cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
OTITIS MEDIA AKUT DENGAN KOMPLIKASI MASTOIDITIS AKUT DAN LABIRINTITIS AKUT PADA DEWASA Nurbaiti Nazarudin
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.833 KB)

Abstract

Otitis media akut (OMA) merupakan penyakit infeksi pada telinga tengah yang disebabkan oleh bakteri. Walaupun OMA paling sering terjadi pada usia 6 bulan sampai 3 tahun, tetapi dapat juga terjadi pada orang dewasa. Patofisiologi terjadinya otitis media terdiri dari berbagai faktor, yaitu: faktor individu, faktor anatomi/ fisiologi dan faktor lingkungan. Komplikasi dapat terjadi akibat OMA yang tidak diobati, pengobatan yang tidak adekuat dan adanya bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Komplikasi intratemporal dan intrakranial akibat OMA jarang terjadi dan dapat berakibat fatal. Tujuan laporan kasus ini adalah melaporkan kasus yang jarang terjadi, yaitu: OMA dengan komplikasi intratemporal mastoiditis akut dan labirintitis akut pada orang dewasa. Dilaporkan 1 kasus OMA stadium perforasi auris sinistra pada seorang laki-laki usia 26 tahun dengan komplikasi mastoiditis akut sinistra dan labirintitis akut. Pemberian antibiotik sistemik secara empiris, analgetik-antiinflamasi, anti histamin, anti mual-muntah, antibiotik dan antiseptik topikal. Pada pasien ini tidak dilakukan tindakan operatif, karena terjadi perbaikan tanda dan gejala klinis dengan terapi medikamentosa. Diagnosis OMA dengan komplikasi intratemporal pada pasien ini tergantung pada gejala klinis yang terjadi. Mastoiditis akut sinistra ditandai dengan nyeri, bengkak dan warna kemerahan di belakang telinga kiri. Labirintitis akut ditandai dengan gangguan pendengaran pada telinga kiri, pusing berputar, mual dan muntah. Penatalaksanaan OMA dengan komplikasi intratemporal tidak selalu diperlukan tindakan operatif. Diagnosis secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat akan menghindarkan komplikasi yang lebih lanjut. DOI : 10.35990/mk.v4n1.p23-34
GAMBARAN TUMOR GANAS KAPUT PANKREAS BERDASARKAN USIA, JENIS KELAMIN, GEJALA KLINIS, STADIUM TUMOR, DAN DIAGNOSIS HISTOPATOLOGI Apen Apgani Ridwan; Suci Yulida Rachman; Endah Hamidah Abbas
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.489 KB)

Abstract

Tumor ganas pankreas pada tahun 2018 menempati urutan ke-8 dari 10 tumor ganas di Amerika dan Asia menjadi benua dengan kasus tumor ganas pankreas tertinggi di seluruh dunia, yaitu sebanyak 214.499 (46,7%) dari 458.918 kasus. Penelitian tentang tumor ganas pankreas di Indonesia masih sangat jarang dilakukan termasuk di Jawa Barat sehingga data epidemiologi masih sangat kurang sedangkan tumor ganas pankreas di dunia menjadi penyakit dengan jumlah kasus kematian tertinggi ke-7. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tumor ganas kaput pankreas berdasarkan usia, jenis kelamin, gejala klinis, stadium tumor, dan diagnosis histopatologi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2015-2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengambil data sekunder yaitu data rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kasus tumor ganas kaput pankreas di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung periode 2015-2019 yang masuk kriteria inklusi 32 kasus (56,25%) dengan kasus terbanyak pada perempuan. Kelompok usia terbanyak terjadi pada usia 50-59 tahun sebanyak 37,5%. Gejala klinis yang paling sering menjadi keluhan utama pasien adalah ikterus sebanyak 43,75%. Pasien paling banyak didiagnosis pada stadium IV sebanyak 37,5%. Diagnosis histopatologi yang paling sering ditemukan adalah Infiltrating Duct Carcinoma yaitu sebanyak 31,23%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tumor ganas kaput pankreas terutama terjadi pada perempuan usia 50-59 tahun dengan gejala klinik terbanyak, yaitu ikterus dan umumnya datang pada stadium IV. Diagnosis histopatologi terbanyak adalah Infiltrating Duct carcinoma. DOI : 10.35990/mk.v4n2.p132-144
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA Yoke Ayukarningsih; Jihan Amalia; Panji Jayarana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.383 KB)

