cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
pakarena@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pakarena@unm.ac.id
Editorial Address
Lantai 1 Gedung Program Studi Fakultas Seni dan Desain Kampus UNM Parangtambung, Jalan Daeng Tata Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pakarena
ISSN : 25286994     EISSN : 27146081     DOI : 10.26858
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan musik.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
EXPERIENCE AND EDUCATION JOHN DEWEY SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN SENI DI INDONESIA Paramarta, Made; Hartono, Hartono; Saearani, Muhammad Fazli Taib
JURNAL PAKARENA Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v9i2.63645

Abstract

Tulisan ini dilatar belakangi dengan fenomena-fenomena yang terjadi pada keterasingan pendidikan seni di Indonesia. Berangkat dari fenomena tersebut, pemikiran atau pandangan filsuf barat yaitu John Dewey dengan pandangan experience and education cukup membuat patungk jika dijadikan sebagai upaya penguatan pendidikan seni. Dewey beranggapan bahwa hal yang mempengaruhi keberhasilan itu ialah memahami bagaimana pengalaman yang dirasakan oleh peserta didik, dengan demikian seorang pengajar dapat menyesuaikan terkait keberlangsungan belajarnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui library research. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tawaran dari pandangan John Dewey terkait dengan experience and education, dapat dipertimbangakan pada keberlangsung pendidikan seni di Indonesia. Dapat dilihat dari masyarakat Bali secara tidak langsung memberikan pengalaman primer kepada anak-anak sebelum mereka mempelajari lebih dalam kesenian yang ada.
REPRESENTASI GAYA LOKAL DALAM PERTUNJUKAN KACAPING SEBAGAI REFLEKSI NILAI PENDIDIKAN BUDAYA MANDAR Ihsan, Andi; Saputra, Andi Taslim
JURNAL PAKARENA Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v9i2.69880

Abstract

This research aims to understand the representation of local style in Kacaping performances on the festival stage as a critical reflection of the educational values of Mandar Culture. There have been several studies on kacaping, but generally, they only focus on music analysis, development, biography, and do not explain the representation of local style as a critical reflection of the educational values of the Mandar community in festival stage performances. This research aims to determine: a) the representation of local style on the festival stage; b) the relationship between the local style represented in the kacaping performance and the critical reflection of the educational values of the Mandar community. This research uses a qualitative method with an ethnographic study approach on kacaping performances as a research design that combines musical and non-musical elements. The subject of this research is the performance presented by Satuni at various festivals, particularly at the Oni-Oni Kacaping Festival. Data collection techniques were obtained through preliminary studies, audio and video analysis, and interviews. The research results show that: 1) the representation of local style in Kacaping performances interprets the relationship with a critical reflection of educational values, both musically and non-musically, involving speech (comedy) and singing styles that are identical to the Mandar culture, which contains critical reflections; 2) Kacaping not only serves as an entertainment filler but also reflects the uniqueness and beauty of Mandar culture. The conclusion shows that the representation of local style in Kacaping performances at international festivals, both musically and non-musically, not only reflects but also demonstrates the role of the Kacaping group as a group that critically reflects the educational values of Mandar culture.
PERKEMBANGAN SENI UKIR BALI PADA MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Sudana, I Wayan; Roi Andreawan, I Wayan Roi; Hasmah, Hasmah
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.70105

Abstract

This study aims to reveal the development of Balinese carving art in transmigration communities in Central Sulawesi along with the factors that influence it. The study used a qualitative method with a historical approach. Data were collected through observation, interviews, and document studies. Data analysis was carried out interactively through data reduction, data display, and drawing conclusions. The results show that the development of Balinese carving art in transmigration communities in Central Sulawesi occurred in four periods. Period I (1976-1990), carvings in the form of plant motifs, function as decoration. Period II (1990-2010), carving art in the form of plant motifs, animal motifs, human motifs, and imagination motifs. Functions as decoration, symbolic and economic. Period III (2010-2015), carvings in the form of plant motifs, animal motifs, human motifs, imaginative motifs, symbolic motifs. Functions as decoration, symbolic, spiritual, social status, economic. market commodities. Period IV (2015-2023), carvings in the form of geometric motifs, plant motifs, animal motifs, human motifs, imaginative motifs, symbolic motifs. Functions as decoration, symbolic, spiritual, social status, economy, market commodities. Internal and external factors that influence this development are the skills and creativity of the carver, aesthetic value, economic needs, and market demand. It is concluded that Balinese carvings in transmigration communities in Central Sulawesi have experienced dynamic developments influenced by various mutually supportive factors
MANOPENG SEBAGAI AKTUALISASI JEJAK PANJI PADA ETNIS BANJAR Sari, Putri Yunita Permata Kumala
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v9i1.47421

Abstract

Manopeng is a rite tradition that belongs to the juriyat panopengan (descendants of the masked tradition) in Banyiur Luar Village, Basirih Subdistrict, Banjarmasin City, South Kalimantan. The people who are ethnically Banjar always carry out their annual family routine with the aim of family gatherings, cleaning the village or repelling reinforcements, and treating non-medical diseases. This tradition arose because of the inclusion of the Panji culture in the Banjar community of South Kalimantan. The banners that spread to Southeast Asia were brought by Majapahit and South Kalimantan was no exception. This article informs the traces of the Panji culture which is actualized in the Manopeng tradition in the Banjar ethnic community. The search was carried out using a qualitative descriptive method to photograph field phenomena. The masks used as ritual media at the Manopeng ceremony are masks of the Panji epic puppet with various mask characters, such as: Panji Mask, Gunung Sari Mask, Kelana Mask, Patih Mask, Tumenggung Mask, Coat of Arms Sari, Reflective Mask, Tambam Mask, Sangkala Mask and additional characters such as the 7 Angel Masks. The procession that was carried out from cleaning the mask, tapung bargaining, to dancing the mask illustrates that the Panji cultural traces are actualized in the culture of the Banjar people who are assimilated with the local culture as one of the ancestral heritage which is still maintained by the supporting community to this day.
ALTERNATIF METODOLOGI PENCIPTAAN TARI NINI TOWOK KARYA SLAMET MD Mangundiharjo, Slamet; Supriyanto, Supriyanto; Karyono, Karyono; Utomo Putro, Renaldi Lestianto; Lokanantasari, Ryndu Puspita
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.72484

Abstract

Penelitian ini penting karena selama ini metode penelitian tari yang ada yaitu penelitian tari tekstual tidak lagi mampu mengakomodasi pemikiran tentang penelitian artistik yang dipimpin oleh praktik penelitian. Tujuan untuk menemukan model penelitian tari berbasis praktik tari sebagai pembangkitan ide melalui praktik penelitian adalah untuk membentuk metode baru dalam penelitian berbasis tari. Praktik sebagai pendekatan penelitian terhadap tari teks yang memenuhi metode berdasarkan prinsip-prinsip penelitian tari yang berkembang dalam tari. Artikel penelitian ini berdasarkan penelitian kualitatif. Jenis data dan sumber data serta informasi semuanya diperoleh dari penelitian yang dipimpin praktik, elemen penelitian metode tari, pembangkitan ide adalah pemilihan ide, subjek menyelidiki dan mengekstrapolasi ide. Dan mengembangkan ide menjadi karya seni. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi pustaka dan studi dokumen. Semua data telah Hasil. Penelitian ini menemukan metode penelitian tari yang meliputi observasi terhadap fenomena pembangkitan ide dan ide baru, eksplorasi, eksperimen ide, dan pembentukan artistik. Fenomena penelitian yang meliputi: pembangkitan ide, praktik kreatif, pemilihan ide (subjektif atau sistematis), investigasi dan ekstrapolasi dari ide, pengembangan ide terpilih, out put dokumentasi karya seni dan produknya atau dalam bentuk karya seni. Kebaruan metode penelitian terbimbing adalah melengkapi aspek penelitian artistik yang sudah ada dan menjadi dasar perangkat seni kreatif dalam memecahkan fenomena metode tari dalam tari secara mendalam dan terbuka. Untuk itu, diharapkan penelitian ini akan memicu peneliti tari masa depan untuk membahasnya lebih tajam dan mendalam. 
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TARI BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI UPT SMP NEGERI 1 TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Setiawan, Henra; Yatim, Heriyati; Syakhruni, Syakhruni
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.71534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang materi ajar yang mendukung pembelajaran seni budaya, khususnya Tari Pattennung, bagi siswa di UPT SMPN 1 Tellu Limpoe. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari empat tahap utama: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (disseminate). Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap perancangan (design) yang kemudian divalidasi sebelum diterapkan dalam pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A di UPT SMPN 1 Tellu Limpoe, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan bahan ajar mengenai tari tradisional setempat menjadi kendala dalam pembelajaran seni tari, sehingga siswa lebih banyak mempelajari tari tradisional dari daerah lain di Indonesia. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap Tari Pattennung sebagai bagian dari warisan budaya lokal Kabupaten Sidenreng Rappang. Selain itu, keterbatasan referensi juga menyulitkan guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih mendalam mengenai tari daerah setempat. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber belajar yang membantu siswa memahami Tari Pattennung secara lebih komprehensif serta mendukung guru dalam menyampaikan materi secara lebih sistematis dan efektif.
KAJIAN NILAI PENDIDIKAN PADA TARI PATTU'DU TOMMUANE DI SD NO 5 PANGALI-ALI KCAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE Syahbuddin, Huldia; Sumiani, Sumiani; Ihsan, Andi
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.67896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan mendeskripsikan analisis Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam penyajian tari Pattu’du’ Tommuane yang diajarkan di SD Negeri No 5 Pangali-ali Kabupaten Majene. 2) mengetahui dan Mendeskripsikan dan analisis cerminan nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Pattu’du’ Tommuaneyang diajarkan di SD Negeri No 5 Pangali-ali Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Analisis isi (contentanalysis) dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi serta Studi dokumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Nilai-Nilai yang terkandung pada tari Pattuddu’ Tommuane yang di ajarkan di sekolah SD Negeri No.5 Pangali-ali. (a) Nilai pendidikan moral gerak Sibali parri gerakan menyerang dan bertahan bermakna persatuan dan melindungi satu sama lain, pola lantai melingkar lurus ke samping atau lurus ke belakang bermakna saling melindungi (b) Nilai pendidikan sosial penari berjumlah genap Banyaknya jumlah penari menggambarkan rasa kebersamaan antar masyarakat dan para prajurit. gerak To Sialla yaitu ditujukan sebagai faktor yang menampakkan kemampuan seseorang dari sudut pandang orang lain. (c) Nilai pendidikan budaya terlihat dari siswa yang diajar secara terus menerus tentang tarian ini untuk menjaga warisan suku mandar. (d) Nilai pendidikan estetika yang terkandung gerakan To Siala. pola lantai rmenggunakan formasi menyerang membuat lingkaran mengepung musuh, saling berhadapan dengan posisi menyerang dan bertahan. 2) Cerminan Nilai-nilai Pendidikan yang terkandung dalam Tari Pattu’du’ Tommuane yang diajarkan di SD Negeri No 5 Pangali-ali Kabupaten Majene. (a) Nilai pendidikan moral tercermin dari sikap berani untuk tampil didepan banyak orang, sikap siswa yang santun kepada bapak dan ibu guru Sifat saling menghargai atar sesama. (b) Nilai pendidikan sosial tercermin dari kolaborasi antar siswa adalah sikap disiplin dalam menjaga lingkungan sekolah dan menjaga komunikasi antar teman sebaya  ataupun kepada guru dengan menjunjung tinggi saling menghargai. (c) Nilai pendidikan budaya tercermin dari antusias para siswa untuk mengetahui tari Pattu’du’ Tommuane baik secara bentuk penyajian tari dan maknanya. kemauan yang tinggi untuk belajar membuat tarian ini tetap lestari. (d) Nilai pendidikan estetika tercermin dari keutuhan  musik iringan, lantunan gendang puik-puik dan calung dengan ketukan yang khas. Penonjolan dilihat dari penarinya yang laki-laki berusia remaja. Keseimbangan penari, berjumlah genap, pola lantai yang seimbang dan gerakan yang dimaksud gerakan ketika hendak menyerang.  
NILAI-NILAI LOKAL DALAM PEMBANGUNAN RUMAH TRADISIONAL BUGIS UNTUK PENDIDIKAN SENI DAN SDGs Jalil, Jalil
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.73498

Abstract

Rumah tradisional Bugis sangat penting bagi warisan budaya Indonesia, yang mencerminkan keindahan arsitektur dan nilai-nilai sosial, budaya, dan lingkungan. Di era globalisasi dan perubahan iklim, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan mendukung keberlanjutan berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi ini meneliti bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam membangun rumah Bugis dapat memperkaya pendidikan seni dan mendukung SDGs. Analisis ini mencakup karakteristik arsitektur Bugis, penerapan nilai-nilai budaya dalam desain, dan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Studi kualitatif ini mengadopsi pendekatan etnografi untuk memahami budaya, nilai-nilai, dan praktik sosial dalam membangun rumah tradisional Bugis. Studi ini mengungkapkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai lokal memperkaya pendidikan seni melalui pemahaman budaya. Menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam desain dan konstruksi rumah mendukung tujuan SDG seperti perlindungan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap pelestarian budaya, pendidikan seni, dan keberlanjutan, memperkuat identitas budaya Bugis dan menjadi model global arsitektur berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai lokal dalam membangun rumah tradisional Bugis sangat penting bagi masyarakat berkelanjutan yang penuh dengan kearifan lokal.
RUMAH ORKESTRA JOGJA SEBAGAI WAHANA KREATIVITAS DALAM MENUMBUHKAN ETOS KERJA DAN KOLEKTIVITAS BAGI ANAK SEKOLAH DASAR Dhyanindra, Fransiska Dhamma; Masseleng, Manda Marindaa; Candra Kartika, Hedwigis Nada; de Fretes, Daniel
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.69435

Abstract

As a magical art medium, music contains values that grow in the souls of music enthusiasts. This study aims to analyze the strategy of Rumah Orkestra Jogja (ROJ) in fostering an independent work ethic and collectivity in elementary school children. This study also explores children's musical experiences in ROJ as a non-formal music learning community. The research method used is a qualitative approach with case studies. Data were collected through interviews, observations, and documentation of community members, trainers, and parents. The study results show that ROJ has succeeded in forming an inclusive learning space and supporting the development of children's social and musical skills through creative approaches, such as thematic concerts and fun practice programs. Collective experiences in music at ROJ improve technical competence and build discipline, responsibility, and the ability to work together.
DESIGN THINKING SEBAGAI PENDEKATAN PERANCANGAN TUGAS AKHIR MAHASISWA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Irfan, Irfan; Satriadi, Satriadi; Fadhilla, Nurul
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.70331

Abstract

Secara umum  mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) akan terbagi dua jalur pada saat semester akhir, jalur kajian akan menghasilkan skripsi dan jalur penciptaan akan membuat karya tugas akhir. Bagi jalur penciptaan, proses merancang karya desain masih cenderung bervariasi, dari metode kualitatif, SWOT, R & D, design thinking, maupun metode relevan lainnya. Salah satu metode yang menarik dieksplorasi adalah design thinking. Tulisan ini berupaya menjelaskan bagaimana metode design thinking secara umum diterapkan dalam perancangan produk perusahaan, dan bagaimana  design thinking dimanfaatkan oleh mahasiswa DKV dalam merancang tugas akhirnya. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan teknik analisis data secara interaktif yang meliputi reduksi data, penulisan laporan, penarikan kesimpulan. Sumber data adalah 10 artikel publikasi hasil karya tugas akhir mahasiswa DKV yang menggunakan pendekatan design thinking. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa design thinking dapat diterapkan pada berbagai jenis topik tugas akhir, seperti topik identitas visual, illustrasi, video, fotografi, kemasan,  user interface dan media promosi. Pendekatan design thinking juga dapat dikombinasikan dengan berbagai metode yang telah ada sebelumnya seperti metode kualitatif, dan R & D, serta dapat memanfaatkan berbagai Teknik analisis data, mulai dari SWOT, analisis desain, 5W+1H, dan STP. Tahap design thinking sendiri ada dua jenis yaitu 5 tahap digunakan oleh 9 artikel dan 7 tahap digunakan oleh 1 artikel. Dari berbagai tahap design thinking, tahap empathize merupakan tahap yang masih sulit diinterpretasi oleh mahasiswa. Tahap yang dianggap paling mudah adalah prototype