cover
Contact Name
Nadya Adharani
Contact Email
nadya@unibabwi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallemuru@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lemuru : Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26857227     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Lemuru merupakan jurnal ilimiah dalam bidang ilmu perikanan dan kelautan dengan lingkup naskah yang dimuat adalah teknologi hasil perikanan, pengolahan perikanan, pengelolaan sosial ekonomi perikanan, budidaya perikanan, biotekbologi perikanan, ilmu kelautan, teknologi kelautan, bioteknologi kelautan, dan konservasi perairan.
Articles 121 Documents
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI PANTAI TANJUNG SELAKI LAMPUNG SELATAN Rahmani, Urip; Cahyani, Galuh; Telussa, Riena F.; Marta, Rustono Farady; Sarasati, Fitri
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.4137

Abstract

Wisata alam Pantai Tanjung Selaki, Lampung Selatan, memiliki keindahan dan kealamian yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan. Persepsi wisatawan terhadap lokasi wisata Tanjung Selaku masih belum terungkap secara eksplisit dalam berbagai laporan ilmiah. Informasi atau testimoni tentang keindahan lokasi ini terekspos melalui berbagai situs seperti www.balioh.com, rian.or.id, www.pariwisatalamsel.com, yang menginformasikan lokasi Tanjung Selaki sebagai destinasi yang menarik dan layak untuk dikunjungi. Semua destinasi wisata harus didukung dengan kesiapan amenitas dan aksesibilitas yang akan bermanfaat bagi pengembangan kawasan ini sesuai dengan keinginan wisatawan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap daerah tersebut. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner terhadap 100 responden yang berkunjung ke pantai Tanjung Sela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, skor persepsi pengunjung terhadap Pantai Tanjung Selaki adalah pengunjung menjawab setuju terhadap berbagai kegiatan, fasilitas, perubahan perasaan, keindahan alam, dan kenyamanan saat berkunjung, namun mendapat penilaian tidak setuju terhadap penilaian jaringan transportasi dan kondisi jalan menuju lokasi wisata. Saran yang dapat diberikan adalah membangun infrastruktur jaringan transportasi, dan perbaikan jalan untuk mencapai lokasi wisata pantai demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara menuju lokasi wisata pantai.
ANALISA FITOKIMIA GULA DARI BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis; Sakti, Widhi Winata; Rachmawati, Nandya Fitri; Putra, Alfarado Bagus Prastyo; Fenik
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.4150

Abstract

Kelimpahan buah pandan laut di Kabupaten Banyuwangi belum banyak diteliti. Oleh karena itu, penelitian tentang karakteristik fitokimia gula cair dari ekstraksi buah pandan laut perlu dilakukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Variabel terikat adalah fenolik, flavonoid, terpenoid/steroid dan saponin. Ada 4 perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu waktu pemasakan selama 10 menit, 20 menit, 30 menit, dan 40 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemanasan 10 menit, gula buah pandan laut tidak mengandung fenolik, flavonoid dan saponin, namun mengandung terpenoid. Pada perlakuan pemanasan 20 menit, gula buah pandan laut tidak mengandung fenolik, flavonoid dan triterpenoid, namun mengandung steroid. Pada perlakuan pemanasan 30 menit, gula buah pandan laut tidak mengandung fenolik dan saponin, namun mengandung flavonoid dan steroid. Pada perlakuan pemanasan 40 menit mengandung fenolik, flavonoid, steroid dan saponin, namun tida mengandung terpenoid.
DAERAH PENANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE DUA KAPAL DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPANNYA PRIGI FISHING PORT, TRENGGALEK: THE FISHING GROUNDS OF TWO-VESSEL PURSE SEINE AND THE COMPOSITION OF THEIR CATCH LANDED AT PRIGI FISHING PORT, TRENGGALEK Adhihapsari, Wirastika; Sari, Wahida Kartika; Lelono, Tri Djoko; Shidqi, Mohammad Hafizh
JURNAL LEMURU Vol 6 No 3 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i3.4582

Abstract

Alat tangkap purse seine dua kapal sangat diminati oleh nelayan pesisir pantai Prigi dan menjadi alat tangkap yang dominan dengan jumlah hasil tangkapan ikan yang didaratkan di PPN Prigi mencapai 24.666.383 kg atau 92,99% dari total hasil tangkapan keseluruhan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sebaran daerah penangkapan yang menggunakan alat tangkap purse seine dua kapal dan komposisi hasil tangkapannya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri perikanan di masa depan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis komposisi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Komposisi hasil tangkapan purse seine dua kapal Prigi berdasarkan lokasi penangkapan didominasi oleh ikan layang deles (Decapterus macrosoma) dengan presentase sebesar 32,15%, dan persentase komposisi hasil tangkapan terkecil yaitu ikan kembung lelaki (Restreliger kanagurta) sebesar 0,28%. Sebaran daerah penangkapan alat tangkap purse seine dua kapal Prigi didapatkan total 52 titik lokasi penangkapan yang tersebar di 5 wilayah penangkapan yaitu perairan Munjungan, perairan Prigi, perairan Popoh, perairan Sine, dan perairan Blitar.
PENGARUH PENAMBAHAN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP TINGKAT KESUKAAN ABON IKAN TONGKOL Ratih Wulandari; Rusky Intan Pratama; Ine Maulina; Iis Rostini
JURNAL LEMURU Vol 6 No 3 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i3.3813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat penambahan sukun pada abon ikan tongkol yang paling disukai panelis berdasarkan karakteristik organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2024 di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Pengujian proksimat dan kadar serat kasar dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan 4 perlakuan penambahan sukun sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% dengan 20 orang panelis semi terlatih sebagai ulangannya. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan berdasarkan karakteristik organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa), uji proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar karbohidrat) dan kadar serat kasar. Data yang dihasilkan dari uji hedonik dianalisis menggunakan uji Friedman dan untuk menentukan karakteristik yang paling penting menggunakan uji Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sukun sebesar 10% menghasilkan abon ikan tongkol yang paling disukai panelis dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai rata-rata kriteria kenampakan 7,4; aroma 6; tekstur 8,4; dan rasa 6,7. Hasil uji proksimat dan kadar serat kasar yang dihasilkan yaitu kadar air 11,65%, kadar abu 4,26%, kadar protein 26,99%, kadar lemak 9,58%, kadar karbohidrat 42,69%, dan kadar serat kasar 4,68%.
ANALISIS PENGARUH 2 JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS Muh.Ramdhansyah; A. Rini Sahni Putri; Damis; Muh.Sahlul
JURNAL LEMURU Vol 6 No 3 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dua jenis pakan yang berbeda terhadap kelangsungan hidup benih ikan mas (Cyprinus carpio). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental (kuantitatif) dengan tiga kali pengulangan. Dua jenis pakan yang diuji adalah pakan A (pf 0) dan pakan B (dedak). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah yang dapat digunakan oleh peternak dalam menentukan pilihan pakan yang optimal. Dengan membandingkan pakan formulasi (pf 0) dan pakan dedak, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai dampak masing-masing pakan terhadap kelangsungan hidup benih ikan mas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengulangan pertama, pakan A menghasilkan 173 anakan dari 200 telur ikan mas, sedangkan pakan B menghasilkan 87 anakan dari 200 telur ikan mas. Pada pengulangan kedua, pakan A menghasilkan 181 anakan, sementara pakan B menghasilkan 77 anakan. Dalam pengulangan ketiga, pakan A menghasilkan 179 anakan, sedangkan pakan B menghasilkan 82 anakan. Setiap pengulangan dilakukan selama 2 minggu 4 hari. Kesimpulannya, pakan A (pf 0) secara konsisten memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pakan B (dedak) dalam hal kelangsungan hidup benih ikan mas.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS TERIPANG (HOLOTHUROIDEA) DI PERAIRAN PANTAI PASIR PUTIH PANGANDARAN JAWA BARAT Winanto, Tjahjo; Any Kurniawati; Purwo Raharjo; Kasprijo; Nabela Fikriyya
JURNAL LEMURU Vol 6 No 3 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sea cucumbers are special marine resources that have high protein content and high economic value. Some of them are commercially important culture species in Asian countries. It is interesting to study, because the composition and diversity of sea cucumbers are influenced by the environment in which they live. The purpose of this study was to determine the composition and diversity of sea cucumbers (Holothuroidea) and water quality (salinity, temperature, dissolved oxygen and pH) suitable for the life of sea cucumbers (Holothuroidea) in the waters of Pasir Putih Beach Pangandaran, West Java. Sampling was conducted using line transect and quadrant transect methods, sea cucumber samples were collected by hand picking and then in-situ identified. The results showed that the highest species composition was Holothuria atra (29.62%), Stichopus sp. (25.93%), Holothuria scabra (18.52%), Synapta maculata (14.81%) and the lowest Holothuria marmorata. Sea cucumber diversity was categorised as low (H‘: 1.27-1.36) and the highest species diversity was Holothuria atra (H’: 1.06). The water quality at Pasir Putih Beach Pangandaran is quite good for sea cucumber (Holothuridea) life, with water parameters such as temperature ranging from 30-30.3 °C, salinity 31-31.5 ppt, pH 7.5-8, and dissolved oxygen (DO) 5.5 mg/l.
ANALISIS KEBUTUHAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK TERASI BUBUK DENGAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD): ANALYSIS OF CONSUMER NEEDS FOR POWDERED SHRIMP PASTE PRODUCT ATTRIBUTES USING QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Mufaidah, Iid; Fitri, Tartila; Izaati, Imama Nurus; Solihah, Agustin Iroda; Fariha, Siti
JURNAL LEMURU Vol 6 No 3 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terasi merupakan produk olahan hasil perikanan yang difermentasi sehingga menghasilkan aroma yang khas sebagai campuran untuk bumbu masakan tradisional di Indonesia. Produk ini dihasilkan oleh agroindustri kecil dan menengah di Banyuwangi. Terasi memiliki variasi mulai dari bentuk, warna, aroma, tekstur maupun kemasan, terus menerus mengalami perbaikan dan evaluasi pengembangan produk. Evaluasi terhadap produk ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk. Saat ini evaluasi terhadap ekspektasi konsumen terhadap produk terasi belum pernah dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk. Salah satu metode yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah QFD (Quality Function Deployment). Terdapat Seratus responden diwawancarai dan melakukan pengisian kuesioner dalam penelitian ini. Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber seperti pengrajin dan konsumen terasi. Pada penelitian ini dihasilkan 4 atribut terpenting yang menjadi kebutuhan konsumen yaitu rasa gurih (4,66), kemudahan diulek atau dicampur (4,56), kebutuhan produk halal (4,43) dan tekstur bubuk pada terasi (4,16).
THE EFFECT OF GIVING DIFFERENT TYPES OF LIME ON THE SPAWNING OF RAINBOW BOESEMAN FISH (MELANOTAENIA BOESEMANI) Mulyani, Laily Fitriani; Citra Rahmadani, Thoy Batun
JURNAL LEMURU Vol 7 No 1 (2025): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of various types of lime on the success of spawning and growth of Rainbow Boesemani fish larvae (Melanotaenia boesemani). The method used was an experiment with a completely randomized design (CRD), involving the treatment of CaCO₃, CaMg(CO₃)₂, MgCO₃, and control, each repeated three times. Data were collected and analyzed using analysis of variance (ANOVA) and the calculation of mineral administration efficiency based on the ratio of the number of larvae produced to the total potential larvae. The results showed that the administration of CaMg(CO₃)₂ produced the highest efficiency of 96.12% with the number of larvae reaching 248, followed by MgCO₃ with an efficiency of 90% and the number of larvae 225. At the same time, CaCO₃ produced the highest number of larvae (923) but the rate of larval mortality was also quite high, and its efficiency reached 24.6%. In addition, the measured water quality showed that the CaMg(CO₃)₂ treatment was able to maintain the pH and mineral stability of the water optimally, which contributed to the successful reproduction and survival of the larvae. Based on these results, the administration of CaMg(CO₃)₂ and MgCO₃ is suggested as an effective mineral material in increasing the success of Rainbow Boesemani fish spawning sustainably. This study emphasizes the importance of mineral adjustment in the aquaculture environment to increase the productivity and efficiency of ornamental fish cultivation.
Identifikasi Virus WSSV (White Spot Syndrome Virus) Pada Lobster Bambu (Panilirus Versicolor) yang Ditangkap Pada Perairan Gorontalo Utara Bakti, Nurqadri; Dewi Shinta Achmad; Shintia N. Noho; Arif Yunitama P.I, S.St.Pi; Hanifa Gobel
JURNAL LEMURU Vol 6 No 3 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan salah satu penyakit yang mengjangkit jenis lobser bamboo (Panulirus Versicolor). Penyakit ini biasanya ditemukan pada organ insang, kaki renang, kaki jalan. WSSV ini menjadi perhatian karena mengjangkit berbagai jenis crustacea seperti lobster dan udang yang dibudidaya maupun yang hidup bebas diperairan. Lobster Bambu merupakan komuditas ekspor yang harus melewati tahapan uji kelayakan bebas dari penyakit, sehingga identifikasi penyakit pada Lobster bambo sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan populasi lobster guna mencegah kerugian yang signifikan pada industry perikanan. Pada penelitian ini sampel uji diambil dari danging dan kaki renang kemudian diuji menggunakan PCR. Hasil uji ini menunjukkan negatif, Lobster tidak terjangkit oleh penyakit WSSV.
Studi Penggunaan Alat Navigasi Elektronik pada Kapal Jaring Hela Udang Berkantong KM. Binama 02 Milik PT. Dwi Bina Utama Lay, Tjarles
JURNAL LEMURU Vol 6 No 3 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan alat navigasi elektronik dalam pengoperasian jaring hela udang berkantong di KM. Binama 02 milik PT. Dwi Bina Utama. Penggunaan alat navigasi elektronik dalam operasi penangkapan ikan telah menjadi aspek penting dalam industri perikanan modern, terutama untuk meningkatkan akurasi posisi penangkapan dan efisiensi operasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan awak kapal, dan analisis data operasi kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat navigasi elektronik, seperti GPS (Global Positioning System), Echosounder, RADAR, AIS dan Anemometer sangat membantu dalam menentukan lokasi penangkapan yang lebih optimal, mengurangi waktu tempuh, dan meningkatkan hasil tangkapan udang. Hasil ini mendukung efisiensi operasional dan memungkinkan penangkapan yang lebih berkelanjutan. Adapun tantangan yang dihadapi dalam penerapan alat ini meliputi keterbatasan pengetahuan awak kapal terhadap penggunaan alat dan perawatan berkala yang diperlukan. Dengan pelatihan yang tepat dan pemeliharaan peralatan yang rutin, pemanfaatan alat navigasi elektronik dapat memberikan kontribusi positif terhadap hasil tangkapan dan keselamatan pelayaran.

Page 12 of 13 | Total Record : 121