cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Body Image dan Kecenderungan Body Dismorphic Disorder pada Remaja Nabila Frianti; Kus Hanna Rahmi; Andreas Corsini Widya Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.14867

Abstract

Pada   masa   pubertas   remaja   mengalami   perubahan   dan   pertumbuhan   pada   tubuhnya. Perubahan yang tidak sesuai dengan keinginanan dapat memicu timbulnya rasa ketidakpuasaan terhadap diri. Kemudian timbulnya penilaian terhadap standar tubuh ideal yang menenkanan diri untuk memenuhi dan membuat diri sendiri untuk sesuai dengan standar tubuh ideal dengan menggunakan berbagai cara. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan antara body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja. Penelitian ini melibatkan sebanyak 150  remaja yang dipilih menggunakan teknik cluster samping, responden dipilih berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan dan kesediaan menjadi responden. Penelitian ini menggunakan instrument skala body image yang diadaptasi dari Cash dan Pruzinsky, instrument skala kecenderungan body dysmorphic disorder yang diadaptasi dari Watkins. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik correlational Spearman. Hasilnya menunjukan terdapat hubungan negatif antara body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder. Semakin tinggi tingkat kecenderungan body dysmorphic disorder maka semakin rendah tingkat body image.
The Cooperative Principles For The Class-room Conversation of Semester III Students of Imformatics Management Department at STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar Fitri Rizki Fitri; Ika Purnama Sari; Rizky Khairunnisa Sormin; Susiani Susiani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15689

Abstract

The teacher serving as an instructor in an English Class has to make sure that the class-room conversation ,that is the conversation-training mission for the students, can run as smoothly as expected. If this runs well , the teaching objective, “the students’ English speaking skill” that is applicable in their workfield after graduation, can be achieved. For the purpose, cooperative principle, whose maxims will pave the way to the teaching goal, provides the speakers with what to do to satisfy each other. The maxims lead the speakers to provide the information required by each, at the stage at which it occurs by the accepted purpose of the talk exchange in which the speakers are engaged (Yule,1996: 37) Keywords: conversation, cooperative principle, maxims.
Peran Orang Tua dan Habitus dalam Pembentukan Karakter Remaja Kristen di Desa Petuk Liti Kabupaten Pulang Pisau Evi Mariani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.16168

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, bagaimana Peran orang tua dan habitus dalam Pembentukan Karakter Remaja Kristen di Desa Petuk Liti Kabupaten Pulang Pisau? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: Mendeskripsikan peran orang tua dan habitus dalam pembentukan karakter remaja Kristen di Desa Petuk Liti. Hasil penelitian mengenai peran orang tua dalam membentuk karakter anak di Desa Petuk Liti maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peran orang tua dalam membentuk karakter anak sangat menentukan. Orang tua dapat menerapkan pembiasaan yang merupakan bagian dari habitus, sehingga terbentuk nilai-nilai karakter baik dalam diri anak. Pembiasaan ini dapat berupa memberi teladan yang memang secara psikologis akan melekat dalam alam bawah sadar remaja. Pembiasaan dapat juga berupa pemberian peraturan kepada remaja, dengan adanya peraturan yang mungkin awalnya tidak menyenangkan dan bahkan berkesan agak dipaksakan namun lambat laun tertanam dan menjadi karakter yang bahkan tidak perlu diingatkan lagi untuk melakukannya. Hasil penelitian terungkap bahwa remaja kristen di Petuk Liti mendapatkan modal budaya yang baik melalui ketiga jenis habitus. Karakternya menunjukkan bahwa nilai-nilai kejujuran, kesopanan, taat beribadah, rajin membantu orang tua, mau dikoreksi dan menghormati orang tua.
Teori Belajar Behavioristik Mimi Jelita; Lucky Ramadhan; Andy Riski Pratama; Fadhilla Yusri; Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.16174

