cover
Contact Name
dentin
Contact Email
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dentin
ISSN : 26140098     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Dentin [e-issn: 2614-0098] merupakan terbitan berkala ilmiah tugas akhir berbahasa Indonesia berisi artikel penelitian dan kajian literatur tentang kedokteran gigi. Kontributor Dentin adalah kalangan akademisi (dosen dan mahasiswa). Dikelola oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat dan terbit 3 (tiga) kali setahun setiap April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
EFFECTIVENESS OF HEALTH PROMOTION USING INSTAGRAM SOCIAL MEDIA TO INCREASE ORAL HEALTH LITERACY IN BANJARBARU SOUTH KALIMANTAN Dinda Andira Salsabila; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i2.9721

Abstract

Background: Banjarbaru is the city with the lowest percentage in the South Kalimantan region regarding knowledge the ease of access to dental health services. This shows an illustration of the importance of health promotion so that people are more aware of the importance of maintaining dental and oral health. One strategy to achieve optimal health promotion is to use health promotion methods through social media. Instagram social media as a health promotion media has the advantage of being easy to access without being constrained by distance, time, and cost. Purpose: Analyzing the effectiveness of health promotion using Instagram social media to increase oral health literacy in adolescents at  SMP Negeri 1 Banjarbaru. Methods: This studies uses a true experimental design method with a pretest-postest design with control design, the sampling technique is simple random sampling technique. The studies carried out at SMP Negeri 1 Banjarbaru with 92 respondents. Results: There is a difference in the oral health literacy pretest and posttest scores in interverence group, while in the control group there is no significant difference. The significance result of Mann Whitney test in the posttest session for the intervention and the control groups are 0.000 > 0.05 which means that there is a significant difference in oral health literacy scores between the posttest scores of the intervention group and the control group. Conclusion: Health promotion using Instagram social media is effective for improving oral health literacy. Keywords: Health promotion, oral health, oral health literacy, social media
COMPARISON OF THE INHIBITORY EFFECT BETWEEN ULIN (Eusideroxylon zwageri) BARK EXTRACT AND Chlorhexidine gluconate 0.2% AGAINST Streptococcus sanguinis Marthia Eka Nurdila; I Wayan Arya Krishnawan Firdaus; Raden Harry Dharmawan Setyawardhana
Dentin Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i2.9717

Abstract

Background: Gingivitis is caused by a build up of plaque bacteria, one of which is Streptococcus sanguinis. Streptococcus sanguinis act as an anchor for the attachment of oral organisms that colonize the surface of the teeth, forming plaque so that it becomes the development of gingivitis. Currently, many natural ingredients, as alternatives, have antibacterial effects. One of which is Eusideroxylon zwageri, because it contains flavonoids, tannins, phenolics, saponins, alkaloids, and terpenoids. Purpose: to compare the inhibitory effect between ulin bark extract and Chlorhexidine gluconate 0.2% against Streptococcus sanguinis. Method: True experimental research with post test only with control group design using ulin bark extract concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% and Chlorhexidine gluconate 0.2% as the K(+). The maceration method was used to extract ulin bark while the inhibitory test was using the diffusion method with 6 treatment groups and 4 replications, so that there were 24 samples. All treatment groups were incubated 24 hours at 37oC then measurement of inhibition zones was using callipers. Results: The results of the test showed that ulin bark extract concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, and Chlorhexidine gluconate 0.2% obtained an average inhibition zone with diameter of 7.18 mm, 9.06 mm, 11.08 mm, 13 mm, 15.09 mm, and 18.14 mm. Analysis of One Way ANOVA and Post Hoc Games-Howell data showed a significant difference between treatment groups. Conclusion: Ulin bark extract can inhibit the growth of Streptococcus sanguinis but has not been able to equal to Chlorhexidine gluconate 0.2%. Keywords: Chlorhexidine gluconate 0,2%, gingivitis, inhibitory activity, ulin bark extract, Streptococcus sanguinis.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN GALAM (Melaleuca cajuputi subsp. Cumingiana Barlow) PADA BHK-21 SEL FIBROBLAS Brachmedio Barito Syech Erlangga; Sherli Diana; Debby Saputera; Didit Aspriyanto; Beta Widya Oktiani
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10743

