cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PELAPORAN SPT TAHUNAN YANG DIASISTENSI OLEH RELAWAN PAJAK MAHASISWA STIE TUAH NEGERI KOTA DUMAI Z, Zulkifli; Octhavia, Dini; Putri, Devi Elia; Sandra, Salsabila Auliya; Wulandari, Radhika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.47167

Abstract

Relawan pajak merupakan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merekrut para mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari Direktorat Jendral Pajak untuk mengedukasi masyarakat perihal perpajakan. Pelaporan SPT tahunan orang pribadi merupakan bentuk kerjasama antara Tax Center STIE Tuah Negeri dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Dumai. SPT tahunan adalah surat yang digunakan wajib pajak untuk melaporkan segala jenis perhitungan dan pembayaran pajak, baik untuk barang kena pajak maupun tidak kena pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan pelaporan SPT tahunan yang diasistensi oleh relawan pajak mahasiswa dan mengetahui tahap-tahap yang dilakukan sebelum asistensi. Analisis data dilakukan dengan analisis secara deskriptif kualitatif menggunakan wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kegiatan asistensi pelaporan SPT tahunan pajak ini, mahasiswa dapat memperoleh banyak ilmu mengenai perpajakan dan pengalaman baru yang nantinya akan berguna ketika memasuki dunia kerja. Sedangkan bagi masyarakat mendapatkan kemudahan dan kepuasan dari layanan yang diberikan oleh relawan pajak. Ini berarti kegiatan relawan pajak dalam mengasistensi pelaporan SPT tahunan berjalan dengan efektif.
PENGUATAN EKONOMI UMKM PEPES IKAN NILA DESA KLUWEH, KABUPATEN SLEMAN MENUJU UMKM GO-DIGITAL Pribadi, Ulung; Aji, Juhari Sasmito; Hayati, Kemala
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.40735

Abstract

Penulisan hasil pengabdian mengenai Penguatan Usaha Pepes Ikan Nila di Desa Kluweh melalui media online bertujuan untuk membangkitkan kembali peran UMKM sebagai alternative dalam mengurangi tingkat pengangguran dan pengentasan kemiskinan. UMKM menjadi tindakan solutif dalam penyerapan tenaga kerja dengan inovasi keterampilan yang disalurkan untuk mencapai perolehan pendapatan. Akan tetapi kehadiran Covid-19 memberikan keterpurukan stabilitas ekonomi UMKM. Untuk itu terdapat upaya pelaksanaan pengabdian yang dilakukan dengan mengadakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang diawali dengan identifikasi masalah kelompok sasaran untuk menyelaraskan pelaksanaan pengabdian. Adapun pelaksanaan pengabdian yang menjadi upaya penangan solutif yakni 1) Sosialisasi pentingnya pemahaman system pemasaran online. 2) Pelatihan mengoperasionalkan Sosial Media. 3) Pendampingan pengemasan produk. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini  sebagai pembaharuan strategi pemasaran UMKM dalam menghadapi gelombang Covid-19, oleh karenanya, program pengabdian ini menjadi penting dilaksanakan karena memberikan skema dalam pemulihan ekonomi UMKM. The writing of the results of the service regarding the Strengthening of Tilapia Pepes Business in Kluweh Village through online media aims to revive the role of MSMEs as an alternative in reducing unemployment and poverty alleviation. MSMEs are a solution for absorbing labor with skill innovations that are channeled to achieve income generation. However, the presence of Covid-19 has caused a slump in the economic stability of MSMEs. For this reason, there are efforts to implement service which are carried out by planning, implementing, and evaluating which begins with identifying the problem of the target group to harmonize the implementation of service. As for the implementation of service which is an effort to handle solutions, namely 1) Socialization of the importance of understanding the online marketing system. 2) Training to operate Social Media. 3) Assistance in product packaging. The purpose of the implementation of this service is to renew the the marketing strategy of MSMEs in the face of the Covid-19 wave, therefore, this service program is important to implement because it provides a scheme for the economic recovery of MSMEs.
PEMANFAATAN LIMBAH BIJI KARET MENJADI OLAHAN MAKANAN KRIPIK BERNILAI EKONOMIS Purnomo, Agus; Purnamasari, S.; Hadi, Abdul; Zahra Maulida, Atika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42025