Abstract

Belajar merupakan proses usaha sadar individu untuk mengalami perubahan dari ketidaktahuan menjadi pengetahuan, dari tidak memiliki sikap menjadi memiliki sikap yang benar, dan dari tidak terampil menjadi terampil dalam melakukan sesuatu. Belajar bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan atau informasi, tetapi juga melibatkan individu secara aktif dalam membuat atau merevisi hasil belajarnya menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Teori belajar behavioristik adalah pendekatan dalam psikologi yang menekankan pengamatan perilaku yang dapat diamati secara eksternal. Teori ini berpendapat bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan eksternal, dan pembelajaran terjadi melalui hubungan antara stimulus dan respons. Ivan Pavlov dan B.F. Skinner merupakan tokoh penting dalam teori ini. Pavlov menemukan refleks kondisioning, sementara Skinner memperkenalkan konsep operant conditioning. Tulisan ini menjelaskan konsep dasar teori belajar behavioristik, prinsip-prinsip utamanya, dan beberapa contoh penerapannya dalam konteks pembelajaran. Teori ini telah diterapkan dalam pendidikan, psikoterapi, dan manajemen perilaku. Namun, teori ini juga mendapatkan kritik karena terlalu fokus pada aspek eksternal perilaku dan mengabaikan proses mental internal dalam pembelajaran manusia. Tulisan ini menggunakan metode studi perpustakaan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis literatur yang relevan tentang teori belajar behavioristik. Data dikumpulkan melalui basis data perpustakaan, situs web akademik, jurnal elektronik, dan sumber-sumber lain yang relevan. Setelah itu, data dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar teori dan potensi penerapannya. Hasil dan pembahasan penelitian ini menjelaskan bahwa teori belajar behavioristik menekankan peran lingkungan eksternal dalam pembelajaran. Belajar dipandang sebagai interaksi antara stimulus dan respons, di mana perubahan perilaku terjadi melalui pengaruh stimulus. Tokoh-tokoh seperti John B. Watson dan Ivan Pavlov memiliki peran penting dalam pengembangan teori ini. Namun, kritik juga diarahkan pada teori ini karena kurang memperhatikan proses mental internal dalam pembelajaran.
Kepemimpinan Dalam Manajemen Berbasis Sekolah Miftahul Jannah; Ilham Farid; Sholeh Hidayat
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.16208

Abstract

Manajemen Berbasis Sekolah merupakan pengkoordinasian serta koordinasi sumber daya yang dilakukan sebagai otonomis oleh sekolah melaui beberapa input manajemen untuk mendekati tujuan sekolah dalam kerangka pembelajaran nasional dengan melibatkan stakeholder sekolah secara langsung dalam sistem pengambilan kebijakan. Sementara itu kepemimpinan merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah manajemen, disamping fungsi-fungsi yang yang lain. Peningkatan kualitas pendidikan tidak akan terjalin tanpa terdapat kepemimpinan yang handal serta manajemen yang cakap selain kedudukan lain yang dilakukan seseorang kepala sekolah. Kepala sekolah faktor keberhasilan dalam menejerial pendidikan di sekolahnya untuk terciptanya tujuan pembelajaran. Tipe kepemimpinan yang dipandang representatif oleh MBS merupakan kepemimpinan transaksional, transformasional, serta visioner. Kinerja kepemimpinan kepala sekolah berhubungan erat dengan manajemen berbasis sekolah. Manajemen berbasis Sekolah (MBS) adalah seluruh usaha yang dilakukan serta hasil yang bisa diperoleh oleh kepala sekolah dalam menjalankan manajemen berbasis sekolah di sekolahnya untuk menghasilkan tujuan pembelajaran sebagai efisien serta efektif.
Ayat-Ayat Yang Berkaitan Dengan Pendidikan Islam Dalam Surah Al – Luqman Ayat 17-19 Kajian Tafsir Al -Misbah Nahliyah Septi Zahrah Manik; Marlini Yulia Putri Damanik; Novia Ramadhani; T. Chantiqa Salsabila Az-Zahra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 3 No. 1 (2021): JPDK
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v3i1.16419

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi dirinya dan mengamalkannya dalam kehidupan. Allah yang berperan sebagai Rab An-Naas yang menjadi pendidik umat manusia melalui tulisan-tulisannya. Dalam Islam, pendidikan dianggap sangat-sangat penting bagi kaum muslimin dan muslimah. Pendidikan Islam dimulai sejak kelahiran seorang anak. Pada titik ini, orang tua bertindak sebagai pemandu untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak mereka. Jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode penelitian yang mengamati dan mencermati subjek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan pendidikan. Proses penelitian terdiri dari pembahasan ayat pendidikan dalam Q.S. Al-Luqman: 17-19, makna dan Tafsir menurut Tafsir Al-Misbah, kaitannya dengan pendidikan islam dan kesimpulan. Pendidikan Islam adalah tuntunan dan pemeliharaan yang diberikan kepada manusia agar melalui pendidikan itu mereka dapat memahami apa yang terkandung dalam Islam secara keseluruhan, baik maknanya maupun keselamatannya di dunia dan di akhirat. Dalam Alquran, Allah berbicara tentang peran orang tua yang berbakti dan bertanggung jawab kepada Allah. Lukman Al-Hakim, Ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad menjelaskan pentingnya pendidikan dalam Islam. Surah al-Luqman menceritakan tentang nasehat Luqman kepada anaknya, dimana Luqman memberikan nasehat bijak kepada anaknya dan mengajarkan nilai-nilai Islam yang menarik. Oleh karena itu, pendidikan Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, berlandaskan pada ajaran Alquran, melibatkan lingkungan keluarga, dan mengedepankan nilai-nilai seperti kebaikan, pencegahan kejahatan, dan ketekunan serta kesabaran dalam menjalankan tuntunan Allah.
Tantangan Pendidik Di Era Pasca Pandemi Najwa Nadhira Harahap; Ira Suryani; Nurmawaty Hasugian; Padia Azzahra Hutasuhut; Ikhsan Prasetyo; Rabiatul Rabiatul
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 3 No. 2 (2021): JPDK
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v3i2.16420

