cover
Contact Name
Nadya Adharani
Contact Email
nadya@unibabwi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallemuru@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lemuru : Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26857227     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Lemuru merupakan jurnal ilimiah dalam bidang ilmu perikanan dan kelautan dengan lingkup naskah yang dimuat adalah teknologi hasil perikanan, pengolahan perikanan, pengelolaan sosial ekonomi perikanan, budidaya perikanan, biotekbologi perikanan, ilmu kelautan, teknologi kelautan, bioteknologi kelautan, dan konservasi perairan.
Articles 121 Documents
KARAKTERISTIK KIMIAWI BAKSO IKAN PATIN (Pangasius pangasius) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus oncophyllus): CHEMICAL CHARACTERISTICS OF PATIN FISH MEATBALLS (Pangasius sp.) WITH THE ADDITION OF PORANG FLOUR (Amorphophallus oncophyllus) Wijayanti, Arlin
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3500

Abstract

Bakso adalah salah satu produk olahan ikan atau daging yang telah dilumatkan kemudian diberi bumbu dan tepung kemudian dibentuk bulat-bulat. Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang dapat digunakan dalam pembuatan bakso, karena ikan patin memiliki karakteristik daging berwarna putih dengan rasa yang gurih yang keberadaannya mudah ditemukan, sehingga digemari oleh masyarakat. Penambahan tepung porang (Amorphophallus oncophyllus) pada pembuatan bakso ikan patin berfungsi sebagai gelling agent, sehingga dapat mengurangi penggunaan BTP (Bahan Tambahan Pangan) sintetis. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki status gizi dari bakso ikan yang dihasilkan. Keuntungan lainnya adalah meningkatnya produksi bahan baku pangan asli Indonesia, sehingga mengurangi impor bahan pangan dari luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik kimiawi bakso ikan patin melalui penambahan tepung porang. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 2 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari perlakuan kontrol (tanpa pemberian tepung porang); pembuatan bakso dengan pemberian tepung porang 5%: 10%; 15% dalam setiap 250 g daging ikan patin. Data hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik bakso ikan patin dengan penambahan tepung porang memiliki kadar abu, kadar air, dan kadar lemak sesuai syarat mutu SNI 01-3818-2014. Akan tetapi, kadar protein yang dihasilkan lebih rendah dari ketentuan yang ditetapkan SNI 01-3818-2014. Persentase bakso ikan patin dengan penambahan tepung porang memiliki kadar abu (0,521% - 0,631%); kadar air (57,606% - 62,417%); dan kadar lemak (0,345% - 0,581%). Sementara persentase kadar protein berkisar antara 0,345% - 0,488%.
Status stok perikanan tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) yang didaratkan di Perairan Kranji, Lamongan, Jawa Timur Harlyan, Ledhyane Ika; Rahman, Muhammad Arif; Saputri, Rengga Retno Laila; Rihmi, Mihrobi Khalwatu
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3502

Abstract

Perikanan Tongkol merupakan perikanan prioritas di wilayah Jawa Timur yang direncanakan diajukan untuk mendapatkan sertifikasi perikanan Marine Stewardship Council (MSC) untuk menjamin kelestarian sumber daya ikannya. Dalam rangka pemenuhan sertifikasi tersebut, hasil pra-penilaian sertifikasi menunjukkan bahwa perikanan Tongkol, khususnya Tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) di wilayah utara Jawa tidak memiliki informasi yang cukup terkait stok perikanan. Oleh karena itu dilakukan penelitian terkait status stok perikanan Tongkol pada bulan Juni 2023 yang didasarkan pada data statistik hasil tangkapan (kg) dan upaya penangkapan (trip) perikanan Tongkol abu-abu yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kranji, Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2013 – 2021. Model surplus produksi dengan pendekatan model Schaefer 1954 dan Fox 1970 digunakan untuk mengetahui model terbaik untuk menduga status pemanfaatan dari ikan Tongkol abu-abu. Hasil analisis dari model Schaefer 1954 dan Fox 1970 yang digunakan untuk menduga status stok ikan tongkol diketahui bahwa model Schaefer merupakan model terbaik yang digunakan untuk menduga status pemanfaatan ikan tongkol walang (Thunnus tonggol) dengan nilai potensi hasil tangkapan maksimum lestari (YMSY) sebesar 1113663 Kg dan upaya penangkapan maksimum lestari (FMSY) sebesar 2108 trip serta nilai hasil tangkapan yang diperbolehkan (YJTB) sebesar 556831 Kg dan upaya penangkapan yang diperbolehkan sebesar 473 trip, kemudian tingkat pemanfaatan yaitu sebesar 184% yang artinya pemanfaatan ikan tongkol walang di perairan Kranji sudah over exploited atau tereksploitasi secara berlebih. Diperlukan pengelolaan sumber daya perikanan Tongkol abu-abu dalam rangka membatasi laju tangkapan spesies tersebut.
Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) Pada Sektor Budidaya Laut Dengan Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) Di perairan Teluk Ekas Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Aonullah, Asep Akmal; BR Ritonga, Lusiana; Nisa, Andina Chairun; Fahruddin, Faisal; Nazran
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3503

Abstract

Pengembangan sektor perikanan budidaya laut di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) salah satunya terletak diperairan Teluk Ekas, Lombok Timur, dimana umumnya kegiatan budidaya yang dilakukan merupakan budidaya ikan dengan sistem keramba jaring apung. Perairan Teluk Ekas sangat berpotensi bagi pengembangan budidaya laut, karena memiliki sumberdaya ikan yang cukup beragam serta karakteristik perairannya yang terlindung dan relatif tenang. Kawasan Teluk Ekas merupakan salah satu sentral terbesar budidaya laut di kabupaten Lombok Timur. Namun, patut disadari bahwa salah satu kunci keberhasilan budidaya adalah dengan penentuan lokasi yang sesuai dan memperhatikan aspek daya dukung lingkungannya. Kegiatan budidaya juga menghasilkan limbah organik yang berasal dari sisa pakan dan hasil metabolisme kultivan budidaya. Karena itu perlu dilakukan tinjauan terhadap daya dukung lingkungan perairan Teluk Ekas dari pra produksi-produksi dan pasca produksi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lingkungan budidaya keramba jarring apung. Metodologi yang digunakan adalah dengan telaah pustaka dari beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan dampak kegiatan budidaya laut. Dari kajian diamati tahap produksi lebih menimbulkan banyak dampak negatif bila dibandingkan dengan tahap pra produksi dan pasca produksi. Dampak yang dihasilkan pada tahap produksi, lebih banyak ditimbulkan saat kegiatan pemeliharaan. Hal tersebut menimbulkan perubahan pada lingkungan sekitar seperti adanya perubahan bentuk lahan, penurunan kualitas air laut, dan terganggunya biota disekitar kawasan perairan.
Teknik Pemijahan Ikan Koi (Cyprinus carpio) Secara Buatan Untuk Meningkatkan Produktivitas Benih Di Labaik Koi Hatchery Sukabumi BR Ritonga, Lusiana
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3512

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) menjadi salah satu komoditas ikan hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi, sehingga ketersedian benih harus tersedia secara kontinyu. Penelitian ini bertujuan meningkatkan produktivitas benih melalui metode pemijahan buatan di Labaik Koi Hatchery Sukabumi. Metode pemijahan menggunakan metode buatan dengan penambahan hormon Luteinizing Hormon (LH) dan Luteinizing Hormon Releasing Hormon (LHRH) pada merk dagang Ovaspek. Hasil penelitian menunjukkan pada pemijahan I nilai fekunditas 135.000, Fertilization Rate (FR) 85%, Hatching Rate (HR) 97 % dan Survival Rate (SR) 79%. Sedangkan pada pemijahan II nilai fekunditas 150.000, FR 87%, HR 95 % dan SR 86%. Hasil ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produksi benih ikan koi, tetapi juga dapat memberikan wawasan dan metode yang efektif bagi praktisi perikanan dalam upaya mendukung kelangsungan dan pertumbuhan industri budidaya ikan hias secara berkelanjutan.
PELESTARIAN TANAMAN MANGROVE DI PESISIR BOJONG SALAWE, PANGANDARAN, JAWA BARAT Thirafi, Luthfi; Akbarsyah, Nora; Fauzan, Farisadri
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3519

Abstract

Mangrove merupakan tanaman yang memiliki potensi dan manfaat yang beragam. Salah satu daerah yang memiliki potensi mangrove di Indonesia adalah Kabupaten Pangandaran. Sayangnya sebagian hutan mangrove di Kabupaten Pangandaran mengalami kerusakan akibat tsunami pada tahun 2006, tidak terkecuali hutan mangrove di Desa Bojong Salawe Kabupaten Pangandaran. Menindaklanjuti kondisi tersebut dilakukan kegiatan identifikasi, pengelolaan dan penanaman ulang hutan mangrove bersama warga. Dalam kegiatan ini dilakukan penanaman 30 bibit mangrove dari jenis Rhizophora spp., Sonneratia spp. dan Avicennia spp.
ANALISIS PEMASARAN KOMODITAS RUMPUT LAUT DI DESA BINALAWAN KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN Myzarah, Rini; Gunawan, Bambang Indratno; Juliani
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3552

Abstract

Penelitian ini berguna agar mengetahui pemasukan usaha pembudi daya serta kinerja pemasaran komoditas rumput laut pada Desa Binalawan. Metode pengambilan data yang dipakai yaitu dengan wawancara. Metode pemilihan sampel yang dipakai yaitu Purposive sampling pada total sampel sebanyak 38 responden nelayan rumput laut dan 4 responden pedagang rumput laut. Metode analisis data yang dipakai termasuk deskriptif serta analisis kuantitatif seperti menghitung marjin pemasaran, farmer’s share, serta efisiensi pemasaran. Hasil penelitian memaparkan jika rata-rata pendapatan nelayan rumput laut adalah Rp 367.134.725 per musim tanam, ini memaparkan jika usaha pembudi daya rumput laut paling menguntungkan sehingga dapat dikatakan sangat layak untuk diteruskan. Terdapat 2 tingkat saluran pemasaran dengan nilai marjin pemasaran, farmer’s share serta efisiensi oleh semua lembaga pemasaran seperti : saluran pemasaran tingkat 2 memperoleh nilai marjin pemasaran sebanyak Rp.1.700/kg, Farmer’s share 88,4% dan efisiensi pemasarannya sebesar 4,8%. Sedangkan pada salurang pemasaran tingkat 3 pada marjin pemasaran Rp 1.800/kg, Farmer’s share 88,0% serta efisiensi pemasaran 5,3%. Dari kedua saluran pemasaran tersebut yaitu saluran pemasaran tingkat 2 dan 3 sudah efisien
Different Feeding Percentages on Growth and Survival of Crab Crab (Portunus pelagicus) in Crab House Faidar, Dzul
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3556

Abstract

The cultivated crab has slow growth, one of the factors causing it is because the feed given is in the form of trash fish, wich has an incomplete nutritional content, so artificial feed is needed with the appropriate percentage of provision that can increase the growth and survival of crab crab. The purpose of the study was to determine the optimal percentage of artificial feeding in producing growth and 3 replicates consisting of A (5%), B (7%), C (9%) and D (11%) maintained in a crab house. The data obtained were analyzed using analysis of variance (Anova), if the tratments were significantly different, further tests were carried out with the Tukey test to get the best treatment. The results showed the growth of absolute weight, carapace length, carapace width and survival in treatment B (7%).
Studi Kelayakan Bisnis Larva Ikan Arwana Brazil (Osteoglossum bicirrhosum) dengan Penggunaan Pakan Alami yang Diperkaya HUFA: Feasibility Study of Brazilian Arowana Fish Larvae (Osteoglossum bicirrhosum) Business Using Natural Feed Enriched with HUFA Noor, Huriyatul Fitriyah; Ciptaning Weargo Jati; Santoso, Limin
JURNAL LEMURU Vol 6 No 1 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i1.3563

Abstract

Budidaya Ikan Arwana Brazil (Osteoglossum bicirrhosum) di Indonesia menawarkan potensi ekonomi yang menarik bagi para pelaku industri ikan hias. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kelayakan bisnis budidaya dengan penggunaan pakan alami dan pengkayaan HUFA. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental komparatif dari Juni hingga September 2023 di Kota Bandar Lampung. Analisis ekonomi mencakup pengumpulan dan pembuatan data Anggaran Penjualan, Anggaran Biaya Produksi, Anggaran Pendapatan, Anggaran Laba, dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan Anggaran Laba sebesar Rp1.442.000,00 per siklus produksi, dengan nilai BEP sebesar 66 ekor ikan. Hal ini menegaskan kelayakan bisnis budidaya larva ikan arwana Brazil dengan persyaratan manajemen yang tepat. Faktor utama dalam keberhasilan usaha ini meliputi kualitas air, manajemen budidaya yang baik, dan pencegahan penyakit. Dengan demikian, budidaya larva ikan arwana Brazil merupakan pilihan bisnis yang menjanjikan secara ekonomi di Indonesia.
PENGGUNAAN RADIASI SINAR ULTRAVIOLET SELAMA 48 JAM TERHADAP BAKTERI Vibrio sp. PADA MEDIA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Malik, Muhammad Dzakiy; Scabra, Andre Rachmat; Sumsanto, Muhammad
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.3919

Abstract

Udang vaname adalah salah satu komoditas yang sangat unggul, hal ini disebabkan karena tingginya daya minat dari masyarakat Indonesia hingga masyarakat luar negeri. Dalam mempertahankan jumlah produksi udang vaname perlu dilakukan sistem budidaya yang baik dan benar, tetapi saat ini banyak petambak mengalami kegagalan panen dikarenakan media pemeliharaan yang tidak optimal. Penyebab utamanya adalah air pada perairan sekitar tambak telah terkontaminasi karena pencemaran menyebabkan banyak bakteri patogen salah satunya Vibrio sp. Upaya dalam pencegahan penyakit Vibriosis dalam kegiatan budidaya salah satunya menggunakan filter fisik yaitu radiasi sinar ultraviolet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi serta mengetahui pengaruh penggunaan sinar ultraviolet dengan daya berbeda pada desinfeksi media budidaya udang vaname yang telah ditambahkan dengan bakteri Vibrio sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu kontrol (tanpa sinar ultraviolet), sinar ultraviolet 9 watt, sinar ultraviolet 25 watt, dan sinar ultraviolet 41 watt. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai SR berkisar 38%-83%, FCR berkisar 1.08-1.16, Laju pertumbuhan bobot spesifik berkisar 14.50%/hari-15.15%/hari, laju pertumbuhan panjang spesifik 1.23%/hari - 1.37%/hari dan TVC pada sinar ultraviolet pada 48 jam pada semua perlakuan P2, P3, dan P4 berkisar 2-13 x101 CFU/mL dan P1 109 x 102 CFU/mL. Berdasarkan penelitian ini penggunaan sinar ultraviolet sebagai alat disinfeksi pada budidaya vaname dapat menekan jumlah bakteri patogen seperti Vibrio sp. dan mampu meningkatkan nilai tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada udang vaname
MANAJEMEN BUDIDAYA UDANG VANAMEI (Litopenaeus Vannamei) PADA TAMBAK SEMI INTENSIF DI KABUPATEN BARRU Surianti, Surianti; Gibran, M. Halil; Sulaeman, M. Anugrah; Muh. Farhansyah W
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.3978

Abstract

Kegiatan budidaya udang vaname pada tambak semi intensif sangat berpotentsi untuk dikembangkan dan manajemen budidaya udang vaname sangat penting untuk diperhatikan. Tujuan dalam kegiatan ini yaitu untuk mengevaluasi pertumbuhan dan metode budidaya udang vaname. Luas kolam 4.000 meter persegi (m2) dengan kepadatan benih (PL-10) sebanyak 250.000 ekor. Air yang digunakan diambil dari tangki yang langsung dialirkan menggunakan pompa dan filter. Kincir air digunakan sebanyak 3 unit untuk mensuplai oksigen. Penambahan air ditambak dilakukan setiap minggu sebanyak 5-10%. Pakan yang diberikan berupa pakan buatan dengan dosis pemberian pakan sebanyak 5% dari bobot tubuh, untuk udang yang berumur 1 bulan, pemberian pakan dilakukan di pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Parameter yang akan diamati adalah laju pertumbuhan dan sintasan udang vaname setiap kali sampling. Pemeliharaan udang vaname merupakan kegiatan dengan tujuan untuk menghasilkan udang yang berkualitas dan mendapatkan profit yang tinggi. Pemeliharaan dilakukan beberapa tahap yaitu persiapan kolam, manajemen kualitas air, manajemen pakan. Pemberian pakan dengan protein 30% dan frekuensi pemberian pakan 6 kali sehari efektif terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname.

Page 11 of 13 | Total Record : 121