Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Articles
565 Documents
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI GUNA MENINGKATKAN PEMASARAN PRODUK MASYARAKAT DI KAMPUNG NELAYAN SEBRANG MEDAN BELAWAN
Sabrina Adela Br Sibarani;
Andreas Munthe;
Syanti Irviantina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.37100
Dampak pandemi Covid-19 sangat memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat di Kampung Nelayan Sebrang karena mengalami penurunan omzet penjualan akibat adanya pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah. Selama ini penjualan produk olahan masyarakat masih dilakukan secara konvensional seperti menitipkan ke tauke-tauke penampung yang ada dan di warung-warung setempat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan penguatan literasi dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat di Kampung Nelayan Sebrang serta membentuk lembaga lokal yang akan dijadikan motor penggerak dalam proses pengembangan teknologi informasi untuk memasarkan produk secara online, sehingga diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan produk olahan masyarakat di Kampung Nelayan Sebrang. Hasil dari pengabdian ini adalah Kampung Nelayan Sebrang sudah memiliki akun media sosial, Shopee, Tokopedia serta website yang digunakan sebagai wadah untuk memasarkan produk olahan masyarakat secara online yang dikelola oleh Relawan TIK
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN JURNAL BERBASIS OPEN JOURNAL SYSTEM UNTUK PUBLIKASI ILMIAH GURU DI KABUPATEN MAGELANG
Atsani Wulansari;
Widya Ratna Kusumaningrum;
Taufik Arochman
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.37053
Pengelolaan jurnal ilmiah sesuai dengan permenristekdikti harus memiliki versi elektornik agar mudah diakses secara online. Innovatice Teacher Centre saat ini sedang menggagas pengadaan jurnal untuk mendukung publikasi guru di Kabupaten dan Kota Magelang. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian ini menawarkan pendampingan pengelolaan jurnal kepada mitra pengabdian. Kegiatan ini dilakukan di Innovative Teacher Centre (ITC), suatu organisasi non-profit yang bergerak di bidang pendidikan. Pendampingan pengelolaan jurnal berbasis OJS ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi para pengelola jurnal baru di lingkungan Innovative Teacher Centre. Pendampingan ini dilakukan secara luring dan daring dengan menggunakan metode ceramah plus, demonstrasi dan latihan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 5 kali pertemuan dengan materi yang berhubungan dengan pengelolaan jurnal berbasis OJS. Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari pengurus ITC karena memenuhi kebutuhan para mitra tentang pengelolaan jurnal secara online.
PENDAMPINGAN DESA KADIPATEN KECAMATAN KADIPATEN KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM UPAYA MERAIH PENGHARGAAN DESA SADAR HUKUM (ANUBHAWA SASANA DESA)
Yogi Suprayogi Sugandi;
Dedi Sukarno;
Slamet Usman Ismanto
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36881
Dalam mendukung pelaksanaan penguatan hukum yang berlaku di masyarakat, maka penguatan tersebut perlu dilakukan melalui pemerintah desa. Pemerintah pusat melalui program oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia merasa perlu untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah desa yang telah berupaya untuk menetapkan terobosan-terobosan kebijakan dalam mendukung desa sadar hukum yang bertujuan untuk menguatkan keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. Sebagai salah satu desa yang pernah meraih penghargaan Desa Tertib Hukum dari Polres Kota Tasikmalaya pada tahun 2011, 2013, 2014, 2016, dan 2018, Tim Pengabdian melihat potensi Desa Kadipaten untuk meraih Penghargaan Anubhawa Sasana Desa atau Desa Sadar Hukum. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah Focus Grop Discussion (FGD), pembekalan perangkat desa dalam bentuk pemaparan materi serta melakukan sosialisasi ke pedusunan di Desa Kadipaten. Hasil dari pengabdian ini terlihat bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang tinggi dalam melakukan upaya meraih penghargaan tersebut
PENDAMPINGAN BUDIDAYA BUAH NAGA SEBAGAI SARANA MISI TRANSFORMATIF
Sance Mariana Tameon;
Friandry Windisany Thoomaszen;
Irene Sondang Ully;
Jeni Isak Lele
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.37337
Budidaya buah naga merupakan hal yang baru dan potensial bagi masyarakat di Kelurahan Naioni, karena selama ini petani hanya mengelola lahan untuk menanam tanaman musiman untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Petani belum mampu mengelola tanah dengan efektif, karena mereka masih menggunakan pola tradisional dan peralatan yang dipakai juga sangat sederhana. Lahan yang ada selama ini kurang produktif karena hanya dikerjakan secara musiman. Tujuan diadakannya PKM agar membantu masyarakat dari segi ekonomi dan juga menolong mereka secara rohani. Kegiatan PKM ini berjalan dengan mengikuti tahap diagnosing (survei awal dengan teknik observasi partisipan dan wawacara mendalam), planning action, taking action (pelatihan dan pendampingan), dan evaluating action (FGD). Pemahaman mengenai buah naga yang awalnya tidak tahu sama sekali melalui pendampingan ini, masyarakat mulai mengenal dan belajar untuk membudidayakan guna peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Pendampingan fasilitator dilakukan sampai masa panen sehingga masyarakat akan terus dikawal hingga membuahkan hasil untuk diperjualbelikan. Selain itu, masyarakat juga dibekali untuk terus berdoa dan percaya bahwa Tuhan yang akan memberikan pertumbuhan bagi stek buah naga yang ditanam sambil berupaya untuk menerapkan teknik-teknik yang sudah diajarkan oleh fasilitator. Masyarakat optimis dan antusias dengan pembudidayaan buah naga ini serta bersukacita karena ada berkat yang Tuhan kirim lewat kegiatan PKM ini.
UMKM MENGELOLA BISNIS DI RUMAH SENDIRI DENGAN FACEBOOK DAN INSTAGRAM ADS
Muhammad Subardin;
Imelda Imelda;
Yunisvita Yunisvita;
Mardalena Mardalena;
Deassy Apriani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.38472
Dalam dua tahun ke belakang ini, virus COVID-19 sedang mewabah bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Kondisi ini membatasi aktivitas sebagian besar orang baik pekerjaan, sekolah, maupun usaha. Walaupun berjalan secara tidak biasa, adaptasi harus dilakukan dan peluang usaha masih tetap terbuka. Seperti belakangan ini, banyak pelaku usaha yang mengubah pola usahanya ke arah berjualan secara online dengan menggunakan aplikasi Facebook atau Instagram Ads. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang keterampilan mengelola bisnis di rumah sendiri dengan menggunakan aplikasi Facebook dan Instagram Ads. Model kegiatan pengabdian yaitu pemberdayaan dengan metode pembinaan keterampilan melalui pelatihan. Metode pelatihan yang dilakukan adalah ceramah, diskusi, dan praktik. Metode kegiatan dan pelaksanaan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal yaitu kegiatan diskusi dan saling perkenalan merupakan cara yang digunakan untuk mendekatkan diri antara tim pengabdian kepada masyarakat dengan khalayak sasaran yaitu 20 pelaku usaha mikro. Selanjutnya, kegiatan pelatihan berupa praktik menggunakan Facebook dan Instagram Ads dan diakhiri dengan evaluasi hasil kegiatan. Peserta kegiatan pengabdian cukup antusias dalam mengikuti acara yang dilakukan dengan memperhatikan dengan baik penyampaian materi yang dilakukan oleh narasumber. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan pelaku usaha mikro telah memiliki akun dan menjadi lebih terampil menggunakan Facebook dan Instagram Ads sebagai sarana pemasaran produk dan jasa yang dikelola dari rumah. Melalui kegiatan pengabdian ini, peserta lebih mampu beradaptasi mengelola bisnis dalam kondisi pandemi COVID-19 dari rumah.
OPTIMALISASI FUNGSI PEKARANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN PEMENUHAN GIZI KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Eneng Nunuz Rohmatullayaly;
Budi Irawan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.37352
Terpengaruhnya kondisi perekonomian masyarakat selama pandemi Covid-19, akan berimbas pada ketahanan pangan dan tentunya kemampuan untuk mengakses pangan. Terdapat beberapa carauntuk mendukung ketahanan pangan, salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi pekarangan sebagai sumber pemenuhan pangan keluarga secara mandiri. Rumah-rumah yang ada di perkotaan cenderung memiliki lahan yang sangat sempit, sehingga membutuhkan teknik tertentu untuk memanfaatkannya. Pada masa pandemi, terlebih saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) banyak masyarakat yang menghabiskan waktunya di rumah, sehingga kegiatan berkebun di pekarangan rumah dapat menjadi salah satu kegiatan alternatif yang bermanfaat untuk menciptakan ketahanan pangan keluarga. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui cara dan teknik mengaplikasikan urban farming sebagai alternatif sumber pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang dengan menu beragam pun dirasa masih kurang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk menyosialisasikan diversitas tanaman pangan pekarangan, teknik pemanfaatan lahan pekarangan dengan urban farming terintegrasi, serta memenuhi gizi seimbang untuk keluarga. Kegiatan diawali dengan memetakan gambaran dan pemanfaatan pekarangan pada masyarakat perkotaan. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk webinar untuk mengedukasi mengenai “Optimalkan Pekarangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga.” Kegiatan webinar ini berhasil menjaring sebanyak 169 peserta dari berbagai institusi dan berbagai jenis latar belakang pekerjaan serta dinilai sangat bermanfaat. Selain itu, berbagai informasi seputar diversitas tanaman pekarangan, teknik pemanfaatan, dan gizi keluarga tersimpan di platform digital untuk dapat mendorong peserta mengimplementasikannya serta dapat diakses kembali oleh masyarakat umum.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM PROJECT BASED LEARNING MELALUI PELATIHAN MEMBATIK DAN PEWARNAAN ALAMI
Zahrul Mufrodi;
Rachma Tia Evitasari;
Caraka Putra Bhakti;
Bambang Robi’in
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.37565
Batik merupakan kekayaan tak benda asli dari Indonesia yang telah diakui UNESCO. Batik yang banyak beredar di pasaran umumnya menggunakan pewarna sintetik, walaupun berbahaya untuk lingkungan. Pengetahuan tentang proses membatik dan pewarnaan kain dengan pewarna alami tidak banyak dikuasai oleh mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan pelatihan batik dan pewarnaan alami untuk para mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi empat tahapan, yaitu perencanaan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan membatik menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membatik. Berdasarkan olahan data stastistika, pengetahuan mahasiswa mengenai proses membatik berdasarkan hasil tes sebelum dan sesudah kegiatan meningkat dari 77 menjadi 94. Sedangkan pengetahuan mengenai proses pewarnaan alami meningkat dari 63 menjadi 80.
SOSIALISASI ANCAMAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO) DI DESA KERINJING TANJUNG RAJA KABUPATEN OGAN ILIR
Nur Aslamiah Supli;
Muchammad Yustian Yusa;
Ferdiansyah Ferdiansyah;
Sari Mutiara Aisyah;
Nurhayati Nurhayati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36597
Secara umum masyarakat Desa Kerinjing memiliki pengetahuan tentang perdagangan orang namun tidak memiliki wawasan yang luas tentang bahayanya dan modus-modusnya. Masyarakat Desa Kerinjing tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait hal tersebut sehingga tidak sedikit dari mereka pergi bekerja ke luar negeri dengan cara non prosedural yang dapat menjadikan mereka korban perdagangan orang. Karena itu perlunya diberikan pemahaman yang luas terkait ancaman perdagangan orang dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang melalui sosialisasi dan Forum Group Discussion (FGD) di Desa Kerinjing Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan tidak ada yang menjadi korban sekaligus mencegah agar masyarakat tidak menjadi oknum-oknum pelaku kejahatan tersebut. Setelah memberikan pemahaman, tim pengabdian juga melanjutkan dengan menguji pemahaman tersebut melalui pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa terdapat masyarakat Desa Kerinjing yang pernah menjadi korban tanpa sadar karena itu perlunya dilakukan peningkatan pengetahuan, pemahaman serta kesadaran masyarakat akan hukum dan penanggulangan perdagangan orang.
PENGUATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP BAHAYA PENULARAN COVID-19 MELALUI SOSIALISASI VAKSINASI DI DESA WANGISAGARA, KECAMATAN MAJALAYA, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT
Nana Sulaksana;
Pradnya Paramarta Raditya Rendra;
Murni Sulastri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.38536
Pandemi Covid-19 hingga akhir tahun 2021 masih berlangsung sehingga masyarakat diharapkan masih terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Di lain pihak, program vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah sudah berjalan dengan baik. Namun demikian, hal tersebut perlu terus diawasi di beberapa daerah agar program vaksinasi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat, para akademisi dalam hal ini dosen dan mahasiswa memiliki peran untuk membantu program percepatan vaksinasi. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dengan tema penguatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularan Covid-19 perlu dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung pada 22 November hingga 22 Desember 2021 atas dukungan Universitas Padjadjaran dan UNICEF. Metode pelaksanaan kegiatan dengan observasi lapangan, yaitu koordinasi dengan pihak aparat Desa Wangisagara, monitoring penerapan protokol kesehatan di sekolah, serta sosialisasi kepada masyarakat. Tujuan kegiatan sosialisasi adalah untuk memberikan pemahaman serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pandemi Covid-19 dan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan dihadiri sejumlah orang di Desa Wangisagara serta aparat desa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya sosialisasi membuat masyarakat menjadi semakin paham akan pentingnya vaksinasi di tengah adanya kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron. Hal ini pula yang menjadi harapan ke depannya agar kesadaran masyarakat juga meningkat di daerah-daerah lain di Indonesia.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KACANG J-NUT MELALUI PERBAIKAN KEMASAN DAN PEMASARAN ONLINE
Emi Widiyanti;
Erlyna Wida Riptanti;
Yayan Suherlan;
Arief Iman Santoso
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36836
Masa Pandemi ini membawa dampak luar biasa bagi para pelaku UMKMdimanakebijakanpemerintahuntukmenerapkanPembatasanSosialBerskala Besar (PSBB) membawa pelaku UMKM pada dua situasi yaitumenurunnya jumlah pembeli namun disisi lain jumlah kompetitor semakinmeningkat. Kondisiinimenyebabkan UKM harus berupaya untuk meningkatkan daya saingnya ditengahmasapandemiini.SalahsatuUKMyangmengalamipermasalahanini adalah UMKM Kuliner yaitu UMKM Olahan Kacang-kacangan Merek J-Nut. Semasapandemi terjadi penurunan omset penjualan hampir 50% dari penjualansebelum pandemi. Beberapa penyebab penurunan omset ini atara lainbanyakmasyarakatyangturutberjualananekacamilantermasukjugajeniskacang-kacangan seperti kacang bawang, kacang telur dll yang akhirnyamenjadi kompetitor. Para kompetitor sudah menggunakan media promosidan pemasaran online sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.Untuk itu UMKM Kacang J-Nut ini harus segera memperbaiki kapasitasusahanyauntukdapatbersaingdenganUMKMyanglaindiantaranyadengan menerapkan strategi pemasaran yang dapat menarik perhatiankonsumen di antara banyaknya produk UMKM sejenis. Untuk mengatasipersoalaninimakatimpengabdianmengusulkansolusipemecahanmasalah melalui beberapa kegiatan yaitu : perbaikan merek dan labelproduk,perbaikankemasanyang lebih marketable, promosi dan pemasaran online. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat meningkatkan omset penjualan sebesar 25% dan meningkatkan respon positif dari masyarakat (calon konsumen).