cover
Contact Name
I.G.A.AG Dewi Sucitawathi P
Contact Email
iga_dewi@undiknas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iga_dewi@undiknas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial
ISSN : 25973657     EISSN : 25812424     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Nasional, dengan terbitan berkala tiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial memuat artikel Hasil Penelitian dan Studi Kepustakaan dari cabang ilmu Administrasi Publik, Ilmu Politik dan Hubungan Internasional, Komunikasi, Sosiologi dan Ilmu Politik, Ilmu Sosial (Lain-Lain).
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
PELUANG PARADIPLOMASI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI LAMPUNG, INDONESIA DAN LOS RIOS, EQUADOR Setyorini, Fitri Adi; Pujiyanto, M. Aris
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6233

Abstract

Tulisan ini menganalisis peluang paradiplomasi sebagai strategi dalam membangun ketahanan pangan melalui studi kasus Provinsi Lampung, Indonesia, dan Provinsi Los Rios, Ekuador. Ketahanan pangan menjadi isu global yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, pandemi, konflik geopolitik, dan ketimpangan ekonomi yang menyebabkan terganggunya rantai pasok dan produksi pangan. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan baru yang melibatkan aktor-aktor sub-nasional, seperti pemerintah daerah, dalam menjalin kerja sama internasional yang responsif dan adaptif. Dalam konteks ini, paradiplomasi memberikan ruang bagi daerah untuk menjalin kemitraan lintas batas secara langsung tanpa harus melalui jalur diplomatik formal pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi, tantangan, dan hasil paradiplomasi kedua provinsi dalam memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik analisis tematik terhadap data sekunder dari dokumen kebijakan, laporan internasional, dan publikasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradiplomasi membuka peluang transfer teknologi pertanian berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan lintas daerah, serta pengembangan rantai nilai pangan yang berbasis keunggulan lokal. Meskipun belum terdapat MoU resmi, strategi paradiplomasi informal seperti partisipasi dalam pameran internasional, kunjungan delegasi, dan pertemuan dagang telah menjadi langkah awal yang efektif. Studi ini menyimpulkan bahwa paradiplomasi merupakan instrumen strategis yang dapat direplikasi oleh daerah lain dalam membangun ketahanan pangan lokal yang inklusif dan berdaya saing global.
THE ROLE OF DIGITAL LITERACY AND TECHNOLOGY ADOPTION IN FACILITATING SOCIAL TRANSFORMATION IN AFGHANISTAN Hakimi, Musawer; Sediqi, Mateeullah; Kohistani, Ahmad Jamy; Quraishi, Tamann
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6809

Abstract

In Afghanistan, the rate of technological development is balanced by the challenges of digital literacy due to sociopolitical instability, the lack of infrastructure, and educational disparities. This research not only examined the landscape of digital literacy and technology use for Afghan adults, but also the challenges and opportunities around using technology. A quantitative cross-sectional design was employed and data were collected from 300 individuals aged 18 and older, representing urban and rural areas. Demographic representation was assured through purposive sampling by gender, age, education, and occupation. Data to assess participants digital skills, technology use, and perceived barriers to digital literacy and technology were collected through a five-point Likert scale questionnaire which relied on previously validated digital literacy frameworks. The participants completed the survey questions either face-to- face as part of an interview, or an online survey available in Dari and Pashto. The findings indicate that there are considerable gaps in access to, and skills to use, digital technologies, especially for rural and lesser educated groups, and identify distance and as a consequence reinforcing the digital divide in Afghanistan.This study fills a major gap in the research literature on digital literacies and provides an empirical study from a conflict-affected country such as Afghanistan, which is one of the few on this topic. This study also provides insights into complex links between sociopolitical instability and gender inequities and educational impediments to digital exclusion. The study underscores the need for improved access to technology and infrastructure as key factors in digital literacy initiatives. By presenting data-driven evidence from Afghanistan, this research adds a critical perspective to global digital literacy discussions, serving as a model for similar contexts. Policymakers and development organizations can use these findings to close digital divides and foster long-term digital empowerment in Afghanistan.
MAKNA PEOPLE CENTERED DEVELOPMENT MELALUI KEKERASAN SEKSUAL PADA FILM WOMEN FROM ROTE ISLAND 2024 Nomlen, Kristin E.J; Yoehanto, Ellena Rachel
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i1.5753

