cover
Contact Name
UBAIDILLAH
Contact Email
ubaidillah_ft@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@bkstm.org
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Indonesia
ISSN : 1907350X     EISSN : 25977563     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Indonesia “JTMI” " adalah jurnal ilmiah sains dan teknologi yang diterbitkan oleh Badan Kerjasama Teknik Mesin Indonesia. JTMI meliputi bidang konversi energi, material, desain mekanikal, manufaktur dan otomasi
Articles 291 Documents
Pengaruh variasi ukuran partikel terhadap profil suhu pada pembakaran batu bara sub bituminous dengan menggunakan pulverized burner Amrul Amrul; Herry Wardono; Nikolaus Derry Chandra
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.305

Abstract

Salah satu teknologi pembakaran konvensional yang masih banyak digunakan dalam proses produksi listrik di Indonesia adalah pulverized combustion. Batu bara kualitas medium merupakan jenis batu bara yang sering digunakan dalam proses produksi listrik di Indonesia. Ketersediaan batu bara yang terbatas dapat diatasi dengan melakukan pembakaran bersama antara batu bara dengan biomassa. Penggunaan bahan bakar biomassa diharapkan dapat mengatasi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil. Namun karakteristik pembakaran batu bara serbuk perlu diketahui sebelum melakukan pembakaran bersama antara batu bara dengan biomassa. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi ukuran batu bara serbuk terhadap profil suhu pembakaran yang dihasilkan. Kajian dilakukan menggunakan mesin coal combustion skala lab type pulverized burner dengan suhu uji yaitu 750°C, 850°C dan 950°C untuk melihat pengaruh partikel batu bara serbuk yang tanpa diayak dan yang diayak menggunakan ayakan berukuran mesh 100 dan mesh 200 terhadap profil suhu pembakaran. Pengurangan ukuran serbuk batu bara membuat kenaikan suhu semakin tinggi. Kenaikan suhu tertinggi terjadi pada serbuk batu bara ukuran mesh 200 dan suhu pembakaran 750°C yaitu sebesar 65,4°C. Waktu pembakaran tersingkat terjadi pada pembakaran serbuk batu bara mesh 200 dan suhu pembakaran 950°C, yaitu selama 120 detik.
Studi eksperimen pemanfaatan limbah aluminium dan limbah kaca untuk pembuatan material komposit Juriah Mulyanti; Syahril Machmud; Sukamto Sukamto; Daniel Afrizal
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.303

Abstract

Kajian ini merupakan studi eksperimen dalam pembuatan material komposit dengan penguat serbuk kaca dari limbah rumah tangga dan serbuk aluminium dari limbah industri. Dari kajian ini akan diperoleh karakteristik material komposit dengan variasi komposisi serbuk kaca dan serbuk aluminium sebagai penguat. Kajian ini dianggap perlu dilakukakan untuk mencari bahan komposit yang bukan saja unggul dalam sifat-sifat mekanik, tetapi juga optimal dalam aplikasinya serta memanfaatkan material limbah dalam jumlah cukup besar yang memerlukan pengelolaan tepat agar tidak menimbulkan masalah. Pembuatan material komposit ini menggunakan bahan serbuk kaca, serbuk aluminium dan resin epoksi dengan komposisi perbandingan volume 50% serbuk kaca-20% serbuk aluminium-30% resin, 40%serbuk kaca-30% serbuk aluminium-30% resin, dan 35% serbuk kaca-35% serbuk aluminium-30% resin. Proses pembuatan material komposit ini menggunakan metode hot press dengan tekanan gaya vertikal 4,5 kg pada suhu 80oC selama 60 menit. Karakterisasi yang dilakukan meliputi kekerasan dan laju keausan masing-masing komposisi material. Dari hasil pengujian diketahui bahwa karakteristik terbaik dengan laju keausan terendah dan kekerasan yang tertinggi, diperoleh pada komposisi 35% serbuk kaca-35% serbuk aluminium-30% resin, dengan nilai laju keausan 7,73 x 10-6 gr/mm2.detik dan kekerasan 49,3 HRB.
Pembuatan 3D Model Disc Refiner dengan Reverse Engineering untuk Mendukung Sustitusi Impor Anugrah Erick Eryantono; Shinta Virdhian; Deny Cahyadi; Evi Oktavia
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.301

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil produk pulp dan kertas terbesar di dunia. Namun, sektor industri ini masih bergantung pada teknologi dari luar negeri. Sehubungan dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung substitusi impor, penggunaan barang dalam negeri harus ditingkatkan termasuk dari sektor industri ini. Oleh karena itu, teknik reverse engineering harus diimplementasikan dalam upaya menghasilkan komponen mesin disc refiner di industri lokal. Teknik ini merupakan suatu rangkaian proses yang dimulai dengan mengidentifikasi produk yang tersedia, kemudian memilih proses manufaktur yang sesuai dan menghasilkan produk yang sama atau modifikasi produk sebelumnya. Kajian ini akan menjelaskan cara menghasilkan model 3D dari disc refiner menggunakan 3D scanner dan perangkat lunak CAD sebagai tahapan penting dari teknik reverse engineering. Selain itu juga akan ditampilkan hasil uji komposisi material sebagai tahapan awal untuk menghasilkan modifikasi produk disc refiner. Hasil dari kajian ini juga dapat digunakan sebagai pedoman bagi industri manufaktur dalam negeri untuk meningkatkan daya saing, khususnya di sektor industri manufaktur mesin pengolah pulp dan kertas.
DESAIN DAN SIMULASI UJI KEKUATAN CHASSIS MOBIL SEM JENIS PROTOTYPE MENGGUNAKAN MATERIAL ALUMINIUM ALLOY 7075 Abd Wahab; Mojibur Rohman; Ahmad Saepuddin; Mochammad Sulaiman
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.297

Abstract

Rangka adalah salah satu komponen penting yang harus dibentuk dalam konstruksi yang kuat untuk mendukung bobot kendaraan. Desain kendaraan dalam kelas prototype tidak harus beroda empat dan tidak diharuskan untuk mengikuti desain kendaraan beroda empat. Faktor keamanan adalah parameter utama untuk menentukan kekuatan rangka mobil, sehingga faktor keamanan oleh rangka harus melebihi 2 untuk dapat diasumsikan aman. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menentukan desain rangka yang cocok untuk jenis mobil prototype SEM dengan software Solidworks. Selain merancang, tujuan dari kajian ini adalah untuk menentukan perpindahan, faktor keamanan, dan fatik dengan simulasi melalui Solidworks. Kajian ini menggunakan metode pengembangan (Riset dan Pengembangan) dengan bantuan software. Software yang digunakan adalah Solidworks yang mampu menguji konstruksin rangka dengan simulasi untuk menentukan perpindahan, tekanan, faktor keamanan, dan fatik. Kajian ini menghasilkan 3 desain rangka berbeda, yakni desain rangka 1 yang memiliki panjang 2800 mm dan lebar 400 mm. Nilai perpindahan pada desain rangka 1 adalah 2,84554 mm, pada desain rangka 2 adalah 2,98822 mm dan pada desain rangka 3 adalah 2,07638 mm. Faktor keamanan minimal pada desain rangka 1 adalah 5,4072, pada desain rangka 2 adalah 4,81501 dan pada desain rangka 3 adalah 8,49078. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa perpindahan desain rangka 3 lebih baik dibandingkan dengan desain rangka 1 dan desain rangka 2, karena memiliki nilai perpindahan yang lebih kecil. Nilai faktor keamanan, desain rangka 2 lebih baik dibandingkan dengan desain rangka 1 dan desain rangka 3, karena memiliki nilai faktor keamanan yang lebih kecil. Nilai masa fatik pada desain rangka 1, desain rangka 2 dan desain rangka 3 memiliki nilai yang sama yakni 5 x 106 siklus selama tekanan bekerja di ketiga desain rangka tersebut pada kurva S-N.
Analisis defleksi dan kekuatan pada steering stem sepeda motor dengan metode simulasi elemen hingga Jamal Muhammad Afiff; Tono Sukarnoto; Mohammad Fajar Ramdhani
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.296

