cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Konsep Dialog Bunyi pada Karya Musik Cang Panah Rico Gusmanto; Surya Rahman
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1793

Abstract

“Cang Panah” merupakan sebuah komposisi musik dari hasil reinterpretasi keude kupi sebagai axis mundi masyarakat Aceh dalam bentuk dialog bunyi. Banyaknya aktivitas sosial yang dilakukan masyarakat di keude kupi menjadi fenomena menarik yang diusung dalam karya musik ini. Aktivitas ini dilandasi oleh kebiasaan masyarakat Aceh yang saban hari menghabiskan waktu di keude kupi. Beragam aktivitas ini muncul disebabkan oleh terjadinya interaksi sosial antar masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi di keude kupi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu interaksi antara individu dengan individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi kelompok dengan kelompok. Karya ini disajikan dalam tiga bagian karya, yang mana setiap bagian merupakan representasi dari setiap jenis interaksi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untu mengetahui bentuk dialog bunyi yang digunakan dalam mengaktualisasikan gagasan pada karya seni musik “Cang Panah”. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis musik. Hasil penelitian yang ditemukan adalah dialog bunyi diinterpretasikan dalam bentuk permainan reponsorial melalui teknik call and respons.
Nilai Estetika Tari dalam Kesenian Ronggiang pada Masyarakat Multietnis Pasaman Barat Oktavianus Oktavianus; Wardi Metro
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1815

Abstract

Ronggiang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang berkembang di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Kesenian ini terdiri atas tari dan syair berupa pantun yang diiringi oleh musik. Kesenian Ronggiang lahir dari sebuah proses akulturasi antara budaya etnis Jawa, Mandailing, dan Minangkabau. Etnis-etnis ini merupakan etnis yang mendiami wilayah Pasaman Barat, sehingga daerah ini juga dikenal dengan daerah multietnis. Sebagai suatu seni dengan eksistensi dan keberadaannya di tengah masyarakat, Ronggiang memiliki nilai estetika atau keindahan yang terkandung dalam kesenian tersebut. Nilai estetika dapat dilihat atau diamati dari tiga aspek, yaitu bentuk atau wujud, gagasan atau isi, dan penampilan. Nilai estetika ini merupakan mutu dari suatu seni yang memengaruhi eksistensinya di tengah masyarakat. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menguraikan dan menganalisis estetika kesenian Ronggiang pada masyarakat multietnis Pasaman Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural dan estetis koreografis yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahap pra lapangan, lapangan, pengolahan data, penyajian data, dan pelaporan.
Perancangan Video Promosi Wisata Roro Kuning di Kota Nganjuk Ernawati Ernawati; Elham Maulana; Putri Prabu Utami
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1832

Abstract

Kabupaten Nganjuk memiliki bentang pesona alam dan objek pariwisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti contoh objek wisata Roro Kuning. Roro Kuning adalah sebuah tempat objek wisata yang berlokasi di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Objek wisata Roro Kuning ini di bagun pada tahun 2005 oleh pemerintah waktu itu karena terdapat potensi sumber alam sebagai objek wisata. Wisata Roro Kuning ini mempunyai prospek ekonomi bagi masyarakat sekitar dan daerah untuk kedepanya. Maka dari itu objek wisara Roro Kuning ini membutuhkan media promosi berupa video yang mudah untuk disampaikan ke wisatawan yang ingin dituju. Pada perancangan ini akan akan mengkaji tempat wisata Roro Kuning dimana lokasi wisata tersebut belum banyak diketahui, selain itu kurangnya peran dari pemerintah daerah belum maksimal dalam mempromosikan objek tersebut. Metode perancangan ini meliputi studi literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai sumber pengumpulan data yang di dapat dari Disparporabud Kabupaten Nganjuk. Pada analisis data  perancangan ini menggunakan analisis SWOT agar sesuai sasaran audience. Bedasarkan masalah yang ada maka terbentuklah simpulan media yang berupa media videografi. Hasil luaran dari perancangan ini yaitu video promosi yang mempresentasikan tentang keindahan wisata Roro Kuning dengan menggunakan teknik sinematik, hasil videografi tersebut sebagai media komunikasi dan promosi yang efektif yang diarahkan ke media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok agar dapat mempersuai target audiens. Sebagai media pendukung akan dibuat pula cover DVD, poster, stand banner, t-shirt, pamvlet, gantungan kunci untuk mempromosikan keindahan wisata alam Roro Kuning.
Kajian Garap Kendang Pada Gending Kagok Respati Harun Isma'il
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1845

Abstract

This research is entitled "Study of Garap Kendang on Gending Kagok Respati". The research aimsto explain and analyze in depth one musical case of garap kendangan. The garap kendangan is focused on the gending of Kagok Respati. The problems revealed are related to the way of serving gending and the application of kendang instrument play to the Kagok Respati gending. Both problems were studied using the concept of garap. To obtain results that were as expected, this study used qualitative research methods with a discriptive analysis approach. A discriptive approach to analysis is used to explain the shape and structure of the kagok respati gending kendangan pattern. Based on the results of the analysis, it was concluded that the road of serving gending Kagok Respati starts from buka, merong, umpak inggah, inggah, and suwuk. The pattern of the kendangan gending Kagok Repati part of the merong uses a kendangan setunggal merong kethuk 2 (loro) laras pelog. In the inggah section, it uses a Surakarta-style ciblon kendangan.
Pengembangan Desain Ragam Hias pada Kupiah Riman di Kabupaten Pidie Sartika Br Sembiring; Fauziana Izzati; Putri Dahlia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1870

Abstract

Propinsi Aceh kaya akan berbagai kerajinan tradisional serta masih memuat nilai-nilai sejarah. Banyak hasil kebudayaan Aceh yang tidak terlepas dari nuansa Islami, salah satu contoh dalam seni rupa adalah kupiah riman yang digunakan oleh kaum laki-laki Aceh. Sampai saat ini kerajinan kupiah riman masih diproduksi di Kabupaten Pidie. Kupiah riman memiliki ciri khas motif tradisional Aceh, seperti: motif pinto Aceh, bungong kupula, bungong jeumpa,dan lain-lain. Kekayaan alam yang terdapat di daerah Pidie dapat menjadi sumber inspirasi dalam rangka memperkenalkan daerah tersebut melalui kreativitas, salah satunya adalah melalui pengembangan desain motif pada kupiah riman yang biasanya digunakan oleh kaum laki-laki di daerah tersebut. Penelitian karya seni ini bertujuan agar masyarakat dapat mengenal ragam hias sebagai ciri khas Kabupaten Pidie yang berangkat dari hasil kekayaan alam dan kebudayaan masyarakat setempat. Penelitian ini akan menggunakan teori tata kelola desain Victor Papanek yaitu metode, kegunaan, kebutuhan, telesis, asosiasi dan estetika untuk mengembangkan desain motif kupiah riman. Hasil penelitian ini nantinya dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai kupiah riman. Hal ini juga berpengaruh terhadap industri kerajinan kupiah riman yang ada di Kabupaten Pidie karena diharapkan melalui penelitian ini produk kupiah riman serta hasil kekayaan alam daerah Pidie semakin dikenal melalui pengembangan motif. 
Digitalisasi Ornamen Aceh. Studi Kasus: Museum Cut Nyak Dhien Niko Andeska; Muhammad Ghifari
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1891

Abstract

Ornamen Aceh yang ditempatkan disetiap dinding rumah tradisional Aceh memiliki nilai – nilai kearifan lokal Aceh, akan tetapi dengan seiringnya berkembangan pengetahuan dan masuknya pengaruh budaya luar juga mempengaruhi minat masyarakat terhadap model rumah hunian dan bangunan lainnya di Aceh. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang buruk terhadap keberadaan ornamen Aceh itu sendiri. Penelitian dengan judul pelestarian ornamen Aceh berbasis teknologi digital studi kasus Museum Rumah Cut Nyak Dhien di Aceh Besar ini dilakukan sebagai langkah untuk merekam fungsi, bentuk, dan nilai melalui aplikasi Corel Draw dan Photoshop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan data melalui pengukuran dan merekam visual lalu dilanjutkan dengan mengkonstruksi ulang menggunakan aplikasi Corel Draw dan Photoshop. Model pelestarian ini menjadi pedoman atau dokumen berbasis digital yang dapat digunakan bagi masyarakat umum dan tenaga konstruksi untuk mempelajari, mengkonstruksi ulang, dan mengembangkan bentuk dan fungsi ornamen-ornamen Aceh. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ornamen Aceh  di Museum Rumah Cut Nyak Dhien di ukir oleh pengrajin dari Jepara, Jawa Tengah sesuai dengan ornament Aceh, sehingga ada beberapa bentuk ukiran ornamen aceh yang menyerupai pola ukir ornament jepara, pada umumnya bentuk ornamen yang terdapat di rumah Cut Nyak Dhien berangkat dari bentuk tumbuhan.
Perspektif Semiotika Wisata Harau Dream Park sebagai Bentuk Krisis Identitas Budaya Minangkabau Tedy Wiraseptya; Vernanda Em Afdhal; Stefvany Stefvany
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.1894

Abstract

Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata, hal ini tercatat hampir tiga ribu destinasi wisata di Perusahaan Objek Daya Tarik Wisata Komersial (PODTWK). Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota provinsi Sumatera Barat terdapat objek wisata Lembah Harau yang termasuk kawasan pelestarian alam dalam ruang lingkup cagar alam dan suaka margasatwa. Kemudian kawasan Lembah Harau sedang diupayakan untuk diakui sebagai Kawasan Geopark Nasional. Namun, disamping upaya pengembangan tersebut ada beberapa pengembangan yang dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal. Salah satu fokus pada penelitian ini adalah Kawasan Harau Dream Park yang didesain dengan tampilan budaya asing. Untuk mengungkap permasalahan yang ada di Harau Dream Park maka digunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika dan komodifikasi. Kajian ini didasari pada perspektif peneliti menggunakan teori semiotika. Capaian yang telah didapatkan dari penelitian bahwa kawasan Harau Dream Park semestinya dikembalikan lagi pada nilai-nilai budaya Minangkabau dan Geopark sebagai kegiatan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya dan wisata.
Bentuk Penyajian Musik Kesenian Nandong pada Upacara Khitanan di Desa Lataling Kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue Abdul Rozak; Haria Nanda Pratama; Nadra Akbar Manalu
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1935

Abstract

Kesenian Nandong adalah seni vokal yang diwariskan secara turun-tumurun pada masyarakat Simeulue. Kesenian Nandong merupakan sejenis seni tutur yang syair-syairnya berisikan karangan yang mengandung nasehat, sindiran, rintihan yang dilantunkan dengan iringan alat musik yaitu kedang/gendang dan biola. Nandong  dilantunkan menggunakan bahasa Devayan khas bahasa Simeulue, namun dalam kesenian Nandong juga menggunakan bahasa Aneuk Jamee. Keunikan Nandong selain terdapat dalam bahasa Aneuk Jamee yaitu dilantunkan dengan nada yang tinggi dan melengking serta saling bersahut-sahutan oleh pria dengan suara tinggi dan melengking. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang berusaha mengaplikasikan teori untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada objek penelitian. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif yang diwujudkan dalam bentuk keterangan atau gambar tentang kejadian atau kegiatan yang dilakukan menyeluruh dengan mendatangi langsung di Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue. Adapun langkah tersebut dilakukan dengan tahapan yaitu: penentuan subjek penelitian; pemilihan setting dan instrumen penelitian, teknik, dan analisis data. Hasil penelitian akan menunjukkan bahwa terdapat analisis terhadap fenomena musik pada kesenian ini. Fenomena tersebut seperti pemakaian timbre low, disusul timbre high dengan berbagai intensitas kemunculan, serta diperoleh deskripsi tangga nada (scale), dan pengurutan nada-nada yang terdapat dalam Nandong tersebut dimulai dari nada terendah sampai nada yang tertinggi.
Konsep Pertunjukan Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang Nadra Akbar Manalu; Abdul Rozak; Haria Nanda Pratama
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.1936

Abstract

Tari Tulo-tulo merupakan kesenian yang berasal dari masyarakat Nias yang menetap di Kota Sabang. Tari Tulo-tulo memiliki keunikan dimana tari ini kental dengan semangat perjuangan dalam penyajiannya. Saat ini Tari Tulo-tulo sebagai tari hiburan pada masyarakat di Kota Sabang. Konsep dalam penggarapan Tari Tulo-tulo berawal dari rasa kerinduan masyarakat Nias akan tanah kelahirannya. Dengan demikian konsep penyajian pada tari Tulo-tulo identik dengan tari peperangan. Konsep Tari Tulo-tulo terbagi menjadi tujuh bagian, dimana setiap bagian memiliki kesinambungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Pada penelitian ini akan mengidentifikasi konsep dan bentuk pertunjukan Tari Tulo-tulo melalui bentuk penyajian yang meliputi, gerak, pola lantai, musik, properti, tata rias dan kostum. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep dan bentuk penyajian Tari Tulo-tulo di Kota Sabang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah anilisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tahap-tahap yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; Studi Pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah menjabarkan dan mengkaji tujuh bagian dari Tari Tulo-tulo yaitu Sereu, Talifusei, Haru manbaluse, Faliga Baluse, Bamaina, Simate mila menemali, dan Belatu terlak. Tari Tulo-tulo ditarikan oleh kaum pria berjumlah genap dan satu orang sebagai raja/syeh.
Analisis Alur Kilas Balik Dalam Mendukung Tangga Dramatik pada Film “Removed” Febfi Setyawati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.1990

Abstract

“Removed” adalah film yang bercerita tentang perjalanan emosional seorang gadis berusia sembilan tahun bernama Zoe. Sebelumnya ia dirawat oleh orang tua kandungnya, namun kesehariannya dipenuhi dengan kekerasan dan penelantaran. Meski sudah diselamatkan, Zoe mengalami fase gangguan stres pascatrauma yang akan menjadi konflik dalam film ini. Kenangan masa-masa bersama orang tua yang tidak harmonis ini menjadi masalah bagi Zoe dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan penggunaan kilas balik dalam membangun tangga dramatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami ingatan masa lalu yang sedang dialami tokoh dalam penelitian ini dan pengaruh dengan kondisinya saat ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tentang kilas balik yang sering digunakan untuk membangun cerita ketika menggambarkan kejadian yang sudah lampau, namun masih teringat dan mempengaruhi tokoh utama. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa setiap kilas balik memiliki peran berbeda dalam narasi. Dalam setiap kilas balik ada yang memberikan korelasi dalam pembentukan tahapan tangga dramatik. Tetapi terdapat juga kilas balik yang tidak memberikan hubungan dalam proses tangga dramatik.