cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Pengaruh Terpaan Meme Bencana Banjir dan Literasi Media Sosial Instagram terhadap Perubahan Sikap Mitigasi Bencana bagi Gen-Z Anindita, Dhea; Prihantoro, Edy
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.422

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terpaan meme bencana alam banjir dan literasi media terhadap perubahan sikap mitigasi bencana pada Generasi Z di Kota Bekasi melalui media sosial Instagram. Fenomena penyebaran informasi kebencanaan melalui meme di media sosial menunjukkan potensi baru dalam edukasi dan komunikasi risiko bencana, terutama bagi generasi muda yang aktif di dunia digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Gen-Z yang berdomisili di Kota Bekasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R, yang menjelaskan bahwa perilaku manusia dipicu oleh stimulus yang ada di sekitar dan menghasilkan sikap tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik terpaan meme bencana maupun literasi media berpengaruh signifikan terhadap perubahan sikap dalam melakukan mitigasi bencana. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk kesadaran dan sikap siaga bencana di kalangan Generasi Z, terutama jika konten disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami seperti meme. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi komunikasi kebencanaan berbasis digital dan memperkuat pentingnya literasi media dalam menghadapi disinformasi di era digital. Kata kunci: Meme Bencana, Literasi Media, Perubahan sikap, Mitigasi bencana, Gen-Z, Instagram
Praktik Komunikasi Inklusif Influencer Disabilitas di Instagram: Studi Kasus Akun @Jenniferrnatalie Susilawaty, Fera Tri; Halika, La Ode Herman; Wardanhi, Sartika Sari
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.423

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi inklusif oleh influencer disabilitas Indonesia melalui studi kasus akun Instagram @jenniferrnatalie. Teori komunikasi inklusif, representasi media, dan aktivisme digital digunakan sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan bagaimana media sosial menjadi ruang partisipatif bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas Tuli. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, menganalisis 18 konten yang dipublikasikan antara November 2024 hingga April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jennifer Natalie secara konsisten menggunakan simbol aksesibilitas seperti bahasa isyarat, caption, dan visual inklusif dalam kontennya. Narasi advokasi dan edukasi menjadi tema dominan, dengan pendekatan yang personal dan representatif. Respons audiens terhadap konten tersebut umumnya positif dan menunjukkan interaksi yang cukup aktif, terutama pada konten bertema keluarga dan pengalaman pribadi. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai medium komunikasi inklusif yang efektif serta ruang pemberdayaan dan representasi diri penyandang disabilitas. Studi ini memperkuat pentingnya strategi komunikasi yang berbasis aksesibilitas dan inklusivitas dalam membangun kesadaran serta mendobrak stereotip tentang disabilitas. Kata kunci: Aksesibilitas; Disabilitas; Influencer; Instagram; Komunikasi Inklusif
Gaya Komunikasi Memotivasi Santri Menghafal Al-Qu’ran 30 Juz di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Azhaar Ummu Suwanah Kan, Munir; Siregar, Astriana Baiti; Amir, Saiful; Abd Gani, Ahmad Yani
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.429

Abstract

Abstrak - Gaya komunikasi adalah sesuatu yang setiap saat dapat berubah sesuai dengan kondisi. Komunikasi merupakan hal yang alamiah dan otomatis akan ditampilkan bila seseorang sedang melakukan tukar infoemasi dengan orang lain dalam kehidupan sosial atau dalam situasi kerja, sesuai dengan gaya komunikasi yang biasanya digunakan. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana gaya Komunikasi KH. Ali Sodikin dalam memotivasi santri hafal Al-Qur’an 30 Juz di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al Azhaar Ummu Suwanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Adapun uji keabsahan datanya melalui trianggulasi sumber, sehingga diperoleh derajat kepercayaan suatu informasi dan data. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa gaya Komunikasi Kh. Ali Sodikin dalam memotivasi santri hafal Al-Qur’an 30 Juz di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al Azhaar Ummu Suwanah secara verbal dan non verbal menggunakan gaya komunikasi The Equalitarian Style dimana Kh. Ali Sodikin dalam menyampaikan pesan dengan rilek, santai dan disertai dengan humor yang membuat audience tidak merasa bosan dan jenuh. Kata kunci: Gaya Komunikasi, Kepempinan, Motivasi
Resepsi Enviromental Enthusiast terhadap Posisi Pemerintah dalam Kampanye #SaveRajaAmpat oleh Media Greenpeace Indonesia Rao, Saira Saima; Eddyono, Aryo Subarkah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.443