Abstract

Komunikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari teknologi dan pengembangan kehidupan manusia, seiring dengan beragam kehadiran media massa. Pengembangan sebuah wilayah terkait dengan kesejahteraan manusia seperti meminmalisir bahkan meniadakan kekerasan seksual, membutuhkan pengembangan sumber daya manusia selain alam yang menjadi konsep dari kesejahteraan dalam pembangunan itu sendiri. People Centered Development harusnya menjadi fokus dari pembagunan sebuah wilayah bukan sekedar alam maupun bangunan disebuah wilayah. Film merupakan wadah dalam penyebaran informasi bahkan nilai atau ideologi tertentu sebagai bagian dari komunikasi massa. Tujuan penelitian ini untuk memperdalam makna dari film Woman from Rote Island terkait People Centered Development dengan berfokus pada pengembangan manusia itu sendiri melalui kekerasan seksual yang diangkat dalam film ini. Dengan menggunakan metode kualitatif semiotika dan teori feminisme wacana sara mills. Sumber data primer menggunakan studi dokumentasi dan observasi sedangkan sumber data sekunder menggunakan studi literatur. Ditemukan terdapat 3 makna PCD pada scene film yaitu Kesadaran akan pelaku adalah orang terdekat, kekerasan seksual tak dianggap tabu atau tindakan kriminal dan saksi menjadi reaksi Mama-Mama. Oleh karena itu, film Women From Rote Island menjadi fokus utama dalam penelitian ini untuk mengkaji lebih lanjut mengenai kekerasan seksual.
PERAN BAHASA EKONOMI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN ISU EKONOMI DI MEDIA CETAK DAN ONLINE Nikmah, Faizzatun; Subhan, Roni
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i1.5912

Abstract

Bahasa ekonomi dapat memberikan informasi tentang ekonomi secara lebih spesifik, tepat, dan terstruktur. Istilah ekonomi seperti inflasi, deflasi, dan suku bunga membantu pembaca lebih memahami kondisi perekonomian. Penggunaan bahasa ekonomi, baik di media cetak maupun online, memainkan peran secara efisien untuk menyampaikan informasi,serta  dapat dimengerti oleh beragam kalangan pembaca. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki tentang penggunaan bahasa ekonomi dalam media cetak dan online dengan mengidentifikasi isu-isu terkait penggunaan bahasa ekonomi, serta menggunakan framing untuk mempengaruhi opini publik terhadap isu-isu ekonomi. Metode yang diterapkan adalah analisis konten dan survei. Analisis konten dan survei yang dilakukan yaitu dengan menganalisis bahasa-bahasa ekonomi yang terdapat dalam media cetak dan online, lalu melakukan survei dengan cara mengumpulkan data dari responden melalui pertanyaan. Dalam hal ini, peneliti akan mengumpulkan beberapa data dari artikel yang diambil secara acak dari media cetak dan online. Pembahasan tentang bahasa ekonomi tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami isu-isu tersebut yang meliputi kebijakan fiskal, inflasi pergerakan pasar saham, dan perkembangan ekonomi global yang sering kali sulit dipahami oleh masyarakat umum. Dengan banyaknya istilah teknis dan konsep yang rumit, para penulis media kini dituntut untuk memberikan informasi dengan jelas, akurat, dan dapat dipahami oleh pembaca yang memiliki latar belakang pendidikan dan pemahaman ekonomi yang beragam. Meskipun media cetak dan online berupaya menyederhanakan bahasa dan membuatnya lebih mudah dipahami, masih terdapat beberapa tantangan terutama bagi pembaca yang tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa ekonomi yang memadai. Kebingungan bisa muncul ketika orang memahami istilah ekonomi yang sama tapi memaknainya berbeda, dan perbedaan penggunaan istilah di media yang berbeda dapat menghilangkan makna yang disampaikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkuat pemahaman bahasa ekonomi di masyarakat.
LEGITIMASI UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI KONFLIK Runnada, An Nisa Khudd
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i1.6038

Abstract

Penelitian ini mengkaji legitimasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dari perspektif teori konflik. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi kasus di Kabupaten Malang dengan melibatkan masyarakat, pelaku industri, dan pekerja pabrik sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan analisis dokumen terkait UU Cipta Kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU Cipta Kerja memiliki tingkat legitimasi yang rendah di mata masyarakat, terutama buruh dan sebagian UMKM. Rendahnya legitimasi ini disebabkan oleh tiga faktor utama: kurangnya akomodasi aspirasi masyarakat dalam proses pembentukan, substansi undang-undang yang dianggap lebih menguntungkan pengusaha, dan adanya ketidakseimbangan kepentingan yang memicu konflik antara pemerintah dan masyarakat. Ketidakjelasan implementasi dan potensi penurunan hak pekerja menjadi sorotan utama. Artikel ini merekomendasikan perlunya dialog yang lebih inklusif, sosialisasi yang efektif, evaluasi berkala, dan penegakan hukum yang kuat untuk meningkatkan legitimasi dan efektivitas implementasi UU Cipta Kerja.
IMPLEMENTASI THE CIRCULAR MODEL OF SOME DALAM PENGELOLAAN CYBER PUBLIC RELATIONS KEPOLISIAN DI ERA DIGITAL Pane, Marsito; Ghanistyana, Lathifa Prima; Affipah, Indira Lutfiatul; Cahyani, Rhegita Novia; Kartika , Sinta Widya
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i1.6125

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengelolaan akun Instagram @polresmetrotangerangkota dalam membangun kepercayaan publik melalui strategi komunikasi digital. Di era digital, institusi kepolisian perlu membangun komunikasi yang efektif, transparan, dan interaktif agar dapat menjangkau serta melibatkan masyarakat secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun tersebut menerapkan strategi komunikasi berbasis The Circular Model of SoMe for Social Communication yang dikembangkan oleh Regina Luttrell, yang terdiri dari empat tahap utama: share, optimize, manage, dan engage. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi konten Instagram, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi serta dipetakan melalui analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan dan tantangan strategi komunikasi digital yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @polresmetrotangerang telah secara efektif menerapkan keempat tahapan model SoMe: menyebarkan informasi secara konsisten (share), mengoptimalkan jangkauan melalui fitur Instagram seperti Stories, Reels, dan Live (optimize), mengelola interaksi secara aktif dengan tingkat engagement rate rata-rata 10% (manage), dan membangun keterlibatan publik melalui kolaborasi dengan influencer serta program interaktif seperti “Ngopi Kamtibmas” dan “Jumat Curhat” (engage). Implikasi praktis dari penelitian ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi alat strategis bagi institusi kepolisian dalam membangun citra positif, meningkatkan transparansi, serta memperkuat hubungan yang harmonis dan partisipatif dengan masyarakat.
POTRET KAJIAN KOMUNIKASI BUDAYA KOMUNITAS DI BERBAGAI NEGARA Firliandoko, Robby; Hairunnisa, Hairunnisa; Hanief, Lalita; Rahmawati, Yulia; Sukarelawati, Sukarelawati
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6498

Abstract

Komunitas menjadi salah satu kelompok yang bisa melakukan pelestarian budaya. Komunitas merupakan kumpulan individu yang berinisiatif memulai suatu proses kegiatan yang dapat memperbaiki keadaan dan mengkondisikan diri untuk melakukan tindakan-tindakan positif guna memecahkan permasalahan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan melestarikan warisan budaya menggunakan aktivitas komunikasi. Komunitas budaya melakukan proses perencanaan hingga pelaksanaan program pemeliharaan dan pelestarian benda cagar budaya masyarakat dapat terlibat secara aktif melalui berbagai kanal komunikasi. Komunikasi, komunitas dan budaya menjadi tiga unsur yan saling terkait dan membangun. Tidak hanya di Indoesia, ternyata praktik baik ini dilakukan di berbagai negara. Naskah ini ingin menggambarkan bagaimana ketiga unsur tersebut bergerak dan saling mengisi dalam perkembangan komunikasi budaya komunitas di berbagai belahan dunia. Melalui studi literatur dengan membaca dan mendedah berbagai jurnal yang mengkaji komunikasi komunitas dan budaya, naskah ini menjelaskan bahwa Komunikasi memiliki peran dalam pembangunan budaya di berbagai komunitas, dan komunitas melalui berbagai kegiatan komunikasinya juga bisa menjadi pelestari budaya. Komunikasi, komunitas dan budaya menjadi tiga unsur yang saling mengisi dan berperan dalam setiap perkembangan kehidupan manusia di berbagai negara. Tulisan ini juga mengungkapkan bahwa komunikasi bisa menjadi pembentuk budaya yang baik dan juga dapat menjadi perusak budaya di tengah komunitas atau masyarakat.
IRONI SEBAGAI BENTUK PERUNDUNGAN SIBER PADA KOMENTAR DI TIKTOK TERHADAP INFLUENCER SKINCARE Putty, Adistirana; Nurbayani, Siti; Sartika, Rika
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6818

Abstract

Fenomena perundungan siber di media sosial saat ini masih marak ditemukan. Seiring dengan bertambahnya pengguna media sosial, bertambah pula perundungan siber di media sosial. Salah satu pengguna yang beresiko menjadi korban perundungan siber yaitu influencer skincare sebagai pengguna yang aktif menunjukkan diri di media sosial. Komentar yang ditemukan sebagai komentar perundungan bukan hanya yang bersifat secara langsung namun terdapat juga yang berbentuk halus dan sulit dikenali. Komentar tersebut dapat kita sebut sebagai komentar ironi mengacu pada gaya bahasa sindiran yang dikemukakan oleh Groys Keraf. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dan pemaknaan kalimat ironi dalam komentar perundungan terhadap influencer skincare di platform Tiktok. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan analisis wacana. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap akun influencer skincare @ratu.ghania, ditemukannya 35 komentar ironi pada 21 video yang diunggah mulai dari pertengahan tahun 2024 hingga Juli 2025. Komentar yang ditemukan sesuai dengan sifat dari gaya bahasa ironi dan mayoritas berbentuk sindiran halus terhadap influencer skincare tersebut. Kemudian komentar yang ditemukan mengarah pada kondisi fisik influencer tersebut terutama pada kondisi kulit wajahnya. Selain itu, komentar yang ditemukan juga mengarah pada ketidaksetujuan hasil ulasan produk yang dipromosikan namun berkaitan pula dengan kondisi kulitnya. Contoh komentar perundungan berbentuk kalimat ironi yang ditemukan yaitu seperti “perasaan ga ilang-ilang tuh jerawat” yang memiliki maksud untuk menyatakan secara halus bahwa wajah korban tetap saja berjerawat dan “jerawatan aja ttp cantik” kalimat tersebut terlihat seperti pujian namun diiringi dengan diksi bermakna negatif.
ASEAN SOCIAL ENTERPRISE DEVELOPMENT PROGRAMME SEBAGAI MANIFESTASI REGIONALISME BARU DALAM INTEGRASI KAWASAN YANG INKLUSIF Amalia, Rifka
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6819

Abstract

Penelitian ini menganalisis ASEAN Social Enterprise Development Programme (ASEAN SEDP) sebagai manifestasi dari pendekatan Regionalisme Baru dalam kerangka integrasi ekonomi kawasan Asia Tenggara. ASEAN SEDP merupakan program berbasis kemitraan multi-pihak (Multi-Stakeholder Partnerships/MSPs) yang dirancang untuk memberdayakan wirausaha sosial muda melalui pelatihan, pendampingan bisnis, akses pembiayaan, serta jejaring lintas sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan data sekunder. Temuan utama menunjukkan bahwa ASEAN SEDP mencerminkan prinsip-prinsip Regionalisme Baru, seperti keterlibatan aktor plural lintas sektor, pendekatan dari bawah (bottom-up), serta orientasi multidimensional yang tidak hanya menekankan pertumbuhan ekonomi tetapi juga pemberdayaan komunitas akar rumput. Berbeda dengan ASEAN-BAC dan ACCMSME yang cenderung elitis dan teknokratik, ASEAN SEDP berhasil membangun model integrasi kawasan yang lebih inklusif dan kontekstual melalui wirausaha sosial (social entrepreneurship). Studi kasus dari peserta ASEAN SEDP menunjukkan dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja bagi kelompok rentan, peningkatan kapasitas wirausaha, serta perluasan solidaritas sosial antarwarga ASEAN. Penelitian ini merekomendasikan agar model kolaboratif seperti ASEAN SEDP direplikasi dan diintegrasikan ke dalam kebijakan regional ASEAN secara lebih sistematis sebagai pelengkap inisiatif ekonomi formal, demi memperkuat integrasi ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di kawasan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DPMPTSP KOTA SERANG Anhara, Awan; Dalimunthe, Raudah Zaimah
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6824

Abstract

Kinerja pegawai merupakan suatu hasil kerja dapat dicapai sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku dalam instansi tersebut. keberhasilan kerja dalam mencapai hasil yang memuaskan dan optimal memerlukan dukungan pimpinan dan pemanfaatan teknologi informasi. Dukungan pimpinan menjadi peran penting terhadap kinerja pegawai. Kepemimpinan transformasional merupakan salah satu jenis tipe dapat digunakan dalam memberikan pengaruh positif terhadap kinerja pengawai. Kepemimpinan transformasional menerapkan konsep dimana kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk memberikan persuasif kepada pegawainya, sehingga mereka akan mengikuti arahan, menghormati, dan meneladani perilaku pimpinan tersebut. Pemanfaatan teknologi informasi memberikan pengaruh dalam kinerja pegawai. Pengawai yang mampu memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dalam pekerjaannya memudahkan penyelesaian tugas-tugas menjadi cepat, efesien, dan efektif. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan pemanfaatan teknologi terhadap kinerja pegawai. Metode penelitian menggunakan expo facto explanatory. Populasi dalam penelitian ini merupakan pengawai dinas pegawai Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang berjumlah 88 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai memberikan pengaruh positif sebesar 42,2% dan siginifikan. Selanjutnya pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruhi dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 9%. Saran bagi Dinas DPMPTSP di Kota Serang untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai dapat dilakukan dengan cara kepeminpinan transformasional yang dilakukan oleh pemimpinan/pejabat dinas DPMPTSP kepada pegawai.