cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
SINDROM COVID-19 YANG MEMANJANG DAN KAITANNYA DENGAN KARDIOVASKULAR: SUDUT PANDANG KARDIOLOG Sidhi Laksono
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.648 KB)

Abstract

COVID-19 telah menjadi pandemi dan pasien paska COVID-19 sering kali menunjukkan gejala yang berkepanjangan termasuk keluhan pada kardiovaskular. Gejala yang memanjang ini dikenal dengan sindrom COVID-19 yang memanjang atau sindrom long COVID. Sindroma tersebut melibatkan jantung dengan gejala nyeri dada, sesak nafas, cepat lelah, berdebar, dan rasa melayang diakibatkan perubahan posisi. Adapun beberapa mekanismenya berupa cedera miokard sekunder akibat miokarditis karena virus atau kerusakan imun, iskemik miokard akibat trombosis mikrovaskuler, dan hipoksemia. Pemeriksaan penunjang perlu dikerjakan untuk menyingkirkan sebab utama keluhan tersebut. Adapun tata laksana untuk sindrom COVID-19 yang memanjang pada kardiovaskular belum ada rekomendasinya. Penanganan multidisiplin diperlukan untuk mengatasi sindrom ini. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p103-111
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BAKTERIOSIN Lactobacillus acidophillus ATCC 4356 DENGAN NISIN PADA PERTUMBUHAN Salmonella typhi ATCC 6539 siska telly pratiwi; Sayu Putu Yuni Paryati; Elizabeth Noviana Lumban Raja; Panca Andana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.733 KB)

Abstract

Demam tifoid termasuk penyakit infeksi serius di Indonesia. Permasalahan yang sering timbul sehubungan penanganan kasus demam tifoid salah satunya adalah resistensi antibiotik. Resistensi antibiotika menjadi masalah global terutama dalam menangani masalah infeksi. WHO melaporkan Asia Tenggara memiliki angka tertinggi dalam kasus resistensi antibotik di dunia. Penggunaan antimikroba yang tidak rasional dan berkembangnya resistensi antibiotika membuka ketertarikan untuk menggunakan alternatif antimikroba alami seperti bakteriosin. Bakteri Lactobacillus acidophilus (L. acidophilus) menghasilkan zat antimikroba salah satunya bakteriosin. Bakteriosin memiliki aktivitas bakterisidal dan bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bakteriosin L. acidophilus ATCC 4356 terhadap pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro sebagai antimikroba dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol dan nisin. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan post-test only control group design menggunakan metode difusi agar Kirby-Bauer pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasilnya didapatkan bakteriosin L.acidophilus ATCC 4356 mampu menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan sedang, nisin menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan kuat dan kloramfenikol menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan sangat kuat. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p162-174
KORELASI CT-SCAN KEPALA DENGAN GLASGOW COMA SCALE (GCS) 13-15 PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN DI RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI ilma Fiddiyanti; Indarti Trimurtini; Arzun Tri Ghana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.817 KB)

Abstract

Cedera kepala adalah cedera mengenai kepala secara mekanik langsung atau tidak langsung. Cedera kepala dapat menyebabkan gangguan neurologis, lesi di kulit kepala, fraktur di tulang tengkorak, robekan di selaput otak, dan kerusakan jaringan otak. Cedera kepala ringan bila penilaian skor Glasgow Coma Scale (GCS) 13-15. Computed Tomography Scanner (CT-Scan) adalah pemeriksaan cedera kepala yang mutakhir, sederhana, cepat dikerjakan, dan tidak invasif. CT-Scan dapat memberi penjelasan mengenai proses trauma diantaranya menilai adanya fraktur intrakranial, perdarahan, dan tekanan intrakranial akibat perdarahan. Menilai tanda dan gejala berdasarkan GCS dihubungkan dengan gambaran CT-Scan akan berguna mendiagnosis kelainan kranial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara CT-Scan dan hasil nilai skor Glasgow Coma Scale (GCS) 13-15 pada pasien cedera kepala ringan di RS Dustira Cimahi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pengambilan data sekunder sesuai kriteria inklusi yang diambil dari rekam medik pasien. Analisis data menggunakan korelasi Spearman dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang didiagnosis cedera kepala ringan di Radiologi Rumah Sakit Dustira Cimahi selama bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2018 sebanyak 146 pasien, terdapat 68 pasien yang memenuhi kriteria inklusi yang melakukan CT-Scan. Gambaran hasil CT Scan pada pasien cedera kepala ringan terbanyak adalah perdarahan yaitu sejumlah 43 orang (63,24 %), gambaran CT scan dengan hasil normal ditemukan sebanyak 21 orang (30,88%), dan gambaran CT scan dengan hasil fraktur ditemukan sebanyak 4 orang (5,88%). Berdasarkan hasil penelitian terdapat korelasi yang bermakna dengan p=0,026 antara hasil CT-Scan kepala pasien dengan derajat cedera kepala ringan dengan Glasgow Coma Scale (GCS). DOI : 10.35990/mk.v3n2.p103-112
PENATALAKSANAAN PNEUMONIA HOSPITAL PADA PERDARAHAN SUBARAKNOID Arief Kurniawan; Nur Pudyastuti Pratiwi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.619 KB)

Abstract

Ekstravasasi darah ke rongga subaraknoid yang menyebabkan kedaruratan neurologis disebut perdarahan subaraknoid memiliki mortalitas dan morbiditas besar. Aneurisma serebral adalah penyebab paling sering perdarahan subaraknoid nontraumatik. Seorang wanita 73 tahun mengalami penurunan kesadaran satu jam sebelum masuk Rumah Sakit Dustira Cimahi. Pasien didiagnosis perdarahan subaraknoid, perdarahan intraventikuler karena ruptur aneurisma di tip basiler, hipertensi dalam terapi, epilepsi dalam terapi, immune thrombocytopenic purpura, dan hiperglikemia reaktif dd diabetes melitus tipe II. Pasien menjalani operasi eksternal ventricular drainage dalam anestesi umum. Terapi yang diberikan pascabedah adalah head up 300 dengan dukungan ventilator, ceftriakson, parasetamol, morfin, perdipin, manitol, kalnex, trileptal dan vitamin K. Pasien berhasil sapih ventilator pada hari ke-15 dan pindah ke bangsal pada hari ke-16 dengan nilai Glasgow Coma Scale E3M5V5. Pasien mengalami komplikasi pascabedah berupa pneumonia hospital yang memperberat kondisi pasien. Penatalaksanaan pneumonia hospital meliputi dukungan pernapasan, pemberian antibiotika dan obat-obatan suportif lainnya. Tatalaksana pneumonia hospital sudah sesuai pedoman Infectious Disease Society of America 2016 dan Acute Respiratory Distress Syndrome Guideline 2019, namun kondisi komorbid kronis dan umur tua turut meningkatkan morbiditas pasien ini. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p220-232
PENEGAKKAN DIAGNOSIS KEDARURATAN SEMENTOBLASTOMA MENGGUNAKAN RADIOGRAF PANORAMIK Ratna Trisusanti; Ilma Fiddiyanti; Mutiara Sukma Suntana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.755 KB)

Abstract

Sementoblastoma merupakan lesi jinak langka termasuk tumor odontogenik. Lesi sementoblastoma dikenal asimptomatik, tetapi dapat bersifat simptomatik dengan rasa sakit dan bengkak. Penegakkan diagnosis sementoblastoma didasarkan pada histopatologi, namun dapat pula dengan pemeriksaan radiografi panoramik. Laporan kasus ini bertujuan membahas tentang penegakkan kasus kedaruratan dental pada pasien dengan diabetes melitus dan hipertensi yang datang mengeluhkan seluruh gigi goyang semua sakit dan gusi berdarah dan setelah dilakukan foto panoramik ditemukan sementoblastoma pada gigi premolar kedua kiri rahang bawah sehingga dapat diatasi penatalaksanaan pasien dengan cepat dan segera. Kasus ini pada pasien perempuan, berumur 59 tahun dengan keluhan keluhan hampir seluruh giginya goyang, sakit, dan gusi sering berdarah. Pasien ingin diobati rasa sakit dan kegoyangan giginya. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan radiografi pada kasus ini ditemukan gambaran radiopak berbatas jelas dan tegas dikelilingi gambaran pita radiolusen pada apikal gigi 35 menyerupai sementoblastoma. Kepadatan masa sementum biasanya menyelimuti dan mengaburkan garis akar. Pusat masa radiopak yang disebutkan dikelilingi oleh pita radiolusen mengindikasikan bahwa tumor sudah mature dari aspek pusat ke batas tepinya. Pemeriksaan panoramik dapat menegakkan diagnosis dengan cepat dan tepat. Pasien dirujuk ke bagian bedah mulut untuk dilakukan perawatan yang lebih lanjut lagi. Walaupun sementoblastoma hampir tanpa gejala dan terjadi pada gigi vital, sebagai dokter gigi kita wajib mengetahui karena tumor ini merupakan lesi jinak yang langka sehingga dengan bantuan pemeriksaan radiograf panoramik dapat menegakkan diagnosis dengan tepat agar dilakukan pemeriksaan dan perawatan yang lebih spesifik. DOI : 10.35990/mk.v4n1.p62-73
ASPEK ETIK DAN HUKUM KERAHASIAAN PASIEN COVID-19 Sutrisno Sutrisno; Ali Taufan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.97 KB)

Abstract

Kondisi pandemi Corona virus disease (Covid-19) yang semakin memburuk bukan hanya masalah medis saja, namun juga masalah kerahasiaan pasien yang juga berpengaruh terhadap usaha menekan penyebaran Covid-19. Timbul pertanyaan apakah pasien Covid-19 berhak memperoleh perlindungan hak kerahasiaan atau hak kerahasiaan ini dapat dikesampingkan untuk kepentingan yang lebih luas dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Jurnal yang digunakan dalam literature review didapatkan melalui database penyedia jurnal Scientific melalui google scholar. Dari literatur yang didapatkan secara etik adanya kewajiban moral dalam hal mencegah stigmatisasi, diskriminasi, dan kesalahan dalam menyebarluaskan informasi terkait Covid-19. Kewajiban untuk melindungi rahasia pasien tidak bersifat mutlak, dan dapat dikecualikan bila ada kondisi yang membahayakan masyarakat luas yang diatur dalam etika kesehatan masyarakat. Undang-undang kesehatan di beberapa negara seperti di Amerika memberikan pengecualian terhadap kerahasiaan data pasien apabila berhubungan dengan kepentingan umum maka kerahasiaan pasien dapat dibuka. Hal ini akan sejalan dengan kondisi saat ini dikarenakan penyebaran virus Covid-19 telah menjadi bencana. Telaah pustaka ini dilakukan karena sangat pentingnya suatu pedoman etik, dan peraturan kerahasiaan pasien khususnya pasien Covid-19 yang melindungi kedua belah pihak, dan adanya kepastian hukum perikatan dokter dan pasien. DOI : 10.35990/mk.v4n2.p88-97
ANALISIS KADAR SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) DAN SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) PADA PENDERITA DEMAM TIFOID DI RSUD BUDHI ASIH Anisa Marselina; Wulan Fitriani Safari; Mohamad Syafaat
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit sistem pencernaan yang berada di usus halus dan disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Gejala penyakit ini yaitu demam berkepanjangan, bakteriemia, dan invasi bakteri serta multiplikasi ke dalam sel-sel fagosit mononuklear dari hati, limpa, kelenjar getah bening, usus, dan peyer’s patch. Diagnosa demam tifoid melalui pemeriksaan utama seperti pemeriksaan TUBEX dan pemeriksaan follow up seperti pemeriksaan SGPT dan SGOT. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) dan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) pada penderita demam tifoid berdasarkan jenis kelamin dan usia. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan memperoleh 82 sampel. Pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statistics 25 dengan uji univariat. Hasil penelitian dari 82 orang terdiri dari 41 laki-laki (50%) dan 41 perempuan (50%). Usia anak (5-11 tahun) sebanyak 3 orang (3,7%), remaja (12-25 tahun) sebanyak 32 orang (46,3%), dan dewasa (26-45 tahun) sebanyak 47 orang (57,3%). Kadar SGPT tinggi sebanyak 44 orang (53,7%) dan normal sebanyak 38 orang (46,3%). Kadar SGOT tinggi sebanyak 46 orang (56,1%) dan normal sebanyak 36 orang (43,9%). DOI : 10.35990/mk.v5n3.p275-285
TELAAH PUSTAKA: D-DIMER PADA PASIEN COVID-19 Rini Roslaeni
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona virus disease-19 (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang menjadi pandemi sejak tahun 2019 dan masih berlangsung sampai 2022. Gambaran klinis terutama pada sistem respirasi dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga gejala berat dan menyebabkan kematian. Pasien COVID-19 dengan gejala berat sering mengalami gangguan juga pada sistem koagulasi yang ditandai peningkatan D-dimer. Telaah pustaka ini ditulis menggunakan data dari jurnal-jurnal elektronik yang didapatkan melalui search engine seperti Google scholar dan PubMed dengan kata kunci COVID-19, coagulation, D-dimer, fibrinolytic. D-dimer lebih tinggi 3-7 kali pada pasien dengan gejala berat. Rerata D-dimer COVID-19 dengan komplikasi perdarahan dan trombosis lebih tinggi dibandingkan tanpa komplikasi. Cut off D-dimer 1,1 µg/mL dapat digunakan sebagai prediktor thrombosis vena. Peningkatan D-dimer terjadi karena adanya aktivasi endotel yang menyebabkan peningkatan aktivasi sistem koagulasi dan fibrinolitik. DOI : 10.35990/mk.v5n3.p332-342
PERBANDINGAN KADAR VITAMIN D DAN ALBUMIN PADA IBU DENGAN BAYI BBLR DAN IBU DENGAN BAYI BERAT LAHIR NORMAL Ifa Siti Fasihah; Mirza Ismail; Andri Andrian Rusman; Mohamad Dani Permana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Menurut data WHO, sekitar 14,6% dari 20,5 juta bayi yang dilahirkan pada tahun 2015 mengalami BBLR. Kejadian BBLR ini dua kali lebih tinggi terjadi di negara berkembang. Tumbuh kembang janin membutuhkan vitamin D sebagai unsur nutrisi mikro dan albumin atau protein sebagai unsur nutrisi makro untuk pertumbuhan sel pada janin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan desain potong lintang yang bertujuan untuk menilai perbandingan kadar vitamin D dan albumin pada ibu dengan bayi BBLR dan ibu dengan bayi berat lahir normal. Subjek pada penelitian ini berjumlah 10 orang pada kelompok ibu dengan bayi BBLR dan 10 orang pada ibu dengan bayi berat lahir normal. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling dan dilakukan di RS Dustira Cimahi pada tahun 2020. Pemeriksaan vitamin D dilakukan dengan metode CMIA dan pemeriksaan albumin dilakukan dengan metode bromocresol green. Data diolah dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney dengan uji normalitas Saphiro Wilk. Hasil penelitian didapatkan kadar vitamin D ibu dengan bayi berat lahir normal yaitu 16,12±4,899 ng/mL. Sedangkan ibu dengan bayi BBLR memiliki kadar vitamin D lebih rendah yaitu 9,96 ±3,944 ng/mL (nilai p= 0,005). Kadar albumin ibu dengan bayi berat lahir normal sebesar 4,400±0,6128 g/dL, sedangkan ibu dengan bayi BBLR memiliki kadar albumin lebih rendah yaitu sebesar 3,410±0,8279 g/dL (nilai p = 0,007). Kesimpulannya kadar vitamin D dan kadar albumin pada ibu dengan bayi BBLR lebih rendah dibandingkan dengan bayi berat lahir normal. DOI : 10.35990/mk.v5n3.p233-243
FORMULASI DAN UJI STABILITAS ARTIFICIAL NORI KOMBINASI CENTELLA ASIATICA DAN CURCUMA LONGA SERTA UJI HEDONIC Patonah Hasimun; Deny Puriyani Azhary; Sintia Veronika Purba
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia. Dikatakan sebagai hipertensi apabila tekanan sistolik ≥140 mmHg dan tekanan diastolik ≥90 mmHg. Penelitian ini menggunakan daun pegagan (Centella asiatica) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) yang dapat menurunkan tekanan darah dan dimodifikasi menjadi olahan nori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan stabilitas serta respon masyarakat terhadap artificial nori dari daun pegagan dan rimpang kunyit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan komposisi penambahan daun pegagan dan rimpang kunyit sebesar 5 g serta rumput laut Eucheuma cottonii sebesar 50 g. Analisis data menggunakan analisis univariate. Pengujian artificial nori meliputi uji organoleptik, uji kadar air dan uji kuat tarik. Hasil penelitian pada pengujian organoleptik didapatkan persentase tertinggi pada tingkat rasa “Suka” dimana responden menyukai artificial nori, pengujian kadar air (17,5%), pengujian kuat tarik (4,015 N/mm2). Artificial nori memiliki tekstur dan rasa yang disukai oleh responden serta formula dan stabilitas yang baik dari hasil pengujian kadar air dan pengujian kuat tarik. DOI : 10.35990/mk.v5n3.p286-296

Page 11 of 28 | Total Record : 271


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue