cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 220 Documents
DERAJAT DEPRESI MAHASISWA KEDOKTERAN AKTIF PADA 2 FASE PENDIDIKAN: SEMESTER AWAL DAN SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2021 Al Vasih Hamdan; Mayalisa Diantamaela; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.94

Abstract

Depresi menyebabkan perasaan sedih atau kehilangan minat pada aktifitas yang pernah diminati. Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat depresi yang tinggi, bahkan lebih tinggi daripada populasi dengan usia yang sama namun bukan tergolong dalam mahasiswa kedokteran. Meta-analisis menemukan depresi atau gejala depresi diantara mahasiswa kedokteran mencapai 27,2%. Apabila tidak ditangani dengan baik depresi dapat mempengaruhi kinerja akademik mahasiwa. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase Pendidikan: Semester awal dan semester akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Proporsional Random Sampling. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase pendidikan: semester awal dan semester akhir, dan disajikan dengan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukan derajat depresi mahasiswa tingkat awal 42 responden (54,8%) depresi minimal, (33,3%) deprsi ringan, (11,9%) depresi sedang dan tidak ada depresi berat. Derajat depresi mahasiswa tingkat akhir 45 responden (60,0%) depresi minimal, (13,3%) depresi ringan, (17,8%) depresi sedang, dan (8,9%) depresi berat. Sehingga menggunakan Analisa statistik uji Mann-Whitney U di peroleh nilai p>0,05 yaitu 0,779, sehingga dapat dikatakan tidak saling berhubungan antara fase pendidikan dengan derajat depresi mahasiswa. Didapatkan kecenderungan derajat depresi yang lebih tinggi pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu Tahun 2021 tetapit tidak bermakna secara statistik.
GAMBARAN FOOD RECALL, KETERATURAN MINUM OBAT DAN KADAR GDS PADA PASIEN DM TIPE 2 YANG BEROBAT DI PUSKESMAS KAMONJI PADA TAHUN 2021 Tri Dewi Septi Rahayu; Wijoyo Halim; Tiara Meirani Valeria Savista
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i1.95

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pancreas atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Salah satu penyebab timbulnya penyakit DM adalah dari pola konsumsi makanan yang berlebih serta jumlah kalori yang tidak terkontrol yang masuk ke dalam tubuh dan kepatuhan minum obat memegang peranan penting dalam mencapai target terapi diabetes melitus. Rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan diabetes melitus merupakan salah satu penyebab rendahnya kontrol kadar gula darah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran food recall, keteraturan minum obat dan kadar GDS pada pasien DM tipe 2 yang berobat di Puskesmas Kamonji pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Consecutive Sampling. Untuk mengetahui gambaran food recall, keteraturan minum obat dan kadar GDS, dan disajikan dengan program SPSS. Hasil penelitian menujukkan keberagaman jenis makanan yang dikonsumsi tidak beragam 30 pasien (60,0%), jumlah makanan yang di konsumsi kurang 29 pasien (58,0%), keteraturan minum obat pasien rendah 28 pasien (56,0%), kadar gula darah sewaktu (GDS) tinggi 37 pasien (74,0%), pasien DM tipe 2 berdasarkan kategori keteraturan minum obat dan kadar GDS memiliki kategori keteraturan minum obat yang rendah sehingga kadar GDS nya tinggi 27 pasien (96,4%) dan pasien DM tipe 2 berdasarkan kategori keberagaman jenis bahan makanan dengan kadar GDS memiliki kategori jenis makanan tidak beragam dengan kadar GDS tinggi dengan pasien 20 (66,7%). Penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kamonji pada tahun 2021, kebanyakkan memiliki kadar GDS yang tinggi, mungkin berhubungan dengan banyaknya penderita yang tidak patuh minum obat, dan memiliki keberagaman jenis makanan yang rendah.
ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA PENDERITA PENYAKIT INFEKSI PARASIT Reqgi First Trasia
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.81