Abstract

Industri otomotif dan manufaktur khususnya sepeda motor dituntut untuk terus berkembang, misalnya dengan penggantian jenis material untuk komponen tertentu agar lebih ekonomis namun tetap memenuhi fungsi. Sebagai contoh perubahan material yang sebelumnya dibuat dari baja cor menjadi aluminium cor untuk komponen steering stem atau biasa disebut dudukan segitiga pada sepeda motor. Kajian ini bertujuan mengkaji apakah perubahan material steering stem dari baja cor SC450 ke aluminium cor AC4CH tetap aman untuk diaplikasikan pada sepeda motor jenis skuter matik (skutik). Dalam pelaksanaannya dilakukan simulasi pembebanan statis dari berat kendaraan ditambah penumpang dan beban impak disaat kendaraan melaju dengan kecepatan 40 km/jam. Analisis menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Ansys. Hasil analisis menunjukan nilai defleksi tertinggi untuk material AC4CH sebesar 0,17 mm, sedangkan pada material SC450 sebesar 0,11 mm. Ada pun tegangan maksimum yang terjadi untuk AC4CH sebesar 181 MPa masih di bawah kekuatan material 250 MPa. Untuk material SC450, tegangan maksimum yang terjadi 233 MPa, masih di bawah kekuatan material 450 MPa. Dari hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kekuatan aluminium cor AC4CH lebih rendah dari pada baja cor SC450, namun AC4CH masih aman untuk diaplikasikan sebagai meterial steering stem skutik dengan keuntungan bobotnya lebih ringan.
Stress assessment pada bonding tube dengan beban tekanan eksternal Asnawi Lubis; Muhammad Rahardian Putra; Jamiatul Akmal; Novri Tanti; Ahmad Su'udi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.295

Abstract

Struktur silinder (tabung) dapat digunakan untuk sistem transportasi antar pulau, dibangun sebagai terowongan terapung terendam (SFT). Struktur utama SFT adalah tabung berlapis yang digabung dan tali tambat untuk menahan gaya apung. Kajian ini menyajikan hasil stress assessment pada tabung silinder berlapis dengan beban tekanan eksternal dari air laut. Pemodelan dan analisis dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan ANSYS. Tabung terdiri dari tiga lapisan: lapisan terdalam adalah baja setebal 30 mm, lapisan tengah adalah beton setebal 450 mm dan lapisan terluar adalah aluminium setebal 150 mm. Diameter dalam dan luar tabung masing-masing adalah 5 m dan 6,26 m. Beban yang diberikan adalah tekanan internal sebesar 101 kPa (1 atm) dan tekanan eksternal hidrostatis pada kedalaman 500 m sebesar 5,35 MPa. Hasil kajian menunjukkan bahwa hoop stress terbesar terjadi pada lapisan baja, diikuti oleh lapisan aluminium dan lapisan beton. Untuk radial stress yang merupakan tegangan tekan, nilai terbesar terdapat pada lapisan aluminium dan nilai yang lebih kecil terdapat pada lapisan terdalam (baja). Untuk tegangan geser, tegangan pada lapisan baja dan beton jauh lebih kecil dibandingkan dengan tegangan pada lapisan aluminium.
Studi aliran fluida melalui ventilasi penangkap angin bangunan gedung di Kota Pekanbaru Eddy Elfiano; Kurnia Hastuti; Ibrahim Rasyid; M. Arif Rahmat Firgiyandi; Alfinovawan Lumban Tobing
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.294

