cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK KULIT DELIMA (Punica Granatum L) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI CCL4 Fransiska Ambarukmi Pontjosudargo
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.697 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak kulit delima terhadap kerusakan hati dengan indikator kadar Serum Glutamik Piruvat Transaminase (SGPT) dan malondialdehid (MDA) plasma pada tikus jantan yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). Target penelitian ini adalah dapat dibuktikannya efek penghambatan ekstrak kulit delima terhadap kerusakan hati tikus akibat induksi CCl4 serta mendapatkan dosis optimal. Penelitian bersifat laboratorik dengan rancangan acak lengkap, menggunakan sampel 36 ekor tikus dengan jumlah replikasi setiap kelompok adalah 4 ekor. Objek dikelompokkan dalam 9 kelompok yang akan membandingkan efek ekstrak kulit delima mulai dari 100mg/KgBB hingga 600mg/KgBB dosis tunggal yang diberikan 3 jam sebelum tikus diinduksi CCL4 peroral . Indikator penghambatan kerusakan hati ditinjau dari kadar SGPT dan MDA plasma. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan dengan ekstrak kulit dlima dosis 300 mg/kgBB hingga 600 mg/kgBB memiliki kadar SGPT dan MDA plasma lebih rendah secara bermakna (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol positif yang diberi CCl4. Ekstrak kulit delima dosis 500 mg/kgBB paling efektif menghambat peningkatan kadar SGPT, sedangkan dosis 400 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB mampu menghambat peningkatan kadar MDA plasma dengan efektivitas yang sama (p>0,05). Ekstrak etanol kulit delima menghambat peningkatan kadar SGPT dengan dosis paling efektif 500 mg/kgBB dan menghambat kadar MDA plasma dengan dosis paling efektif 400 mg/kgBB.DOI : 10.35990/mk.v4n4.p369-380
DETERMINAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) PADA FASILITAS KESEHATAN DIMASA PANDEMI COVID-19 Yeti Sukeni; Najmah Najmah; Haerawati Idris
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.937 KB)

Abstract

Pada masa pandemi Corona Virus Disease-19 (COVID-19) terjadi penurunan kunjungan ke pelayanan kesehatan hampir di setiap fasilitas kesehatan, tidak saja pada pasien umum termasuk juga pada pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jika dibandingkan pada tahun 2019 dan 2020 kunjungan pasien JKN mengalami penurunan sebesar 84% pada fasilitas pelayanan tingkat pertama dan 71% pada fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan. Diharapkan dari hasil kajian literatur ini dapat digunakan sebagai bahan acuhan dalam membuat kebijakan pelayanan kesehatan di masa pandemi COVID-19. Dalam membuat kajian literatur jurnal yang digunakan merupakan hasil dari mesin pencarian google dan google scholar, PubMed dan Researchgate periode tahun terbit 2020 dan 2021 dengan kata kunci yang digunakan “pemanfaatan pelayanan kesehatan”, “JKN/BPJS” , “pandemi COVID-19”, “telemedicine”, “Sistem pelayanan kesehatan” dan “kepuasan pelayanan kesehatan”. Setelah proses penapisan melalui judul dan abstrak dari jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian, maka diperoleh 10 jurnal sebagai referensi utama. Pemanfaatan JKN pada masa pandemi COVID-19 pada fasilitas kesehatan dengan melihat faktor pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu faktor lingkungan, faktor karakteristik populasi, faktor perilaku kesehatan dan faktor keluaran. Maka pada masa pandemi COVID-19 pelayanan kesehatan terdapat perubahan yaitu perubahan alur pelayanan, jam pelayanan, menggunakan protokol kesehatan, bahkan ada juga yang menggunakan telemedicine untuk mengurangi paparan COVID-19. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p433-446
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP HEPAR MENCIT (Mus musculus) GALUR DDY PADA UJI TOKSISITAS AKUT Ris Kristiana; Astri Pradini; Milani Indah Kusumaningsih
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.555 KB)

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) merupakan salah satu tanaman yangdigunakan sebagai obat herbal di Indonesia. Senyawa aktif pada daun salam salah satunyaberperan sebagai antioksidan. Obat merupakan zat yang dapat berpotensi menyebabkanhepatotoksik. Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa ekstrak etanol daun salam (EEDS)termasuk kategori praktis tidak toksik, tetapi belum ada keterangan pengaruhnya terhadaphistopatologi hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan gambaranhistopatologi hepar mencit pada kelompok pemberian akut EEDS dosis bertingkat. Penelitianini merupakan studi observasional terhadap histopatologi hepar mencit (Mus musculus) putihjantan dan betina galur DDY. Sediaan berjumlah 55 buah, terdiri dari 4 kelompok, yaitukelompok kontrol negatif (K), kelompok yang diberikan EEDS dengan dosis 1250 mg/kgbb(P1), 2500 mg/kgbb (P2), dan 5000 mg/kgbb (P3). Organ hepar dibuat menjadi sediaanmikroskopis dengan pewarnaan H&E, lalu dilakukan penilaian histopatologi heparmenggunakan skoring Manja Roenigk. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menunjukkanterdapat perbedaan yang signifikan pada rerata skor perubahan hepatosit (p<0,05). Perbedaansignifikan pada mencit jantan K-P2 dan K-P3 (p=0,032), sedangkan pada mencit betina K-P1,K-P2, dan K-P3 (p=0,002). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahanhistopatologi hepar pada mencit jantan dan betina berupa peradangan, degenerasiparenkimatosa, degenerasi hidropik, dan nekrosis pada mencit jantan dengan pemberianEEDS dosis 2500 dan 5000 mg/kgbb, sedangkan pada mencit betina sudah terjadi perubahanhistopatologi hepar pada pemberian EEDS dosis 1250 mg/kgbb. Pemberian akut EEDS dosisbertingkat memiliki efek toksik akibat aktivitas prooksidan dan peningkatan stres oksidatifpada pemberian antioksidan dosis tinggi. DOI : https://doi.org/10.35990/mk.v4n5.p493-506
POTENSI METABOLIT SEKUNDER DARI JAMUR YANG BERASOSIASI DENGAN SPONS LAUT SEBAGAI SUMBER SENYAWA ANTIKANKER Iqbal Anugrah Fitriyanto; Muhammad Hasan Bashari; Eko Fuji Ariyanto
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.825 KB)

Abstract

Beban kesehatan yang ditimbulkan akibat kanker terus meningkat seiring dengan morbiditasdan mortalitas yang nyata baik di negara maju maupun berkembang. Jamur laut merupakansumber metabolit sekunder yang berguna untuk tujuan penemuan obat. Sejumlah senyawametabolit yang dihasilkan oleh jamur laut telah menunjukkan efek antikanker kuat. MetabolitCytochalasin K yang dihasilkan jamur Arthrinium arundinis ZSDS1-F3 yang diisolasi darispons laut Phakellia fusca memiliki aktivitas sitotoksik terhadap lini sel K562, A549, Huh-7,H1975, HL60, Hela, dan MOLT-4. Metabolit Disydonol A yang diproduksi oleh jamurAspergillus sp. yang diisolasi dari spons laut Xestospongia testudinaria memiliki aktivitassitotoksik terhadap lini sel HepG-2 and Caski. Metabolit Marilines A1 dan A2 yangdihasilkan oleh jamur Stachylidium sp. yang diisolasi dari spons laut Callyspongia cf. C.flammea memiliki aktivitas sitotoksik terhadap lini sel HLE. Dalam ulasan ini, kamimenyoroti beberapa jamur yang berasal dari laut dengan metabolit yang dapat memodulasiaktivitas beberapa enzim yang berperan penting pada pertumbuhan dan metastasis sel tumor. DOI : https://doi.org/10.35990/mk.v4n5.p553-566
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN JENIS POSTUR KAKI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI Hindun Saadah; Jusron Iriawan; Widya Sucianty Arbe
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.325 KB)

Abstract

Postur kaki adalah sikap atau posisi kaki dalam kesegarisan tubuh. Obesitas merupakan faktorutama timbulnya berbagai keluhan pada pergelangan kaki. Hal ini jika tidak ditangani akanmenyebabkan kelainan postur kaki. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubunganindeks massa tubuh (IMT) dengan jenis postur kaki mahasiswa Fakultas Kedokteran.Penelitian dilakukan pada empat puluh lima responden yang memenuhi kriteria inklusidengan usia rerata responden adalah 19 tahun. Penelitian menggunakan desain studi potonglintang dengan menggunakan metode acak sederhana. Penelitian ini dilakukan denganpemeriksaan IMT dan postur kaki menggunakan Foot Posture Index (FPI). Hasil penelitiandianalisis dengan uji regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan IMT kategorinormal serta memiliki tipe postur kaki netral. Terdapat hubungan signifikan antara indeksmassa tubuh dan jenis postur kaki pada responden. Dapat disimpulkan bahwa indeks massatubuh seseorang akan memengaruhi jenis postur kaki yang dimiliki. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p34-43
TELAAH PUSTAKA: SINDROM HEPATOPULMONAL Yudith Yunia Kusmala
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.156 KB)

Abstract

Sindrom hepatopulmonal (HPS) didefinisikan sebagai adanya defek oksigenisasi arterial yang diinduksi oleh vasodilatasi intra pulmonal akibat dari penyakit hepar lanjut. Sindrom ini ditandai oleh tiga gejala utama yaitu penyakit hepar yang lanjut, hipoksemia arteri (PO2 arteri 20 pada udara ruangan) serta vasodilatasi intra pulmonal. Sindrom hepatopulmonal adalah salah satu komplikasi dari sirosis hepatis dan umumnya menunjukkan prognosis yang buruk. Prevalensi kejadian HPS pada sirosis bervariasi antara 4%-32 %. Makalah ini menjelaskan kriteria diagnosis, patogenesis, patofisiologi, diagnosis, diagnosis banding, pengelolaan dan prognosis sindrom hepatopulmonal. Saat ini HPS menjadi penting untuk dikenali dalam menentukan keberhasilan transplantasi hepar. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p91-102
KARAKTERISTIK KARSINOMA PARU BUKAN SEL KECIL DAN HASIL PEMERIKSAAN EGFR DI RSUP DR. HASAN SADIKIN PERIODE TAHUN 2018-2020 Teja Koswara; Jusron Iriawan; Fiona Surya
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.31 KB)

Abstract

Karsinoma paru adalah keganasan akibat pertumbuhan baru dari sel epitel paru yang abnormal. Karsinoma paru diklasifikasikan menjadi dua tipe; Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil dan Kanker Paru Karsinoma Sel Kecil. Tipe KPKBSK ditemukan sebanyak 85% dari kasus karsinoma paru. Pada KPKBSK sering ditemukan overekspresi EGFR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien, status merokok, status fungsional, stadium klinis, diagnosis histopatologi, dan hasil pemeriksaan EGFR dari KPKBSK di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode tahun 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian rekam medis pasien yang didiagnosis KPKBSK. Data diambil dengan metode total sampling. Dari 67 kasus KPKBSK, pasien KPKBSK paling banyak ditemukan pada kelompok usia 55-64 tahun (31,3%). Jenis kelamin terbanyak adalah laki laki (62,7%). KPKBSK lebih banyak didapatkan pada pasien bukan perokok (83,6%). Status fungsional dari pasien KPKBSK yang terbanyak adalah “sangat tergantung” (46,3%). Stadium klinis pasien KPKBSK yang terbanyak adalah stadium IV (97%). Diagnosis histopatologi KPKBSK yang terbanyak adalah adenokarsinoma (67,2%). Sebagian besar penderita KPKBSK di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tidak menjalani pemeriksaan EGFR (80,6%). Pasien yang dilakukan pemeriksaan EGFR hasil yang terbanyak adalah negatif (9%). Subtipe tumor dengan hasil pemeriksaan EGFR yang positif dan negatif seluruhnya adalah subtipe adenokarsinoma. Simpulan dari penelitian ini, karakteristik KPKBSK adalah usia 55-64 tahun, jenis kelamin laki-laki, bukan perokok, status fungsional pasien “sangat tergantung”, stadium klinis IV, diagnosis histopatologi adenokarsinoma, dan hasil pemeriksaan EGFR negatif. Overekspresi EGFR pada KPKBSK terjadi akibat mutasi somatik pada domain tirosin kinase menyebabkan transduksi sinyal dan proses fosforilasi yang terus menerus. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p150-161
GAMBARAN POLA PENGGUNAAN PERSONAL LISTENING DEVICES (PLDs), DAN HASIL AUDIOGRAM PELAJAR SMPN 3 CIMAHI Asti Kristianti; Yanti Nurrokhmawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.593 KB)

Abstract

Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB), dan akibat paparan Personal Listening Devices (PLDs) di kalangan remaja merupakan isu serius yang perlu mendapat perhatian, mengingat dampaknya pada populasi remaja. Gangguan pendengaran pada anak, dan remaja memiliki efek yang akan membuat gangguan proses mendengar yang mengganggu proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan PLDs, meliputi jenis PLDs, jenis musik, mulai menggunakan, dan lama penggunaan PLDs dalam sehari serta gambaran audiogram pada pelajar SMPN 3 Cimahi. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan desain potong lintang. Dilakukan wawancara dan pemeriksaan audiometri pada 150 orang pelajar berusia 13-14 tahun, 120 orang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 90% pelajar memakai PLDs jenis telepon genggam, 50% pelajar sudah menggunakan PLDs selama 3-4 tahun, lama menggunakan PLDs terbanyak 1 sampai <2 jam/hari (26%), 54% pelajar menggunakan PLDs setiap hari, dan sebanyak 71% pelajar mendengarkan musik pop. Pada gambaran audiogram didapatkan 4,2% (5 orang pelajar) memberikan gambaran Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu telepon genggam (hand phone) merupakan PLDs terbanyak yang digunakan dan sudah terdapatnya gangguan dengar akibat bising pada pelajar SMPN 3 Cimahi yang menggunakan PLDs. DOI : 10.35990/mk.v3n2.p103-112
KARAKTERISTIK BIOFILM Candida albicans DAN ANTIBIOFILMNYA Riska Ammalia Putri; masfufatun masfufatun
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.646 KB)