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) memengaruhi lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, dan sebagian besar dari mereka tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di negara-negara ini, penyebab tambahan yang menyebabkan anemia, yaitu infeksi parasit seperti kecacingan, malaria, kekurangan zat gizi lainnya, penyakit kronis, hemoglobinopati, dan keracunan timbal. Di negara maju, kekurangan zat besi merupakan satu-satunya kekurangan mikronutrien yang sering terjadi. Di negara industri, ADB lebih sering terjadi pada bayi dengan usia lebih dari enam bulan, remaja wanita dengan pendarahan menstruasi yang berlebih, wanita usia subur, dan orang yang lebih tua. Populasi khusus lain yang berisiko ADB di negara maju adalah orang yang rutin donor darah, atlet ketahanan, dan vegetarian. Penelitian mengenai anemia defisiensi besi telah banyak dilakukan di Indonesia. Namun, dibutuhkan tinjauan sistematis lebih lanjut untuk menilai gambaran profil kesehatan anak-anak yang terpapar infeksi parasit di negara berpenghasilan rendah, dan untuk anak-anak yang secara genetik cenderung kekurangan zat besi. Artikel ini menelaah secara sistematis penelitian anemia defisiensi besi di Indonesia yang berkaitan dengan infeksi parasit dalam lima tahun terakhir. Dari tinjauan ini, dapat disimpulkan bahwa anemia defisiensi besi masih kerap terjadi pada pasien dengan infeksi parasit.
PERILAKU SEXTING PADA REMAJA DI MA “X” BULUKUMBA DI MASA PANDEMI COVID-19 Arfiani; Jusni; Husnul Khatima; Nadiatul Khaera
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.98

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang berkembang, mempunyai penduduk berusia remaja yang cukup besar. World Health Organization (WHO) tahun 2014 mengemukakan bahwa remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014. Namun Salah satu perkembangan revolusi industri 4.0 merupakan sebuah lompatan besar di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi di kalangan remaja selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) penggunaan Smartphone yang cukup meningkat sehingga dapat berpengaruh terhadap perilaku remaja, dimana remaja juga berpartisipasi dalam perilaku Sexting sehingga menyebabkan kekhawatiran diberbagai kalangan. Sexting juga digunakan untuk memberikan kepuasan hasrat seseorang dalam berhubungan Long Distance Relationship (LDR) misalnya ketika jarang bertemu orang yang LDR biasanya tetap bisa memberi kepuasan seksual kepada pasangannya dengan cara sexting. Istilah sexting mengacu pada pengiriman dan penerimaan gambar secara seksual melalui beberapa bentuk pesan virtual yang dimana seseorang mengirimkan pesan atau materi berupa gambar dan video secara elektronik terutama melalui smartphone, internet dan media elektronik lainnya (Andrea 2017). Dengan semakin meningkatnya jumlah remaja dan diikuti permasalahan remaja yang sangat kompleks, terutama yang paling menonjol adalah masalah perilaku seks remaja, yang merupakan awal terjadinya permasalahan kesehatan reproduksi remaja, maka peneliti tertarik melakukan penelitian perilaku sexting pada remaja di MA “X” Bulukumba di masa pandemi COVID-19. Pemilihan lokasi ini karena berdasarkan informasi yang diperoleh saat studi pendahuluan, bahwa perilaku seks remaja di MA “X” ini cukup mengkhawatirkan. Hasil Berdasarkan hasil penelitian bahwa didapatkan dari 35 responden yang berperilaku sexting lebih tinggi yaitu 26 (74,3%) responden dibandingkan yang tidak berperilaku sexting sebanyak 9 (25,7%). Hasil uji ini sejalan dengan beberapa teori dimana perilaku sexting dapat disebabkan karena berbagai faktor antara lain adalah perkembangan teknologi dimana masalah sexting muncul seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi digital yang bercampur dengan hormon remaja yang bergejolak. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa ada 74,3% perilaku sexting.
PROFIL PERITONITIS GENERALISATA DI RSU ANUTAPURA DAN UPT. RSUD UNDATA PALU PERIODE 2018-2020 Isra Febriana Sari; Mohamad Zulfikar; Muhammad Ali Palanro
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.99

Abstract

Peritonitis merupakan respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan deskripsi mengenai kasus peritonitis generalisata periode 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan desain penelitian deskriptif cross-sectional. Hasil penelitian dari periode tersebut didapatkan 121 total kasus dari RSU. ANUTAPURA dan UPT. RSUD UNDATA. Kasus berdasarkan jenis kelamin di UNDATA pria 41 kasus (62%) sedangkan wanita 25 kasus (38%) dan ANUTAPURA pria 35 kasus (64%) wanita 20 kasus (36%). Berdasarkan kelompok umur, di UNDATA, (41-50) sebanyak 16 kasus (24%), dan ANUTAPURA (11—20) 14 kasus (25%) (21-30) 13 kasus (24%), (31-40) 12 kasus (22%). Berdasarkan penyebab, di UNDATA (Perforasi Appendiks) sebanyak 47 kasus (72%) dan ANUTAPURA (Perforasi Appendiks) sebanyak 44 kasus (80%). Berdasarkan tindakan, di UNDATA lapatoromi 60 kasus (91%) dan ANUTAPURA lapatoromi 46 kasus (84%). Berdasarkan output, di UNDATA 50 kasus (76%) yang masih hidup, meninggal 13 kasus (20%) dan ANUTAPURA 45 kasus (82%) yang masih hidup, meninggal 2 kasus (4%). Data rekam medik yang didapatkan dari RSU. ANUTAPURA dan UPT. RSUD UNDATA menunjukkan peningkatan jumlah pasien dari tahun 2018 ke 2019, tapi pada tahun 2020 terdapat penurunan kunjungan ke Rumah Sakit.
KARAKTERISTIK PENDERITA MIOPIA YANG BEROBAT DI POLIKLINIK MATA RSU ANUTAPURA KOTA PALU TAHUN 2019-2021 Trissa Amalia; Tiara Meirani Valerie Savista; Masita Muchtar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.100

Abstract

Miopia adalah anomali bias mata di mana fokus konjugat retina berada pada titik tertentu di depan mata, ketika mata tidak akomodatif. Faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya miopia antara lain faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat keluarga dan sosial ekonomi. Miopia meningkatkan risiko gangguan serius seperti degenerasi makula miopia, ablasi retina, glaukoma, dan katarak dan merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di banyak negara pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita miopia yang berobat di poliklinik mata RSU Anutapura kota Palu Tahun 2019-2021. Untuk mengetahui karakteristik penderita miopia yang berobat di poliklinik mata RSU Anutapura kota Palu Tahun 2019-2021.Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik, data diambil menggunakan “Teknik non probability sampling” sampel jenuh dari para penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu. Analisa data menggunakan SPSS 24 dengan uji frekuensi. Karakteristik penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu berdasarkan pada tahun 2019-2021: (1) Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan jumlah tertinggi mencapai 26 orang (26,7%). (2) Berdasarkan Usia terbanyak adalah usia remaja akhir (17-25 tahun) dengan jumlah tertinggi mencapai 23 orang (58.9%). (3) Berdasarkan Pekerjaan terbanyak adalah pelajar dengan jumlah tertinggi pada tahun 2019 sebanyak 26 orang (66,7%). Penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu tahun 2019-2021 berdasarkan jenis kelamin tertinggi pada perempuan, berdasarkan usia tertinggi pada remaja akhir, dan berdasarkan pekerjaan tertinggi pada kalangan pelajar
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA GIZI PADA MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIPO KOTA PALU TAHUN 2020 Aulia Nur Pratiwi; Masita Muchtar; Muhammad Fandy Rahmatu
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.101

Abstract

Angka kejadian akibat gangguan nutrisi pada ibu hamil di Kota Palu tergolong cukup tinggi dimana kejadian ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebesar 13,02% dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 2,1%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tipo Palu tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan tahun 2020. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional study terhadap 82 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan ibu hamil di wilayah kerja Puskemas Tipo sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan status gizi pada masa kehamilan dalam kategori cukup sebanyak 38 orang (46,4%), kategori kurang sebanyak 28 orang (34,1%) dan kategori baik sebanyak 16 orang (19,5%). Hasil tingkat pengetahuan ibu hamil tentang asupan gizi pada masa kehamilan dalam kategori cukup sebanyak 33 orang (40,2%), kategori baik sebanyak 25 orang (30,5%) dan kategori kurang sebanyak 24 orang (29,3%). Kesimpulan penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Tipo Palu tahun 2020 tergolong kategori cukup.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO BBLR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALU BARAT TAHUN 2021 Fitria Ningsih; Nita Damayanti; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.102