Abstract

Banjarmasin merupakan daerah yang memiliki sungai yang luas dan pertanian dan perkebunan. Kalimantan selatan merupakan penghasil perkebunan karet terbanyak di pulau Kalimantan. Setiap hari para petani memetic hasil dari perkebunan karet sebesar 6,7 juta ton karet. Masyarakat Kalimantan selatan mengambil dari hasil pohon karet dalam bentuk getah yang bisa di jual. Adanya limbah biji karet yang tidak dimanfaatkan sehingga, limbah biji karet menjadi busuk dan mencermari lingkungan di sekitarnya. Adanya pemanfaatan limbah biji karet untuk dioleh menjadi olahan makanan yang memiliki nilai jual tinggi. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah biji karet dan menambah pendapatan masyarakat petani karet melalui olahan biji karet. Wanaraya adalah salah satu daerah di provinsi Kalimantan selatan kabupaten barito kuala memiliki luas lahan perkebunan karet terbesar di kabupaten barito kuala. Hasil dari perkebunan yang didapatkan di daerah wanaraya seperti:  pohon karet, pohon kelapa sawit, dan padi. Metode pelatihan pembuatan biji karet menjadi olahan makan seperti kripik biji karet dan kacang koro. Dalam pelatihan pembuatan makanan berbahan biji karet sebagai berikut: pertama memilih biji karet yang baru jatuh dari pohon, kedua, memisahkan kulit biji karet dari cangkang buah biji karet, ketiga, merebus daging biji karet, keempat, memisahkan buah biji karet dari kulit ari, kelima, pembuatan kripik dan kacang koro, keenam penjemuran, ketuju pengorengan kripik dan kacang koro, kedelapan pemberian rasa pada kripik dan kacang koro. Adanya pelaksanaan kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan makanan ringan berbahan biji karet kepada masyarakat petani karet untuk memberikan peluang usaha dan penambahan pendapatan masyarakat petani karet dalam memanfaatkan limbah biji karet menjadi olahan makanan yang bermanfaat, memiliki nilai jual, menambah pendapatan, dan mengurangi tingkat limbah biji karet yang tidak dimanfaatkan. Banjarmasin is an area that has a large river and agriculture and plantations. South Kalimantan is the largest producer of rubber plantations on the island of Kalimantan. Every day the farmers memetic the yield from rubber plantations amounting to 6.7 million tons of rubber. The people of south Kalimantan take from rubber tree products in the form of sap that can be sold. The existence of rubber seed waste that is not used so that rubber seed waste becomes rotten and pollutes the surrounding environment. Rubber seed waste is used to be obtained into processed food with a high selling value. The purpose of implementing community service is to train the community in utilizing rubber seed waste and increase the income of the rubber farmer community through processed rubber seeds. Wanaraya is one of the areas in the southern Kalimantan province of Barito Kuala regency, which has the largest rubber plantation area in Barito Kuala regency. The results of plantations obtained in the wanaraya area include rubber trees, oil palm trees, and rice. Training methods for making rubber seeds into processed foods such as rubber seed chips and koro beans. In training on making food made from rubber seeds, as follows: first, choose rubber seeds that have just fallen from the tree. Second, separate the rubber seed skin from the shell of the rubber seed fruit. Third, boil the rubber seed flesh. Fourth, separate the rubber seed fruit from the epidermis. Fifth, the manufacture of chips and koro beans. The sixth is drying, the aiming of chips frying and koro beans, and the eighth gives flavour to the chips and koro beans. The implementation of this activity is in the form of training on making snacks made from rubber seeds for the rubber farmer community to provide business opportunities and increase. The income of the rubber farmer community in utilizing rubber seed waste into processed foods that are useful, have selling value, increase income, and reduce the level of rubber seed waste that is not used.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMASARAN DIGITAL DALAM PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK-PRODUK KELOMPOK DISABILITAS DI KOTA BENGKULU Novrianda, Herry; Shar, Aan; Fitri, Marsellina; Muttaqin, Faisal
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42532

Abstract

Pemberdayaan ekonomi bagi kaum difabel di Kota Bengkulu sangat penting sebagai upaya untuk memberikan kemampuan kepada mereka sehingga dapat menjalankan aktifitas ekonominya sebagaimana layaknya orang dengan keadaan fisik yang sempurna. Salah satu organisasi yang memberdayakan kelompok difabel di Kota Bengkulu yaitu Mitra Masyarakat Inklusif (MMI). Keberadaan MMI sangat membantu kelompok masyarakat penyandang disabilitas sehingga masyarakat tersebut mampu menjadi pelaku UMKM yang mandiri dan memiliki daya saing serta tentunya dapat meningkatkan perekonomian. Unit usaha yang dimiliki MMI dalam memberdayakan kelompok disabilitas yaitu sektor jasa dan perdagangan seperti percetakan printing, konveksi, pembuatan kain basurek, laundy serta produk makanan dan minuman. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk-produk kelompok disabilitas di Kota Bengkulu melalui penerapan teknologi pemasaran digital. Metode pelaksanaan digunakan yaitu lesson study dengan tahapan persiapan pelatihan digital marketing, pelaksanaan pelatihan meliputi pelatihan pemanfaatan sosial media untuk mempromosikan produk dan pelatihan pembuatan konten iklan produk, serta monitoring praktik pemasaran dengan menerapkan teknologi digital oleh mitra dan evaluasi. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu mitra memiliki skills dalam memanfatkan teknologi digital marketing berupa penggunaan market place melalui aplikasi Tokopedia dan Google Bisnisku sebagai tempat transaksi jual beli, penggunaan media sosial Facebook Ads dan Instagram Ads untuk mempromosikan produk-produknya, serta mengetahui cara pembuatan konten iklan dan pengemasan/packaging produk yang menarik bagi konsumen. Economic empowerment for people with disabilities in Bengkulu City is very important as an effort to give them ability so that they can carry out their economic activities like people with perfect physical conditions. One of the organizations that empowers disabled groups in Bengkulu City is Inclusive Community Partners (ICP). The existence of ICP is very helpful for groups of people with disabilities so that the community is able to become independent and competitive MSMEs actors and course can improve the economy. The business units owned by ICP in empowering disability groups are the service and trade sectors such as printing, convection, manufacture of basurek cloth, laundry and food and beverage products. This service aims to increase sales of disability group products in Bengkulu City through the application of digital marketing technology. The implementation method used is lesson study with the stages of preparation for digital marketing training, the implementation of the training includes training on the use of social media to promote products and training in product advertising content creation, well as monitoring marketing practices by applying digital technology by partners and evaluation. The results of this service activity are partners have skills in utilizing digital marketing technology in the form of using market places through Tokopedia application and Google My Business as a place for buying and selling transactions, using social media Facebook Ads and Instagram Ads to promotion their products, and knowing how to create content advertising and packaging of products that are attractive to customer.
COMMUNITY BASED TOURISM AND VOLUNTOURISM ENHANCEMENT FOR KAMPUNG WISATA CISANGKAL IN PANGANDARAN Kurniawati, Linda; Thirafi, Luthfi; Sitio, Nurul Mardhiah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.46373

Abstract

Bangunkarya Village, which is located in Langkaplancar District, Pangandaran Regency, is a village that has natural tourism potential, including durian gardens, coffee plantations, rivers for hanging out together, and several saungs named Cisangkal Tourism Village. When compared to the surrounding villages, namely Selasari and Cintaratu, information regarding tourism potential, location access, umkm, and village facilities is very difficult to find. This is due to the lack of education about the management of tourism facilities to the village community. Aiming to provide education about the management of a tourist village and its benefits for the village economy, the community service team held a workshop related to a tourism village for residents in Bangunkarya Village. The results of the workshop show that the people of Bangunkarya Village have little access to information about managing a tourism village, while village officials still don't have the desire to build a community-based tourism village.
PELATIHAN LITERASI DIGITAL DI MEDIA SOSIAL BAGI GENERASI MUDA UNTUK MEMBANGUN BUDAYA KESANTUNAN Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani; Adji, Muhammad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42852

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh generasi milenial dalam menjalani kehidupan di era informasi dan teknologi adalah minimnya pengetahuan seputar kemampuan berbahasa, khususnya kesantunan berbahasa. Problematika ini menjadi pelik ketika mereka terjun hidup pada kehidupan sosial media yang penuh dengan kebebasan. Dari permasalahan ini kemudian muncul permasalahan-permasalahan turunan, seperti banyaknya hujatan, makian, cacian, dan praktik-praktik kekerasan bahasa lainnya. Oleh sebab itu, penyuluhan dan pembinaan tentang kesantunan berbahasa kepada mahasiswa FIB Unpad mendesak untuk segera dilakukan yang pada gilirannya nanti kemampuan kesantuan berbahasa ini menjadi kapital linguistik dalam menghadapi kehidupan baru era informasi dan teknologi. Penyuluhan dan pembinaan ini menggunakan metode ceramah, pretes dan postes, brainstorming, dan simulasi.  Hasil pengabdian ini adalah munculnya kesadaran dari mahasiswa dalam peningkatan kemampuan tentang kesantunan berbahasa yang dapat dijadikan sebagai kompetensi linguistik dalam menghadapi era teknologi dan informasi.The problem faced by the millennial generation in living life in the information and technology era is the lack of knowledge about language skills, especially language politeness. This problem becomes complicated when they live in a social media life that is full of freedom. From this problem, derivative problems emerged, such as the many blasphemy, curses, insults, and other violent language practices. Therefore, counseling and guidance on language politeness to FIB Unpad students is urgently needed which in turn will become linguistic capital in facing the new life of the information and technology era. This counseling and coaching uses lecture, pretest and posttest, brainstorming, and simulation methods. The result of this service is the emergence of awareness from students in increasing skills about language politeness which can be used as linguistic competencies in facing the era of technology and information.
DIGITALISASI MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI UMKM KABUPATEN PURWAKARTA PADA ERA NEW NORMAL Trena, Pratami Wulan; Rivani, Rivani; Nirmalasari, Healthy; Bekti, Zahnaz Mutiara Bintang; Sukmadewi, Rani; Novel, Nurillah Jamil Achmawati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.41733

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi industri Indonesia, khususnya dalam hal perekonomian. Hampir setiap bisnis di Indonesia pernah mengalami kegagalan ekonomi. Terutama usaha kecil dan menengah (UKM) dengan modal yang tidak mencukupi untuk tetap bertahan selama pandemi meskipun UKM memberikan kontribusi besar di sektor ekonomi. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplor upaya UMKM dalam bertahan pasca pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam program pengabdian pada masyarakat ini yaitu melalui webinar dan pendampingan untuk mendekati audiens serta menggunakan analisis SWOT. Selain itu, program ini juga membatasi  pada subsektor makanan dan minuman yang merupakan penyumbang pemasukan negara terbesar dari industri kreatif. Hasil program pengabdian ini menunjukkan secara keseluruhan penyesuaikan diri dengan perubahan kebiasaan, perilaku, dan teknologi yang terjadi selama pandemi menjadi perhatian penting untuk membentuk kembali visi, misi, tujuan, dan rencana bisnis baik secara langsung maupun jangka panjang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa para pelaku usaha UMKM subsektor makanan dan minuman di Kabupaten Purwakarta berada pada tahap adaptasi terhadap era digital pasca pandemi covid-19. The Covid-19 pandemic has had a huge impact on the Indonesian industry, especially in terms of the economy. Every business in Indonesia has experienced economic failure. Especially small and medium enterprises (SMEs) with insufficient capital to survive during the pandemic, even though SMEs make a major contribution to the economic sector. This service program aims to explore MSMEs' efforts to survive after the Covid-19 pandemic. The methods used in this community service program are webinars and mentoring to approach the audience and use SWOT analysis. In addition, this program also limits it to the food and beverage subsector, which is the largest contributor to state revenue from the creative industry. The results of this service program show that adjusting to changes in habits, behavior, and technology during a pandemic is an important concern for reshaping vision, mission, goals, and business plans immediately and in the long term. Based on these results, it can be concluded that the food and beverage subsector MSME business actors in Purwakarta Regency are at the stage of adaptation to the digital era after the co-19 pandemic.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PAKET WISATA GUNA MENDUKUNG AGROEDUWISATA KAMPUNG PASIR ANGLING Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Saidah, Zumi; Hasbiansyah, O
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.45617

Abstract

PasirAngling merupakan perkampungan yang berada di kaki Gunung Bukit Tunggul, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sosial budaya mendukung  upaya pertumbuhan ekonomi  Kampung Pasir Angling  melalui integrasi aktivitas pertanian, peternakan, perkebunan dan pariwisata dengn  konsep agrowisata pendidikan. Pengembangan agrowisata kampung psir Angling belum berjalan secra optimal.  Tujuan pengabdian masyarakat ini   adalah untuk memberdayakan potensi wisata  kampung Pasir Angling Desa Suntenjaya berbasis agroeduwisata melalui pembuatan paket wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan  pendekatan  Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, FGD serta pendampingan yang berorientasi pada  pemberdayaan masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat atas potensi wisata dan meningkatkan keterampilan  masyarakat dalam  membuat paket wisata  yang kreatif berdasarkan potensi yang dimiliki. Selanjutnya diperlukan pendampingan yang konsisten dari pemerintah daerah  dan  Dinas  Kebudayaan dan pariwisata agar dapat meningkatkan promosi  paket agroeduwisata tersebut secara gencar menggunakan  media sosial internet dan   kerjasama dengan biro perjalanan wisata.   
OPTIMALISASI PENGGUNAAN SOCIAL MEDIA MARKETING BAGI PENGURUS KOPERASI PADA KOPERASI KOTA BANDUNG Chan, Arianis; Herawaty, Tetty; Muhyi, Herwan Abdul; Novel, Nurillah Jamil Achmawati; Sukmadewi, Rani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43791

Abstract

Di era digital, koperasi didorong berkembang dan modern dengan kemampuan adaptasi baik secara sumber daya manusia maupun teknologi. Pada tahun 2019, jumlah koperasi aktif sebanyak 123.048 unit dengan volume usaha Rp154 triliun dan jumlah anggota sekitar 22 juta orang. Sedangkan pada Desember 2020, jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit dengan volume usaha Rp174 triliun dan jumlah anggota sekitar 25 juta orang. Pengembangan koperasi pun memiliki tantangan sendiri, sehingga perlu dilakukan upaya penguatan peran koperasi. Terkait dengan pengelolaan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM koperasi, penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan serta kemitraan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi adalah melalui modernisasi koperasi. Pelatihan Optimalisasi Penggunaaan Social Media Marketing bagi Pengurus Koperasi pada Koperasi Kota Bandung ditujukan meningkatkan pengetahuan dan  kompetensi  pengurus koperasi dalam pengelolaan media sosial untuk media marketing koperasi. Melibatkan peserta yang berasal dari pengurus koperasi di Kota Bandung binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinas KUMKM) Kota Bandung. Kegiatan ini menghasilkan capaian target utama yaitu peningkatan pengetahuan pengurus koperasi tentang social media serta peningkatan kemampuan pengelolaan social media marketing, berdasarkan self-assessment yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan. Maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini  telah berhasil dilaksanakan dengan beberapa evaluasi yang perlu ditindaklanjuti untuk  optimalisasi kompetensi social media marketing bagi koperasi. In the digital era, cooperatives are encouraged to develop and be modern with adaptability in terms of human and technological resources. In 2019, the number of active cooperatives was 123,048 units, with a business volume of IDR 154 trillion and around 22 million members. Whereas in December 2020, the number of active cooperatives was 127,124 units, with a business volume of IDR 174 trillion and about 25 million members. The development of cooperatives also has challenges, so it is necessary to strengthen the role of cooperatives. Related to the management of institutional management, increasing the capacity of cooperative human resources, and the use of technology and information systems both in cooperative management and in running their business, it is necessary to provide guidance and assistance as well as partnerships. One of the efforts that can be made to overcome the challenges faced is the modernization of cooperatives. Training on Optimizing the Use of Social Media Marketing for Cooperative Management at Bandung City Cooperatives aims to increase the knowledge and competence of cooperative management in managing social media for cooperative marketing media. Involving participants from cooperative management in the city of Bandung assisted by the Office of Cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises (Dinas KUMKM) of Bandung City. This activity resulted in the achievement of the primary target, namely increasing the knowledge of cooperative management about social media marketing and the ability to manage social media marketing, based on the self-assessment before and after the training. So this training has been successfully carried out with several evaluations that need to be followed up to optimize social media marketing competencies for cooperatives..
PENDAMPINGAN LEMBAGA LOKAL DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENDUKUNG BUDIDAYA MAGGOT Darwis, Rudi Saprudin; Gutama, Arie Surya; Resnawaty, Risna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43284

Abstract

Pemanfaatan sampah organik yang berasal dari rumah tangga akan dapat mengurangi pencemaran Sungai Citarum. Kajian ini bertujuan menggambarkan upaya pengembangan tindakan kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah organik yang sekaligus juga mendukung upaya pengembangan budidaya maggot di Desa Rancamanyar. Metode yang digunakan dalam pengembangan tindakan kolektif adalah pendampingan terhadap karang taruna sebagai lembaga lokal yang mengembangkan potensi budidaya maggot dengan memanfaatkan sampah organik dari rumah warga masyarakat. Upaya pengelolaan sampah organik di Desa Rancamanyar oleh lembaga karang taruna sejalan dengan pengembangan budidaya maggot yang sedang dijalankannya. Pendampingan terhadap karang taruna dalam pengembangan tindakan kolektif melalui kegiatan penyuluhan dapat memberikan wawasan tentang pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga serta dukungannya terhadap upaya pengembangan budidaya maggot. Pemahaman yang dicapai melalui kegiatan penyuluhan perlu ditindaklanjuti dengan kesepakatan dan ketentuan pengurus RT/RW mengenai pengelolaan sampah tersebut agar sinergi dengan upaya dari karang taruna. Utilization of organic waste originating from households will be able to explain the pollution of the Citarum River. This study aims to describe efforts to develop community collective action in organic waste management which at the same time supports efforts to develop maggot cultivation in Rancamanyar Village, Baleendah District, Bandung Regency. The method used in developing collective action is assisting youth organizations as a local institution that develops the potential for maggot cultivation by utilizing organic waste from the homes of community members. Efforts to manage organic waste in Rancamanyar Village by the youth organization are in line with the development of maggot cultivation which it is currently carrying out. Assistance to youth organizations in developing collective action through extension activities can provide insight into waste management at the household level and support for efforts to develop maggot cultivation. The understanding achieved through outreach activities needs to be followed up with agreements and provisions of the RT/RW management regarding waste management so that it is in synergy with the efforts of youth organizations.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue