cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
V8N1APRIL2024-JMSTKIK TRIM-Cover UNTAR, LPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

V8N1APRIL2024-JMSTKIK TRIM-Cover
V8N1APRIL2024-Kata Pengantar UNTAR, LPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

V8N1APRIL2024-Kata Pengantar
V8N1APRIL2024-Redaksi UNTAR, LPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

V8N1APRIL2024-Redaksi
UJI FITOKIMIA, KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMITOTIK BUNGA TURI (Sesbania grandiflora L.) Felix, Felix; Hendrawan, Siufui; Yulianti, Enny; Ferdinal, Frans
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.16397

Abstract

Stress oksidatif berperan dalam pathogenesis dari berbagai penyakit degeneratif. Hal ini terjadi apabila adanya ketidakseimbangan antara produksi ROS dan pertahanan dari antioksidan. Antioksidan terdapat yang enzimatik dan non-enzimatik. Antioksidan non-enzimatik dapat diperoleh secara eksogen, salah satu nya pada Bunga Turi ( Sesbania Grandiflora ) yang terdapat banyak senyawa bioaktif yang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui kapasitas antioksidan, uji fitokimia, uji antimitotik dan kadar total alkaloid dan fenolik pada Bunga Turi (Sesbania grandiflora L.). Penelitian ini bersifat eksperimental secara in-vitro dan bioassay. Sampel diekstraksi menggunakan teknik maserasi dan di evaporasi dengan rotatory evaporator hingga diperoleh ekstrak.  Uji in-vitro terdiri dari uji kapasitas antioksidan dengan uji DPPH, uji fitokimia kualitatif (Harborne), uji kadar fenolik (Singelton dan Rossi), uji kadar alkaloid (Trivedi et al) dan secara bioassay uji antimitotik dengan uji BSLT (Meyer). Pada uji fitokimia kualitatif diperoleh ekstrak Bunga Turi ( Sesbania Grandiflora ) mengandung fenolik, flavonoid, koumarin, saponin, steroid, terpenoid, kuinon, tanin, alkaloid, kardioglikosida, antosianin dan betasianin. Ekstrak Bunga Turi memiliki kapasitas antioksidan ( IC50 = 3708,77 µg/mL ), kadar fenolik (452,95 µg/mL ), kadar alkaloid (7,78 ?g/mL ) dan uji antimitotik (138,09 ?g/mL ). Ekstrak Bunga Turi ( Sesbania Grandiflora ) memiliki antioksidan yang tergolong lemah dan memiliki potensi untuk digunakan sebagai antimitotik.
FITOKIMIA, KAPASITAS ANTIOKSIDAN, TOKSISITAS, KADAR ALKALOID DAN FENOLIK TOTAL EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L.) Mellenia, Kelnia; Helmi, Helmi Rizal; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.16437

Abstract

Stres oksidatif merupakan ketidakseimbangan antara prooksidan dan antioksidan. Kelebihan Reactive Oxygen Species (ROS) dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskuler hingga kanker. Antioksidan berperan dalam menghilangkan radikal bebas sehingga dapat mengurangi stres oksidatif. Untuk mengimbangi kekurangan antioksidan endogen, tubuh menggunakan antioksidan eksogen. Salah satu antioksidan eksogen adalah umbi bit (Beta vulgaris L.) yang dibudidayakan di negara-negara subtropis dan tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas total antioksidan, kadar fenolik total, kadar alkaloid total, dan toksisitas ekstrak umbi bit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in-vitro dan pemeriksaan bioassay. Ekstraksi dengan maserasi menggunakan metanol. Uji in-vitro yang terdiri dari uji fitokimia (Harborne), pengukuran kapasitas antioksidan dengan metode DPPH (Blois), penentuan kadar fenolik total (Singleton dan Rossi), penentuan kadar alkaloid total (Trivedi et al) dan pemeriksaan bioassay yaitu uji toksisitas dengan metoda BSLT (Meyer). Kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak umbi bit terdiri dari alkaloid, antosianin, betasianin, fenolik, flavonoid, glikosida, kardioglikosida, kuinon, kumarin, saponin, tanin dan terpenoid. Ekstrak umbi bit mempunyai kapasitas antioksidan dengan  = 839.314 ?g/mL, kadar fenolik total (288.125 ?g/mL), kadar alkaloid total (2.635 ?g/mL) dan toksisitas dengan =172.879 ?g/mL. Sehingga membuktikan ekstrak umbi bit memiliki kapasitas antioksidan yang lemah dan berpotensi sebagai antimitosis.
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG BERJEMUR DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2020 Riantyarni, Tinezia Allia; Santoso, Irene Dorthy
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.16495

Abstract

ABSTRAKBerjemur adalah kegiatan memanaskan badan dengan memaparkan muka, lengan, badan, dan tungkai. Penyuluhan merupakan salah satu cara untuk membantu meningkatkan tingkat pengetahuan tentang berjemur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang berjemur menggunakan media audiovisual pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimental one group pre-test dan post-test dengan metode pengukuran data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dalam pengambilan sampel. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 – Mei 2021 pada 97 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan uji T-test/paired. Hasil penelitian menunjukkan 3 responden (3.09%) berpengetahuan baik, 31 responden (31.95%) berpengetahuan cukup, dan 63 responden (64.94%) berpengetahuan kurang sebelum diberikan penyuluhan, sedangkan setelah penyuluhan menjadi sebanyak 55 responden (56.7%) berpengetahuan baik, 32 responden (32.98%) berpengetahuan cukup, dan 10 responden (10.3%) berpengetahuan kurang. Penelitian ini didapatkan perbedaan yang bermakna antara pengetahuan berjemur sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media audiovisual (p <0.001). Kata kunci: Berjemur, media audiovisual, pengetahuan    ABSTRACTSunbathing is an activity to heat the body by exposing the face, arms, body, and legs. Health promotion is one way to help increase the level of knowledge about sunbathing. The purpose of this study was to determine the difference in knowledge before and after health promotion about sunbathing using audiovisual media to students of the Faculty of Medicine, Tarumanagara University Class of 2020. The design of this study was a pre-experimental one group pre-test and post-test with quantitative data measurement methods. This study uses a simple random sampling technique in sampling. The study was conducted in December 2020 – May 2021 with 97 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the T-test/paired. The results showed that 3 respondents (3.09%) had good knowledge, 31 respondents (31.95%) had sufficient knowledge, and 63 respondents (64.94%) had less knowledge before being given health promotion, while after be given health promotion there were 55 respondents (56.7%) have good knowledge, 32 respondents (32.98%) have sufficient knowledge, and 10 respondents (10.3%) have less knowledge. This study found a significant difference between knowledge of sunbathing before and after being given counseling using audiovisual media (p <0.001). Keywords: Sunbathing, audiovisual media, knowledge
PEMANFAATAN VIDEO MELALUI APLIKASI TIKTOK DAN KOMIK CETAK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA SISWI SMK NEGERI 41 JAKARTA Dewi, Elisa Aprilia; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Sufyan, Dian Luthfiana
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.20203

Abstract

Latar Belakang: Anemia menjadi salah satu masalah gizi yang masih menjadi perhatian dunia saat ini. Menurut WHO remaja usia 10-19 tahun memiliki risiko tinggi menderita anemia. Di Indonesia prevalensi anemia meningkat menjadi 23,7% dalam kurun lima tahun terakhir. Pencegahan anemia pada remaja khususnya remaja putri salah satunya dapat dilakukan melalui edukasi gizi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui video Tiktok dan komik terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri di SMK Negeri 41 Jakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan ialah quasy experimental dengan rancangan pre-posttest group design pada 72 siswi kelas X dan XI di SMK Negeri 41 Jakarta yang dipilih melalui stratified random sampling. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann Whitney. Pengambilan data dilakukan secara daring. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media komik (p = 0,000) dan video tiktok (p = 0,000). Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi gizi melalui media komik dan video tiktok terhadap pengetahuan tentang anemia pada remaja putri di SMK Negeri 41 Jakarta.
PENGARUH DURASI DAN DERAJAT HIPERTENSI DENGAN FUNGSI KOGNITIF BERDASARKAN MOCA-INA Fahad, Moh Billy; Wahyuliati, Tri
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.21685

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berbahaya. Perkembangan gaya hidup masa kini diyakini sebagai salah satu penyebab meningkatnya hipertensi di seluruh dunia. Penderita hipertensi di Jawa Timur diperkirakan mencapai 12 juta jiwa, sementara di Kabupaten Tulungagung 80.000 jiwa. Hipertensi juga menjadi faktor risiko dari demensia dan gangguan fungsi kognitif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan durasi dan derajat hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif. Metode yang digunakan adalah Cross-sectional dengan teknik non random sampling. Populasi pasien hipertensi sejumlah 95 dan beusia 45-65 tahun. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yang berlokasi di RS Prima Medika Tulungagung. Instrumen skrining yang digunakan adalah MoCA-Ina. Analisis data yang digunakan dengan uji Chi-square bivariat dan univariat. Hasil penelitian didapatkan subjek dengan durasi hipertensi >5 tahun yang memiliki gangguan fungsi kognitif sebanyak 36 dari 42 subjek, sedangkan subjek dengan durasi hipertensi <5 tahun yang memiliki gangguan fungsi kognitif sebanyak 33 dari 53 subjek. Subjek hipertensi derajat 1, 2 dan 3 berturut-turut adalah 30, 33, 32. Subjek dengan gangguan fungsi kognitif derajat 1, 2 dan 3 masing-masing adalah 15, 25, 29. Analisis bivariat hubungan durasi dan derajat hipertensi dengan fungsi kognitif menghasilkan nilai p=0,011 serta p=0,001, sementara nilai korelasi masing-masing r=0,253 dan r=0,348. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang lemah signifikan antara durasi dan derajat hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif.
EVALUASI SENSITIFITAS DAN BATAS NILAI DETEKSI CT VALUE DARI 3 PRODUK KOMERSIAL TES CEPAT ANTIGEN SARS COV-2 TERHADAP RT-PCR Satyanegara, William Gilbert; Pati, Vanessa Irenea; Firmansyah, Yohanes; Hendsun, Hendsun; Hendrawan, Siufui
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.23536

Abstract

Latar Belakang: Infeksi SARS CoV-2 pertama kali dilaporkan pada tahun 2019, dan menjadi pandemic hingga saat ini. Pemeriksaan penunjang RT-PCR dengan CT value menjadi standar baku emas dalam penegakan diagnose. Keterbatasan pada pemeriksaan RT-PCR membuat tes cepat antigen menjadi alternatif pemeriksaan masal COVID-19. Secara umum, tes antigen cepat diperkirakan dapat bekerja baik pada pasien dengan kadar viral load yang tinggi (CT value <25), namum perlu adanya studi lebih lanjut mengenai nilai prediksi CT value terhadap antigen seiring dengan banyaknya produk komersial tes antigen cepat yang beredar. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti hal tersebut. Metode: Desain penelitian ini adalah potong lintang. Pengambilan data dilaksanakan di Klinik Citra Semanan dan Klinik Sukma pada peride Januari 2021 hingga November 2022. Sampel penelitian berupa nilai CT value pada ketiga alat jenis antigen yang disamarkan (Antigen A, B dan C) terhadap RT-PCR. Analisa statistik menggunakan independent t-test dan Mann Whitney, uji ROC Curve. Sebelum dilakukan pengujian statistic, dilakuka uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnoc dan Shapiro Wilk serta pengujian vairan antar kelompok dengan uji Levene. Hasil: Ketiga alat antigen memiliki sensitifitas yang berbeda-beda. Antigen A memiliki sensitifitas sebesar 68,9%, Antigen B memiliki sensitifitas sebesar 88,9% dan Antigen C memiliki sensitifitas sebesar 82.4%. Didapatkan CT value gen ORF pada ketiga jenis antigen 24,00 dan CT value gen ORF sebesar 22,68. Nilai median CT value gen ORF produk A 20,20 (11,01-30,20), B 22,09 (12,00-30,71), dan C 21,51 (10,20-29,58) dengan p-value 0,005. Nilai median dari CT value gen N pada produk A 18,89 (7,72-28,50), B 21,18 (10-50-30,56), dan C 20,59 (9,23-29,35) dengan p-value 0,004. Kesimpulan: Nilai sensifitas ketiga alat tersebut sangatlah bervariasi dengan rentang 68,9% hingga 88,9%. Penelitian ini didapatkan bahwa ketiga antigen ini mampu mendeteksi dengan nilai CT value pada angka 24 untuk gen ORF dan 22,68 pada gen N. Hal ini dapat membantu tenaga kesehatan untuk menjelaskan kepada pasien yang mendapatkan hasil positif, memperkirakan lama hari paska infeksi, dan besarnya pasien untuk menularkan virus tersebut kepada orang lain.
KARAKTERISTIK PASIEN PREEKLAMPSIA DENGAN PERSALINAN PRETERM DI RS RESTU IBU BALIKPAPAN TAHUN 2020-2022 Ratih, Ratih; Susanto, Ricky
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.23762

Abstract

Preeklampsia di Indonesia merupakan penyebab angka kematian ibu (AKI) tertinggi setelah perdarahan. Preeklampsia terjadi ketika tekanan darah meningkat disertai proteinuria pada usia kehamilan > 20 minggu. Persalinan prematur atau persalinan dini yang terjadi pada usia kehamilan < 37 minggu pada pasien dengan preeklampsia menghasilkan sekitar 3% - 25% kasus preeklampsia. Ada beberapa karakteristik wanita hamil yang berhubungan dengan terjadinya risiko preeklampsia pada persalinan prematur, diantaranya : usia, status gizi, paritas, jarak dengan kehamilan sebelumnya dan riwayat hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien preeklampsia yang mengalami persalinan prematur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan desain Cross-Sectional . Studi ini menggunakan 37 sampel dari pasien preeklampsia yang mengalami persalinan prematur di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan selama periode 2020-2022. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa 23 (62%) pasien dengan usia 20-35 tahun, sebanyak 24 (64%) pasien dengan status obesitas gizi, sebanyak 20 (54%) pasien dengan karakteristik paritas multipara, sebanyak 14 (38%) pasien memiliki jarak kehamilan sebelumnya antara dua hingga lima tahun dan sebanyak 29 (78%) pasien dengan riwayat hipertensi mengalami preeklampsia dengan persalinan prematur.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap wanita hamil perlu memperhatikan kondisi kesehatan terutama status gizi selama kehamilan serta selalu mengontrol tekanan darah secara berkala.