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan bayi yang ditimbang dalam satu jam setelah baru lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Angka kejadian BBLR di puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu mengalami peningkatan tahun 2019 sampai 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor risiko pada ibu yang menyebabkan kejadian BBLR di Puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 41 sampel di Puskesmas Kamonji, Nosarara, Sangurara dan Tipo tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan gambaran faktor risiko ibu yang melahirkan bayi BBLR didapatkan hasil faktor risiko usia terbanyak usia produktif yaitu 53,7%, pendidikan tingkat rendah 80,5%, status ekonomi tingkat rendah sebanyak 73,2%, status gizi ibu baik sebanyak 75,6%, anemia sebanyak 51,2%, pendidikan tingkat rendah dan mengalami anemia sebanyak 95,2%, status ekonomi keluarga rendah dan mengalami anemia sebanyak 90,5%, status gizi ibu baik namun mengalami anemia sebanyak 61,9%. Gambaran faktor risiko BBLR di puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu Tahun 2021 sebagian besar oleh pendidikan ibu rendah, sosial ekonomi yang rendah dan ibu dengan gizi yang baik namun masih mengalami anemia.
FREKUENSI NYERI YANG MENGGANGGU AKTIVITAS IBU PASCA SECTIO CAESARIA DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2021 Bella Magfirah Laonga; Ruslan Ramlan Ramli; Nur Faisah
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.103

Abstract

Sectio Caesaria (SC) adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus yang dapat menyebabkan nyeri. WHO menyatakan bahwa persalinan dilakukan dengan bedah caesar sekitar 10–15% sedangkan di Indonesia sebanyak 15,3%. Nyeri yang dirasakan ibu memiliki durasi waktu yang tidak menentu sehingga menyebabkan aktivitas sehari-hari ibu terganggu, kadang rasa nyeri bertahan lama pasca sectio caesaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi nyeri yang mengganggu aktivitas ibu pasca sectio caesaria di RSU Anutapura Palu tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan diperoleh 17 pasien pasca sectio caesaria di RSU Anutapura Palu. Hasil penelitian ini yaitu ibu yang masih merasakan nyeri dua minggu setelah sectio caesaria sebanyak (88.2%), ibu dengan nyeri yang mengganggu aktivitas pasca sectio caesaria sebanyak (93.3%), jumlah aktivitas yang terganggu didominasi 4-6 gangguan aktivitas (42.9%) dan skala nyeri pada ibu dua minggu pasca sectio caesaria didominasi skala 1-3 (58.8%). Kesimpulan Penelitian ini yaitu pasien pasca sectio caesaria di RSU Anutapura Palu sebagian besar masih merasakan nyeri hingga dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-hari pasien dengan jumlah yang bervariasi.
PEMANFAATAN GeoDa DALAM PEMETAAN STUNTING DI KABUPATEN BULUKUMBA Jusni Tajuddin; Arfiani; Erniawati; Sulfa Indra Wini
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i3.105

Abstract

Salah satu permasalahan gizi yang dihadapi dunia saat ini adalah anak pendek (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Masalah anak pendek merupakan Kasus stunting di mana merupakan kasus multidimensi yang tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin, tetapi juga pada keluarga yang berada di atas 40% tingkat kesejahteraannya. Stunting dipengaruhi oleh faktor secara langsung dan secara tidak langsung. Berbagai program pemerintah terkait pencegahan stunting telah diselenggarakan, namun belum efektif dan belum terjadi penurunan dalam skala yang memadai. Sehigga perlu di lakukan pengendalian penyakit pemetaan penyakit dapat membantu dalam penanggulangan penyakit melalui deteksi dini lokasi-lokasi yang beresiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran penderita stunting di Kabupaten Bulukumba memalui GeoDa. Data merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan kasus stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba serta metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara (Interview). Analisa spasial empirical bayes (empirical bayesian smoothing rates) yang dikembangkan oleh Clayton dan Kaldor (1987) dalam software Geoda program version 1.6.7 dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran kasus karena kasus stunting tidak sepenuhnya mewakili jika terjadi pada populasi lebih besar namun tidak padat penduduk karena wilayah yang lebih luas. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Populasi adalah anak berusia 24-59 bulan di Kabupaten Bulukumba. Hasil Sebaran kasus stunting tertinggi di Kecamatan Gantarang dengan kasus 745 (40.69%). Sedangkan sebaran kasus terendah terdapat pada Kecamatan Ujung Bulu dengan 41 (2.24%) dengan wilayah kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Caile dengan 41 kasus stunting. Hal ini masih menunjukkan bahwa ada keterkaitan sebaran stunting dengan wilayah tempat tinggal secara geografis.

Page 8 of 22 | Total Record : 220