cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tin@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Industri
ISSN : 23375841     EISSN : 23556528     DOI : -
Jurnal Ilmiah Teknik Industri is a scientific journal as a tool of Knowledge development in Industrial Engineering and Industrial management field. This journal consist of lecturers, researchers and partitions study. The Industrial Engineering Scientific Journal is published by the Industrial Engineering Program, Faculty of Engineering, Tarumanagara University at Jakarta.Publish 3 (three) times a year in February, June and October.
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PRODUKSI PANGAN BERBASIS CONJOINT-CLUSTERING ANALYSIS DAN METODE HOSHIN KANRI Lithrone Laricha Salomon; Wilson Kosasih; Marsella Marsella
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i1.17268

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan produk pangan dan diambil contoh kasus produksi sambal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi level atribut produk, membuat bentuk rancangan yang akan direalisasikan pada produk sesuai dengan keinginan konsumen dan juga mengetahui preferensi konsumen terhadap pelayanan, sehingga produsen dapat memperluas pasarnya di Jabodetabek. Pengolahan data dilakukan dengan metode conjoint analysis dan cluster analysis untuk membantu penentuan segmentasi pasar. Pengolahan data dengan menggunakan hoshin kanri untuk membantu mengetahui preferensi konsumen terhadap pelayanan UKM. Melalui penyebaran kuesioner diperoleh atribut yang menjadi pertimbangan antara lain tingkat kepedasan, ketahanan, banyaknya isi, harga, jenis kemasan, dan area desain stiker. Jumlah profil kombinasi dieliminasi dengan orthogonal design menggunakan fractional factorial design menjadi 16 profil kombinasi level atribut dan dianalisis sehingga terpilih kombinasi atribut dengan nilai utilitas tertinggi yaitu produk tingkat kepedasan Level 1-3, ketahanan 1-2 Minggu, banyaknya isi yaitu 100-150gr, dengan harga berkisar Rp 21.000 - Rp 25.000, Jenis kemasan yang digunakan yaitu botol plastik, dan area desain stiker yaitu stiker label menutupi kemasan. Berdasarkan segmentasi, preferensi produk dibagi menjadi 6 cluster yang digunakan untuk memudahkan dalam menentukan segmentasi pasar.  
SUSTAINABLE VALUE CHAIN STRATEGY FOR TOFU SMEs Issa Dyah Utami; Ika Deefi Anna; Nurul Hidayati
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i1.17274

Abstract

Globalization, free trade, and the current pandemic can be both a challenge and an opportunity for SMEs in Indonesia. One of the opportunities that arise from this phenomenon is the expansion of supply and demand networks. One of the SMEs in the food sector affected by the pandemic is the Tofu SME. Currently, only about 36% of tofu SMEs still survive in carrying out the production process. Most of the SMEs have problems in raw material inventory management, they do not yet have a standard warehouse. This problem minimizes their production capacity. Besides that, Tofu SMEs are still difficult to develop and sustain in the new normal era. For this reason, research on increasing the sustainability of SMEs needs to be carried out. The value chain analysis approach is used in the study to map the operational processes of SMEs and to identify activities and problems that make an important contribution to increasing the value of the SME business processes. K-means clustering method is used to group value chain levels. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method is then used to choose a level-up strategy. Cluster 1 has the most members, which is 62 SMEs. Cluster 2 has the smallest member of 1 SME while cluster 3 has 9 SME members. The value coalition strategy is a recommended strategy to be applied to cluster 1 SME groups.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA ERGONOMI MENGGUNAKAN DATA ANTROPOMETRI UNTUK MENGURANGI BEBAN FISIOLOGIS I Wayan Gede Suarjana; Moh. Fikri Pomalingo; Richard Andreas Palilingan; Bastian Rikardo Parhusip
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i2.17755