Abstract

Sistem penangkap angin (wind catcher) sudah dimanfaatkan di beberapa negara di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara bahkan di Eropa. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dan mengurangi ketergantungan pada beban pendingin. Sirkulasi alami fluida ini disebabkan adanya perbedaan densitas, sehingga densitas fluida yang ringan akan didesak oleh densitas fluida yang berat untuk keluar melalui ventilasi di dalam ruangan. Studi ini fokus untuk mengkaji aliran melalui ventilasi hingga masuk ke dalam ruangan bangunan. Data empirik yang diperoleh dari literatur hingga eksperimen menunjukkan adanya sifat-sifat fluida berdasarkan perbedaan tekanan dan kecepatan yang bergerak berawal turbulance hingga akhirnya melambat dengan laminar. Penangkap angin ini memiliki ventilasi dengan model lingkaran dan empat persegi dalam bentuk vertikal dengan luasan laluan fluida yang sama. Tinggi bangunan gedung tempat penangkap angin yang diletakkan yaitu 12 meter dan tinggi penangkap angin dari permukaan datum adalah 4 meter. Salah satu data yang diperoleh dari anemometer pada kajian ini menunjukkan adanya perbedaan kecepatan fluida yang masuk melalui ventilasi berbentuk lingkaran dan empat persegi vertikal yaitu 0,60 m/s dan 1,10 m/s, sementara kecepatan fluida yang sampai ke dalam ruangan sebesar 0,30 m/s dan 0,80 m/s berturut-turut. Beberapa studi menyatakan bahwa kenyamanan penghuni ruangan didapat mulai dari kecepatan 0,25 m/s hingga 0,50 m/s. Model penangkap angin ini berdasarkan keadaan alam, sehingga disebut juga dengan sistem pendinginan pasif. Berdasarkan hasil kajian ini dan faktor geografi kota Pekanbaru, memungkinkan untuk disosialisasikan pemanfaatan wind catcher sebagai pendinginan suatu bangunan.
Pengaruh fluid spray terhadap kandungan oksigen pada pembudidayaan ikan lele dalam kolam terpal bundar Muki Satya Permana; Aris Nur Ihsan; Thomas Pamungkas; Muhammad Reggy Ramdani; Manar Fuadi Rahman; Rudiansyah Rudiansyah; Ilyas Mauludin; Mi'raj Novahardi; Hamdan Awaludin; Randy Media Rachayu; Fachrul Sidik Riantono; Dandy Junaedy; Hamzah Maulana
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.293

Abstract

Penerapan teknologi fluid spray yang menghasilkan nano bubble dapat meningkatkan jumlah oksigen terlarut yang sangat bermanfaat dalam budidaya ikan lele. Melalui cara ini, waktu panen dapat dipersingkat dan penggunaan pakan lebih hemat, sehingga produksi ikan lele akan meningkat. Masalah yang ingin diselesaikan adalah bagaimana membangun sebuah fluid spray system yang bermanfaat bagi petani ikan lele. Tujuan yang ingin dicapai adalah membangun instalasi fluid spray dan mengukur kadar oksigen di dalam kolam. Metode penyelesaian masalah dilakukan secara eksperimental yaitu dengan melihat hubungan antara konsumsi fluid spray, kadar oksigen dan waktu panen. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa pertumbuhan ikan lele meningkat menjadi 25% dari yang biasanya hanya 18%. Hal ini karena kadar oksigen naik dari 0,5 mg/L menjadi 0,9 mg/L. Perangkat fluid spray yang dibangun terdiri dari rangkaian pipa dan tabung PVC yang dilengkapi dengan katup pengendali aliran dan digerakkan oleh sebuah pompa air listrik 125 W. Peralatan tersebut dapat dioperasikan dalam sehari sebanyak dua kali selama 1 jam untuk menjamin kadar oksigen di dalam kolam mencukupi dan pakan yang diberikan tidak cepat mengendap ke dasar kolam. Kecukupan pakan dan oksigen di dalam kolam akan memicu pertumbuhan ikan lele semakin cepat sehingga masa panen dan ukuran ikan lele layak panen menjadi lebih singkat.
Rancang bangun mesin separator magnetik untuk proses daur ulang baterai litium 18650 Akhmad Tito Fismatika; Muslim Mahardika; Budi Arifvianto; Muhammad Akhsin Muflikhun
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.286