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan penyakit rongga mulut yang salah satu faktor penyebabnya adalah bakteri. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antibiotik dan hidup di lingkungan lahan basah adalah tanaman galam (Melaleuca cajuputi subsp. Cumingiana Barlow). Fungsi uji toksisitas adalah untuk mengetahui efek toksik dan batas dosis aman suatu senyawa kimia dalam penelitian ini pengujian ekstrak daun galam. Tujuan: Menganalisis efek toksik setelah pemberian ekstrak daun galam (Melaleuca cajuputi subsp. Cumingiana Barlow) terhadap sel fibroblas BHK-21. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni (true experimental) dengan rancangan posttest-only with control group design untuk menganalisis toksisitas ekstrak daun galam terhadap sel fibroblas Baby Hamster Kidney-21 (BHK-21) dengan metode Microculture Tetrazolium Technique (MTT) assay secara in vitro. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun galam tidak toksik karena viabilitas sel pada semua konsentrasi >100% dan nilai IC50 yang tidak mungkin tercapai. Hasil uji post hoc Games-Howell menyimpulkan bahwa konsentrasi 50%, 75%, dan 100% lebih efektif daripada konsentrasi 0,125%, 0,2%, 0,25%, dan 0,4%. Kesimpulan: Tidak ada efek toksik ekstrak daun galam dengan uji MTT terhadap sel fibroblas BHK-21.Kata kunci: ekstrak daun galam, sel fibroblas BHK-21, toksisitas
PENGARUH EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Rhodomytrus tomentosa) TERHADAP KADAR TROMBOSIT SETELAH PAPARAN SINAR-X RADIOGRAFI PERIAPIKAL Ahda Ahda Annisa; Didit Aspriyanto; Nurdiana Dewi; I Wayan Arya Krishnawan Firdaus; Debby Saputera
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10748

Abstract

Latar Belakang : Paparan radiasi sinar-X radiografi periapikal dapat merusak sel darah salah satunya yaitu trombosit dengan cara membentuk radikal bebas sehingga dapat terjadinya penurunan pada sel darah. Kandungan oleh ekstrak daun karamunting dapat menangkal radikal bebas dan meningkatkan sel darah dari paparan radiasi sinar-X radiografi periapikal. Senyawa metabolit sekunder pada daun karamunting memiliki tiga kandungan senyawa tertinggi yaitu flavonoid, phenol dan tanin. Tujuan: Menganalisis pengaruh ekstrak daun karamunting terhadap kadar trombosit mencit jantan setelah paparan sinar-X radiografi periapikal. Metode : Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan post test only with control group design menggunakan 30 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok K- adalah diberikan ekstrak daun karamunting tetapi tidak diberikan paparan radiasi sinar-X, kelompok K+ adalah diberikan radiasi sinar-X radiografi periapikal tanpa diberikan ekstrak daun karamunting, kelompok P1 adalah diberikan ekstrak daun karamunting dan paparan radiasi sinar-X radiografi periapikal pengulangan 1 kali, kelompok P2 adalah diberikan ekstrak daun karamunting dan paparan radiasi sinar-X radiografi periapikal pengulangan 7 kali dan kelompok P3 adalah diberikan ekstrak daun karamunting dan paparan radiasi sinar-X radiografi periapikal pengulangan 10 kali. Hasil : Hasil uji Post Hoc Bonferoni menunjukan perbedaan bermakna antar kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kesimpulan : Terdapat pengaruh kadar trombosit pada mencit jantan (Mus musculus) pemberian ekstrak daun karamunting setelah paparan sinar-X radiografi periapikal. Kata kunci : Ekstrak daun karamunting, Radiografi periapikal, trombosit
GAMBARAN PROFIL JARINGAN LUNAK SECARA KLINIS DAN FOTO SEFALOMETRI PADA SUKU BANJAR Aulia Rahimah; Diana Wibowo; Ika Kusuma Wardani; Aulia Azizah; Deby Kania Tri Putri
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10744

