cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 220 Documents
PERBANDINGAN EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK BUAH BELIMBING DAN BENGKOANG (KAJIAN UJI INVITRO PADA TIKUS JANTAN YANG DIINDUKSI DEMAM) Nayoan, Christin Rony; Syamsi, Nur
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.145

Abstract

Antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan suhu tubuh. Obat herbal dapat berasal dari tanaman yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Terdapat sekitar 90.000 jenis tanaman di Indonesia, 9.600 jenis diantaranya berkhasiat obat. Belimbing wuluh mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin, sedangkan bengkuang mengandung senyawa golongan isoflavon, saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efek antipiretik dan konsentrasi dosis belimbing serta bengkuang.Penelitian ini merupakan eksperimental design pre post test control group design. Sampel 40 tikus wistar jantan dibagi 8 kelompok, yaitu K1 : kontrol negatif (Aquades), K2 : kontrol positif (paracetamol 45 mg/kgBB), K3 : ekstrak bengkuang dosis I (50,96 mg/KgBB), K4 : dosis II (101,9 mg/KgBB), K5 : dosis III (203,8 mg/KgBB), K6 : ekstrak belimbing dosis I (875 mg/KgBB) , K7: dosis II (1750 mg/KgBB), K8: dosis III (3500mg/KgBB). Pengamatan 8 kali pengukuran suhu rektal tikus. Uji one way ANOVA didapatkan p<0,0001. Hasil Post Hoc Bonferonni kontrol positif tidak signifikan dengan kelompok 4,5 dan 8. Ekstrak etanol bengkuang dan belimbing berefek sebagai antipiretik, Ekstrak etanol bengkuang dosis 101,9 mg/KgBB , dosis 203,8 mg/KgBB dan etanol belimbing 3500 mg/kgBB, memiliki potensi efek antipiretik yang setara bahkan setara dengan obat standard.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN MEDIA BERBAHASA DAERAH MADURA Aliftitah, Sugesti; Oktavianisya, Nelyta
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia mengalami penurunan fungsi tubuh yang merupakan akumulasi dari kerusakan tingkat selular dan molekuler yang terjadi dalam waktu yang lama atau yang disebut juga penuaan. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada lansia adalah hipertensi. Keragaman kultur budaya di Indonesia dan kebiasaan sehari-hari dari lansia yang sering menggunakan bahasa campur daerah dan Indonesia tentunya akan menjadi salah satu faktor penghambat dimana bahasa, simbol dan lambang-lambang yang dikomunikasikan mengalami proses panjang sebelum memberikan pengaruh balik. Oleh karena itu perlu perancangan media sesuai dengan karakteristik lansia di madura dengan harapan lansia lebih faham mengenai penyakitnya dan mampu mencegah terjadinya komplikasi hingga akhirnya kualitas hidup yang baik pada lansia tercapai. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media berbahasa madura terhadap tingkat pengetahuanlansia. Desain penelitian adalah quasy eksperiment. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lansia yang mengalami hipertensi yaitu sebanyak 60 responden. Simple random sampling merupakan tekhnik pengambilan sampel yang digunakan. Alat yang digunakan untuk mengukur pengetahuan adalah kuesioner. Data diolah dengan Uji Paired Samples T Test. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata nilai pengetahuan setelah dilakukan intervensi (post) terdapat peningkatanyaitu 78,13 dengan standar deviasi 5,679. Sedangkan rata-rata nilai pengetahuan pada kelompok kontrol setelah dilakukan intervensi hampir sama dengan sebelum intervensi yaitu 67,63. Hasil analisa data pengetahuan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menggunakan uji Independent Sample T Test didapatkan nilai pValue=0,000 maka ada pengaruh edukasi media Bahasa Madura terhadap pengetahuan pada lansia. Diharapkan petugas kesehatan untuk meningkatkan komunikasi dengan menggunakan bahasa madura saat memberikan edukasi kesehatan kepada pasien hipertensi khususnya pasien lansia.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI SPSS (Statistical Program for Social Science) PADA MAHASISWA GIZI DI KABUPATEN NABIRE Al-faida, Nur
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.148

Abstract

SPSS (Statistical Product for Service Solutions) menjadi sangat populer karena memiliki bentuk pemaparan yang baik (berbentuk grafik dan tabel), bersifat dinamis (mudah dilakukan perubahan data dan update analisis) serta mudah dihubungkan dengan aplikasi lain (misalnya ekspor/impor data ke/dari Excel). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design yaitu ada perlakuan yang diberikan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni tahun 2023 di STIKes Persada Nabire. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIKes Persada Nabire yang sementara menempuh semester 6 yaitu sebanyak 20 responden. Sampel penelitian sebanyak 20 responden dengan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan berupa kuesioner. Hasil dari penelitian selanjutnya dioleh dengan proses editing, coding, skoring dan tabulating, kemudian data yang peroleh diolah dengan analisis. Hasil uji paired sampel T-Test menunjukkan bahwa nilai p value = 0,00 < a (0.05), hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada pengaruh tingkat pengetahuan terhadap penggunaan aplikasi SPSS (Statistical Program for Social Science) pada mahasiswa gizi di STIKes Persada Nabire.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUNJUNGAN BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUMIWONOREJO Ibrahim, Nur Susan Iriyanti; Toyibah, Siti; Kanang, Bau
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.149

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan yang sasarannya adalah seluruh masyarakat. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap kunjungan balita di posyandu wilayah kerja Puskesmas Bumiwonorejo. Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, didapatkan 70 responden selama penelitian berlangsung sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan computer program Microsoft exel dan program statistic (SPSS) versi 26.0. Analisa data mencakup Analisa univariat setiap variable yang diteliti dengan mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-Square (p<0,05) untuk mengetahui hubungan antara variable. Hasil analisis bivariat didapatkan tidak ada hubungannya antara pengetahuan ibu balita dengan kunjungan balita ke posyandu (p-value > 0.05), tidak terdapat hubungan antara sikap ibu dengan kunjungan balita ke posyandu (p-value > 0.05), Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan balita ke posyandu (p-value < 0,05 yaitu 0,042). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan balita ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Bumiwonorejo kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SEKS PADA REMAJA (LITERATURE REVIEW) Soliah, Yuliantin; Sarwa, Sarwa; Widyoningsih
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.151

Abstract

Perilaku seks adalah segala cara mengekspresikan dan melepaskan dorongan seksual. Tujuan dari literature review adalah mereview hubungan antara religiusitas dengan perilaku seks pada remaja. Artikel ini bersumber dari database Google Scholar, Pubmed, dan Researchgate. Hasil dari tujuh jurnal menjelaskan bahwa 3 jurnal religiusitas tinggi dengan presentase diatas 50%, tiga jurnal perilaku seks yang baik, tidak beresiko, positif, tidak melakukan dengan presentase diatas 50%, dan satu jurnal memiliki perilaku seks yang buruk, beresiko, negative dan melakukan dengan presentase diatas 50%. Sedangkan dari dua jurnal hubungan religiusitas dengan perilaku seks remaja menyatakan religiusitas memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku seks pada remaja dengan nilai P value 0.000 dan 0.001. Remaja semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah perilaku seks bebasnya, dan sebaliknya.
PENGARUH EDUKASI FLIPCHART TERHADAP PERILAKU KETIDAKPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES SECARA KUALITATIF Dhita Rizki Amalia; Rollando; Hendra, Godeliva Adriani
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.152

Abstract

Diabetes merupakan penyakit menahun atau kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat perilaku ketidakpatuhan penggunaan obat antidiabetes pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebelum dan sesudah edukasi flipchart. Hasil analisis tingkat ketidakpatuhan, didapatkan adanya penurunan dalam persen ketidakpatuhan pada pertanyaan 2, 5, 6, 7, dan 8 yang cukup tinggi perbedaannya setelah adanya intervensi. Pada pasien kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan, cenderung konsisten dengan tingkat perilaku ketidakpatuhannya. Pada hasil analisis pola ketidakpatuhan menunjukan bahwa pasien memiliki alasan beragam. Beberapa pasien mengalami ketidakjelasan dalam informasi yang tertera pada label, sehingga menggunakan aturan sendiri. Kecocokan pola ini berkisar diantara 75% hingga 88%. Ada juga pasien yang mengganti obat mereka dengan jamu, serta pasien menghemat penggunaan obat agar cukup digunakan. Kecocokan pola ini berkisar antara 69% dan 94%. Hasil tersebut mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan, pemahaman yang kurang baik tentang penggunaan obat, jadwal harian yang padat, dukungan sosial, dan kendala fisik. Meskipun edukasi flipchart berhasil meningkatkan pemahaman pasien dan mengurangi tingkat ketidakpatuhan, masih diperlukan penekanan lebih lanjut pada aspek-aspek tertentu yang menunjukkan ketidakpatuhan yang tinggi setelah intervensi.
PROFIL STATUS NUTRISI MASYARAKAT DI KAWASAN EKS LOKALISASI DOLLY PASCA PENUTUPAN LOKALISASI DOLLY Anita Dahliana; Dwi Martha Nur Aditya; Sajuni Widjaja; Katharina Merry Apriliani; Winnie Nirmala Santosa; Ardyan Prima Wardhana
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.153

Abstract

Kawasan lokalisasi Dolly, Putat Jaya sudah ditutup semenjak tahun 2014. Semenjak penutupannya, pemerintah kota Surabaya telah melakukan banyak program pemberdayaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di lokalisasi Dolly. Status nutrisi berhubungan erat dengan tingkat ekonomi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional, desain cross sectional yang bertujuan mengetahui status nutrisi masyarakat yang tinggal di kawasan eks lokalisasi Dolly menggunakan data indeks massa tubuh pada masyarakat yang tinggal di kawasan eks lokalisasi Dolly dan masyarakat yang tinggal di kawasan non eks lokalisasi Dolly. Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan status nutrisi antara masyarakat yang tinggal di kawasan eks Dolly dibandingkan Masyarakat yang tinggal di Kawasan non eks Dolly. Hal ini diduga dikarenakan adanya perbaikan kondisi ekonomi dan dikarenakan berhasilnya program pemberdayaan yang telah dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya.
KARAKTERISTIK PENDERITA DERMATITIS SEBOROIK YANG BEROBAT JALAN DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018 Siti Ranisa Fatirahma; Nur Rahma Shaleh Mathar; Mardhiyah Yamani
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.154

Abstract

Dermatitis seboroik adalah penyakit inflamasi kulit kronis, dengan predileksi didaerah kelenjar sebaceous seperti kulit kepala, wajah, dada bagian atas, punggung dan lipatan tubuh, kondisi ini akan berdampak pada ketidaknyamanan dan menyebabkan masalah yang serius pada kulit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan melakukan wawancara dan hasilnya diisi pada lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji distribusi frekuensi melalui perangkat lunak SPSS 17.0. Karakteristik penderita dermatitis seboroik berdasarkan usia terbanyak pada usia lansia akhir (56-65 tahun) yaitu 30,4%, dan terendah pada usia dewasa awal (26–35 tahun) yaitu 2,2%. Pada jenis kelamin terbanyak pada laki-laki 56,5%, dan terendah pada perempuan 43,5%. Pada pekerjaan terbanyak pada pensiunan 30,4%, dan paling sedikit pelajar/mahasiswa dan tidak bekerja dimana jumlahnya sama banyak 6,5%. Pada kebiasaan merokok terbanyak pada penderita yang tidak merokok 60,9%, diikuti perokok ringan sebanyak 26,1%, perokok sedang 13,0%, dan perokok berat 0%. Pada kebiasaan makan terbanyak pada kebiasaan makan yang beresiko yaitu 76,1%, dan terendah pada kebiasaan makan yang tidak beresiko yaitu 23,9%. Pada kebersihan diri yang beresiko yaitu 60,9%, dan terendah pada kebersihan diri yang tidak beresiko yaitu 39,1%. Kesimpulan dari penelitian ini paling banyak pada laki-laki, lansia akhir, dan pensiunan yang mempunyai kebiasaan makan dan kebersihan diri yang beresiko, dan hanya sebagian kecil yang merokok.
STUDI IN-VITRO TIKUS MODEL DIABETIK YANG DIINDUKSI ALOKSAN : UJI EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN) TERHADAP PENURUNAN KADAR GDP DAN GD2JPP Nur Syamsi; Nayoan, Christin Rony; Junjun Fitriani; Faathir ‘Ilmi Haditsah; Gita Yasmin Safitri
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.156

Abstract

Latar Belakang : Hiperglikemia yang disebabkan oleh kekurangan insulin merupakan tanda penyakit metabolik yaitu diabetes melitus (DM). Hasil laboratorium kadar GDP lebih dari 126 mg/dl dan GD2JPP lebih dari 200 mg/dl dapat membantu penegakan diabetes melitus. Bawang putih memiliki potensi sebagai antidiabetes, karena mengandung flavonoid dan alisin. Tujuan : Menilai efektifitas ekstrak bawang putih (Allium satium Linn) terhadap penurunan gula darah puasa (GDP) dan gula darah 2 jam post-prandial (GD2JPP) pada tikus model diabetes melitus yang diinduksi aloksan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan dengan desain pre-post test control group. 15 ekor tikus diadaptasikan dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan NaCMC 0,5% , kelompok kontrol positif diberikan metformin 45mg/kgBB dan kelompok uji ekstrak bawang putih dosis 80 mg/KgBB , 200 mg/kgBB dan 400 mg/KgBB. Hasil : Hasil uji repeated anova menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tikus yang diberikan perlakuan dengan nilai p =0,000 (p<0,05). Hasil uji post hoc bonferroni hari ke 14 menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok kontrol negatif dengan kelompok kontrol positif dan kelompok ekstrak (p<0,05). Hasil paired t test menunjukkan penurunan kadar glukosa darah tidak berbeda signifikan pada kelompok kontrol negatif (p > 0,05) dan berbeda signifikan pada kelompok kontrol kontrol positif serta ekstrak bawang putih (p < 0,05). Kesimpulan : Dosis minimal yang dapat menurunkan kadar GDP dan GD2JPP ialah 80 mg/kgBB dan dosis paling optimal ialah 400 mg/KgBB. Kata kunci : Diabetes melitus, Gula Darah Puasa (GDP), Alisin, Gula Darah 2 Jam Post Prandial (GD2JPP)
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEGAWATDARURATAN OBSTETRI PADA PASIEN YANG DIRUJUK DI RSU ANUTAPURA PALU, TAHUN 2018 Muh. Rifai H. Nunu; Djemi; Muh. Ali Hi Palanro
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.157

Abstract

Kegawatdaruratan obstetri terbagi menjadi 3 kelompok faktor risiko, yaitu APGO (Ada Potensi Gawat Obstetri), AGO (Ada Gawat Obstetri), dan AGDO (Ada Gawat Darurat Obstetri). Kegawatdaruratan obstetri dengan faktor risiko yang tinggi merupakan penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Upaya yang efektif pada kegawatdaruratan obstetri adalah dengan rujukan yang tepat dan terencana untuk menghindari adanya rujukan terlambat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor risiko kegawatdaruratan obstetric pada pasien yang dirujuk di RSU Anutapura Palu, tahun 2018. Penelitian ini menggunakan observational deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional terhadap 88 pasien yang dirujuk dengan kegawatdaruratan obstetric. Data diisi dengan menggunakan lembaran checklist. Analisis data menggunakan SPSS 17.0 dan Microsoft Excel 2016. APGO : Ibu dengan umur ≥ 35 tahun dengan 28 kasus (31,8%). AGO : 27 Kasus (30,7%). AGDO : ibu dengan pendarahan anterpartum 27 kasus (30,7%), APGO + AGO kelompok dengan faktor risiko terbanyak yaitu 31 kasus (35,2%). Distribusi resiko sangat tinggi yang terbanyak menjadi faktor risiko ibu hamil sesuai skor yaitu 55 kasus (62,5%), distribusi rujukan dini berencana lebih tinggi sebanyak 54 kasus (61,4%). APGO +AGO menjadi kelompok faktor risiko terbanyak, faktor rujukan tertinggi pada kasus kegawatdaruratan obstetric di RSU Anutapura adalah rujukan dini berencana.