Abstract

Kebutuhan baterai litium ion dalam kehidupan sehari-hari terus meningkat. Dengan beragamnya peralatan yang menggunakan baterai litium ion, maka semakin tinggi pula jumlah limbah baterai ini. Limbah baterai litium ion digolongkan dalam limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Oleh karena itu, daur ulang baterai litium ion perlu dilakukan guna mengurangi limbah B3. Proses daur ulang baterai dapat dilakukan dengan beberapa tahapan, dimulai dengan mengosongkan baterai (discharging), pembongkaran baterai (dismantling), penghancuran baterai (crushing), pengambilan litium (mining), dan pemurnian litium (purification litium). Tahapan yang dibahas dalam kajian ini yaitu tahapan pengambilan litium (mining). Pengambilan litium dilakukan dengan cara pemisahan magnetik hasil penghancuran baterai litium ion dengan harapan dapat mempermudah proses daur ulang baterai. Tujuan kajian ini untuk merancang mesin magnetik separator yang aman saat dioperasikan. Kajian ini dilakukan untuk merancang dan mengetahui tingkat keamananan mesin separator magnetik yang berfungsi sebagai alat proses daur ulang baterai litium ion 18650. Metodologi yang dilakukan dalam merancang mesin separator magnetik ini dilakukan dengan beberapa proses. Proses awal yaitu perancangan magnetik separator menggunakan software Autodesk Inventor 2020 Student Version. Berikutnya desain magnetik separator dianalisis menggunakan software Ansys 2021 Student Version sebagai perhitungan finite element analysis. Hasil analisis dari software Ansys 2021 Student Version berupa tegangan Von Mises Stress, Deformation, dan Maximum Shear Stress. Dari data hasil software Ansys 2021 Student Version dapat diketahui bahwa mesin magnetik separator sudah aman untuk dioperasikan. Dengan adanya mesin magnetik separator ini diharapkan mampu menambah efisiensi dan efektivitas dalam proses pengambilan logam aktif litium dari hasil penghancuran baterai dalam proses daur ulang baterai litium ion.
KARAKTERISTIK ENERGI INTERNAL PENUKAR KALOR BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR PEMANAS SIRKULASI ALAM UNTAI UJI FASSIP-02 Giarno Giarno; G. B. Heru K.; Ainur Rosidi; Dedy Haryanto; Adhika E. P.; Mulya Juarsa
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.283

Abstract

Kecelakaan PLTN di Fukushima Dai-ichi, Jepang, pada tahun 2011 telah menunjukkan kegagalan sistem pendingin aktif (pompa) untuk mendinginkan reaktor, yang memicu kajian terkait penerapan sistem pendingin pasif (tanpa pompa) untuk pengembangan manajemen keselamatan di PLTN. Kajian tentang laju aliran sirkulasi alami sebagai dasar sistem pendingin pasif telah dilakukan sejak tahun 2011 di PRTRKKN dengan menggunakan fasilitas eksperimental skala besar yang disebut uji loop FASSIP-02. Fasilitas ini memiliki sistem penukar panas tipe U di tangki pendinginnya, yang merupakan bagian penting dari proses pembuangan ke lingkungan. Dengan demikian, kajian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan energi yang terjadi pada penukar panas selama kondisi tunak. Kajian dilakukan secara eksperimental, dan perhitungan perubahan energi dalam dilakukan dengan menggunakan data suhu dan variasi laju aliran sirkulasi alami yang terjadi pada variasi suhu pada bagian pemanasan yaitu 40°C, 50°C, dan 60°C. Data perbedaan suhu diperoleh dari suhu masuk dan keluar pada heat exchanger dengan menjaga kondisi steady selama 5 jam dari total waktu percobaan 24 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perubahan energi dalam meningkat seiring dengan laju aliran sirkulasi alam yang terjadi.