DESKOVI : Art and Design Journal
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Articles
263 Documents
Kajian Tradisi Membangun Rumah Adat Kampung Bena, Flores
Muchammad Rizky Kadafi;
Rika Agustina
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.2002
Tradisi membangun rumah adat di Kampung Bena, Flores tidak sekedar proses mendirikan sebuah hunian melainkan memiliki banyak makna dan nilai yang kaya akan pengetahuan baru didalamnya. Tradisi membangun rumah bagi masyarakat adat merupakan suatu kegiatan yang penuh kesakralan yang secara turun temurun sudah dilakukan oleh leluhur mereka hingga anak cucunya saat ini. Proses membangun rumah adat Kampung Bena terdiri dari puluhan proses ritual yang harus dilakukan dari awal hingga akhir pembangunannya. Hal ini menarik perhatian penulis untuk mengkaji bagaimana tradisi dalam membangun rumah adat Kampung Bena. Kajian ini meliputi bagaimana faktor kepercayaan masyarakat Bena dan faktor material, konstruksi, dan teknologi yang menjadi dasar dalam proses pembangunan rumah adat Bena. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan arsitektur vernakular guna membantu dalam menjawab rumusan masalah secara rinci dan faktual. Teori alternative theories of house form oleh Amos Rapoport (1969) digunakan sebagai pisau bedah pada kajian ini.Hasil yang diperoleh pada kajian ini adalah Rumah adat kampung Bena tidak hanya sekedar mampu dipahami selaku ekspresi dan artefak budaya masyarakat hukum setempat, melainkan nilai-nilai, representasi dan jiwa yang terdapat di dalamnya. Masyarakat Bena bertaut teguh pada kehadiran daya-daya transenden roh leluhur yang dikenal dengan Mori Ga’e. Setidaknya ada 17 tahapan ritual atau upacara adat yang wajib dilaksanakan pada metode mendirikan rumah adat bagi masyarakat Bena. Hal ini dibuat agar mewujudkan keharmonian dan menjauhi bencana atau musibah dari daya transendental tersebut.
Pembelajaran Berbasis Video Pengolahan Sampah Plastik Rumah Tangga Di Masa Pandemi
Bachrul Restu Bagja;
Yanuar Ikhsan Pamuji;
Elianna Gerda Pertiwi;
Gandung Anugrah Kalbuadi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i2.2023
Hadirnya pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak hal terjadi, baik positif maupun negatif. Dampak positif yang dihasilkan adalah peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dengan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, akan tetapi dampak negatif yang dihasilkan sangat signifikan yaitu meningkatnya volume sampah rumah tangga yang isinya adalah plastik kemasan, masker, dan lainnya yang bersifat sekali pakai. Perubahan pola konsumsi masyarakat di masa pandemi menjadi salah satu penyumbang besar dalam peningkatan volume sampah plastik sekali pakai, karena masyarakat dipaksa untuk melakukan kegiatan di rumah dan membatasi interaksi dengan orang banyak yang mengakibatkan semua kegiatan, termasuk belanja dilakukan secara online. Pengolahan sampah plastik sekali pakai menjadi salah satu solusi atas waktu penguraiannya yang terbilang memerlukan waktu yang sangat lama. Solusi tersebut adalah dengan mengolah sampah plastik sekali pakai menjadi sebuah produk yang memiliki nilai fungsi dan estetis melalui video pembelajaran sebagai media kampanye sosial bagi masyrakat dengan usia 20 sampai 30 tahun. Video yang berisi tentang bagaimana langkah-langkah dalam mengolah sampah plastik sekali pakai sampai menjadi sebuah produk ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan proses design thinking untuk memberikan pemahaman terkait apa yang disampaikan pada video pembelajaran dengan tujuan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi dan sampah yang ada di lingkungan sekitarnya.
Digitalisasi Pertunjukan Musik Dangdut Om Sagita Melalui Platform Online Di Masa Pandemi
Djadmiko Hermanu;
Anik Juwariyah;
Warih Handayaningrum
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v5i2.2080
Artikel ini membahas mengenai bagamana proses survive para pekerja seni dimasa pandemi dalam merelokasi sebuah pertunjukan seni. Pertunjukan yang semula disajikan secara (offline) kemudian beralih menjadi pertunjukan (online) dalam jaringan. Penelitian ini ditulis untuk mengetahui bagaimana proses kebertahanan para pekerja seni terus berkreasi dengan cara merelokasi pertunjukan dimasa pandemi. Untuk mengupas fenomena ini secara lebih mendalam pada penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh melalui studi literasi, studi lapangan, observasi serta proses wawancara. Berdasarkan penelitian ini kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai temuan membuktikan pekerja seni dengan adanya pandemi dihadapkan kepada keadaan yang sulit. Disatu sisi peraturan membuat mereka tidak bisa berkarya, disisi lain mereka harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keseharian keluarga mereka. Jalan keluar yang realistis yang dapat diambil oleh para pekerja seni ialah dengan merelokasi pertujukan seni mereka yang semula offline menjadi berbentuk online untuk tetap memperoleh penghasilan demi memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu sebagai kaum akademisi hendaknya juga memperhatikan keadaan para pekerja seni. Ibarat seni adalah sepasang kaki para akademisi seni adalah sebelah sisi kaki dan para pekerja seni ialah sepasang kaki yang bersebelahan, tanpa keduanya melangkah beriringan sebuah seni tidak bisa terpelajari, berarti, dan abadi.
Skema Perancangan Media Visual Kampanye (Ideological) bagi Desain Komunikasi Visual
Mochamad Ficky Aulia;
Harry Atmami
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.3096
Desain Komunikasi Visual merupakan salah satu keilmuan yang memiliki kinerja bersifat komunikasi persuasi. Ini dapat terlihat dalam irisan proyeksi keilmuannya, salah satunya yaitu kampanye. Di mana kategori kampanye terpecah menjadi tiga bagian berdasarkan orientasinya, seperti kampanye produk, kampanye kandidat dan kampanye ideological yang membawa suatu misi Lembaga sebagai usaha pemecahan masalah di tingkat masyarakat. Keberagaman masalah di lingkungan masyarakat membuat banyak penawaran solutif dari banyak keilmuan yang bekerja secara sistemik dalam porsi tertentu, salah satunya keilmuan DKV. Melalui pendekatan kualitatif penelitian ini dilakukan dalam proses pembelajaran dengan metode Project Base Learning yang secara intensif dan evaluatif. Hasil dari penelitian ini adalah skema perancangan yang bertujuan untuk membangun alur sistematis dari sebuah proses perancangan bagi para peserta didik. Keberadaan skema perancangan bersandar pada teori besar “Design Thinking” yang di dalamnya memuat alur kerja, penetapan dan penataan dari hasil data yang diperoleh melalui proses pengempatian, perangkaian ide-ide yang bermuara pada konsep media dan konsep visual, pemercontohan, hingga uji coba terhadap audiens dan evaluasi sebagai usaha kontrol untuk membaca ketercapaian media yang telah dirancang. Untuk itu penelitian dibuat sebagai acuan alternatif dari proses perancangan media visual kampanye, sebagai salah satu panduan untuk menempuh pembelajaran yang sistematis.
Kajian Visual Poster G20 Akun Instagram Jokowi
Asrinaldi;
Sumema
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i2.8902
Poster G20 adalah sebuah poster ucapan selamat datang dari presiden Indonesia kepada para audiens yang hadir dalam acara tersebut. Poster ini memvisualkan lokasi acara yang berada di Bali dengan ilustrasi yang menampilkan kekhasan dan keunikan Bali secara ringkas melalui visual keindahan alam, keunikan arsitektur, kesenian, dan kehidupan masyarakat dari segi ekonomi, sosial, dan budaya. Poster ini memiliki susunan layout yang baik dengan sequence, balance, contrast, dan unity yang tepat. Meskipun judul dan by line pada poster belum optimal dalam tingkat readability, namun poster ini mampu memberikan informasi yang penting mengenai lokasi acara dan keunikan Bali secara visual yang menarik.
Inovasi dan Transformasi Musikal dalam Grup Patrol Bhâkch Kêrrêng Rampak Pandhalungan
Faisol Amir;
Bondet Wrahatnala
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.9348
Musik patrol merupakan sebuah ensembel kentongan yang terbuat dari kayu utuh atau bambu. Di Kabupaten Jember, ensembel musik ini diiringi menggunakan suling bambu sebagai instrumen melodisnya. Perkembangan musik patrol di Kabupaten Jember tidak lepas dari berbagai inovasi dan perubahan musikalitas yang terjadi pada setiap kelompok musik patrol salah satunya adalah Bhâk?h Kêrrêng Rampak Pandhalungan. Sebagai agen perubahan, Bhâk?h Kêrrêng telah menggagas berbagai inovasi yang menstimulasi terjadinya sebuah transformasi baik secara musikal maupun non-musikal. Pembauran genre sebagai inovasi secara musikal merupakan upaya konkret Bhâk?h Kêrrêng dalam mengembangkan musik patrol. Melalui pembauran genre, Bhâk?h Kêrrêng telah mengaprosiasi berbagai genre musik baik dari musik modern, popular dan berbagai warna musik Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perubahan-perubahan secara musikal dalam musik patrol yang terakumulasi menjadi sebuah transformasi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitan menunjukan bahwa Bhâk?h Kêrrêng sebagai salah satu grup patrol yang produktif dalam melakukan proses aransemen dan pembuatan karya musik patrol dengan nuansa musik yang sangat progresif. Secara kompositoris, musikalitas Bhâk?h Kêrrêng Rampak Pandhalungan sangat kompleks dan membutuhkan kerja kreatif, kemampuan serta teknik yang sangat tinggi.
Unsur Mise-En-Scene Budaya Jawa dalam Film Horor
Bramanti Hananti Nugraheni
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10289
Film horor telah lama menjadi genre yang menarik perhatian penonton dengan cara yang unik. Salah satu faktor penting dalam menciptakan pengalaman horor yang kuat adalah keputusan-keputusan kreatif dalam mengimplementasikan unsur mise-en-scène. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagaimana unsur mise-en-scene dalam film horor mampu mengusik orientasi dunia nyata penonton. Analisa dalam penelitian ini akan fokus pada elemen set, properti, kostum dan make up yang mengangkat tema budaya Jawa pada film horor “Atelier”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari film "Atelier" beserta informasi yang relevan tentang unsur mise-en-scène yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa film "Atelier" menggunakan unsur mise-en-scène yang familiar dalam kehidupan sehari-hari tapi disajikan dengan cara tidak familiar. Hal ini mampu menciptakan suasana yang mengusik orientasi dunia nyata penonton. Melalui penggunaan kain batik, furniture ukiran, dan busana khas Jawa yang disajikan tidak seperti pengalaman sehari-hari, film ini memberikan pengalaman berbeda dengan menawarkan gambar-gambar unimaginably ghastly.
Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Tengah Melalui Perancangan Buku Pop Up Bergaya Flat Design
Rosita Yuni Sera;
Handriyotopo Handriyotopo
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10600
Perancangan buku pop up permainan tradisional Jawa Tengah mengacu pada perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Sehingga dikhawatirkan budaya tradisional seperti permainan tradisional sudah semakin kurang diminati dan ditinggalkan terutama oleh generasi muda atau anak – anak. Tujuan dari perancangan ini untuk menciptakan sebuah media yang menarik bagi anak – anak serta untuk meningkatkan rasa untuk lebih mengenal dan memainkan permainan tradisional kembali. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada narasumber yang cukup memahami dalam bidang permainan tradisional Jawa Tengah. Perancangan ilustrasi atau desain untuk buku pop up dikemas dengan menggunakan gaya flat design yang mengacu pada sifat sederhana, mudah dimengerti, dan informatif. Metode perancangan menggunakan metode dari Gustami sedangkan metode promosi menggunakan strategi promosi dari Terence A. Shimp. Penentuan media promosi berdasarkan data yang diperoleh dengan analisa SWOT. Terdapat beberapa alternatif media promosi sebagai media pendukung dari buku pop up yaitu video dengan QR Code, youtube, instagram, poster, x-banner, dan berbagai merchandise. Perancangan ini bertujuan agar mampu menjadi inspirasi untuk mengenal dan melestarikan permainan tradisional dengan menarik dan kreatif.
Tari Seudati Inong di Kabupaten Aceh Besar: Identifikasi Bentuk Koreografi
Haria Nanda Pratama;
Nadra Akbar Manalu;
Abdul Rozak
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10669
Tari Seudati Inong yang berkembang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh dahulunya dikenal sebagai tarian yang dimainkan oleh kaum pria disebut dengan Seudati. Tari Seudati Inong ini diadopsi dari tari Seudati yang berasal dari Pidie yang kemudian dikembangkan dan diajarkan di Desa Cum Cum Aceh Besar. Pengembangan tari Seudati Inong didasarkan pada penggambaran identitas masyarakat Aceh dengan menghadirkan konsep baru yang menjadikan penari dari kaum perempuan/inong dalam pertunjukannya. Pada bentuk penyajiannya, tari Seudati Inong menampilkan gerakan tari yang energik sebagai wujud penggambaran semangat kaum perempuan Aceh dengan iringan syair dan musik internal dari tari tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tahapan yang terdiri dari (1) Studi Pustaka; (2) Observasi; (3) Wawancara; dan (4) Dokumentasi. Bentuk penyajian koreografi diidentifikasi dan dianalisis dalam tiga dimensi yaitu dari isi; bentuk; dan teknik tari. Ketiga dimensi tersebut kemudian diidentifikasi sebagai fokus dari penelitian ini terkait bentuk penyajian yang diciptakan oleh koreografer. Dari dimensi isi, Gerak tari Seudati Inong dilihat dari isi terbagi menjadi lima bagian Saleum Aneuk/Saleum Syahi, Saleum Rakan, Likok, Saman, dan lani. Sedangkan dari dimensi bentuk dapat dilihat dari tata rias dan busana, iringan musik, dan tempat pertunjukan. Dari dimensi teknik memiliki gerakan yang cepat dan energik.
Digitalisasi Ornamen Mesikhat pada Rumah Adat Alas Aceh Tenggara
Saniman Andi Kafri;
Fauziana Izzati;
Karya Mansyah
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.10670
Arsitektur Rumah Adat Alas Aceh Tenggara merupakan rumah hunian masyarakat suku Alas yang mendiami daerah di kabupaten Aceh Tenggara. Umumnya bentuk ruamah adat Alas hampir sama dengan daerah Aceh lainya yakni rumah panggung yang terbuat dari bahan kayu yang berada dekat dengan perkarangan masyarakat suku Alas. Rumah adat Alas ini memiliki bentuk ornamen yang melekat pada didning luar rumah yang disebut dengan istilah mesikhat. Ornamen menjadi bagian dari sebuah kebudayaan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang menyimbolkan identitas pemiliknya. Salah satunya adalah ornamen mesikhat yang ada di Aceh Tenggara. Motif mesikhat merupakan motif khas Suku Alas yang mendiami daerah Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna menggali informasi terkait penamaan, bentuk, dan makna filosofi yang terdapat pada bentuk ornamen mesikhat pada rumah adat Alas. Dilanjutkan dengan proses modeling, memindahkan bentuk gambar motif kedalam bentuk digital dengan menggunakan aplikasi Coreldraw. Digitalisasi yang dilakukan bertujuan untuk melestarikan ragam ragam hias Aceh Tenggara yang saat ini sudah mulai jarang ditemui penerapanya pada rumah, Khususnya rumas adat Alas. Dari hasil penelitian ini dilakukan digitalisasi sebanyak 10 motif yang melekat pada dinding rumah Adat Alas. Adapun motif-motif yang terdapat pada rumah adat suku Alas seperti motif, Motif Pakhuh Enggang, Motif Putekh Tali, Motif Embun Bekhangkat, Motif Pucuk Khebung, Motif Jekhjak Pantemken, Motif Mate Baning ( Mata Kura-Kura), Motif Bunge Ketile, Motif Papan Catukh, Motif Tampuk Gete (Tangkai Buah Manggis), Motif Khentape