2 supervisor. Validasi dilakukan melalui kajian teori yang disesuaikan dengan budaya dan proses bisnis perusahaan serta judgement expert, yaitu Manager Support dan Direksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk mengembangkan kamus kompetensi, terutama bagi Departemen Support. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kinerja karyawan masih belum maksimal, dimana ada permasalahan dalam kesejangan pengetahuan, keterampilan dan sikap karyawan yang fokus bekerjaa saat dikantor saja, sehingga intervensi yang dilakukan adalah mengembangkan kamus kompetensi untuk Departemen Support. Kompetensi adalah karakteristik dasar seseorang yang membedakan mereka yang berkinerja baik dan yang berkinerja standar, karakteristik ini melibatkan keterampilan dan sikap kerja. Kamus Kompetensi yang dihasilkan yaitu Kompetensi Inti, Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Keluarga Jabatan.
An ANALISIS TIPOGRAFI (LOGOTYPE) PADA POSTER SERIAL SUPERHERO MARVEL VERSI NETFLIX: ANALISIS TIPOGRAFI (LOGOTYPE) PADA POSTER SERIAL SUPERHERO MARVEL VERSI NETFLIX Ahmad, Asrullah; Prasetyo, Martinus Eko; Linando, Stephani Inesia
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.23297.2025

Abstract

Typography adalah salah satu aspek terpenting di dalam pembuatan poster. Poster selalu dikaitkan penggunaannya sebagai material utama yang mengedepankan visual untuk memasarkan film. Film Marvel yang dikenal dengan sebutan Marvel Cinematic Universe (MCU) mengadaptasi dari komik Marvel telah menghasilkan puluhan film yang selalu sukses di pasaran, sehingga Marvel melebarkan sayapnya dengan memproduksi serial TV yang didistribusikan di Netflix seperti Daredevil, Luke Cage dan Iron Fist. MCU memiliki daya Tarik tersendiri pada setiap rilisan poster yang dikeluarkan di Netflix, dilihat dari poster bisa terlihat bahwa MCU sangat mengedepankan citra karakter pada poster mereka. Tentunya hal tersebut menarik untuk dibuktikan melalui penelitian di bidang keilmuan desain. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mencari dan menggali informasi terkait hubungan antara karakteristik tipografi yang digunakan pada poster dengan representasi visual dari karakter film serial superhero pada platform Video on demand. Analisis ini dilakukan untuk bisa menentukan pentingnya tipografi jenis logotype di dalam penggunaannya untuk poster yang bisa menunjukkan elemen visual dari film atau serial tersebut. Metode penelitian yang akan digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang dibantu dengan pendekatan fundamental tipografi dan kasifikasi huruf yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Alexander Lawson. Penelitian ini menghasilkan analisis mengenai hubungan antara tipografi, khususnya logotype dan visual dari serial Marvel yang menyatakan bahwa benar adanya jika memang terlihat berkaitan antara pemilihan, penggunaan sebuah karakteristik huruf tertentu dengan karakter superhero. Kata kunci: typography, logotype, Netflix, Marvel, poster. the main material that emphasizes visuals to market films. Marvel films known as the Marvel Cinematic Universe (MCU), adapting Marvel comics, have produced dozens of films which have always been successful in the market, so Marvel has expanded its wings by producing TV series distributed on Netflix such as Daredevil, Luke Cage and Iron Fist. The MCU has its own charm in every poster released on Netflix, judging by the posters, it can be seen that the MCU really emphasizes the image of the characters on their posters. Of course, this is interesting to prove through research in the scientific field of design. The main objective of this research is to find and explore information related to the relationship between the typographical characteristics used on posters and the visual representation of superhero serial film characters on the Video on demand platform. This analysis was carried out to determine the importance of logotype typography in its use for posters that can show the visual elements of the film or series. The research method that will be used is descriptive qualitative, which is assisted by the fundamental approach of typography and classification of letters that has previously been developed by Alexander Lawson. This research produces an analysis of the relationship between typography, especially the logotype and visuals of the Marvel series which states that it is true that there is indeed a connection between the selection, the use of certain letter characteristics and superhero characters. Keywords: typography, logotype, Netflix, Marvel, poster.
STUDI PENERAPAN REGULASI DALAM PENYEDIAAN FASILITAS UMUM DAN FASILITAS SOSIAL PADA KLUSTER APARTEMEN DI JAKARTA: STUDI KASUS: APARTEMEN SKY TERRACE DAN APARTEMEN GREEN BAY Agustin, Laura Tri; Tresani, Nurahma
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.23378.2025

Abstract

Indonesia is going through a rapid development and an excessive urbanization. The demand in residential sector had been growing each year, ­until the year 1990 when both Indonesian government and ­private developers started to focus on developing residential sector, from clustered houses to apartment complex. Public and social facilities is one of the mandatory requirements for both landed and apartment residentials provided by the developers. However, the provision of public and social facilities have proven to meet many obstacles along the way. The purpose of this research is to identify the process of public and social facilities regulation use, and to identify the root of the problem of public and social facilities application in clustered apartment projects in Jakarta, by reviewing chronologically the government regulation and the disposition process, the application by developers, observation system by the government during operational, and the handover from developers to the government. In the process of reviewing the matter thoroughly, this research is done by focusing on the main proposition, which is on “How to apply the public and social facilities regulation in clustered apartment?”. To support the conclusion of the main proposition, the supporting conclusion are: (1) How was the government regulation forming process on public and social facilities in clustered apartment? (2) How is the application done by developers on public and social facilities in clustered apartment? (3) How is the observation done by the government’s authority during application and handover of public and social facilities in clustered apartment. To provide answers for the proposition conclusion above, this research is done by explorative study research method and instrumental case study approach, where the researcher will focus on the understanding of an issue or theory which will be supported by case study. The instruments that was used in this research is thorough interview, documentation and observation. As for the location limitation was determined by the numbers of inhabitants. The case study for this research are Sky Terrace apartment in West Jakarta with 2.014 inhabitants, and Green Bay apartment in North Jakarta with 34.048 inhabitants. Keywords: Apartment, vertical, regulation, residensial, cluster, facilities, public
Training Emosi Positive Untuk Meningkatkan Family Resilience Pada Ibu yang Memiliki Anak Down Syndrome di Komunitas Anak Down Syndrome di Bandung Soedjito, Hilda; Edwina, Irene P.; Riasnugrahani, Missiliana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.24121.2025

Abstract

Memiliki anak dengan keterbatasan mental merupakan salah satu bentuk keadaan yang dapat memberikan kondisi yang sulit pada keluarga sehingga dapat mengganggu family resilience dalam keluarga tersebut. Family resilience dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan positive emotion salah satu anggota keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan emosi positif yang dapat membantu untuk meningkatkan family resilience. Penelitian ini melibatkan lima belas ibu yang memiliki anak dengan down syndrome pada komunitas ‘X’ di Bandung dengan quasi experimental design dengan jenis non equivalent control group design (two group) , dengan jenis intervensi training dimana sepuluh (10) ibu yang terlibat merupakan kelompok eksperimental dan lima (5) ibu lainnya termasuk dalam kelompok kontrol. Alat tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner emosi positif dari Barbara Frederickson dan kuesioner family resilience dari Walsh. Berdasarkan training yang telah diberikan kepada ibu yang memiliki anak down syndrome di komunitas ‘X’ di Bandung dapat dilihat bahwa family resilience yang dimiliki ibu yang memiliki anak down syndrome di komunitas ‘X’ di Bandung tidak meningkat setelah diberikan intervensi yang meningkatkan emosi positifnya. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dengan cara melibatkan tugas-tugas intervensi yang diberikan agar dikaitkan dengan family resilience dan memerhatikan kondisi ekonomi dari peserta yang teribat.
Dukungan Sosial dan Adaptasi Mahasiswa di Lingkungan Kampus Mulya, Marsya Diva; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.27207.2025

