cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
CONTENT MARKETING SEBAGAI STRATEGI RESILIENSI UMKM BATIK LAWEYAN SURAKARTA MENGHADAPI TANTANGAN SOCIETY 5.0 Auliarahman, Lutfi; Adhihendra, Brian Gregory; Mayasari, Desy; Ayuninggar, Lintang; Farahdiba, Dea; Hirianto, Reno Firman Anriza; Candra, Maeda Dicky
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42507

Abstract

Pasca mewabahnya pandemi Covid-19 mengakibatkan banyaknya UMKM yang terdampak yang mengakibatkan omzet dan volume penjualan mereka menurun secara drastis, termasuk Kampoeng Batik Laweyan (KBL). Berdasarkan hasil analisa, diskusi, dan observasi di lokasi tersebut, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin batik di Kampoeng Batik Laweyan selaku mitra pengabdian, yaitu (a) menurunnya omzet penjualan selama pandemi Covid-19, (b) mitra belum mampu memanfaatkan platform digital dengan baik sebagai media promosi, (c) masih banyak masyarakat yang belum memahami makna batik yang sebenarnya karena minimnya sosialisasi. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan pengrajin batik KBL mampu bangkit kembali pasca pandemi Covid-19. Adapun solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah membangun strategi content marketing yang meliputi (a) membuat perencanaan dan guidelines strategi content marketing, (b) memproduksi konten sebagai bahan promosi untuk membangun awareness, (c) memberdayakan media sosial dan platform digital lainnya guna mendistribusikan konten, (d) melakukan content promotion secara digital menggunakan platform Facebook Ads dan Google Ads. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan prinsip transfer pengetahuan dari tim pengabdian kepada pihak Kampoeng Batik Laweyan dengan memenuhi aspek KAP (Kognitif, Afektif, Psikomotorik), dalam bentuk (a) diseminasi informasi; (b) pendampingan; dan (c) monitoring dan evaluasi. Program pengabdian ini telah menghasilkan berbagai konten yang berupa gambar dan video untuk meningkatkan awareness KBL di media sosial. Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, program pengabdian ini telah berhasil meningkatkan followers dan engagement pada akun media sosial Kampoeng Batik Laweyan serta mampu meningkatkan pemahaman pengusaha batik di sana terkait urgensi content marketing. After the outbreak of the Covid-19 pandemic, many MSMEs were affected which resulted in their turnover and sales volume dropping drastically, including Kampoeng Batik Laweyan (KBL). Based on the results of analysis, discussions and observations at the location, there are several problems faced by batik craftsmen at Kampoeng Batik Laweyan as service partners, namely (a) decreased sales turnover during the Covid-19 pandemic, (b) KBL has not been able to utilize the platform digitally well as a promotional medium, (c) there are still many people who do not understand the true meaning of batik because of the lack of socialization. The purpose of this community service program is to empower KBL batik craftsmen to be able to bounce back after the Covid-19 pandemic. The solution offered to partners is to develop a content marketing strategy which includes: (a) planning and guidelines for content marketing strategies, (b) producing content as promotional material to build awareness, (c) empowering social media and other digital platforms to distribute content, (d) carry out content promotion digitally using the Facebook Ads and Google Ads platforms. The method used in this service activity uses the principle of transferring knowledge from the service team to Kampoeng Batik Laweyan by fulfilling KAP (Cognitive, Affective, Psychomotor) aspects, in the form of (a) information dissemination; (b) assistance; and (c) monitoring and evaluation. This service program has produced various content in the form of pictures and videos to increase KBL awareness on social media. With various activities carried out, this service program has succeeded in increasing followers and engagement on Kampoeng Batik Laweyan's social media accounts and has been able to increase the understanding of batik entrepreneurs there regarding the urgency of content marketing.
SOSIALISASI LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN KEPADA PELAKU USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH Suryanto, Suryanto
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43798

