cover
Contact Name
Natalia Rosalina Rawa
Contact Email
nataliarosalinarawa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.jipcb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : 23555106     EISSN : 26206641     DOI : https://doi.org/10.38048/jipcb
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Ruang lingkup dan fokus publikasi pada bidang pendidikan, pembelajaran, media pembelajaran, TIK dalam pendidikan dan pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, pendidikan luar biasa.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
ANALISIS PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK BERLANDASKAN IDEOLOGI TRI HITA KARANA DI SEKOLAH DASAR I Ketut Ngurah Ardiawan; Komang Surya Adnyana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3395

Abstract

Tujuan penelitian ini, mengetahui strategi guru dalam melaksanakan pembentukan karakter siswa berdasarkan ideologi Tri Hita Karana. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SD N 4 Tejakula. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan Guru. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Setelah data diperoleh, dilakuakn analisis dengan tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat strategi yang dilakukan oleh sekolah, baik kepala sekolah maupun guru, dalam melaksanakan Profil Pelajar Pancasila yang berbasis THK berupa konsep Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan melalui: 1) Budaya Sekolah sebagai suatu pembiasaan di sekolah, 2) Program Intrakurikuler penerapan P3, 3) Kokurikuler, melalui kegiatan Proyek dari Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) 4) Ekstrakurikuler, guna mewadahi pengembangan potensi, bakat, minat, kepribadian, kemampuan, kemandirian serta kerjasama siswa secara optimal. Begitu pula internalisasinya dalam upacara keagamaan yang menunjukkan konsep THK diimplementasikan disekolah antara lain Tumpek Kuningan, Tumpek Wariga, dan Tumpek Klurut sebagai suatu wujud hubungan harmonisasi sesame makhluk ciptaan Tuhan. Sehingga Profil Pelajar Pancasila sangat relevan karena berkaitan dengan upaya bersama kita untuk mengembangkan karakter siswa di satuan pendidikan.
NILAI-NILAI KEBHINEKAAN MELALUI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA DI PERGURUAN TINGGI Acep Rahmat; Henny Suharyati; Fiqra Muhamad Nazib
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3426

Abstract

Setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, dan cara pandang yang berbeda. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan pendekatan yang inklusif, dialog yang terbuka, dan promosi nilai-nilai kebhinekaan, seperti toleransi, saling menghormati, dan kesepakatan bersama. batasan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana Implementasi nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa di universitas Garut; (2) Bagaimana nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa di universitas Garut; (3) Bagaimana dampak nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa di universitas Garut Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini meliputi mahasiswa yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Perguruan Tinggi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Implementasi nilai-nilai Kebhinekaan program pertukaran mahasiswa Merdeka (PMM) dilakukan melalui modul nusantara; (2) nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa; (3) dampak nilai-nilai Kebhinekaan melalui program pertukaran mahasiswa Merdeka bagi mahasiswa mendapatkan respon positif karena mengembangkan pemahaman, keterampilan, dan sikap kebhinekaan.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MODEL PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SD Zaqinah Ahmad; I Wayan Lasmawan; I Gede Margunayasa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh antara model pembelajaran PjBL dan problem solving guna dalam mengukur kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan computational thingking siswa pada mata pelajaran pendidikan Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain non equevalent post test only control group desain. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes kemampuan berpikir kreatif dan tes keterampilan computational thinking. Setelah melakukan tes data tersebut dilakukan pengujian menggunakan tes MANOVA. Hasil pengukuran menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh nilai kemampuan berpikir kreatif siswa serta didapatkan hasil nilai rata-rata siswa yang mengikuti model pembelajaran PjBL sebesar 78,86; model pembelajaran problem solving mendapatkan nilai rata-rata 78,64 dan pembelajaran konvensional mendapatkan nilai rata-rata sebesar 65,45. Serta dalam nilai pengukuran terdapat perbedaan pengaruh nilai keterampilan computational thinking siswa didapatkan nilai rata-rata yang menggunakan model pembelajaran PjBL sebesar 77,09, model pembelajaran problem solving mendapatkan nilai rata-rata 73,18 dan pembelajaran konvensional mendapatkan nilai rata-rata sebesar 62,18. Dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran nilai kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan computational thinking siswa secara keseluruhan menunjukkan terdapat perbedaan secara simultan antara kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan computational thinking siswa yang mengikuti model pembelajaran PjBL, model problem solving dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD.
KEMAMPUAN NUMERASI MENGENAL ANGKA SISWA USIA 7-8 TAHUN DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA BAHAN BEKAS Martha Malo; Konstantinus Dua Dhiu; Andi Nafsia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkat pengetahuan numerasi mengenal angka untuk peserta didik kelas 2 dengan metode PAIKEM dengan menggunakan media tutupan botol, di UPTD SD Inpres Malafai. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi, dengan jenis penelitia PTK yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Prosedur pelaksanaan melalui perencanaa, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa keas 2 UPTD SD Inpres Malafai. Hasil penelitian menunjukkan prasiklus ke siklus 1 dengan hasil dibawah rata-rata. Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan rata-rata. Sedangkan, secara klasikal terjadi peningkatan dari siklus I ke Siklus II yaitu sebesar 100% dari penetapan 75%. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan media tutupan botol sangat efektif dengan menggunakan metode PAIKEM dalam meningkatkan kemampuan numerasi mengenal angka peserta didik kelas 2 sekolah dasar.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Illen Fitria Arlingga; Yuyu Yuhana; Indhira Asih Vivi Yandari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran matematika melalui penggunaan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) kelas IV SDN Cikasungka II. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group. Sampel dari penelitian ini ialah kelas IV A dan kelas IV B SDN cikasungka II yang berjumalah 55 peserta didik. 28 peserta didik kelas IV A dan 27 peserta didik kelas IV B. Teknik pengumpulan datanya yaitu menggunakan teknik tes dengan melakukan pre-test dan post-test. Teknik analisis datanya menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada sebelum diterapkannya model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil akhir perhitungan dan data yang diperoleh dengan menggunakan uji t yaitu thitungĀ  = 0,24 dan ttabel = 1,67. Dikarenakan thitung lebih kecil dari ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga mendapatkan kesimpulan bahwa Kemampuan berpikir kritis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran langsung (Direct Instruction).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA: STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 PARE Azmy Ali Muchtar; Taufik Hidayat; Soraya Utsman; Muhammad Ikhsan; Muhammad Ihdal Umam; Renesya Febbiyana Putri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3616

Abstract

Berdasarkan fakta di lapangan, implementasi awal kurikulum Merdeka di SMAN 1 Pare tidak secara langsung berjalan dengan baik. Penelitian ini dilatarbelakangi pada tantangan dan kendala-kendala di sekolah terkait implementasi kurikulum Merdeka yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh pendidik di SMAN 1 PARE dan untuk mengetahui hambatan pada proses implementasi strategi pembelajaran pada kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh pendidik di SMAN 1 PARE. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitiannya ialah pendidik dan objek penelitiannya ialah strategi pembelajaran Kurilukum Merdeka yang diterapkan oleh pendidik di SMAN 1 Pare, mulai dari konsep perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi staregi pembelajarannya. Analisis datanya menggunakan teori miles dan huberman, diawali dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu Kurikulum merdeka di SMAN 1 Pare mulai diterapkan tahun 2021 dan telah berjalan cukup baik seiring berjalannya waktu dengan menggunakan beberapa metode dan strategi dalam peroses pembelajaran. Strategi dan metode yang digunakan adalah metode diferensiasi dan sosial emosional. Metode diferensiasi yang diterapkan ini adalah diferensiasi konten untuk melihat minat belajar peserta didik dari audio, kinestik atau audio visual. pendidik juga menerapkan ice breaking di awal pembelajaran untuk meningkatkan semangat belajar dan hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaan implemantasi pembelajaran yang di lakukan adalah tindakan - tindakan dukungan seperti: Memotivasi peserta didik, mengkondisikan peserta didik agar lebih aktif dalam pembelajaran dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan.
PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Ellen A Saubaki; Samuel Igo Leton; Madar Aleksius
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3633

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) berbasis etnomatematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitia Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model Kemmis & McTaggrat, dengan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dengan 4 tahap yaitu : Perencanaan (planning), Pelaksanaan Tindakan (action), Pengamatan (Observation), dan Refleksi (reflection). Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) berbasis etnomatematika dapat meningkatkan hasil belajar SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Hal ini dibuktikan dengan presentase belajar siswa yang tuntas pada siklus I yaitu 68.75% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 84,375%.
ANALISIS AWAL ASPEK KEBAHASAAN DAN SITUASI KELAS DALAM KEGIATAN LITERASI MENGGUNAKAN BAHASA IBU SEBAGAI BAHASA TRANSISI DALAM PEMBELAJARAN SD Floranida Nari Sae; Yosefina Uge Lawe; Dek Ngurah Laba Laksana; Bergita Raga; Noni Stephana Ariany Lodo; Yohanes Vianey Sayangan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis awal tentang aspek kebahasaan dan situasi kelas berbasis bahasa ibu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripstif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek analisis kebahasaan dari 14 peserta didik yang kini duduk di kelas 1, peserta didik yang mampu menggunakan bahasa daerah atau bahasa ibu terdiri dari 5 orang sehingga persentasi 35,7% dan 9 orang peserta didik menggunakan bahasa Indonesia sehingga persentasi 64,2%. Sedangkan pada aspek situasi kelas peserta didik dengan kategori senang belajar dengan menggunakan media pembelajaran terdiri dari 5 peserta didik dan memperoleh persentase 35,7%, peserta didik dengan kategori senang belajar menggunakan metode cerita terdiri dari 4 peserta didik sehingga memperoleh persentase 28,5%, peserta didik dengan kategori senang belajar dengan bermain peran terdiri dari 5 peserta didik sehingga memperoleh persentase 35,7%. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa aspek kebahasaan berbasis bahasa ibu di UPTD SDN Sobo mencapai kategori sangat rendah dengan persentase 35,7%. Berdasarkan hasil analisis data aspek kebahasaan dan situasi kelas di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis bahasa ibu di UPTD SDN Sobo dapat di terapkan untuk mengembangkan literasi siswa.
PENERAPAN ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF PADA ASPEK KESIAPAN DAN GAYA BELAJAR SISWA SD Maria Fransiska Watu; Yosefina Uge Lawe; Yohanes Vianey Sayangan; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi penilaian diagnostik non-kognitif yang berfokus pada kesiapan dan gaya belajar siswa SD. Metode analitik deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi langsung. Temuan mengungkapkan wawasan penting mengenai aspek non-kognitif dari kesiapan dan gaya belajar siswa SD. Secara spesifik, studi ini menemukan bahwa kondisi fisik siswa dinilai sangat baik oleh 68,75% responden, kondisi mental dinilai baik oleh semua responden, dan tingkat motivasi sangat tinggi, dengan 87,5% siswa dinilai sangat termotivasi. Mengenai pengetahuan awal, 75% siswa dikategorikan baik. Dalam hal gaya belajar, terdapat distribusi yang beragam antara auditori (37,5%), visual (25%), dan audiovisual (37,5%), menunjukkan variasi yang seimbang dalam preferensi belajar di antara siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang kesiapan dan gaya belajar siswa sangat penting bagi pendidik untuk mengoptimalkan strategi pengajaran dan meningkatkan hasil pendidikan.
INVESTIGATION OF THE CHARACTER VALUE TOLERANCE IN MULTICULTURAL LEARNING IN ELEMENTARY SCHOLL Idayanti, Zulfi; Suleman, Muh. Asharif
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.1977

Abstract

Instilling the character values of tolerance in multicultural learning is a process of integrating attitudes of mutual respect and acceptance of differences in culture, religion, ethnicity, and other backgrounds in education. Therefore, this study aims to determine the validity of the instrument for instilling the character values of tolerance in multicultural learning. Data were obtained through the PISA database, 2018 edition, with code numbers SC017 and SC061. Data were analyzed with the help of the JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program) application with the CFA (Confirmatory Factor Analysis) analysis method. This study used primary data with 335 respondents from schools in Indonesia. The indicators used to measure the character value instillation instrument are the curriculum and multicultural learning. The CFI value = 0.999, NFI = 0.985, IFI = 0.999, and RNI = 0.999 have also been in accordance with the criteria applied to obtain the fit model. Thus, the character value instillation instruments whose validity was tested is included as fit. The implications of this study indicate that valid and fit assessment instruments can be applied in Indonesian schools to instill tolerance values through a multicultural curriculum. This helps policymakers and educators develop more inclusive and tolerant education programs, supporting harmonious living in diverse societies.