Abstract

Filosofi dasar dari sebuah perancangan fasilitas kerja adalah membuat desain fasilitas kerja yang mengarah pada kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan fisik pekerja.Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang desain fasilitas kerja berupa meja kerja berdasarkan data antropometri peserta untuk mengurangi gangguan-gangguan fisiologis pada peserta pelatihan pengelasan di LPKA Kelas II Tomohon Sulawesi Utara.Penelitian dilakukan di LPKA Kelas II Tomohon menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah 14 orang peserta pelatihan. Waktu penelitian Mei-Juni 2021. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data antropometri, keluhan musculoskeletal, dan kelelahan subjektif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu, Antropometer, Nordic Body Map empat skala likert, dan 30 items of rating scales of general fatique lima Skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan IBM SPSS Versi 25 MacOs dan Microsoft Excel. Hasil penelitian beban fisiologis dilihat dari keluhan musculoskeletal p0 sebesar 55,82, p1 sebesar 41,72. Sedangkan untuk kelelahan subjektif pada p0 sebesar 46,19, p1 sebesar 40,66. Rancangan fasilitas kerja berupa meja kerja ergonomis yang sesuai dengan data antropometri operator/peserta. Spesifikasi perancangan meja kerja yaitu tinggi meja 100,8 cm berdasarkan tinggi siku berdiri, lebar meja 65 cm berdasarkan panjang jangkauan pekerja, panjang meja 120 cm berdasakan duakali lebar bahu pekerja, dan level rak bawah dengan tinggi 46,5 cm berdasarkan tinggi lutut pekerja. Perancangan fasilitas kerja sesuai dengan antropometri peserta mampu menurunkan tingkat keluhan musculoskeletal sebesar 59%. Dan melalui perancangan fasilitas kerja sesuai dengan data antropometri peserta mampu mengurangi kelelahan kerja sebesar 11,9%.
PERANCANGAN ALAT BANTU PROSES PENGGULUNGAN KERTAS ROLL PADA UMKM GRACIA PAPER Lamto Widodo; Didi Widya Utama; Leonardo Yohanes Pujianto
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i2.18134

Abstract

Gracia Paper adalah UMKM pembuatan kertas roll untuk mesin kasir. Bagian dari proses produksi kertas roll pada UMKM yang memiliki tingkat bahaya tinggi adalah proses penggulungan kertas dengan memanfaatkan mesin bor. Proses ini masih dilakukan secara manual dimana pekerja memegang bor dengan posisi pergelangan tangan yang menekuk dalam waktu cukup lama dan dilakukan secara berulang-ulang. Analisa keluhan pekerja dilakukan dengan membagikan kuesioner Nordic Body Map kepada enam pekerja. Hasil kuesioner menunjukkan pekerja mengalami sakit pada pergelangan tangan kanan, punggung, leher dan pergelangan tangan kiri setelah bekerja. Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner Nordic Body Map, dilakukan analisa RULA pada tiga proses yaitu pengukuran dimensi kertas roll, penggulungan kertas roll dan penempelan selotip pada kertas roll. Hal ini dilakukan untuk mengetahui besarnya resiko pekerjaan dan tindakan perbaikan yang harus diambil untuk mengurangi keluhan fisik pekerja. Nilai akhir RULA tertinggi terdapat pada proses penggulungan kertas roll dengan nilai 7. Untuk mengetahui spesifikasi alat bantu yang akan dirancang dibagikan kuesioner lanjutan perancangan produk. Dari kuesioner dihasilkan tiga desain alat bantu. Pemilihan desain terbaik dilakukan dengan metode AHP, berikutnya dilakukan simulasi rancangan perbaikan dengan software CATIA. Hasil perhitungan RULA hasil simulas turun menjadi 3. Setelah dilakukan implementasi produk dan dilakukan analisis RULA, didapatkan hasil nilai akhir RULA 3, artinya level resiko rendah.
Rancang Bangun Mesin Mixer Iodisasi Garam Halus Sistem Injeksi Skala Home Industri Dengan Metode VDI 2222 Dolvianus D. Manek; Daud P. Mangesa; Jefri S. Bale
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i2.18565

Abstract

Industri garam di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menggunakan cara manual dalam proses pencampuran garam dengan yodium yaitu dengan cara mengaduk bolak-balik setumpuk garam yang telah disemprotkan larutan iodat dalam garam dengan konsentrasi tertentu. Pencampuran seperti ini sangat tidak praktis, efisien dan efektif. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukanya Rancang Bangun Mesin Mixer Iodisasi Garam Halus Sistem Injeksi  Skala Home Industri Dengan Metode VDI 2222 yang bertujuan untuk membantu proses iodisasi garam di Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga produksi garam konsumsi sesuai standar SNI 3556. Dari hasil perancangan menghasilkan mesin mixer iodisasi garam dengan wadah berbahan stainless steel berkapasitas 25 kg, pengaduk tipe dayung dengan putaran 60,76 rpm yang digerakan oleh motor listrik 0,5 HP 1400 rpm dengan menggunakan transmisi kombinasi puli dan sabuk untuk memperkecil putaran.  Sistem penyemprotan menggunakan sistem injeksi dengan tekanan berasal dari pompa DC 12 V dengan kecepatan aliran nozzle , kecepatan aliran  dan daya pompa 36 watt. Hasil pengujian kandungan yodium pada garam krosok sebelum proses iodisasi adalah 0 ppm, kemudian dilakukanya proses iodisasi dengan perbandingan komposisi pencapuran 25kg garam krosok, 1,25g kio3 dan 25ml air dan lama waktu pengadukan pada pengujian 1 = 3 menit,  pengujian 2 = 4 menit dan pengujian 3 = 5menit. Dan setelah dilakukanya proses pengadukan sehingga menghasilkan garam dengan kandungan yodium pada pengujian 1= 55,65 ppm, pengujian 2 = 53,83 ppm dan pada pengujian 3 = 49.16ppm. Dengan adanya alat ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kualitas prokduksi garam di NTT.
IMPLEMENTASI MODUL ACCOUNTING BERBASIS ERP MENGGUNAKAN ODOO PADA LSP MUI Agung Terminanto; Muhammad Fajar Ismail
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i2.20267

Abstract

LSP MUI merupakan sebuah perusahaan jasa yang bergerak pada bidang pengembangkan Standar Kompetensi, menetapkan Skema Sertifikasi Kompetensi dan Tempat Uji Kompetensi di bidang kehalalan produk. Accounting merupakan salah satu bagian penting LSP MUI. Tim accounting bertugas mengelola keuangan LSP MUI terutama pemasukan dari customer. Penerapan teknologi informasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kerja tim accounting di LSP MUI. Penerapan Sistem ERP pada LSP MUI menggunakan metode RAD (Rapid Application Development) yang unggul dalam ketepatan, kecepatan, dan biaya yang relatif lebih rendah. Sistem ERP yang dipilih yaitu Odoo, karena Odoo merupakan aplikasi ERP open source yang mengandung berbagai program aplikasi bisnis termasuk accounting. Dilakukan analisis bisnis proses sebelum dan sesudah penerapan ERP untuk kemudian dilakukan analisis gap dan analisis efisiensi untuk membandingkan proses bisnis sebelum dan sesudah menggunakan Odoo. Dilakukan pula User Acceptance Test (UAT) untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap aplikasi dan fitur-fitur yang tersedia pada modul accounting pada Odoo. Setelah dilakukan implementasi Odoo di LSP MUI, Terjadi peningkatan efisiensi perkiraan (estimasi) kerja tim accounting sebesar 15.38% dengan adanya pengurangan aktivitas dari 13 kegiatan menjadi 11 kegiatan. Berdasarkan hasil UAT, implementasi Odoo di LSP MUI dapat dikatakan memenuhi aspek usability. Keseluruhan atribut memiliki nilai rata-rata 4.33. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna memiliki tingkat pemahaman yang baik pada penggunaan Odoo, dan fitur-fitur yang tersedia dalam Odoo dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
LEAN ERGONOMICS UNTUK PERBAIKAN PROSES ASSEMBLY CORE BRACKET TRUNION Natasya Pramudya Wardani; Winnie Septiani; Dian M. Safitri
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i3.11781

Abstract

Lean ergonomics merupakan suatu konsep perpaduan antara lean thinking dengan pendekatan ergonomi karena kesamaan tujuan yang dimiliki oleh keduanya, yaitu meningkatkan profit dan produktivitas. Konsep lean ergonomics pada penelitian ini digunakan untuk mengidentifikasi adanya pemborosan pada aktivitas waiting, transportation dan motion di stasiun kerja assembly core bracket trunion. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi waste yang terdapat pada proses assembly core bracket trunion dengan pendekatan lean ergonomics. Dampak dari waste pada proses assembly core ialah tidak tercapainya target produksi dengan output yang dihasilkan sebanyak 39 dan target sebanyak 49 untuk tiap shift, menyebabkan terjadinya keterlambatan pemenuhan permintaan konsumen selama 1 sampai 4 hari. Penelitian dimulai dengan identifikasi alur proses produksi menggunakan peta aliran proses, selanjutnya identifikasi dan klasifikasi waste, penilaian postur kerja dengan REBA. Hasil penelitian ini  menunjukan waste terbanyak adalah waste of transportation. Analisis REBA menunjukkan dua aktivitas memiliki very high risk pada aktivitas operator memindahkan core A ke pallet gabungan dan aktivitas operator memindahkan core B ke pallet gabungan. Hasil perhitungan rekomendasi beban dengan RWL menunjukkan bahwa dua aktivitas tersebut tergolong ke dalam medium risk. Usulan yang diberikan dari penelitian ini adalah re-layout (pemindahan area pallet core) dan penambahan alat bantu berupa tray. Evaluasi usulan perbaikan dilakukan dengan membandingkan hasil pemetaan aliran proses sebelum dan sesudah perbaikan. Hasilnya adalah penurunan waktu siklus dari 7660 menjadi 3922 detik, transportasi yang sebelumnya berjumlah 15 dengan jarak total 6409 cm menjadi 2 proses transportasi dengan jarak total 1895 cm. Aktivitas dengan nilai REBA tinggi juga dapat dieliminasi. Output yang dihasilkan meningkat menjadi 59 pcs, meningkat 51% dari sebelumnya.
PENYEIMBANGAN LINTASAN PADA DIVISI SEWING DENGAN CRITICAL PATH METHOD Yusuf Mauluddin; Erik Lesmana
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i3.11961

Abstract

Lintasan produksi pembuatan gamis pada divisi sewing mengalami bottlenect pada beberapa stasiun kerja akibat dari tidak meratanya waktu operasi pada setiap stasiun kerja. Masalah tersebut menyebabkan waktu pengerjaan menjadi lama yang berakibat perlunya waktu lembur. Tujuan dari penelitian ini yaitu menyeimbangkan lintasan produksi pada divisi sewing untuk mengurangi waktu lembur. Metode yang digunakan untuk penyeimbangan lintasan adalah metode jalur kritis atau Critical Path Method (CPM). Jumlah stasiun kerja awal adalah 20 stasiun dengan jumlah operasi sebanyak 26 operasi. Hasil penelitan menunjukkan jumlah stasiun kerja yang terbentuk adalah 22 stasiun sehingga tidak terjadi bottleneck dan waktu lembur hanya 0,78 jam dari yang semula 2,74 jam. Terjadi penambahan operator yang semula 20 operator yang menangani 20 stasiun kerja menjadi 22 operator untuk menangani 22 stasiun kerja. Upah per jam karyawan untuk 22 orang karyawan pada kondisi aktual sebesar Rp 4.684.868,5, upah per jam karyawan dengan Critical Path Method sebesar Rp 3.504.281,6. Perbaikan lintasan dengan Critical Path Method memberikan penghematan upah per jam karyawan sebesar Rp 1.180.586,9.
RANCANGAN MEJA PACKING PADA UMKM POPSHOPINDO BERDASARKAN ANALISIS ERGONOMI DENGAN METODE WERA DAN OCRA UNTUK MENGURANGI RISIKO KESEHATAN KERJA Lamto Widodo; I Wayan Sukania; Kevin Ravenska
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i3.16078

Abstract

Popshopindo merupakan toko online yang menjual buku-buku, seperti: novel dan komik. Pada proses packing ditemukan keluhan sakit pada tubuh pekerjanya (musculoskeletal disorders). Rasa sakit timbul dikarenakan pekerja tidak memiliki alas atau meja untuk bekerja. Berdasarkan hasil kuesioner Nordic Body Map yang telah dibagikan kepada 2 orang pekerja pada proses packing, ditemukan beberapa keluhan rasa sakit pada bagian tubuh pekerja. Untuk memperbaiki postur pekerja dan keluhan-keluhan yang ada, maka akan dibuatkan meja kerja yang ergonomi untuk proses packing. Perancangan meja kerja menggunakan matriks penilaian konsep. Setelah diteliti dengan menggunakan metode REBA didapatkan skor sebesar 6 berubah menjadi 3, untuk skor metode WERA sebesar 35 menjadi 27 dan skor metode OCRA sebesar 0,3 dan 0,33 menjadi 0,3 dan 0,3. Selain untuk mengatasi rasa sakit pada pekerja, meja kerja juga dirancang untuk mengurangi waktu proses packing. Pada analisis waktu implementasi, waktu proses packing 1 buah buku berkurang dari 117,56 detik menjadi 109 detik atau sebesar 7,28%.
PEMANFAATAN ANALISIS BIG DATA DALAM PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN Ronald Sukwadi; Marlina Marlina; Riana Magdalena Silitonga; Arum Park
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i3.16837

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan tools. Perusahaan ini tidak memiliki metode penilaian khusus dalam melaksanakan penilaian kinerja. Hal ini mempengaruhi proses penilaian dan reward yang didapatkan oleh para karyawan. Para karyawan merasa penilaian kurang objektif sehingga dirasa kurang adil dan menyebabkan turnover intention. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan sistem penilaian kerja usulan untuk perusahaan yang lebih objektif sehingga bisa mengurangi turnover intention. Metode yang diusulkan adalah metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scales). Ada 3 jabatan yang akan dinilai, yaitu factory manager, supervisor, dan staff. Dalam penelitian ini kriteria penilaian dibentuk menggunakan big data analytic dengan metode LDA (Latent Dirichlet Allocation). Didapatkan 7 kriteria dan 15 sub-kriteria yang akan digunakan dalam penilaian kinerja usulan. Untuk proses pembobotan digunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Semua hal tersebut akan dijadikan pedoman dalam pembuatan rancangan sistem penilaian kinerja usulan. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan diantara kedua sistem penilaian kinerja tersebut maka dilakukan paired t-test. Dari uji tersebut didapatkan 3 variabel yang tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara kedua sistem penilaian kinerja dan 6 variabel yang terdapat perbedaan yang signifikan diantara kedua sistem penilaian kinerja

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri ) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri ) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri ) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) More Issue