Abstract

Candida albicans merupakan anggota mikrobiota normal pada tubuh manusia yang sehat dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun, adanya gangguan keseimbangan akibat beberapa faktor dapat mengakibatkan C. albicans berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan infeksi. Kemampuan C. albicans dalam menginfeksi salah satunya didukung oleh faktor virulensi, yaitu aktivitasnya dalam pembentukan biofilm. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biofilm C. albicans dan potensi zerumbone, madu jujube, dan enzim β-1,3-glukanase sebagai antibiofilm C. albicans. Hasil studi literatur berdasarkan telaah jurnal didapatkan karakteristik biofilm C. albicans memiliki perbedaan dengan organisme planktonik, hal ini seringkali dikaitkan dengan keunggulan biofilm dengan sifat resistensi dan virulensinya. Selain itu, karakteristik antar biofilm C. albicans juga dapat berbeda sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya, perbedaan ini berhubungan dengan proses adhesi, perubahan produksi biofilm, aktivitas metabolisme, serta kekuatan perlekatan biofilm pada permukaan. Zerumbone secara signifikan diketahui menurunkan tingkat ekspresi gen terkait biofilm dan spesifik terhadap hifa, madu jujube dapat menyebabkan perubahan pada dinding sel dan eksopolisakarida, dan enzim β-1,3-glukanase memiliki kemampuan untuk mendegradasi komponen polimer matriks ekstrasel pada biofilm. Ketiga bahan antibiofilm ini diketahui dapat mencegah pembentukan biofilm dan mendegradasi biofilm C. albicans yang telah terbentuk. DOI : 10.35990/mk.v5n2.p208-219
Follow up Jangka Panjang Pada Glaukoma Tekanan Normal Bilateral Fauziyah Hayati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.223 KB)

Abstract

Glaukoma adalah kelompok penyakit nervus optikus yang ditandai dengan adanya kehilangan sel ganglion retina secara progresif. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan ireversibel di dunia. Glaukoma tekanan normal adalah salah satu jenis dari glaukoma primer sudut terbuka yang ditandai dengan adanya neuropati optik dan tekanan bola mata kurang dari 21 mmHg. Laporan kasus ini menceritakan seorang pasien wanita umur 55 tahun dengan keluhan utama mata tidak nyaman dan buram pada kedua mata. Akan tetapi dari pemeriksaan oftalmologi, tajam penglihatan terbaik menunjukkan nilai normal yaitu 6/6, segmen anterior bola mata normal, dan tekanan bola mata normal, lapang pandang normal, kelainan hanya didapatkan dari funduskopi menunjukkan adanya cupping pada kedua mata dan Optical Coherence Tomography (OCT) yang menggambarkan adanya penipisan Retinal Nerve Fiber Layer (RNFL). Pasien diberikan obat topikal golongan prostaglandin analog dan follow up selama 3 tahun. Dari hasil follow up yang panjang, tingkat kerusakan karena glaukoma tidak terlihat signifikan. Akan tetapi setelah dua tahun, terjadi defek lapang pandang meningkat secara signifikan, sehingga perlu penambahan obat untuk mencapai target tekanan bola mata. Kesimpulan dalam kasus ini. Sangat penting untuk mengetahui diagnosis Normal Tension Glaucoma (NTG) agar dapat membedakan dari jenis glaukoma lainnya. Diagnosis dan terapi pada NTG masih menjadi tantangan bagi dokter mata. Pemeriksaan oftalmologi secara serial perlu dilakukan untuk mencegah progresifitas kerusakan nervus optikus. Follow up jangka panjang diperlukan pada semua kasus glaukoma termasuk NTG. Pengobatan NTG harus disesuaikan sesuai dengan target tekanan bola mata yang diperlukan. DOI : 10.35990/mk.v4n1.p35-48

Page 9 of 28 | Total Record : 271


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue