cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 213 Documents
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Baru dalam Mendorong Kemandirian Desa: Studi Kasus Air Terjun Si Kitang Zahra, Izzatun; Reiza D. Dienaputra; Bambang Hermanto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i2.10678

Abstract

Desa Sungai Geringging, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam melalui kegiatan trekking, menyusuri sungai, dan keberadaan jejak kaki pada bebatuan yang diyakini masyarakat sebagai peninggalan purba. Penelitian ini merupakan kajian pertama di lokasi tersebut dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sehingga dapat merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki daya tarik unik, Air Terjun Si Kitang belum dikembangkan secara optimal. Pengelolaannya masih terbatas, ditandai dengan belum terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pengembangan pariwisata, serta akses jalan yang belum memadai. Diperlukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan pengembangan Air Terjun Si Kitang. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan Sungai Geringging sebagai desa wisata. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menambahkan variabel analisis ekonomi dan sosial budaya, serta menggabungkan metode kuantitatif guna mengukur dampak pengembangan secara lebih terukur.
Pengaruh Marine Debris terhadap Tipologi Pantai dan Potensi Pengembangan Ekowisata Pantai Pasir Panjang, Kabupaten Pasuruan Dzaki, Ahmad Dzaki As Sajjad; Rahma Isnan Aslani; Muhammad Raditya Edly; Bagus Setiabudi Wiwoho
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.10850

Abstract

Pencemaran sampah laut (marine debris) di wilayah pesisir Indonesia telah menjadi krisis sistemik yang mengancam stabilitas ekosistem bahari. Meskipun Pantai Pasir Panjang di Kabupaten Pasuruan memiliki potensi ekowisata yang prospektif, kawasan ini menghadapi tekanan polusi plastik yang signifikan. Masalah utama dalam kajian ini adalah adanya disparitas antara tingginya potensi wisata dengan kerentanan ekosistem akibat akumulasi sampah. Kesenjangan penelitian (gap) menunjukkan bahwa studi terdahulu masih bersifat parsial dan belum mengintegrasikan variabel tekanan lingkungan secara komprehensif ke dalam strategi perencanaan kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh marine debris terhadap tipologi pantai dan merumuskan strategi pengembangan ekowisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung dan analisis laboratorium sedimen dengan teknik line transect. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan data empiris yang presisi mengenai korelasi parameter fisik lingkungan dengan sebaran sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah plastik jenis meso-debris (5 mm–2,5 cm) mendominasi kawasan dan telah terintegrasi ke dalam sedimen pasir kerikil, yang mencerminkan rendahnya manajemen limbah domestik. Limitasi penelitian ini terbatas pada observasi spasial di tiga segmen pantai saat musim tertentu. Rekomendasi yang diusulkan adalah pengembangan ekowisata partisipatif melalui program coastal clean-up tourism, zonasi berbasis komunitas, dan penguatan literasi lingkungan digital untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Peranan Asosiasi Homestay dalam Penyediaan Akomodasi Homestay sebagai Penunjang Destinasi Wisata Bahari Raja Ampat Tampubolon, Novelina; Muhammad Andhika Irawan; Yusril Munawir
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11028

Abstract

Pariwisata bahari merupakan sektor unggulan Indonesia, dengan Raja Ampat sebagai salah satu destinasi utama yang dikenal karena kekayaan hayati laut dan budaya lokal. Meningkatnya arus wisatawan memunculkan kebutuhan akan akomodasi berkelanjutan yang dikelola komunitas. Namun, peranan kelembagaan lokal khususnya asosiasi homestay dalam memastikan kualitas layanan, tata kelola dan keberlanjutan destinasi belum dikaji secara mendalam. Penelitian ini mengkaji bagaimana peranan asosiasi homestay dalam penyediaan akomodasi, peningkatan kualitas layanan, promosi serta tantangan yang dihadapi dalam mendukung pariwisata bahari berkelanjutan di Raja Ampat. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan karena dapat menggali secara mendalam dinamika kelembagaan dan praktik pengelolaan homestay berbasis komunitas. Studi dilakukan di Kampung Arborek dan Pulau Kri selama Januari-Juni 2025. Informan terdiri dari 32 pengelola homestay, 2 orang pengurus asosiasi homestay dan kepala seksi pengembangan destinasi dinas pariwisata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola peranan asosiasi dan tantangan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asosiasi homestay berperan penting dalam standarisasi layanan, pelatihan kapasitas, promosi digital melalui platform Stay Raja Ampat, serta advokasi kebijakan pariwisata. Keanggotaan asosiasi terbukti meningkatkan okupansi, profesionalisme, dan konsistensi kualitas layanan homestay. Namun, tantangan internal seperti rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan manajerial serta kesenjangan digital masih menjadi kendala. Upaya penguatan kelembagaan melalui pelatihan, digitalisasi informasi, dan reformasi tata kelola menjadi strategi utama dalam menjawab tantangan tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa asosiasi homestay merupakan aktor kunci dalam mendukung destinasi bahari yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas lokasi studi dan mengkaji kolaborasi lintas pihak untuk penguatan tata kelola ekowisata.
Strategi Pengembangan Wisata Multidimensi sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif: Studi pada Kawasan Pahlawan Street Center Kota Madiun Malik Ibrahim; Nuril Endi Rahman; Fajar Istikhomah; Siti Komala Mutiara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11267

Abstract

Pengembangan Pahlawan Street Center (PSC) di Kota Madiun sebagai destinasi wisata multidimensi memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Meski demikian, kawasan ini menghadapi tantangan berupa ketimpangan kunjungan, ramai pada hari libur namun agak sepi di hari kerja, serta jam operasional yang terbatas hingga pukul 22.00 WIB pada hari kerja. Dari sisi pelaku usaha, 60% UMKM di PSC masih bergantung pada pasar lokal dengan omzet rata-rata Rp5–10 juta per bulan, dan hanya 40% yang telah memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran dan transaksi daring. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pengembangan, menganalisis peran pemangku kepentingan, dan mengkaji potensi PSC dalam mendukung ekonomi kreatif. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur terhadap 11 informan, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan validitas diperkuat oleh triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan diwujudkan melalui penyelenggaraan event, pembentukan Komite Ekonomi Kreatif, Kelurahan Wisata (Kawista), Dekranasda, serta penambahan Stand UMKM. Peran pemangku kepentingan berjalan sinergis sebagai perencana dan pelaksana. Potensi PSC dinilai sangat besar dengan dukungan berbagai program dan kelembagaan tersebut. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup sampel dan metode kualitatif yang belum menyajikan data kuantitatif terukur. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan mixed-methods untuk mengukur dampak ekonomi secara empiris melalui survei pengunjung dan analisis data transaksi UMKM.
Determinan Minat Kunjungan Ulang Wisatawan Gunung Bromo: Peran MTE, Atribut Destinasi, Place Attachment, dan Travel Companion Wulandari, Gusti Ayu; Cempaka Paramita; Muhammad Rayhan Athallah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11306

Abstract

Peningkatan kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo dari waktu ke waktu menuntut pengelolaan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas kunjungan, tetapi juga pada upaya membangun loyalitas wisatawan melalui minat berkunjung kembali. Minat tersebut dipengaruhi oleh pengalaman berkesan atau MTE (Memorable Tourism Experience), kualitas atribut destinasi, keterikatan emosional wisatawan terhadap tempat (place attachment), serta dinamika sosial perjalanan yang tercermin dalam teman seperjalanan atau travel companion. Namun, kajian empiris yang mengintegrasikan keempat faktor tersebut dalam satu model penelitian, khususnya pada destinasi wisata alam dan petualangan seperti Gunung Bromo masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dirumuskan untuk menganalisis pengaruh MTE, atribut destinasi, place attachment, dan travel companion terhadap minat berkunjung kembali wisatawan ke Gunung Bromo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research, olah data regresi pada 240 responden wisatawan domestik. Metode ini dipilih karena tujuan utama penelitian adalah menjelaskan hubungan kausal dan menguji pengaruh antarvariabel secara empiris dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali, dengan kontribusi terbesar diberikan oleh travel companion. Rekomendasi yang dapat diberikan dari hasil peneliti adalah perlunya pengelola destinasi mengembangkan layanan yang ramah wisatawan, menonjolkan budaya lokal, dan merancang paket wisata yang mendukung pengalaman kolektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas lokasi dan menggunakan desain longitudinal atau mixed methods dengan menambahkan variabel lain seperti kepuasan, citra destinasi, dan persepsi risiko agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat menguji peran mediasi atau moderasi serta membandingkan karakteristik wisatawan untuk meningkatkan generalisasi dan kontribusi teoretis.
Pura Lingsar sebagai Destinasi Wisata Budaya antara Sakralitas dan Komersialisasi Sumardani, Riski; Anak Agung Ayu Ribeka Martha Purwahita; I Wayan Kartimin; I Made Weda Satia Negara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11313

Abstract

Pariwisata berbasis budaya terus menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi destinasi yang mengandung nilai kesakralan kerap berhadapan dengan dilema antara menjaga tradisi dan memenuhi tuntutan pasar wisata. Walaupun sejumlah penelitian telah menyoroti potensi gesekan antara sektor pariwisata dan ruang religius, kajian mengenai bagaimana komunitas lokal menegosiasikan batas kesakralan sembari meraih manfaat ekonomi masih relatif terbatas. Kekosongan inilah yang melatarbelakangi penelitian mengenai Pura Lingsar di Lombok, sebuah situs yang menggabungkan fungsi keagamaan dan aktivitas wisata. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana hubungan antara pariwisata dan kegiatan bisnis mempengaruhi tata kelola ruang sakral di Pura Lingsar, serta bagaimana masyarakat setempat untuk mempertahankan nilai adat dalam kondisi komersialisasi yang terus meningkat. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dipilih karena pendekatan ini untuk peneliti menggali pemaknaan, persepsi, serta praktik sosial berbagai actor mulai dari wisatawan, tokoh adat, hingga pengelola pura lingsar secara lebih mendalam dan sesuai konteks lokal. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kesakralan Pura Lingsar tetap terpelihara melalui manajemen berbasis kearifan lokal yang secara jelas memisahkan ruang inti sakral, seperti Kemaliq, yang aksesnya dibatasi, dari area luar yang boleh dimanfaatkan untuk kegiatan wisata seperti Ritual Perang Topat merupakan komodifikasi yang dikendalikan dengan cermat, di mana bagian depan situs dijadikan ruang tontonan, sementara area belakang tetap difungsikan untuk praktik esoteris tanpa keterlibatan pengunjung. Pendekatan tersebut menghasilkan hubungan saling menguntungkan antara kegiatan ekonomi pariwisata dan pelestarian budaya, sekaligus menggeser posisi komunitas dari pihak yang pasif menjadi pengelola aktif. Meski demikian, penelitian ini masih terbatas pada satu lokasi dan belum menelusuri aspek ekonomi secara kuantitatif. Oleh karena itu, studi berikutnya disarankan untuk memperluas objek kajian ke destinasi sakral lain serta memadukan metode kualitatif dan kuantitatif agar pemahaman mengenai keberlanjutan pariwisata budaya dapat diperoleh secara lebih utuh.
Inisiasi Strategi City Branding Kota Kediri Melalui “Heritage And Cultural Creatif City Tourism” Muhamad, Muhamad; Suyudi, Chevy Ning; Kardiyati, Endah Nurhaweny
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11355

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan inisiasi strategi city branding Kota Kediri berbasis heritage and cultural creative city tourism sebagai fondasi pembentukan identitas pariwisata perkotaan yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.  Terdapat gap dan permasalahan kesenjangan infrastruktur dan kebutuhan wisata idealnya infrastruktur wisata berupa akses transportasi, fasilitas publik, papan informasi dan potensi lokal seharusnya mendukung pengalaman heritage & cultural tourism. Kenyataannya beberapa titik wisata heritage dan budaya kreatif dalam mendukung wisata perkotaan masih minim fasilitas pendukung, signage tidak terpadu, dan integrasi transportasi wisata belum maksimal. Tujuan utama dari artikel ini membangun strategi branding identitas Kota Kediri dengan mengangkat potensi utama yakni "Heritage and Cultural Creative Tourism", yang merepresentasikan Kediri sebagai kota bersejarah sekaligus kota ekonomi kreatif, sebagai upaya pemahaman strategi city branding. Metode kajian  ini  menggunakan  pendekatan studi yang mengadopsi pendekatan dari teori perkotaan dan pariwisata secara deskriptif. Hasil analisis  menunjukkan bahwa proses pembentukan identitas merek pariwisata tersebut melibatkan dua aspek: elemen visual, naratif, dan pengalaman yang membentuk persepsi yaitu keberadaan: edges, districts, nodes, landmarks,  dan pariwisata perkotaan  sebagai city branding Perumusan brand roadmap atau peta jalan pengembangan merek kota. Meskipun waktu yang terbatas  penelitian yang akan datang diharapakan kelima komponen ini menjadi landasan dalam proses membangun citra dan identitas pariwisata perkotaan  Kota Kediri.
Strategi Pengembangan Lahan Sawah sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Segaran Karawang Budiman, Christian Julianto; Pamungkas, Kasno; Endyana, Cipta
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11362

Abstract

Desa Segaran di Kabupaten Karawang memiliki potensi lahan sawah produktif seluas lebih dari 300 hektar yang terintegrasi dengan Kawasan Percandian Batujaya yang bersejarah. Namun, pemanfaatan lahan sawah sebagai daya tarik wisata belum dikembangkan secara optimal, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengembangan agrowisata di daerah lain tanpa menyentuh potensi integrasi dengan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan lahan sawah sebagai daya tarik wisata di Desa Segaran yang terintegrasi dengan kawasan percandian. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali secara mendalam persepsi dan pengalaman para pemangku kepentingan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan yang mewakili unsur pentahelix, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi agrowisata Desa Segaran didukung oleh lanskap sawah yang asri, kedekatan dengan wilayah metropolitan, serta masyarakat yang telah terbiasa dengan pariwisata. Namun, pengembangan terkendala oleh keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendukung, kapasitas sumber daya manusia, dan promosi. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan empat strategi utama yang diintegrasikan ke dalam peta jalan empat fase: penguatan kapasitas komunitas, pengembangan produk dasar, ekspansi pasar, dan konsolidasi berkelanjutan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada pendekatan kualitatif yang tidak dapat digeneralisasi dan belum dikajinya aspek kelayakan ekonomi. Penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau campuran direkomendasikan untuk menguji efektivitas strategi yang dirumuskan.
Analisa Potensi dan Pengembangan Wisata Berbasis Senior Tourism di Yogyakarta Pramusita, Arina; Carlos Iban
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11437

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia secara global dan nasional mendorong berkembangnya senior tourism sebagai salah satu segmen pariwisata yang strategis. Meskipun Yogyakarta dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan edukatif yang potensial bagi wisatawan lansia, kajian empiris dan konseptual mengenai kesiapan fasilitas serta layanan wisata ramah lansia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi dan merumuskan strategi pengembangan senior tourism di Yogyakarta dengan menelaah kesiapan fasilitas dan layanan pada tiga destinasi wisata budaya dan sejarah, yaitu Museum Sonobudoyo, Benteng Vredeberg, dan Monumen Jogja Kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dengan dukungan observasi eksploratif lapangan dan studi literatur. Analisis didasarkan pada kerangka age-friendly tourism yang mencakup dimensi aksesibilitas fisik, layanan sosial-emosional, serta dukungan manajemen dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga destinasi tersebut memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata ramah lansia, namun tingkat kesiapan fasilitas dan layanan masih bersifat parsial dan belum terintegrasi dalam strategi pengelolaan destinasi. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan pendekatan konseptual integratif berbasis budaya, rekreasi, dan wellness sebagai model pengembangan aktivitas senior tourism di Yogyakarta. Hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis pada kajian pariwisata inklusif serta implikasi praktis bagi pengelola destinasi dan perumus kebijakan pariwisata Sonobudoyo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Jogja Kembali.
Implementasi Safety & Security Bus Pariwisata Indonesia: Studi Kasus pada Operator Bus Big Bird Irgi Wibowo, Noor Sultan; Parantika, Asep
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11455

Abstract

Jumlah kecelakaan yang terjadi pada bus pariwisata di Indonesia menunjukkan bahwa peningkatan keamanan dan keselamatan transportasi wisata masih merupakan masalah yang sangat penting. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa sering pengelola bus pariwisata mematuhi kebijakan keselamatan dan keamanan saat menjalankan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah mengenai penerapan kebijakan keselamatan dan keamanan pada operator bus pariwisata Big Bird Jakarta, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi pelaksanaannya. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif dan menggunakan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan pengemudi, pengguna layanan, dan manajemen operasional, serta pemeriksaan dokumen seperti catatan perawatan kendaraan, alat keselamatan, dan standar operasional prosedur (SOP). Keabsahan data dijamin melalui metode triangulasi sumber. Di sisi lain, analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Bird Jakarta telah menerapkan sistem keselamatan dan keamanan yang lengkap, termasuk pembatasan waktu berkendara, pengaturan kecepatan, pemeriksaan kesehatan pengemudi, perawatan rutin armada, dan pelatihan keselamatan. Kepercayaan dan kepuasan pelanggan meningkat sebagai hasil dari penerapan kebijakan. Meskipun demikian, karena perusahaan sangat bergantung pada sumber daya, masih ada kesulitan untuk memastikan bahwa kebijakan diterapkan secara konsisten di semua level operasional. Studi ini hanya melihat satu pengelola bus wisata, jadi harus ada penelitian tambahan yang melibatkan lebih banyak operator dan menggunakan pendekatan metodologi campuran untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang bagaimana Sistem Manajemen Keselamatan (SMS) diterapkan dalam transportasi darat di Indonesia.