Abstract

Permasalahan klasik yang dihadapi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terletak pada pengelolaan keuangan. Pelaku UMKM banyak yang kesulitan dalak memenuhi kebutuhan pembiayaan karena ketidaktahuan prosedur dan tata cara mengajukan pembiayaan ke Lembaga keuangan. Stigma yang tertanam pada pengetahuan pelaku UMKM bahwa mengajukan sumber pembiayaan harus memenuhi berbagai persyaratan administrative. Namun mereka kesulitan dan tidak mampu untuk memenuhinya. Pengetahuan mereka mengenai Lembaga keuangan masih terbatas, oleh karena itu diperlukan adanya peningkatan pemngetahuan mengenai literasi dan inklusi keuangan. Metode palaksanaan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini yaitu dengan diskusi dan tanya jawab. Nara sumber yang dihdirkan dalam kegiatan tersebut berasasl dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Bank bjb, dan pelaku usaha financial technology (fintech). Para pelaku UMKM yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok usaha dari berbagi bidang usaha. Hasil dari kegiatan PPM ini cukup baik, para pelaku UMKM mengalami peningkatan dalam literasi dan inklusi keuangan. Hal tersebut terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan adanya kenaikan literasi dan inklusi keuangan pelaku UMKM.
SOSIALISASI PEMUDA CERDAS POLITIK: MEWUJUDKAN SWING VOTERS SEBAGAI SUBJEK POLTIIK DALAM PEMILU Witianti, Siti; Solihah, Ratnia; Paskarina, Caroline
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.41840

Abstract

Swing voters merupakan segmen yang diperebutkan dalam Pemilu. Salah satu bagian dari segmen swing voters adalah pemilih pemuda, sehingga pemuda seringkali dijadikan sebagai objek politik dari peserta pemilu. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupaya untuk membangun kembali potensi pemuda sebagai subjek politik, sehingga memiliki posisi penting dalam berbagai dimensi politik. Program ini dilakukan dengan cara seminar dan pengisian pre test dan post test. Hasil dari program ini menunjukan bahwa pemuda di Kota Bandung umumnya siap untuk memilih dan berpartisipasi aktif dalam politik. Selain itu, program ini menggambarkan bahwa pemuda di Kota Bandung dapat lebih berperan dalam politik, khususnya dalam Pemilu. 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PERCEPATAN PERAN DESA UNTUK MENCAPAI SDGs DESA TANPA KEMISKINAN DI DESA MEKARSARI, KECAMATAN SELAAWI, KABUPATEN GARUT Buchari, Rd. Ahmad; Darmawan, Ivan; Utami, Sawitri Budi; Novel, Nurillah Jamil Achmawati; Qisty, Jovanscha; Sandjaya, Teguh; Susetyaningsih, Adi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43451

Abstract

Desa Mekarsari merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Selaawi yang memiliki potensi ekowisata berupa bambu yang dijadikan bambu kreatif (bambu kriya) dan sangkar burung. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan pemanfaatan  teknologi untuk optimalisasi ekowisata desa serta penyebarluasan potensi desa memalui video dokumenter. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menghasilkan satu video dokumenter yang memperkenalkan potensi Kecamatan Selaawi, khususnya Desa Mekarsari dan Mini Workshop yang terdiri dari pemberian materi mengenai marketplace dan materi menjadi konten kreator dan pembuatan konten yang baik. Sebelumnya, hasil observasi menunjukkan pemanfaatan media digital dalam pemasaran produk bambu masih sangat terbatas. Hasil program pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para pengrajin terhadap akses pemasaran digital dan ekspor impor produk bambu. Mekarsari Village is one of the Selaawi District villages with ecotourism potential in the form of bamboo, which is made into creative bamboo (crafted bamboo) and bird cages. This community service activity aims to increase knowledge and use of technology to optimize village ecotourism and disseminate village potential through documentary videos. This Community Service Program produced a video documentary that introduced the possibility of Selaawi District, especially Mekarsari Village, and a Mini Workshop, which consisted of providing material on marketplaces and materials on becoming content creators and making good content. Previously, the results of observations showed that the use of digital media in marketing bamboo products was still minimal. The results of this community service program show an increase in the knowledge and skills of artisans regarding access to digital marketing and the export and import of bamboo products.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP MANFAAT KEGIATAN URBAN FARMING Wulandari, Indri; Abdoellah, Oekan Soekotjo; Suparman, Yusep; Mulyanto, Dede; Basagevan, Rahma Maulia Fadli; Fianti, Nafa Destri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.45634