Abstract

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak-anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama (kronis). Kekurangan gizi kronis menyebabkan hambatan dalam proses pembentukan dan pematangan sel saraf, jaringan otot, serta perkembangan otak balita. Terganggunya proses tersebut dapat memengaruhi perkembangan anak balita pada empat aspek yaitu motorik kasar, motorik halus, sosialisasi dan kemandirian, serta bahasa dan bicara sehingga penting untuk melakukan deteksi dini perkembangan anak balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan anak balita di Puskesmas Cibeber Kota Cimahi. Penelitian ini bersifat analitik korelatif dengan desain potong lintang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 35 balita stunting dan 35 balita non stunting yang dipilih dengan metode cluster sampling. Pengambilan data dengan menggunakan rekapitulasi data puskesmas dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk melihat empat aspek perkembangan. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis univariabel dan menggunakan uji chi-square dengan nilai α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita stunting berusia 25- 36 bulan, berjenis kelamin laki-laki, memiliki riwayat berat badan dan panjang badan lahir normal, dan hampir sebagian tidak mendapat ASI eksklusif. Penyimpangan perkembangan mayoritas dialami oleh balita stunting dan aspek perkembangan yang paling banyak terganggu yaitu motorik halus. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan stunting dengan perkembangan anak balita di Puskesmas Cibeber Kota Cimahi. Hasil signifikan didapatkan pada tiap aspek perkembangan, kecuali perkembangan bahasa dan bicara balita (p=0,101). Pemenuhan kebutuhan gizi balita sangat dibutuhkan untuk mencegah stunting sehingga proses perkembangan anak balita dapat berjalan sesuai dengan tahapannya. DOI : 10.35990/mk.v4n2.p197-210
DIET MEDITERANIA MENURUNKAN INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PINGGANG, DAN KADAR LEMAK PADA PASIEN OBESITAS Endry Septiadi; Andri Andrian Rusman; Dewi Ratih Handayani; Iis Inayati Rakhmat; Nur Muhamad Rohman; Achmad Hero Prawira; Muhammad Akmal Rais; Rifal Aldi Anugrah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.706 KB)

Abstract

Obesitas adalah suatu keadaan berlebihnya deposit lemak tubuh yang ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25 kg/m2. Obesitas dapat terjadi karena ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran energi yang membuat berat badan, lingkar pinggang, dan kadar lemak meningkat. Diet Mediterania yang merekomendasikan konsumsi tinggi MUFA dan PUFA serta penurunan konsumsi karbohidrat menjadi diet yang direkomendasikan untuk pasien obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama diet Mediterania dengan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak pada peserta Prolanis Klinik Healthy Life yang mengalami obesitas. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pengamatan secara kohort. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Subjek pada penelitian ini adalah 59 pasien obesitas yang terbagi atas kelompok berdasarkan durasi diet Mediterania, yaitu kelompok satu bulan (K1), dua bulan (K2), dan tiga bulan (K3), yang dilakukan pemeriksaan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak pada akhir setiap bulannya. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Anova dilanjutkan dengan Post Hoc Duncan untuk mengetahui perbandingan setiap kelompok. Indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan kadar lemak mengalami penurunan yang signifikan dan progresif dengan bulan ketiga menunjukkan rata-rata penurunan yang paling baik yaitu sebesar 1,41 kg/m2 dengan nilai p=0,000 untuk IMT, rata-rata penurunan sebesar 6,58 cm dengan nilai p=0,000 untuk lingkar pinggang dan rata-rata penurunan yang paling baik yaitu sebesar 3,52% dengan nilai p=0,026 untuk kadar lemak. Lama diet Mediterania terbukti memengaruhi penurunan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak secara signifikan pada pasien obesitas. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis bahwa terdapat hubungan lama diet Mediterania dengan penurunan IMT, lingkar pinggang, dan kadar lemak. Kata Kunci: Diet Mediterania, Indeks Massa Tubuh, Kadar Lemak, Lingkar Pinggang, Obesitas DOI : 10.35990/mk.v4n3.p256-266
PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATANKOTA CIMAHI JAWA BARAT INDONESIA Rr. Desire Meria Nataliningrum; Evi Sovia; Anita Liliana Susanti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.127 KB)

Abstract

Terkait dengan penatalaksanaan pandemi Corona virus disesase-19 (Covid-19), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memberikan pedoman bagi tenaga kesehatan tentang pengelompokan risiko tenaga kesehatan di fasitas pelayanan kesehatan, bekerja pada masa pandemi,penelusuran tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif, dan koordinasi diantara petugas lintas instansi. Tenaga kesehatan yang bekerjadi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memiliki risiko tinggi penularan infeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 yang dilakukan di 10 Puskesmas di Kota Cimahi. Penelitian menggunakan disain potong lintang dengan memberikan kuesioner dalam bentuk google form kepada Kepala Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan 8 dari 10 Puskesmas dikunjungi lebih dari 100 orang pengunjung terkait Covid-19. Area triase sebagai area skrining pasien hanya dimiliki oleh 7 Puskesmas, dan hanya 4 Puskesmas yang memberlakukan pengisian formulir self assessment pada pengunjung. Semua Puskesmas melakukan pemeriksaan suhu tubuh pada pengunjung sebelum memasuki ruangan Puskesmas. Akan tetapi hanya 1 puskesmas yang memiliki ruang isolasi. Lima puskesmas memberlakukan pemisahan area pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Semua puskesmas memberlakukan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan kelompok risiko tetapi hanya 2 puskesmas yang memiliki sistem pengawasan penggunaan APD. Sebagian puskesmas memiliki ruang khusus untuk memakai dan melepaskan APD. Sembilan Puskesmas memiliki prosedur penanganan limbah APD bekas pakai. Sistem rujukan pasien terkonfirmasi Covid-19 dimiliki oleh semua puskesmas. Namun demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan protokol kesehatanpada masa pandemi Covid-19 di 10 Puskesmas di Kota Cimahi masih belum optimal. Disarankan kepada Kepala Puskesmas untuk meningkatkan pelaksanaan protokol kesehatan. DOI : 10.35990/mk.v4n3.p318-329
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN DI 13 PUSKESMAS KOTA CIMAHI TENTANG PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA ERA COVID-19 Anastasia Yani Triningtyas; Lutfhi Nurlaela; Henny Juliastuti; Astri Pradini
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.536 KB)

Abstract

Pandemi COVID 19 sangat berdampak pada berbagai bidang kehidupan terutama di bidang kesehatan. COVID 19 sangat menular dari manusia ke manusia lainnya, sehingga proteksi amatlah penting. Membludaknya kasus ini tentu saja menimbulkan masalah terutama pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan (nakes) yang sangat minim. Cara menggunakan APD yang benar sangat berpengaruh terhadap angka penularan COVID 19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap tentang penggunaan APD pada nakes di puskesmas yang ada di wilayah Kota Cimahi. Penelitian ini melibatkan 72 nakes secara langsung dalam penanganan COVID 19 di 13 puskesmas Kota Cimahi dalam contact tracing, pengambilan sampel swab, dan penanganan pasien COVID 19 yang datang ke puskesmas. Pengetahuan nakes tentang APD menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan cukup baik (75%) dan sikap positif (63%). Pengetahuan yang masih kurang dipahami terutama penggunaan APD saat tatap muka pelacakan kontak, indikasi pemakaian APD, prosedur pemakaian APD level 3, dan APD pada pemeriksaan pasien dengan ISPA. Sikap yang masih perlu ditingkatkan adalah dalam pentingnya penerapan protokol kesehatan saat istirahat kerja, efektivitas proteksi penggunaan penutup sepatu, kesadaran tidak menurunkan masker ke bawah dagu saat makan, dan tetap memprioritaskan penggunaan APD yang tepat dibanding kenyamanan. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor predisposisi yang mendorong perilaku nakes dalam penggunaan APD. Pengetahuan dan sikap yang baik berpengaruh terhadap praktik penggunaan APD yang benar diharapkan dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi nakes. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p381-394
HUBUNGAN POSTUR TUBUH DENGAN NYERI LEHER DAN BAHU PADA MAHASISWA KEDOKTERAN SELAMA PEMBELAJARAN DARING Budiman Budiman; R. Kince Sakinah; Rd. Ganang Ibnusantosa
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.642 KB)

Abstract

Situasi pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) mengharuskan mahasiswa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah, termasuk fakultas kedokteran. Padatnya waktu belajar dan banyaknya tugas di fakultas kedokteran menyebabkan mahasiswa harus berada dalam kondisi yang lama di depan layar monitor. Kondisi tersebut dapat menyebabkan timbulnya gangguan pada berbagai area tubuh termasuk leher dan bahu. Terlebih lagi apabila postur tubuh saat belajar mahasiswa tidak ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara postur tubuh dengan nyeri leher dan bahu pada mahasiswa fakultas kedokteran selama pembelajaran secara daring. Penelitian bersifat kuantitatif, analitik observasional, dengan desain potong lintang. Responden penelitian adalah mahasiswa pada salah satu fakultas kedokteran di Jawa Barat dengan jumlah total 158 orang. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2020. Penentuan postur tubuh berdasarkan penilaian terhadap posisi kepala dan siku dari foto saat belajar yang dikirimkan mahasiswa kepada peneliti, sedangkan nyeri pada leher dan bahu ditentukan berdasarkan pengisian mandiri pada kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data yang didapat dianalisis dengan Chi Square dan Fisher Exact menggunakan software SPPS 20. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar posisi kepala dan siku tidak ergonomis. Keluhan muskuloskeletal dirasakan lebih banyak pada leher leher atas (62%) dan leher bawah (58,2%). Terdapat hubungan yang bermakna antara posisi leher dengan nyeri leher bawah (p = 0,036) dan posisi siku dengan nyeri bahu kiri (p = 0,031). Diperlukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik posisi tubuh yang ergonomis untuk menurunkan kemungkinan terjadinya nyeri pada berbagai area tubuh. DOI : 10.35990/mk.v4n4.p447-460
DIABETES MELLITUS DAN GANGGUAN FUNGSI SEKSUAL Dicky Moch Rizal
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.385 KB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit degeneratif yang banyak diderita olehmasyarakat dan jumlah penderitanya cenderung semakin meningkat. DM mengakibatkanberbagai hal yang merugikan terutama dapat menyebabkan penurunan atau kerusakanfungsi organ maupun sistem tubuh. Gangguan fungsi seksual adalah salah satupermasalahan kesehatan yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Studi literatur dilakukanuntuk mengetahui beberapa gangguan fungsi seksual yang diakibatkan oleh penyakitdiabetes melitus. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Pubmed dan NCBI.Jumlah penderita penyakit DM cenderung meningkat. WHO memperkirakan sekitar 330juta penduduk dunia yang menderita DM di tahun 2030. Pada tahun 2005, terdapatsekitar 24 juta penderita DM di Indonesia. Gangguan fungsi seksual yang di timbulkanoleh DM bisa di alami oleh pria maupun wanita, yaitu gangguan keinginan seksual,gangguan bangkitan seksual dan gangguan ejakulasi pada pria. Gangguan keinginanseksual terutama pada pria DM dikaitkan dengan penurunan kadar hormon testosteron.Gangguan bangkitan seksual pada pria DM muncul berupa disfungsi ereksi dan berkaitandengan kerusakan endotel pembuluh darah dan kerusakan saraf perifer sedangkangangguan bangkitan seksual pada wanita berupa gangguan lubrikasi vagina. Gangguanejakulasi pada pria DM dapat muncul karena gangguan saraf otonom. Hal ini dapatditimbulkan oleh berbagai macam faktor antara lain metabolic insult terhadap serabutsaraf, insufisiensi neurovaskular, kerusakan autoimun, dan defisiensi neurohormonalfaktor pertumbuhan. Ejakulasi terbalik juga merupakan salah satu gangguan fungsi seksualyang bisa ditimbulkan akibat DM. DOI : https://doi.org/10.35990/mk.v4n5.p507-520
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI LAMPUNG (Coffea canephora var.Robusta) PADA TIKUS WISTAR Dewi Ratih Handayani; Maman Djamaludin; Adrian Mohammad Prayoga
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.945 KB)

Abstract

Kopi Lampung (Coffea canephora var. Robusta) digunakan sebagai alternatif dalam mengobati penyakit karena memiliki efek sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetes hingga menurunkan risiko kanker. Uji keamanan terhadap obat herbal dilakukan untuk mengetahui dosis aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut ekstrak etanol biji kopi Lampung (EBKL) terhadap tikus wistar berdasarkan jumlah kematian, perubahan berat badan, dan indeks organ relatif. Penelitian inimenggunakan metode eksperimental pada 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan EBKL dosis 625 mg/KgBB, EBKL dosis 1250 mg/KgBB, EBKL dosis 2500 mg/KgBB, dan EBKL dosis 5000 mg/kgBB. Pengamatan penelitian berupa jumlah kematian, perubahan berat badan, dan indeks organ tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kopi Lampung menyebabkan kematian pada hewan coba, yaitu pada EBKL dosis 2500 mg/Kg BB dan 5000 mg/Kg BB dannilai LD50 pada dosis ≥2500 mg/kgBB (p<0.05). Dari hasil penelitian terdapat perubahan berat badan yang signfikan pada dosis 5000 mg/kgBB (p<0.05), dan perbedaan signifikan indeks organ relatif hati pada dosis 5000 mg/kgBB (p<0.05) serta indeks organ relatif jantung pada dosis 2500 mg/kgBB dan 5000 mg/kgBB (p<0.05). Ekstrak etanol biji kopi lampung memiliki manfaat untuk kesehatan karena kandungan antioksidannya. Namun demikian, keamanan untuk digunakan sebagai terapi tetaplah harus memperhatikan dosis efektif dan batas keamanannya karena terdapat perubahan indeks organ relatif pada hati dan jantung setelah pemberian EBKL. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanolbiji kopi Lampung tergolong dalam kategori sedikit toksis. Kata kunci: antioksidan, kopi, tikus, uji toksisitas
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH PLUM TERHADAP KADAR LDL TIKUS JANTAN GALUR WISTAR HIPERLIPIDEMIA Indarti Trimurtini; Apen Afgani; Santi Rachmaniar
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.992 KB)

Abstract

Hiperlipidemia merupakan sebuah kondisi abnormal fraksi lipid dalam plasma.Hiperlipidemia dapat dilihat dari peningkatan LDL, kolesterol total, trigliserida, danpenurunan kadar HDL. Buah Plum (Prunus salicina Lindl.) memiliki kandunganantioksidan flavonoid yang dapat memberikan efek antihiperlipidemia. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daging buah plum terhadap kadarLDL. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5kelompok dengan usia 12 minggu dan berat badan 200-250 gram. Kelompok kontrol negatif(KN) diberi makanan standar dan air, kelompok kontrol positif (KP) diberi makananstandar, air dan diet tinggi lemak. Kelompok perlakuan 1 (P1), 2 (P2), 3 (P3) diberimakanan standar, air, diet tinggi lemak dan ekstrak etanol daging buah plum dosis 0,8g/kgBB, 1,6 g/kgBB, 2,4 g/kgBB secara peroral. Pemberian ekstrak daging buah plumdilakukan selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kadar LDLsebanyak 70,08 mg/dL dari kelompok kontrol positif (KP). Pada kelompok perlakuan P1,P2, dan P3 terdapat penurunan kadar LDL meskipun diberi diet tinggi lemak (DTL) danPTU. Kesimpulan penelitian adalah ekstrak etanol daging buah plum mampu menurunkankadar LDL, dan pemberian dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar LDL adalah2,4 g/kgBB (p<0.05). DOI : 10.35990/mk.v5n1.p44-54

Page 10 of 28 | Total Record : 271


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue