cover
Contact Name
Nikmarijal
Contact Email
nikmarijal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawiojs2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 24074462     EISSN : 26145812     DOI : -
This journal aim is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of Islamic religious education. Its scope in Islamic education, Spiritual education, morals education, values education, and character education; the place and function of education institutions in the formation and establishment of religious identity; Islamic religious education in various belief groups, public life, and multicultural settings; Education practices at all levels of privately or publicly owned educational institutions; modern and traditional models, trends, and methods toward Islamic religious education; Islamic religious education in communities and environments outside of school; Spiritual, cultural, and social issues in education related to Islam; the effect of school identity; acceptance toward a school; school leadership, culture, and climate; or school family units on educational institutions that conduct Islamic religious education; teacher and administrator identity; and educational programs.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 129 Documents
Strategi Pembelajaran Membaca Awal Pada Anak Usia 5 - 6 Tahun Melalui Pendekatan Sentra dan Lingkaran Nurul Qomariah
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2018): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v5i2.834

Abstract

Sehubungan kompetisi di era globalisasi, anak di PAUD khususnya usia 5-6 tahun juga menghadapi tuntutan akademis yang semakin tinggi. Di antaranya yaitu untuk dapat diterima di SD mereka diharapkan sudah bisa membaca. Lembaga PAUD bisa memenuhinya dan tidak harus berubah menjadi sekolah baca dengan metode yang mengenyampingkan aspek perkembangan anak. Salah satunya melalui pendekatan sentra dan lingkaran yang berfokus pada anak, yang proses pembelajarannya berpusat di sentra main menggunakan pijakan (scaffolding) untuk mendukung perkembangan anak.
Alih Kode Dalam Masyarakat Bangka Syarifah Syarifah
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2018): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v5i2.835

Abstract

Alih kode merupakan kontak bahasa yang mempengaruhi salah satu bahasa sehingga berimplikasi terhadap pola kebahasaan yang digunakan masyarakat Bangka dalam segala lini. Interaksi melayu Bangka dengan etnis lain yang sudah lama menetap cenderung menggunakan bahasa Melayu Bangka namun terkadang menggunakan bahasa Indonesia. Alih kode dari bahasa Melayu ke bahasa Indonesia atau lainnya seperti Jawa dan Palembang yang tinggal di Bangka terjadi karena berubahnya situasi dari formal ke informal dan sebaliknya maupun karena hadirnya orang ketiga.
Emosional : Tinjauan Al-Qur'an dan Relevansinya dalam Pendidikan Zulkarnain Zulkarnain
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2018): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v5i2.836

Abstract

Emosional adalah reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Merujuk Daniel Goleman secara emosional ke perasaan dan pikiran yang berbeda, keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosional berhubungan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pemikiran. Jadi, emosi adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosional dapat menjadi motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tetapi juga dapat menyebabkan perilaku negatif bagi manusia. Dalam Al Qur'an, deskripsi yang cermat tentang berbagai perasaan emosional yang dirasakan oleh manusia, seperti ketakutan, kemarahan, cinta, kegembiraan, kebencian, kecemburuan, dan kesedihan diungkapkan. Al-Quran memberikan petunjuk tentang cara mengelola emosi dengan baik dan benar sehingga dapat melahirkan kecerdasan emosi. Kemudian untuk mengembangkan emosi agar memiliki dampak positif, perlu dilakukan upaya proses pembelajaran untuk berimajinasi sehingga memungkinkan mereka menyalurkan berbagai keinginan yang tidak dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata atau menetralkan berbagai emosi negatif yang ada pada dirinya.
Improving Tadris Bahasa Inggris Students’ Competency of Curriculum Development in Language Education through Investigating SMU Teachers’ Perceptions on the Implementation of 2013 Curriculum Indrawati Indrawati
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2018): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v5i2.837

Abstract

Practicum Teaching has never been easy for most students. They have to undergo many courses before having the real practicum teaching. Balancing between the performance and competence finally is not totally a piece of cake in terms of real teaching. Lacks of skill in designing lesson plans, creating teaching material and managing classroom are occasionally become e great obstacle for pre-service teachers. And what makes it worse is they do not know well about the implementation of K-13 in teaching English in high schools. As a new implemented curriculum, pre-service teachers should struggle to apply this curriculum well in their teaching. This study investigates teachers‟ voices over K-13 and what strategies or approaches that teachers of English do to develop the quality of instruction in the classroom. Findings showed that mostly teachers of English are very welcome in implementing K-13 but in some conditions (for government to notice) , such as providing more trainings and bridging courses for teachers especially in suburbs, adding more free text books for unprivileged students, and so on.
Humanistic Method dalam Pembelajaran Bahasa Arab Ela Isnani Munawwaroh
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2018): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v5i2.838