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia. Untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah perkotaan, umumnya mengandalkan hasil produksi pertanian dari wilayah pedesaan. Namun, hal ini menyebabkan alih fungsi lahan di wilayah pedesaan, yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Dengan demikian, masyarakat di wilayah perkotaan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Upaya yang dapat dilakuakn ileh masyarakat perkotaan adalah dengan melakukan kegiatan urban farming. Disamping memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan sebagai bentuk ketahanan pangan, urban farming juga memberikan manfaat lain dan belum banyak dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan atau meningkatkan pemahaman pada masyarakat terhadap manfat urban farming. Pengumpulan data dilakukan dengan metode campuran (mix method) antara metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data kualitatif adalah dengan wawancara mendalam pada informan dan untuk data kuantitatif dengan menyelenggarakan pre-test dan post-test pada responden, yang akhirnya dilakukan penilaian terhadap masing-masing tes. Masyarakat memahami pentingnya kegiatan pertanian untuk ketahanan pangan dan memiliki keingintahuan untuk melakukannya. Akan tetapi, masyarakat belum memahami manfaat kegiatan urban farming lainnya, selain untuk memenuhi kebutuhan pangan. Setelah dilakukan pemberian materi dan informasi mengenai tujuan dan manfaat urban farming, melalui skema penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman pada responden. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil penilaian post-test dibandingkan pre-test sebesar 20%. Dengan mengikuti kegiatan penyuluhan ini masyarakat memahami bahwa urban farming penting untuk ketahanan pangan serta juga memberikan pendapatan rumah tangga dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah perkotaan.
SOSIALISASI NASKAH STORY-TELLING TRADISIONAL DARI TINGKOK DAN JEPANG KEPADA DIABILITAS Ginanjar, Pika Yestia; Afrina, Uray; Cleveresty, Tri Bigrit; Maarif, Samsul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43301

Abstract

Sosialisasi yang kami lakukan bertujuan untuk menambah referensi dan menambah bacaan dalam bentuk audiobook kepada penyandang disabilitas yang dinaungi oleh Cahaya Inklusi Indonesia (CAI). Naskah yang kami gunakan adalah empat cerita tradisional dari Tiongkok dan dari Jepang. Naskah kami sediakan dalam bahasa asli Tiongkok dan Jepang, serta dalam bahasa Indonesia sebagai terjemahannya. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara daring, diawali dengan pemaparan cara pengejaan bahasa Tiongkok, serta materi tentang naskah bahasa Jepang. Naskah Tiongkok diambil dari tiga judul cerita Hong Lou Meng, Shi Er Shengxiao (12 shio), dan Nian (monster Nian). Sedangkan naskah rakugo bahasa Jepang diambil dari cerita Jugenmu, Tengu Sabaki, Hatsutenjin, dan Manjuu Kowai. Selain itu kami sediakan juga daftar kosakata dalam bahasa Jepang dan kosakata bahasa Tiongkok sehingga memungkinkan untuk dipelajari secara mandiri. Sosialisasi diterima dengan sangat antusias oleh CAI, sehingga rekaman acara maupun file audiobook naskah keseluruhan pun kami sediakan supaya dapat diakses kembali oleh penyandang disabilitas.
PEMBINAAN KELUARGA DAN ANAK DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II BANDAR LAMPUNG Manurung, Idawati; Amperaningsih, Yuliati; Kohir, Dedek Saiful
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42830

Abstract

Anak bermasalah hukum, setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan, akan bergabung ladi dengan keluarga dan keluarga harus menerima anak kembali. Anak yang telah keluar penjara, masih memiliki kewajiban  lapor ke Balai Pemasyarakatan untuk dapat bimbingan dari Pembimbing Kemasyarakatan sehingga tidak melakukan perilaku kriminal lagi dan mendapat latihan keterampilan hidup mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah mengadakan terapi kelompok keluarga dan anak agar komunikasi dan emosi anak dan keluarga pulih,  staf pembimbing   memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan terapi kelompok keluarga dan anak, terapi kelompok keluarga dan anak dapat terlaksana secara terprogram dan terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Balai Pemasyarakatan, Bandar Lampung, dimulai dengan pelatihan staf pembimbing  tentang terapi kelompok, mengundang 40 anak dan keluarganya untuk mengikuti terapi kelompok.  Hasilnya,10 staf pembina berhasil melakukan terapi kelompok, sikap-sikap negatif antara anak dan keluarga berkurang, ada perbedaan yang bermakna antara komunikasi dan emosi keluarga dan anak antatara sebelum dan sesudah enam kali. terapi kelompok keluarga dan anak. Kesimpulan, komunikasi dan emosi anak membaik melalui terapi kelompok keluarga dan anak.  Terapi kelompok keluarga dan anak terbukti cepat memulihkan komunikasi dan emosi keluarga dan anak, lebih efektif dan efisien karena dalam waktu cepat bisa menjangkau banyak orang.  Pelaksanaan terapi kelompok keluarga dan anak memuaskan keluarga, anak dan staf pembina. Saran, sebaiknya terapi kelompok ini tetap dilanjutkan dengan tetap melibatkan staf pembimbing, anak dan keluarganya. Para staf pembimbing disarankan untuk tetap melakukan kegiatan terapi ini dengan mandiri, menambah pengetahuan, dan meningkatkan kreatifitas kegiatan-kegiatan dalam terapi.  
INTERVENSI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK DI KUTAI KARTANEGARA DAN SAMARINDA Saputra, Rudi; Sanjaya, Regina Anastasia; Maina, Annin Dya; Ulyah, Rochimah Thul; Fikriah, Ika; Khotimah, Siti; Bakhtiar, Rahmat; Sudarso, Sulistiawati; Sawitri, Endang
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42526

Abstract

Stunting berkaitan erat dengan kekurangan nutrisi pada anak. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi balita pendek sebesar 19,3% dan sangat pendek 11,5% di Indonesia. Stunting dapat menyebabkan dampak yang merugikan pada anak, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak ini sangat merugikan bagi negara. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempercepat penurunan angka stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mencegah stunting pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat lokasi, yaitu di Desa Loa Raya Kutai Kartanegara, Panti Asuhan Nur Fisabilillah Hasanah Samarinda, Panti Asuhan ‘Aisyiyah Al-Walidaturrahmah Samarinda, serta simpang empat flyover Air Hitam, Samarinda. Di Desa Loa Raya, peserta kegiatan ini adalah murid-murid Pembinaan Anak-anak Usia Pra Sekolah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Kalimantan Timur Desa Loa Raya, orang tua atau wali murid, dan staf pengajar. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 25 orang. Kegiatan yang dilakukan berupa senam pagi bersama, pemeriksaan antropometri murid-murid, makan bubur kacang hijau dan minum susu kotak bersama, serta pelaksanaan seminar kesehatan tentang “Cara Pemberian ASI yang Benar dan Pentingnya Imunisasi Lengkap Bagi Anak”. Berdasarkan hasil pengukuran antropometri, ditemukan sebanyak 82,0% murid berstatus gizi kurus dan hanya 9,0% murid yang berstatus gizi normal. Didapatkan juga prevalensi stunting sebesar 18,2%. Antusias masyarakat terhadap kegiatan pengabdian ini sangat tinggi dan pengetahuan masyarakat terkait stunting semakin meningkat. Stunting is closely related to malnutrition in children. According to Basic Health Research data 2018, the prevalence of small toddlers is 19.3% and very small 11.5% in Indonesia. Stunting can have a detrimental impact on children, both short and long term. This impact is very detrimental to the country. Therefore, efforts are needed to support the Government of Indonesia in accelerating the reduction of stunting rates. This community service aims to educate the public in preventing stunting in children. This community service activity was carried out in four locations, namely at Loa Raya Village in Kutai Kartanegara, Nur Fisabilillah Hasanah Orphanage in Samarinda, ‘Aisyiyah Al-Walidaturrahmah Orphanage in Samarinda, and the intersection road of Air Hitam flyovers in Samarinda. At Loa Raya Village, Preschool Child Development, Indonesian Family Planning Association, East Kalimantan, Loa Raya village students, parents, and teachers all took part in this activity. There were 25 participants. The activities carried out are morning gymnastics, students’ anthropometry examinations, ate mung bean porridge and drank boxed milk together, and a health seminar about “The Correct Way of Breastfeeding and the Importance of Complete Immunizations for Children”. Based on anthropometric measurements, 82.0% of students were found that underweight and only 9.0% of students had normal nutritional status. Also found stunting prevalence of 18.2%. The implementation of this charity went smoothly. Community enthusiasm for this service is very high and public knowledge regarding stunting is increasing.
PELATIHAN TARI ASWA DIRANDRA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI POTENSI WISATA DI DESA MUNCAR KABUPATEN SEMARANG Paranti, Lesa; Jazuli, Muhammad; Salafiyah, Nafik; Khamdani, Muhammad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.42688

Abstract

Desa Muncar Kabupaten Semarang tengah meneguhkan diri sebagai desa wisata, oleh sebab itu dibutuhkan upaya optimalisasi potensi wisata khususnya kesenian. Permasalahan dalam pengabdian sebagai berikut : 1) Dibutuhkan pengembangan seni Jaran Kepang yang dikemas untuk penyajian kepada wisatawan dan paket eduwisata dengan kriteria yang sesuai dengan ciri seni wisata; 2) Belum adanya tarian untuk anak-anak Desa Muncar yang bersumber dari kesenian daerah setempat. Kedua permasalahan tersebut menjadi latar belakang tim yang bersinergi dengan mahasiswa KKN (melalui program UNNES GIAT Angkatan 1) melakukan optimalisasi potensi khususnya seni tari dengan mengembangkan kesenian Jaran Kepang yang diberi judul Tari Aswa Dirandra dan mengajarkannya kepada anak-anak Desa Muncar. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penciptaan tari dan metode pelatihan tari yang terdiri atas 3 tahap yaitu pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil program yaitu telah terbentuk Tari Aswa Dirandra yang terdiri atas 7 ragam gerak dengan durasi sekitar 10 menit. Anak-anak Muncar sejumlah 10 orang dapat menarikan Tari Aswa Dirandra dengan baik, terbukti pada saat mereka tampil dalam acara Expo Mahasiswa UNNES GIAT 1 dapat membawakan tarian secara baik dengan memenuhi aspek wiraga, wirama dan wirasa. Berdasarkan hasil evaluasi tim pengabdi terhadap peserta, dapat disimpulkan bahwa dari 10 peserta terdapat 6 anak memiliki kriteria sangat baik, 3 anak dengan kriteria baik, dan 2 orang anak memiliki kriteria cukup baik. Selain evaluasi individu, pengabdi juga melakukan evaluasi kelompok karena pada dasarnya tari Jaran Kepang merupakan tari kelompok. Oleh sebab itu dibutuhkan kebersamaan dan kekompakan antar penari.
DEVELOPMENT OF SOLAR-POWERED FISHING BOATS WITH LEAK THREAT SENSOR SYSTEM: A SUSTAINABLE SOLUTION FOR INDONESIAN FISHERMEN Muzaki, Imam; Wijaya, Mirza Mahbub; Dewadi, Fathan Mubina; Tsabitha, Naswa Bayu; Soeprapto, Adam Cahya; Hakim, Fauzan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.54226

Abstract

The use of ships as transportation vessels has a relatively low accident rate due to the incorporation of prevention and mitigation facilities in ship construction. However, with the increasing demand and variety of ships, the need for electrical energy on board fluctuates significantly. Utilizing ship power generators can harness solar energy as an alternative source of electrical energy. Indonesia's solar energy potential is approximately 4.8 kWh/m2, covering regions across the country. Therefore, the research team aims to develop the KISAT SAKSI (Bright Solar Fishing Boat, Leak Threat Sensor System) energy. Solar energy is abundant near the equator and available throughout the year, except during rainy seasons. Solar energy can be used as an alternative to traditional, increasingly limited, and expensive energy sources. The data contained in this document are derived from publications, manufacturers, relevant government agencies, scientific literature, and other sources. Solar energy utilization as electrical energy can be achieved by installing solar panels on ships. The generated electrical energy can power ship propellers, electrical equipment, be used for ship lighting at night, or serve as a leak detection tool for fishing boats. The utilization of solar power systems can also have positive impacts on fishermen, including enhancing health, economics, environmental sustainability, and fostering independent fishermen.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue