cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Motivation for Housewives to Become Content Creators on Facebook Social Media Rahmadiana, Rahmadiana; Kasusilaningrum, Tyas; Wahab, Afwan
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i2.300

Abstract

The development of technology and social media has changed the pattern of user participation from passive consumers to active producers. Facebook, with its innovative features such as Reels and paid subscriptions, is becoming a popular platform that encourages users, including housewives, to create content of economic value. This study uses the theory of Uses and Gratifications to analyze the motivation of housewives to use Facebook in meeting social needs, This study uses a qualitative approach with a case study design to explore the experience of housewives as content creators on Facebook. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with four informants who met the criteria. Data analysis is carried out by means of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. This approach aims to understand the motivation of using Facebook and become a content creator, interaction pattern, and satisfaction for housewives on social media. The results of the study show that housewives use Facebook to meet social, entertainment, information, and economic needs. They build a support network as content creators, creating everyday videos, humor, or tutorials that entertain themselves and their audience. For information needs, they share tips, practical solutions, and product recommendations. Economic motivation also drives them to monetize content for additional income. Facebook is not only a communication tool, but also a platform for social interaction, entertainment, information dissemination, and economic empowerment.
Analisis Motif Penggunaan Second Account Instagram pada Generasi Z di Kota Makassar Anggraeny, Nurwinda; Bahfiarti, Tuti; Farid, Muhammad
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i2.302

Abstract

Salah satu medium yang digunakan untuk bertukar atau mencari informasi adalah media sosial yang menjadi dunia baru bagi setiap orang untuk berinteraksi secara virtual. Media sosial dapat diakses dan digunakan oleh siapa saja dari berbagai latar belakang. Generasi Z di Indonesia saat ini banyak yang menggunakan dua akun media sosial khususnya Instagram untuk mengekspresikan kehidupannya apa adanya. Hal inilah yang menjadi daya tarik penelitian ini mengenai motif para pengguna instagram generasi Z menggunakan second account. Penelitian ini bertujuan menganalisis motif para pengguna instagram second account pada generasi Z. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan second account Instagram pada generasi Z di Kota Makassar memiliki beberapa motif, diantaranya kebebasan berekspresi, tidak adanya ketakutan atau batasan dalam mengunggah kegiatan sehari-hari, membangun kedekatan lebih intim dengan followers serta keberanian dalam menunjukkan jati diri. Kesimpulan penelitian ini, motif informan sangat beragam dalam menggunakan second account Instagram, namun ada beberapa motif yang sama dengan informan lainnya.
Pengaruh Kompetensi Komunikasi Hati terhadap Perilaku Silent Treatment Safitri, Susiana Nur; Lestari, Puji; Suryawijaya, Priyahita Garmadyuti; Adzka, Nadia
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i2.303

Abstract

Saat ini sering sekali anak muda melakukan silent treatment kepada orang lain atas dasar suatu permasalahan tertentu, sehingga orang lain merasa bahwa dirinya dikucilkan dan diisolasi. Hal tersebut memiliki peran yang sangat krusial dalam komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kompetensi komunikasi hati terhadap perilaku silent treatment pada mahasiswa Hubungan Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta angkatan 2021. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji F kedua variabel memiliki pengaruh secara signifikan, dengan nilai F hitung (65,162) yang jauh lebih besar daripada F tabel (4,00). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa program studi Hubungan Masyarakat angkatan 2021 UPN Veteran Yogyakarta menunjukkan pengaruh kompetensi komunikasi hati terhadap perilaku silent treatment. Penelitian ini memberikan sumbangan pengetahuan mengenai dampak kompetensi komunikasi hati terhadap munculnya perilaku silent treatment. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan dalam kompetensi komunikasi hati guna mengurangi kemungkinan terjadinya silent treatment.
Optimizing the Performance of Multinational Business Organizations through Cross-Cultural Communication Management: Review and Recommendations Bathesta, Yovi; Prasetya, Wibawa; Harwinda, Alfilonia; Kamal, Kamal; Yuniar, Nabila Alda
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i2.305

Abstract

Multinational companies face challenges in understanding and managing cultural differences. Cross-cultural communication becomes a crucial issue that affects organizational performance. This research aims to investigate the cross-cultural communication problems faced by multinational companies, focusing on identifying the factors influencing cross-cultural communication, their impact on company performance, and strategies that can be adopted to address these challenges. The research method used is a literature review involving critical analysis of journals and related research findings sourced from Google Scholar. Previous studies utilized should highlight various factors affecting cross-cultural communication, including language differences, cultural norms, stereotypes, and differences in non-verbal communication patterns. The research findings indicate that multinational companies need to adopt a holistic and proactive approach in managing cross-cultural communication, such as employee training to enhance cross-cultural awareness, strategic approaches in recruiting personnel with diverse cultural backgrounds, and the development of inclusive communication policies sensitive to cultural differences. Failure to manage cultural differences can lead to conflict, decreased productivity, and failure to achieve business goals. Academic suggestions include the need for further research to explore effective communication strategies in different cultural contexts. Additionally, longitudinal studies can help understand the dynamics of cross-cultural communication evolution in the long term. Practical suggestions include the need for management commitment to create an inclusive work environment that supports all team members, regardless of their cultural backgrounds. Companies should also integrate cross-cultural communication training into their employee development programs to enhance communication effectiveness in an increasingly complex global context.
Pengaruh Kemudahan Mendapatkan Produk dan Penetapan Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk @Kentang Kriuk Mas Bro Susilo, Adi Pratama; Jimmy, Jimmy; Nurhajati, Lestari
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i2.306

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam menyumbangkan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi. Situasi seperti ini menggambarkan optimisme prospek UMKM di masa depan. Namun, UMKM memiliki kendala dalam proses kemudahan mendistribusikan produk, serta harga produk yang dibandingkan dengan produk sejenis dari produksi pabrik besar. Salah satu usaha UMKM di Bekasi yang mulai tumbuh dan sudah masuk pada toko retail dan marketplace adalah Kentang Kriuk Mas Bro. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi bagaimana kemudahan dalam memperoleh produk serta strategi penetapan harga mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk Kentang Kriuk Mas Bro. Pendekatan perilaku konsumen digunakan sebagai dasar dari penelitian untuk melihat bagaimana indikator kemudahan mendapatkan produk dan penetapan harga memberikan pengaruh pada konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner pada para pembeli produk Kentang Kriuk Mas Bro, baik yang menjadi follower @Kentang Kriuk Mas Bro, maupun yang melakukan pembelian secara langsung di toko retail maupun marketplace online.
Adopsi dan Penerimaan Teknologi AI: Tinjauan Sistematis Berdasarkan Model UTAUT Anggi R., Novia; Hapsari, Inas Ulfa; Irwansyah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.327

Abstract

This study uses the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) developed by Venkatesh et al. (2003), as a perspective to understand the factors that influence the acceptance of Artificial Intelligence (AI) technology in various aspects of life. This model has been used in various studies to analyze the behavioral intentions of technology users. The method in this study is a literature review, by selecting and analyzing 30 accredited scientific journals published between 2019 - 2025. This study aims to analyze the acceptance and implementation of AI technology and its implications for communication dynamics. The results of the study have important implications for AI technology being accepted and implemented in various sectors. The suggestion that can be offered through this study is to develop strategies to overcome obstacles that may be encountered in the process of technology acceptance and adaptation. One concrete step that can be taken is to provide training or provision aimed at technology users.Keywords: Artificial Intelligence, UTAUT, Technology acceptance, Technology adoption, Systematic literature review.
Retorika Kuasa Menuju Budaya Resistensi Digital: Krisis Komunikasi Pejabat Indonesia pada Media Massa Yudha, Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma; Yogantari, Made Vairagya
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.362

Abstract

Abstrak - Kata-kata seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok. Namun dalam lanskap komunikasi politik Indonesia hari ini, ujaran para pejabat sering kali membentang jurang antara kekuasaan dan rakyat. Penelitian ini membedah bagaimana komunikasi pejabat negara, melalui ujaran-ujaran yang timpang dan tidak empatik, menciptakan disonansi yang merusak kepercayaan publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berparadigma interpretatif-kritis, penelitian ini menganalisis sepuluh pernyataan pejabat yang diambil dari pemberitaan media nasional dalam tahun 2025, di mana komunikasi politik gagal merespons kenyataan sosial secara adil dan manusiawi. Kerangka teori yang digunakan meliputi Teori Agenda Setting, Dominasi Simbolik dan Komunikasi Krisis. Metode analisis wacana kritis juga digunakan untuk menggali lapisan makna yang tersembunyi. Metode analisis wacana kritis digunakan untuk menggali lapisan makna yang tersembunyi di balik retorika pejabat, membedah relasi kuasa, serta memahami dinamika representasi sosial yang terbangun dalam ruang publik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pola komunikasi politik yang nir-sensitif pada pemerintahan Indonesia saat ini, yang tercermin melalui media massa digital, mempercepat degradasi legitimasi pemerintah, menguatkan resistensi digital, dan “memperlebar jarak” antara negara dan warganya. Di tengah dunia yang semakin terhubung secara teknologi, namun sayangnya, retak secara emosional. Penelitian ini menjadi pengingat bahwa demokrasi sejati hanya bisa tumbuh dalam ruang percakapan yang setara, jujur nan empatik. Dalam berbagai ruang penyaluran informasi baik secara digital maupun secara nyata. Kata kunci: komunikasi politik; disonansi sosial; krisis representasi; ruang publik digital; resistensi masyarakat.
Analisis Komunikasi Bencana melalui Media Sosial Instagram @bnpb_indonesia dalam Membangun Budaya Sadar Bencana Maretyana, Rahma Nur; Hidayat, Muhamad
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.387

Abstract

Abstrak - Kesadaran akan bencana merupakan hal utama dalam penanggulangan bencana. Dalam hal ini, masyarakat menjadi aspek penting dan dibutuhkan partisipasi aktif. Hal ini membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya membangun budaya sadar bencana, salah satunya melalui Instagram @bnpb_indonesia. Pengelolaan media sosial Instagram yang tepat diperlukan agar dapat memaksimalkan upaya membangun budaya sadar bencana sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial Instagram BNPB Indonesia dalam membangun budaya sadar bencana dan hambatannya. Peneliti menggunakan konsep tahapan pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe yaitu Share, Optimize, Manage, dan Engage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, pengelolaan Instagram @bnpb_indonesia dalam membangun budaya sadar bencana telah menerapkan langkah-langkah pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe. Faktor internal yang menjadi penghambat pengelolaan media sosial Instagram @bnpb_indonesia adalah kurangnya sumber daya manusia dan alokasi anggaran yang kurang memadai. Kata Kunci: Komunikasi Bencana, Media Sosial, Instagram, Budaya Sadar Bencana
Gaya Bahasa Presenter MetroTV di TikTok: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Sanjaya, Ade Bangun; Widaswara, Rieka Yulita; Suardana, I Ketut Putu
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.403

Abstract

Abstrak - Revolusi digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi, termasuk dalam dunia jurnalistik. Media sosial seperti TikTok menjadi ruang baru bagi media massa dalam menyampaikan berita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola komunikasi jurnalistik di era digital yang berfokus kepada gaya Bahasa Presenter MetroTV di media sosial Tiktok. Menggunakan teori Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis empat video berita populer yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan bersifat informal, humoris, dan penuh sindiran halus. Ketiga dimensi analisis Fairclough teks linguistik, praktik diskursus, dan praktik sosial budaya menunjukkan adanya transformasi dalam penyampaian berita. Presenter tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kedekatan dengan audiens muda melalui bahasa yang relevan dengan budaya populer dan tren internet. Dalam era digital, keberhasilan penyampaian pesan jurnalistik bergantung pada kemampuan media mengemas konten yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara emosional dan sosial. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis; Gaya Bahasa; Jurnalistik Digital; Media Sosial; MetroTV
Kecerdasan Buatan pada Fotografi sebagai Godaan Etika bagi Jurnalis Noviansyah, Aditia
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.421

Abstract

Abstract - We can feel the development in the world of journalistic photography from changes in camera technology, such as the transformation of analog cameras to digital cameras. In the era of digital cameras, it also became the next foothold where we were shown changes in the way journalistic photographers work. At that time, journalistic photographers were able to quickly send a photo to the editorial room via the internet network. In addition, journalistic photographers do not only work to take pictures, journalistic photographers can also double as videographers. This change in work is caused by cameras that are already capable of doing the job. Furthermore, artificial intelligence (AI) technology is also included in camera technology. AI technology greatly helps the technical role of journalistic photographers, but on the other hand, AI technology can really tempt journalistic photographers' ethics to violate journalistic rules if done unwisely, because it ignores a fact that occurs in one event. This qualitative research uses the phenomenological theory method, as explained by Alfred Schutz who presents a unique and profound perspective on meaning in human interaction. Schutz views that social reality is not something that is purely objective, but is formed through the subjective experiences of individuals in everyday life. This research was conducted by collecting data through observation and documentation. So it can be concluded that the form of journalistic photography must uphold intact ethics or legal norms, both in terms of its actions, its creation and its broadcasting worthiness.Keywords: Journalistic Photography, Artificial Intelligence, Camera Technology, Journalistic of Ethics; Photo Editing Abstrak – Perkembangan fotografi jurnalistik bisa kita rasakan dari perubahan teknologi kamera, seperti halnya transformasi kamera analog ke kamera digital. Di era kamera digital juga menjadi pijakan selanjutnya di mana kita diperlihatkan perubahan cara kerja fotografer jurnalistik. Fotografer jurnalistik sudah dapat mengirim cepat sebuah foto ke ruang redaksi melalui jaringan internet. Selain itu, fotografer jurnalistik tidak bekerja untuk memotret saja, pekerjaan fotografer jurnalistik juga bisa merangkap sebagai videografer. Perubahan kerja itu disebabkan oleh kamera yang sudah mumpuni untuk melakukan pekerjaan tersebut. Selanjutnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga masuk dalam teknologi kamera. Teknologi AI sangat membantu peran teknis pekerjaan fotografer jurnalistik, tetapi di sisi lain teknologi AI bisa menggoda etika fotografer jurnalistik untuk melanggar kaidah jurnalistik, karena mengesampingkan fakta yang terjadi padaperistiwa. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode teori fenomenologi, sebagaimana dijelaskan oleh Alfred Schutz yang menghadirkan sudut pandang yang unik dan mendalam tentang makna dalam interaksi manusia. Schutz memandang bahwa realitas sosial bukanlah sesuatu yang bersifat objektif semata, melainkan dibentuk melalui pengalaman subjektif individu dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data-data melalui observasi dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian adalah, foto jurnalistik harus memegang etika baik dari segi perbuatan dan pembuatannya.Kata kunci: Fotografi Jurnalistik, Kecerdasan Buatan, Teknologi Kamera, Etika Jurnalistik, Penyuntingan Foto