Abstract

Humanism developed during the 16th century. It gives contributions for education, up to language teaching. Some experts have developed humanistic methods in language teaching, they are Counseling Learning Method (CLM) or Community Language Learning (CLL), silent way, suggestopedia and Total Physical Response (TPR) or the comprehension approach. These methods could be used in language teaching as an alternative method to teaching the Arabic language.
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif ‘Tipe Examples Non Examples’ terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Rapiah Tulhikmah
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i1.859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran kooperatif tipe ‘Examples Non Examples’ berdasarkan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Galesong pada larutan elektrolit, larutan non elektrolit, dan reaksi redoks. Examples Non Examples adalah metode pembelajaran dengan menggunakan gambar yang disajikan sesuai dengan kilauan dari ‘Examples Non Examples’. Subjek dalam penelitian ini adalah 33 siswa SMA Negeri 1 Galesong, tahun akademik 2013/2014. Data dikumpulkan dengan menggunakan hasil belajar siswa (post test). Hasil percobaan menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan Examples Non Examples dalam pembelajaran kimia adalah 81,45% dengan kelulusan kelas 87,87%. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas Examples Non Examples' dalam pembelajaran kimia adalah 72,03%.
Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Penyandang Tunanetra Komariah Komariah
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i1.861

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra pada mahasiswa difabel Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Bimbingan Konseling Islami efektif dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah lima orang mahasiswa-mahasiswi penyandang tunanetra yang dinaungi oleh Pusat Layanan Difabel Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi-Experimental design. Alat pengumpulan data menggunakan skala Penerimaan Diri yang mengacu pada aspek penerimaan diri yang dikemukakan oleh Sheerer. Analisis data menggunakan wilcoxon signed rank test dengan program SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest Penerimaan Diri penyandang tunanetra. Berdasarkan hasil perhitungan statistik ini berarti Bimbingan dan Konseling Islam efektif untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Dengan demikian hipotesis yang diajukan peneliti dalam penelitian ini diterima atau terbukti. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin efektif proses Bimbingan dan Konseling Islam, maka akan semakin meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Begitu juga sebaliknya, semakin tidak efektif proses Bimbingan dan Konseling Islam yang diberikan, maka tidak akan efektif untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of Islamic Guidance and Counseling in increasing Self-Acceptance of visually impaired students with disabilities at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Disability Service Center. The hypothesis in this study is that Islamic Counseling Guidance is effective in increasing Self-Acceptance of visually impaired students. The subjects in this study were five students with visual impairment who were shaded by the Disability Service Center of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The experimental design used in this study was Quasi-Experimental design. Data collection tool used was a scale of Self-Acceptance that refers to aspects of self-acceptance proposed by Sheerer. The data was analysed by using Wilcoxon signed rank test with SPSS 16.00 for Windows. The results showed that there was a significant difference between the pretest and posttest of Self-Acceptance of the visually impaired students. The results of this statistical calculation suggested that Islamic Guidance and Counseling was effective in increasing Self-Acceptance of the visually impaired students. Thus the hypothesis proposed by researchers in this study was accepted. This indicates that the more effective the Islamic Guidance and Counseling process is, the more self-acceptance will be for the visually impaired students. And vice versa, the more ineffective the process of Islamic Guidance and Counseling is given, the less effective it will be to increase self-acceptance of the visually impaired students.
Pemanfaatan Media Bahan Alam Daun Menyirip Dalam Mengenalkan Calistung Pada Anak Usia Dini Dwi Haryanti; Yesy Ustarina
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i1.862

Abstract

Membaca, menulis, dan berhitung atau calistung bukanlah tahapan perkembangan kemampuan keterampilan yang dapat begitu saja dikuasai anak. Calistung adalah tahapan dasar orang bisa mengenal huruf dan angka dimana membaca merupakan suatu proses rumit yang melibatkan aktivitas auditif (pendengaran) dan visual (penglihatan) untuk memperoleh makna dari simbol berupa huruf atau kata. Daun menyirip merupakan media bahan alam yang digunakan sebagai media pengenalan calistung di RA Hadiqotul Amin Puding Besar. Media ini adalah salah satu yang bisa digunakan oleh guru dalam perkembangan calistung anak usia 5 – 6 tahun. Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau (field research) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan dan memaparkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bahan alam (daun menyirip) dapat menjadi media dalam mengenalkan membaca, menulis dan berhitung untuk anak usia dini, apalagi anak usia prasekolah, yakni 5-6 tahun. Anak dapat belajar langsung untuk melihat benda konkret tanpa harus menerka dari sebuah gambar. Media bahan alam merupakan media yang baik untuk digunakan dalam mengenalkan calistung pada anak usia dini. Harapannya guru dapat meningkatkan kreatifitasnya lagi dalam meningkatkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik.
Pentingnya Ganjaran dan Hukuman terhadap Perilaku Kemandirian Siswa dalam Pendidikan Agama Islam Syarifah Daeng Tujuh
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i1.864

Abstract

Ganjaran dan hukuman dalam pendidikan merupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam pendidikan. Ganjaran merupakan hadiah atas perbuatan baik atau prestasi yang dihasilkan oleh peserta didik, sedangkan hukuman merupakan efek jera terhadap pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh peserta didik, namun perlu didingat bahwa hukuman itu tidak berbentuk siksaan tapi mengarah kepada motivasi belajar dan latihan kemandirian. Ganjaran dan hukuman sangat penting untuk melatih kemandirian peserta didik, terutama yang bergelut dalam pendidikan islam, untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas
Konsep Pendidikan Anak Prasekolah Dalam Perspektif Ibn Qayyim Al-Jawziyyah Rosidi Rosidi
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i1.869

Abstract

Peran edukatif keluarga (orang tua) telah melemah dikarenakan melilitnya persolanaan ekonomi, derasnya pengaruh budaya dan kerasnya perubahan sosial politik yang menggeser tata nilai, watak dan perilaku dalam pola hidup yang tidak berpihak pada kenyamanan anak-anak. Tulisan ini akan mengulas tentang konsep ajaran Islam terhadap pentingya pendidikan anak usia dini dan usia prasekolah melalui pemikiran seorang tokoh muslim Ibn Qayyim Al-Jauziyah. Ibn Qayyim Al-Jawziyyah merupakan sosok yang memiliki kematangan berfikir dan berkarya, karena ia berguru dan bergaul dengan komunitas yang memiliki etose keilmuan yang sangat tinggi dan diketahui kecemerlangan pikirannya. Pemikiran Ibn Qayyim tentang pendidikan anak usia prasekolah diarahkan pada upaya menyelamatkan fitrah dan potensi dasar yang dimiliki anak.; Pertama, aspek mental-spiritual (al-Tarbiyyah al-Imaniyah), Kedua, aspek moral (al-Tarbiyah Khuluqiyah) Ketiga, aspek fisik (Tarbiyah Jismiyah) Keempat, Aspek sosial (al-Tarbiyah al-Ijtimaiyyah) diperlukan dalam menata lingkungan yang kondusif untuk mendukung perkembangan anak ke arah yang baik. Kelima, aspek Intelektual. The educative role of the family (parents) has weakened because of the twisting of economic polity, the swift influence of culture and the harshness of socio-political changes that shift values, character, and behavior in lifestyles are not in favor of the comfort of children. This paper will review the concept of Islamic teachings on the importance of early childhood education and preschool age through the thought of a Muslim leader Ibn Qayyim Al-Jauziyah. Ibn Qayyim Al-Jawziyyah is a person who has the maturity to think and work because he studied and mingled with communities that have a very high scientific ethos and are known for the brilliance of his mind. Ibn Qayyim's thoughts about the education of preschool children are directed at efforts to save the nature and basic potential possessed by children; First, mental-spiritual aspects (al-Tarbiyyah al-Imaniyah), Second, moral aspects (al-Tarbiyah Khuluqiyah) Third, physical aspects (Tarbiyah Jismiyah) Fourth, social aspects (al-Tarbiyah al-Ijtimaiyyah) are needed in managing the environment conducive to supporting the child's development in a right direction. Fifth, Intellectual aspects.

Page 3 of 13 | Total Record : 129