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penunjang akurat untuk penegakan diagnosa dalam perawatan ortodonti adalah analisis sefalometri. Analisis jaringan lunak pada wajah dapat dilakukan secara klinis dan sefalometri yang dikategorikan menjadi profil wajah cembung, cekung, dan lurus. Salah satu metode analisis sefalometri yang mampu menentukan profil wajah adalah Analisis rickets. Faktor ras dan keanekaragaman kultural sangat berpengaruh terhadap profil wajah seseorang. Tujuan: Menggambarkan profil jaringan lunak secara klinis dan foto sefalometri pada mahasiswa Suku Banjar FKG ULM. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel probability sampling menggunakan simple random sampling. Populasi adalah seluruh mahasiswa preklinik yang berasal dari Suku Banjar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat yang berjumlah 60 orang. Besar sampel minimal dihitung menggunakan rumus Deskriptif kategorik dan didapatkan hasil 39 sampel. Hasil: Analisis statistik deksriptif dari Analisis Rickett menunjukkan rerata jarak bibir atas terhadap garis estetik (Ls-E) adalah 0,34 mm dengan standar deviasi 0,25. Rerata jarak bibir bawah terhadap garis estetik (Li-E) adalah 1,66 mm dengan standar deviasi 2,63. Kesimpulan:  penelitian ini adalah secara klinik dan sefalometri menunjukkan mayoritas responden memiliki profil wajah cembung. Kata Kunci: Analisis Rickett, Profil jaringan lunak, Sefalometri, Suku Banjar.
HUBUNGAN KADAR pH, MAGNESIUM, FLUOR DAN FERRUM AIR SUNGAI KONSUMSI TERHADAP INDEKS KARIES Adam Kevin; Rosihan Adhani; Riky Hamdani
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10749

Abstract

Latar Belakang: Di daerah sepanjang sungai, masih banyak masyarakat yang mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menyikat gigi, mandi dan minum air. Air sungai yang digunakan memiliki tingkat keasaman rata-rata sebesar 3,65 (rendah),adanya kandungan tinggi zat besi dan sulfat. Zat besi dan magnesium adalah mineral yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi menjadi lebih gelap. Selain itu, mineral fluor  berperan penting dalam kesehatan gigi dan mulut gigi dengan merubah hidroksiapatit pada enamel menjadi fluoroapatit. Kekurangan fluor menyebabkan kerusakan, gigi yang rapuh, rentan terhadap karies gigi, perubahan warna pada gigi anak-anak, dan penipisan tulang. Tujuan: literature review ini untuk menganalisis pengaruh antara tingkat keasaman (pH), zat besi, magnesium, dan fluor dalam air sungai yang dikonsumsi terhadap indeks karies gigi berdasarkan literature yang relevan yang diterbitkan tahun 2015-2020. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan prosedur narrative review. Semua artikel yang dianalisis diperoleh dari pencarian sumber data Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa indeks karies gigi termasuk dalam kategori tinggi, dengan indeks DMF-T sebesar 4,6. Kadar pH, magnesium, zat besi, dan fluor dalam air sungai berkisar antara 3,5-4,5 (pH asam), 0,013-9,90 mg/dl, 0,71-0,8023 (di atas kadar normal), dan 0,18-0,7 (di bawah kadar normal fluor dalam air minum). Adanya hubungan antara tingkat keasaman (pH), zat besi, magnesium, dan fluor dalam air sungai yang dikonsumsi dengan indeks karies gigi. Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat keasaman (pH), zat besi, magnesium, dan fluor dalam air sungai yang dikonsumsi dengan indeks karies gigi.Kata kunci: Fluor, indeks DMF-T, magnesium, pH, Zat besi.
HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN KARIES TERHADAP KEJADIAN MALOKLUSI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Natasya Nurul Izzati; Diana Wibowo; Rosihan Adhani; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Aulia Azizah
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10740

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi masih menjadi permasalahan gigi dan mulut di Indonesia, dengan angka masalah sebesar 80%. Jenis maloklusi yang paling sering ditemui yaitu gigi berjejal. Salah satu faktor penyebab terjadinya maloklusi adalah karies gigi. Masalah karies masih menjadi perhatian di Kalimantan Selatan, dengan prevalensi sebesar 46,9%. Kejadian karies banyak dialami pada periode gigi bercampur, yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut. Karies yang tidak dirawat akan mempengaruhi kestabilan oklusi normal gigi-geligi sehingga terjadinya maloklusi. Keadaan tersebut dapat menyebabkan suatu keparahan pada gigi permanen jika tidak segera dilakukan perawatan. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat keparahan karies terhadap kejadian maloklusi pada siswa SDN 1 Banua Hanyar di kecamatan Pandawan kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional serta analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Jumlah responden adalah sebanyak 39 orang. Hasil: Tingkat keparahan karies berada pada kategori sedang, dengan rata-rata DMF-T sebesar 2,7. Kejadian maloklusi berdasarkan pengukuran Occlusal Index didapatkan kategori maloklusi sedang yang perlu perawatan minor. Hasil uji korelasi Spearman didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,831 (>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keparahan karies terhadap kejadian maloklusi pada siswa SDN 1 Banua Hanyar Kecamatan Pandawan Hulu Sungai Tengah.  Kata kunci: Gigi Bercampur, Karies, Maloklusi, Occlusal Index.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DOKTER GIGI MUDA TERHADAP KEPUASAN PASIEN GIGI TIRUAN DI RSGM GUSTI HASAN AMAN BANJARMASIN Antung Lutfiliawan; Debby Saputera; Aulia Azizah; Rahmad Arifin; Riky Hamdani
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10745

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan pelayanan kesehatan adalah terpenuhinya harapan pasien akan mutu kualitas pelayanan. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan adalah dengan mengukur kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan baik atau buruknya pelayanan yang diterima pasien. Indikator kepuasan pasien dapat dilihat dari kualitas pelayanan dalam teori Parasuraman et.al (1998) yang dibagi menjadi lima dimensi, dimensi tampilan (tangible), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan perhatian (empathy). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan dokter gigi muda terhadap kepuasan pasien gigi tiruan sebagian lepasan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien gigi tiruan sebagian lepasan dokter gigi muda sebanyak 38 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisi data menggunakan analisis univariat dan bivariate menggunakan aplikasi SPSS dengan metode somers’D Hasil: Hasil penelitian didapatkan kualitas pelayanan dokter gigi muda termasuk dalam kategori baik (81,6%), kepuasan pasien gigi tiruan sebagian lepasan termasuk dalam kategori puas (71,1%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien gigi tiruan sebagian lepasan di RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin (p = 0,000).Kesimpulan: Semakin  baik kualitas pelayanan dokter gigi muda yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang  dirasakan  pasien. Kata kunci: Gigi Tiruan Sebagian Lepasan, Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan
COVER DAN DAFTAR ISI_Dentin_Vol 7. No 3. 2023 Dentin FKG ULM
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10750

Abstract

PERBANDINGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANTARA PENGGUNAAN APLIKASI HI BOGI DAN SIMANGGIS CELEBES Muhammad Yunanda Anhar; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Nurdiana Dewi; Aulia Azizah; Didit Aspriyanto
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10741

Abstract

Latar Belakang: Pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat ditingkatkan dengan menambah pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Salah satu cara meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan mengakses aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES sebagai aplikasi digital yang memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan : Menganalisis perbandingan penggunaan aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES terhadap pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut pada siswa kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan rancanga pretest dan posttest design, teknik pengambilan sampel Total sampling. Penelitian dilaksanakan di SDN Kuripan 2 Banjarmasin dengan sampel berjumlah 58 siswa. Hasil : Hasil uji wilcoxon pengetahuan pada kelompok HI BOGI didapatkan 0,000 <0,05. Hasil uji wilcoxon pengetahuan pada kelompok SIMANGGIS CELEBES didapatkan 0,000 <0,05. Hasil uji Mann Whitney pada aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES didapat 0,033 <0,05. Kesimpulan : terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut antara aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES pada siswa kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin usia 8-9 Tahun. Kesimpulan: Terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut antara aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES. Kata kunci : Aplikasi HI BOGI, Aplikasi SIMANGGIS CELEBES, Kesehatan Gigi dan Mulut, Teledentistry