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resepsi terhadap peran pemerintah dibentuk melalui kampanye #SaveRajaAmpat oleh media Greenpeace Indonesia, khususnya dari sudut pandang environmental enthusiast. Kampanye tersebut menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan nikel di wilayah konservasi Raja Ampat, Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap environmental enthusiast yang aktif mengikuti konten kampanye Greenpeace Indonesia di berbagai platform media sosial, serta observasi terhadap konten kampanye tersebut. Teori resepsi Stuart Hall digunakan untuk menganalisis proses pemaknaan pesan media oleh audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan berada pada posisi terhegemoni, yaitu menerima sepenuhnya narasi yang dibangun Greenpeace Indonesia mengenai kerusakan lingkungan dan tanggung jawab pemerintah. Para informan memandang pemerintah sebagai aktor utama dalam pemberian izin tambang di wilayah konservasi dan menilai tindakan pencabutan izin yang dilakukan hanya sebagai respons terhadap tekanan publik secara digital, bukan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan. Narasi yang disampaikan Greenpeace dianggap kredibel, berbasis data riset terbuka & disampaikan dengan audio dan visual yang kritis & emosional, serta tanpa kepentingan komersial. Temuan ini menunjukkan bahwa media berperan besar dalam membentuk opini publik, kesadaran ekologis dan memperlihatkan bagaimana khalayak secara aktif dan kritis memaknai pesan media meskipun mendukung narasi dominan.   Kata kunci: Greenpeace Indonesia; #SaveRajaAmpat; Lingkungan; Antusias; Resepsi Pemerintah
Implementasi Gaya Kepemimpinan Pascaperubahan Identitas Klinik Utama Elon Abdulgani Tangerang Septiani, Eka; Toni, Ahmad
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi gaya kepemimpinan di Klinik Elon Abdulgani dalam konteks perubahan bentuk usaha dari kepemilikan perorangan menjadi Perseroan Terbatas (PT). Perubahan status hukum organisasi ini membawa dampak signifikan terhadap struktur manajemen, pola kerja, dan relasi antara pimpinan dan staf. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan utama: Bagaimana implementasi gaya kepemimpinan di Klinik Elon Abdulgani pada masa transisi dari klinik perorangan menjadi Perseroan Terbatas (PT)? Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan di klinik ini cenderung demokratis, yang ditandai dengan keterlibatan staf dalam pengambilan keputusan, komunikasi terbuka, dan pengakuan terhadap kontribusi individu. Meskipun demikian, dinamika perubahan organisasi juga menunjukkan adanya ciri-ciri kepemimpinan transformasional, seperti pemberian inspirasi, motivasi kerja, dan dorongan untuk tumbuh bersama dalam visi baru pasca perubahan status kelembagaan. Analisis menggunakan Teori Kepemimpinan Transformasional menurut Burns & Bass menunjukkan bahwa pimpinan klinik berperan sebagai agen perubahan yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan kebutuhan tim pada masa transisi. Gaya kepemimpinan ini dinilai mampu menjaga stabilitas kerja, meningkatkan keterlibatan staf, dan memperkuat organisasi selama proses transformasi.   Kata kunci: Gaya Kepemimpinan Demokratis; Kepemimpinan Transformasional; Klinik; Studi Kasus; Tangerang
Podcast Mom’s Corner: Ruang Publik Digital untuk Pemberdayaan Perempuan sebagai Ibu Ideal Ramadhani, Farrany Alifia; Sanjaya, Makroen; Hermansah, Tantan
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.446

Abstract

YouTube as a digital platform, has great potential to deliver educational content. However, in reality, the majority of creators still produce mainstream entertainment content, so its educational function has not been optimized. In this context, the momscorner podcast has emerged with themes of motherhood and parenting, which have the potential to become an alternative digital public space for women to discuss the concept of the ideal mother in line with the times. This study aims to verify whether the momscorner podcast truly fulfills this role. The theoretical framework of this study refers to the public sphere theory (Habermas) and YouTube as a participatory culture (Jenkins). The research approach used is qualitative with a virtual ethnography method, with data collection through observation of podcast content and in-depth interviews with the creative team managing momscorner. This study found that the momscorner podcast is not only a medium of communication but also a discursive space that allows women to share experiences, expand their knowledge, and gain emotional support. Through content that discusses issues of parenting, child education, and mental health, this podcast helps women open up new insights into the meaning of “ideal mother.” Thus, momscorner acts as a digital public space that encourages women’s empowerment. Keywords:  Digital Public Space; Participatory Culture; Podcast; Women’s Empowerment; Ideal Mother.YouTube sebagai salah satu platform digital memiliki potensi besar dalam menghadirkan konten edukatif, namun realitasnya mayoritas kreator masih memproduksi konten hiburan yang bersifat mainstream sehingga fungsi edukatif belum optimal. Dalam konteks ini, podcast momscorner hadir dengan mengangkat tema motherhood dan parenting yang berpotensi menjadi ruang publik digital alternatif bagi perempuan untuk berdiskusi mengenai konsep ibu ideal sesuai dengan perkembangan zaman. Adanya penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi apakah podcast momscorner benar-benar beroperasi memenuhi peran tersebut. Kerangka teoretis penelitian ini merujuk pada teori public sphere (Habermas) dan Youtube sebagai Budaya Partisipasi (Jenkins). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi virtual, dengan pengumpulan data melalui observasi konten podcast, serta wawancara mendalam dengan tim kreatif pengelola momscorner. Studi ini menemukan bahwa podcast momscorner tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga ruang diskursif yang memungkinkan perempuan untuk saling berbagi pengalaman, memperluas pengetahuan, serta mendapatkan dukungan emosional. Melalui konten yang membahas isu pengasuhan, pendidikan anak, hingga kesehatan mental, podcast ini membantu perempuan membuka wawasan baru mengenai makna “ibu ideal”. Dengan demikian, momscorner berperan sebagai ruang publik digital yang mendorong pemberdayaan perempuan.Kata kunci: Ruang Publik Digital; Budaya Partisipatif; Podcast; Pemberdayaan Perempuan; Ibu Ideal. 
Neosufisme sebagai Strategi Dakwah Spritual Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin Fitriyani, Kurnia Nur; Panji Putrawan Makalalag; Murodi; Syamsul Yakin
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.447

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengkaji konsep neosufisme sebagai strategi transformasi dakwah spiritual melalui kepemimpinan Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, serta metode wawancara, analisis dokumen, dan interpretasi hermeneutik, penelitian ini menemukan bahwa neosufisme menggabungkan pemurnian spiritual dengan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial. Dakwah Abah Anom meliputi pembinaan spiritual (talqin), penanaman nilai moral (tanbih), serta layanan sosial yang terinstitusi seperti pendidikan, rehabilitasi, dan program kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menekankan kesalehan individu, tetapi juga mendorong pembangunan kolektif dan kerja sama dengan negara. Model dakwah yang dibangun menunjukkan bahwa sufisme yang diperbarui melalui prinsip-prinsip neosufisme dapat menjadi kekuatan transformasi sosial dan ketahanan spiritual yang relevan dengan tantangan zaman modern. Studi ini menawarkan kerangka dakwah Islam yang kontekstual, inklusif, dan berdampak di tingkat nasional maupun lintas negara. Kata kunci: Neosufisme; Dakwah Sosial; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Transformasi Spiritual; Institusi Sosial Islam.
Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial dalam Penguatan Kesadaran Lingkungan melalui Program Ecolution di Kota Bekasi Marlina; Nugraeni, Dunola Tri; Hamdani, Ayu Rakhmi Tiara
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.448

Abstract

Abstrak - Program Ecolution yang diinisiasi oleh LSPR Institute of Communication and Business merupakan penerapan strategi komunikasi pemasaran sosial untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan mendorong partisipasi publik dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) dengan desain eksplanatoris sekuensial. Survei kuantitatif pra dan pasca-intervensi dilakukan terhadap 400 kepala rumah tangga di 10 kelurahan percontohan. Data kualitatif dikumpulkan melalui 22 wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci (pemerintah, akademisi, aktivis, dan peserta program) serta observasi partisipatif. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (uji-t berpasangan), serta analisis tematik dengan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan lingkungan (+28%), sikap positif terhadap pengelolaan sampah (+21%), serta praktik pemilahan sampah dengan peningkatan rata-rata 12 kg per rumah tangga per bulan. Temuan kualitatif mengidentifikasi tiga faktor pendorong keberhasilan: (1) framing pesan berbasis nilai lokal dan kebanggaan komunitas, (2) kolaborasi strategis multi-aktor (triple helix), dan (3) pemanfaatan kanal digital dan tatap muka untuk pembelajaran eksperiensial. Analisis juga menunjukkan bahwa kegiatan kreatif seperti bank sampah skincare, plogging, dan kompetisi foto secara signifikan meningkatkan keterlibatan generasi muda. Studi ini menyimpulkan efektivitas model Ecolution sebagai kerangka komunikasi perubahan perilaku yang dapat direplikasi. Rekomendasi kebijakan mencakup adopsi model oleh pemangku kepentingan, pendanaan hibrida, integrasi kurikulum, serta pembentukan unit komunikasi perilaku hijau di tingkat daerah. Kata kunci: Ecolution; Komunikasi Pemasaran Sosial; Kesadaran Lingkungan; Pengelolaan Sampah; Perilaku Berkelanjutan.
Diskriminasi dan Peminggiran Jurnalis Perempuan dalam Industri Media di Indonesia Putri, Famega Syavira
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.449

Abstract

Abstract - Female journalists in Indonesia continue to experience various forms of discrimination and marginalization, even within the media institutions where they work. This inequality is evident not only in daily professional practices but also in access to strategic positions in newsrooms. This paper aims to examine the condition of women’s leadership in Indonesian media organizations as well as the realities faced by female journalists in carrying out their profession. Findings that indicate the persistence of gender-based discrimination and inequality in leadership positions within newsrooms can be more deeply understood through the framework of muted group theory, which emphasizes how subordinate groups are structurally constrained in expressing their experiences and interests within communication systems dominated by those in power. This study employs a literature review method using secondary data sources. A review of 16 scholarly works shows that female journalists continue to face discrimination based on gender, including role stereotyping, gender-biased assignment of news coverage, and the double burden of balancing professional work with domestic responsibilities. Moreover, women’s representation in top leadership positions within the media remains very limited. Of the 1,861 media organizations registered with the Press Council, only 65 are led by women. These findings indicate that the structure of the media industry in Indonesia has not yet become fully inclusive of women, both as media workers and as decision-makers.Keywords: Journalism, Women, Leadership, Gender Equality, Muted Group TheoryAbstrak - Jurnalis perempuan di Indonesia hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan peminggiran, bahkan di dalam institusi media tempat mereka bekerja. Ketimpangan ini tidak hanya terlihat dalam praktik kerja sehari-hari, tetapi juga dalam akses terhadap posisi strategis di ruang redaksi. Tulisan ini bertujuan untuk memformulasikan bagaimana kondisi kepemimpinan perempuan di perusahaan media di Indonesia serta bagaimana realitas yang dihadapi jurnalis perempuan dalam menjalankan profesinya. Temuan-temuan yang menunjukkan masih kuatnya diskriminasi berbasis gender serta ketimpangan dalam posisi kepemimpinan di ruang redaksi dapat dipahami secara lebih mendalam melalui kerangka muted group theory, yang menekankan bagaimana kelompok subordinat dibatasi dalam menyuarakan pengalaman dan kepentingannya dalam struktur komunikasi yang didominasi kelompok berkuasa. Penelitian ini menggunakan metode ulasan literatur dengan pengambilan data sekunder. Ulasan terhadap 16 literatur menunjukkan bahwa jurnalis perempuan masih mengalami diskriminasi berdasarkan gender, termasuk stereotip peran, pembagian liputan yang bias, serta beban ganda antara pekerjaan profesional dan tanggung jawab domestik. Selain itu, representasi perempuan dalam posisi puncak kepemimpinan media juga masih sangat rendah. Dari 1.861 perusahaan media yang tercatat di Dewan Pers, hanya 65 media yang dipimpin oleh perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa struktur industri media di Indonesia masih belum sepenuhnya inklusif terhadap perempuan, baik sebagai pekerja maupun sebagai pengambil keputusan.Kata kunci: Jurnalisme, Perempuan, Kepemimpinan, Kesetaraan Gender, Muted Group Theory
Meme Jomok sebagai Representasi Interseksionalitas Ras dan Gender di Media Sosial Putra Sembiring, Farrell Riskia; Pratiwi, Aprilianti
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.452

Abstract

Abstrak - Media sosial menjadi tempat untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Media sosial juga menjadi tempat untuk bertukar informasi serta tempat untuk bertukar pikiran. Akibat adanya proses pertukaran informasi dan pikiran tersebut, muncullah komunitas-komunitas digital yang terdiri atas pengguna yang memiliki kesamaan akan keinginan. Pada zaman ini, meme menjadi alat komunikasi yang praktis. Karena, meme dengan praktisnya memberikan jelemaan tentang kehidupan yang sudah terjadi. Meme merupakan alat komunikasi menghibur, namun sekarang menjadi alat untuk menyampaikan stereotip secara tak langsung. Meme Jomok adalah konten meme yang secara langsung menampilkan laki-laki berkulit hitam yang berotot, maskulin, dan menampilkan pose yang homoerotik. Hal tersebut terjadi pada suatu komunitas yang bernama Sungut Lele. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konten Meme Jomok sebagai konten interseksionalitas di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif digital, wawancara, dan studi dokumen. Teori yang digunakan adalah teori interseksionalitas yang dikemukakan oleh Kimberle Crenshaw. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Sungut Lele secara praktis mengunggah meme yang memiliki visual interseksionalitas terhadap orang kulit hitam. Orang kulit hitam divisualisasikan sebagai pria kulit hitam yang berotot, erotis, dan berorientasikan homoseksual. Konten tersebut senantiasa memberikan stereotip baru terhadap orang kulit hitam yang menimbulkan ketidaknyamanan terhadap suatu individu. Temuan tersebut menunjukkan meme tidak hanya sebagai alat komunikasi yang penuh hiburan, tetapi juga alat untuk menyalurkan stereotip baru secara tak langsung kepada audiens.   Kata kunci: Interseksionalitas; Komunitas Virtual; Meme; Observasi Digital; Stereotip