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan peristiwa dimana merebaknya virus corona 2019 sangat mempengaruhi lembaga pendidikan di seluruh tanah air. Selama musibah wabah virus ini, pendidikan banyak terjadi perubahan, misalnya pendidikan jarak jauh atau pendidikan online. Masa pandemi berhasil menciptakan hal yang baru dimana menjadi tantangan bagi seluruh pendidik, khususnya disaat beradaptasi dengan kondisi belajar dan kebutuhan siswa. Maksud dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pandangan guru dalam menangani tantangan yang mereka hadapi selama pandemi. Bahan dan metode artikel ini menggunakan pemaparan informasi dengan menganalisis data berupa analisis hasil. Hasil dari pengkajian ini menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi oleh pendidik selama mengajar siswa setelah terjadinya wabah ini, misalnya mengatur pemahaman siswa yang berbeda beda dalam tingkat keterampilan, menyelesaikan masalah dan problem siswa yang berkaitan dengan akademis serta cara memotivasi mereka. Studi ini menunjukkan bahwasanya guru wajib memaksimalkan fleksibilitas dan kreativitasnya untuk siap merasakan tantangan pendidikan di masa stelah pandemi.
Nilai-Nilai Pendidikan Kedisiplinan Dalam Al-Qur’an Surah Al-Ashr Ayat 1-3 Menurut Tafsir Al-Maraghi Ira Suryani; Ayuni Widaningsih; Reni Puspita Sari; Annisa Ihsani Harahap; Kayla Adelia Putri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i1.16421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan kedisiplinan yang terkandung dalam Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Ashr ayat 1-3, melalui perspektif tafsir Al-Maraghi. Pendidikan kedisiplinan adalah aspek penting dalam pembentukan karakter individu dan masyarakat yang baik. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan mengacu pada tafsir Al-Maraghi sebagai sumber utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa Surah Al-Ashr ayat 1-3 secara implisit mengandung nilai-nilai pendidikan kedisiplinan yang sangat penting. Ayat pertama menyampaikan pesan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Pesan ini menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan ajaran agama dan melaksanakan perbuatan baik, serta pentingnya dukungan dan kerja sama antara individu dalam mencapai tujuan bersama.
Mendidik Hati Dalam Pendidikan Islam (Mengupas Ayat Al-Qur’an) Ira Suryani; Achfa Yusra Panjaitan; Miftahul Jannah; Ade Irma Ritonga; Wirda Novita; Eka Helvirianti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.16422

Abstract

Jurnal ini membahas tentang pentingnya mendidik hati dalam pendidikan Islam. Konsep pendidikan hati berakar pada konsep penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs, yang mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk menjadi baik atau buruk tergantung pada bagaimana ia menjaga dan mengelola hatinya. Pendidikan hati juga terkait dengan konsep tarbiyah atau pendidikan dalam Islam, yang meliputi aspek intelektual, moral, dan spiritual. Dalam konteks modern, pendidikan hati sangat penting untuk membentuk karakter yang baik dan moral yang kuat mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan kompleks. Jurnal ini juga membahas pemahaman tentang hati dalam perspektif Al-Qur'an, mengenai kata-kata seperti shadr, qalb, fuad, dan lubb yang memiliki arti mirip tetapi fungsi yang berbeda. Terakhir, jurnal ini menjelaskan bagaimana mendidik hati dalam konsep pendidikan Islam, yang memandang hati sebagai pusat tindakan manusia. Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an yang menekankan pentingnya memelihara hati, membuka hati untuk menerima agama Islam, dan mengarahkan hidup ke jalan yang benar. Dengan memahami pentingnya pendidikan hati dalam Islam, individu dapat mengembangkan karakter yang baik dan moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Materi Sudut Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Jam Sudut Rahmatun Nisa'; Fitria Dwi Prasetyaningtyas; Dwi Priyani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.16524

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika materi sudut melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media jam sudut pada peserta didik kelas III SD Negeri Ngaliyan 03 Semarang. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilaksanakan oleh Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang I. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III SD Negeri Ngaliyan 03 Semarang, yang berjumlah 28 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika peserta didik kelas III SD Negeri Ngaliyan 03 Semarang pada materi sudut setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media jam sudut. Hal ini dibuktikan dengan persentase aktivitas belajar peserta didik pada siklus I sebesar 81,6% dan pada siklus II meningkat sebesar 93,4%. Dimana persentase tersebut sudah berhasil melebihi indikator keberhasilan pada predikat baik (B) yang ditargetkan. Serta adanya ketuntasan hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 67,9%, kemudian pada siklus II meningkat sebesar 89,3%. Dimana ketuntasan tersebut juga telah melebihi indikator keberhasilan 70% yang ditargetkan. Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Problem Based Learning, Jam Sudut, Matematika