cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 431 Documents
KONSEP GEOMETRI SAMPEL JARINGAN KAMPUNG TANJUNG GEDONG MENGGUNAKAN METODE GENOMIK ARSITEKTUR Husin, Denny; Komala, Olga Nauli; Saryatmo, Mohammad Agung
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i1.23795

Abstract

Tanjung Gedong is one of the most developed urban kampung located in West Jakarta, existed formerly to support the nearby campuses and commercials activities. This kampung grows in the midst of educational area, its existence has proofed resiliency and great city’s supports, thus suitable as a stable sample for questioning kampung’s geometrical qualities. Less researches were interested to investigate kampung’s architectural concept. Kampung is often labeled as irregular, disorder or non-standard rather than respecting its potency. Dissecting kampung networks may present new facts regarding type’s domination and recession especially at the kampung gate as a prime transitional location. The research aims to target geometry as an architectural concept, a fundamental formula for kampung configuration. Typo-morphology is combined with etymology for revealing its geometrical concept with a focus only on the layout. QGIS is utilized as an instrument to extract building silhouette, simplified in the form of diagrams, while categorized by using tabulation. The outcome reveals a specific geometrical character based on arithmetic sequence: a particular order. Keywords: Architecture; Concept; Genomic; Geometry; Kampung Abstrak Tanjung Gedong adalah kampung kota di kawasan pendidikan Jakarta Barat dan telah berkembang bersama dengan kampus dan bangunan komersial di sekitarnya. Kampung ini tumbuh bersama-sama dengan kawasan, dan berkembang untuk mendukung fungsi pendidikan. Fenomena kehadirannya menunjukkan potensi resiliensi keruangan sehingga cocok menjadi sampel percontohan dan penelitian terkait perkembangan suatu jaringan kota. Lepas dari prasangka yang kerap melabeli kampung sebagai yang tidak teratur, kumuh dan tidak sehat; kampung Tanjung Gedong kerap menjadi pilihan utama warga kampus dan menjadi sentra informal untuk kawasan sekitar. Penelitian ini bertujuan mengangkat konsep geometri kampung yang menjadi formula pembentukan jaringan. Membedah geometri jaringan memunculkan potensi dan masalah dominasi dan resesi yang terjadi dalam rangkaian ruang kampung. Gerbang kampung adalah jaringan utama yang mengandung gen transisi arsitektur formal dan informal yang tepat diinvestigasi sebagai proyek pilot. Metode kualitatif interpretatif mengkombinasi tipo-morfologi dan etimologi untuk mengangkat abstraksi geometri pada peta jaringan menggunakan QGIS. Fokus penggambaran adalah denah yang dikonversi menjadi diagram untuk memunculkan siluet dialektika ruang berdasarkan citra satelit. Tabulasi mengkategorisasi dan menyeleksi tipe dan bentuk berdasarkan genomik arsitektur. Hasilnya mayoritas geometri kampung menunjukkan keberaturan dan simetri, berkebalikan dengan persepsi ketidakberaturan yang kerap menjadi stigma. Pengulangan bilangan prima dan genap banyak ditemukan pada dimensi, sudut maupun unit yang mendukung formalitas formula. Kebaruan penelitian merekomendasi deret spesifik kampung Tanjung Gedong.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEHARTO HEERDJAN PERIODE 2022 Putri, Zalfa Hemilda; Evi, Evi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v7i2.23808

Abstract

Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by disturbances in consciousness, emotion, perception, thinking, and behavior changes. Schizophrenia affects around 24 million people or 1 in 300 people in the world based on data from the World Health Organization (WHO). Schizophrenic patients are 2-3 times more likely to die early in the general population. This study was a retrospective descriptive study conducted at the Dr. Soeharto Heerdjan Mental Hospital using patients’ medical records from 2022. The characteristics observed consisted of gender, age, marital status, occupation, type of schizophrenia, clinic visit, guarantor, and patients’ origin. The results of this study show the characteristic patients that schizophrenic at the hospital in 2022 are mostly men by 67,2%. Most patients are 18-60 years old by 92,6%, and the marital status of most patients is not married by 64,7%. Unspecificied schizophrenia is the most type of schizophrenia by 52%. Most patients visit through the hospital’s emergency room by 84,8%, with BPJS as the guarantor by 79,9%, and most of them are from Banten province by 40,5%. Keywords: characteristic demographic; schizophrenia; outpatient Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronik yang ditandai dengan gangguan dalam kesadaran, emosi, persepsi, pemikiran, dan perubahaan perilaku. Skizofrenia menyerang sekitar 24 juta penduduk atau 1 dari 300 orang di dunia berdasarkan data dari World Health Organization (WHO). Pasien skizofrenia lebih rentan 2-3 kali untuk meninggal lebih awal dalam populasi secara general. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif yang dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan dengan menggunakan rekam medis pasien pada tahun 2022. Karakteristik yang dilihat terdiri dari jenis kelamin, usia, status pernikahan, pekerjaan, tipe skizofrenia, klinik kunjungan, penjamin, dan asal pasien. Hasil dari penelitian pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan periode 2022 menunjukan bahwa karakteristik pasien yang terkena skizofrenia laki-laki sebesar 67,2%. Kelompok umur terbanyak pasien adalah 18-60 tahun sebesar 92,6% dan status pernikahan pasien terbanyak adalah belum menikah sebesar 64,7%. Jenis skizofrenia terbanyak adalah tipe skizofrenia tak tergolongkan sebesar 52%. Klinik kunjungan terbanyak pasien adalah IGD sebesar 84,8%, dengan penjamin BPJS sebesar 79,9%, dan asal pasien terbanyak adalah dari Banten sebesar 40,5%.
STUDI PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG DAN TIANG BOR DITINJAU DARI BIAYA DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA Ningsih, Sri Aliane Rahayu; Setiawan, Agustinus Agus; Arbaningrum, Rizka
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v7i2.23888

Abstract

The foundation is a sub structure element of a construction which has the function of distributing the load of the upper structure to the hard soil layer. This research has an objective to analyze the effectiveness of pile and drilled pile foundations in terms of costs and labor productivity. As a case study, the research object was taken from the implementation of the foundation structure of "X" Hospital in South Jakarta. In this research, a comparison was made regarding the choice of foundation types, between D40 cm pile foundations with a length of 18m, drilled pile foundations D60, and D80, each with a length of 20m. Based on the analysis of construction costs and time, the results show that the implementation of a D40 cm pile foundation is the most economical at a cost of Rp. 5,211,225,400.00 with a work duration of 53 days, drilled pile foundations for D60 require a cost of Rp. 6,116,965,139.00 (17.38% higher) with a work duration of 86 days, and the D80 drilled pile foundation requires a cost of Rp. 6,935,678,499.00 (33.1% higher than piles) with a work duration of 98 days. In terms of labor productivity, pile foundations are lower than drilled pile foundations. Keywords: budget; productivity; labor; pile foundation; bored pile Abstrak Pondasi merupakan unsur struktur bawah dari suatu konstruksi yang memiliki fungsi menyalurkan beban struktur atas ke lapisan tanah keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas dari pondasi tiang pancang dan tiang bor ditinjau dari segi biaya dan produktivitas tenaga kerja. Sebagai bahan studi kasus, obyek penelitian diambil dari pelaksanaan struktur pondasi Rumah Sakit ”X” di Jakarta Selatan. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan pemilihan jenis pondasi, antara pondasi tiang pancang D40 cm dengan panjang 18m, pondasi tiang bor D60, dan D80 yang masing-masing memiliki panjang 20m. Berdasarkan analisis biaya dan waktu konstruksi diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pondasi tiang pancang D40 cm adalah yang paling ekonomis dengan biaya sebesar Rp. 5.211.225.400,00 dengan durasi pekerjaan selama 53 hari, pondasi tiang bor untuk D60 membutuhkan biaya sebesar Rp. 6.116.965.139,00 (lebih tinggi 17,38%) dengan durasi pekerjaan selama 86 hari, dan pondasi tiang bor D80 membutuhkan biaya sebesar Rp. 6.935.678.499,00 (lebih tinggi 33,1% dari tiang pancang) dengan durasi pekerjaan selama 98 hari. Dari segi produktivitas tenaga kerja, fondasi tiang pancang lebih rendah dibandingkan dengan fondasi tiang bor.
PENGEMBANGAN HUNIAN TERJANGKAU PADA KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT (KBT) LEBAK BULUS JAKARTA Pranoto, Budiwan Suryo; Tresani, Nurahma
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i1.23911

Abstract

The shortage of housing supply/backlog is one of the problems in Jakarta to date. According to JPI (2021) the backlog figure in Jakarta reached 1.2 million units. This is because regional development is uneven and population density is only concentrated in certain areas. Many workers today cannot afford to own a house in Jakarta and choose to live on the outskirts of the capital or outside Jakarta. So there is a need to develop affordable housing in Transit Oriented Areas (KBT) in Jakarta. Based on DKI Jakarta Governor Regulation No. 31 of 2022, the Lebak Bulus area is an area designated as a city KBT. This can be a trigger for the provision of affordable housing in the form of public flats. The existence of affordable housing in KBT is a concern because lower middle class people need housing close to work and access to public transportation. However, the problem that arises lies in the rising and expensive land prices which result in selling prices becoming increasingly unaffordable for the lower middle class. Therefore, this research aims to identify types and classes of residential development, policies, constraints and concepts in developing affordable housing. This research uses a qualitative approach, grounded theory research type to obtain an initial theory based on a literature review compared with field findings through triangulated interviews with expert sources. The analysis method used the interpretation method and comparison method. The results of the analysis showed that in KBT Lebak Bulus there is no affordable housing in the form of flats that can be accessed by the general public with low incomes, existing policies have supported the development of affordable housing, obstacles in the development of affordable housing are high land prices, environmental and social problems and the concept of realizing this through financing incentives, intensity bonus incentives, management subsidies, cooperation in the form of a consortium of several developers and cooperation in utilizing regional assets. Keywords: affordable housing; Transit-Oriented Area (KBT); grounded theory; triangulasi Abstrak Kekurangan suplai rumah/backlog menjadi salah satu permasalahan di Jakarta sampai dengan saat ini. Menurut JPI (2021) angka backlog di Jakarta mencapai 1,2 juta unit. Hal ini karena pengembangan wilayah yang tidak merata dan kepadatan penduduk hanya terkonsentrasi di daerah tertentu. Pekerja saat ini banyak yang tidak terjangkau untuk memiliki rumah di Jakarta dan memilih tinggal di pinggiran ibu kota atau di luar Jakarta. Sehingga perlu adanya pengembangan hunian terjangkau yang ada pada Kawasan Berorientasi Transit (KBT) di Jakarta. Berdasarkan Pergub DKI Jakarta No. 31 tahun 2022, Kawasan Lebak Bulus merupakan Kawasan yang ditetapkan sebagai KBT kota. Hal ini dapat menjadi  pemicu (trigger) bagi penyediaan hunian yang terjangkau dalam bentuk rumah susun umum. Keberadaan hunian terjangkau pada KBT menjadi perhatian karena masyarakat menengah kebawah lebih membutuhkan hunian dekat dengan tempat kerja dan akses sarana transportasi umum. Namun permasalahan yang muncul terletak pada harga lahan yang naik dan mahal yang mengakibatkan harga jual akan semakin tidak dapat terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kelas pengembangan hunian, kebijakan, kendala dan konsep dalam pengembangan hunian terjangkau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tipe penelitian grounded theory untuk mendapatkan teori awal berdasarkan kajian literature dengan dibandingkan temuan lapangan melalui wawancara narasumber ahli secara triangulasi. Metode analisis digunakan metode interpretasi dan metode komparasi.. Hasil analisis didapatkan bahwa di KBT Lebak Bulus belum ada hunian terjangkau dalam bentuk rumah susun yang dapat diakses oleh masyarakat umum berpenghasilan rendah, kebijakan yang ada telah mendukung terhadap pengembangan hunian terjangkau, kendala dalam pengembangan hunian terjangkau adalah harga lahan yang tinggi, permasalahan lingkungan dan sosial serta konsep dalam mewujudkan melalui insentif pembiayaan, insentif bonus intensitas, subsidi pengelolaan, kerjasama dalam bentuk konsorsium beberapa pengembang dan kerjasama pemanfaatan asset daerah.
STUDI PENGARUH REVITALISASI PEDESTRIAN TERHADAP PENGEMBANGAN KOTA TUA JAKARTA Wicaksono, Wirawan Pandu; Fatimah, Titin; Prana, Adam Madigliani
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i1.24992

Abstract

Kota Tua Jakarta holds significant historical value. The Master Plan for the Kota Tua Jakarta, regulated by the Jakarta Governor Regulation Number 36 of 2014, proposes revitalization strategies to preserve its historical values and advance the area. Revitalization is a development effort aimed at reviving important values within the context of cultural heritage while considering adjustments to new spatial functions and preservation principles. Its primary objective is to create a positive image through enhancing visual/physical quality and making real contributions to improving economic, social, and environmental quality. In its development, the Jakarta provincial government has undertaken revitalization efforts using traffic restriction techniques and pedestrianization packaged under the name LEZ (Low Emission Zone). The main purpose of establishing the LEZ in the Kota Tua Jakarta is to reduce traffic levels that endanger the long-term sustainability of cultural heritage structures in the region. Considering the development of the LEZ in the Kota Tua, pedestrian pathway function should not only serve as road accessories but also transform cities and settlements into inclusive, safe, resilient, and economically, socially, and environmentally sustainable areas, in line with Sustainable Development Goals (SDGs), particularly goal 11. By employing a quantitative research approach involving data collection methods through questionnaires and interviews, this study aims to investigate and evaluate the implications of establishing the Low Emission Zone on economic, social, and environmental dimensions. Keywords: Revitalisation; Pedestrianisation; Urban Development; Urban Heritage Abstrak Kawasan Kota Tua Jakarta memiliki nilai historis yang signifikan. Rencana Induk Kawasan Kota Tua, diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 36 Tahun 2014, mengusulkan strategi revitalisasi untuk memelihara nilai-nilai sejarah dan memajukan kawasan tersebut. Revitalisasi adalah upaya pengembangan yang bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai penting dalam konteks cagar budaya, dengan memperhatikan penyesuaian fungsi ruang baru dan prinsip-prinsip pelestarian. Tujuan utamanya adalah menciptakan citra positif melalui peningkatan kualitas visual/fisik serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pada perkembangannya pemerintah DKI Jakarta melakukan upaya revitalisasi dengan teknik pembatasan lalu lintas dan pedestrianisasi yang dikemas dengan nama LEZ (Low Emission Zone). Tujuan utama didirikannya LEZ di kawasan Kota Tua adalah dengan maksud untuk mengurangi tingkat lalu lintas yang membahayakan keberlangsungan jangka panjang dari struktur cagar budaya di wilayah tersebut. Melihat pengembangan LEZ di Kawasan Kota Tua, Fungsi jalur pedestrian ke depan tidak hanya sekedar sebagai perlengkapan jalan namun juga menjadikan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan secara ekonomi, sosial dan lingkungan sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) tujuan 11. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif yang melibatkan penggunaan metode pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara, studi pada tulisan ini bertujuan untuk menginvestigasi serta mengevaluasi implikasi pembentukan Low Emission Zone terhadap dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
ANALISIS RISIKO DETAIL ENGINEERING PROYEK KONSTRUKSI FASILITAS INDUSTRI DI LINGKUNGAN MULTI-PROYEK DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Siahaan, Saut Batara; Alisjahbana, Sofia W.; Gondokusumo, Onnyxiforus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v7i2.25347

Abstract

There are construction projects that run simultaneously and simultaneously to meet demands and time and cost constraints. Nowadays, construction projects are increasingly complex and increasing in number. This is done to meet increasingly higher quality of life and sophisticated technological advances. Implementing projects simultaneously and concurrently, known as multi-project, requires different management methods compared to single projects. This is the case with construction projects in the industrial facilities sector, with the main components being design work (engineering), procurement, construction, and installation (construction & installation) of utility equipment and production processes. Detailed engineering work carried out by engineering experts is a product of planning and must be carried out at the design stage. The research problem is how to manage and regulate the need for engineering experts throughout the implementation period when several projects are running simultaneously. Anticipation is needed when a shortage or excess of engineering experts occurs by considering the existing job risks. This research is a case study of construction project implementation in a multi-project environment at a chemical process-based production process industrial facility in West Java. This research concludes that the Dynamic Systems modeling approach provides an opportunity to understand the impact of risk on time, which cannot be done with conventional methods. The need for engineering experts, taking into account the risks of existing work, can be known throughout the implementation period, and anticipation can be made when a shortage or excess of engineering experts occurs. Keywords: Risk analysis; Detail engineering; Multi-project;Industry facility, System Dynamic Abstrak Terdapat proyek-proyek kontruksi yang berjalan secara bersamaan dan simultan untuk memenuhi tuntutan dan batasan waktu dan biaya. Saat ini proyek-proyek konstruksi semakin rumit dan semakin banyak jumlahnya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingkat kualitas hidup yang semakin tinggi dan adanya kemajuan teknologi yang semakin canggih. Fenomena pelaksanaan proyek-proyek secara simultan dan bersamaan dikenal dengan istilah multi-proyek dan memerlukan cara pengelolaan yang berbeda dibandingkan dengan proyek tunggal. Demikian halnya dengan proyek konstruksi pada sektor fasilitas industri, dengan komponen utama adalah pekerjaan perancangan (engineering), pengadaan (procurement), konstruksi dan pemasangan (contruction & installation) peralatan utilitas dan proses produksi. Pekerjaan detail engineering yang dilakukan oleh tenaga ahli engineering merupakan produk perencanaan dan harus dilakukan pada tahap perancangan. Permasalahan penelitian adalah bagaiman melakukan pengelolaan dan pengaturan kebutuhan tenaga ahli engineering di sepanjang waktu pelaksanaan ketika beberapa proyek berjalan secara simultan atau bersamaan? Dan diperlukan suatu antisipasi ketika kekurangan atau kelebihan tenaga ahli engineering tersebut terjadi dengan mempertimbangkan risiko pekerjaan yang ada. Penelitian ini merupakan studi kasus pelaksanaan proyek konstruksi di lingkungan multi-proyek pada fasilitas industri proses produksi berbasis proses kimia yang berlokasi di Jawa Barat. Kesimpulan penelitian ini adalah pendekatan pemodelan Sistem Dinamik memberikan kesempatan untuk memahami dampak risiko terhadap waktu yang tidak dapat dilakukan dengan pendekatan secara konvensional.  Kebutuhan tenaga ahli engineering dengan mempertimbangkan risiko pekerjaan yang ada dapat diketahui di sepanjang waktu pelaksanaan dan dapat dilakukan antisipasi ketika kekurangan atau kelebihan tenaga ahli engineering tersebut terjadi.
STUDI PENERAPAN REGULASI PENYEDIAAN FASILITAS UMUM DAN FASILITAS SOSIAL DI KLUSTER APARTEMEN GREEN BAY PLUIT Agustin, Laura Tri; Tresani, Nurahma
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i1.26350

Abstract

Indonesia is experiencing very rapid development and urbanization. In line with this, in the 90s the government and private sector began to develop housing from housing cluster to apartment clusters. Public facilities and social facilities are one of the requirements regulated by regulations and must be fulfilled by the developer. However, in its implementation, the provision of public facilities and social facilities experiences many obstacles, especially in apartment. The aim of this research is to identify the process of implementing public facilities and social facilities regulations and identify the root causes of the obstacles that occur in implementing public facilities and social facilities in apartment in Jakarta.  To realize this goal, researchers conducteda study of the regulations used and the process of implementing these regulations by developers in DKI Jakarta. This research has the character of an exploratory study and an instrumental case study approach where the researcher will focus on an issue or theory which is then supported by the case study. The instruments used in this research has the character of an exploratory study and an instrumental case study approach where the researcher will focus on an issue or theory which is then supported by the case study. The instruments used in this research were in-depth interviews, documentation and observation. The case study is a high density apartment cluster to see whether the regulations used are in line with the reality on the ground. The case study used is the Green Bay Apartment in North Jakarta with a total of 34.048 people divided into 12 apartment towers. The research results show that the regulations used to date have not been adjusted since 2015 and apartment occupancy regulations still use housing regulations, so that with very high density these regulations are not appropriate. Apart from that, until now public facilities and social facilities are considered private zones of apartments, so they are often not handed over to the government. Keywords: Apartment; Regulation; Facilities; Public; Social Abstrak Indonesia mengalami perkembangan dan urbanisasi yang sangat cepat. Seiring dengan hal tersebut, maka tahun 90-an pemerintah dan swasta mulai melakukan pengembangan hunian dari kluster perumahan hingga kluster apartemen. Fasilitas umum dan fasilitas sosial merupakan salah satu syarat yang diatur oleh regulasi dan harus dipenuhi oleh pengembang. Namun dalam penerapannya, penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial mengalami banyak kendala, terutama pada hunian apartemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses penerapan regulasi fasilitas umum dan fasilitas sosial dan mengidentifikasi akar permasalahan dari kendala yang terjadi dalam penerapan fasilitas umum dan fasilitas sosial pada hunian apartemen di DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, peneliti melakukan kajian terhadap regulasi yang digunakan dan proses penerapan regulasi tersebut oleh pengembang di DKI Jakarta. Penelitian ini bersifat studi eksploratif dan pendekatan instrumental case study dimana peneliti akan memusatkan perhatian pada suatu isu atau teori yang kemudian didukung studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi lapangan. Adapun studi kasus yang dipilih adalah kluster apartemen dengan kepadatan yang tinggi untuk melihat apakah regulasi yang digunakan sesuai dengan realita di lapangan. Studi kasus yang digunakan adalah kluster apartemen Green Bay di Jakarta Utara dengan jumlah 34.048 jiwa yang terbagi dalam 12 tower apartemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang digunakan hingga saat ini belum mengalami penyesuaian sejak tahun 2015 dan regulasi hunian apartemen masih menggunakan aturan perumahan, sehingga dengan kepadatan yang sangat tinggi maka regulasi tersebut tidak sesuai. Selain itu, hingga saat ini fasilitas umum dan fasilitas sosial dianggap sebagai zona private dari apartemen, sehingga sering kali tidak diserahkan kepada pemerintah.
PERANCANGAN FASILITAS BERMAIN DAN BELAJAR BAGI ANAK PASCA BENCANA DI DESA CIHERANG, CIANJUR Cynthia, Cynthia; Monica, Felya; Gratiano, Giuseppe; Solikhah, Nafiah
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v7i2.26371

Abstract

Indonesia is an earthquake-prone area because it is located in the Pacific Ring of Fire area. One of the areas affected by the earthquake on 21st November, 2022 was Ciherang Village, Cianjur Regency, West Java where children were also affected by the disaster. PAUD facilities that were originally used for learning for children were damaged, forcing children to study in emergency facilities in the form of tents. The earthquake also resulted in psychological trauma for children. One form of post-disaster trauma recovery for children is to carry out dynamic recovery. This can be done by doing normal activities such as playing and studying. Based on these problems, an exploration was carried out to design play and learning facilities for children after the earthquake disaster in Ciherang Village, Cianjur. The proposed design is a prototype where this facility can be built and implemented on other sites with similar needs and conditions. The design aims to be used as an interactive reading area for children and is expected to present an interesting and fun atmosphere for playing, learning and reading. In addition, the design also adopts the concept of locality by utilizing local materials, namely bamboo and polycarbonate and designing a sloping roof as a response to the tropical climate and high rainfall so that rainwater can be collected using a drum which can then be reused as a clean water reserve. Keywords: post-earthquake trauma recovery; educational facilities; exploratory; prototype of playing and learning facilities; dynamic recovery activities and facilities Abstrak Indonesia menjadi daerah rawan gempa bumi karena terletak di area Cincin Api Pasifik. Salah satu wilayah terdampak gempa bumi pada 21 November 2022 adalah Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat di mana anak-anak turut menjadi korban terdampak dari bencana tersebut. Fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang semula dimanfaatkan untuk belajar bagi anak-anak mengalami kerusakan sehingga memaksa anak-anak untuk belajar di dalam fasilitas darurat berupa tenda. Gempa bumi juga mengakibatkan trauma psikologis bagi anak-anak. Salah satu bentuk pemulihan trauma pasca bencana bagi anak-anak adalah dengan melakukan pemulihan secara dinamis. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan aktivitas seperti biasa seperti bermain dan belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan eksplorasi perancangan fasilitas bermain dan belajar bagi anak-anak pasca bencana gempa bumi di Desa Ciherang, Cianjur. Desain yang diajukan merupakan bentuk prototype dimana fasilitas ini mampu untuk dibangun dan diimplementasikan pada tapak lain dengan kebutuhan dan kondisi yang serupa. Desain bertujuan untuk dapat dimanfaatkan sebagai area membaca interaktif bagi anak-anak serta diharapkan dapat menghadirkan suasana bermain, belajar, dan membaca yang menarik serta menyenangkan. Selain itu desain juga mengadopsi konsep lokalitas dengan memanfaatkan material lokal yaitu bambu serta polikarbonat dan perancangan bentuk atap miring sebagai respon terhadap iklim tropis dan curah hujan yang tinggi sehingga air hujan dapat ditampung menggunakan drum yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali sebagai cadangan air bersih.
SISTEM INTEGRASI SENSOR SUHU, KELEMBABAN, ARUS DAN TEGANGAN UNTUK MONITORING KONDISI LUMINER LED PJU Setyaningsih, Endah; Fat, Joni; Calvinus, Yohanes
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v7i2.29088

Abstract

Currently, more people are using LED luminaires for public street lighting (PJU). The advantages of LED luminaires are that they have a long life and energy efficiency. However, what needs to be considered for PJU LED luminaires is temperature and humidity. Especially for use in tropical climates like Indonesia. High temperatures and humidity will cause degradation to the efficiency and lamp life. This is a challenge for PJU LED luminaire manufacturers, namely that they must ensure that the temperature and humidity are maintained according to the specifications of the PJU LED luminaire. So far, manufacturers have carried out monitoring manually, namely by periodically measuring the temperature using a thermogun when testing PJU LED luminaires. Through this research, a tool was created that can monitor temperature, humidity, current and voltage with internet-based to help LED luminaire manufacturers obtain data quickly and real time. Monitoring can also be done via a handphone that has an Android application. Through this method, PJU LED luminaires can be monitored either before or after they are installed at the desired pole height. The collected data becomes a database that can be displayed in table or graphic form. So, the aim of this research is to produce a database that will be input for manufacturers in evaluating and designing PJU LED luminaire products. The system creation method is in the form of design by integrating temperature, humidity, current and voltage sensors into a system and implementing it. The system will be inserted into the inside of the PJU LED luminaire. After going through testing in the laboratory and field, research results were obtained in the form of a monitoring tool for PJU LED luminaires that has good reliability. Keywords: sensor integration; tropical climate; humidity; PJU LED luminaires; temperature Abstrak Saat ini semakin banyak masyarakat menggunakan luminer LED untuk pencahayaan jalan umum (PJU). Kelebihan luminer LED yaitu memiliki umur pakai yang panjang dan efisiensi energi. Namun yang perlu diperhatikan untuk luminer LED PJU adalah suhu dan kelembapan. Terutama untuk penggunaannya diiklim tropis seperti di Indonesia. Suhu dan kelembapan tinggi akan menyebabkan degradasi terhadap efisiensi dan umur lampu. Hal ini menjadi tantangan bagi pabrikan luminer LED PJU, yaitu harus memastikan bahwa suhu dan kelembapannya terjaga sesuai spesifikasi luminer LED PJU tersebut. Selama ini pabrikan melakukan monitoring secara manual, yaitu dengan pengukuran suhu secara berkala menggunakan alat thermogun saat pengujian luminer LED PJU. Melalui penelitian ini, dibuat alat yang dapat memantau suhu, kelembapan dan juga arus dan tegangan berbasis internet untuk membantu pabrikan luminer LED memperoleh data setiap saat secara cepat. Pemantauan dapat dilakukan juga melalui handphone yang mempunyai aplikasi android. Melalui metoda ini luminer LED PJU dapat dipantau baik pada saat sebelum atau sesudah dipasang pada ketinggian tiang sesuai yang diinginkan.  Data yang terkumpul menjadi basis data yang dapat ditampilkan dalam bentuk tabel ataupun grafik. Jadi tujuan penelitian ini adalah menghasilkan basis data yang akan menjadi masukan bagi pabrikan dalam mengevaluasi dan mendesain produk luminer LED PJU. Metoda pembuatan sistem berupa perancangan dengan mengintegrasikan sensor suhu, kelembapan, arus, dan tegangan menjadi suatu sistem dan mengimplementasikannya. Sistem akan di-insert ke bagian dalam dari luminer LED PJU. Setelah melalui pengujian di laboratorium dan lapangan diperoleh hasil penelitian berupa alat monitoring untuk luminer LED PJU yang mempunyai keandalan yang baik.  
DESAIN ALGORITMA DAN IMPLEMENTASI ROBOT TRADING FOREX HEDGING DAN AVERAGING Fat, Joni; Utama, Hadian Satria; Candra, Henry; Pranoto, Wati Asriningsih; Yoshua, Axel Irving; Gilbert, Tyven Christopher
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v7i2.29089

Abstract

This study aims to design and evaluate the performance of a forex trading robot that implements hedging and averaging methods in the forex market. With the combination of these methods, the robot is expected to generate significant profits while managing risks effectively. Triangular hedging method is utilized to protect capital and reduce risk against market fluctuations, while averaging method is employed to enhance profit potential. This research is expected to provide a better understanding of how the strategies employed can effectively manage risk and increase profitability. The test results show that the forex trading robot implementing hedging and averaging methods managed to achieve a significant increase in profit accumulation, with a growth rate of 175.58% during the testing period, from June 9 to September 20, 2023. Although there was a daily fluctuation of 0.50%, the robot successfully achieved a monthly growth rate of 42.42%. This is also reflected in the increase in account balance from 100 USD to 275.58 USD and a total of 865 pips gained. Despite a drawdown of 61.42%, this did not hinder the robot's performance in consistently generating profits. The application of hedging and averaging methods in forex trading robots can be an effective strategy in optimizing transaction performance in the complex and dynamic forex market. By utilizing this combination of strategies, trading robots have the potential to be utilized by forex market participants in achieving their financial transaction goals. Nevertheless, this research also highlights the importance of continuous monitoring and evaluation of trading robot performance to identify and mitigate potential risks and improve long-term performance consistency. Keywords: averaging; forex; trading robot; triangular hedging Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi kinerja robot trading forex yang menerapkan metode hedging dan averaging di pasar forex. Dengan kombinasi metode tersebut, robot diharapkan dapat menghasilkan keuntungan signifikan dengan pengelolaan risiko yang baik. Metode triangular hedging digunakan untuk melindungi modal dan mengurangi risiko terhadap fluktuasi pasar, sedangkan metode averaging dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi profitabilitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana strategi yang digunakan dapat secara efektif melakukan pengelolaan risiko dan meningkatkan profitabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot trading forex yang menerapkan metode hedging dan averaging mampu mencapai peningkatan signifikan dalam akumulasi keuntungan, dengan pertumbuhan sebesar 175.58% selama periode pengujian, yaitu dari 9 Juni-20 September 2023. Meski pun terdapat fluktuasi harian sebesar 0.50%, namun secara bulanan robot trading berhasil mencapai pertumbuhan sebesar 42.42%. Hal ini juga tercermin dari peningkatan saldo akun dari 100 USD menjadi 275.58 USD serta total pips yang diperoleh adalah sebesar 865 pips. Meski pun drawdown mencapai 61.42%, namun hal ini tidak menghambat kinerja robot trading dalam menghasilkan keuntungan secara konsisten. Aplikasi metode hedging dan averaging pada robot trading forex dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengoptimalkan kinerja transaksi di pasar forex yang kompleks dan dinamis. Dengan memanfaatkan kombinasi strategi ini, robot trading memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh para pelaku pasar forex dalam mencapai tujuan transaksi keuangannya. Meski pun demikian, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemantauan dan evaluasi terus-menerus terhadap kinerja robot trading untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko serta meningkatkan konsistensi kinerja dalam jangka panjang.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan More Issue