Abstract

Mahasiswa baru, umumnya berada dalam rentang usia 17-20 tahun, memasuki fase transisi dari remaja akhir ke dewasa awal, ditandai dengan idealisme, keinginan menjadi pusat perhatian, dan energi besar, menghadapi dua transisi sekaligus: dari masa remaja ke dewasa awal dan dari senior SMA ke mahasiswa perguruan tinggi, yang memerlukan adaptasi dalam lingkungan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran dukungan sosial terhadap adaptasi dalam kehidupan kampus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan partisipan 384 mahasiswa aktif usia 18-22 tahun yang dipilih secara purposive sampling, tidak membatasi jenis kelamin, suku, ras, atau agama. Alat instrumen berupa kuesioner dengan teknik analisis mencakup validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adaptasi dalam kehidupan kampus. Variabel dukungan sosial dapat menjelaskan sebanyak 21,2% variasi dalam adaptasi dalam kehidupan kampus, sementara faktor-faktor lain di luar model penelitian mempengaruhi 78,8% variasi tersebut.
Analisis Korelasi Resiliensi Dengan Psychological Well-Being Pada Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Hia, Nilam; Basaria, Debora
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.27391.2025

Abstract

Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah terus meningkatnya angka kelahiran anak berkebutuhan khusus (ABK) setiap tahun. Dengan kondisi pertumbuhan dan perkembangan ABK yang abnormal, berpotensi menjadi tantangan bagi orang tua untuk bertahan dalam menyelesaikan tanggung jawabnya. Orang tua diharapkan memiliki resiliensi untuk dapat bertahan dari tantangan atau menerima keadaan anak. Apabila orang tua tidak mampu menerima keadaan bahkan tidak mampu bertahan, terdapat risiko mengalami gangguan kesehatan fisik dan juga gangguan kesehatan mental. Penelitian ini dilakukan selama bulan Agustus-November 2023 dengan tujuan mengetahui hubungan antara resiliensi dengan psychological well-being pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Partisipan dalam penelitian ini adalah orang tua dari enam Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Berdasarkan 280 data partisipan yang diperoleh, menunjukkan hubungan positif dan signifikan pada dua variabel penelitian (r=0.228 dan p<0.000). Adapun temuan lain, yaitu terdapat perbedaan laki-laki dan perempuan dalam psychological well-being (t=6112.500 dan p<0.05). Temuan lainnya menunjukkan perbedaan bidang pekerjaan dalam psychological well-being (t=16.458 dan p<0.05). Demikian pula pada tingkat pendidikan anak dalam psychological well-being (t=29.094 dan p<0.05).
Scoping Review Faktor Pelindung Psychological Well-Being (PWB) Mantan Child Soldier Purnamasari, Metta; Debora Basaria, M.Psi., Psikolog
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.27394.2025

Abstract

Objective: Scoping review ini memetakan penelitian tentang faktor pelindung (protective factors) psychological well-being (PWB) mantan child soldier di dunia, juga mencatat protective factors PWB mantan child soldier keluar dari medan perang dan kembali ke kehidupan masyarakat biasa. Introduction: Child soldier merupakan fenomena di mana anak di bawah 18 tahun direkrut menjadi tantara, serta direkrut oleh organisasi negara maupun non-negara. Fenomena child soldier ada disebabkan oleh faktor ekonomi rendah, kurangnya pendidikan, diculik, dipaksa, terpisah dengan keluarga, dan masih banyak lagi. Masing-masing dari mereka memiliki perannya sendiri, seperti menjadi tukang masak, petarung, budak seks hingga bom bunuh diri. Kerugian banyak dialami oleh orang yang menjadi child soldier, dari segi fisik hingga psikis dalam jangka panjang. Inclusion criteria: Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah child soldier yang sudah keluar dari camp dan medan perang/mantan child soldier dari seluruh dunia; tidak ada batas usia minimum dan maksimum serta tidak ada batas berapa lama partisipan menjadi child soldier. Methods: Dengan panduan metodologi scoping review dari JBI (JBI, 2020) dan menggunakan resources scoping review yang telah disediakan JBI (JBI, n.d.). Database yang digunakan adalah Google Scholar dan menggunakan penelitian dari 2013-2023 yang cocok dengan kriteria inklusi. Data diolah dengan metode kuantitatif, disajikan dengan tabel, diagram dan naratif. Results: Terdapat enam (6) studi terkait topik ini yang memenuhi kriteria inklusi, dengan tempat yang paling banyak digunakan untuk pengambilan data adalah Uganda, dan faktor pelindung yang paling banyak dibahas adalah variabel aktivitas dan human capital. Conclusions: Terdapat kesenjangan pada daerah pengambilan data dan variabel yang diangkat serta data terakhir yang diambil dalam penelitian terkait kasus ini adalah tahun 2016. Keterbatasan akses terhadap studi dan hanya menggunakan satu database adalah kekurangan penelitian ini.
Persepsi Individu Perempuan akan Perceraian Orang Tua terhadap Komitmen dalam Hubungan Romantis Anggreiny, Phoebe; P. Satiadarma, Monty
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.27809.2025

Abstract

Perceraian adalah sebuah situasi yang mungkin saja tidak dapat dihindari oleh sebagian pasangan. Tentunya fenomena tersebut dapat mempengaruhi mental dari seorang anak korban perceraian tersebut. Keraguan terhadap pernikahan merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan dari perceraian orang tua. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran orang tua terhadap dampak keputusan yang mereka ambil terhadap anak, dan orang tua dapat membuat upaya untuk mengurangi dampak tersebut. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk melihat sebuah fenomena yang dialami sekelompok individu. Hasil dari penelitian ini mendapati bahwa individu korban perceraian orang tua memiliki kewaspadaan yang tinggi dan amat selektif dalam memilih calon pasangannya karena mereka takut akan peristiwa yang terjadi pada orang tuanya akan terulang pada mereka. Di antara delapan partisipan perempuan, terdapat seorang partisipan yang kurang memiliki dampak dari perceraian orang tuanya, hal ini didapatkan dari bagaimana salah satu orang tua partisipan mengatasi permasalahan setelah perceraian yang terjadi.
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PASANGAN INVOLUNTARY CHILDLESS Chai, Elsa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.28161.2025

Abstract

Sebagian besar pasangan menikah menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahannya. Anak memiliki berbagai nilai penting dalam pernikahan. Namun kenyataannya, tidak semua pasangan menikah memiliki kesempatan untuk mempunyai keturunan. Permasalahan infertilitas merupakan salah satu permasalahan yang menyebabkan pasangan sulit untuk mendapatkan keturunan. Infertilitas merupakan sebuah kondisi yang dapat menekan dan seringkali menyebabkan gangguan psikologis pada pasangan menikah. Namun demikian pada kenyataannya banyak pasangan mampu mempertahankan hubungan pernikahan mereka walaupun tidak dikaruniai keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai psychological well-being dari pasangan involuntary childless ditinjau melalui dimensi dalam teori psychological well-being oleh Ryff, yang meliputi self-acceptance, personal growth, purpose in life, enviromental mastery, otonomy, positive relation with others. Metode penelitian dilakukan melalui metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui in-depth interview. Kriteria partisipan terdiri atas (a) pasangan menikah yang tidak memiliki anak, (b) mengalami infertilitas primer, (c) usia pernikahan 1-5 tahun, dan (d) dewasa muda yang berusia 20-30 tahun. Peneliti menggunakan metode Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) untuk menganalisis data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, (1) subjek involuntary childless memiliki kualitas psychological well-being yang cukup baik meskipun belum sepenuhnya sempurna (2) subjek mengungkapkan bahwa kondisi infertilitas membuat mereka memiliki kedekatan dan ikatan yang lebih erat dengan pasangannya. (3) subjek menjelaskan bahwa memiliki anak bukanlah tujuan satu-satunya yang harus mereka raih, namun kebahagiaan adalah hal utama dalam hubungan mereka, (4) subjek lebih nyaman untuk berada dekat dengan orang-orang sekitar yang memahami mereka, yakni pasangan dan keluarga. Kesimpulan dalam penelitian mengungkapkan bahwa keempat subjek penelitian belum sepenuhnya memenuhi 6 dimensi yang teradapat pada teori psychological well-being, namun mereka memiliki kualitas psychological well-being yang cukup baik.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue